Chapter 8: My Lovely Lavender
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi
Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer
Keesokan paginya Namikaze's Mansion
"ting-tong" bel rumah mansion namikaze berbunyi, tak lama pintu pun terbuka, terlihat wanita berambut merah , melihat gadis bersurai indigo menggunakan dress selutut dan menggunakan high hill ada di depan pintu dia langsung memeluk erat hinata, "selamat datang menantuku, Ada apa pagi-pagi kemari, heheheh, mau bertemu naru-chan ya?"
blush... wajah hinata bagaikan kepiting rebus merah...
"hehehe, i-iya O-obasan, ini adalah sedikit titipan dari ibu, i-ini acar yang buatan keluarga kami" Kata hinata malu-malu, "ara...ara... kok merepotkan sih sini ayo masuk , nanti naru kupanggilkan" ucap kushina menggandeng tangan hinata, terlihat di depan TV naruko yang tidur di atas sofa sambil memainkan Smartphonenya, menma yang bermain game dengan kakaknya, Nagato dan juga kyuubi dengan kacamatanya membaca lembaran-lembaran kertas, menyadari ada yang datang kyuubi tersadar
"eh ada calon adik ipar, mari sini duduk sama-sama"
"i-iya kyuubi-ne..."
"eh ada hinata-chan, gk kuliah hari ini " tanya naruko dengan suara imut
"T-tidak naruko-chan hari ini aku tidak ada kuliah, jadi aku di rumah saja" jawab hinata
"eh ngomong-ngomong di mana ya naru?" tanya menma penasaran
"iya.. masak calon istrinya datang dia malah di kamar , gk turun-turun," nagato menambahi,"Yo para cucuku, apa kalian sehat-sehat saja" tiba-tiba kakeknya muncul begitu saja bersama neneknya, "Kami semua sehat , baa-san , jii-san" jawab semua serempak
"Eh, calon cucu menantu, kamu mencari naruto ya sayang ?" ucap tsunade lembut
"i-iya tsunade baa-san, aku sedang Ingin mengunjungi naruto," jawab hinata lirih .akhirnya yang di tunggu pun muncul juga, tapi ada yang aneh dengan baju naruto, Naruto saat ini memakai pakaian militer resmi (PDH : Pakaian Dinas Harian) lengkap dengan semua medali di sebelah dada kanannya, dia terlihat gagah dan berwibawa membuat semua orang di ruang keluarga terpaku sesaat, bahkan kyuubi sampai melepas dan memasang kembali kacamatanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini
"he, hime-chan, kenapa kamu ke sini? Kenapa tidak menghubungi aku?" tanya naruto terkejut pada hinata
"A-aku ingin memberi naruto kejutan, tapi sepertinya naruto-kun sendiri gak terkejut?" jawab hinata dengan wajah yang sudah sangat merah
"yaaa, aku terkejut , " mendekati hinata dan mengelus puncak rambutnya "kalau begitu tunggulah di sini ok, oi kalian jangan biarkan hinata bosan , dan juga jangan menggoda hinata ok atau...Klek..." naruto mengeluarkan sesuatu dari balik jas militernya, sebuah pistol model FN ES 5.7 (Baca Five seven) dan mengokangnya siap untuk menembakkan pelurunya. Nagato dan menma hanya mengangguk takut, tsunade, kyuubi, naruko, syok... dan "bletakkk... BODOH JANGAN MAIN PISTOL DI RUMAH, APA LAGI ITU PISTOL SUNGGUHAN" bentak kushina sambil memukul keras kepala naruto
"Iya-iya kaasan aku tau, ini juga magazine nya belum aku pasang" naruto sambil menutup setengah matanya
"memangnya kamu mau ke mana N-narutokun" tanya hinata
sambil mengelus pipinya yang memerah, "aku mau ke JSSDF air base, ada yang aku mau bertemu denganku, hanya sebentar kok hime-chan, setelaah selesai aku pasti langsung pulang , maka dari itu tunggu aku ya.." ucap naruto dengan senyum lembut "pembunuhnya" yang bisa membuat shion pingsan saat semasa hidupnya , dan ternyata itu juga berefek sama kepada hinata , tapi hinata berusaha tidak pingsan dan ujung kepala hinata mulai mengepulkan uap...
"naru, sudah jangan menggoda hinata , dia malu tuh..." ucap kyuubi
"iya-iya , aku berangkat , hinata mohon betahlah menungguku, anggap saja rumah sendiri" naruto pergi meniggalkan mereka sambil melambaikan tangan kearah hinata.
"hoi, kakek mesum, kau mau pergi ya, sekalian nebeng antarkan aku Ke JSSDF Air base"
"hah? Iya-iya bocah sialan , memanggil kakeknya dengan panggilan kakek mesum, dasar cucu durhaka" gerutu jiraiya, naruto hanya nyengir seperti biasanya, dan berjalan ke arah garasi
"masuklah" surub jiraiya pada naruto
"ingat umur kenapa kau ini, sudah bau tanah masih saja bertindak muda" ucap kesal naruto melihat mobil sport kakeknya bermodel Pagaini Zonda,
"hah terserah aku lah, aku kan menikamti hidup ini nak" naruto hanya bisa sweatdrop mendengar kakeknya
Perjalanan menuju JSSDF Air Base, di selingi oleh gelak canda cucu dan kakek ini, setelah sampai, jiraiya hanya mengantar naruto sampai gerbang utama saja, setelah jiraiya pergi naruto masuk ke dalam markas , dan disambut oleh wanita berpangkat Sergeant , cantik dan manis, itu lah kesan naruto, tapi naruto ingat bahwa dia sudah punya kekasih yang sudah di tunangkan kepadanya, , naruto mengikuti wanita itu menuju kantor marsekal, setelah mengetuk pintu ia pun masuk,
"selamat datang , Lt" sapa orang yang kelihatannya sudah tua dan berpangkat bintang 2 di pundaknya
"terima kasih atas sambutannya, marsekal Sarutobi " jawab naruto sambil memberi hormat, setelah naruto di persilahkan masuk dan duduk .
"ok aku bukan tipe orang yang berbasa-basi, aku akan to the point saja, Setelah cutimu habis, kau akan bertugas di Sini,Lt sebagai pilot reguler"
"oh, siap, tapi aku tak tahu apa aku bisa betah di sini, mungkin karena di sini terlalu tenang"
"hoi...hoi... semua tentara mengharapkan ketenangan Lt, apa kau ini Kecanduan Perang?" tanya sarutobi, naruto hanya tersenyum lembut dan mengangkat bahu, "oh iya jika aku akan di tugaskan di sini, bolehkah aku berkeliling, Marsekal ?"
"boleh mari ku temani" ucapnya santai
"oh tak perlu repot"
"ah biasa saja, aku Cuma mencari angin segar, penat seharian di kantor seperti ini,"
setelah itu naruto, marsekal dan juga 2 pengawalnya,pergi berkeliling markas, melihat ruang perawatan pesawat, landasan tower pengendali, dapur, dan lain-lain dan sampailah naruto di bengkel perbaikan yang di peruntukkan kepada mobil-mobil tempur, di lihatnya sebuah mobil Humvee model militer terparkir di sudut ruangan,
"hei , marsekal apakah benda ini tidak berfungsi ?"
"entahlah nak, benda itu mengalami kerusakan misterius saat di gunakan oleh pasukan pertahanan Lanud , dan para teknisi kami sudah berusaha , dan tetap tak membuahkan hasil dan hasilnya itulah, dia hanya menajadi barang pengumpul debu di pojok ruangan, kami berencana mengembalikan ke pabrik untuk ditukar-tambah ke unit yang baru(Cie Tukar tambah, emang pasar Loak ? #PLAK)"
"kalau aku bisa membetulkannya , bolehkah aku membawanya pulang?"
"silahkan kalau kau bisa membuat dia menyala lagi, gratis untukmu, nak"
"ok , Deal..." ucap naruto dengan bersalaman dengan sang marsekal, segera ia mendekati mobil itu, mendorongnya agak ke tengah agar bisa di check, lalu melepas seragam militernya menyisakan pakaian kaus dalam ketat dan celana PDH+sepatu, setelah menggantungkaan pakaiannya di gantungan yang ada, naruto mulai membuka kap mesin, mencoba mengecheck keadaan mesin,
"OK mesin terlihat bagus, kompresinya juga baik-baik saja, hm.. ini juga , masih bagus" sambil menggumamkan kata-kata yang tak begitu jelas tiba-tiba
"eeek... Apakah anda Lt. Ace Namikaze naruto?" ada seorang anak muda yang berdiri dengan tatapan terkejut, "ya , ada perlu apa prajurit,?" jawab naruto sambil menghentikan kegiatan "bongkar-bongkar"nya sejenak. "P-perkenalkan saya Private (prajurit) Konohamaru, saya bertugas di sini, pak !?" ucap anak muda yang bernama konohamaru itu. "ya , dan ?" tanya naruto lagi.
"Saya mendapat perintah dati komandan satuan , untuk membantu anda , Pak" jawab konohamaru penuh dengan kegugupan, "Ok baiklah, bisa ambilkan , kunci-kunci yang ada di kotak sana ?" ucap naruto sambil tersenyum hangat, melihat prajurit muda yang lucu ini
"Siap pak!?" jawab konohamaru sambil memasang wajah ceria berlari menuju kotak penyimpanan peralatan bengkel lalu berjalan ke arah naruto untuk membantunya memperbaiki Mobil tersebut
Sementara itu di Mansion Namikaze
Hinata, Kushina, Dan Naruko mereka berjibaku di dapur, untuk memasak makan siang, mumpung semua sedang berkumpul karena tidak ada kuliah, dan nagati dan kyuubi mengambil cuti, mereka menyiapkan makan siang untuk semua keluarga dan calon menantunya, memang banyak maid di sini, tapi untuk urusan dapur kushinalah yang mengurusi, bahkan saat pernah di adakan pesta ulang tahun Kyuubi nan megah, kushina sendirilah yang menjadi kepala koki di dapurnya untuk menjadi menara komando untuk para kokinya agar masakan mereka memuaskan dan itulah yang terjadi hingga sekarang, mereka memasak sambil di iringi candaan terhadap hinata, naruko dan kushina adalah tipe orang yang heboh, mereka sudah entah berapa kali sudah membuat pipi hinata merona merah. Sambil memotong sayuran hinata melihat jam, sempat kawatir karen sudah hampir waktu makan siang tak kunjung pula calon tunangannya pulang
Tak berapa lama berselang terdengar deru suara mobil , suara mobil itu terdengar asing di telinga semua orang yang ada di mansion itu,
"nagato-nii itu mobil siapa ya?" tanya menma sambil memasang telinga dengan tajam
"aku juga tak tahu, suaranyaa mobil itu terdengar asing, di telingaku, ?" ucap nagato sambil mengorek-ngorek telinga
"Itu suara Jeep Humvee, bodoh!" seru Kyuubi yang berhenti sejenak memandangi dokumen-dokumen itu
"oh... hehehehe jngan-jangan Kyuu-ne, sudah balikan lagi nih ama si sasori itu? Hanya Dia kan orang yang punya mobil Humvee setahuku, kalau tidak salah warna putih(Humvee model sipil), ya kan" goda nagato dan "Wingggggggggggg...Brak..." sebendel dokumen kertas sukses terkena kepala nagato
"ah... itu sakit kyuu-nee, memangnya kenapa sih kok , putus ama si sasori itu?" tanya nagato mengungkit masa lalu kakak tertuanya, kyuubi hanya memasang tampang marah di balik kacamatanya, dengan wajah memerah karena marah ,serta matanya yang mulai banjir.
"ah jangan gitu dong Nii, kamu kan tahu kalau sasori itu ternyata..." ucap menma menggantung kata-katanya , dan memandang nagato memberi isyarat
"GAK BISA BERDIRI...Wkwkwkwkwkwkkw" mereka berucap bersamaan dan tertawa terbahak-bahak, kyuubi yang sejak tadi memesang tampang marah tiba-tiba menangis dan memeluk neneknya "Huuuuuuuuuuuuuuuuu... Baa-san mereka berdua jahat, Hiks...hiks...Huuuuuuuuuuu" kyuubi tersendu-sendu di pelukan neneknya, yah seperti itulah sifat kyuubi selalu memasang tampang cool, tapi kalau menangis bisa seperti anak kecil umur 5 tahun padahal usianya sudah hampir 27, ( catatan usia namikaze bersaudara Naruto, Naruko, Menma 23(hampir 24), Nagato 25(Hampir 26), "hora kalian sudah kelewatan bercandanya" tsunade menatap tajam mereka berdua , nagato dan menma, sambil terus memeluk kyuubi supaya berhenti menangis, yang menjadi tersangka malah melenggang pergi untuk melihat siapa pemilik jeep itu, setelah mereka melewati garasi, mereka terkejut dengan hadirnya 1 lagi mobil yang bisa di bilang baru, Humviee model militer dengan armor baja pelindung setebal 3 cm, anti peluru dan kebal tembakan roket, serta kaca anti peluru, dan yang keluar ternyata orang yang menghilang hampir 6 tahun itu,
"Naru ?..." teriak terkejut nagato dan menma
"heee,, nagato-nii? Menma? Kenapa kalian cengo seperti itu ?, oh oi iruka bisa minta tolong ?" ucap naruto memanggil iruka
"ada apa Tuan muda naruto?" tanya iruka
"bisa cucikan mobilku ini? Penuh dengan debu, bawa saja ke pancucian mobil itu tak pakai kunci karena ini model militer" ucap naruto pada iruka
"Baik tuan muda, saya akan segera berangkat" ucap iruka sambil membungkuk dan segera masuk ke mobil Humviee itu
"Naru dari mana kau dapat Humviee, ini ?" tanya nagato
"aku mendapatkannya karena menang taruhan, Mobil ini tak bisa jalan dan hanya mengumpulkan debu di pojok gudang JSSDF, dan aku membuat dia hidup lagi, hehehehe" ujar naruto cengar-cengir
"oh.. eh naruto... hehehe bisa aku pinjam nanti buat jalan-jalan" tanya menma mengharap
"Tidak" jawab naruto singkat dan pergi memasuki rumahnya
-XX-
"aku pulang" suara cempreng nan keras yang di rindukan hinata, "n-narutokun ,Okaeri" jawab hinata sambil berlari menghambur ke pelukan naruto, ada yang asing dari naruto, bau oli dan minyak saat memandang wajah naruto hinata terkejut "Are, apa yang terjadi dengan wajahmu naruto, penuh noda hitam, dan juga tubuhmu bau oli, kenapa..." kata-kata hinata terpotong karena naruto menempelkan jarinya ke bibir hinata, " sudah lah hime , nanti aku ceritakan, sekarang aku mau mandi dulu, OK" ucap naruto mengecup bibir hinata singkat, hinata langsung menunduk malu, lalau memandang punggung tegap naruto yang berjalan menuju kamarnya
Saat makan siang
naruto telah selesai mandi dan bau olinya sudah hilang di ganti dengan bau citrus yang menggoda, memakai kaus ketat seperti biasanya, entah kenapa naruto sekarang suka memakai kaus ketat ala militer yang memperlihatkan tubuh atletisnya, dan sebuah celana pendek selutut ia duduk dan mulai memakan makan siangnya
"naruto boleh ya?" ucap menma mengeluarkan jurus puppy eyesnya,
"sudah kubilang tidak, menma, kita semua sudah di beri mobil oleh ayah, kenapa tak memakai mobilmu sendiri saja, ?" ucpa naruto mulai kesal
"aku kan juga ingin naik ke mobil militer seperti itu?"
"Kau yakin menma, tidak ada AC, Tidak Ada DVD player untuk music,suspensi kasar tidak ada bla-bla-bla..." ucap naruto menjelaskan yang jelas setengah nya itu bohong besar, memang humvee model militer tidak ada AC, DVD PLAYER, TV , tapi semua itu di ganti dengan Radio komunikasi militer, radar, dan juga tempat penyimpanan senjata, untuk suspensi, tentu lebih nyaman dari pada mobil Termahal manapun, karena di rancang di semua medan, untuk AC yang satu ini di ganti dengan Sistem Mini Wind tunnel, yang merupakan sirkulasi udara yang sangat canggih sesuatu yang hanya di miliki sebuah kendaraan kelas militer, jadi tidak perlu takut kepanasan dan kedinginan jika di dalam mobil ini. Naruto hanya tertawa melihat menma percaya semua kata-katanya naruto terkikik geli , sambil memakan makanan yang ada di depannya. Setelah makan siang naruto mengajak hinata ke taman belakang mansion namikaze, duduk di sebuah bangku panjang yang terletak di bawah pohon beringin yang rindang, hinata duduk di sebelah kanan naruto menyandarkan kepalanya di pundak naruto, sedangkan tangan kanan naruto menggenggam erat tangan kiri hinata seperti tak ingin hinata lari, hinata yang mengetahui hal itu pun terkikik geli
"apakah ada yang lucu , hime ?" tanya naruto penasaran
"t-tidak naruto-kun, hanya saja k-kamu tidak perlu menggenggam tanganku seerat itu, aku tak akan kemana-mana kok naruto-kun" ujar hinata
"ah... maaf hime jika itu menyakitimu, tapi aku hanya tak mau kehilangan orang-orang yang aku cintai lagi" ujar naruto dengan nada sedih, hinata lalu berdiri dan menempatkan diri ada di depan naruto, hinata merendahkan tubuhnya hingga sama seperti tinggi naruto yang sedak terduduk, hinata meraih pipi naruto dengan ke-dua telapak tangannya, lalu berucap "aku tak akan meninggalkanmu naruto-kun, aku akan selalu berada di sisiku, meskipun seluruh dunia memusuhimu aku pasti akan tetap di sampingmu dan mendukungmu, maka dari itu jangan pasang wajah sedih seperti itu, ya" hibur hinata , naruto lalu mendekap gadis bertubuh mungil itu dengan lembut dan kasih sayang. Mereka bersantai di sana menikmati pemandangan dan angin semilir, ini adalah bulan september, mulai memasuki penghujung musim panas dan sebentar lagi memasuki musim gugur, naruto menidurkan kepalanya di "Bantal Legendaris" yaitu paha dari hinata, dan hinata mengelus-elus rambut kuning naruto, "ne... naruto-kun, bolehkah aku tanya sesuatu?" tanya hinata tiba-tiba
"mau tanya apa hime ? , akan aku jawab" ucap naruto yang bangun dari tidurnya
"bolehkah aku melihat wajah dari teman-teman satu team naruto-kun ?" tanya hinata yang agak takut. Naruto sempat terbelalak dan akhirnya kembali santai, "ayo ikut aku hime?" naruto menjulurkan tangannya, dan hinata pun menerima juluran tangan itu. Mereka berjalan menuju dalam mansion namikaze, menuju lantai 2 , kamar naruto, Setelah sampai di depan pintu kamar, naruto membuka pintu kamarnya dan menarik hinata masuk ke kamarnya lalu menutup pintu kamarnya, hinata sempat kaget karena naruto juga menutup pintu kamarnya, tetapi hinata tak berburuk sangka pada naruto.
Hinata duduk di pinggiran kasur ukuran king size milik naruto, di pandanginya seluruh kamar tampak sederhana dan rapi, meja belajar, kursi , dan almari tertata rapi , tak berapa lama naruto menghampiri hinata dan duduk di samping hinata, ia menyerahkan buku album foto pada hinata, "bukalah hime, semua kenanganku bersesama mereka ada di sini" ujar naruto
"baiklah naruto-kun" hinata mulai membuka selembar demi selembar buku album itu, hinata terkikik geli melihat album foto naruto foto-foto yang lucu, tingkah konyol naruto lah yang membuat foto itu tampak lucu dan berwarna, entah lembar ke-berapa , halaman tersebut berisi foto naruto menggunakan baju pilot lengkap dengan menenteng helmnya , di lihatnya naruto sedang berfoto tersenyum bersama ke-3 temannya, 2laki-laki dan 1 perempuan,
"mereka adalah sahabatku hime,kuperkenalkan kau, yang rambut pirang itu namanya Erik Johnshon Ray Suito, codenamenya:slash orang yang selalu menembak jatuh pesawat temput menggunakan Peluru , jarang sekali dia menggunakan missil, lalu si rambut coklat ini iserious break, codename:balzt, dia adalah orang yang suka sekali akan ledakan mereka selalu saja menggurutu saat melaksanakan misi, lalu wanita rambut pirang pucat ini... " naruto menggantung kata-katanya. "Edge...Shion... Shimada Shion, dia adalah..." naruto semakin tak tahan untuk membendung air matanya, "aku tau naruto-kun, dia yang di ceritakan bibi padaku" hinata merengkuh naruto, " tidak apa-apa naruto, menangislah. " ucap hinata dengan mengelus punggung naruto "tidak hinata, aku sudah berjanji tak akan menangisi shion lagi, jika aku menangisinya dia pasti akan sedih di sana" ucap naruto berusaha tegar, lalu naruto tersenyum lembut
"kau tahu apa hime , sebutan shion saat di udara sana?" tanya naruto kepada hinata
"aku tak tahu naruto-kun memangnya apa ?" tanya hinata penasaran
"Sky Dancer( penari langit ) itulah sebutannya, hime"
"sebutan yang cantik"
"ya , hime , dia bisa memanuverkan pesawatnya dengan gerakan yang unik, meski kau tahu dia akan menggerakkan pesawatnya ke arah mana, tapi kau tidak akan bereaksi apapun, seakan membeku di tempat, gerakan manuvernya sangat lembut, bahkan lebih lembut dari tarian manapun" menatap foto shion yang terpampang,
"dia cantik sekali naruto-kun, karena itukah dia menjadi sang putrimu naruto-kun" tanya hinata dengan tatapan lembut. Lalu Naruto hanya tersenyum lembut kepada hinata, "dan sekarang tuhan malah menurunkan 1 malaikatnya kepadaku sekarang , hime ?" hinata sontak wajahnya memerah , di ambilnya album foto itu, lalu di letakkan ke meja belajar naruto, "kau tahu hime, hari ini kau sangat cantik sekali" naruto semakin mendekat ke hinata, hinata mundur-mundur akhirnya dia sampai pada ujung jalannya, ia menyentuh tembok kasur naruto, "naruto-kun, ke-kenapa kamu ini?" hinata mulai takut,
"jangan takut, hime aku hanya sadar betapa cantiknya dirimu, seakan kau itu dari dunia lain, aku jadi tidak tahan..." naruto mulai mendekap hinata mencium bau harum lavender yang sangat memabukkan dari tubuh hinata,
"hime..." ucap naruto sambil mendekatkan wajahnya ke pada hinata
"n-naruto-kun...ap... hmmmmmmmmmm" bibir mereka berpautan, hinata yang awalnya takut kini malah menerima apapun yang di lakukan naruto, ciuman lembut lama kelamaan menjadi panas, lidah naruto keluar dan melangsak masuk ke dalam mulut hinata. "Hmph...Hmph..." hinata membalas ciuman naruto, lama mereka dalam posisi itu akhirnya mereka melepaskan ciuman mereka karena kehabisan nafas, "Heh...heh...naru... eh... naruto-kun ..." tak sempat menyelesaikan kata-katanya naruto kembali menciumi leher putih hinata, hinata mengerang kenikmatan atas perlakuan naruto." N-naruto kun... jangan... jangan buat Kissmark di situ, kumohon" seakan merasakan de-javu... "ja... kalau di lain tempat pasti boleh kan?" jawab naruto dengan seringaian serigala , hinata malu-malu dan mengangguk pelan, seakan tak tahan dengan kepolosan hinata membuat naruto kembali mengulum bibir mungil hinata, lidah mereka bertautan, penuh dengan nafsu... tangan kanan naruto yang sejak tadi "Menganggur" mulai memegang dada sebelah kiri hinata, mulanya memegang dan mulai meremas lembut." Hmmmmmmmmmmm..." hinata melenguh tertahan, tak bisa menahan kenikmatan yang di berikan naruto... tiba-tiba naruto menghentikan semua aktifitasnya secara mendadak "eh..." hinata kaget, bukannya dia tidak mau justru hinata mau lebih,lalu naruto turun dari ranjangnya dan menuju sebuah kursi dan duduk "hime-chan... kemarilah..." sambil menepuk pahanya mengisyaratkan hinata untuk duduk di pangkuannya, hinata hanya bisa menurut dan berjalan menuju naruto , lalu duduk di pangkuannya dengan berhadap-hadapan, kakinya bersilangan melewati pinggul naruto,tangan naruto menyentuh kediua pundak hinata lalu menurunkan dress hinata dari atas pundaknya, hingga bagian atasnya terbuka. Terlihatlah kulit putih seputih salju, dan bra warna lavender model bertali , hinata semakin memerah karena malu, di pandangi oleh naruto
"hime, jadi kamu suka pakaian dalam yang bertali ya?" ucap naruto polos
"egh... jangan seperti itu naruto-kun , a-aku malu". Ucap hinata gugup
"jangan malu seperti itu , kamu sangat cantik kau tau..." naruto mengatakan itu sambil menarik tali simpul bra hinata, "kyaaa..." jeritan kecil hinata saat branya lepas, terlihat gunung kembar yang berdiri tegak menantang setelah sebelumnya sempat memantul karena penyangganya hilang tiba-tiba,"bolehkah hime?"ijin naruto, hinata mengangguk malu-malu membuat naruto semakin tidak tahan. Naruto mulai menyentuh gunung kembar itu, Lembut...Bagaikan jeli... tak kuasa menahan nafsunya... naruto mulai menciumi payudara putih hinata, seperti orang yang kelaparan , naruto menciuminya dengan bringas, mengecup meninggalkan tanda merah dan membuat hinata merintih, "naruto-kun pelan-pelan, Egh... itu geli...egh...naruto-kun...hmhmhmhhmh..." hinata semakin rancau berucap... tangannya juga tak mau kalah, menyentuh-nyentuh puting pink milik hinata, mulai menggoda, memilin, memutar bagai layaknya tombol analog, hingga mencubit gemas... hinata serasa terbang ke langit , kepalanya mulai gila, tak kuasa rasanya tubuhnya ini , naruto mulai menghisap puting hinata , menghisap rakus bagaikan bayi yang lapar... "hmmmmmmm,nharuto..-khun... janghan...khumohon ..heh..heh...heh... itu terlalu nikmat... aku tidak tahan... aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh... hmmmmmmmmmmmmmmm..." hinata berusaha menahan teriakan nikmatnya karena naruto semakin keras menghisap putingnya, kenikamtan semakin memuncak dan memuncak akhirnya tubuh hinata mengejang dan melemas, hinata mencapai orgasme hanya karena hisapan payudaranya oleh naruto."pluk..." naruto melepaskan hisapannya, terlihat puting berwarna pink menjadi merah karena "ulah" naruto, hinata yang sudah lemas mulai ambruk ke belakang, langsung di tarik ke pelukannya, "kau tak apa-apa hime?" tanya naruto sambil mengusap puncak kepala hinata, "jahat...naruto-kun jahat... Itu terlalu nikmat naruto-kun..."
"mau dilanjut?" tanya naruto menggoda
"hm..."hinata mengangguk pelan respon tak terduga dari hinata, naruto tersenyum sambil memandangi kasurnya, bagai tahu maksud naruto,
"masih kuat berdiri, hime ?" tanya naruto
"M-masih, naruto-kun" jawab hinata. Ia mulai berdiri sambil menutupi dadanya yang terekspos, dia berdiri dari pangkuan naruto"eh..." hinata kaget melihat celana naruto yang "basah" karenanya, "ma'af naruto-kun aku membuat celanamu kotor" ucap hinata...
"hm... sepertinya kamu harus di hukum hime". Ucap naruto dengan seringai mesumnya
"hukum?" hinata mulai kawatir, naruto mulai beranjak mendekati hinata, mengecup bagian atas dadanya.. menjilat bagai menjilat permen... hinata kembali merasakan sensasi terbangnya... "ah... naruto-kun maafkan aku... aku...aku..aku... " belum sempat menyelesaikan kata-katanya naruto menyelanya "kau harus di hukum, hime bersiaplah , aku akan menelanjangimu , hime... aku ingin..." naruto menyeringai mesum sambil akan melepas dress milik hinata ,melorotkannya dari atas ke bawah, lalu segera setelah itu tak lupa naruto juga melucuti celana dalam hinata yang terlihat sudah basah oleh "cairan cinta" milik hinata,"Kyaa n-naruto-kun, jangan ini m-memalukan. "ucap hinata memprotes tanpa mempedulikan protes dari hinata naruto langsung menggendong hinata dengan bridal style menuju ranjang king sizenya. Menidurkan tubuh mungil hinata dengan lembut naruto langsung membuka bajunya, terlihat tubuh kekar nan atletis milik naruto, wajah hinata semakin memerah, naruto mendekati hinata memposisikan di atas hinata saat ini, hinata hanya pasrah. Tangan naruto mulai menggoda hinata mengelus bagian dalam paha mulus hinata, hinata mendesah merasakan sensasi aneh pada tubuhnya
"hmmmm...eh...naru...to..kun...eh..." hinata mulai mengeluarkan kata-kata rancu di saat tangan naruto menyentuh bagian tonjolan kecil di antara dua pahanya.
"geh...hmmmm...na...ru... kyah...mmmmmmmm " jerit hinata tertahan
"hime tak kukira, ternyata kamu itu perempuan nakal, ya ?" ucap naruto menggoda
"t-tidak naruto-kun, kamulah yang membuatku seperti ini, p-padahal ini adalah pertama kalinya untukku tapi...ahh...hmmmmmm" hinata kembali mendesah saat benjolan itu di cubit lembut oleh naruto, "hmmm... apa hime... ngomong yang jelas..." godanya lagi
"t-tapi...eh...ini...terasa...nikmat...Kyaa...Sekali...Hmmmmmmmm...kya...Hmmmmmm" tubuh hinata kembali mengejang. Cairan bening keluar dari lubang cintanya. Naruto kembali tersenyum. Senyum lembut yang bermaksud memaklumi, hinata kembali melemas meringkuk miring di tempat tidur naruto, kepalanya serasa terbang, bibirnya bergetar dan wajahnya masih memerah. Naruto berjalan menuju mejanya dan mengambil beberapa tisu dan mengelap bekas lumeran "cairan cinta" hinata yang keluar dari lubang cintanya dengan lembut hingga bersih. Hinata masih meringkuk miring dengan menggigit jarinya. Tubuhnya masih bergetar, naruto memeluk lembut hinata. "hime, Maaf ya , membuatmu seperti ini ?" ujar naruto sambil mengusap ujung mahkota surai indigo itu. "Naruto-kun..." hinata membalas pelukan naruto.
"ne hime. Kali ini sampai di sini saja ya ? nanti kalau kita sudah menikah, kita lanjutkan'' goda naruto
"eh..." hinata terkejut
"nanti kita buatkan orang tua kita cucu-cucu yang imut oke?" ucap lembut naruto sambil mengecup bibir hinata,
"hmm" hinata hanya mengangguk pelan , dia merasa lemas dan lelah, naruto memunguti pakaian hinata yang tercecer karena ulahnya, dan memakaikannya pada hinata. "jika kamu lelah kamu boleh tidur kok, di sini juga tidak apa-apa?" uajr naruto
"hmm, iya naruto-kun, bisa nyanyikan satu lagu untukku , naruto-kun?" ucap hinata memasang wajah memohon yg imut
"hah... hime kamu itu sudah 24 tahun, masak minta di nyanyikan lagu dan juga jangan memasang wajah seperti itu atau aku akan memakanmu ?" ujar naruto sambil mendengus
"kumohon"ucap hinata (puppy eyes no jutsu :ON)
"baiklah... lagu ini adalah lagu yang aku ciptakan sendiri, hime kuharap kau tidak tertawa" naruto mengalah pada hinata, sambil memeluk hinata di dekapannya naruto mulai bernyanyi lirih
"Everytime you kiss me..."
"i trumbled like a child"
"gathering the roses"
"we sang of the hope"
"you very voice is in my heartbeat"
"sweeter than my dream"
"we were there, in everlasting in bloom"
sambil memandang wajah hinata yang masih membuka matanya terpesona dengan suara merdu dan lirik lagu yang indah, mengingat dulu naruto memiliki suara yang cempreng, dan sekarang ia bernyanyi suaranya yang terdengar dari seperti suara dari surga, mengecup dahi hinata pelan naruto melanjutkan nyanyiannya
"Roses die the secret is inside the pain"
"wind are high up on the hill"
"I cannot hear you"
"Come and hold me close"
"I'm shivering cold in the heart of rain"
"darkness falls, i'm calling for the Dawn"
mulai dari sini , hati hinata bergetar lirik lagu itu bagai kisah hidup naruto, kehilangan orang yang di cintai lalu dia dia mendapat uluran cahaya dan mendapat malaikat penajaga yang akan menjaganya hingga akhir hayat, mata hinata mulai panas menahan airnya yang mulai penuh
"Silver dishes for the memories"
"For the days gone by"
"Singing for the promises"
"tommorow may bring"
"i harbour all the old faction"
"roses of the past"
"darkness fall and summer will be gone"
Hinata semakin bergetar, tangisnya mulai tak tertahankan , tapi dia terus menahan agar tidak meneteskan air matanya, tangan kirinya menggenggam tangan kanan naruto dengan erat. Lirik tersebut dalam pikiran hinata menggambarkan perjuangan naruto untuk terus bergerak maju, dan menerima segala yang terjadi di masa lalu, jika tidak maka dia akan tetap terjebak di lingkaran masa lalunya, naruto menyandarkan kepalanya di kepala hinata meneruskan lirik nyayiannya
"Joys of the daylight"
"Shadows of the starlight"
"Everything was sweet by your side my love"
"ruby tears have come to me , for your last words"
"i'm here just singing my song of woe"
"waiting for you, My love"
Bagaikan di jebol dengan pendobrak besar pertahanan hinata runtuh sudah , tangis hinata pecah mendengar lirik barusan, jadi selama ini naruto menunggu , menunggu orang yang telah di ikat oleh benang merah ke padanya, dia menunggu potongan tulang rusuk kirinya yang hilang. Tak terasa naruto juga meneteskan air matanya, tapi dia tanpa sesenggukan seperti hinata,
"Now let my happiness sing inside my dream..."
"Every time you kissed me"
"my heart was in such pain"
"Gathering teh roses"
"we sang of the grief"
"Your very voice is in my heartbeat"
"sweeter than despair"
"we were there , in everlasting bloom"
"Underneath the stars"
"Shaded by the flowers"
"Kiss me in the summer day my love"
"You are all my pleassure, my heart and my song, i will be dreaming in the past , until you come , until we close our eyes"
Tangis hinata semakin men jadi-jadi, tak di sangkanya semua kisah hidup naruto selama ini sangatlah sedih, bagaimana mau tertawa dia malah menagis dengan keras, sesenggukan naruto memeluk hinata lembut, mengusap-usap punggunggnya agar dia tenang , setelah agak lama hinata mulai tenang dan tertidur pulas, dia sudah kelelahan , tenaga terakhirnya di gunakannya untuk menangis tadi, " selamat tidur Hime, semoga kau memimpikan aku" ucap naruto sambil mengecup lembut hidung hinata
Sementara itu, sesaat sebelum naruto menyanyi.
kyuubi yang berjalan menuju kamarnya untuk mengambil beberapa berkas, dia tak sengaja mendengar seseorang bernyanyi , mengukuti suara itu dia berhenti di depan kamar naruto
"Eh.. naru menyanyi?" , ucap kyuubi terkejut, setelah diam sebentar menghayati nyanyian naruto, setelah lagu selesai, kyuubi melepas sebentar kacamata minusnya, mengusap air mata yang entah sejak kapan keluar
"Naru... ternyata kau mengalami hal yang berat ya, Maafkan Onee-chanmu yang tak berguna ini" ucap kyuubi lirih lalu melenggang menuju kamarnya dengan ekspresi yang sulit di artikan.
TBC
Song: Everytime you Kissed me by Emily Bindiger(ost pandora heart)
Re-viewnya please, maaf kalau ada typo, karna saya mengerjakan fic ini sebagian besar tengah malam..
Karena re-view anda , adalah benshin saya
