Credit :

Wajahmu Indahkan Duniaku-Alexa

Mimpi Manis-Dewi Persik

Mata-Titi DJ

Part 7 : Fatamorgana?

"Sarapan sudah siap!" Indonesia berteriak memanggil dua orang partnernya.

Netherlands berlari secepat kilat ke meja makan. Ia sudah tidak sabar menikmati masakan lezat buatan yayangnya. Sementara sang preggy boy kita yang tercinta berjalan perlahan sambil berpegangan pada tembok. Rupanya ia masih mengalami 3L. Tubuh mungilnya berjalan sempoyongan.

Malaysia merutuk dalam hati. Susah benar jadi orang hamil. Harus mengalami morning sickness yang mengakibatkan dirinya capek mondar mandir muntah ke kamar mandi. Habis muntah terbitlah lemah. Ia juga terpaksa kehilangan nafsu makannya. Jika biasanya ia sanggup makan nasi sebakul dengan lauk semur jengkol, ayam goreng dan sambal terasi nikmat, kali ini ia hanya mampu makan sesendok bubur nasi dan sedikit tempe bacem. Hanya itu makanan yang bisa bertahan di perutnya. Sisanya tak ada yang bisa masuk karena begitu mampir di mulutnya masakan itu langsung berakhir di kamar mandi. Mari kita ucapkan selamat tinggal pada masakan enak buatan sang yayang seperti gulai kepala ikan, rendang daging, nasi uduk, dan kawan-kawan. Sudah susah makan, susah tidur pula! Setiap malam ia meriang. Bukan meriang alias merindukan kasih sayang, tapi meriang alias panas dingin. Alhasil tidurpun tak nyenyak. Pokoknya amsyong lah!

Di meja makan segi empat yang beralaskan kain batik warna ungu bercampur cokelat muda telah tersaji sarapan lezat bagi mereka bertiga. Ada nasi uduk dengan lauk ayam goreng, potongan timun, sambal goreng dan kerupuk bagi Indonesia. Ada juga potato wedges berbalur keju edam plus telur dan sosis goreng ditambah segelas susu spesial buat-pasti kalian sudah tahu-siapa lagi kalau bukan-Netherlands. Sementara buat Malaysia hanya disediakan semangkok bubur nasi dengan sedikit suwir-suwir ayam dan tempe bacem. Indonesia sudah menyediakan sebuah pisang ambon kesukaan Malay tapi langsung ditolak mentah-mentah oleh Malay karena gara-gara pisang itu, ia kemarin muntah dengan suksesnya. Setelah berguru dari majalah "Father and Baby", sang bocah preggy boy itu request supaya setiap pagi dibuatkan secangkir teh manis hangat sebagai minuman favorit penangkal mual selama ia hamil.

Netherlands langsung membantai makanannya dalam sekejap. Maklum perutnya sudah dangdutan sejak tadi. Begitu juga segelas susu yang tadi masih tersisa setengah, kini sudah bablas tak bersisa. Indonesia sendiri makan dengan anggun. Tak lupa ia mengunyah sampai 32 kali demi alasan kesehatan. Sementara Malaysia hanya memandang nanar pada sang mangkok bubur. Hidupnya terasa hampa tanpa semur jengkol dan rendang daging. Ia hanya bisa menjerit dalam hati. Kembalikan masa mudaku! Kembalikan nafsu makanku! Kembalikan keperjakaanku!

Kalau kata Slank, "Balikin oh oh balikin kehidupanku yang seperti dulu lagi..."

Tiba-tiba saja ponsel milik Indonesia yang memiliki nada dering cenderung ke-alay-alay-an itu berdering. Sekilas terdengar suara sang bos dari seberang sana. Nadanya tegas berisi perintah. Setelah itu terdengar lembut seperti sedang curhat. Mungkin sedang curhat masalah 'Istanageram' yang kemarin-kemarin jadi trending topic di lini massa twitter. Atau mungkin sedang curhat masalah genangan air yang ngga selesai-selesai dan akhirnya malah menyalahkan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Ah, memang bos Indonesia yang sekarang ini agak lebay. Ada masalah sedikit langsung curhat. Bukan hanya curhat kepada dirinya saja, tapi juga curhat di media. Alhasil masalahnya jadi rahasia umum yang semua manusia tahu.

Setelah menutup ponselnya, sang pemuda berambut ikal hitam itu buru-buru menyelesaikan sarapannya. Tugas negara sudah menanti di tempat bosnya sana.

"Aku berangkat ya." Indonesia bergegas.

Dikecupnya pipi Netherlands. Begitu juga sang preggy boy yang masih berusaha sekuat tenaga mengunyah dan menelan sarapannya. Hanya saja sekarang kecupan itu tak hanya ditujukan untuk Malaysia seorang tapi juga untuk sang jabang bayi di dalam perutnya.

"Jangan nakal ya..." dikecup dan dielusnya perut Malay.

Malay tersenyum sambil menatap wajah kekasihnya.

"I love you, beib.." balasnya.

Sosok Indonesia menghilang di balik pintu diiringi lambaian tangan dari dua pria yang mencintainya.

Kini hanya tersisa Netherlands dan Malaysia di meja makan itu. Kalau dilihat sekilas seperti sedang candle light dinner. Hanya saja tidak ada candle-nya. Malaysia masih berjuang untuk menelan makanannya. Kasihan.

Netherlands diam-diam menatap sang pemuda Asia. Gara-gara peristiwa kemarin ia jadi merasa aneh setiap berada di dekat pemuda mungil itu. Peristiwa kemarin, waktu ia tiba-tiba saja nekad mencium Malaysia yang sedang pingsan. Entah disambar setan mana, tiba-tiba saja ia tak bisa menahan keinginannya untuk mencium bocah yang biasanya nyebelin tapi berubah jadi cute dan imut sewaktu sedang pingsan itu.

Netherlands terkejut sewaktu tatapannya bertautan dengan Malaysia. Ia jadi salah tingkah lalu tersenyum dengan awkwardnya. Pemuda Belanda itu berusaha menghilangkan kegugupannya dengan beranjak ke arah buffet. Ia menyalakan radio dan berusaha mencari lagu-lagu yang enak didengar. Terdengar suara lagu yang mengalun lembut.

Wajahmu terindah

Satu yang sempurna

Indahnya dunia

Ketika kau ada

Kuingin selalu

Dekati hatimu

Kuingin selalu denganmu

Di wajahmu..

Di senyummu..

Membuatku s'lalu membayangkanmu

Di hatimu..

Cantik dirimu..

Kaulah dewiku..

Wajahmu mengalihkan duniaku

Netherlands melirik ke arah Malaysia yang masih sibuk makan. Si bocah Melayu itu membuka mulutnya. Tangan kanannya masuk dan mengorek-ngorek giginya. Sepertinya ada sesuatu yang nyangkut di sela giginya. Oh, ternyata yang nyangkut itu adalah secuil daging ayam. Dikoreknya daging kurang ajar itu dengan tusuk gigi.

Sang bule Tulip masih setia memperhatikan setiap jengkal wajah mungil itu. Kenapa wajah itu terlihat sangat indah? Kenapa wajah itu terlihat sempurna tanpa cela? Kenapa hanya dengan menatap wajah si pemuda Asia itu, jantungnya jadi berdegup tak karuan seperti ini? Yang lebih aneh lagi, dengan hanya melihat wajah itu ia bisa merasakan betapa indahnya dunia ini. Di sekelilingnya tiba-tiba saja banyak kelopak bunga berwarna pink yang beterbangan dengan slow motion.

Netherlands kaget. Lagi-lagi tatapannya bertautan dengan Malaysia. Ia beralih ke radio dan kembali sibuk mencari channel yang memutar lagu-lagu enak sambil pura-pura bego.

Mata yang paling indah hanya matamu

Sejak bertemu kurasakan tak pernah berubah

Sinar yang paling indah dari matamu

Sampai kapanpun itulah yang terindah

Netherlands kembali CCP alias Curi-Curi Pandang ke arah si bocah Melayu. Sementara objek yang dipandangi sedang sibuk mengucek matanya. Doi kan bangun tidur 'ku terus makan, bukan mandi. Jadi, maklumin aja ya kalau di matanya masih tersisa belek!

Berbeda dari sudut pandang Netherlands. Baginya, itu adalah pemandangan yang sangat indah. Mata itu, mata yang masih belekan itu adalah mata yang paling indah. Mata itu memancarkan sinar yang membuatnya terpesona. Ah, sangking terpesonanya ia sampai tak mampu berkata-kata. Bola mata hijau itu menatap terpaku. Bibirnya menganga seperti terperangah.

Netherlands kembali terkaget-kaget. Tatapannya kembali bertautan dengan Malaysia. Ia jadi gelagapan sendiri gara-gara kepergok sedang curi-curi pandang oleh orang yang diam-diam dipandanginya. Ia beralih ke radio dan kembali sibuk mencari channel yang memutar lagu-lagu enak sembari bersiul-siul aneh. Aneh, karena sangking groginya jadi terdengar seperti suara kentut.

Seraut wajah tampan sangat mempesona

Mimpiku, mimpi-mimpi manis

Di balik pintu hati tersimpan rinduku

Mimpiku, mimpi-mimpi manis

Matamu bak panah asmara

Bibirmu bak telaga madu, aduhai...

Stop, engkau mencuri hatiku, hatiku

Stop, engkau mencuri hatiku

Malaysia yang akhirnya berhasil menghabiskan semangkuk bubur itu sedang bersandar di kursi sambil memegangi perutnya. Disingkapnya kaos oblong warna biru yang dikenakannya lalu digaruk-garuknya perutnya yang mulai menggendut itu. Memang, bagi beberapa orang ketika hamil, perut mereka akan terasa gatal.

Netherlands kembali asyik menelusuri senti demi senti wajah sang pemuda mungil. Pemuda bule itu tersenyum membayangkan mata yang seperti panah asmara itu. Tajam, melesatkan panah-panah cinta ke jantung hatinya yang paling dalam. Begitu juga dengan bibir yang semanis madu itu. Membuatnya ingin mencicipi bibir lembut itu lagi dan lagi. Mengulumnya seperti anak kecil mengulum permen favoritnya.

Malay mengupil (sumpah, jorok banget ini bocah!). Jari telunjuknya mengeksplorasi lubang yang terdapat di hidungnya dengan serius. Semakin dalam, semakin dalam. Ia seperti sedang berusaha mencari sesuatu benda berharga yang bersembunyi di dasar jurang yang paling dalam. Ketika akhirnya ia berhasil menemukan benda itu, dengan semangat dikeluarkannya benda mungil yang menempel di ujung jarinya itu. Ia pun tersenyum puas.

Netherlands menatap Malay lekat-lekat. Mata pemuda Belanda itu berbinar-binar. Pipinya merona kemerahan. Perasaan bahagia di dadanya begitu membuncah. Wajah Malay tampak begitu lucu dan menggemaskan. Ekspresi wajah sang pemuda mungil ketika berhasil mendapatkan "harta karun" dari dalam lubang hidungnya itu...is so priceless!

Memang ya, seperti kata almarhum Gombloh dalam lagunya yang berjudul "Lepen (Lelucon Pendek)" kalau cinta sudah melekat, kotoran kucing terasa cokelat. Sejelek apapun dia, kalau kita mencintainya, akan terlihat sangat bagus, indah, sempurna tanpa cela sedikitpun.

"Jangan-jangan, gue jatuh cinta sama si bocah gemblung!?" Netherlands tiba-tiba tersentak. Antara percaya dan tidak percaya. Ia berpikir keras menyikapi perasaan aneh yang tiba-tiba saja menyergap relung hatinya. Apakah ini cinta? Atau hanya fatamorgana? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang...

TBC~

Doctor's Note :

Temperatur tubuh wanita yang sedang hamil mengalami peningkatan 1 derajat yang disebabkan oleh hormon-hormon kehamilan dan juga peningkatan metabolisme. Ini yang menyebabkan pada kondisi awal kehamilan seseorang merasakan demam, meriang, panas dingin dan gejala tidak nyaman lainnya.