Part 6 : Anemia
Ibu hamil rentan kekurangan zat besi yang mengakibatkan anemia. Setidaknya, begitulah kata iklan obat penambah darah di TV. Orang yang kekurangan zat besi memiliki ciri-ciri antara lain sering merasa 3L, yaitu lemah, letih, lesu. Jika kantung mata bagian bawahnya ditarik, akan terlihat guratan warna pucat. Selain itu penderita anemia akan terlihat kurang bersemangat dan cepat lelah.
Pemuda berwajah Melayu itu berdiri dari duduknya, merenggangkan tubuhnya ke atas lalu memutar pinggangnya ke kiri dan ke kanan lalu terdiam sejenak. Sedetik yang lalu ia duduk sambil membaca majalah "Father and Baby"-majalah yang highly recommended oleh France yang entah kenapa sangat antusias dengan kehamilan dirinya-yang sangat sangat membuat dirinya mencurigai mahluk cabul itu sebagai bapak biologis dari janin di dalam kandungannya. Sang personifikasi Negeri Malaka itu merasa lemah, tidak bertenaga dan kurang semangat. Saat posisi berdiri seperti ini tiba-tiba saja pandangannya berkunang-kunang dan kepalanya terasa pusing. Padahal seharian ini ia tidak melakukan aktivitas yang berat. Seharian ini ia hanya berbaring di kamarnya sambil sesekali membaca majalah dari si kodok brewok itu.
"Ugh…" Malay memegangi perutnya.
Secepat kilat ia berlari ke arah kamar mandi yang letaknya tak jauh dari situ. Panggilan perutnya yang terasa mual itu membuat ia tak bisa berjauhan dari wastafel atau kamar mandi. Ini sudah kelima kalinya ia bolak balik ke kamar mandi. Bubur ayam yang ia makan tadi pagi sudah berakhir di kamar mandi. Begitu juga dengan segelas susu coklat hangat dan buah pisang yang tadi pagi dibuatkan yayangnya sebelum berangkat ke tempat bosnya. Kini yang tersisa bagi dirinya hanya rasa lemas dan tak bertenaga.
Majalah "Father and Baby" berkata jika rasa mual menyerang minumlah teh manis hangat. Si pemuda mungil itupun mengikuti petunjuk dari majalah tersebut. Perlahan ia mencoba berjalan ke arah dapur untuk membuat secangkir teh manis hangat. Semoga saja tips dari majalah yang highly recommended oleh si kodok brewok itu benar manjur adanya.
Akhirnya, setelah bersusah payah berjalan dalam keadaan pandangan berkunang-kunang, Malay sampai juga ke tempat tujuan. Segelas air hangat sudah dituangkan ke dalam cangkir. Sekantong teh celup sudah tercelup di dalam sana, menghasilkan warna cokelat pekat menggantikan bening air putih yang mengisi cangkir kecil itu. Satu setengah sendok gula pasir menjadi penutup "upacara membuat teh" yang dilakukan Malay. Diseruputnya perlahan. Saat cairan manis hangat itu melewati kerongkongan dan perutnya, ia merasakan sensasi nyaman. Setelah beberapa kali teguk, perlahan rasa mual itupun reda. Ternyata majalah "Father and Baby" itu benar.
Setelah merasa mual yang dideritanya berangsur membaik, si pemuda Melayu itu memutuskan untuk menonton TV di ruang keluarga. Malang baginya, ketika ia melangkah, kakinya tersandung kaki kursi. Tubuhnya terhuyung ke depan. Hampir saja ia tersungkur di lantai ketika tiba-tiba sesosok tubuh besar menangkap tubuh mungilnya.
"Ooops!"
Malay menatap sesosok tubuh besar itu. Siapa lagi kalau bukan Netherlands. Ya, dia memang sering ditinggal berdua saja dengan sang bule Belanda itu karena Indo, yayangnya, sedang sibuk di tempat bosnya.
Netherlands yang sedari tadi asyik menonton TV di ruang keluarga itu memutuskan untuk ke dapur mengambil susu-minuman favoritnya-beserta makanan ringan lainnya untuk dibawa menemani aktivitasnya menonton TV. Ketika dirinya sedang melangkah tiba-tiba kejatuhan benda mungil yang ternyata adalah sang preggy boy tersayang.
"Loe kenapa? Pusing?" tanya si bule. Ada nada kekhawatiran dalam pertanyaannya.
"Ng, ngga, ngga apa-apa kok.." ujar sang preggy boy jengah.
"Muka loe pucat."
Netherlands mendekati wajah berkulit sawo matang itu sambil menelitinya.
"Gu-gue ngga apa-apa kok!" Malay memalingkan wajahnya dari tatapan si bule.
Tubuh mungilnya berusaha melepaskan diri dari dekapan pria bule berambut jabrik itu. Namun karena pandangan matanya yang berkunang-kunang akibat anemia, tubuh mungil itu malah sempoyongan dan hampir jatuh kembali.
"Ooops, hati-hati! Sini gue gendong ke kamar supaya loe bisa istirahat." Neth jadi khawatir demi melihat tubuh mungil Malay yang sempoyongan itu.
"Gu-gue bisa jalan sendiri!" Malay memberontak sewaktu tubuhnya dipeluk kembali oleh pria bule itu.
"Sssst, jangan bandel!" Netherlands yang tubuhnya lebih besar dari Malaysia langsung menggendong si pemuda Asia Tenggara itu ala bridal style menuju kamar tidurnya.
Sesampainya disana, Netherlands menurunkan tubuh mungil itu perlahan di atas kasur. Ia pergi ke dapur sebentar lalu kembali lagi ke kamar membawakan air minum dalam pitcher dan buah-buahan.
"Nah, istirahat ya.." ia tersenyum lembut.
Pintu kamar ditutup. Sosok berkulit pucat itupun menghilang.
Malay menarik napas. Tubuhnya memang terasa lemah dan tidak bersemangat. Kepalanya terasa pusing dan pendangannya berkunang-kunang. Lututnya juga terasa lemas. Belum lagi rasa sakit di sekujur tulang belakangnya yang semakin membuatnya tidak nyaman. Memang sih, menurut "Father and Baby" kondisi yang dialaminya saat ini memang gejala umum yang dirasakan oleh hampir seluruh orang hamil. Rasa sakit dan tidak nyaman ini adalah akibat hormon-hormon kehamilan yang sedang mempersiapkan tubuhnya agar mampu menopang kehidupan baru di dalam sana. Ia memang menderita dengan kondisi tubuhnya. Namun terkurung seorang diri di kamar sungguh membuatnya lebih menderita lagi.
"Gue kan pingin nonton TV di depan..." tangisnya dalam hati.
Malaypun mantap menetapkan pilihan hatinya. Apapun yang terjadi ia ngga mau terkurung di dalam kamar seperti ini seolah ia katak dalam tempurung. Apapaun yang terjadi, ia mau menonton TV di ruang keluarga di depan sana. Apapun yang tejadi, terjadilah! Memang ya, orang hamil yang satu ini bandel banget! Sudah dilarang, masih saja ngeyel!
Perlahan ia berusaha bangun dari kasur. Tangannya berpegangan pada dinding dan mulai melangkahkan kaki. Beberapa langkah awal masih baik-baik saja. Ia berhasil keluar dari kamar sampai di lorong. Kakinya terasa lemas dan tak bertenaga. Keringat dingin mengalir di wajah orientalnya itu. Namun ia harus terus berusaha. Tak sudi ia dikurung di dalam kamar sedangkan si bule jabrik itu menguasai TV seorang diri. Half way there. Sedikit lagi sampai. Ia bisa melihat sosok Netherlands sedang duduk di sofa, asyik menikmati cemilan sambil menonton Spongebob Squarepants. Dasar curang, batinnya. Dia juga mau nonton TV!
Tiba-tiba tubuhnya terhuyung. Pandangannya berputar-putar seperti sedang naik roller coaster.
"Ngghh.."
Tubuh mungil itu berpegangan pada dinding. Namun karena sudah setengah sadar, tubuh itupun ambruk.
Netherlands yang mendengar suara berisik di belakangnya, serta merta berbalik. Betapa terkejutnya ia melihat sang preggy boy yang seharusnya tidur di kamar kini tergolek di lantai. Buru-buru ia menghampiri tubuh mungil itu.
"Heh, loe kenapa!? Bukannya tadi gue suruh istirahat di kamar!?"
Netherlands memangku tubuh Malaysia. Ditepuk-tepuknya wajah si pemuda Asia itu. Kepanikan langsung menyergapnya ketika sang pemuda Asia itu tak kunjung membuka mata ataupun menjawab pertanyaannya.
"Hoi! Hoi, bangun!"
Netherlands yang panik langsung menggendong Malay dan membaringkannya di sofa. Tubuh mungil itu tergolek pasrah di atas sofa. Tak bergeming. Poni lemparnya yang biasanya terbelah ke pinggir itu jatuh terurai di dahi.
Netherlands panik. Hal pertama yang dipikirkannya adalah bagaimana menyadarkan si bocah gemblung yang pingsan ini. Buru-buru ia pergi ke dapur mengambil segelas air. Pemilik tangan besar berkulit pucat itu memerciki si wajah berkulit sawo matang dengan air. Hasilnya nihil. Si wajah sawo matang itu tak kunjung siuman. Netherlands bertambah panik. Tangannya gemetaran. Diambilnya sebotol minyak kayu putih dari kamar Malay dan membubuhkan sedikit cairan itu di hidung si bocah. Hasilnya masih tetap nihil. Si bocah masih tak bergeming. Hampir saja Netherlands memutuskan untuk menelpon 911 dan National Guard, ketika tangan besarnya tak sengaja menyingkap poni yang jatuh terurai di dahi si pemuda sawo matang.
Pemuda Belanda itu terpaku sejenak. Baru kali ini ia melihat wajah Malaysia dalam keadaan kalem – bukan dalam keadaan marah-marah, teriak-teriak, melotot, cemberut dan sejenisnya-dari jarak dekat. Memang, di saat malam mereka selalu berada di ranjang yang sama. Namun selama ini sosok yang selalu dilihat olehnya hanyalah Indonesia seorang. Ini adalah kali pertama dirinya melihat wajah saingannya itu dari jarak yang sangat intim. Demi Flying Dutchman, kemana saja ia selama ini! Kenapa ia baru menyadari sekarang!? Kenapa ia baru menyadari kalau wajah saingannya itu sangat sangat...moe!
"Si bocah ini, kalau lagi pingsan kaya gini, ke-kenapa jadi terlihat...so cute..."
Ia mendekatkan wajahnya ke si pemilik wajah moe. Diusapnya pipi dan dahi yang imut itu. Begitu juga untaian poni yang tadi disingkapnya.
"Oh my gay, i-imut banget..." ujarnya terpana.
Dasar Netherlands si penggila yang serba imut! Tidak boleh lihat segala yang imut-imut. Saingannya yang berwajah imut itupun sepertinya akan diembatnya. Setengah mati Nether berusaha menahan air liur yang hampir jatuh menetes di sudut bibirnya. Pun juga darah yang mengalir deras dan hampir memancar dari hidungnya.
Perlahan wajahnya semakin mendekati wajah imut itu. Matanya tak henti-hentinya tertuju ke wajah si pemuda yang sedang pingsan. Tak sedetikpun ia berpaling. Terdengar suara napas yang memburu. Jantungnya berdebar cepat. Perasaan apa ini!? Demi Tuhan, kenapa ia jadi mabuk kepayang seperti ini!?
"Ah,..."
Akhirnya bibir itu berlabuh juga di bibir si wajah imut. Sedetik. Dua detik. Waktu seolah berhenti berdetak. Dan Netherlands asyik tenggelam dalam fantasinya.
"Oh mijn god!"
Tiba-tiba Netherlands tersadar dari mabuk kepayangnya. Diletakkannya tubuh mungil yang masih belum siuman juga. Buru-buru ia mengambil jarak dari sofa. Tangan besarnya memegangi bibirnya sendiri seolah masih belum percaya apa yang barusan telah terjadi. He just kissed him!
"Ngg..." terdengar suara lirih yang berasal dari sofa.
"Pu-pusing..." suara lirih itu ada lagi.
Netherlands terkejut. Sang preggy boy itu kini sudah siuman.
"Eh, loe udah sadar?" Netherlands buru-buru menghampiri Malay yang masih tergolek lemah di sofa. Ia berusaha mengatasi kegugupannya akibat perbuatan nekadnya tadi.
Dengan hati-hati dipapahnya tubuh mungil itu supaya bisa duduk bersandar di sofa. Ia menyodorkan segelas air hangat. Langsung diteguk sampai habis oleh si pemuda Melayu. Malay tercenung sejenak seolah memikirkan sesuatu.
"Tadi gue mimpi aneh banget." Malay buka suara. Tangannya memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing. Netherlands menyimak dengan serius.
"Gue mimpi di-kiss..." ujar Malay gamang.
Jemarinya menyentuh ujung bibirnya yang masih terasa basah. Walaupun sekejap tapi mimpi barusan benar-benar terasa nyata.
"Hah!?" Netherlands deg-degan dalam hati. Doi takut perbuatan nekadnya diketahui sang korban.
"Yang nge-kiss gue, kelinci, matanya hijau.." dua bola mata Malay menerawang berusaha mengumpulkan ingatan tentang mimpinya barusan.
"Yang aneh, kok, rambutnya jabrik...kaya loe..." Malay menatap Netherlands bingung.
BLUSH. Tiba-tiba saja pipi Netherlands yang tadinya putih itu berubah kemerah-merahan.
"Damn, dia tahu!" jerit Netherlands dalam hati.
"Kenapa muka loe jadi merah gitu?" tanya Malay bingung demi melihat wajah rivalnya yang semerah tomat.
Ia menatap wajah Netherlands lekat-lekat sambil berpikir keras. Maklum loadingnya lama karena baru direstart. Netherlands tak memalingkan wajahnya yang memerah itu dari tatapan Malay. Sudah terlanjur basah. Sudah kadung ketahuan, batinnya.
"Jangan-jangan, loe yang barusan..." Malay menebak.
Netherlands tak menjawab. Hanya rona merah di wajahnya yang menjawab.
BLUSH. Kali ini giliran pipi Malay yang blushing.
...
...
TBC~
Doctor's Note:
1. Anemia
Anemia merupakan kondisi tubuh di mana kadar hemoglobin (protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh) dalam darah lebih rendah dari batas normal. Penyebab yang paling umum dari anemia saat hamil adalah adanya kekurangan zat besi. Selama kehamilan, tubuh manusia memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi dalam perut, dan jika tidak mendapatkan cukup zat besi, tubuh manusia tidak akan mampu untuk menghasilkan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk membuat tambahan darah.
Selain itu, anemia yang terjadi pada masa kehamilan juga dibedakan dalam beberapa klasifikasi :
•Anemia Defisiensi Zat Besi
Ini merupakan jenis anemia yang paling sering terjadi. Penyebabnya adalah adanya kekurangan pasokan zat besi dalam tubuh.
• Anemia Megaloblastik
Jenis anemia ini disebabkan adanya kekurangan asam folat dan vitamin B12.
• Anemia Aplastik
Ini merupakan jenis anemia yang disebabkan adanya ketidakmampuan sumsum tulang belakang dalam membentuk sel darah.
• Anemia Hemolitik
Anemia ini disebabkan oleh meningkatnya proses penghancuran sel darah merah dalam tubuh. Pada kondisi normal, sel darah merah akan bertahan dalam waktu 120 hari, namun pada penderita anemia hemolitik penghancuran sel darah merah terjadi lebih cepat. Hal ini mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan darah.
• Anemia Sel Sabit
Jenis anemia ini merupakan kondisi anemia hemolitika yang cukup berat dan terjadi adanya pembesaran limpa.
(Sumber : /beberapa-penyebab-anemia-saat-hamil)
