Part 9 : Longing
...
...
...
"Aku ingin mengatakan sesuatu..."
"Apa?"
"Aku adalah ayah biologis dari bayi di dalam kandunganmu...mon petit."
"Aa-aa-...APAAAAAAA...!?"
JEGEEEERRRRR
...
...
...
Malaysia terbangun dari mimpi buruknya setengah menjerit. Tubuhnya gemetar. Keringat dingin mengalir deras di dahi dan tubuhnya. Jantungnya berdebar cepat. Napasnya naik turun tak beraturan.
"A-aa-apa itu barusan...?" gumamnya.
Pemuda Asia mungil itu meremas selimut dengan pandangan bingung. Otaknya berputar menerka-nerka kejadian barusan, apakah kenyataan ataukah hanya bunga tidur. Jika memang hanya bunga tidur, ia berharap cepat-cepat bangun sehingga tak perlu melihat kelanjutannya. Sedangkan jika itu adalah kenyataan, maka ia lebih baik memilih jadi single parent sampai hari kiamat daripada harus menanggung derita menjadi isteri si kodok brewok!
Sang personifikasi Negeri Menara Petronas itu langsung mengelus-elus perutnya yang mulai menggendut sambil baca mantera sakti, "Amit-amit, jabang bayi!" Sorry dorry morry deh, ia ogah jadi isteri France! Ia tak sudi menghabiskan sisa hidupnya bersama cowok yang terkenal playboy itu. Jangankan cowok berwajah imut-imut seperti dirinya, cowok jutek beralis enam aja diembat sama doi! Malaysia langsung membayangkan ketika ia sedang kesusahan berjalan akibat perutnya yang semakin membesar, si kodok brewok malah sedang asyik bermesraan dengan England!
Ia juga tak sudi harus mengabdikan dirinya pada personifikasi negara Perancis yang tekenal jarang mandi. Readers, kalian tahu mengapa parfum Perancis berkualitas baik? Itu karena dipakai untuk menutupi bau tubuh mereka yang jarang mandi. Selain itu France juga terkenal eksibisionis. Mau ditaruh dimana mukanya jika suatu hari mereka berdua sedang jalan-jalan sore di taman sambil membawa baby stroller, lalu tiba-tiba France kumat eksibisionisnya dan memutuskan untuk ber-bugil-ria di taman dan ditonton oleh jutaan pasang mata emak-emak yang juga sedang JJS bersama anak-anaknya!? Bisa-bisa doi ditangkap Satpol PP karena dianggap melanggar Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi! Atau malah lebih parah lagi, doi dibakar hidup-hidup oleh anggota FPI karena dianggap mengganggu kemaslahatan umat!
Ok, cukup sudah mimpi buruknya!
Malaysia memutuskan untuk ke wastafel. Sepercik air dingin pasti bisa menyegarkan pikirannya yang kalut.
"Indon...?"
Pemuda Melayu itu baru menyadari ternyata Indonesia tidak ada di sampingnya. Kasur di sebelah kanannya terasa dingin pertanda tak ada seorangpun yang tidur disana sejak tadi. Dirinya ingat, sewaktu tadi ia mengajak Indonesia untuk segera tidur bersamanya, pemuda berambut ikal itu tersenyum dan menyuruh dirinya untuk pergi tidur lebih dahulu karena ada pekerjaan yang masih belum selesai. Jangan-jangan Indonesia memang belum tidur sejak tadi. Baru saja pemuda Asia itu memutuskan untuk turun dari tempat tidur ketika ia merasakan ada sesuatu yang menyentuh pahanya. Ia baru menyadari tangan besar Netherlands berada di balik selimut dan nangkring di atas pahanya. Jangan-jangan si bule jabrik mesum itu sedang asyik meng-grepe-grepe pahanya sewaktu ia tidur tadi. Sialan, batinnya. Dilemparnya tangan besar berkulit pucat itu.
Tubuh mungil itu beranjak turun dari kasur. Perlahan ia keluar dari kamar dan mencari sosok yang dikasihinya. Benar dugaannya. Sosok yang serupa dirinya itu tengah tertidur di meja ruang kerja. Tumpukan kertas kerja menggunung di sebelahnya. Wajah tampan itu tampak lelah luar biasa. Seharian mengurusi rakyatnya tentu bukan pekerjaan mudah.
Malaysia sangat mengerti kondisi kakak tercintanya itu. Akhir-akhir ini negeri yang terkenal dengan julukan "Zamrud Khatulistiwa" itu sedang bertubi-tubi dirundung bencana. Tanggal 15 September 2013 kemarin Gunung Sinabung meletus. Jumlah pengungsi sebanyak 30.117 jiwa yang berasal dari 34 desa di sekitar gunung tersebut harus hidup berdesak-desakan di sejumlah pos pengungsian. Belum selesai duka nestapa akibat erupsi Gunung yang terletak di Dataran Karo, Sumatera Utara itu kini menyusul lagi Gunung Kelud meletus. Gunung yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang itu meletus dengan dahsyatnya pada tanggal 13 Februari 2014 malam. Tinggi letusannya mencapai 17 kilometer. Muntahan material vulkanik dan asap tebal meluncur melahap apapun yang ada. Hujan abu yang menyebar ke segala penjuru meluluhlantakkan kehidupan rakyatnya. Belum lagi masalah banjir yang melumpuhkan ibukota negaranya, semakin menambah pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya. Dan yang menyebalkan adalah di saat rakyatnya sedang menderita karena bencana, isteri bosnya malah sibuk dengan Istanageram!
Malaysia menghela napas. Padahal ia ingin sekali bermanja-manja dalam pelukan kekasihnya itu. Rasanya kangen sekali. Entah sudah berapa lama ia tidak merasakan kehangatan tubuh itu. Pelukannya. Sentuhannya. Dekapan mesranya. Senyuman manisnya. Ciuman bergairahnya. Oh, betapa ia merindukan momen ketika mereka bergulat dengan panasnya di atas tempat tidur. Saling bertukar kehangatan tubuh di bawah naungan selimut yang sama. Ia tak pernah bisa melupakan saat ketika desah napas mereka berdua menyatu di keheningan malam. Lalu berakhir saling menjeritkan nama yang terkasih.
Ah, namun apa daya. Untuk mengurusi rakyatnya yang sedang dirundung bencana saja Indonesia sudah kelimpungan, apalagi harus meladeni keinginannya. Sepertinya Malay harus mengubur dalam-dalam hasratnya yang menggelora itu.
Pemuda Melayu itu mengambil selimut dan memakaikannya pada tubuh mungil Indonesia yang tengah tertidur lelap di meja. Ia lalu mengecup pelipis pemuda berambut ikal itu sebelum akhirnya kembali ke tempat tidur.
"Good night, sleep tight, beib..." bisiknya pelan.
…o0o…
"Bonjour! Mon petit, comment allez-vous, apa kabar!?"
Malaysia yang sedang menikmati secangkir teh manis hangat di ruang keluarga, langsung keselek mendadak akibat mendengar sapaan yang akhir-akhir ini menjadi familiar di telinganya barusan. Iapun terbatuk-batuk. Air teh di dalam cangkir yang dipegangnya bergoyang dan berceceran membasahi pakaiannya.
"Aduh, dirimu kenapa, mon miel?" ujar France khawatir.
Pemuda dengan brewok tipis itu langsung menghampiri Malaysia yang masih terbatuk-batuk. Dengan sigap ia mengusap pipi dan dagu Malay yang basah. Tak hanya itu, pemuda flamboyan itu mengambil sapu tangan dari kantong celananya lalu membersihkan pakaian Malay dari sisa-sisa percikan air teh.
"Pelan-pelan dong kalau minum." ujarnya sambil tersenyum genit.
Malay langsung ilfil. Ia buru-baru beranjak dari sofa. Sepertinya ia ingin melarikan diri dari keganjenan si bule Perancis brewokan yang sudah tingkat akut itu.
GREP
Tangan France menarik tangan mungil Malay dan menggenggamnya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu..."
JENG JENG
Entah kenapa situasi seperti ini tampak sangat familiar bagi Malay. Ia jadi teringat akan mimpinya semalam.
"A-apa?" tanya Malay takut-takut.
"Aku..." ujar France sambil mencium genggaman tangan Malay dan menatapnya lekat-lekat.
DEG DEG DEG
Jantung Malay berdebar kencang seakan hampir loncat dari rongga dadanya. Ia membayangkan apakah akan berakhir seperti mimpinya semalam.
"Aku ...membuatkan pakaian hamil khusus untukmu!" seru France antusias.
"Taaaraaaaa...!"
Si pemuda berjenggot tipis itu memamerkan pakaian hamil kreasinya pada Malay. Ada baju gamis panjang berwarna ungu muda dengan hiasan ruffle yang manis di leher dan tangannya. Ada juga baju sepanjang lutut warna merah menyala dengan aksen bordir dan sedikit renda-renda di ujung bawahnya. Tak lupa celana jeans khusus bagi orang hamil dengan tambahan bahan kaos di bagian perut agar bisa melar ketika ukuran perut semakin membesar. Yang paling lucu adalah celana model cutbray dengan kristal swarovski yang bling-bling di sepanjang pinggul.
"Haish..." Malay tepok jidat sambil geleng-geleng kepala tengsin.
Orang gila mana yang mau pakai pakaian aneh model begitu, batinnya.
"Nanti kalau perutmu semakin besar dan badanmu semakin melar, baju-baju ini akan cocok sekali untukmu, mon miel!" ujar France bangga.
"Amit-amit, jabang bayi!" Malay komat kamit ngeri.
France mendekati Malaysia. Tangan putihnya mengelus perut sang pemuda Asia sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar my little baby?"
Tubuh Malaysia langsung membeku seketika. Entah karena pertanyaan France atau karena sentuhan tangannya yang membuat bulu kuduk merinding.
"Masih sering mual dan muntah?" tanya France.
Malay geleng-geleng dengan wajah pucat ketakutan.
"Masih susah tidur kalau malam hari?" tanya France lagi.
Malay geleng-geleng lagi. Wajahnya tambah pucat.
"Bagus! Mon petit bébé est si intelligent, my baby is so smart! " France tersenyum lega.
Tangan France merengkuh bahu Malaysia dan mendekatkan wajahnya ke wajah si pemuda Asia.
"Nanti akan aku buatkan masakan yang lezat untukmu dan untuk mon petit bébé! " ujar France berapi-api.
Malaysia manggut-manggut gemetaran.
"Besok aku akan datang lagi sambil membawa masakan yang paaaaaling enak..!" France melepaskan rengkuhan tangannya dari bahu Malay.
"Au revoir, bye-bye..!" France melambaikan tangan lalu menghilang di balik pintu.
Benar-benar manusia yang datang tak diundang, pulang tak diantar!
Lutut Malaysia gemetaran, begitu juga tubuhnya. Sekujur tubuhnya masih terasa freezing berkat kejadian barusan.
"A-aa-aaa-apa-apa maksudnya tadi...!?"
Dua tangan Malaysia memegang kepalanya. Tatapannya bercampur aduk antara kengerian dan kegalauan. Jangan-jangan, benar France adalah bapak biologis dari jabang bayi yang dikandungnya.
"AAAAGGGHH...! TIDAAAAAKKKKKKK...!"
...
...
...
Doctor's Note
1. Insomnia (sulit tidur)
Diperkirakan 78 persen wanita mengalami kesulitan tidur saat hamil. Perubahan hormon yang menimbulkan ketidaknyamanan menjadi penyebab berkurangnya jam tidur. Meningkatnya progesteron membuat ibu hamil lebih mengantuk di siang hari terutama pada trimester pertama. Ibu hamil yang obesitas juga kerap tidur mendengkur dan sering ke kamar mandi saat malam hari. Keadaan ini menyebabkan berkurangnya jam tidur. Kurang tidur ketika hamil berisiko terjadinya preeklampsia, yakni suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Itulah hasil penelitian dari Center for Perinatal Studies di Swedish Medical Center, Seattle, Amerika Serikat.
Gangguan lain yang menyebabkan berkurangnya waktu tidur adalah sindrom kaki tak mau diam (Restless Leg Syndrome/RLS). Dalam sebuah studi terhadap 600 wanita hamil, sebanyak 26 persen mengalami gangguan tersebut. Restless Leg Syndrome/RLS adalah rasa tidak nyaman di kaki yang semakin parah saat malam atau satu jam sebelum tidur.
(sumber : .com)
