Part 16 : Call Me Mommy!
Di suatu sore yang cerah ketika trio polipartner sedang menerima tamu yang seringkali datang tak diundang dan pulang diusir. Siapa lagi kalau bukan BTT alias The Bad Touch Trio. Trio yang terdiri dari 3 cowok ganteng-ganteng eror itu, yaitu Spain, Prussia dan France. Ketiganya memang sering mampir ke rumah besar Indonesia. Entah dalam rangka misi diplomatik, misi dagang atau sekedar main-main aja. Terkadang Spain yang dulu pernah 'memiliki' Netherlands kangen pingin ngegodain mantan negara jajahannya. Ada juga Prussia yang ketagihan sama masakan Indonesia yang enak banget. Atau France yang lagi keranjingan ngegodain si preggy boy yang jutek tapi imut, Malaysia. Netherlands dan Malaysia duduk di sofa panjang di tengah menghadap tv. France duduk sendiri di sofa single yang membentuk sudut 90 derajat dengan sofa yang diduduki Neth dan Malay. Sedangkan Spain dan Prussia masing-masing duduk di sofa single berhadapan dengan sofa single yang diduduki France.
"Jadi, kalian dipanggil apa?" tanya Spain setelah mendengar kabar gembira bagi kita semua tentang telah ditemukannya bapak dari bayinya Malay.
"Me, papa." Jawab Netherlands bangga. Seperti biasa, ia langsung menepuk dada lalu terbatuk-batuk karena terlalu kencang menepuk. Dasar lebay!
Senyum merekah dari bibir sang pemuda personifikasi negara passion.
"Cie…cie…papa..papa!" ledek Prussia gemas. Netherlands senyum-senyum bangga.
"Kalau kau apa, Indo?" tanya Spain lagi.
Indonesia yang sedang menghidangkan teh manis hangat plus jajanan pasar berupa combro, misro dan kacang koro di meja tamu untuk BTT, langsung menatap sang penanya.
"Ayah, pantes ngga? Hmmm, atau babe, babah?" Lah doi malah bingung mau yang mana. Cowok manis berkulit sawo matang itu malah membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mencari panggilan yang pas untuk dirinya.
"Dipanggil ayah aja ya, beib." tukas Malay tanpa diminta pendapat.
Sang pemuda ikal menatap wajah pemuda yang serupa dirinya seolah menanyakan alasannya.
"Hmm, soalnya jadi lebih hmm…gimana gitu…" ujar Malay tersipu, "Gue udah sejak lama bercita-cita manggil loe ayah." sambungnya.
"Jangan! Dipanggil papi aja, kan lebih keren!" usul Netherlands.
"Ah, ngga pantes, kaya bule aja!" sembur Malay ngga suka. Doi lebih suka yang made in Indonesia banget kayanya.
"Emangnya gue wong Londo dipanggil papi!" timpal Indonesia sependapat dengan Malay, "Oke, decided! Ayah!"
Malaysia langsung jerit-jerit kegirangan, sementara Netherlands cuma bisa manyun gara-gara kalah suara. Ya, lebih baik mengalah saja pada orang hamil!
"Cie…cie…ayah..ayah!" ledek Prussia sambil suit-suit.
"Kalau dirimu bagaimana, mon cher?" France yang sedari tadi menikmati jajanan combro dan misro sambil menerka-nerka bahan-bahan apa saja yang digunakan Indonesia untuk membuat kedua panganan itu sehingga rasanya bisa begitu enak, akhirnya buka suara juga.
"Kalau aku dipanggil bapak aja deh." ujar Malay senang.
"Jangan bapak dong, jadi terdengar kurang manis." ujar Netherlands sambil menggenggam tangan sang preggy boy yang duduk di sebelah kirinya. Kayanya mau ngeluarin jurus gombal lagi nih.
"Lebih manis kal-"
"Diriku juga ngga setuju kalau dirimu dipanggil Bapak. Jadi teringat bapak-bapak berkumis dan perut gendut." tukas France menyerobot kalimat Netherlands.
Netherlands jadi keki gara-gara rayuan gombalnya dipotong si brewok.
"Gimana kalau mommy…" ujar Netherlands dan France berbarengan.
Dua pria berbadan besar itu kaget lalu saling bertatapan. Si brewok tipis tersenyum sinis sedangkan si rambut orange terlihat feel irritating. Entah kenapa tiba-tiba di antara kedua pria Eropa itu terpercik kilat aura persaingan.
"Gue kan cowok, masa dipanggil mommy!?" sanggah Malay ogah.
"Belle maman…beautiful mommy…" bisik France sambil menggenggam tangan Malay lalu menciumnya dengan lembut.
Sang preggy boy jadi tersipu diperlakukan dengan gentle seperti itu. Dengan wajah memerah ia menatap pria yang sudah begitu baik padanya di awal-awal kehamilannya dulu. Ia tak bisa melupakan betapa care dan perhatiannya si pemuda berjenggot tipis itu sampai-sampai membuatkannya baju hamil yang sangat nyaman dipakai, eum, walaupun modelnya agak aneh.
"Mère est la plus belle appel, parce que dans son sein est né de l'amour.. mommy is the most beautiful title, because in her womb love is born…" bisik France lagi.
Wajah Netherlands tampak sangat-sangat terganggu dengan sikap France yang sok romantis terhadap partnernya. Mungkin juga ini adalah pengejawantahan seorang superior yang merasa entitas dirinya berusaha digantikan oleh pesaing dari luar. Seperti kuda nil jantan yang akan merasa diprovokasi ketika melihat betinanya akan direbut kuda nil lainnya.
"Uhuk, maaf, ngga terima seme tambahan!" Netherlands pura-pura batuk sambil merebut tangan kanan Malay yang dicium France.
"Bukan, diriku ini bukan seme tambahan. Diriku ini seme special, ya kan, mon cher?"
Seperti biasa, France mengeluarkan jurus kedipan mata genit.
"Uugghh..!" Netherlands langsung terbakar emosi. Giginya gemeletuk menahan kesal. Kedua tangannya mengepal keras. Matanya menatap tajam ke arah sang bule Perancis yang masih asyik tebar pesona pada sang pemuda manis.
"Kalau yang sebelah sana ngga boleh digodain, berarti yang sebelah sini boleh digodain ya?" ujar Spain merujuk pada Indonesia yang dianggurin aja dari tadi.
Pemuda bermata hijau dan berambut cokelat itu menggenggam tangan kiri Indonesia yang ada di dekatnya lalu menciumnya seperti gestur yang dilakukan France pada Malay. Indonesia yang lagi asyik makan combro cuma bisa melongo dengan sikap aneh sang mantan conquestador itu. Namun ia cuek saja dan melanjutkan makannya. Ia sudah mahfum kebiasaan pemuda personifikasi negeri Matador itu yang senang kontak langsung dengan orang-orang di sekitarnya.
Spain mencium tangan kiri Indonesia dengan khusyuk. Tiba-tiba saja alisnya berkerut. Dengan raut muka penuh tanda tanya ia menatap sang pemuda ganteng.
"Kenapa? Tangan gue bau amis ya? Maklum, tadi abis masak sardencis, jadi bau amis deh!" kata Indonesia sambal cengengesan.
Spain ikut-ikutan cengengesan, lalu kembali ngerayu,
"Bau amis sardencis ngga akan melunturkan kegantengan wajahmu kok…."
"Tehehee…." Indonesia ngga bisa menyembunyikan kegeliannya melihat Spain yang sok ngerayu dirinya untuk membuat Netherlands cemburu.
"Dirimu juga ganteng kok, mi amor." balas Indonesia sok gombal sambil kissbye ke arah sang pemuja gadungan.
Netherlands, sang papa galak kembali bereaksi. Dengan kasar direbutnya tangan kiri Indonesia dari genggaman Spain.
"Dilarang memasuki halaman rumah tetangga!" ujarnya pada Spain gusar.
Sekarang posisi Netherlands seperti anggota Pasukan Anti Huru-Hara yang sedang membuat pagar betis untuk mengamankan jalannya demo. Namun bedanya kalau Pasukan Anti Huru-Hara bikin pagar betisnya pakai tameng, kalau Netherlands pakai punggung lebar plus kedua tangan yang direntangkan seolah memagari duo partner yang duduk di kanan dan kirinya. Tangan berbulu France yang mencoba mencolek Malay ditepisnya dengan gahar. Begitu juga Spain yang sok memonyong-monyongkan bibirnya seolah mau mencium pipi Indonesia langsung ditoyornya dengan kejam.
"Cie…cie…papa Neth cemburu nih yee…" ejek Prussia sambil tepuk tangan. Tak lupa ditebarkannya kelopak bunga mawar merah, properti milik France untuk mendramatisir suasana.
"UIT TE KOMEN HIER, IDIOOT!" teriak sang bule Belanda menggelegar ke seluruh penjuru ruangan.
Rupanya rasa kesal Netherlands terhadap trio kacrut itu sudah sampai di ubun-ubun. Bukan hanya berteriak menyuruh Bad Touch Trio untuk angkat kaki dari rumah besar itu, sang bule bertubuh besar itu juga melempari trio gemblung itu dengan combro, misro dan kacang koro yang ada di meja tamu. Untungnya mereka bertiga ngga diguyur pake teh hangat yang ada di pitcher. Trio BTT pun lari tunggang langgang keluar rumah demi menghindari anjing galak-eh salah-papa galak.
"Ngapain loe, bro!?" tanya Spain melihat gelagat lari Prussia yang aneh.
"Ngga, gue cuma nadahin combro pake syal gue, lumayan buat bekel di jalan!" ujar Prussia ngaco.
Spain sweatdrop.
Memang, Bad Touch Trio itu datang tak diundang, pulang diusir-ah, maaf terlalu sarkas-dipaksa pulang dengan tidak hormat.
...
...
...
OMAKE
Sementara itu di dalam rumah besar Indonesia.
"Tuh kan kena setruk, gue bilang juga apa, kalau mau marah-marah inget sama umur! Dasar si Neth bego!" Indonesia marah-marah gara-gara kelakuan Netherlands yang sok over protective.
Mungkin maksud si ganteng itu stroke bukan setruk.
Netherlands kejang-kejang di pangkuan Malaysia.
"Bukan, beib, kayanya si Neth kena flu burung deh!" ujar Malay sotoy.
"Ebola jangan-jangan.." tukas Indo tapi ragu-ragu.
"Herpes kali…" tebak Malay.
"Sipilis mungkin…" tebak Indo.
"…"
"…"
Kasihan si Neth. Doi difitnah dengan massif, terstruktur dan sistematis.
Kaya capres sebelah aja…..
TBC~
