Chapter 10: You're My Wife Now

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi

Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer

2 Hari setelah kejadian makan malam di mansion hyuuga

"Naru... cepat turun sudah siap belum, kita akan berangkat ke rumah keluarga hyuuga" teriak Kushina, ibu naruto. Hari ini adalah hari di mana Naruto akan di tunangkan dengan putri ke-2 pasangan Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hikari yaitu Hyuuga Hinata, yang di panggil sejak tadi malah sibuk sendiri di kamarnya mengacak-ngacak isi tas Rangsel militernya,

"Haduh, di mana ya? Ah ini dia ketemu!" teriak girang Naruto sambil mengantongi kocak kecil berwarna merah

"Iya kaa-san, ini aku akan turun." Jawab naruto , kemudian ia berjalan keluar kamarnya turun melewati tangga menuju lantai satu terlihat di sana Minato ayahnya memakai Jas resmi warna coklat , ibu naruto , Kushina ia memakai gaun simpel berwarna merah cerah, kyuubi sama dengan ibunya hanya saja bewarna ungu, Menma dan Nagato, mereka sama seperti ayahnya warnanya abu-abu dan biru tua, sedangkan Naruko, sebenanya dia tidak mau memakai pakaian resmi seperti itu , tapi karena di paksa oleh ibunya dia akhirnya menurut, tapi dia saat ini menggunakan dress selutut berwarna pink dengan rambut di kucir hias menjadi satu, sedangkan Naruto sang Pangeran malam ini, ia memakai Resmi militernya berwarna hijau, tetapi semua emblem dan pangkatnya tidak ia pakai, naruto terlihat cocok sekali,

"oi naru, kenapa kau pakai baju seragam resmi militermu?" tanya nagato

"entah kenapa aku suka saja dengan baju ini" jawab naruto santai

"sudah-sudah, ayo kita berangkat , waktunya sudah mepet ini" ajak Minato

Mereka bertujuh, keluar menuju pintu utama, di sana ada Supir pribadi keluarga Namikaze, melihat keluarga bossnya dia membukakan pintu penumpang mobil Limunsinnya, semua masuk dan duduk melingkar di dalamnya,

"Nanti kakek dan nenek menyusul , mereka langsung ke sana , segera setelah mereka mendarat dari inggris nanti" ucap minato

Perjalanan menuju mansion Hyuuga memakan waktu 15 menit, semua bersenda gurau kecuali Naruto yang diam saja, keringat dingin menetes dari dahinya,jujur dia tegang saat ini, entah apa dia seperti gugup menanti suluruh acara malam ini

"kau gugup Naru?" tanya ibunya lembut

"i-iya Kaa-san, hehehhee" Naruto tertawa garing

"Tenang, semuanya pasti berjalan lancar" jawab ibunya sambil mengelus punggung naruto agar dia rileks

Tak berapa lama kemudian sampailah mereka di gerbang nan megah dan kokoh, milik Keluarga Hyuuga, sang penjaga pintu segera membukakan pintu, mobil limunsin milik Namikaze segera masuk dan berhenti di depan pintu utama yang telah menunggu 2 orang maid , sambil menundukkan kepala , lalu mereka membukakan pintu mobil mereka, seluruh keluarga Namikaze segera keluar dan memasuki pintu utama yang sebelumnya telah di bukakan oleh kedua maid tadi , terlihat semua orang yang berkumpul di ruang tengah Mansion Hyuuga, mereka adalah seluruh rekan bisnis Ayah Naruto dan Ayah Hinata, semua orang mengalihkan pandangan mereka pada Naruto, terdengar bisikan-bisikan dari para wanita di situ "Eh..lihat itu ya, yang akan di jodohkan dengan Anak dari Hiashi?", "Iya aku dengar dia dari tentara lho?" mendengar itu Naruto berdecih pelan, meski mereka berbisik sangat pelan pun, Naruto tetap mendengarnya , karena dia telah di latih untuk mendengarkan suara sekecil apa pun "Aku memang tentara bodoh !" gerutu Naruto di dalam hati pandangan sinisnya kepada semua orang di situ, naruto mendekat ke Ibunya lalu berbisik pelan

"Kaa-san aku sebenarnya tak suka suasana ini?"

"Ah... memangnya kenapa Naru ? jawab ibunya

"Semua orang di sini setengahnya memiliki niat berkumpul untuk "Pamer" harta mereka" ucap Naruto sambil memandang sekitar dan melihat berbagai perhiasan menempel di tangan-tangan para tamu wanita dan pria

"Ara...ara... biarlah naru.." ucap kushina maklum , yah Kushina adalah pribadi yang sederhana dalam hal penampilan, jadi Ibu Naruto tidak pernah memakai perhiasan yang berlebihan jika ke pesta, hanya sewajarnya saja

"Selamat Malam Namikaze Minato-sama" sambut dari kepala pelayan dari keluarga Hyuuga. Ia memandu Minato dan keluarganya menuju tempat berkumpulnya keluarga Hyuuga , mereka saling memberi salam dan mengobrol santa sejenak,Naruto memandang teliti satu-satu orang di sekitarnya , dia tak menemukan gadis surai indigonya di mana-mana"tenang dia akan turun sebentar lagi" seolah neji tau pikiran naruto. Lalu sang MC segera memberi sambutan

"Selamat malam Keluarga Namikaze dan Para tamu Undangan yang terhormat" sang MC memulai acara

"Malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan karena malam ini adalah malam pertunangan antara Namikaze Naruto, anak Dari Namikaze Minato Dan Namikaze Kushina dengan Hyuuga Hinata putri dari Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hikari"

Tepuk tangan terdengar riuh seluruh tamu undangan bertepuk tangan untuk Keluarga Namikaze dan Hyuuga.

"Baiklah karena calon dari Keluarga Namikaze sudah datang maka saya mempersilahkan Calon dari keluarga hyuuga untuk turun kemari" tak lama MC mengatakan hal itu, Hinata turun menyusuri anak tangga, seluruh tamu undangan terpaku tak terkecuali Naruto, ia takjub Hinata turun bak putri dari khayangan, Ia memkai gaun putih panjang hingga menyentuh lantai, dan bagian atasnya hanya menutupi sampai di atas dadanya, memperlihatkan punggung putih seputih salju rambutnya di gulung memekuk ke atas memperlihatkan jenjang lehernya yang sangat menggiurkan. Serasa melihat dewi dari khayangan Naruto akhirnya tersadar dan melangkah menjemput sang Putrinya, Mengulurkan tangan kanannya , tangan kirinya di lipat ke belakang punggungnya, dengan membungkukkan badannya sedikit ke depan, ia seperti pangeran yang menjemput putri yang turun dari kereta kencananya, sontak wajah hinata memerah atas perlakuan Naruto

"Kau cantik , Hime" uajr naruto sambil meraih tangan mungil hinata

"T-terima kasih naruto-kun" jawabnya dengan semburat merahnya

Kemudian mereka menuju ke tengah ruangan dan saling bertukar cincin. Naruto ia megambil kotak merah dalam sakunya , terlihat cincin berwarna putih bersih, dengan hiasan berlian merah tidak itu adalah batu Ruby Merah Darah, batu perhiasan yang terbilang langka sekali, dan harganya sangat-sangat mahal untuk ukuran seorang Miliarder sekalipun, semua orang yang melihat itu terkejut dan membelalakkan mata termasuk keluarganya Dan keluarga Hyuuga, naruto memasangkan cincin tersebut ke dalam jari manis hinata lalu mencium punggung tangan hinata, hinata terkejut dan terharu karena perlakuan naruto, kemudian tepuk tangan semakin riuh terdengar, juga di iringi beberapa siulan meggoda, malam itu pesta sangat meriah dan lancar, dengan di iringi musik yang mellow, semua orang menikmati pesta tersebut

"N-naru?" panggil ibunya

"hm.. ada apa Kaa-san?" jawab naruto sambil menggandeng tangan hinata

"Dari mana kau dapat cincin itu ?" tanya Kushina penasaran

"Hehehe, itu... aku dapatkan dari raja minyak di arab " Naruto menjawab sambil cenagr-cengir,

"Kok bisa , naru, siapa namanya ?" sanggah kyuubi

"ya bisa lah, aku kan waktu itu berhasil mempertahankan Teluk Arab dari serbuan pesawat tempur UFW hmmm sekitar 35 unit, dan kami hanya 4, hmm kalau tidak salah namanya Mohammed Ali Bin Syari ." jawab naruto santai

"he... Hueeeeeeeeeeee" semua orang berteriak panik

"terus, eh... ternyata si raja minyak itu mengundang kami ber-4 untuk makan malam di rumahnya, sebagai hadiah karena berhasil mempertahankan teluk arab serta seluruh sumur minyaknya yang berlokasi sekitar 40km dari zona tempur,sebagai hadiah kami harus membawa pulang minimal satu dari sekian banyak koleksi, kalau kami tidak mengambil satu berarti kami tidak boleh kembali ke markas" Naruto meneruskan jawabannya

"ta...tapi... itu sangat... anu...itu..." ucap nagato gugup

"Nagato-nii, usaplah air liurmu , kau ini. Dasar mata duit menjijikkan" ucap menma

Sebernarnya Naruto ingin memberikan cincin ini pada shion dulu, tapi waktulah yang tidak mengijinkan, dan sekarang cincin itu sudah menjadi milik seseorang, ya... cincin itu telah menjadi milik seseorang yang Naruto cintai , Hyuuga Hinata , orang yang tak lama lagi menjadi istrinya. Alunan musik mellow dan sangat slow menghiasi acara pertunangan itu, tapi...

"Hime... aku akan ke panggung sebentar ya, aku mau mempersembahkan sebuah lagu untukmu," ujar Naruto sambil mengusap lembut puncak surai indigo milik Hinata

"T-tapi mohon jangan lagu sedih seperti yang dulu pernah kamu nyanyikan ya?" ucap hinata memohon pada naruto

"aku tak bisa janji Hime " naruto tersenyum lembut dan menuju panggung. Semua tamu undangan beralih pandangannya ke pada naruto. Setelah membisikkan beberapa kata kepada para personil yang sudah di bilang pro itu, kemudian naruto duduk menghadap sebuah piano yang besar milik team orchestra keluarga Hinata,"Lagu ini aku persembahkan kepada Orang yang aku cintai Hyuuga Hinata" tepuk tangan riuh , dan hinata menunduk sambil menyembunyikan semburat merah di pipinya menutup mata sejenak dan menarik nafas dalam naruto mulai memainkan tuts per tuts piano itu, alunan ontro yang lembut dan...

"So long , light of dawn"
"Darkness, take me in Soundlessly holding on"
"In the depths silent world,long ago"
"All that will remain broken heart, Farewell"

Saat lirik lagu mulai mengalun, semua orang mulai tertegun, kyuubi matanya terbelalak, "Bukankah itu kata-kata yang tertulis di selembar kertas itu ?" batinnya, dulu saat ia tak sengaja menemukan selembar kertas yang tak sengaja jatuh dari tas Naruto, lalu kyuubi malah mentertawakan naruto karena naruto menulis puisi dengan kata-kata yang cukup aneh , tapi sekarang kata-kata yang ia tertawakan bersama saudara-saudara malah menjadi sebuah lagu yang mengalun lembut

"Memories of better days"
"Loked within in hopes that we will remember"
"Someday we may wake to find sunrise"

Berbeda lagi dengan ekspresi minato, teringat dulu saat naruto kelas 2 SMA dia menemukan sebuah buku yang terselip di buku modul milik naruto, minato kaget karena buku itu bukan buku catatan tetapi itu buku yang berisi barisan kata-kata, bisa di bilang puisi, sontak minato marah pada naruto karena mengira naruto tidak belajar dan hanya membuang-buang waktu saja,rasa menyesal mulai mencuat di hati minato

"Silver sky , falls upon you and i"
"Another Hope, fades away into light"
"Distant melodies a sweet lullabay"
"Will lead me to you"

"Firefly, glows upon you and i"
"Another Hope fades away into the lonely night"
"When Morning Comes , the gentle voice will lead you to the light"

Mulai lirik ini pemain biola mulia mengikuti alunan pelan piano naruto, seperti yang di harapkan dari pemain biola Pro, mereka sudah tau letak irama lagu naruto hanya dengan sekejap, alunan nan lembut, membuat para tamu turun di lantai dansa, berdansa mengikuti alunan piano dan biola. Serta lagu nan lembut dan lirik yang memiliki arti yang dalam, Hinata, Kushina, Dan Hikari, meta mereka mulai panas dan mulai berair, mati-matian mereka menahan air mata mereka agar tidak tumpah

"Close your eyes as the stars grow dim"
"She whispes now, an everlansting vow"
"Have Faith in your heart when hope is forgotten Follow The Twilight"

"Silver sky , falls upon you and i"
"Another Hope, fades away into light"
"Distant melodies a sweet lullabay"
"Will lead me to you"

"Firefly, glows upon you and i"
"Another Hope fades away into the lonely night"
"When Morning Comes , the gentle voice will lead you to the light"

Lagu di akhiri dengan permainan piano dan biola yang sangat menyentuh, tiba-tiba seluruh orang yang ada di pesta itu bertepuk tangan, ada dari mereka yang meneteskan air mata. Naruto berdiri dari kursi pianonya, dan membungkuk 90 derajat memberi salam kepada seluruh tamu undangan

Pesta pertunangan telah berakhir, semua tamu beranjak pergi meninggalkan mansion Hyuuga, para pelayan dan butler pun sibuk membereskan semua peralatan pestanya, Hiashi, Hikari, Minato, Kushina mereka sedang bercengkrama tentang perusahaan mereka, lalu kyuubi, nagato, neji, menma, naruko, dan Hanabi ngobrol ala mereka sendiri, lalu di manakah naruto dan hinata, mereka sedang duduk di taman belakang mansion hyuuga, ada sebuah bangku panjang di bawah pohon, di situlah mereka saat ini, sedang berduaan, naruto duduk di sebelah kiri hinata. Sedangkan hinata yang sudah berganti pakaian casual santai dengan rok selutut sedari tadi diam dan wajahnya menunduk ke bawah tangannya mencengkram rok selututnya, lututnya saling bersentuhan dan menggesek-gesekkannya pelan,

"hime, ada apa ? kamu sepertinya gelisah?" tanya naruto memecah keheningan

"a-ano naruto-kun, hmmm anu... sejak kejadian di k-kamarmu itu, aku jadi susah tidur, selalu memikirkannya" jawab hinata gugup

"are... ma~ ma~.. sudah jangan di pikirkan, setidaknya tahanlah hime, sampai 7 hari lagi, karena pada saat itu kita akan resmi jadi suami-istri" ujar naruto menarik hinata ke pelukan dada bidang nan kekarnya. Hinata menenggelamkan wajah dan kepalanya di dada bidang naruto tercium aroma citrus yang menggoda.

"Ne, N-naruto-kun nanti kita foto pre-wed nya di mana ya?" tanya hinata

"itu RA-HA-SI-A, hime aku akan memberimu kejutan" ucap naruto dengan senyum jahil

"Mo... naruto-kun kamu kok begitu sih" ucap hinata sambil menggembungkan pipi cubbynya

"Cup..." naruto mencium pipi cubby hinata, hinata sontah memerah hingga seperti kepiting rebus

"hehehehee, hime kamu kalau malu-malu jadi lebih cantik deh, Ingin rasanya aku memakanmu" ucap naruto jahil

"N-NARUTO-KUN!" hinata berteriak kecil malu, naruto terkikik geli sambil memeluk hinata , pelukan kasih sayang, ia memeluk hinata bagai tak ingin kehilangan dia, kehilangan wanita yang di cintainya. Malam semakin larut keluarga namikaze ijin undur diri untuk pulang ke rumah mereka, naruto dan hinata sedikit kecewa karena mereka harus berpisah, mereka belum boleh tinggal bersama. Seperti biasa naruto selalu mendaratkan kecupan lembut di dahi hinata saat ia akan berpisah. Hinata hanya bisa melambaikan tangannya dan melihat limunsin milik keluarga namikaze keluar dari komplek Mansion Hyuuga

-XX-

Keesokan harinya naruto memakai kaus santainya, ia keluar mengendarai mobil Humveenya menuju ke sebuah kawasan yang berlokasi di pinggiran kota konoha. Setelah berkendara selama 20 menit ia sudah sampai di tujuan, sebuah komplek apartemen sederhana, naruto naik ke lantai 2 , ia berjalan ke arah kamar nomor 204. Mengetuk pintu kamar teresebut "Dok...dok...dok..."

"Siapa ?" Jawab seorang wanita dengan suara sedikit cempreng dari dalam kamar. Wanita itu mengintip lewat lubang pintu dari dalam kamarnya, "Are ? Aru-chin ? Kenapa dia di sini ?" batin wanita itu. Membuka pintunya sedikit ia nongol hanya kepalanya saja,

"Aru-chin, lama tak jumpa masuklah," terlihat hanya kepalanya saja yang menengok keluar dari balik pintunya, Rambut Warna ungu tapi bercampur dengan warna merah menjuntai panjang, mata hijaunya memandang dengan senyum kepada Naruto di balik kacamata anti radiasi itu

"Mari, kenapa kepalamu saja yang keluar. He... jadi kau juga memanjangkan rambutmu lagi ya, dasar Trouble maker kau ini , " tanya naruto pada wanita itu, sambil berdiri di depan pintu dengan wajah konyol

"hehehehe, aku baru bangun tidur, kenapa kau bicara seperti itu aku kan suka rambutku, maka aku panjangkan lagi saja. Lagi pula atasanku tak keberatan, soal kenapa kepalaku saja yang keluar, kau taulah bagaimana kebiasaanku kalau tidur" jawab wanita itu, wanita itu diketahui bernama Illyana "mari" Ezquaire, dia adalah teman sesama pilot naruto, mereka satu akademi dulu, dia di juluki "The Beast" karena jika sudah berhadapan dengan musuh dia akan menjadi seorang psikopat, dan "Trouble Maker" karena sudah tak terhitung berapa kali ia melanggar perintah dan perimeter militer, tetapi karena kamampuan terbangnya yang handal, dan pernah melindungi US Air Force One yang di Cegat oleh UFW karena itu, semua masalah itu pun bisa di maafkan oleh pihak Atasannya

"Ah.. ya..iya, aku masuk ya" jawab naruto ia berjalan menuju pintu, mari mempunyai kebiasaan aneh yaitu dia tidur dengan telanjang tanpa pakaian apapun, bahkan sekarang ini pun iya.

Setelah itu naruto masuk, terlihat Mari berjalan dengan tubuh telanjang tanpa pakaian apapun. Terlihat dengan jelas payudaranya yang tak terlalu besar tapi berisi dan putingnya yang berwarna pink sangat cocok dengan tubuhnya yang langsing, berdiri tegak seakan menantang perang. Naruto entah mengapa dia sudah terbiasa akan hal itu, Mari berjalan menuju kulkas untuk mengambil minuman

"Mau bir, Aru-chin ?" tanya mari

"Hmm.. boleh juga, hoi mari, sebaiknya kau pakai pakaian dulu lah" ucap naruto sambil menutup sebelah matanya

"Ara~ kenapa? Mau menyerangku ?" jawabnya dengan pandangan dan suara yang menggoda tapi tiba-tiba ada sebuah handuk melayang dan menelungkup wajah mari

"Bodoh.. aku tidak bisa, aku sudah punya calon" jawab naruto sambil melempar handuk itu, naruto dan mari memang pernah melakukan beberapa kali "Hubungan", semua itu terjadi disaat naruto belum jadian dengan shion, tetapi hubungan mereka hanya sebatas teman seranjang, tak lebih. Mari pun tak keberatan , dan hanya menjalani hubungan itu karena kesenangan semata, jadi dia tak sakit hati pada naruto

"are... sudah menemukan penggantinya ya? Hmmm seperti apa ya dia ?" tanya amri penasaran

"sudahlah jangan di bahas, Kau ke pangkalan kapan ?" tanya naruto algi

"Besok aku mulai masuk ke JSSDF air Force, kenapa ?" tanya mari penasaran

"oh... aku masih 4 bulan lagi cutinya, baru bertugas di sana, " jawab naruto santai kemudian dia memasang senyum iblis

"Mau uang tambahan, mari ? " tanya naruto dengan menaikkan alisnya memberi kode

"are... tentu saja , apa yang harus aku lakukan? " tanya mari penuh harap, matanya bahkan sudah bersinar berlambangka "$"

"Jadi tukang foto, aku akan pre-wed di pangkalan , berfoto dengan background pesawat" jawab naruto

"Ah... membosankan, Cuma gitu doang, gak seru ah Aru-chin?" jawab Mari kecewa

"Ya sudah , padahal aku akan membayarmu 2 kali lipat, yah mau cari tukang foto lain sajalah, " Naruto beranjak pergi

"AH... Aru-chin aku bercanda, bercanda , jangaan gitu , iya-iya baiklah akan aku lakukan" teriak Mari sambil menarik tangan naruto yang mulai berdiri meninggalkana apartemennya

"OK... deal, Besok OK kita berfoto di landasan , masalah pak tua sarutobi itu, biar aku yang urus, Sampai Jumpa , Mari-chan... Tilll" ucap Naruto dengan nada menggoda, mengucapkan salam pada Mantan Teman "Seranjangnya" dulu dan dengan jahil tangan naruto menyentil puting Pink milik Mari, dan langsung berlari menuju ointu keluar

"Kyaaa, Dasar Hentai, kalau kau bilang pasti akan ku kasih, Hoi jangan pergi begitu saja , Dasar hidung belang sialan" naruto mulai berlari keluar dari apartemen mari, mengingat mari kalau marah apapun bisa jadi bahan lemparan,

"hahahaha.. dasar dia ini, tidak berubah dari dulu" Naruto menghela nafas dan menuju mobil Humveenya , menyalakan mesin dan meninggalkan area tersebut. Tak sengaja ia melihat kaca spionnya, Naruto memicingkan mata karena tak percaya , Mari keluar dari kamar apartemennya, memakai baju yang kebesaran untuk tubuhnya, tanpa celana maupun celana dalam, lalu di pundaknya terdapat RPG-7 dan sedang membidik mobil Naruto. Naruto tertawa geli , tapi tak lama setelah itu

1 detik

2 detik

3 detik

"RPG?! Huwa..." segera setelah ia sadar, Naruto tancap gas dan segera membelokkan mobilnya ke arah kanan pada pertigaan di depannya, membelok layaknya pembalap Drifter, untung saja masih pagi dan jalan masih sepi.

"Huh.. Selamat... hampir saja aku terpanggang" ucap Naruto lega

"Sial!" umpat Mari

"seharusnya tadi aku ambil saja FGM-148 Javelin Tinggal Kunci dan tunggu dia meledak tapi... Hah.. merepotkan benda itu terlalu berat dan tidak simpel ,Ma~ biarlah, yang penting aku besok punya uang tambahan, Yuhu~ minum-minum, minum-minum~, minum-minum sampai puas, yah setidaknya mencari "teman" juga boleh ," teriak girang Mari setelah melepas Yandere Mode nya

-XX-

Naruto mengemudiakan humveenya dengan kecepatan santai. Dia menuju mansion hyuuga , untuk bertemu calon istrinya Hyuuga Hinata. Tetapi saat di lampu merah , mata Naruto terfokus pada satu orang, wanita yang bisa di bilang dewasa, berambut blonde, dengan kacamata kotaknya, Kyuubi kakak tertua naruto, setelah lampu hijau naruto memakirkan kendaraannya tepat di depan Kyuubi,

"Butuh tumpangan , Kakak?" tanya Naruto

"Eh ? Naru, dari mana kamu?" Kyuubi berbalik tanya

"Dari jalan-jalan dan mau ke Rumah Hinata, Kenapa Kakak di sini? Kusut lagi wajahnya? Jangan-jangan, kakak baru bertemu pemuda impoten itu ya ?" tanya Naruto dengan Mainstream

"B-bodoh, jangan keras-keras, iya kakak bertemu dengannya di cafe itu, dia sudah punya pacar" jawab Kyuubi lesu

"Ma~.. Ma~ sudah ayo masuk aku antar ke kantor sekalian" ucap Naruto

"Terima Kasih Naru" jawab Kyuubi sambil tersenyum lembut kepada adiknya

"Ngomong-Ngomong Naru, Besok kamu akan foto kan, sudah dapat tukang fotonya ?" tanya kyuubi sambil membuka pintu penumpang yang berat pintunya bisa di bilang besar

"sudah, tadi aku baru saja pulang menemuinya" jawab Naruto

Perjalanan menuju kantor tempat Kyuubi bekerja sebagai direktur memakan waktu 15 menit, dalam waktu itu hanya di selimuti diam. Kyuubi sejak tadi terus saja memandangi dokumen-dokumen perusahaan.

"hmmm.. kau bohong ya ke pada menma?" Tanya kyuubi menginteogasi

"Heh bohong, bohong bagaimana Nee-chan" jawab naruto

"Benar sih tidak ada DVD, AC , Dan TV, tapi hmmm ini mobil yang sangat nyaman kau tahu, bahkan humvee orang itu kalah dengan ini, dan juga, memang tidak ada AC tapi... Kenapa tidak gerah ya" ujar kyuubi berturut-turut

Naruto terkikik geli melihat tingkah terkejut kakak perempuannya itu saat mengetahui kebenaran dari Mobilnya

"Heh.. kalau andai saja aku di tunjuk tou-san. Sudah pasti aku tidak mau" ujar Naruto tiba-tiba

"Iya naru, sebernarnya aku dan Nagato, agak menyesal mengambil jalan ini," Ujar kyuubi

"Hah... pasti karena waktu bersenang-senangmu jadi tersisa kan, Nee-chan?" Tanya Naruto

Kyuubi hanya mengangguk, sambil terus memandangi sebuah dokumen di depannya. Dia selalu saja fokus pada apa yang di kerjakannya, mungkin karena sudah menjadi kebiasaannya saat waktu kecil, dari kecil kakak tertuanya dan kakak keduanya selalu di jejali oleh ilmu yang bukan pada umurnya, terbesit rasa kasihan naruto kepada kakaknya itu

"Mau kukenalkan , seorang pria Nee-chan?" tanya naruto tiba-tiba

"Heh... kau serius ? Mana ada pria yang mau denganku? Lihat saja penampilanku" ujar kyuubi terkejut

Mobil naruto berhenti di lampu merah, di pandanginya kakak perempuannya itu, mulai dari rambut: pirang menyala, wajah :soal wajah Kyuubi memang tergolong cantik tapi sayang kurang "Dipoles" apalagi mata merah yang di turunkan ibunya, tubuh: untuk masalah ini Kyuubi memiliki tubuh bak model dan artis dada besar dan padat, pinggang yang langsing sangat prporsional, dan kakinya: memiliki jenjang dan panjang yang pas, tak sadar Naruto memandangi kakaknya dari tadi

"K-kenapa, kau memandangiku seperti itu naru ?" tanya kyuubi takut

"Tenang aku ini, masih waras, tak mungkin ber-incest denganmu, tapi ngomong-ngomong, sebenarnya , nee-chan ini cantik, hanya saja terlalu malas berdandan. " ujar naruto menjawab kakaknya

"T-tentu saja bodoh, Mana ada waktu aku berias sementara dokumen-dokumen ini terus saja manumpuk, Hah..." ujar kyuubi menghela nafas

Lampu menyala hijau Naruto kembali menginjak pedal gas mobilnya

"Kalau masalah pria itu, serahkan padaku, dan masalah penampilan, Serahkan akan kuserahkan pada Naruko nanti, Dan sekarang keluarlah sana , turun Hush... " ujar naruto sambil mengibas-ibaskan tangannya

"N-Naru, kau mengusirku ?" tanya kyuubi Cengo

"Kita sudah sampai di Kantor , Bodoh. Cepat turun, aku mau mengunjungi hinata" ujar naruto sebal

Kyuubi berjalan keluar dari mobil naruto, "Hati-hati nee-chan " ucap naruto kepada kakaknya

"hmm, kau juga, segera beri aku keponakan yang lucu ya" ucap kyuubi jahil. Naruto hanya tersenyum kecut dan melajukan mobilnya. Kyuubi yang berdiri dari tadi tak sabar malah dada..dada pada kepergian naruto, sadar akan kelakuannya dia langsung berjalan dengan langkah cepat menuju kantornya, sapaan dari karyawan-karyawannya tak dihiraukannya

-XX-

Sementara itu UN Base, Operation Centre Room

Dua orang sambil berhadapan, membahas berkas dari pasukan elite gabungan, mereka terkejut-sangat terkejut dengan berkas yang ada di depan mereka,

"Tak ku sangka mereka sangat fanatik, dan lagi mereka sudah sejauh ini, " Ujar Seorang berbintang 4 , seorang yang paling berkuasa Di UN yaitu Kepala Staff UN Saat ini Yaitu General Robert Allison

"Ya, guh... Bagaimana ini, General ?" tanya seorang di depannya berpangkat bintang 3 yang bernama Pierre La Pointe.

"Segera Kumpulkan Pasukan Gabungan International, ini sudah menjadi darurat international, Misi gabungan ini bernama Task Force 108 (108th Task Force)

"Siap.." sambil berdiri dan mengambil berkas yang ada di depannya, dan memberi hormat kepada atasannya lalu keluar untuk memulai pengumpulan Pasukan

"Heaven Root... Ternyata ini yang menyebabkan 2 bencana di tim-teng itu ? dan juga Shattered Sky Part 2? Mereka ingin mengulang kejadian masa lalu ya, ternyata, sial..." umpat Sang General sambil menatap blue print di depannya

Back To The Japan

Keesokan harinya naruto menjemput hinata jam 08.00 pagi, hinata memakai dress imut, selutut berwarna biru. Setelah kekasih yang di tunggunya datang ia langsung masuk ke kursi penumpang yang sebelumnya sudah di bukakan oleh salah seorang maid dalam perjalanan hinata sangat penasaran naruto akan membawanya ke mana. Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya semua pertanyaan hinata terjawab JSSDF Air Base. Itulah jawabannya, mobil naruto segera melewati gerbang yang sebelumnya sudah melalukan laporan masuk. Mobilnya menuju sebuah hanggar dan sudah terparkir Sebuah pesawat Jenis Mitsubishi F-2A , pesawat produksi Jepang sendiri , pesawat mungil mirip F-16 Milik Amerika,

"Sugoi... Pesawat yang keren , Naruto-kun" ucap hinata kagum memandang pesawat itu

"Bagus kan hime latarnya, pesawat ini mirip sekali dengan mu, hime" ujar naruto memeluk tubuh hinata

"Heh maksudnya" Tanya hinata

"Mungil, kuat, lincah, hebat, dan tetap elegant" ujar naruto lagi

Blush... wajah hinata memerah karena malu, naruto malah terkikik geli dan beberapa orang yang lewat pun tak luput dari pandangan kagum pada sosok hinata

"Ara... Aru-chin, kau terlambat" ucap wanita Berambut ungu kemerahan

"Ya, maaf mari jalanan macet , tadi" ujar naruto garuk-garuk kepaala belakangnya

"Heh... are...? itukah , tuan putrimu , wah... Cantik ya.. aku tak sabar melihat anakmu nanti, jadi seperti apa ya?" ujar mari penasaran

"Hah jangan menghayal yang tidak-tidak, oh iya perkenalkan hime, ini tukang foto kita, dan dulu "teman"ku saat di akademi sana" ujar naruto memperkenalkan Mari kepada hinata

"Perkenalkan Illyana "mari" Ezquaire, Panggil saja Mari" sambil mengulurkan tangan kanannya mengajak salaman hinata

"S-senang bertemu denganmu, M-mari-chan... Namaku Hinata , Hyuuga hinata, " sambil membalas salaman mari dengan malu-malu

"Kyaaaa... Kawaiiiiiiiiiiiii, pastas saja Aru-chin luluh denganmu" jawab mari sambil teriak-teriak gak jelas

"hah sadahlah mari, ayo kita mulai, aku akan ganti baju Offrollku dulu, kau juga lepas Offroll-mu, kau hari ini belum terbang kan?" ujar naruto

"Iya memang aku belum terbang hari ini, tapi... Apa kau mau menelanjangiku di sini, Bodoh ?" ucap mari mulai nyolot

"URUSAI... maksudku segera ganti baju-mu, biar hinata yang pakai, Hime kau ikut dengannya, " uajr naruto

"Hm..." hinata mengangguk pelan dan mengekor di belakang mari menuju ruang ganti

Setelah 10 menit kemudian mari kembali dengan seseorang di belakangnya naruto tau itu adalah mari dengan kaos Polo dan celana Jean, "Oh sudah kembali, di mana hinata, mari?" tanya naruto

"Itu..." jawab mari sambil menunjuk hinata yang berdiri malu-malu dengan baju OffRoll khusus untuk pilot

Naruto memandang hinata tanpa sadar kata-kata meluncur dari mulutnya "Shion..." ujarnya pelan, mari yang masih bisa mendengar kata-kata itu lalu "PLAK..." menampuk mulut naruto , mari memberikan tatapan seolah berkata "Dia sudah mati, jangan kau ganggu dia, sekarang kau sudah punya bidadarimu sendiri, kenapa kau malah memikirkannya, berikan rasa hormat padanya, Tuan putrimu ini sangat Mencintaimu bodoh," naruto terkejut, hinata juga

"Jangan buka mulutmu seperti itu, bodoh, air liurmu itu menjijikkan" ujar mari kepada naruto

"Ah.. maaf aku terkejut melihatmu hinata, kau bagaikan malaikat, sempat saja aku tidak sadar, hehehehe" naruto tertawa garing dan mengirimkan pesan Mata kepada Mari "terima kasih mari, Kau memang "sahabatku" ". Mari hanya tersenyum

"ok bisa kita mulai" ujar mari mencairkan suasana. Akhirnya naruto dan hinata berfoto bersama berlatarkan Pesawat Jet F-2A itu. Mulai dari naruto duduk di ban peasawat dan hinata memandanginya di sampingnya bersandar di hidrolik penyangga roda, lalu berfoto di atas sayap pesawat, hinata duduk dengan kaki menggantung, lalu naruto merebahkan kepalanya di paha hinata ,tangannya memegang pipi cubby hinata, Mari yang menjadi tukang foto itu, muali aksinya seperti fotografer Pro, ya memang dia adalah mantan mahasiswa jurusan seni, karena bosan berkuliah maka dia bergabung dengan militer. Setelah itu naruto duduk di kokpit, dan hinta juga berada di kokpit, dengan di pangku menyamping oleh naruto wajahnya di dekatkan kepada hinata,

Sesi pemotretan itu berjalan selama 2 jam , dengan 200 foto yang di dapat akhirnya diputuskan foto yang di kokpit tadi akan menjadi foto utama di malam perayaan pernikahan mereka nanti, setelah berganti baju dan menyelesaikan transaksi kecil dengan mari naruto dan hinata langsung pulang , naruto terkikik geli ketika hinata mengeuh kepanasan dan capek, karena OffRoll yang di pakainya tebal dan agak berat. Di sepanjang perjalanan hinata tertidur karena kecapekan naruto yang melihat itu, mengelus puncak rambut indigo hinata dan tersenyum lembut" bodohnya aku , padahal aku sudah memiliki Malaikat, di sini" ujar naruto pelan

SKIP TIME saat hari pernikahan

Pernikahan Naruto dan Hinata di adakan di kuil setempat sepanjang upacara pernikahan itu Naruto selalu mengumpat dan menggurutu karena baju yang di gunakannya jauh dari kata aman, terbesit di pikirannya lebih baik memakai OffRoll dari pada baju ini, Di pandanginya Hinata juga tidak nyaman dengan baju itu tapi, bedanya hinata bisa menahan ketidak tahanan bajunya itu. Di saat terdengar ucapan "Dengan Ini Kalian Resmi Menjadi Pasangan Suami istri" naruto bernafas dengan lega, berakhir sudah penyiksaannya, segera setelah upacara panjang nan melelahkan itu, naruto berlari ke ruang ganti dan mengganti bajunya dengan baju santai, pastinya setelah acara itu selesai yang menunggunya adalah pesta perayaan yang di adakan di Mansion Namikaze, Acara yang paling merepotkan ke-2 bagi naruto. Segera setalah mereka pulang dari kuil, naruto dan hinata menuju Mansion Namikaze dan segera menempati kamar mereka.

"aku tak usah turun saja ya hime, nanti malam" ujar naruto ke pada hinata

"Tak boleh Naruto-kun itu kan acara , Pesta pernikahan, Lha terus nanti kalau naruto-kun tidak turun, akunya bagaimana ? Apa aku di sana sendirian ? Bagaimana Kalau aku di culik?" ucap hinata mencoba menakuti naruto, dan ternyata itu bekerja

"Hmm, aku tak akan membiarkan siapa-pun menculikmu hime" ucap naruto mendekati dan memeluk hinata dari belakang

Wajah hinata memerah atas perlakuan naruto. Naruto mulai menciumi Leher bagian belakang wanita yang baru saja menjadi istrinya itu. "Eh... Naru...hmmmm" hinata melenguh tiba-tiba menghentikan aksinya itu. Hinata sedikit kecewa karena naruto menghentikan itu

"Hime kau bau keringat, Ah... bagaimana kalau kita mandi bersama saja maih ada waktu 2 jam sebelum pesta perayaannya" Tanya naruto

"Eh,...Tapi...Kyaaaaaaaa" hinata menjerit pelan naruto sudah menarik lepas baju hinata , dan segera melucuti semua pakaian hinata hingga hinata telanjang bulat. Lalu Naruto menggendong hinata ala bridal style menuju kamar mandi. Setelah mereka sampai di kamar mandi naruto segera melepaskan semua pakaiannya, mereka berdua sekarang sudah tak memakai pakaian lagi, Shower di nyalakan menyiram tubuh kedua insan ini. Naruto mulai mengecup Bibir Hinata. Awalnya hanya kecupan lalu menjadi semakin panas. Lidah Naruto mulai keluar untuk menjelajahi langit-langit mulut hinata. Hinata juga mulai membalas Ciuman panas Naruto. Lidah mereka bertautan hingga bibir hinata tak dapat menahan keluarnya saliva yang mulai mengalir di sudut bibirnya. Tangan naruto yang sedari tadi memeluk hinata mulai melepaskan pelukannya dan meraba dada hinata, tangan naruto mulai memegang lembut payudara milik hinata, lalu pagangannya semakin ke ujung dan mencubit nakal Puting Pink milik hinata. "Hmmmmm..." hinata mengerang lembut , ciuman yang panas itu lalu di hentikan, nafas hinata tersengal-sengal karena kurangnya pasokan udara yang masuk ke paru-parunya.

Naruto kemudian beralih berdiri di belakang hinata, sambil terus di guyur shower, ia mulai kembali meremas-remas lembut dada hinata.. "Hmmm.. Naru...to..kun...ah... jangan...Itu...Hmmmm ... Ter...lalu...luar biasa..HMMMMMMMMMMMMMMM!" naruto kembali mencubit puting hinata , tak hanya satu namun kedua-duanya. Tubuh hinta melemas. Karena terlalu merasakan kenikamatan, tangan kiri naruto memegang tubuh hinata agar tidak jatuh, Lalu tangan kanannya turun ke arah bawah perut hinata, "Are..Hime... Kau sudah basah Ternyata" bisik naruto pada hinata. Hinata hanya menunduk malu dengan semburat merahnya

Tangan kanannya mulai mengelus-elus "Buah Persik" milik hinata, hinata hanya bisa melenguh pelan, "Naruto kun.. Itu.. Geli..ah..." hinata mulai merancau. Naruto kemudian perlahan-lahan mulai duduk berjongkok memangku hinata di pangkuannya dan melebarkan kedua kakinya. Sekarang di depan mereka adalah cermin yang memantulkan bayangan mereka berdua. "Hora.. Hime lihat... Cantik seperti buah persik, kan?" uajr naruto jahil

"Kyaaa... Naruto-kun Hentikan, itu memalukan" Ujar hinata

"EH..ah... Naru..." hinata berteriak kecil, karena jari naruto memasuki Ms.V hinata. "Jika sakit bilang oke ?" ujar naruto, hinata hanya mengangguk pelan, Satu jari mulai di gerakkan keluar masuk dari Ms.V hinata, di rasa sudah siap lalu naruto memasukkan jari tengahnya ke-pada hinata "Ah...Naru...Pelan-pelan, Sakit..." rintih hinata. Naruto mengecup lembut Hinata. Di masukkannya kedua jarinya secara pelan , "Hm...eh..." hinata mulai mengejang saat kedua jari naruto masuk seluruhnya . Hinata mencengkeram dengan kuat jari naruto, bagai kehilangan akal sehat, naruto mulai menggerakkan jarinya. Tubuh hinata semakin mengejang naruto malah semakin mempercepat gerakan jarinya dan "Naru... AHHHHHHH..." tubuh hinata mulai berkedut-kedut. Cairan hangat mulai keluar dan membasahi naruto "Pluk..." naruto menarik jarinya , hinata jatuh tersimpuh di lantai, badannya serasa lemas. Naruto memandang maklum pada hinata, tapi hinata segera berbalik dan menjilati kedua jari naruto tersebut.

"Hime?...apa..yang..." ujar naruto

"slurrrp...karena ini salahku, membuat tangan naruto-kun kotor, maka a-aku akan m-membersihkannya, Naruto-kun" ujar hinata sambil memasukkan dan menjilati jari naruto bagaikan memakan es krim, ada rasa aneh di mulut hinata tapi entah kenapa hinata menyukai rasa itu

Jari naruto merasakan kelembutan dan basahnya lidah hinata, kemudian dia menarik paksa jarinya kemudian memegang dagu hinta

"Hime... Bolehkah ?" uajr naruto. Hinata memandang apa yang ada di depannya,di antara selakangan naruto berdiri tegak sebuah benda yang besar . "k-kamu akan memasukkan "itu" ke dalam ku naruto-kun?" tanya hinata takut

"jangan takut hime, hanya sakit sebentar kok, nanti juga enak, serahkan saja padaku" ujar naruto

Dengan takut-takut hinata mulai merebahkan diri di lantai kamar mandi dan membuka kedua pahanya, ujung kepala Mr.P naruto mulai di gesek-gesekkan di depan Ms.V hinata. Hinata melenguh , antara takut dan nikmat. Kemudian naruto mendorong masuk secara pelan , sentak hinata berteriak tapi , sebelum berteriak naruto menyumpal mulut hinata dengan mulutnya "HMMMMMMMMMMMMMMMM!" Perih dan sakit, itu yang di rasakan hinata, air matanya mulai mengalir di sudut matanya , kakinya juga mengunci erat pada pinggang naruto, Danjuga Mr.P nya di remas , sangat kuat oleh hinata . darah segar mulai mengalir Dari Lubang hinata, 5 menit lamanya naruto terdiam saat tubuh mereka bersatu, sedari tadi naruto mencoba menenangkan hinata dengan mengulum bibir mungilnya dengan lembut.

"Boleh aku gerakkan hime ?" tanya naruto

"Hmm.. Pelan-pelan Ya Naruto-kun" ujar hinata

"serahkan saja Padaku" ucap naruto mulai menggerakkan pinggulnya, ia mulai dari pelan takut hinata keaskitan lagi, Ternyata hinata mulai menikmatinya, dengan adanya lenguhan kembut hinata, naruto mempercepat, hinata mulai gelisah tak karuan.. "ahhh... Naru..Ah...AH...Ah..Lagi...Kumohon..."rancauan mulai keluar dari mulut hinata. Naruto semakin mempercepat temponya, hinata semakin kencang meremas naruto. Dan "AH..." teriakan hinata terlepas, tubuhnya ,mengejang hebat, disusul dengan naruto junga mengejang , menyemburkan benihnya ke tubuh hinata, "Eh...Naruto-kun...Panas...ah...perutku ada sesuatu yang panas... " rancauan hinata masih saja terdengar

Tak terasa mereka sudah melakukan 3 kali dalm satu jam itu, Naruto keluar menggendong hinata dengan Bridal Style. Yang berkondisikan tubuh mereka masih telanjang bulat, "ayo kita siap, siap hime, 1 jam lagi pesta akan di mulai, segeralah berdandan" ucap naruto

"Eh..Tapi...hmmm" belum sempat protes bibir hinata sudah di cium naruto

"Hime , kamu ini gadis nakal ya, Ya..iya.. Nanti setelah pesta , kita lanjutkan " ucap naruto sambil mengelus payudara kanan hinata

"I-iya ... eh.. Hnnnnn...Kya..." hinata menjerit karena putingnya di cubit naruto secara tiba-tiba

"Hime , suaramu Manis sekali.." sambil mengecup dahi hinata

"mo~ jangan menggodaku naruto-kun" ujar hinata. Mereka Pun segera bersiap-siap untuk Perayaan Pesta pernikahan Mereka

TBC

Ups Sorry, Cliff Hanger Kah ?

Reviewnya please karna review anda benshin saya

Sorry kalo ada typo, mohon bantuan Checknya