Part 14 : Rejected

Rumah besar Indonesia yang tadinya sunyi dan damai itu kini berubah menjadi berisik. Ini adalah akibat dari para nation yang geger karena mendengar berita Indonesia yang jatuh pingsan. Mereka berduyung-duyung mendatangi rumah besar Indonesia berniat untuk menjenguknya. Nation yang datang hampir dari segala penjuru wilayah. Beberapa kerabat dekat Indonesia seperti Egypt, Palestine dan nation kawasan Timur Tengah langsung datang dan melabrak Netherlands karena menyangka bahwa sang bule jabriklah yang menyebabkan sakitnya Indonesia. Namun setelah melihat Malay yang perutnya sudah membuncit, niat menjenguk Indonesia yang sakit malah berganti menjadi menjenguk sang preggy boy. Dasar nation galau! Sedikit-sedikit ganti kebijakan!

Malaysia, sang bocah pregy boy berperut buncit dan berpipi chubby itu masih asyik tenggelam dalam pikirannya. Misteri tentang siapa bapak biologis bayi dalam perutnya masih belum terkuak. France memang sudah mengkonfirmasi tidak terlibat dalam peristiwa hamilnya Malay. Hal itu berarti France bukanlah bapak biologis bayinya. Sang pemuda Melayu itu bisa menarik napas lega sebentar. Namun masalah masih belum selesai karena dirinya masih belum menemukan siapa nation yang yang telah menanamkan benih dalam perutnya?

Sang pemuda berwajah semi-songong itu diserang rasa khawatir yang luar biasa. Ia membayangkan betapa sedih dan nelangsanya jika dirinya harus membesarkan sang bayi sambil menyandang gelar single parent. Bagaimana jika sang anak ketika sudah besar nanti menanyakan siapa dan dimana bapaknya, penjelasan seperti apa yang harus dirinya berikan pada sang anak!? Belum lagi jika anaknya masuk usia sekolah nanti. Si kecil melihat anak-anak yang lain diantar ke sekolah oleh bapaknya sedangkan ia hanya diantar oleh abang tukang becak. Betapa hati ku tak kan pilu telah gugur pahlawanku, eh salah, menghadapi kenyataan itu!?

Akhirnya Malaypun membulatkan tekad. Ia memutuskan akan mencari bapak kandung bayinya dengan cara bertanya pada para nation yang kebetulan sedang berkumpul di rumahnya Indonesia.

"Ng, apa kau adalah bapak biologis bayi ini?" tanya Malay pada America dengan tatapan ala puppy eyes sambil mengelus perutnya.

America yang sedang asyik menikmati burger ukuran jumbo di tangan kanan dan segelas cola ukuran large di tangan kiri cuma bisa melongo menatap sang pemuda Asia. Sedetik kemudian ia baru ngeh dengan pertanyaan yang diajukan sang preggy boy. Maklum gara-gara kebanyakan makan junk food otaknya jadi lemot.

"Tenang! Hero yang baik ini akan menyediakan program bantuan ayah asuh bagi bayimu!" jawab America semangat sambil mengeluarkan pose ala Captain America. Cuma bedanya kalau Captain America bawa tameng, doi bawa burger jumbo.

Mendengar America menawarkan bantuan ayah asuh bagi Malay, Egypt dan Palestine nggak mau kalah. Mereka menawarkan diri untuk mengasuh bayinya Malay. Egypt berniat melatih bayi Malay menjadi belly dancer yang terampil, sedangkan Palestine bertekad melatih bayi Malay menjadi kader yang militan. Dari belahan Selatan di negeri Eropa, Spain ikutan menghampiri. Sambil mencium tangan Malay ia menawarkan diri membesarkan bayi Malay supaya jadi matador tangguh. Japan ngga mau kalah, ia menawarkan diri untuk mengasuh bayi Malay dan membesarkannya sebagai geisha ulung.

WHUT!?

Malay langsung merinding ajojing mendengarkan tawaran yang aneh-aneh itu. Ia benar-benar khawatir kalau-kalau bayinya akan jatuh ke tangan nation yang tidak bertanggung jawab. Sang pemuda Melayu itupun langsung angkat kaki dari kerumunan nation eror itu.

Malay memutuskan duduk di pojokan sambil merenungi nasibnya. Sungguh malang benar hidupnya. Dirinya hamil tapi sang duo partnernya bukannya berbagi tanggung jawab, malah pura-pura lupa dan saling lempar tanggung jawab. Kalau begini adanya, ia hanya bisa pasrah. Dengan langkah gontai dan putus asa, Malay akhirnya menghampiri trio tuyul Laos, Myanmar dan Cambodia yang entah bagaimana bisa ikut-ikutan datang ke acara itu. Dasar trio kuping tajam! Mungkin mereka bertiga ikut-ikutan datang setelah baca status salah satu nation narsis yang barusan update status di FB, Path, Twitter atau upload foto-foto makanan lezat buatan France di Instagram.

"Kalian…mau jadi ayah bayi ini?" tanya Malay desperate. Bibirnya gemetar menahan tangis. Matanya berkaca-kaca.

Laos, Myanmar dan Cambodia yang sedang asyik menikmati blueberry cheesecake hanya bisa melongo shock mendengar pertanyaan amit-amit itu. Sepotong cheesecake yang menempel di mulut Laos langsung jatuh ke lantai. Sementara Myanmar dan Cambodia langsung menelan potongan besar cheesecake bulat-bulat sangking shocknya.

"Kenapa loe natap gue kaya gitu!?" Malay histeris demi melihat reaksi adik-adik bontotnya yang masih jadi patung dengan mata mendelik karena masih belum bisa menerima kenyataan ini.

TING

Yang pertama kali sadar adalah Laos. Bocah paling bontot diantara ketiga trio tuyul itu langsung menanggapi dengan riang.

"Aku mau jadi ayah bayinya kak Malay!" serunya sambil lompat-lompat kegirangan, "asal, aku diberi uang jajan 100 USD setiap hari!" tambahnya.

Mendengar kata-kata uang jajan 100 USD setiap hari, Myanmar dan Cambodia pun langsung menyambar.

"Aku juga mau jadi ayah bayimu, Kak!" teriak Myanmar sambil mengacungkan telunjuk tinggi-tinggi.

"Eh, enak aja! Aku yang akan jadi ayah bayinya kak Malay!" Cambodia ikutan mengacungkan jempol, eh, telunjuk. Suasana jadi rusuh mendadak.

"Emm, ya udah kalau gitu kita hompimpa aja, yang menang jadi ayah bayinya Kak Malay." Cambodia mengambil jalan tengah.

Trio tuyul akhirnya sepakat hompimpa.

" Yeaaay, aku menang! Aku yang akan jadi ayah bayinya kak Malay! Asyik asyik!" seru Myanmar yang beruntung keluar sebagai pemenang, "nah, kemarilah, sayang!" sang bocah bermata sipit itu merentangkan kedua tangannya bersiap memeluk perut gendut kakaknya.

"Sayang sayang, pale loe peyang!" teriak Malay esmosi.

Dan sebuah jitakan dahsyatpun mendarat di jidat Myanmar mengakibatkan tumbuh benjolan sebesar bola ping pong disana. Sementara itu sang pelaku penjitakan melarikan diri ke dalam kamar sambil menangis putus asa.

Ya, Malaysia putus asa. Ia tak tahu lagi harus bertanya pada siapa tentang ayah bayinya. Ia tak tahu lagi harus melakukan apa? Ia galau dan akhirnya bernyanyi lagu Ayu Bunting sambil berurai air mata, "Siapa siapa siapa..bapaknya siapa bapaknya? Kemana kemana kemana…kuharus mencari bapaknya?"

Sumpah, ngenes banget.

Mungkin readers ada yang berminat jadi bapak bayinya Malay?

-o0o-

Netherlands duduk di sofa sambil bolak-balik ngunyah tusuk gigi. Entah sudah berapa pak tusuk gigi yang ia habiskan. Pemuda Belanda itu bete. Jarum pendek jam di dinding sudah menunjuk ke angka 4. Entah sudah berapa lama para nation gemblung itu berpesta di rumah besar Indonesia. Ngakunya sih pingin menjenguk sang preggy boy plus Indonesia yang sedang sakit tapi sudah sore begini mereka masih belum angkat kaki juga. Bahkan kelakuannya makin parah.

Di tengah ruangan, France, Prussia dan Spain sedang heboh main poker. Supaya tambah seru mereka bertaruh siapa yang kalah taruhan harus mencopot pakaian yang dikenakan satu per satu. Lihat saja, saat ini Spain dalam kondisi hanya memakai celana boxer. Prussia masih lumayan nasibnya. Walaupun pakaian dinas kenegaraannya sudah entah kemana, masih tersisa sepotong kaus dalam dan celana boxer yang melekat di tubuhnya. Sedangkan France, entah karena doi kalah melulu atau karena doi memang hobby ber-naked-ria, tak ada sepotong pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Hanya sekuntum bunga mawar merah yang nangkring menutupi vital regionnya. Namun sepertinya cowok brewok itu asyik-asyik aja sambil nerusin main poker.

Sementara di sudut lain England dan America asyik adu karaoke. Yang satu sibuk latihan buat ikutan British Got Talent, sedangkan yang satunya lagi sibuk rehalsal buat ikutan American Idol.

Ada pula personifikasi nation Asia yang menyibukkan diri dengan beryoga seperti India. Sedangkan sobat karibnya, Pakistan sedang sibuk membaca kitab suci. Sudut sebelah kanan ruang tamu rumah Indonesia jadi terasa sangat damai.

Lain lagi dengan di sudut kiri ruang tamu. Disana ada China, Japan dan Korea yang sedang menenangkan diri dengan minum teh tradisional ala masing-masing negaranya. Kalau Jepang minum teh ocha, Cina asyik menyeruput teh chrisantemum. Di sebelahnya, Korea asyik menikmati teh dicampur gingseng.

Di putaran poker yang terakhir, akhirnya Spain kalah. Cowok ganteng personifikasi negara yang di babak penyisihan grup Piala Dunia kemarin berhasil dikalahkan Belanda itu akhirnya harus merelakan boxernya dicopot. Ia pun akhirnya fully naked seperti cowok Perancis brewokan yang duduk di sebelahnya. Karena senang mendapatkan teman yang senasib dan seperjuangan dengan dirinya, France langsung memeluk Spain dengan mesra sambil cipika cipiki pipi Spain.

"Welcome to the club, mon ami!" serunya.

Kemudian dengan narsisnya dua nation sexy itu langsung berpose dan selfie dengan smartphonenya. Setelah puas foto-foto, France langsung update status terbarunya di FB, Twitter, Path dan Instagram.

Prussia yang baru saja memenangkan pertarungan sengit dengan duo sobat karibnya itu langsung jejingkrakan girang. Personifikasi nation yang sudah ngga eksis itu langsung mengembat sebotol champange di meja, mengocoknya lalu membuka tutup botolnya ala pemenang Moto GP. Alhasil cairan yang ada di dalam botol itu menyembur ke luar. Dengan penuh semangat pemuda berambut silver itu menyiram orang-orang di sekelilingnya dengan cairan champagne, termasuk Netherlands yang mukanya sudah ditekuk tujuh.

"GOD VERDOMME!" Netherlands ngamuk.

"Cepat angkat kaki dari sini, bajingan bego!" teriak Neth membahana ke seluruh ruangan.

Dengan gusar dilemparnya piring dan gelas kotor yang bertebaran dimana-mana ke arah para nation gemblung itu. Prussia dkk yang sedang seru-serunya merayakan kemenangan sambil siram-siraman champagne itupun langsung lari terbirit-birit. Begitu pula England dan America yang langsung menghentikan adu karaokenya dan menyusul Trio BTT lari ke luar, daripada luka-luka terkena pecahan beling. Kerumunan massa itu dibubarkan Netherlands dengan paksa. Bukan hanya melempar piring, pria bule berotot itu juga mengusir para nation ngga genah itu dengan lemparan sisa-sisa makanan. Alhasil ada beberapa nation yang terkena timpukan sisa saus spagheti, cheesecake, tulang ayam, dan sejenisnya. Usahanya ngga sia-sia karena akhirnya mereka semua angkat kaki dari bumi nusantara meninggalkan tumpukan sampah yang menggunung.

"Wanjir, sampah loe yang bikin, gue yang disuruh bersihin!" gerutunya.

Namun demi yayangnya tercinta, akhirnya Netherlands menyingsingkan lengan baju dan memunguti sampah yang berserakan itu satu per satu. Ah, andaikan saja pemandangan heroik ini disaksikan oleh yayangnya tercinta, Indonesia yang nota bene sedang pingsan, sang yayang pasti akan tambah jatuh cinta sama si abang Nether!

-o0o-

Membersihkan sampah di ruang tamu, checked.

Menyapu lantai, checked.

Mengepel lantai, checked.

Ah, Netherlands benar-benar lelah hari ini. Maklumlah, usianya kan sudah pertengahan 30-an, sehingga mengerjakan list pekerjaan di atas cukup membuat badannya pegal linu. Masih untung encoknya ngga kumat. Baiklah, sekarang saatnya membersihkan tubuh. Pria bule itu menyambar handuk besar berwarna biru tua lalu langsung meluncur ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian terdengar suara air memancar dari shower ditingkahi suara nyanyian-nyanyian dengan nada bariton dari arah kamar mandi.

Di pintu kamar tidur utama tempat Indonesia sedang istirahat, tampak sesosok tubuh mungil berjalan terhuyung ke dalam. Rupanya itu adalah sang preggy boy. Wajahnya kusut, rambutnya acak-acakan. Rupanya Ia mencurahkan kesedihan dan kegalauan hatinya dengan nangis Bombay sambil joget nehi-nehi di kamar sebelah. Alhasil wajahnya jadi menggembung dengan kedua matanya yang tampak membengkak. Setelah bosan dan capek nangis, akhirnya ia berkontemplasi dan memutuskan untuk memaksa kedua partnernya untuk bertanggung jawab atas kehamilannya. Itu adalah keputusannya yang sudah bulat, apapun yang terjadi.

"Ng…hh…." Terdengar suara rintihan pelan.

Bola mata hitam legam itu mengintip di balik kelopak mata yang perlahan mulai terbuka, lalu berkedip beberapa kali sebelum akhirnya terbelalak. Pandangannya masih samar-samar, tidak jelas, namun ia dapat merasakan dengan jelas tetesan air di kening dan pipinya.

"Ma-Malay…?" lirihnya serak sambil menatap wajah sang pemuda Melayu yang terpampang jelas di hadapannya.

Rupanya Indonesia yang sedang terbaring pingsan itu sudah siuman. Sang pemuda manis itu siuman bukan karena dicium oleh cinta sejatinya, tapi karena terkena tetesan air mata sang preggy boy yang wajahnya nangkring di atas wajahnya persis.

Indonesia terkejut demi melihat ekspresi wajah Malaysia yang acak-acakan. Hampir saja ia berteriak ketakutan ketika sang bocah yang sedang galau to the max itu menarik kaos yang dikenakan Indonesia sambil berkata, "Beib, jadi bapaknya bayi gue ya!"

"Ya, ya, ya, please, please…." mohonnya.

Indonesia hanya menatap bengong. Ia masih belum sadar sepenuhnya. Kepalanya masih terasa pening. Pandangannya agak berputar. Begitu juga tubuhnya masih terasa lemas.

"Beib, pleaseI'm begging you now…" Malaysia terus memohon sambil bercucuran air mata. Suaranya semakin serak. Kedua tangannya makin erat mencengkeram kaos Indonesia.

Tangan Indonesia menyentuh pipi Malaysia, mengusapnya perlahan, "Malay, loe ngomong apa sih?" tanyanya masih belum menangkap maksud kelakuan aneh sang bocah. Telapak tangan sang pemuda Nusantara itu mendorong dada partnernya sambil mengalihkan wajahnya menjauh, "Jangan dekat-dekat, gue sulit bernapas…" ujarnya sambil memalingkan wajahnya dari Malaysia.

Malaysia tercekat. Matanya terbelalak. Ia tak percaya kejadian yang dialaminya barusan. Indonesia, kakaknya tercinta, partnernya tersayang, telah menolaknya. Gestur sang pemuda personifikasi negeri Zamrud Khatulistiwa itu seolah-olah terganggu akan kehadiran Malaysia di dekatnya.

...

Indonesia tak menginginkannya.

...

Betapa remuk redam hati Malaysia. Dengan hati yang sedih, ia berlari meninggalkan ruangan itu.

TBC~