Chapter 3: Hurricane

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi

Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer

Review anda adalah Bensin saya,Hehehehe

Cat: untuk di percakapan yang ada tanda ... berarti percakapan tak langsung ( Lewat radio, atau speaker pengumuman TOA XD)

UNFOB(United Nation Forward Operation Base) ,

Afganistan, 1 januari 20xx 10.00

operation center

"Untuk semua yang bertugas untuk Operasi Topan, di harap segera Bersiaap-siap, 5 menit lagi operasi akan di mulai"

Seluruh pasukan yang memakai seragam doreng berwarna khas padang oasir berlari ke helikopter masing-masing, terlihat seseorang yang menggunakan topeng tengkorak(Mirip Simmon "ghost" rilley COD MW2) duduk di sebuah platform samping helikopter UH-60 BlackHawk yang berjajar lurus. Segera setelah itu helikopter mulai menyalakan mesin, deru khas suara mesin helikopter meraung melalang buana, segera orang yang bertopeng itu meraih senjata mesi n yang ada di platform sebelah kanan Blackhawk, M134 Minigun, sebuah senjata mesin kaliber 7,62mm Berlaras putar (gatling).

"hoi, neji bagaimana status MG(Machine Gun)'' tanya pilot blackhawk

"SIAP MENGGOYANG TANAH, !", sahut neji dengan lantang

Operation Center
"Semua Unit Status Check"

Black Hawk 1
"Check"

Black Hawk 2
"Check"

Black Hawk 3
"Check"

Black Hawk 4
"Check"

Operation Center
"Di terima , ok dengarkan Anak-anak, misi kalian simpel serbu dan hancurkan komplek markas pemberontak yang telah di tandai, setelah terbang kalian akan di temani batalion penyerbu udara , terdiri dari 4 "Apache" dan 4 "Hind" call sign "Fire Maker" atau FM untuk "Apache" dan "Flying Rino" atau FR untuk "Hind", menurut intel mereka memiliki senja mesin kaliber .50 sisa perang dingin, missil anti tank RPG7 dan hati-hati intel juga memberi peringatan terhadap "stinger", per orang dari mereka dominan Bersenjatakan Kalasnikov(AK-47), hanya itu yang diinformasikan intel, kalian harus berhati-hati agar pulang selamat dan kembali kekeluarga kalian, aku juga tidak rela kehilangan orang-orang terbaikku, apakah kalian dengar"

All Back Hawk
"Di terima , pak"

Operation Center
"Satu lagi call sign kalian "Hurricane" Black Hawk 1 memimpin"

All Black Hawk
"Roger"

Mereka pun segera mengudara meninggalkan landasan pacu yg panas dan penuh dengan pasir, 10 menit kemudian mereka bertemu batalion penyerang yang menggunakan helikopter tempur, yak totaal dari mereka ada 12 helikopter yaitu 4 Black Hawk, 4 Apache, dan 4 Hind.

Hurricane 1
"FM , FR , di sini Hurricane 1, radio Check"

FM 1
"Hurricane 1 , di sini FM 1, jelas dan lantang , ganti"

FR 1
"Hurricane 1, disini FR 1, Kami mendengarmu , Ganti"

Hurricane 1
"Roger, kalian pasti sudah mendengar apa tugas kalian, setelah sampai di FZ(Fire Zone) kita akan menyebar mohon orang-orang kalian juga menyebar menikuti kami , dengan posisi, satu blackhawk, 2 heli tempur,bisa di terima ?!"

FR 1, FM 1
"roger"

Setelah briefing singkat dalam 5 menit mereka sudah sampai di tempat tujuan , dan "RRrrrtrtrtrtrtrttr..." suara tembakan khas dari minigun, terdengan menghujam kendaraan mobil jenis seda dan meledak , dan di teruskan menembaki para pemberontak yang lari kalang kabut di kala mendengar suara tembakan dari helikopter. Mereka pun mulai menyebar menjadi kelom;ok kecil yang di bagi menjadi 4 sektor penyerangan

Neji's POV

"ok kita akan ke sektor 1 " Kata pilot sambil membelokkan heli-nya menuju tempat yang di tuju

"neji, Tembaki para Bajingan di tas gedung itu" Katanya tiba-tiba

"Roger..." Kataku sambil mengarahkan minigun ke mereka

"rtrtrttrtrtrtrtrtrtr..." bergetar dan menyala, jalur peluru terlihat seperti hujan saat aku menembakkan senjataku, kulihat beberapa dari mereka menmbaki kami tapi sia-sia,badan helikopter kami kebal terhadap peluru hingga 20mm pada jarak standar dan pada sudut tertentu, segera aku bunuh mereka semua, saat kami melewati mereka kulihat tumpukan tubuh tak bernyawa tergeletak tak berdaya, aku hanya mengabaikan mereka seperti tak ada apapun yang terjadi dan langsung ku arahkan sejataku menuju jalan sempit yang ada di tengah komplek tersebut , segera kutembakkan senjataku ke arah jalan itu karena kulihat ada pemberontak yg berlari dan salah satu dari mereka sedang membidik kami dengan RPG, "Rrrrtrtrtrtrtrttr..." raungan yang tak pernah bosan kudengar dari telingaku, mayat berjahuan satu per satu tak berdaya, "Wooooooooooooooohooooooooooooooo... " teriakku
"Makan saja kotoranku itu , hei kau Anak dari Wanita Jalang" teriakku dengan semangat...

"Neji, Technical (Mobil Pick Up dengan senjata Kaliber .50) cegat pada persimpangan jangan sampai mereka membidik Ekor kita"

"Roger, ..."

Setelah kulihat dengan mataku sendiri ,segera aku menembaki technical tersebut "Rrrttrtrtrtrtrtrtrt..., BLARRRRRR" technical meledak kelihatannya aku berhasil menembak telak pada tangki bensinnya "

"Oh sial kita di kunci dengan missil"

"Manuver menghindar, sebarkan flare..."

Helikopter yang ke tumpangi miring dan menghindari laju missil+menyebarkan nyala api (Flare) untuk mengacau missil itu, Wush... missil meleset dan kami selamat

"Neji Tembak Bajingan Itu"

"Oh yeah, Good Bye Your Mother Fucker, Rrrrrtrtrtrtrtrtrt" kataku sambil menembaki orang yang menembakkan pelontar missil anti udara tadi sesaat kemudian aku menengok ke arah kanan dari heli ku aku menyipitkan mata rembulanku yg berada di balik tengkorak yang aku pakai, ku lihat ...
"oh sial ,mereka punya Tunguska (jenis dari Self Propeland Anti Aircraft Vehicle) darimana para bajingan ini mendapatkan kendaraan sekelas tunguska" kataku terkejut bukan main

FR 3
Mungkin itu hasil dari rampasan konvoi Pasukan UN rusia yang di serang 3 minggu yang lalu, mereka berhasil mendapatkan 2 Tank T-90 dan 1 Tunguska, tapi sepertinya mereka hanya bisa Mengoperasikan Tunguska saja, Semuanya harap hati-hati pada meriam otomatis 30mm nya"

Terdengar suara pilot hind yang menceritakan tentang kejadian brutal dari para pemberontak yang menyerang konvoi suplai militer UN rusia , memang mereka berhasil di pukul mundur, tapi mereka berhasil membawa Tunguska dan Tank berat T-90nya rusia dan beberapa kotak senjata

FM 4 & Hurricane 1
"roger"

Hurricane 1
"FM 1 , Meminta bantuan udara Tembakkan Api neraka(AGM 114 Hellfire atau missil pelibas tank Milik USA)mu , Nak"

FM 1
"Roger , Locking target , Missile Launch , Be Carefull Danger Close"

"Wush..." kulihat missil berharga 120.000 dollar tersebut melesat dan menghantam kendaraan dan Dan.. " BLAM..."

FM 1
"targer hit , target destroyed"

Kilatan api menyala ke udara , Tunguska itu hancur ber keping-keping , kendaraan berlapis baja tersebut hancur bagaikan kaleng minuman yang di injak, "hahahahah Sampa Jumpa di neraka, Jalang" teriaakku bangga... tak berapa kesenangan kami terganggu lagi,

"TANG...TANG...TANG..."

Hurricane 1
"What the fuck, Quad .50 Di atas Gedung 4 lantai itu, menghindar-menghindar jangan perlihatkan Ekor kalian"

FR 1
"Fire The rocket..."

"Wush...wush...wush...wush..." secara beruntuk rocket konvensional tak berpandu melesat dari tabung peluncur Hind, "Blam...Blam...blam...blam" rocket mengenai sasaran dan membuat atap runtuh , dan beberapa orang terjatuh dan tergeletak di jalan sekitar gedung tersubut, misi terus berlanjut hinggat 2jam, hampir seluruh komplek pemberontak hancur, banyak sekali mayat-mayat tergeletak di segala tempat, ada yg di jalan di belakang gedung, ada yang mati dengan tubuh utuh, hangus, dan bahkan ada pula yang hancur tak berbentuk karena terkena ledangan missil maupun ledakkan kendaraan yang di tembaki oleh heli,

Hurricane
"Semua Unit, laporkan status kalian"

All Helikopter
"Kami baik-baik saja , tidak ada yang tertembak jatuh, kami masih sehat, kami masih bisa mengelilingi dunia, Bos"

Hurricane 1
"Hahahahah, Oke kita kembali ke markas segera mandi dan isi ulang tenaga kalian"

All helikopter
"Roger, Kita kembali sekarang"

Hurricane 1
"Hurricane 1 kepada markas , masuk Markas"

Operation Base
"Hurricane 1, di sini Markas, Silahkan"

Hurricane 1
"Kami sudah menyelesaikan perkerjaan di sini, semua sudah di serang dan di hancurkan kami tidak ada tanda-tanda pergerakan pemberontak lagi, kami akan kembali ke markas sekarang . Ganti"

Operation Base
"Diterima segeraa kembali , kami akan mengirim pasukan darat untuk Re-check di sana"

Hurricane 1
"Roger and Out"

Hening menyelimuti perjalanan pulang kami , aku hanya terduduk merenung dan membayangkan akan orang yg ku tinggal di timur jauh sana "Ten... aku akan pulang secepatnya , sayang tunggu aku ya..." batinku tpi tiba-tiba ada suara denging yang tak mengenakkan datang dari telingaku "Hei Yang menyalakan itu Bisakah kalian menghentikannya , sangat memekakkan telinga, kau tau?"

"Itu bukan berasal dari kita neji , sepertinya itu datang dari belakang kita radar heli kita menunjukkan sesuatu yang aneh"

"Haaa...''

Dengan mengucapkan kata yg konyol aku menengok kebelakang untuk memastikan , kulihat ada setitik cahaya terlihat dari jauh, melesat dengan sangat amat cepat sekali melewati heli kami dan menghantam tepat di tanah beberapa ratus meter di depan barisan heli kami, aku membulatkan mata bulanku dan merasakan sesuatu yang tidak enak, benar saya sedetik berselang "BLOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM", hentakan kuat seperti bom nuklir menghantam heli kami, membuat semua unit berputar tak beraturan di udara

"Shit kita kena-kita kena, ada apa ini "

"OH sial seseorang menembakkan Nuklir ke kita ?"

"Arrrghhhhh , kita jatuh, kita jatuh, kita jatuh."

"WHAT THE FUCK!"

Kurasakan tubuhku terhempas terbaalik, kakiku lemas tak bisa kurasakan , kami terhempas karena hentakan itu dan menghantam keras ke tanah, pandangan ku kabur , "Sial aku harus hidup", usahaku merayap keluar dari heli "Aku harus pulang, Temten menungguku, kumohon ber geraklah wahai kakiku" berusaha meraayap dan pandanganku makin lama makin gelap dan buk...

Neji's POV End

Tokyo, 1 Januari 20XX 16.30

"Kyaaaaaa..."

"Ada pa tenten-chan ?" tanya seorang wanita berambut indigo bermata lavender

"Heh...aku memecahkan gelas yg aku cuci, hinata-chan" kata wanita bercepol 2

"Tak biasanya kau ceroboh , tenten .Hmmm, lebih baik kita bereskan saja nanti biar nggak ada yang terluka karena pecahannya" Sahut wanita berambut pirang dan di ikat kuda

"Mari Aku bantu, tenten." Ucap gadis kucir 4 , melangkah menuju Tenten

"Terima kasih, temari-chan" Ucap tenten dengan mata sendu

Tenten's POV

"Semoga ini bukan pertanda buruk ya tuhan, dan semoga saja neji baik-baik saja di sana"

Ucapku dalam hati , semoga saja neji cepat menuntaskan tugasnya dan kembali pulang , karena aku sangat merindukan neji,

Tenten's POV End

TBC

Wuh... dah chpater 3 , hehehehehee mohon reviewnya readers, review anda adalah benshin saya...

Story Base:ACE COMBAT 5: The Unsung War, ACE COMBAT:ASSAULT HORIZON, ACE COMBAT 6 :Fires Of Liberation, & ACE COMBAT:INFINITY