Chapter 6:Home Sweet Home
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi
Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer
Lelah lahir dan batin di rasakan naruto dia penat serasa kepalanya mau pecah dengan berjalan dengan langkah yang tegap , dia berjalan ke depan membuat semua orang memandang padanya, khususnya para perempuan, mereka berbisik" Wah keren , andaikan dia jadi pacarku" "hahahhaa itu tidak mungkin bodoh, itu pasti aku", tapi tidak diperhatikanoleh naruto dan dia terus berjalan hingga menemukan sebuah cafe , Cafe Ichiraku namanya dia mampir sebentar , ingin bernostalgia pada saat SMA dulu, meski masa SMA nya tak ada yang manis. Melepas topi dan meletakkan di meja naruto memesan kopi susu hangat, untuk meredakan penatnya, tak lama kemudian naruto terkejut setengah mati Melihat siapa yang masuk ke dalam Cafe ichiraku
"N-Naru-chan..."
"K-Kaa-san, dan ..." dengan mata yang berapi-api penuh emosi naruto meneruskan kata-katanya dengan teriakan ",...TOUSAN!"
Naruto sontak berdiri kaget, melihat 2 orang yang tak mau di lihatnya saat ini. "Silahkan pesanan anda" kata seorang pelayan, tanpa menyentuh pesanannya naruto segera mengeluarkan beberapa uang , meletakkannya pada meja dan mengatakan pada pelayan itu, "Ma'af saya ada urusan mendadak, ini uang saya tinggal di meja, ambil saja kembaliannya, Terima Kasih", sambil mengambil topi perwiranya dan berjalan keluar dari cafe itu, saat berpapasan dengan minato , ayahnya. Sengaja naruto menyenggol bahu ayahnya dengan cukup keras dan langsung melenggang menuju pintu keluar, sesaat memegang kenop pintu, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, "naru-chan kumohon pulanglah , Kaa-san rindu padamu, kumohon Pulang, Naru... hiks...hiks..." . menghela nafas yang panjang lalu menyentak bahu kekarnya dan dia berjalan menuju trotoar , meninggalkan kaa-sannya yang menangis tersendu, minato yang melihat kejadian itu hanya bisa memasang tampang miris, dan membantu istrinya berdiri, Di jalan naruto di cegat oleh seseorang , sontak naruto kaget dan hampir menghajar orang itu jika saja ia tidak kenal, tapi masalahnya dia..
"Lama tak jumpa tuan muda naruto," kata seseorang yang di kuncir kebelakang dengan bekas luka goresan di atas hidungnya
"Hn... Sama-sama iruka, bisakah kau minggir aku mau kembali ke markas ku, tugas ku di sini telah selesai, aku harus segera ke JSDF Air Base" balasnya dengan nada dingin, setelah itu naruto berjalan tak menghiraukan siapapun.
"Tuan muda , tidakkah kau ingin pulang , Nona besar , ibu anda sangat mertindukan anda", kata-kata iruka tersebut membuat naruto berhenti sejenak dan membuat matanya memanas, dia sudah membuat ibunya menangis, orang yang di kasihinya...
"7 hari lagi , JSDF Air Base Pukul 07.00, Jemput aku iruka . Tepat waktu" ucap naruto tiba-tiba
"Heh?" Iruka kaget
"aku tak mengulanginya" naruto meneruskan berjalan menyusuri padatnya kota tokyo, dan akhirnya sampai di di parkir Umum kendaraan, dia segera masuk ke dalam mobil Hammer bermodel Militer Lengkap dengan Armor bajanya, dan pergi ke JSDF Air Base dan segera kembali ke markas , untuk memberikan laporan ke pada komandannya.
JSDF Air Base, 21 September 20XX 06.55
Sebuah pesawat kargoC-17 Globemaster, baru saja tiba dari timur tengah, mendarat di landasan 3 dan segera parkir di hangar untuk menurunkan penumpang dan logistik militer, salah seorangnya dengan kaus ketat ala militer dengan tubuh yang sangat atletis, keluar dengan membopong rangselnya
"Selamat datang kembali di Jepang, Lt. Naruto"
"Sama-sama Sersan, aku mengambil liburan di sini"
"Oh selamat menikmati jepang Lt."
"ya sama-sama"
"oh iya ngomong-ngomong ,ada yang menunggu anda di lobby,"
"oh ya Terimakasih Sersan, saya akan segera menemui dia"
Naruto menuju lobby , di temuinya iruka duduk menunggu, dan setelah naruto memanggilnya mereka segera menuju mobil limunsin,
"kita kemana dulu tuan muda?"
"kita pulang saja iruka, aku malas kemana-mana saat ini"
"Baiklah"
Kesunyian menemani mereka berdua dalam perjalanan ke rumah , 30 menit kemudian mereka sampai di sebuah mansion besar di daerah kota Konoha, Gerbang terbuka naruto turun dan di sapa oleh maid , bermaksud membawakan rangsel naruto naruto menolak pertolongan maid tersebut, dengan kaus ketat, celana doreng khas padang pasir, dan sepatu PDL , dia berjalan menuju pintu masuk utama mansion tersebut terlihat seluruh keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga sontak mereka kaget dengan suara derap kaki khas para prajurit , mereka adalah Minato, kushina, Perempuan cantik berambut pirang Kyuubi yang tak lain kakak Tertuanya, Lelaki berambut Orange Nagato yaitu kakak keduanya, dan dua lainnya berambut laki-laki berambut hitam dan Wanita seumurannya berambut kuning di model kuncir dua mereka adalah saudara kembar naruto , Menma dan Naruko,
"Naru..." kushina berlari menghambur memeluk naruto yang sudah Hampir 6 tahun tidak pulang dan tidak memberi kabar sama sekali,
"kaa-san maafkan aku , Telah membuat kaa-san menangis kemarin" Ucap naruto meminta maaf ke pada ibunya,
"tak apa-apa naru, baiklah segera mandi dan ganti bajumu , kamarmu masih seperti dulu naru, tidak ada yang menempatinya, oh iya dan segera turun karena nenek ada di sini" ucap kushina bahagia
"Oh wanita tua bangka itu masih hidup, ya ternyata" Ucap naruto agak keras karena kesal
"SIAPA YANG KAU SEBUT TUA BANGKA BOCAH , DAN SIAPA YANG MENGAJARIMU MASUK RUMAH DENGAN PAKAIAN TAK ETIS ITU! Suara nan menyebalkan hati naruto terdengar
terlihat wanita berambut prang pucat, dengan penampilan seperti gadis usia 20an meski umurnya lebih dari setengah abad menuruni tangga ya dia adalah Namikaze Tsunade,ibu dari minato dan nenek dari naruto
"Persetan Dengan Penampilan Nenek Tua , Dan persetan Dengan perkataanmu" ucap naruto dengan mengangkat tangankanannya dan mengacungkan jari tengahnya disertai suara yang tegas, tak ada rasa taku, tak ada rasa ragu yang ada pandangan membunuh. Sontak semua yang tau perbuatan naruto memandang kaget naruto, bocah yang dulunya sangat culun dan konyol sekarang berubah drastis dengan sikap tegas tanpa rasa takut, dan matanya selalu memancarkan aura "Haus Darah". Ia memungut rangsel besarnya dan segera melenggang pergi.
"kaa-san Aku ke kamar dulu" ucap naruto , sekuruh ekspresinya saat berbicara dengan ibunya berbeda jauh saat berbicara ke pada yang lain, terkesan lembut dan Cool, mendengar itu ibunya hanya mengangguk pelan
"Tayuya, ayo tunjukan di mana kamarku, aku "SUDAH LUPA SEMUA TEMPAT DI RUMAH INI". Penekanan yang sangat dalam membuat semua orang minus Kushina seperti Tertohok oleh tombak
"baiklah tuan , ikuti saya" ucap tayuya agak gemetar
Mereka berdua pun menghilang dan semua orang yang ada di rung keluarga seakan lupa untuk bernapas, sehingga mereka tersengal-sengal bahkan ada yang mengucurkan keringat dingin, Tsunade sangat shock melihat kelakuan naruto, tersirat penyesalan kenapa dulu nya ia meremehkannya
Naruto sekarang berada di kamarnya , kamar yang luas menurutnya karena dalam waktu hampir 6 tahun dia selalu tinggal di kamar yang sangat sempit, dia berdiri di balkon menutup mata merasakan desiran angin yang menerpa pipi tan-nya, "bagaimana kalian Merasakan penyesalan bukan?" batin Naruto Mengingat masa lalunya
Flasback On
Bocah berambut kuning jabrik seperti durian sedang duduk di bangku SMPnya dengan tampang yang hampir menangis,
"Menma-chan, kenapa kau seperti itu aku kan saudaramu"
"ha ? kenapa itu karena kau tidak berguna bodoh" suara menma terkesan membentak
"Tapi...tapi..tapi...hiks" naruto mulai menangis
"Dasar cengeng tak berguna , kenapa sih selalu merepotkan aku dan naruko"
"aku tadi di bully , kenapa kau tak membantuku , malah kau ikut mem-bully ku"
"hahahah karena itu menyenangkan, Bweeeeeeeeeeeek" ejek menma dengan nada merendahkan dan naruko hanya menatap saudara kembarnya dengan tatapan merendahkan nan menusuk...
Naruto's POV
Sebenarnya apa sih salahku kenapa aku selalu di bully, kenapa aku selalu saja tak ada yang mau menolongku bahkan tou-chan, nee-chan,Nii-chan, bahkan Baa-chan pun seperti tak memperhatikaanku hanya Kaa-chan dan Iruka-san lah yang aku percayai sekarang
Naruto's POV end
Pembullyan naruto berlanjut hingga di SMA , ia selalu di bully entah itu di masukkan di tong sampah, di kunci di kamar mandi , bahkan pernah di gantung di puncak tiang bendera, dan sa'at itu pula lah teman karibnya Sasuke dan sakura, datang menolongnya seperti setitik cahaya yang menyinari naruto, Bahkan suatu hari waktu pulang sekolah di hajar oleh ketua Osis sekolah itu Hyuuga neji sampai pipinya bengkat dan pendarahan hidung yang berat, karenan membuat Baju Hinata adiknya Kotor terkena tinta spidol, bahkan ayah hinata melaporkan perbuatan naruto kedapa minato yang notabenenya teman sekolah dan rekan bisnis, Entah apa yang ada di kepala minato , naruto saat itu di kunci di gudang sendirian , dia menangis minta tolong , ia tak akan pernah keluar jika saja iruka melanggar perintah tuannya dan mengeluarkan si tuan muda pirang kuning itu. Kejadian saat itu merupakan Puncak dari seluruh kejadian yang di alami naruto, bahkan dia tak di beri uang jajan, berangkat jalan kaki, di rumahpun di diamkan oleh semua orang kecuali Kushina, dan iruka, hanya mereka yang berani melawan perintah minato dan tsunade, semua orang terlalu takut untuk melanggar perintah tuannya tersebut tapi tidak oleh mereka berdua
Hari kelulusan
Setelah upacara kelulusan selesai Naruto bergegas pulang membereskan pakaian tanpa sepengetahuan orang di rumahnya, tak lupa ia membawa Kartu sejenis ATM berwarna Emas hasil dia mencuri milik ayahnya, " ini hanya untuk sekali pakai saja" katanya mantap, ia langsung pergi menuju bandara, dengan tujuan "AMERIKA" , setelah sampai di sana ia menuju tempat bernama "Pusat Perekrutan Prajurin PBB Matra Darat, Laut , Udara" dan di situlah semua berawal,
Awalnya minato hanya mengira bahwa naruto kabur hanya dalam maksimal 2 hari tapi kenyataanya seminggu , sebulan, setahun, naruto tak kunjung pulang ,seminggu kemudian minato sadar bahwa kartu Gold minato hilang satu unit, di sinyalir kartu tersebut di gunakan naruto, dan benar saja setelah di selidiki benar saja penggunaan terakhir kartu itu berada di bandara international tokyo, untuk pembelian sebuah tiket pesawat tujuan international Kota Washington DC,Amerika. Kakashi intelejen pribadi milik namikaze corp di kirim, tapi nihil naruto tak pernah ada di amerika , memang ada bukti jika naruto mendarat di amerika berdasarkankan rekaman CCTV bandara, tapi setelah itu tak ada jejak naruto, ia seperti di telan bumi, karena hal itu Kushina marah besar kepada semuanya, Keluarga di rumah, hingga pihak sekolah tak luput dari amukan brutal kushina, kalau saja minato dan keluarga nya sadar akan kesalahan mereka pada naruto, mungkin kushina sudah tidak kuat lagi, setelah kejadian misterius itu, kakashi mengemban tugasmencari keberadaan naruto, 5 tahun lebih sudah ia mencari naruto, di saat hampir menyerah ia melihat acara berita di TV yang memberitakan bahwa sekelompok anak Ajaib telah turun dari surga, mereka berhasil mempertahankan Baghdad dari serbuan teroris kelas international UFW, mereka mendapat gelar ACE dari marsekal PBB, kakashi melebarkan mata dan membuat ekspresi terkejut di balik maskernya, "itu kan Tuan muda naruto" melihat seorang pilot militer beramput pirang kuning cepak khas model rambut militer, segera ia menghubungi bosnya, dan ia segera mencari berkas-berkas di Militer PBB, di dapatnya sebuah Nama "Namikaze Naruto" , dengan lengkap seluruh datanya, ia cetak dan ia bawa pulang ke jepang untuk di berikan ke pada bossnya.
Flashback Off
"naru... kau di dalam , cepat turun nak mari makan siang dengan semuanya" suara ibunya memanggil naruto menengok ke arah pintu kamarnya
"ya kaa-san, aku akan segera turun". Dengan malas ia turun ke bawah , mengenakan kaos hitam dengan Logo Razgriz, yak mantan squadronnya, dan celana ¾ ia turun dengan malas, ia segera menuju meja makan , aura "Haus Darah" di rasakan seluruh orang yang ada di situ, menma dan naruko yang dulu sering ikut membully naruto sekarang mereka tertunduk takut dengan keringat menetes, Kyuubi dan nagato, mereka diam menatap piring mereka dan segera melanjutkan makan siang bersama mereka.
"naruto, k-kau mendapat libur berapa lama" tanya minato
"6 bulan, setelah itu aku kembali ke afganistan" jawab naruto sambil mengambil steak dam mulai memotong dan memakannya
melihat minato yang gugup, tsunade akhirnya angkat bicara" Naruto kau akan menikah tak lama lagi, dengan rekan bisnis ayahmu" Ucap tsunade tiba-tiba, Naruto yang mendengar itu tak terkejut ia tahu kalau ia pasti akan di jodohkan untuk mengatrol kepopuleran namikaze Corp, bisnis besar yang di jalankan neneknya, karena ia adalah pahlawan perang, sudah pasti itu akan membuat populer perusahaannya dan pernikahan itu mungkin hanya untuk ikatan bisnis. Dengan tiba-tiba ia mengangkat tangan kanannya yang menggenggam pisau lalu dengan keras ia menancapkan pisau itu ke dalam daging di depannya"BRAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK" pisau menancap di daging tak hanya itu pisau juga menembus piring dan meja makan yang tebal itu, entah kekuatan dari mana naruto bisa melakukannya, "haaaaaaaaaah, aku sudah kenyang aku mau keluar , aku Tak betah di rumah ini, semuanya menyedihkan, Kecuali kaa-san dan iruka pastinya, kaa-san aku keluar sebentar mencari udara segar , " sambil berdiri dia pamit ke ibunya , mecium pipi kiri ibunya," ya Hati-hati naruto, jangan pulang larut", naruto mengangguk dan keluar menuju pintu utama, dan berpapasan dengan iruka, "iruka, bisa pinjami aku mobil, aku mau keluar, bosan aku di rumah terus"
"ini tuan muda, kunci mobilnya, parkir Basement Suburban warna hitan"
"ok terima kasih iruka"
ia berjalan menuju basement dan akhirnya keluar dengan mobil Chevrolet Suburban Warna hitam metalik menuju jalan konoha yang lumayan ramai pada hari minggu ini.
Sepeninggal Naruto
"ibu, iyakan apa yang aku bilang , dia masih belum bisa menerima kepergian gadisnya itu" ucap kushina
"Maksudmu putri dari pasangan Shimada itu" Jawab tsunade
"Sepertinya aku harus minta ma'af pada Naru-kun" ucap minato merinding melihat daging di piring naruto tertembus pisau makan sampai menancap ke meja.
"ne... Menma apakah naruto kita harus juga" ucap naruko ke menma
"hah... ya akan susah jadinya kalau aku melawan naruto saat ini, dia telah berubah drastis" Ucap menma
"dan kita masih belum siap menerima perubahan naruto semenjak saat itu, bukan begitu kyu-nee"
ucap nagato bijak
"iya , nagato, hah aku merasa seperti di kerubuti rasa bersalah, akulah yang memulainya, gara-gara aku tak mau mengajarinya matematika akibatnya nilai ulangannya mendapat "F"" sesal kyuubi
"dan parahnya lagi akulah yang memarahinya, sebenarnya apa yang terjadi padaku saat itu, kushina, anak-anak, ibu, maaf karena membuat kalian susah , saat dia pulang nanti , aku akan bicara empat mata dengannya" ucap nagato dengan nada penuh salah semua orang di meja makan meneruskan acara makan mereka dengan suasana bisu, hanya kushina lah yang memasang wajah cerah karena naruto kembali pulang, walau masih belum ada sehari dia langsung pergi entah kemana, yang penting naruto telah pulang itu saja membuat kushina bahagia bukan main.
"kemana ini enaknya, oh iya pertama aku akan beli ponsel dulu" ucapnya dalam mobil. Naruto mengarahkan mobil suburban nya ke Konoha Mall, mall terbesar dan terlengkap se-prefektur tokyo. Setelah memarkir mobilnya dia masuk ke mall dan mencari bagian penjualan barang elektronik, di lihat jam di tangan kirinya, "heh... Sudah Jam 11.00 ternyata, tak terasa juga waktu ini" ucapnya dalam hati, tak berapa lama berkeliling naruto menemukan sebuah toko yang khusus menjual smartphone dan sejenisnya , segera ia masuk dan memilih-milih smartphone yang ia suka, setelah mendapat apa yang dia inginkan pertama yang ia lakukan adalah mengunduh file foto Mantan Squadnya dulu, serta foto-foto ia dan Shion kala masih hidup yang ia simpan di Kotak Emailnya. Setelah mengunduh semua file naruto memandangi setiap foto itu, seperti bernostalgia bersama duo penggerutu dan kekasihnya shion, foto di mana shion muntah-muntah karena sesaat setelah makan harus melaksanakan misi, membuat ia mengeluarkan isi perutnya lagi saat mendaratkan pesawat , lalu foto di mana ia sakit demam dan shion tidur di samping ranjangnya , ray-lah yang mengambil foto iseng itu. Dan masih banyak lagi , semua itu membuat matanya memanas dan siap menumpahkan apa yang ada di matanya itu, dia segera menutup foto-foto itu, menyimpannya di folder "Razgriz and My Princess(KIA)" dan tiba-tiba"kryuuuuuk" perutnya berbunyi , ia tak makan dengan benar tadi pagi, dan sekarang naruto berjalan ke lantai 3 , tempat menjual makanan
"hah aku lama sekali tak makan Ramen, sebaiknya aku makan ramen saja karena sudah hampir 6 tahun aku tak makan ramen" sambil berjalan memasuki stand makanan dan segera memesan ramen jumbo. Tapi ia membawa makanannya ke meja yang kosong tak sengaja naruto melihat sekumpulan pemuda seumuran dengannya , laki-laki dan perempuan, sepertinye mereka sedang berkencan bersama, tapi wajah mereka tak asing bagi naruto, siapa lagi kalau bukan "teman-teman" sekolahnya Ino,tenten,temari,dan ... hinata, sedangkan para lelaki itu adalah sebagian dari mereka yang sering membully naruto yaitu Kiba, sai,shikamaru ditambah si ketua osis yang memukulinya dulu neji "jadi orang itu selamat ya dari sekaratnya" batin naruto
"eh minna... Lihat pemuda pirang berambut cepak itu ?" tanya ino pada teman-temannya
"Eh kenapa ino-chan, kamu suka padanya?" tanya sai jail
"b-bukan begitu sai-kun, hanya saja wajahnya tidak asing, sepertinya aku pernah bertemu , deh ?" jawab ino
"hmmm... kenapa tidak asing ya, ah... Mendokusai..." shikamaru mulai...
neji menyipitkan mata rembulannya, sedangkan hinata terpaku kaku, tiba-tiba kiba merangkul pundak hinata, " kenapa kamu, hinata-koi." Tanya kiba menggoda hinata , hinata tak bergeming saat di tanya oleh kiba
"Hmmmm,aku juga merasa tidak asing dengan orang itu aku hanya tak ingat namanya" Kata Tenten
"Kalau tidak salah di dulu satu sekolah dengan kita" kata temari sambil memandang ke atas
seperi tersetrum listrik hinata sontak berdiri matanya mulai basah karena menangis. Semua teman-temannya dan neji terkejut, hinata berjalan gontai ke arah pemuda itu dan..
"plok... terima kasih makanannya, hah beruntung aku selama hampir 6 tahun ini aku hidup" naruto lega karena ia bisa makan makanan favoritnya dengan tenang tiba-tiba naruto kaget gadis berambut indigo, bermata lavender, sperti mata shion tetapi tanpa berkilap lavender pucat berdiri di depannya
"Apa !?" tanya naruto sinis
"N-NARUTO-KUN!" hinata menghambur ke naruto , membuat naruto terjungkal ke belakang terjatuh dari kursinya, pelukan hangat ini mengingatkan nya pada pelukan shion setiap malam mereka bersama , aroma ini Lavender aroma tak jauh berbeda dengan aroma tubuh shion, lembutnya rambut ini seperti helaian rambut shion walau rambut shion tak sepanjang ini, Inikah hikamh dari semua Ini shion?Ray?Break?. naruto memjamkan matanya
"Hinata-koi... " kiba menatap lesu hinata,
"i-itu naruto.?" Tanya ino tak percaya
"tak mungkin" jawab shikamaru dan sai
"Sayang sekali tapi itu memang dia" Tungkas neji membuat semua orang terkejut
Naruto segera berdiri dan memapah hinata mendekat ke teman-temannya tadi , entah mengapa hinata seperti kehilangan tenaganya untuk berdiri.
"N-naruto?" panggil ino tergagap
"Apa!?" nada bicaranya masih dingin
"Itukah kau ?" ganti tenten
"Ini memang aku" jawab naruto singkat lalu memandang tajam ke neji
"kau ternyata Masih hidup Sergeant, Sepertinya kau telah kembali dari kematian" pernyataan naruto mem buat semua orang terkejut...
"sama sepertimu Lt. " jawab neji
"Last Man On The Squad heh "
Naruto pun bergabung dengan gerombolan itu, Sai, kiba, shikamaru, tak berani buka mulut dan hanya bungkam dan tak berani memandang naruto, naruto bercerita dengan neji dan para wanita, semua terkejut dan tampang mereka tampak lesu mendengar akhir cerita neji dan naruto, mereka memutuskan untuk tak bertanya apapun termasuk tenten sebagai kekasih neji dan hinata sebagai adik neji
Sore hari naruto pulang ke rumah , sesudah dia berpisah dengan"Teman-temannya". Dari atas lantai 2 ada yang memanggilnya , "Naruto, kemarilah aku ingin bicara 4 mata denganmu , bukan sebagai ayah dan anak , Tapi sebagai sesama lelaki" ucap minato penuh kepastian. Naruto melemaskan jari-jari tangannya "Kretek...kretek..." . "Inilah saatnya" naruto mengepalkan kedua tangannya dan segera menuju ke ruang kerja ayahnya
TBC
See you on the next Chap, Review please
Next chap: Fiancee
