Part 8 : My Baby's Journey

Sore hari adalah saat yang tepat untuk berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga di rumah. Begitu juga dengan Indonesia yang sore hari itu telah selesai menunaikan tugas negara di tempat bosnya dan dalam perjalanan pulang menuju rumah besarnya. Rasanya senang dan lega bisa sampai di rumah dengan selamat. Bisa bertemu lagi dengan kedua orang yang dicintainya setelah seharian bergulat dengan berjuta permasalahan rakyatnya adalah kenikmatan yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

"Apaan tuh, beib?" tanya Malaysia bingung.

Ia menatap pada sesuatu yang diletakkkan oleh Indonesia di meja.

"Oh ini, tadi aku ketemu France di tempat bos, lalu dia memberikan ini, katanya buat kamu." jelas Indo.

Malay memelototi benda berbentuk segiempat ceper itu. Sepertinya VCD. Ia memicingkan matanya. Di sampul VCD itu tertulis "My Baby's Journey".

"Ah, si kodok brewok itu, lagi-lagi…" batin Malay sweatdrop.

Ia herman, eh, heran beribu heran. Cowok personifikasi negara l'amour itu sangat antusias-koreksi-heboh sekali dengan kehamilannya. Kemarin-kemarin memberikannya setumpuk majalah "Father and Baby". Buat referensi selama hamil, katanya. Seminggu yang lalu si bule brewok itu membawakannya sekeranjang buah-buahan. Orang hamil harus banyak makan buah, katanya. Lalu dua hari yang lalu France memberinya bantal hamil. Supaya bisa tidur dengan nyaman, katanya lagi. Kali ini cowok bule itu memberinya VCD tentang bayi. Malaysia jadi ngeri-ngeri sedap membayangkan jika benar France adalah bapak biologis bayinya.

Malaysia jadi bingung bagaimana mungkin ia bisa mengandung benih dari France, sedangkan mereka tak pernah bersama. Bertemu saja hanya kalau ada Rapat PBB. Kontak langsung yang terjadi paling-paling hanya berjabat tangan saja. Apakah karena France adalah personifikasi negara l'amour, sehingga bisa menyebarkan l'amour secara ajaib ke siapapun yang berdekatan dengannya? Ataukah France punya jurus rahasia sehingga hanya dengan berjabat tangan saja bisa terjadi pertukaran benih? Atau seperti proses penyerbukan pada bunga dimana erbuk sari yang tertiup angin akan menempel pada putik yang mana saja? Nah lo, teori darimana lagi itu?

"Barang ngga berguna, dibuang aja!" Malay misuh-misuh.

Ia mengambil VCD itu dan berencana mencampakkannya ke tempat sampah.

"Eh, jangan! Kata France, filmnya bagus. Banyak yang imut-imut." ujar Indonesia.

Mendengar kata imut-imut, sesosok mahluk berbadan besar meluncur dengan secepat kilat ke arah Indonesia dan Malaysia yang sedang asyik ngobrol di ruang keluarga.

"Mana!? Mana yang imut-imut!?" teriak suara bariton yang khas itu.

Tubuh besarnya langsung menyergap dua pemuda mungil yang sedang duduk di sofa.

"Ini."

Indonesia menyodorkan VCD yang diberikan France untuk Malay. Netherlands, sosok besar itu mengambil VCD dari tangan Indonesia dengan semangat '45 dan menatapnya dengan tatapan mupeng. Sementara air liur menetes dari sudut bibirnya.

TWEWEWWEW

Netherlands terpaksa harus menelan pil kekecewaan. Di lubuk hati yang paling dalam, ia mengharapkan itu adalah VCD film biru yang diperankan oleh pemuda-pemuda Asia berwajah manis yang berusia belasan tahun-atau yeah, setidaknya awal dua puluhan lah-ternyata itu adalah VCD yang diperankan oleh bayi yang memakai popok berwarna biru! Kampretto, batinnya.

"Maksudnya, babynya yang imut-imut..." Indonesia sweatdrop. Doi hapal banget kesukaan Netherlands terhadap pemuda berwajah imut.

Si bule jabrik itu nyengir. Zonk, Ia kena jebakan betmen.

Indonesia beranjak ke kamar. Badannya terasa lengket. Berendam dalam bathtub dengan air hangat, ganti baju, lalu minum secangkir teh manis hangat ditemani sepiring pisang goreng pasti enak. Ia meninggalkan sang adik yang masih asyik nonton TV sambil bersandar di sofa ruang keluarga. Sementara Netherlands yang bete gara-gara abis kena jebakan betmen, memutuskan untuk ngacir ke arah dapur. Seliter susu segar dari lemari pendingin mungkin bisa menghapus kekecewaan hatinya.

Penasaran dengan isi VCD yang diberikan France, Malaysia mengambil benda itu lalu memasukannya ke dalam VCD player. Film pun mulai. Malay mengambil posisi santai kembali sambil leyeh-leyeh di sofa.

"Hai, namaku Baby!"

Muncul karakter kartun bayi mungil yang mengaku bernama Baby. Sosok bayi lucu dan mungil itu mengenakan popok berwarna biru. Rambutnya berwarna pirang cenderung orange dengan poni jabrik ke atas, mengingatkannya pada seseorang. Malay terkekeh membayangkan Netherlands, si bule jabrik berambut orange sewaktu bayi. Pasti mirip dengan yang ada di TV itu. Ah, kenapa juga dia jadi mikirin si bule Belanda itu?

"Aku akan bercerita tentang petualanganku dari awal sampai aku lahir ke dunia. Kalian mau dengar?"

Si Baby berkata sambil tersenyum lebar. Malay sweatdrop. Serasa lagi nonton Baby TV.

"Aku tercipta dari cinta ayah dan ibuku." ujar si Baby.

"Terus kalo anak gue, tercipta dari cinta gue dan siapa dong?" tanya Malay pundung.

Si Baby ngga tahu kalau Malay lagi sensi kalau ngomongin siapa bapak dari bayinya.

"Penyatuan sperma milik ayah dan telur milik ibu akan membentuk satu sel tunggal kecil yang disebut zygote. Kromosom dalam zygote ini menentukan jenis kelamin, warna mata dan rambut, tinggi dan figur. Nah, zygote ini adalah cikal bakal aku."

"Ooh, begitu ya? Berarti kalau partner gue bule, anak gue mirip bule, gitu ya?" Malay bertanya-tanya dalam hati. Pikirannya terbang melayang lalu tiba-tiba hinggap ke Netherlands. Hah, kenapa jadi Netherlands!? Apa gara-gara peristiwa kemarin itu ia jadi memikirkan Netherlands?

Pikiran Malay menerawang memikirkan kejadian sewaktu ia pingsan kemarin. Pemuda Asia berponi lempar itu bingung. Sewaktu ia menuduh bahwa Netherlands telah menciumnya diam-diam, kenapa bule Belanda itu tidak mengelak? Pemuda bule itu hanya diam seribu bahasa sambil menatapnya dengan wajah yang memerah seolah berkata, "Yah, ketahuan deh gue!". Apa maksudnya itu? Dan yang lebih membingungkan lagi adalah kenapa dirinya tidak marah dicium diam-diam oleh Netherlands seperti itu? Kenapa ia hanya bisa blushing saat ditatap lekat-lekat oleh si pemilik irish hijau itu?

"Ah..." jemari Malay menyentuh sudut bibirnya.

Pemuda berwajah Melayu-oriental itu masih dapat mengingat rasa manis yang tersisa di sudut bibirnya. Begitu juga dengan percikan aroma tubuh yang kemarin mendekapnya. Entah kenapa, hanya memikirkan itu saja jantungnya jadi berdebar kencang.

"Oi, serius amat nontonnya?" tegur Netherlands pada Malay yang memasang wajah serius sejak awal.

Bocah yang kehamilannya memasuki usia 12 minggu itu kaget bukan main. Sedetik yang lalu ia melamun membayangkan Netherlands, tiba-tiba kini wajah bule berhias rambut ala Dragon Ballz itu terpampang nyata di hadapannya. Sebelum ia sempat menanggapi teguran itu, si bule sudah duduk manis di sampingnya. Penasaran, akhirnya sambil membawa sekotak susu segar-minuman favoritnya, si bule ikut nimbrung menonton VCD itu bersama sang preggy boy.

"Setelah pembuahan terjadi, zygote akan mulai bergerak melalui saluran telur ke rahim. Aku yang tadinya disebut zygote sekarang disebut blastocyte. Pada saat blastocyte mencapai rahim, aku akan menempel ke dinding rahim dan sim salabim, tak lama terbentuklah plasenta!"

Si Baby yang dalam film kartun itu masih berwujud bulatan biru kecil berenang dengan lincah ke arah ruangan yang disebutnya rahim. Di sana ia menempel erat pada rahim itu. Lalu beberapa saat kemudian tumbuh sesuatu yang disebut plasenta.

Malay memelototi TV dengan serius. Netherlands juga ikut-ikutan serius melihat TV.

"Pada saat ini aku sudah menjadi janin dalam rahim dengan otak, tulang belakang dan organ tubuh yang terus berkembang. Ajaib ya!" si Baby tertawa ceria.

"Masuk minggu ke-6, ukuranku sekitar 0,8 inci. Pembuluh syaraf untuk otak dan punggungku hampir menutup. Jantungku berdetak dan figur dasar wajahku mulai terbentuk, termasuk mulut dan telinga. Jaringan tulang rusuk dan ototku juga mulai berkembang, begitu pula "pucuk" di mana tangan dan kakiku akan tumbuh. Tengkorakku masih belum kokoh sih tapi semua pembuluh dan saluran yang dibutuhkan untuk mengedarkan cairan sumsum tulang belakang sudah terbentuk lho!"

"Wow, magic!" gumam Malay terkesima.

Netherlands ikut manggut-manggut. Tak lama, Indonesia yang baru saja selesai mandi, ikutan nimbrung di depan TV karena penasaran melihat wajah dua orang partnernya yang entah kenapa berubah jadi super serius itu. Niatnya semula untuk membuat pisang goreng dan secangkir teh manis hangat batal sudah. Jadilah kini mereka bertiga duduk manis berderet di depan TV.

"Lihat, makin hari, aku semakin tumbuh besar. Jari tangan dan kakiku semakin sempurna. Begitu juga ukuran dan volume otakku yang semakin bertambah. Organ-organ tubuhku yang lain juga semakin matang."

Si Baby yang semula berukuran kecil itu berangsur-angsur tumbuh membesar. Bentuknya bukan lagi bulatan biru tapi kini sudah berwujud mirip manusia dengan ukuran kepala yang lebih besar daripada badannya.

Trio polipartner semakin terperangah.

"Semakin hari aku semakin pintar. Aku punya banyak kebisaan. Aku bisa tersenyum, menelan, menghisap, cegukan, berputar, bermimpi bahkan menendang! Iya, menendang seperti orang main bola!" si Baby tertawa sambil memperagakan dirinya sedang menendang bola di dalam rahim.

Indonesia tertawa melihat adegan lucu itu. Sedangkan Netherlands sesumbar kalau dia punya bayi nanti, pasti bayinya akan jadi juara Piala Dunia karena sudah berlatih sepak bola sejak dalam kandungan.

"Uh, aku makin besar nih! Lihat, rahim tempatku tinggal sudah mulai menyempit. Aku mulai susah bergerak. Ya sudah, aku geraknya pelan-pelan saja!" ujar si baby.

"Oh, pantesan aja kalau orang hamil itu perutnya semakin lama semakin besar, karena bayi dalam perutnya juga semakin lama semakin besar." ujar Indonesia.

"Gaswat, berarti perut gue lama-lama tambah gede kaya badut dong!" gumam Malay ketakutan.

"Hmm, suara apa itu ya? Sepertinya ada yang memanggilku untuk cepat keluar? Eh, badanku bergerak perlahan!" ujar si Baby yang perlahan-lahan mulai bergerak. Rupanya sudah mendekati waktu kelahiran.

Gambar di TV pun berganti dari yang tadinya film kartun bergambar bayi imut menjadi seorang ibu yang sedang terbaring di kamar bersalin dalam keadaan kesakitan. Ia sedang mengejan. Wajahnya kusut masai. Keringat bercucuran dari dahinya. Sementara di sampingnya tampak beberapa orang mendampingi. Seorang laki-laki yang sedang menggenggam erat tangannya pastilah suaminya.

Wanita itu tampak sangat kesakitan. Ia mengejan sambil setengah menjerit. Napasnya naik turun tampak sangat lelah. Namun sinar matanya tak sedikitpun menunjukan tanda putus asa. Ia terus mengejan sesuai aba-aba yang diarahkan oleh sang dokter.

"Ya ampun, kasihan banget..." Malay menatap adegan itu sambil gemetaran.

Sementara Indonesia dan Netherlands hanya melongo terpaku, speechless menatap perjuangan sang wanita.

Sang wanita mengumpulkan tenaganya lalu mengejan sekuat-kuatnya. Ia seperti mengeluarkan tenaga pamungkas. Ia tak peduli pada darah dari tubuhnya yang mengalir deras. Ia tak lagi memikirkan akan kematian yang bisa saja menjemputnya. Ia tak peduli lagi pada rasa sakit yang seperti mencabik-cabik tubuhnya.

Tak lama terdengar suara tangisan yang kuat. Sang wanita dan suaminya terpana saat sang dokter menyerahkan mahluk mungil itu pada mereka. Ya, mahluk mungil yang beberapa detik sebelumnya masih menghuni perut sang wanita itu, kini sudah lahir ke dunia. Kecil, mungil, tanpa daya. Mahluk kecil itu terbalut kain putih. Masih tersisa bercak darah dan lendir di tubuh tanpa dosa itu.

Air mata bening mengalir deras di pipi sang wanita. Ia tersenyum sangat bahagia lalu mengambil mahluk mungil berbalut selimut putih itu dari tangan sang dokter.

"My baby..." lirih sang wanita.

Ia mencium bayinya dengan sejuta haru dan bahagia yang membuncah di dadanya. Sang suami mendekat. Tangan besarnya merangkul mereka berdua dan turut terbenam dalam suka cita yang amat dalam.

"Itu adalah pertama kalinya aku berjumpa dengan ayah dan ibuku…" ujar si Baby yang kembali dalam wujud kartun lucu.

"Nah, teman-teman, itu sekilas tentang perjalananku sampai ke dunia ini. Aku sayang sekali sama ayah dan ibu, karena berkat kasih sayang dan perjuangan merekalah aku bisa lahir ke dunia. Kalian juga ya, harus sayang sama ayah dan ibu kalian. Sampai jumpa lagi!"

Bayi mungil itu mengucapkan selamat tinggal dan film pun berakhir.

Trio polipartner terdiam tanpa kata-kata. Ketiganya tertunduk. Bahu mereka bergetar. Mata mereka berkaca-kaca. Mungkin kelilipan atau apa. Malaysia menangis karena terharu melihat perjuangan wanita yang melahirkan bayinya sampai harus bersakit-sakitan. Indonesia menangis terharu karena melihat bayi yang sangat lucu yang dilahirkan oleh sang wanita dan berharap ia juga bisa memiliki bayi lucu seperti bayi wanita itu. Sementara Netherlands menangis membayangkan hari-hari selanjutnya setelah bayi mungil itu lahir. Ia membayangkan jika ia menjadi suami dari wanita itu, setiap malam ia harus begadang demi menjaga, membuatkan susu dan mengganti popok bayi itu.

"Owh nooooooo…!" Netherlands menjerit dalam hati.

...

...

...

TBC~

Doctor's Note :

1. Plasenta

Plasenta atau ari-ari merupakan sebuah organ kumpulan jaringan pendukung utama kehidupan bayi di dalam rahim. Plasenta terdiri dari 200 lebih pembuluh dan vena halus, berbentuk mirip gumpalan hati mentah. Permukaan yang menempel pada rahim ibu, tampak kasar dan berongga, berwarna merah tua. Permukaan yang menghadap ke janin amat lembut, dengan tali pusar biasanya terdapat di bagian tengah. Plasenta yang sudah dewasa, berbentuk seperti piringan datar. Beratnya sekitar 500 gram, diameternya 20 cm (8 inci), tebal bagian tengahnya 2,5 cm (1 inci). Ukuran dan berat plasenta disesuaikan dengan ukuran janin. Plasenta memiliki 4 fungsi :

Mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.

Membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.

Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat-obatan tertentu.

Mengeluarkan hormon, terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan estrogen (Hormon-hormon kehamilan).

2. Rahim

Dalam ilmu biologi, rahim dikenal dengan istilah uterus. Fungsi utamanya menerima pembuahan ovum (sel telur). Rahim manusia berbentuk seperti buah pir dan seukuran telur ayam. Rahim kebanyakan terdiri dari otot. Lapisan permanen jaringan itu yang paling dalam disebut endometrium. Pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia, endometrium membuat lapisan pada waktu-waktu tertentu yang jika tak ada kehamilan terjadi, akan dilepaskan. Lepasnya lapisan endometrial pada manusia disebabkan oleh menstruasi (dikenal dengan istilah "datang bulan" seorang wanita).