Part 18 : USG
"Kalian udah USG ke dokter?" tanya France yang sore hari menjelang malam itu datang berkunjung ke rumah besar Indonesia bersama-tentu saja-dua sohib sejatinya, Prussia dan Spain.
"USG?" ujar trio polipartner berbarengan dengan wajah bego yang ngga bisa dibohongi.
"Makanan apa itu, Honey?" tanya Netherlands sambil menatap Indonesia bingung.
The Bad Touch Trio hanya bisa facepalm berjamaah. Bagaimana sih ini calon papa, ayah dan mommy, kok ngga tahu yang namanya USG!?
"USG itu Undergraduate Student Government, kan?" ujar Malay sotoy.
Gubrak.
BTT langsung gedubrakan.
"Itu sih Ohio State University, kalee!" ujar Spain geregetan.
"Dirimu gimana sih, mon cher, kan daku sudah membekali dengan majalah "Father and Baby", ngga dibaca ya?" tanya France pada Malay.
Pemuda berjenggot tipis itu bertanya sambil tak lupa mengelus-elus perut sang pemuda Asia yang semakin membuncit. Aksi genitnya itu langsung dibalas dengan pelototan dari gorilla – eh salah – papa galak. Tangan berbulu milik France yang sedang mengelus-elus perut sang preggy boy langsung ditepis dengan kasar. Mengetahui sang body guard marah karena aksinya, France pun mengangkat kedua tangannya, mengeluarkan gestur permintaan maaf sambil nyengir. Jangan macam-macam dengan papa galak. Cari selamat aja!
"Menurut buku "Pregnancy for Dummies", USG itu kependekan dari Ultrasonografi, atau Bahasa Inggrisnya Obstetric Ultrasonography." ujar Spain sambil membaca buku yang dimaksud, "gunanya untuk melihat kondisi bayi yang ada di dalam kandungan, apakah ada kelainan bawaan, seperti jantung, bibir, plasenta, dll." imbuhnya.
"Dengan USG kita juga bisa tahu jenis kelamin babynya lho!" tambah Prussia antusias.
"Ooooohhh…." terdengar paduan suara dari trio polipartner.
"Pokoknya besok kalian harus ke dokter obgyn lho!" ujar Spain setengah memaksa.
"Dokter obgyn? Ada ya? Gue tahunya cuma dokter umum, dokter gigi en dokter hewan!" ujar Netherlands kelihatan begonya.
"Sama dokter jiwa." tambah Indonesia.
"Uuuuuggghhhh, Holland dodol, dokter obgyn itu nama lainnya dokter kandungan!" teriak Prussia frustasi. Doi aja yang bukan calon papa tahu itu, bagaimana si Neth yang akan jadi papa dalam beberapa bulan ke depan ngga tahu itu, for god sake!
"Obgyn itu singkatan dari Obstetrician and Gynaecologist, terjemahan Bahasa Indonesianya obstetris dan ginekologis, sama dengan dokter kandungan atau istilah kerennya SpOG." ujar France fasih.
"Oh, ada ya? Maklum, jaman gue dulu lahirannya di dukun beranak, hehehe…" ujar Indonesia ngenes.
Trio BTT jedotin kepala ke tembok bareng-bareng.
Akhirnya setelah didesak, dipaksa dan diancam akan diembargo jika tidak segera pergi ke dokter obgyn, trio polipartner memutuskan pergi mengunjungi dokter obgyn tersebut keesokan harinya.
-o0o-
Sosok tua berambut dan berjas putih itu sedang membetulkan kacamata tebalnya. Sangking tebalnya, author menebak mungkin minusnya sekitar 9! Dokter tua itu matanya terpincing melihat 3 orang yang sedang duduk manis di hadapannya.
"Pasiennya yang mana?" tanya sang dokter dengan suara berat.
Cowok berponi lempar yang duduk di tengah itu mengangkat tangannya sambil mesem-mesem.
"Hmm…" sang dokter menatap sang pasien dengan seksama dari balik kacamatanya, "kamu hamil?" tanyanya lagi.
"Ya iyalah gue hamil, makanya gue kesini!" batin Malay keki.
"Iya, Dok." jawabnya singkat.
"Hmmm….." sang dokter kembali menatap sang pasien dengan seksama dari balik kacamatanya. Sang pasien yang ditatap jadi grogi. Jangan-jangan sang dokter itu naksir, batin Malay kegeeran.
"LMP?" tanya pak dokter lagi.
"Hah? Apaan tuh, Dok?" tanya Malay bingung. Doi celingukan ke kanan dan kirinya berusaha minta contekan. Namun ternyata mereka senasib, sama-sama ngga ngerti. Duo suami itu malah pura-pura ngga denger. Indonesia sibuk melihat semut-semut merah yang berbaris di dinding yang menatap mereka curiga seakan penuh tanya sedang apa disini? Mengantar orang hamil, jawabku. Sedangkan Netherlands menatap ke luar jendela berusaha bertanya pada rumput yang bergoyang.
"Last Menstrual Period, hari pertama haid terakhir, kapan?" lanjut sang dokter.
"Hah? Sa-saya ngga mens, Dok, tahu-tahu hamil aja." ujar Malay polos.
"Wow, magic! Kok bisa begitu!?" sang dokter terheran-heran, "berarti kamu kasus khusus ya." tambahnya.
Malay sweatdrop, bingung bagaimana cara menjelaskan ke dokter tua yang ngga ngerti dunia per-fanfiction-an ini. Beliau ngga ngerti kalau dalam dunia per-fanfiction-an ada genre fict M-Preg dimana kalau cowok itu bisa hamil dan ngga perlu mens duluan.
"Ya sudah, mari saya periksa." ujar pak Dokter seraya menunjuk tempat tidur kecil yang berada di pojok ruangan.
Cowok berponi lempar itu bangun dari posisi duduk dan berjalan menuju tempat tidur yang dimaksud.
"Berbaring!" perintah sang dokter.
"Tiduran, Dok?" tanya Malay.
"Iya, tiduran di kasur!"
Sang personifikasi negeri Malaka itupun menuruti perintah sang dokter. Ia membaringkan tubuhnya di kasur dan mencoba untuk rileks.
"Buka kemejanya! Celananya diturunkan sedikit!" perintah sang dokter lagi.
"Hah!? Buka bajunya, Dok? Celananya juga?"
"Iya, cepat buka semua!"
"Dok, saya mau diapain?" tanya Malay ketakutan seraya menatap duo suami seolah meminta pertolongan. Doi kegeeran bakal digrepe-grepe oleh sang dokter. Namun duo suami itu ternyata belum beranjak dari aktivitas melihat semut merah dan menatap rumput yang bergoyang.
"Kalau kamu ngga buka kemejanya dan turunkan celananya bagaimana saya bisa periksa perut kamu?" tanya sang dokter kesal. Baru kali ini dia menemukan pasien yang dodol bin bodoh kaya yang satu ini.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Malay membuka kemejanya dan menurunkan sedikit celananya sampai perut gendutnya terekspos bebas. Ia berusaha rileks tapi entah kenapa ia malah makin deg-degan. Jantungnya berdebar kencang. Keringat dingin mengucur dari jidatnya. Ia khawatir karena ini adalah pengalaman pertamanya berkunjung ke dokter obgyn.
"Maaf ya, mas" tiba-tiba terdengar suara yang sangat halus dan uhuk-menggoda-uhuk.
Malay terkejut ketika tiba-tiba ada seorang wanita cantik dan uhuk-seksi-uhuk menghampirinya. Wanita itu berambut hitam panjang dengan warna kulit yang eksotis. Entah kenapa mengingatkan Malay pada sosok koki cantik yang selalu menghiasi layar kaca dengan kalimat andalan "This is it!" Wanita yang memakai seragam putih seperti perawat itu membalurkan gel dingin di perutnya.
"Ah, ka-kamu siapa?" tanya Malay bingung.
"Saya perawat."
Ya iyalah perawat, masa tukang jamu!
"Lho, ini apa? Saya kan ngga minta di massage."
Sang perawat tertawa. Duh ini pasien begonya ngga ketulungan!
"Ini bukan lagi di massage. Kalau kamu mau mau di massage datangnya ke pijat refleksi sana, jangan ke klinik obgyn! Ini namanya ultrasound gel, gel khusus yang dipakai agar hasil pemeriksaan USG akurat."
Setelah selesai membalurkan gel di perut sang pasien, perawat cantik itu lalu menyingkir, membiarkan sang dokter mengambil alih sang pasien.
"Hmmm…" sang dokter menatap perut gendut sang pasien sambil sesekali menatap layar di sampingnya. Tangan kanannya dengan lihai menggerak-gerakkan probe di atas perut gendut Malay. Probe, bagian dari alat USG yang ditempelkan di perut pasien itu bisa meluncur mulus ke segala arah karena perut sang preggy boy licin setelah diberikan gel. Probe ini akan mengeluarkan gelombang ultrasonik yang akan menembus dinding perut dan dipantulkan kembali. Pantulan gelombang ultrasonik ini kemudian ditangkap dan diterjemahkan dalam bentuk sebuah image.
Malaysia meringis menahan geli sewaktu perut gendutnya dilewati probe USG.
"Nah, itu bayinya." ujar sang dokter seraya menunjuk pada layar berwarna hitam putih yang sesekali bergerak-gerak pelan.
Malaysia memicingkan mata berusaha mencari wujud dari bayi yang dikandungnya. Ia sungguh-sungguh penasaran seperti apakah wajah sang bayi.
Mirip Indonesia kah? Ngarep.com
Mirip Netherlands kah? Bule dong!
Atau jangan-jangan mirip France? Oh No! Amit-amit jabang baby!
Namun sampai matanya lelah, ia tak kunjung bisa menangkap rupa sang buah hati. Yang nampak di pandangannya hanya layar hitam putih dengan bercak-bercak yang tidak jelas.
Sementara duo suami yang setia mendampingi di samping tempat tidur juga tak kalah takjubnya. Mereka sangat antusias berusaha mencari dimana letak kepala dan kaki sang bayi.
"Itu kepalanya ya, Dok!?" tanya Neth semangat.
"Bukan, itu kakinya." Jawab sang dokter yang langsung membuat Neth ilfil karena salah tebak.
"Sotoy sih!" ledek Indonesia.
"Hmm, selamat ya, bayinya perempuan." ujar sang dokter.
"It's a girl!" jerit Malaysia, Indonesia dan Netherlands bersamaan dengan raut wajah gembira.
Netherlands merasa senang karena bayi di dalam perut partnernya adalah perempuan. Pasti cantik dan imut-imut dengan pipi gembil yang memerah seperti tomat. Ia langsung membayangkan sang bayi memakai Kladerdracht, baju tradisonal khas negara kincir angin dengan ciri khas topi yang mengangkat ke atas. Rasanya ingin cepat-cepat menggendong dan menciumnya sambil menjawil pipi tembemnya. Tak sabar rasanya ingin segera memamerkan sang bayi pada kedua adiknya, Belgie dan Luxie. Tanpa sadar sang bule berambut jabrik itu tersenyum-senyum sendiri dengan wajah yang merona sangking bahagianya.
Sementara Indonesia yang memang sejak akhir fict "Antara Aku, Kamu dan Dia" mendambakan seorang bayi mungil perempuan langsung membayangkan sang bayi yang telah beranjak dewasa memakai baju kebaya dengan kain batik. Tak lupa rambut hitam panjangnya yang terjuntai itu digelung dan dihiasi roncean bunga melati. Ia bertekad mengajarkan tari-tarian tradisional jika sang buah hati sudah besar nanti, mulai dari Tari Merak, Tari Pendet sampai Tari Lenso! Tak lupa ia juga akan mewariskan resep masakan kepada sang anak supaya kelak ia akan menjadi chef yang handal.
Mommy Malaysia ngga mau ketinggalan ikut-ikutan berkhayal sang bayi perempuan cantik dan mungil itu mengenakan baju kurung, pakaian tradisional khas Malaysia. Sangking asyiknya trio polipartner berkhayal, sang dokter yang sedang serius menerangkan kondisi sang bayi di dalam sana itu diacuhkan begitu saja.
"Jadi Gestational Age nya bla bla, panjang Femur Length bla bla, Head Circumferencial nya bla bla, Crown Rump Length bla bla,…"
Ya, sudahlah…
…
…
…
Di dalam taxi, menuju ke rumah…
"Kalau anak perempuan paling bagus namanya Dewi, Anita, Gadis, atau Kartini…" ujar Indonesia semangat.
"Lebih bagus kalau Anouk, Fleur, Jasmijn, Renske, Guusje…" tukas Netherlands ngga kalah semangat.
"Ah, norak! Paling bagus itu nama Noor, Qistin, Hannah, Zarah…" Malaysia ngga mau kalah.
Dan sepanjang perjalanan pulang mereka malah asyik berdebat tentang nama bayi perempuan yang paling pas.
Hadeeuuh….
…
…
…
Doctor's Note:
1. Ultrasonografi (USG)
Pemeriksaan kehamilan menggunakan gelombang suara yang dilepaskan probe USG (alat yang ditempelkan ke perut pasien). Gelombang suara tersebut melewati jaringan tubuh, misalnya kulit, lapisan lemak perut, otot-otot perut, dan cairan ketuban, kemudian dipantulkan, ditangkap dan dimunculkan dalam bentuk gambar pada monitor.
Jenis-jenis USG kehamilan:
-USG 2 Dimensi : Gambar bayi yang terlihat hanya dari satu sisi, USG ini bermanfaat untuk mengetahui kelainan bawaan, namun kadang hanya dapat di mengerti oleh pemeriksa, dapat dilakukan kapan saja sepanjang usia kehamilan, cara penyimpanan gambar hasil USGnya dengan cara dicetak seperti foto.
-USG 3 Dimensi: Gambar bayi terlihat secara keseluruhan, bermanfaat untuk mengetahui kelainan bawaan pada bayi (jantung, tulang, bibir, plasenta/tali pusar, alat kelamin), dapat dilakukan sepanjang usia kehamilan, selagi ada ruang antara janin dan rahim yang terisi air ketuban, paling baik melihat sangat dianjurkan pada usia 28-34 minggu, hasil USG dapat disimpan dalam bentuk CD ROM, atau dicetak.
-USG 4 Dimensi: Gambar bayi terlihat secara keseluruhan dan bergerak, bermanfaat untuk mengetahui kelainan bawaan pada bayi (jantung, tulang, bibir, plasenta/tali pusar, alat kelamin), paling baik dilakukan pada usia 28-34 minggu, hasil USG dapat disimpan dalam bentuk CD ROM, dengan image yang bergerak seperti video.
2. Beberapa Istilah dalam USG
-Gestational Age, menunjukkan perkiraan umur kehamilan Ibu
-Femur Length, artinya ukuran panjang tulang paha bayi
-Head Circumferencial, ukuran lingkar kepala bayi
-Crown Rump Length, yaitu ukuran jarak dari kepala sampe tulang ekor bayi
3. Info yang Didapat Setelah Melakukan USG
-Konfirmasi kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 5 ½ minggu, kemudian detak jantung janin biasanya diketahui dalam usia tujuh minggu.
-Mengetahui usia kehamilan
-Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.
-Masalah dengan plasenta. USG bisa menilai dan mengetahui kondisi plasenta, apakah ada masalah misalnya seperti plasenta previa.
-Kehamilan kembar. Dengan pemeriksaan USG bisa mengetahui apakah ada satu atau lebih janin di dalam rahim.
-Mengukur cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban dapat dinilai dengan USG, sehingga jika terjadi masalah ketika kandungan kelebihan cairan ketuban atau terlalu sedikit.
-Kelainan letak janin. Tidak saja kelainan janin dalam rahim, tetapi bisa juga mengetahui kelainan yang bisa diketahui dengan USG, seperti ; hydrocephalus, kelainan jantung, down syndrome, dll.
-Mengetahui jenis kelamin bayi.
