Part 10 : Jealous
Hari yang sangat cerah. Matahari yang tersenyum hangat semakin menambah keindahan di rumah besar milik Indonesia. Hari yang tepat untuk menyambut kedatangan seorang pemuda yang penuh dengan cinta dan passion. Ya, menepati janjinya, France datang ke rumah Indonesia sambil membawa masakan yang lezat-lezat.
"Bonjour! Aku datang membawakan masakan lezat untukmu dan mon petit bebe!" terdengar suara yang penuh dengan semangat dari arah ruang tamu.
Malaysia yang sedang leyeh-leyeh santai setelah menyelesaikan sarapan paginya langsung mules mendadak begitu melihat wajah yang tak ingin dilihatnya itu.
"Ada apa, mon miel?" ujar France menghampiri Malay yang mukanya berubah jadi merah kuning hijau gara-gara mules.
Malay geleng-geleng tanpa bicara. Ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa cowok di hadapannya ini adalah bapak biologis dari bayi dalam perutnya. Oh, kenapa!? Kenapa author begitu jahat padanya sehingga mentakdirkan dirinya harus dipasangkan dengan si kodok brewok ini?
Padahal ia sangat mengharapkan Indonesialah yang menjadi bapak biologis bayinya. Ia mendambakan Indonesia akan merawat, melindungi dan menjaga dirinya dan juga bayinya. Ia langsung membayangkan dirinya, sambil menggendong si bayi kecil, bersama-sama Indonesia berjalan menuju matahari terbenam sambil berpegangan tangan dan tersenyum bahagia. Oh, alangkah bahagianya jika dapat become one with Indonesia forever.
Padahal, seingatnya, ia dan France tidak pernah "spent a night together". Jangankan "spent a night together", berjalan berdampingan bersama France saja ia tidak pernah. Lalu bagaimana mungkin benih milik sang personifikasi Negeri Menara Eiffel itu bisa tertanam dan tumbuh di rahimnya?
Jangan-jangan si kodok brewok itu berbohong padanya? Jangan-jangan si mesum itu hanya berpura-pura saja? Jangan-jangan si lebay yang hobby ber-naked-ria itu hanya ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan? Jangan-jangan si kutu kupret itu hanya ingin mencari sensasi saja dengan mengaku-ngaku sebagai bapak biologis bayinya!?
"A-aku ingin bertanya sesuatu." ujar Malay memberanikan diri.
France yang sedang merapikan piring dan menyusun makanan di atas meja makan menatap Malay lalu tersenyum.
"Kalau makan tidak boleh sambil bicara. Tidak sopan namanya, mon cher!"
"T-tapi ini pen-"
"Sssstt, sekarang makan dahulu, kalau sudah selesai baru kita bicara, ok, mon petit," telunjuk France menyilang di bibir Malay mengisyaratkan agar pemuda Asia itu menghentikan bicaranya.
Tangan France meletakkan piring makan di hadapan Malay. Ia mempersilahkan Malay mengambil masakan yang telah tersaji di meja. Bocah preggy boy itu tadinya hanya diam saja menatap aneka masakan. Pipinya tampak menggembung seperti orang ngambek.
France tersenyum. Tangan putihnya menuangkan sup bawang putih yang hangat ke mangkok kecil dan memberikannya pada si bocah.
"Ayo, cobalah!" ujarnya.
Awalnya Malay hanya cemberut. Ia menatap tanpa ekspresi. Namun aroma sup itu seolah menari-nari di depan hidungnya. Sangat menggoda. Iapun mengambil sendok dan menyendok kuah sup yang asapnya mengepul itu. Diseruputnya pelan lalu dicecapnya.
"Hmm, enak..!" jeritnya tanpa sadar.
Ups, ia menutup mulutnya dengan telapak tangan. Ditatapnya France. Pemuda Perancis itu tersenyum lalu memberi isyarat supaya Malay meneruskan makannya. Lalu tanpa ba-bi-bu lagi Malay pun langsung menyikat habis sup yang dalam bahasa Perancis disebut Soupe a l'oignon.
France menyajikan masakan lezat lainnya ke piring makan milik Malay. Kali ini masakan yang dalam bahasa Perancis disebut dengan Foie Gras. Makanan khas Perancis ini sangat terkenal di dunia dan sudah menjadi masakan favorit sejak jaman raja-raja di abad pertengahan. Foie Gras terbuat dari hati angsa yang dibuat pasta, bisa disajikan dalam berbagai cara, mulai dari digoreng, dipanggang, dibakar bersama saus khas Perancis, hingga dicampurkan ke dalam sandwich.
Rasa Foie Gras itu benar-benar unik dan lezat. Gigitan pertama, Malay dapat merasakan sesuatu yang benar-benar lembut seperti mentega, namun lebih gurih dan kaya akan rasa. Saking lezatnya, ia sampai menitikkan air mata bahagia. Ah, dasar bocah lebay! Tak terasa, sepotong Foie Gras itupun ludes tak bersisa.
Menu selanjutnya adalah satu porsi makanan Perancis yang tidak mengandung daging namun sangat mengenyangkan dan kaya akan rasa. Namanya adalah Gratin Dauphinois. Masakan ini terbuat dari kentang yang dimasak bersama krim khas Perancis. Cita rasanya sangat lezat. Yang membuat Gratin Dauphinois terasa sangat lezat adalah krim yang terbuat dari campuran mentega, bawang putih, dan susu. Krim ini dilumurkan di atas kentang yang sudah ditumbuk, dan dimasak di dalam oven dengan temperatur sedang.
Malay mencicipi sesendok Gratin Dauphinois sambil menghirup aroma lezat yang tercium sayup-sayup dari uap hangat yang mengepul di atas masakan itu. Lidahnya langsung bereaksi. Tak henti-hentinya ia mengunyah kentang lembut yang berlumur saus gurih itu. Rasa lezatnya begitu melekat di lidah sampai-sampai ia ingin mengunyah lidahnya sampai habis. Dan tak terasa masakan lezat buatan France itupun tandas semua hanya dalam sekejap. Memang ya, nafsu makan seorang preggy boy itu benar-benar dahsyat!
-o0o-
Tubuh besar itu berbalut kaos lengan pendek berwarna oranye. Sepotong celana jeans belel berwarna biru gelap membalut dua betis kekar yang terbiasa menendang bola. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Netherlands yang sedang berpakaian sehabis mandi pagi. Setelah sarapan pagi bersama Malaysia dan Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan melepas kepergian Indonesia ke tempat bosnya dengan cipika cipiki romantis, ia memutuskan untuk mandi pagi. Rencananya ia ingin ke minimarket yang letaknya tidak jauh dari rumah yayangnya untuk membeli hair gel kesayangannya yang sudah habis. Maklum, ia adalah hair gel mania. Rambut spike nya tak akan tegak sempurna tanpa campur tangan hair gel.
Ketika sedang berjalan menuju ruang keluarga, tiba-tiba ia melihat pemandangan unik yang belum pernah dilihatnya selama ini. Dua sejoli sedang asyik bersantap di meja makan. Yang satu adalah bocah belagu yang sedang hamil. Yang satu lagi adalah bule brewok flamboyan yang hobby menggoda mahluk apapun, termasuk mahluk halus!
Kalau saja dua sejoli itu dibuatkan sebagai pair pasti akan digolongkan sebagai crack pair karena memang unik, out of the box dan anti mainstream. Entah apa yang terpikir dalam otak sang author sampai tega memasangkan mereka berdua. Ataukah sang author sedang stres berat sehingga membuat pair Frulaysia. Entahlah, hanya Tuhan dan author yang tahu!
Ok, cukup curcolnya! Mari kembali ke TKP!
"Aku pulang dulu, mon petit, besok aku kesini lagi membawa masakan yang enak lagi."
Malay ngangguk-ngangguk kesenangan besok bisa makan enak lagi.
France melambaikan tangan lalu menghilang di balik pintu.
Sang pemuda Asia itu mengelus-elus perutnya yang makin gendut akibat kekenyangan. Punggungnya bersandar di kursi makan. Tiba-tiba ia tersadar sesuatu. Ia lupa menanyakan perihal kebenaran bahwa France adalah bapak biologis bayinya.
"Sial, gara-gara keenakan makan, gue jadi lupa nanya!" ujar Malay sambil garuk-garuk kepala.
"Cie, cie, dimasakin France nih ye!"
Malay menoleh ke asal suara bariton yang sudah sangat dia hapal.
Netherlands, pemilik suara bariton itu muncul dari arah belakang.
"Kayanya France care banget sama loe. Kemarin-kemarin bawain buah-buahan, bantal hamil, bikinin baju hamil." ujar Neth sambil tersenyum sinis. Kedua tangannya disilangkan di dada.
Malaysia menatap wajah Neth cuek sambil ngorek sisa makanan yang tersangkut di giginya pakai tusuk gigi.
"Hati-hati lho kalau dekat-dekat sama France bisa-bisa loe di-grepe-grepe ngga jelas!" ujar Neth memprovokasi.
"Ah, kemarin aja tangan loe grepe-grepe paha gue!" batin Malay.
"France itu kaya serigala berbulu domba. Kelihatannya sih baik, care, romantis dan lembut, padahal kalau loe lengah dia ngga sungkan-sungkan nyergap dari belakang!"Neth makin ngalor ngidul ngegosipin France. Udah kaya emak-emak bergosip pagi sambil belanja di tukang sayur.
"Loe tahu sendiri kan gimana cabulnya dia, kalau ngga percaya, lihat aja nanti!" tambah Neth berapi-api.
Malaysia menatap ekspresi wajah Netherlands yang terlihat mencurigakan itu lalu tersenyum jahil.
"Loe cemburu ya?" ujar Malay singkat.
Pertanyaan Malay yang singkat namun jelas dan padat itu langsung membungkam mulut Neth seketika. Ia skakmat, ngga bisa membalikkan jawaban. Hanya semburat kemerahan yang bisa menjawab pertanyaan itu.
"Ada yang cemburu! Ada yang cemburu! Wahahahaha!" Malay tertawa puas karena berhasil membungkam ocehan Neth dengan satu pernyataan tepat pada sasaran.
"Iya, gue cemburu!" ujar Neth tegas namun masih tetap blushing.
"Hah!?"
Kali ini gantian Malay yang skakmat, ngga bisa membalas. Ia hanya bisa menatap wajah sang pemuda Belanda dengan ekspresi cengo tanpa bisa berkata-kata.
"Ngga apa-apa kan kalau gue cemburu?" ujar Neth sambil menatap mata Malay dengan wajah yang memerah.
Tubuh besarnya mendekati Malay yang masih duduk di kursi makan. Wajah sang pemuda personifikasi negara kincir angin itu mendekati wajah si pemuda Asia. Kedua tangan besarnya dijejakkann kuat-kuat di meja makan sementara wajahnya semakin maju mendekati wajah sang pemuda mungil. Malaysia-entah terkena sihir cinta atau apa-hanya diam saja tanpa bisa memberikan perlawanan.
"Soalnya gue suka loe…" bisik Neth menggoda di telinga Malay.
Dan terjadilah peristiwa itu. Bibir milik sang pemuda Belanda itu menyentuh lembut bibir mungil milik sang preggy boy tersayang. Tangan besar berkulit pucat itu merangkul wajah si pemuda mungil seolah tak mau melepaskannya. Sedetik dua detik waktu berlalu. Masih dalam keadaan bertautan tanpa ada jarak seujung kukupun.
Saat akhirnya kedua bibir itu berpisah, Malay hanya mampu menatap wajah Netherlands dengan ekspresi terkejut bukan kepalang. Matanya terbelalak dan wajahnya memerah sangat.
"I like you..." Neth mempertegas sambil menatap kedua mata Malay lekat-lekat.
Seperti disambar petir di siang hari bolong, tubuh Malay langsung lemas mendadak. Pandangan matanya mengabur dan tubuh mungil itupun terkulai lemah. Malaysia semaput setelah mendengar pengakuan cinta dari mantan rivalnya sendiri.
...
...
...
TBC~
Doctor's Note:
Pada trimester kedua ibu hamil biasanya sudah melewati masa-masa morning sickness sehingga nafsu makan ibu hamil pulih kembali. Akibatnya berat badan bertambah berkisar 0,35kg hingga 0,40kg per minggu. Pertumbuhan janin menjadi cepat. Sebagian besar berat ibu justru bertambah karena pertambahan berat janin.
