Chapter 7: Fiancee

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi

Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer

"Shion..." ucap naruto ragu
"Naruto..." sambil memeluk lembut naruto shion membenamkan wajahnya ke dada bidang naruto
"shion , ayo pulang bersamaku..." ajak naruto sambil menarik tangan shion
"a-aku tidak bisa naruto, kita sudah berbeda dunia, Tapi aku akan selalu tinggal di sini , di hatimu naruto," sambil menunjuk bagian tengah dada naruto
"Hiks... shion mohon jangan tinggalkan aku..." naruto mulai terisak
"jangan menangis naruto, kau kuat , teruslah maju, aku akan selalu mendukungmu meski kita berbeda dunia, ne naruto, kau lihat dia," Sambil menunjuk seorang anak kecil berambut pirang pucat
"itu lah dia anak kita, sekarang kami hidup damai naruto, dan teruslah bergerak maju, kau tak perlu menutup hatimu, naruto, carilah dia cari Putri-mu sendiri, yang memang di-ikat benang merah denganmu, aku senang bisa mencintaimu naruto, da aku bahagia bersamamu terima kasih untuk semua" ucap shion dengan senyum nan manis dan mendamaikan setelah mengatakan itu shion berbalik , berjalan menjauh dan menggandeng anak kecil itu, bayangannya semakin menghilang, "Terima Kasih, Shion, terima kasih untuk semuanya" perlahan naruto membuka mata, mengejapkan mata berkali-kali, akhirnya dia pergi mandi dan turun untuk sarapan pagi.

Sa'at turun ia melihat ke-2 kakaknya menggunakan jas rapi, mereka menjadi pemimpin perusahaan cabang dari Namikaze Corp, menma dan naruko akan berangkat kuliah, dan ... Ayahnya akan berangkat ke kantor dengan Plester di pipi kanannya. "selamat pagi, Tou-san, Kaa-san" ucap naruto sambil mencium pipi ibunya. "pagi naru," ibunya tersenyum manis, "Pagi , Jagoan... aduh" minato mengerang sakit, "hora... pelan-pelan minato, sebaiknya kau tak usah masuk kantor hari ini"
"aku hanya menandatangani beberapa dokumen Kushi-chan, tak apa-apa... aduh". Naruto hanya terkikik geli mengingat apa yang ia lakukan pada tou-sannya kemarin sore

Flashback On

Setelah memasuki ruang kerja ayahnya , naruto terkejut apa yang di lakukan ayahnya , ayahnya membungkuk, "ma'af , naru... ayah selama ini berbuat salah padamu. Ayah akan lakukan apa saja untukmu Agar kau mema'afkan ayah"
Melihat ayahnya naruto langsung menyuruh ayahnya kembali tegak dan memeluknya.
"sudahlah Tou-san, aku sudah memaafkanmu, hanya saja aada yg mengganjar dalam hatiku,"
"apa itu naru? Bisa ayah membantumu?", naruto melepaskan pelukannya pada ayahnya dan ...
"berdirlah tegak di sana ayah " minato berdiri tegak beberapa langkah dari naruto, dan tiba-tiba "BRAAAAK" naruto memukul pipi kanan minato, hingga minato terjerembab menabrak meja kerjanya, "huh...lega sekali, terima kasih ayah, Aku menyayangimu" ucap naruto dengan bahagia minato berdiri dan memeluk naruto, pelukan sayang ayah ke pada anak yang dulu pernah ia sakiti, tak peduli rasa nyeri di pipinya ia Mengeluarkan air mata bahagia

Flasback Off

"seperti nya aku terlalu keras kemarin" Ucap naruto
"kau ini dapat kekuatan dari mana , naru?" tanya Naruko
"itu rahasia, itu adalah kekuatan yang tidak bisa di dapatkan secara instan" jawab naruto membuat semua orang sweatdrop
"hora kalian nggak berangkat, hampir jam 7 lho ?"
mereka semua berangkat, hanya tinggal naruto dan ibunya, ia membantu ibunya beres-beres bekas sarapan pagi itu, sekarang semua sifat naruto berubah seperti sedia kala, pribadi yang lembut, nan murah senyum, hanya saja aksen akhiran –ttebayo sudah hilang, hilang seluruhnya auranya pun menunjukkan aura wibawa dan gagah.

-XX—

Naruto dan ibunya saat ini sedang di kebun belakang mansion, mereka merawat bunga-bunga yang tumbuh di belakang. Bunga-bunga itu adalah ibunya sendiri yang menanam, naruto membantu menyiram dan memberi pupuk
"eh naru-chan, katanya naru-chan Punya pacar ya di sana ?"
"iya kaa-san dia adalah anggota squadronku, dan dia menjadi korban dari misi terakhir naru, sebelum pulang ini"
"oh maafkan kaa-chan naru, kaa-chan tidak tahu.."
"tak apa-apa, lagi pula kaa-san pasti tau dia, dia adalah anak ke-2 dari keluarga Shimada ini aku ada fotonya" sambil menunjukkan foto shion yang ada di smartphone-nya
"oh...ya tuhan cantik sekali, kamu pasti, sangat mencintai dia, naru?"
"iya kaa-san tapi sekarang aku sudah tak apa-apa kaa-san, tadi aku bermimpi tentang dia, di dalam mimpiku, dia berkata bahwa aku harus berjalan maju dan segera menemukan tuan putriku sendiri, orang yang terikat benang takdir denganku." Mendengarkan kata-kata naruto kushina tersenyum ceria
"oh iya kaa-san dia sebenarnya juga membawa calon cucu kaa-san lho ?"
1...2...3... "hwaaaaa naru-chan ternyata kamu hebat, ya Aku tak sabar segera temukan tuan putrimu, agar aku bisa menimang cucuku" sambil menangis bahagia kushina berteriak sambil memeluk naruto, naruto hanya bisa tersenyum bahagia melihat kaa-sannya juga bahagia
"eh ngomong-ngomong naruto hari ini kakekmu pulang lho, dia sampai nanti siang di bandara international tokyo, nanti siang kita jemput dia ya, dia pasti terkejut atas kembalinya dirimu" kata kushina mengubah topik
"baik kaa-san..." angguk naruto
"ayo masuk, mulai panas di sini" mereka berdua masuk ke mansion dan tayuya segera menghidangkan minuman dingin kepada nyonya besar dan tuan muda.
"ngomong-ngomong apakah kamu mau , naru-chan , di jodohkan dengan rekan kerja ayahmu?"
"heh, kaa-san jadi itu serius ya, kukira bercanda"
"heh...tentu saja serius, bagaimana kau bersedia tidak ?"
"aku bersedia saja di jodohkan, tapi kalau menerima atau tidaknya, itu urusan aku ya,"
"ek... Naru-chan dari mana kamu mempelajari permainan kata-kata tingkat tinggi itu"
kushina kaget dia tak taahu kalau naruto menguasai permainan kata-kata, untung kushina menyadari karena kushina dulu pernah menjadi pengacara, maka dia harus pintar bermain kata-kata
"heheheheheh" naruto mengeluarkan cengiran 5 jarinya
"ngomong-ngomong siapa yang akan di jodohkan denganku kaa-san"
"itu...RAHASIA tunggu saja seminggu lagi, kau akan tahu nanti"
naruto mencium angin tak enak dari ini, naruto memasang tampang serius, tapi itu malah mebuat kushina tertawa terpingkal-pingkal

Seminggu kemudian...
"naruto nanti malam aku harap kau, tidak kemana-mana " ucap tsunade
"memang ada acara apa, nanti malam baa-chan?" tanya naruto polos
"kau akan bertemu , calon istrimu, cucuku" ucap jiraya yang baru turun dari lantai 2
"Heh, ya baiklah , eh Jii-chan, ngomong-ngomong celanamu mana ? Jangan bilang kau sudah pikun" kemudian jiraya menatap ke arah bawah, "oh sial , aku lupa" dia langsung berlari kembali ke kamar untuk memakai celananya"dasar orang tua, " gerutu tsunade, "hei kau sendiri juga sudah tua, sudah bau tanah, kenapa tidak mati saja dan bagikan segera warisanmu"(Wuh mainstream nih naruto #PLAK) ucap naruto sambil pergi mengarah ke taman belakang tersirat masih ada kebencian kepada neneknya, "dasar anak bodoh, Kau ingin aku cepat MATI YA!" tsunade berteriak-teriak, naruto hanya melenggang pergi, menma dan nagato yang baru saja keluar dari dapur sempat mendengar apa yang di ucapkan naruto, mereka hanya bisa Kaget sambil membuka mulutnya, karena hanya naruto yang berani berbicara ke pada neneknya
"oi, nii" ucap menma
"iya , ada apa men-kun" jawab nagato
"kau berani , melakukan apa yang naruto baru saja lakukan?"
"geh... aku masih sayang sama kepalaku...", kyuubi tak lama kemudian keluar kamar hendak turun kebawah, ia memperhatikan ke-2 adiknya menatap keduanya karena membuat ekspresi aneh

Hyuuga's Mansion
gadis bermambut indigo beriris lavender sedang menangis tersendu-sendu di ranjang kamarnya mengingat kejadian kemarin malam,
Flasback on

Hinata berjalan menuju keluar dari komplek unversitas negeri konoha, dia hari ini kuliah sore dan baru selesai pada pukul 19.30, dia berjalan menyusuri trotoar untuk mencari taksi atau sejenisnya, tanpa sengaja ia melihat kekasihnya, Inuzuka Kiba berjalan dengan sorang gadis, mesra sekali, sesekali kiba mencium pipi gadis itu, hinata sontak marah dan melabrak kiba
"KIBA! SIAPA DIA!" hinata berteriak emosi,
"Nee, kiba-kyun diakah wanita Kampungan yang kau ceritakan" ujar gadis itu memandang hina hinata
tanpa menjawab gadisnya, kiba berbicara"dia adalah gadisku hinata, memang kenapa?"
"Tapi, kiba kita-kan" hinata mulai menangis
"kita putus saja hinata, sebenarnya aku sudah bosan denganmu, karena kamu sudah membosankan"
"Tapi... kenapa kiba... kenapa... padaha aku..."
"hah, karena kau terlalu kuno, terlalu menjaga tradisi ini..lah itu...lah, merepotkan, dan lagi , Aku tidak suka dengan ayahmu itu, terlalu kuno , Ini abad 21 hinata, bukan abad 18, ayo , Sara kita tingggalkan saja dia"
"Tak ku kira kau adalah lelaki "PENGECUT" kiba, aku kecewa padamu yang tak mau memperjuangkan Cinta kita" hinata mulai tersendu. Kiba hanya melenggang pergi sambil merangkul gadis barunya kiba berjalan menjauhi hinata. Hinata hanya bisa menangis tersendu sepanjang perjalanan pulang.
Flashback Off

"Nee-chan, sudahlah hentikan tangismu" adik hinata , hanabi menenangkan hinata, "nanti sore Tou-san pulang , mohon hentikan tangismu , aku tak mau nee-chan di marahi tou-san" , hinata masih tersendu-sendu "B-baiklah hanabi, nee-chan, akan berhenti"
"nah gitu dong, kan gak pantes kalau nee-chan menangis pas nanti calon suami nee-chan berkunjung ke sini, Upssss!" hanabi keceplosan dan langsung membekap mulutnya
"Apa ?" hinata kaget saat mendengar pernyataan hanabi
"T-tidak apa-apa , nee-chan" bohong hanabi, tiba-tiba tatapan hinata berubah tajam , (Yandere mode:on)
"Hanabi..." panggilnya lirih
"i-iya nee-chan" hanabi muali takut pada sifat ke-2 kakaknya ini yang muncul apabila dia tahu bila dia sedang di bohongi
"Adikku ~sayang~ mari sini, duduk di samping nee-chan" hanabi berjalan dan duduk di samping hinata yang sedari tadi meringkuk di kasurnya
"Sekarang , ceritaakan pada nee-chan ~Se-Mu-A-Nya~ , " ujar hinata dengan nada imut tapi dengan aura ayng sangat gelap, akhirnya dengan air mata yang di tahan karena takut hanabi menceritakan semuanya, dari awal sampai akhir yang dia ketahui, tentang hinata yang di jodohkan dengan rekan bisnis Ayahnya yang tak di ketahui namanya dan Bla...bla...bla... akhirnya hinata kembali normal, dan melemparkan tubuhnya ke kasurnya,pusing... itulah yang di rasakan di kepala hinata... "tuhan mohon ampuni aku...aku sudah tak kuat kepalaku mau pecah"

Skip Time

Hinata sekarang berada di kamarnya dengan beberapa maid dari keluarga Hyuuga, sekarang hinata sedang di make over, untuk jamuan makan malam ini, dia tampak cantik bak bidadari turun dari langit di hiasi yukata berwarna lavender menambah kesan anggun pada hinata. Tapi ia tertunduk tak bersemangat, "kenapa semua begitu mendadak, apakah tou-san tidak bilang padaku sejak dulu, kenapa...kenapa...kenapa..." semua pertanyaan itu mengiang-ngiang di kepala hinata, semua sangat amat mendadak, ia belum siap bertemu dengannya, bagaimana calon suaminya nanti jelek, gendut, tukang makan, apalagi "mesum" setiap hari selalu ingin melakukan "Itu" ,bibir hinata gemetar menahan tangis, tapi semua telah terlambat, sekali ayahnya bilang YA maka semua harus YA, tak ada toleransi.

-XX-

Jam 17.00

"ting-tong" bell rumah mansion hyuuga berbunyi dan segeraa di bukakan oleh seorang maid , terlihat 2 orang laki-laki berambut kuning, dan seorang perempuan berambut merah
"silahkan masuk tuan minato, tuan hiashi menunggu anda di ruang tengah" ucap seorang maid bermata rembulan, sambil mempersilahkan mereka ber-3 masuk, Terlihat Hiashi,Hikari (istri hashi) , danneji
"yo... Lt " Ucap neji sambil berdiri san memberi hormat pada Naruto
"Istirahat Staff sergeant, santai kita sedang tidak berseragam, Neji." Ucap naruto dengan senyumnya
"ah iya, hehehehe" tawa neji
"sejak kapan kalian akrap neji" tanya ibu neji
"sejak di tim-teng kaa-sama, 6 hari sebelum pulang , aku bertemu dengannya The Heroes Of Kairo ini , 'ACE' Lt. Namikaze Naruto" ucap neji menjelaskan
"Heh..." semua orang yang ada di situ cengoo tidak paham, Neji mulai menjelaskan
Flashback on

Kabul, Afganistan 5 hari setelah insiden kairo
Naruto berjalan gontai menuju baraknya, Shion, Break, dan ray telah tiada, tubuh mereka di temukan di sekitar pantai 12mil dari lokasi insiden, semua korban telah di bawa kembali ke markas untuk di semayamkan dan siap untuk pemakaman, tapi saat bejalan tiba-tiba ia menabrak seseorang
"ah...maaf...aku tak sengaja" ucapnya
"ya.. Lt tidak apa-apa" Ucap orang itu, naruto merasa tidak asing dengan suara itu menoleh, lelaki dengan rambut coklat dengan model sama dengannya, dan... mata rembulan "neji..."
"yo lama tak jumpa naruto," sambil memberi hormat pada naruto, karena dalam militer pangkat neji lebih rendah dari naruto yaitu sergeant(sersan) , "turunkan tanganmu neji, aku akan ke kantin, mau ikut"
"sepertinya tidak buruk" mereka berjalan ke kantin diselimuti kesunyian, mengingat dia pernah menghajar naruto hingga mengalami pendarahan perut yang cukup parah hanya karena Baju sekolah adiknya tak sengaja terkena setetes tetesan tinta spidol karena kesalahan naruto yang mengibas-ngibaskan spidol karena di kiranya tintanya habis
"he, Naruto, kau tidak dendam padaku ?"
"dendam, apa memang kesalahanmu padaku, neji"
"hah... masih ingat insiden setetes tetesan tinta spidol" naruto membelalakkan matanya lalu tampangnya kembali lagi
"Hah... aku sudah tak memikirkan itu lagi neji, itu hanya masa lalu, memang dengan aku dendam padamu sekarang , memang efeknya apa di masa lalu ? hah biarlah aku sudah memaafkan kalian semua"
"tapi..." ucap neji belum selesai tapi sudah di sela oleh naruto
"aku dulu masuk ketentaraan , sebenarnya aku ingin membuktikan pada kalian semua kalau aku bisa, dan dengan itu aku jadi punya kuasa setidaknya modal untuk membalas kalian semua, tapi semua itu berubah, setelah aku pikir tak baik menyalah gunakan suatu kekuasaan,karena kita tentara , kita harus melindungi perdamaian ini,memeberi rasa aman pada warga apa lagi kita Adalah UN, karena setinggi apapun kekuasaanmu , jika itu di medan perang , semua itu hanya "BULLSHIT(Omong kosong)" ucap naruto
"ya naruto, aku setuju denganmu, jika orang bertanya padaku , "kenap sih neji kau mau berperang, apa kau kecanduan perang", atau sejenisnya aku memilih untuk tidak menjawab , karena mereka tak tau apa yang terjadi di sini" ucap neji sambil menepuk bahu naruto
"ya... kau benar kawan ku , The Last Man on Squad" ucap naruto dengan senyum, dan setelah hari itulah naruto dan neji seperti sahabat, neji berusaha menyemangati naruto karena kehilangan seluruh kawan-kawannya, neji mengerti perasaan naruto karena dia juga mengalami hal yang sama dengan naruto

Flashbak OFF

Mereka berempat orang tua neji dan naruto kaget, ternyata mereka mengalami hal yang menyakitkan di medan tempur sana, hiashi dan minato, adalah 2 orang yang paling merasa bersalah pada naruto dan neji, Hiashi sempat mengusir Neji karena saat kelulusan neji tak mau berkuliah untuk meneruskan perusahaan ayahnya, minato juga tak memperhatikan naruto, saat mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing tiba-tiba
"oi... kok suram, ah merepotkan para orang tuaa ini, sebenarnya tujuan dari berkumpul ini apa ya ?"
"tou-sama, ka-sama, kalian tidak lupa kan dengan tujuan awal kita adakan ini?" Tanya neji
"ah iya... hinata turunlah nak" Panggil hiashi, tak lama kemudian hinata turun dengan anggunnya , naruto hanya menatap hinata dengan wajah tercengang, "dia adalah anak yang akan aku jodohkan dengan anakmu, minato" ucap hiashi pada minato
"dia kan dulu satu sekolah dengan anakku yang terakhir, kan dia tambah cantik.. " ucap minato terkejut
"Ah... seperti bidadari , ya mina-kun" ucap kushina bahagia
"hmmmm" minato mengngguk setuju

yang sedari tadi berdiri Naruto dan Neji, terpaku, neji tak percaya kalau hinata ternyata gadis yang manis, setaunya hinata adalah gadis cengeng, yang sering gugup+gagap, serta pingsan jika bertemu dengan namanya naruto, tapi sekarang hinata menggunakan yukata lavender dengan corak bunga sakura , rambutnya di biarkan tergerai, serta ada hiasan jepit bunga lili di sebelah kiri
"oi neji, apakah kau punya rasa sesal ?" tanya naruto
"Ya tentu saja kawan, andai dia bukan adikku, pasti dia sudah ku-pacari"
"dan sayangnya semua itu hanya bayanganmukan ?"
"hm..." neji mengangguk

Mereka duduk berkumpul dan berbincang dan naruto, dia sedari memendangi hinata, gadis yang dulu selalu dekat dengannya , gadis lugu nan lucu , tapi sayang naruto saat itu tidak peka pada keadaan sekitarnya karena pengaruh psikologisnya, dan hinata menunduk malu dengan wajah memerah, karena sudah lama tak bertemu naruto, lelaki yang ia sukai, yah...meski sempat menghilang 5 tahun, dan hinata juga sudah beberapa kali pacarang, tetap saja sebagian besar hatinya sudah di isi oleh naruto, di isi oleh tawanya, tangisnya , wajah gerutunya dan lainnya
"lebih baik kalian ke taman belakang, kalian ingin ini pasti saling merindukan, iya kan naruto ?" ucap neji bagai orang dewasa
"Terima kasih neji, aku berhutang satu missile untukmu" ucap naruto sambil tersenyum, neji hanya memberi isyarat padanya untuk segera mengajak hinata, lalu naruto berdiri dan menggandeng hinata ke taman belakan mansion hyuuga, Dalam pikiran naruto, kelembutan tangan ini, mengingatkan pada seseorang yang berharga di hatinya, sayang orang itu telah pergi untuk selama-lamanya. Tiba-tiba naruto memeluk hinata , hinata terkaget, naruto membisikkan sesuatu
"Hinata..."
"hmm, naruto-kun?"
"kau masih berpacarang dengan Kiba, si anjing itu?"
"t-tidak.. a-aku sudah putus d-dengannya" jawab hinata dengan gugup
"Bagus, karena kau akan menjadi nyonya namikaze" sambil melonggarkan pelukannya untuk memandang hinata, tersenyum dia tersenyum tulus,
"N-naruto kun, ternyata a-aku memang tidak b-bisa melukan, N-naruto kun, k-kamu sudah terpatri di hatiku, aku tak bisa melepasnya meskipun aku berusaha" hinata mulai terisak
"hinata... mohon jangan menangis, ok" naruto mulai panik dan mengelap air matanya dengan ibu jarinya
"kamu jahat , n-naruto kun, kenapa kamu ,meniggalkanku, bahkan tak memberi kabar pada semua orang, dan kamu... dan kamu... dan kamu..." ucap hinata terpatah-patah sesenggukan karena tangisannya, matanya kemudian terbelalak, karena serasa mulutnya tersumpal sesuatu, naruto tiba-tiba mencium bibir hinata, ciuman penuh dengan kasih sayang, naruto melepas ciumannya dan

"mohon jangan tinggalkan aku, hinata,aku tak ingin kehilangan orang yang aku cintai 'Lagi',"
"dan kamu berjanjilah naruto-kun, untuk selalu pulang dengan hidup dan utuh, " Naruto kembali memeluk hinata dengan erat seperti tak mau kehilangan hinata "shion inikah yang kau maksud dalam kata-katamu, inikah arti kenapa aku hidup setelah semuanya yang kita alami, sekarang aku mengerti terima kasih shion,terima kasih tuhan karena telah mengirimkan malaikatmu turun ke bumi ini untuk menjagaku" ucap batin naruto, di saat semua keromantisan ini tiba-tiba
"ehem..."
"N-neji" ucap naruto gugup
"apakah kalian tidak lapar, ayo masuk kita makan malam bersama semuanya"
"OK" naruto berjalan menuju dalam rumah sambil terus menggandeng tangan hinata, dan hinata hanya bisa menunduk dan wajahnya memerah bagai tomat. Tiba-tiba ponsel naruto berbunyi,
"ya , selamat malam ?" Ucap naruto
"selamat malam, dengan Liutenant Naruto ?" tanya di seberang
"ya saya sendiri, siapa ya?"
"saya kopral suigetsu JSSDF"
"oh. Ada perla apa dengan saya, Kopral ?"
"Besok marsekal sarutobi ingin bertemu anda di JSSDF Air Force pukul 10.00"
"OK. Saya akan kesana besok, terima kasih atas informasinya , kopral"
"Sama-sama Lt, Selamat malam , maaf mengganggu malam anda"
"ya , " naruto menutup smartphone nya, dan mengembalikannya ke dalam saku
"s-siapa naruto-kun?"
"oh tidak apa-apa hime, besok aku hanya akan berkunjun ke JSSDF, itu saja "
"hmm..." hinata mengangguk malu karena panggilan naruto yang tiba-tiba ke hinata

-XX-

Saat makan malam semua tenang menikmati makan malam, hiashi menatap naruto, ia adalah pria dengan kemampuan melihat sifat dari aura yang di pancarkan seseorang, dulu sewaktu masih SMA menurut hiashi sifat naruto dulu adalah, sangat kekanakan, bodoh, suka membuat keonaran, cengeng, dan juga sangat tidak wibawa, berbeda dengan seluruh saudara dan juga orang tuanya, tapi sekarang auranya berubah, menjadi sangat berwibawa, berjiwa pemimpin, dewasa dan juga berkeyakinan kuat, tapi yang membuat ia terkejut aura di baliknya sama seperti anak pertamanya, neji, Tatapan tajam, penuh dengan keberanian, tak takut dengan namanya kematian, selalu siaga , dan juga yang paling pentingn adalah Sifat alamai para tentara yaitu 'HAUS DARAH' , hiashi menutup matanya seberntar, "Sebegitukah kejamnya Garis depan, bahkan bisa membuat orang-orang yang terjun menjadi tak takut, dana siap akan kematian, mereka memilih mati dari pada tersiksa, Sangat ironis memang tapi itulah garis depan, Huh" batin hiashi dengan menghembuskan nafas,
"Kalian akan bertunangan 3 hari lagi dan pernikahan diadakan seminggu setelahnya" Ucpa minato memecah keheningan
"hoi, tou-san memangnya tak terlalu cepat ?" sanggah naruto
"hmmm, aku rasa tidak" ucap hiashi
"yah kalau memang begitu ku serahkan semua ke pada kalian , aku tak mau repot-repot , semua kemelut di udara itu saja sudah membuatku pusing, aku tak mau kepalaku meledak paman, yang aku mau nanti pokoknya, sudah jadi, Tinggal tanda Tangan "DENGAN SEPIDOL HITAM" ucap naruto menegaskan kata terakhir
neji menanggapinya dengan santai, dan hanya tertawa pelan, sedangkan hiashi kaget merasa tersindir , teringat insiden penyebab naruto mengalami puncak kehancuran. Kushina yang tau maksud naruto berbisik pada anaknya
"sebaiknya jangan gunakan lidah pahitmu untuk sekarang ini, Naru"
"siap komandan" tanggap naruto sambil memberi hormat pada ibunya ala militer, neji semakin terkikik, hinata dan ibunya juga menahan tawa, minato dan hiashi hanya diam mendengar ucapan "lidah pahit" naruto. Malam semakin larut keluarga namikaze pamit undur diri, sebelum berpisah naruto memberi pelukan lembut ke hinata dan ciuman singkat di dahinya. "dasar anak muda" batin ke-2 orang tua sejoli itu sambil Sweatdrop ria. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing, naruto tersenyum-senyum sendiri saat di mobil, sedangkan hinata langsung masuk ke kamar dan melemparkan tubuhnya ke ranjangnya dengan wajah memerah dia terkikik "yaaaaaaaaaaaaaaa, senangnya aku di panggil naruto-kun, dengan sebutan hime..., memang aku tidak bisa lepas dari naruto-kun, haaaaaaaaaaaaaaaaaaa" hinata berteriak girang di dalam hati seakan melupakan semua kesedihan karena putus Cinta yang baru saja di alaminya

TBC

Reviewnya please, karena review anda adalah Benshin saya... XD, srry bila masih ada typo, Hal tersulit yang bisa di hindari, karena saya mengerjakan ini malam hari