Yooooo...!Halo semua berjumpa lagi nih.. ama ane...'Jesz' yah Maaf lama tak jumpa karenaa saya harus menjalankan Tugas Negara di ujung Timur kepulauan Indonesia,,Hehehehe..Ma'af gk sempat kasih Kabar.. Yah dulu maunya updatenya dari sana aja...Eh sayang Laptop ane ketinggalan, Dan di sana pun sinyal HP aja kgak ada...#Anjrit...yah setidaknya begitulah kenapa saya menghilang tiba-tiba, Karna Pemberian tugasnya pun agak mendadak...AAAHHHH ...sudahlah ane gk akan akan kebanyakan Cingcong.,Ini dia monggo Sora No kishi Chap 16 (Eto...sebenernya ini gabungan dari 3 chap sekaligus, hehehehe ane gabung semua karena kgak update lama...), Happy Reading
Chapter 16:Bunker Buster and The Fall Of Heaven Root (Home Sweet Home Part 2)
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Summary: Bercerita tentang Namikaze naruto, bocah konyol yang selalu di bully teman-temannya sejak SMP, bahkan Saudara dan orang tuanya tidak menaruh kepercayaan kepadanya, sejauh ini hanya 2 orang yang di percayainya,memutuskan kabur dari rumah saat lulus SMA dan pergi ke amerika untuk bergabung menjadi pilot pesawat tempur militer UN, Bagaimanakah kisah hidup Naruto ? Let's check this out
Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi, Plus ada soft Lemon di Chap ini
Terima kasih untuk para reader dan khususnya para Reviewer
Setelah berakhirnya kejadian Di gurun , Orbit terendah satelit ruang angkasa
Tampak sebuah satelit berbentuk standart yang bergerak di bagian orbit terendah dari penempatan satelit, Benda tersebut memiliki gambar kupu-kupu berwarna ungu, ya itulah tempat sang butterfly master bersembunyi di luar angkasa, di dalam satelit, sungguh tempat yang aman.
Kini suasana beralih kedalam bagian satelit. Ada sebuah ruangan berwarna putih, cukup luas untuk ukuran satu orang, dan di dalam tersebut terdapat seseorang yang memandangi sebuah layar dengan tampilan Pesawat bertipe X2-wyvern dan 10 UAV MQ-90L. semua bertanda merah berkedip berulang kali menandakan kalau benda tersebut telah terputus koneksinya.
"Hem…Hem….hem…hem…" terdengar Dendangan wanita itu lagi wanita berambut coklat dengan menggunakan Head phone di kepalanya yang bergambar kupu-kupu tiba-tiba ada telepon Masuk,
"Hm..ada apa , Kisame ?" ucap wanita itu kepada orang di seberang sana yang bernama Kisame
"sepertinya kau sedang bahagia , master ? Apakah terjadi sesuatu " Tanya Kisame
"Akhirnya aku menemukan Kesenangan, Dia sangat bersemangat kau tahu ?" kata Wanita itu lagi
"He ? Maksudmu Kesatria langit ?" Ucap Kisame lagi
"Aku sepertinya jatuh cinta kepadanya, Tehe~"Ucap Wanita itu dengan Nada yang imut
"Lalu bagaimana sekarang , Master ?" ucap Kisame lagi
"Aku akan segera turun ke bumi…" ucap Wanita itu
"EH ?" Kisame terkejut
"Segera siapkan Akula, aku akan sampai, Jemput aku OK" Ucap Wanita itu
"Baiklah, Master, Atau Boleh kupanggil, Carmilla" ucap Kisame dengan Nada Hormat
"Hem..Boleh saja, Tehe~… Jemput aku 24 jam lagi, kita akan menikmati pertunjukan di barisan Kursi depan" ucap wanita yang di panggil Carmilla itu, dan setelah itu layar menunjukkan kalau komunikasi terputus
"Hem..Hem..hem…hem…" Carmilla kembali berdendang, dan melepas Head Phone berwarna Pink dan bertato Kupu-kupu itu. Dan satelit berjalan menuju Orbit yang telah di tentukan, untuk segera melaksanakan rangkaian pendaratan untuk Carmilla
Konoha , 16 Oktober 20XX
"Hina-chan, kamu kenapa sih ?" Tanya Ino yang sejak tadi memeluk Hinata yang sedang menangis
"Ino-chan…Naruto-kun…Naruto-kun…Ino-chan….hiks..hiks…." Ucap Hinata Terisak sambil menunjuk gelas yang terbelah menjadi 2 secara misterius.
Ino yang tau akan situasinya segera menyuruh Temari dan Tenten untuk mengurus pembayaran dan merapikan perlengkapan Hinata, sedangkan Ino membantu Hinata berjalan meninggalkan kantin menuju tempat yang agak enak untuk bicara. Mereka berjalan menuju Taman belakang Kampus mereka.
"Hina-chan, Aku tau tapi kamu harus percaya pada Naruto…" ucap Ino lembut sambil berusaha menghibur Hinata
"Tapi…. Kenapa perasaan di dadaku bergejolak seperti ini ?" Tanya Hinata sambil meremas Bajunya di bagian dada
Ino segera meraih tangan mungil Hinata, menggenggam penuh dengan perasaan,
"Ini mungkin karena Naruto sedang berpesan bahwa Kamu harus menunggu Naruto untuk Pulang, Aku juga sering merasakan seperti ini, waktu Sai-kun pergi tour untuk karya seninya" ucap Ino sambil tersenyum lembut pada Hinata
"Sudahlah, yang penting kamu percaya, bahwa Naruto itu tidak apa-apa, Kau tahu sebenarnya dia itu sudah sangat berubah semenjak kita terakhir bertemu dengannya kan ?" ucap Ino lagi
"Baiklah Ino-chan, aku akan tetap berfikir Positif dan terus mendoakan Naruto-kun agar dia tetap di beri keselamatan" ucap Hinata sabil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya dan menutup mata sejenak
"Ngomong-ngomong, Mereka berdua bagaimana ya ?" Ucap Ino teringat kepada ke-2 temannya yang di tinggal di kantin tadi
"Hoi… Kalian berdua…. Seenaknya saja kalian menghilang…." Tenten berteriak dengan suara Cemprengnya
"Hah…Kalian Ini… Bagaimana, Hinata-chan kau sudah tenang ?" Tanya Temari
"Hm… Aku sudah tenang sekarang…. " Hinata mengangguk dan mengangkat jempol kanannya
"Baiklah kalau begitu, Ayo, Aku masih ada kelas lagi hari ini." Ucap Ino kepada teman-temannya
"Aku juga…. Masih ada kelas terakhir, Hinata-chan bagaimana denganmu " Ucap Temari pada Hinata sambil memberikan Tas Jinjing Hinata yang berisi perlengkapan + Laptop
"A-aku masih ada 2 kelas Lagi malah " ucap Hinata sambil menerima Tasnya
"Kalau aku sudah selesai hari ini, Kalau begitu.. jaaa.. aku ada kencan ?" ucap Tenten sambil berbalik arah meninggalkan Teman-temannya
"Eh… Dengan Neji-niisan kah ? Oh iya Hari ini dia kan libur" ucap Hinata tanpa Dosa
"Eh… Oya…oya… Tenten-chan sekarang Makin cinta aja dengan Neji nih.. Suit…suit" Ino menggoda Tenten
"Ah…. Mooooooooooooo~~~~~~ Kalian selalu saja menggodaku, Hmp…." Tenten langsung berlari menjauh dengan pipi yang bersemu merah
"Yare..Yare… Itulah Anak muda " Ucap Temari
"Ara~, Apakah kau tidak Muda Tema-chan ? Oh berarti mulai Saat ini Aku akan memanggilmu Tante Temari nih.. hehehehehe" setelah mengatakan itu Ino segera berlari , Temari yang sadar akan apa yang di ucapkan Ino Langsung Naik darah dan mengejar Ino
"Gek…Hoi Inooooooooooooooo!" Temari dengan OOC-nya segera berlari mengejar Ino yang masuk ke gedung Fakultas sedangkan Hinata masih berdiri dan Tertawa kecil
"Naruto-kun, semoga kamu Baik-baik saja, Cepatlah Pulang Aku 'Rindu', Entah sampai Kapan aku bisa Menahan Hasrat ini….." Ucap Hinata Lirih, lalu ia segera berjalan mengikuti teman-temannya Tadi
SKIP Time 3 Hari kemudian di Mansion Namikaze 09.00
Hinata, Naruko, Menma, Kyuubi, Nagato, keluarga mertuanya yang lain sedang berkumpul di ruang keluarga . Mereka sedang Libur Hari ini , mereka melihat Breaking News, yang memberitakan bahwa pasukan UN dan Benteng terbangnya mendarat di Teluk Konoha untuk melakukan Misi selanjutnya, mereka singgah di sini. Hinata juga terkejut Mata Lavendernya mulai panas dan berair, melihat sang suami, terlihat di layar Televisi dan melakukan wawancara singkat dengan Wartawan. Dan juga ada juga Sasuke dan Sakura di samping Naruto
'Pemirsa.. Saat ini saya berada di teluk Konoha tepatnya di sebuah markas militer lanjutan milik JSSDF, dan bisa anda lihat benteng terbang milik UN berlabuh di teluk tersebut, saya sempat mewawancarai salah seorang Anggota militer UN itu, Mari kita saksikan Liputannya'
.
.
.
"Hiks…hiks…padahal dia sampai di jepang, Bahkan dekat dengan rumah…kenapa…Kenapa dia tidak Pulang..Hiks…." Hinata tersendu, Kyuubi, Menma, Naruko , Kushina, Tsunade, dan juga Mari. Mereka memandang Hinata
Mari menghampiri Hinata dan mengelus pungungnya, "Tenanglah hina-chin, Aku yakin Aru-chin akan pulang untuk menjenguk istrinya, Kau harus percaya, hina-chin.." ucap Mari menyemangati Hinata
"kalau dia tidak pulang aku akan , menjitaknya lusa nanti, Aku juga ikut misi Nanti.. terbang bersama UN" ucap Mari sambil tersenyum lembut
"M-Mari…Kamu…Jadi lusa juga akan…." Ucap Menma Kaget
"Ara~… Menma-kun..Ma'af aku hampir lupa, Memberi Tahumu. Besok Lusa aku juga ikut.." ucap Mari
Menma memandang Mari dengan tatapan penuh arti matanya juga Mulai mengalir, tak rela jika gadis yang ia Cintai terjun di medang perang
"Jangan menatapku begitu , Aku pasti akan kembali dengan selamat, Menma-kun…" ucap Mari sambil terus mengelus Punggung Hinata.
"Ara~, Menma-sama juga bisa Galau ya…" ucap Narutko menggoda saudara kembarnya
"Urusai…" protes Menma dengan semburat merah di wajahnya
Semua keluarga besar Namikaze sedang berusaha menenangkan Menantu mereka, HInata sedari tadi masih saja sesenggukan, Entah apa yang terjadi Hinata tak mau menghentikan sesenggukannya. Di saat semua orang sedang Bingung. Tiba-tiba…
"Hime…" Suara Bariton terdengar tidak asing. Hinata membelalakkan tak percaya, semua orang juga sama, tak percaya dengan apa yang mereka Lihat
"Hueeeeeeeee…" Tangis Hinata akhirnya pecah
.
.
2 jam 30 Menit sebelumnya
Naruto sedang berdiri di depan jendela palka yang cukup kecil mengamati awan-awan yang mereka lewati. Memandang jauh ke arah langit biru yang cerah secerah matanya itu, tiba-tiba dia di kagetkan oleh seseorang yang muncul tiba-tiba di sampingnya
"Mau Kopi, Dobe ?" Ucap orang itu yang tak lain Sahabat Karibnya, Sasuke
"Terima kasih Teme." Naruto menerima Kopi kaleng yang di berikan Sasuke dan membukanya. Setelah membukanya segera ia meminum beberapa teguk
"Teme.. Ingat saat pertama Kali kita bertemu dan bicara untuk pertama kali ?" Tanya Naruto
"Ya tentu aku ingat Kau seperti Orang Gelandangan Waktu itu" ucap Sasuke yang bersandar menghadap ke jendela Palka di samping Naruto
Flashback ON
Sudah 2 bulan semenjak Hari pertama penerimaan siswa baru di SMP Konoha, seperti biasa para murid selalu bergumul di kantin saat jam istirahat berlangsung, tapi tidak dengan Naruto, Bocah pirang dengan rambut mirip durian, dia malah sedang di belakang sekolah mengadahkan kepalanya pada kran yang ada di situ, ia membuka mulutnya dan meminum air untuk memenuhi bagian perutnya yang kosong, dia hanya membeli sebuah roti seharga 100yen , tentu saja tidak kenyang, maka dari itu dia menggunakan trik jitu yang sudah menjadi kebiasaannya. Tanpa sepengetahuan Naruto di belakangnya ada sepasang kekasih yang saru berambut Raven dan satu lagi berambut merah muda , ya Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, pasangan Fenomenal di SMP Konoha. Tetapi di balik semua itu, sang Pangeran Es dan Ratu Cerry, sebutan mereka berdua. Semua itu hanyalah omong kosong belaka, pada kenyataanya mereka adalah anak termuda di keluarga mereka dan perhatian orang tua mereka selalu tertuju kepada kakak mereka.
Sasuke menggandeng tangan Sakura dan mendekati Naruto. Kemudian Sasuke menepuk pundak Naruto
"He…kamu..Sasuke kan dan Sakura.." ucap Naruto kaget
"Hn.." ucap Singkat
"Ha'i , kamu benar Naruto…" ucap Sakura sambil tersenyum
"Cherry, …. Hari ini uang sakumu berapa ?" ucap Sasuke kepada Sakura..
"Eto…. Ayo kita Lihat…hm… 500 Yen , Sasu-kun.." ucap Sambil menunjukkan uang yang ada di telapak tangannya
"Hn..aku 750 yen, Jadi totalnya , 1250yen, bisa mendapat roti panjang berukuran 1 meter berharga 1000yen, lalu 250 yen, bisa dapat 2 botol air mineral, Cherry…" ucap Sasuke memandang Sakura lalu mengalihkan pandangannya kepada Naruto
Seakan tahu maksud sang kekasih dia lalu menarik tangan Naruto dan segera mengikuti jalan Sasuke
"Tunggu…Ada apa ini-ttebayo… kenapa aku di tarik-tarik.." Protes Naruto
"sudahlah Naruto… ikuti saja…" ucap Sakura
Mereka bertiga bejalan menuju kantin di sebelah belakang gedung sekolah yang tepatnya kantin yang menjual aneka macam roti, Sasuke membeli Roti lapis sayuran yang berbentuk panjang, berukuran 1 meter. Sementara Naruto di serahi tugas oleh sakura untuk membeli Air mineral. Setelah itu mereka pergi menuju sebuah pohon beringin yang sedang tumbuh Rimbun. Mereka duduk bertiga membentuk sudut segitiga dengan sebuah roti besar dan dan 2 botol air mineral di tengahnya.
"Naruto, kami tahu , kami juga mengerti perasaanmu, " ucap Saura tiba-tiba
"EH….?" Naruto hanya cengo…
"Kau ini idiot atau apa sih " gerutu Sasuke
"Hah… Apa maksudmu itu Sasuke… Aku masih tidak mengerti…" ucap Naruto heboh
"Begini, Naruto, kami juga mengalami apa yang kamu rasakan saat ini, kami sering kurang mendapat perhatian, kami juga sering mengalami persis apa yang kamu alami, jadi kalau boleh memberikan Saran,tidak aku menyuruhmu untuk tidak menanggungnya sendirian, berbagilah, " ucap Sakura kepada Naruto. Sambil sakura mendekap tangan kanan Sasuke
Mendengar Hal itu Naruto merasa kalau mereka berdua adalah teman sejatinya, teman yang berarti sesungguhnya. Lalu Sasuke mengambil roti lapis itu, memotongnya menjadi 3 bagian dan menyerahkan 2 bagian lainnya pada Naruto dan Sakura
"Apa..ini-ttebayo ?" ucap Naruto Ragu
"Makanlah bodoh, mana tega aku melihat orang seperti gendangan padahal dia anak orang kaya" ucap Sasuke ketus
"Yang kaya itu orang tuaku bukan aku…. Lagi pula…" kini pandangan Naruto mulai sayu…
"ne..Naruto…Maukah kau menjadi teman kami ?" ucap Sakura tiba-tiba
"He….." Naruto kembali tersentak…
"Kau tak perlu menanggungnya sendiri…." Ucap Sasuke
Sambil menerima potongan Roti dari Sasuke
"Terima kasih…. " ucap Naruto singkat merasa kalau ada setitik cahaya dalam kehidupan kelamnya, Setitik Cahaya yang akan membimbingnya ke luar dari pusaran Kegelapan ini
"Ja..kalau begitu aku akan memanggilmu, Naru… Boleh kan ?" ucap Sakura
"Boleh saja… Eto… Aku akan memanggilmu Saki saja… dan untuk sasuke… hm… Teme.." ucap Naruto..
Sasuke mebelalakkan mata Onyxnya, "Hoi..apa maksudmu , kalau begitu aku akan memanggilmu Dobe, saja karena kau Lemot" Ucap Sasuke Mulai OOC
"He…apa Maksudmu, Teme!" protes Naruto
"Ya seperti itulah, intinya Dobe…" ucap Sasuke
Mereka bertiga mulai memakan roti itu bersama-sama. Mereka juga bercanda satu sama lain, tapi Sasuke hanya mengatakan 'Hn' saja jika di Tanya
"Ne…Saki, Teme..Apa tidak apa-apa seperti ini, aku merasa di repotkan.." ucap Naruto sungkan karena di beri makanan oleh sahabat barunya, meski uang saku mereka sedikit , tapi mereka masih mau membaginya dengannya
"Tidak, Apa-apa Naru… aku kan sudah bilang, Jangan di simpan sendiri, berbagilah.." ucap Sakura dengan senyuman musim seminya
"Setidaknya, kami masih punya uang saku, Dobe… Aku hanya tidak tega. Kami sering melihatmu hanya meminum Air dari keran… Kau tahu , kau seperti Gelandangan" ucap Sasuke
"Jahat kau Teme…. Baiklah, mulai besok aku juga akan ikutan patungan..Yah meski aku tak pasti di beri uang sakunya…Tapi akan kuusahakan …. " ucap Naruto
"Hm… kalau itu maunya Naru.. tidak apa-apa… 1yen pun juga tidak apa-apa…" ucap Sakura
"Hn…" ucap Sasuke
"Terima kasih…Hiks….hiks…hiks….Terima kasih…." Ucap Naruto sambil sesenggukan.
"MO~…NAru..jangan menangis…" Ucap sakura sambil mengelus punggung Naruto
"Dobe..kau cengeng.." ucap Sasuke sambil meyodorkan Sapu tangannya
Dan mulai saat itulah mereka menjadi 3 sahabat, meski Sasuke dan Sakura adalah pasangan, mereka juga sangat menghormati sahabatnya, mereka tidak bermesraan jika sedang bersama Naruto, dan juga Naruto juga menghormati Sasuke dan Sakura. Kadang Naruto member kesempatan kepada mereka berdua untuk memiliki Waktu pribadi mereka , Naruto tak ingin menjadi pengganggu dari kemesraan mereka. Persahabatan mereka berlanjut Hingga SMA. Dan pada saat kelulusan
"Dobe.. Kau setelah ini meneruskan ke mana ?" ucap Sasuke
"Mungkin bekerja, Teme ?" Ucap Naruto
"Heh..kamu tidak kuliah Naru ? kan Nilaimu termasuk dalam peringkat 5 besar." Ucap Sakura terkejut
"Saki… Hal seperti itu tidak akan membuat ayahku memberi senyum padaku… sudah kuputuskan aku akan bekerja…" ucap Naruto Lantang
"Mau bekerja apa Kau Dobe, lulusan SMA memang bisa bekerja dengan mapan ?" ucap Sasuke lagi
"Aku hanya ingin Orang memandangku sebagai Naruto… Hanya Naruto… Bukan Namikaze Naruto… seperti kalian , kau tahu kan maksudku… entahlah bekerja seperti apa… Cleaning service…Tukang antar makanan…apapun , yang penting aku bisa menikmati uang hasil jerih payahku sendiri… "ucap Naruto
"Kau bodoh tapi aku suka Gayamu , Dobe… Aku setuju denganmu… " ucap Sasuke
"Nanti kalau kita sudah sukses, Kita berkumpul lagi OK " ucap Sakura Riang
"Ha'i , Saki…" ucap Naruto
"Hn… Cherry" Sasuke
Mereka bertiga menumpukkan ke tiga telapak tangan kanan mereka menjadi satu, dan mengucapkan Janji mereka. Dan di saat itulah mereka mengawali perjalanan luar biasa mereka
Flasback OFF
"dan kau tahu, Teme..Kita bertemu kembali kan…Dan semuanya lebih baik…" ucap Naruto
"Hn… Memang benar kau tidak berubah Dobe, Masih saja Kau bodoh tapi aku suka gayamu" ucap sasuke dan mereka bertukar kepalan tangan mereka
"kalian berdua apa yang kalian, lakukan.." ucap Sakura yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka
"Sedang menikmati sekaleng kopi hangat dan memandangi awan, Saki" ucap Naruto
"Mau ikut, Cherrry ?" Tanya Sasuke
"Mo~…Kenapa selalu aku yang di tinggal.." Sakura sekera melompat melihat Palka jendela dan berada di tengah mereka berdua
"1 misi lagi eh… dan ini semua akan selesai…. "Ucap Sakura
"Kita segera pulang-ttebayo…" logat Naruto di ucapkan kembali
"Hn…" huruf Konsonan Legendaris Sasuke juga muncul
1 jam kemudian benteng terbang telah mendarat di suatu daerah di jepang atau lebih tepatnya di Teluk Konoha, Markas angkatan Laut jepang, Naruto terkejut saat melihat suasana sekitar , terlihat tidak asing, perasaan di dadanya membuncah, segera setelah melakukan wawancara singkat dengan Seorang reporter dari sebuah Stasiun TV swasta, ia mengambil langkah panjang dan menemui sang Marsekal .
"Marshal, Operasi akan di jalankan lusa kan ?" ucap Naruto
"Ya , Kidz.. ada apa ?" Tanya sang Marsekal
"Bolehkah saya minta ijin untuk pulang mengunjungi istri saya, rumah saya dekat sekali, hanya 15 menit perjalanan dengan kereta" ucap Naruto sedikit memohon
Seakan tahu yang dirasakan si kesatria langit sang Marekal segera melemparkan sebuah Kunci
"Di hangar, ruangan nomor 4, Humvee dengan M2 browning, Kembali-lah lusa jam 5 pagi, Tepat" ucap sang Marsekal
"Eh…satu lagi… sekalian saja , bawa dua orang ini.. mereka juga minta ijin.." ucap Sang marsekal
"he…." Naruto memasang tampang idiot
"Dobe…" tiba-tiba ada suara ada di belakang Naruto
"Naru…" ada suara lagi
"Teme..Saki… kalian…" ucap Naruto terkejut
"Kami Nebeng…" ucap Sasuke
"OK…Ayo kita berkunjung" ucap Naruto
Segera mereka menuju Hangar Benteng terbang mengeluarkan Mobil humvee model militer dengan Senjata mesin Berat M2 Browning bertengger di atap mobil itu. Naruto duduk di kursi kemudi, sedangkan Sakura dan Sasuke duduk di kursi belakang mereka
"Hoi…memangnya aku ini supirmu apa" ucap Naruto
"Sudahlah Dobe..Jalan saja.. Lagi pula pangkatmu di bawah ku" ucap Sasuke menunjuk sebuah lambang di kerah baju sebelah kanannya
"Ya..ya…dasar kau menggunakan kekuasaan dalam segala hal.. #%$#^#... #&#*#$(( * ...! *($**^&^%*&..." gerutu Naruto tidak jelas, Sakura dan Sasuke hanya cekikikan melihat sahabat mereka itu
Mereka langsung melaju turun dari Benteng terbang dan segera meninggalkan kawasan militer tersebut, 5 menit kemudian mereka segera memasuki Tol untuk menuju pusat Kota Konoha, pertama adalah mampir ke kawasan Perumahan Uchiha, 10 menit kemudian mobil Humvee model militer memasuki gapura dari perumahan Uchiha, perumahan dengan lambing kipas, tentu saja sejak dari Tol mereka sudah mencuri perhatian orang banyak karena Mobil Humvee model militer dengan Senjata mesin berat berada dalam jalanan umum, sempat juga mereka di berhentikan polisi, tetapi karena tahu yang mengmudi militer, maka mereka dipersilahkan Melanjutkan perjalanan
Tak lama kemudian mobil berhenti di sebuah gerbang rumah bergaya tradisional jepang dengan dengan lambang kipas berukurang besar di dindingnya, ya itulah Rumah keluarga Utama Uchiha, yang di tinggali Uchiha Madara yaitu kakeknya, Uchiha Fugaku dan Mikoto yaitu orang tuanya, serta Uchiha Itachi kakak laki-lakinya, dan juga ada beberapa Keluarga Lain yang tinggal di kawasan rumah tersebut.
"Teme.. Kau siap.." Tanya Naruto
"Hn…" jawab Sasuke singkat
"Kau mungkin dapat bogem mentah dari Ayahmu, Lho ?" ucap Naruto menakut-nakuti Sasuke
"Lalu ini gunanya apa?" Tanya Sasuke pada Naruto dengan menyingkirkan Jas sebelah kanannya, Terlihat Pistol berwarna Hitam bermodel FN 1911.
"Ho…. Menarik… OK semoga beruntung Mayor…" Goda Naruto
"Hn..Antar Cherryku sampai rumahnya dengan aman, Atau kau akan menjumpai Mk 88 (Jenis Bomb) di kamar mandimu" Ucap Sasuke Ketus
"Wo…Menakutkan…ya..iya… Sampai jumpa Teme" Ucap Naruto sambil menjalankan Mobilnya menjauh dari rumah Sasuke
Di lihatnya gerbang rumahnya lalu segera ia melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama dari Manshion Uchiha ini, di pandanginya sekitar rumahnya , mata Onyxnya menjelajah semuanya, tak ada yang berubah selama hampir 6 tahun ini, segera saja ia menggeser pintu masuk utama mansion itu, Lalu melepas sepatu kulit PDH nya, sambil masih mengenakan seragam ia memasukkan tangannya di ke-dua saku celananya dan topi perwiranya di apit oleh tangan kanannya diantar pinggang kanan.
Sasuke menuju ruang tengah terlihat ayah , ibu , kakak dan juga kakek dan sepupunya yang lain sedang menonton TV tak ada yang menyadari kehadiran Sasuke, dan ia segera melakukan kebiasaan lamanya saat masih SMA, menuju dapur yang tempatnya bersebelahan dengan ruang keluarga, hanya di pisahkan meja memanjang seperti meja BAR, ia membuka Kulkas mengambil segelas jus tomat dan bejalan menjauhi kulkas dan meneguknya
"Kaa-san, Jus Tomatnya, terlalu manis" Ucap Sasuke sembarang
"Itu bukan untukmu Sasuke-kun , Itu tadi di buatkan Bibi, untuk Shisui, " ucap Mikoto masih belum sadar begitu juga dengan yang lainnya
"Oh..Baiklah kalau begitu, aku akan mengembalikannya ke kulkas" ucap Sasuke sambil membuka kulkas memasukkan Jus tomat itu dan berbalik berniat kembali ke kamar
"Kalau mau tunggulah sebentar, Kaa-san akan membuatkannya untukmu Sasu….." Mikoto mulai terasa aneh dengan kata-katanya lalu matanya membelalak mengangkat wajah cantiknya yang sedari tadi membaca majalah, dan memandang di mana suara tadi berasal
"Ke-kun…..Sasuke-kun… benarkah itu kamu…" ucap Mikoto berdiri dan tubuhnya mulai bergetar, tampak di pandangan Mikoto , Sasuke yang dulunya berbadan kecil kini menjadi tegap dan gagah, ia memakai seragam militer berwarna Putih dengan pangkat berbentuk bunga melati berjumlah satu di masing-masing pundaknya serta Banyak sekali Emblem beraneka Warna di dada kirinya,
"Hn..Kaa-san…. Ini aku.." ucap Sasuke memandang Ibunya lalu setelah itu
'Greeeeep….' Mikoto berhambur kea rah Sasuke dan Sasuke juga membalas memeluk Ibunya,
"Kaa-san, Aku pulang" Ucap Sasuke dengan senyum tipis
"Selamat datang… Sasuke-kun" Balas Mikoto dengan Air mata Bahagia
Semua orang yang berada di ruang tamu juga terkejut Melihat kedatangan Sasuke yang bisa di katakan sangat Tiba-tiba itu
Sementara itu
5 Menit setelah meninggalkan kawasan perumahan Uchiha Naruto menghentikan Mobilnya di depan Rumah minimalis berlantai 3 dan bergaya eropa , ya itulah rumah milik keluarga Haruno di mana Ayah, Ibu dan kakaknya tinggal.
"Terima, Kasih Naru" ucap Sakura
"OK Saki, aku pulang . dulu.. JA.." ucpa Naruto
"Ja…" ucap Sakura yang masih terdiam menunggu mobil yang di kemudikan Naruto menjauh lalu setelah itu ia berbalik menuju pintu masuk. Di bukanya pintu lalu ia duduk bersimpuh di lantai untuk melepas sepatu PDH militer sebetisnya, DI letakkan sepatu itu di yang memiliki panjang sampai Betis dan juga ber-hak 3 cm itu di samping Rak sepatu,
"Aku..Pulang .. " teriak sacra seperti biasa saat ia sehabis pulang sekolah
"Selamat datang , Sakura, sepatunya taruh yang rapi" ucap Ibunya
"Hn.." jawab sakura Singkat, ia hanya melenggang melewati ruang tamu dan akan menuju kamarnya di lantai 3, saat ia akan menjejakkan kaki di anak tangga pertama
'Grep…'
Ibunya menahan tangan kanan Sakura
"Sa…ku…." Ibunya memandang Sakura penuh Arti
Mata Hijau Sakura memandang lembut ibunya dan tersenyum lembut
"Ada..apa kaa-san.." ucap Sakura, Segera saja Ibunya memeluk Sakura, dan tangisnya juga pecah , rindu akan anak keduanya yang meninggalkan rumah Hampir 6 tahun lamanya tanpa pulang sekali saja untuk mengunjungi rumah.
"Bodoh, Ke mana saja selama ini ?" Ucap Ibu Sakura
"Ma'af sudah membuat kaa-san kawatir" Jawab Sakura
"lihat dirimu, bahkan sekarang ..Hiks…hiks… kau bukan Sakura yang manja seperti dulu lagi…Hiks.." ucap Ibunya sambil tersendu
"sekarang, Segera ganti baju, dan nanti sore kakakmu dan ayahmu akan pulang dari perusahaan, pasti nanti mereka terkejut" ucap Ibunya lagi
"Hn…. " Sakura hanya mengangguk dan segera menuju kamarnya di lantai 2 rumahnya untuk berganti baju
Sementara itu ,
Naruto mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang , selang 15 menit dia sudah sampai di mansion Namikaze, penjaga gerbang sempat terkejut(lagi) karena kali ini sebuah mobil humvee full equip yang siap tempur behenti di depan gerbang . Naruto hanya menongolkan kepalanya keluar jendela, dan segera gerbang pun terbuka.
Setelah sampai pintu utama, ia mengabaikan para maid yang member salam dan segera menuju ruang utama, terlihat keluarganya, mulai dari ayah, ibu, ke-2 kakaknya, lalu Menma, Naruko, dan…. Mari yang sedang merengkuh Hinata istri, lavendernya yang sedang tersendu. Naruto mulai mendekati mereka , langkahnya semakin memelan dan akhirnya berhenti saat sampai di dekat mereka, dan sepertinya masih belum ada yang menyadari kehadiran Naruto
"Hime…" Suara Bariton terdengar tidak asing. Hinata membelalakkan tak percaya, semua orang juga sama, tak percaya dengan apa yang mereka Lihat
"Hueeeeeeeee…" Tangis Hinata akhirnya pecah
Lalu segera ia berdiri dari sofa dan berlari menghambur ke Naruto
'Bruuk…' bahkan Naruto sampai terjungkal ke belakang karena Hinata menubruknya sambil berlari. Dalam keadaan duduk Hinata menangis tersendu, senyum tipis menghiasi wajah Naruto, ia mengelus puncak indigo milik Istri mungilnya itu
"Hime..Aku pulang…." Ucap Naruto lirih
"Bodoh….kenapa Naruto-kun selalu membuatku kawatir…Bodoh….Hiks..hiks…hiks….Selamat datang kembali..Hiks….hiks…" ucap Hinata berkelanjutan dengan di barengi Senduan tangisnya
"Aru-chin ? …" Sapa Mari
"Yo..Mari…kenapa kau ada di sini…" Tanya Naruto
"ya..Eto…Ano…" ucap Mari sambil wajahnya memerah dan memainkan kedua ujung telunjuknya
Naruto menyipitkan Matanya dan memandang Mari lalu beralih kepada orang yang ada di belakang Mari , orang yang persisi dengan Naruto tetapi berambut Hitam,
"Menma…jangan…jangan…" ucap Naruto menggantung
"AhHHHHHHHHHHH…. Jangan di katakana Naruto… terlalu Memalukan…" Ucap Menma
"Y…ya..ya..baiklah…" ucap Naruto
"Ngomong-ngomong..Naru-chan..Kenapa kamu bisa ada di sini ?" Tanya Ibu Naruto, Kushina
"Tentu saja untuk melihat kabar , Tuan putri mungilku ini"ucap Naruto
'Blushhhhhh…..' wajah Hinata tiba-tiba memerah seperti biasa, dan segera ia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Naruto yang sejak tadi masih dalam posisi terduduk
"Yosh..Baiklah…sekarang aku mau 'melepas rindu' dulu yah…" ucap Naruto mulai berdiri dan mengangkat Hinata . ia segera menggendong istri mungilnya itu ala Bridal Style, dan menaiki tangga menuju ke kamar mereka di lantai 2
"Ne…Nagato…Apa maksud Naru dengan melepas rindu tadi ?" ucap Kyuubi polos
"Kyuu-nee, makanya jangan berkutat dengan Dokumen melulu, sekali-kali berkencanlah dengan Itachi itu, memangnya kamu mau menjadi perawan tua …Heeeeee…." Ucap Nagato kepada Kakak tertuanya itu
"Ya..itu..mm…." Kyuubi malah gugup mendengar kata-kata Itcahi tadi.
"yare..yare… di keluarga ini hanya kau dan Naruko saja yang masih menjomblo… Setidaknya carilah incaran.." kini Menma yang bicara
"he,,? Aku juga.. cih..mentang-mentang sudah punya, Ne..Mari-chan… Menma itu pangeran Playboy lho ? Hati-hati ya, dia itu seperti ular…" ucap Naruko dengan mempraktekkan bentuk ular Dengan tangan kanannya
"HA..Apa katamu…!" ucap Menma Ketus, Mari hanya melihat pertengkaran Saudara itu dengan Cengo
"He… mau kusebutkan siapa saja mantanmu, Eto…. Matsuri, lalu Tenten si kekasihnya kakaknya Hinata itu, lalu Sakura juga hampir saja jatuh seandainya saja Sasuke tidak menyadarinya, lalu Ino juga, Eto… aha… Temari… Lalu siapa lagi ya itu…hmmm…."
"Wahhhhhhhh….sudah Naruko …Jangan Di sebutkan lagi" protes Menma
Kembali ke pasangan muda kita yang sedang di mabuk cinta. Setelah Sampai di kamar mereka Naruto menurunkan Hinata di Kasur besarnya, lalu Naruto berjalan ke arah lemari untuk mengganti baju PDH militernya menjadi kaos santai. Lalu mendekati Hinata yang masih tersendu di kasurnya
'Cup..' Naruto mendaratkan kecupan mesra di Dahi milik istrinya itu
"Hime….Sudahlah , jangan menangis, kau tahu aku tak tahan jika melihatmu menangis seperti itu," ucap Naruto sambil mengusap air mata Hinata
"Naruto-kun…Naruto-kun tidak pulang untuk sebenarnya kan ?" ucap Hinata
"Satu lagi, Hime…Satu misi lagi dan semua akan berakhir, Dan saat Semua itu berakhir. Aku Harap aku akan Menjadi seorang ayah Nantinya" ucap Naruto sambil mengelus perut rata milik istrinya
"Naruto-kun…."
"Hime…."
Wajah Naruto semakin mendekat kepada Hinata dan 'Cup…' bibir mereka saling bertautan, awalnya hanya ciuman biasa dan akhirnya ciuman panas, Lidah Naruto masuk kedalam mulut Hinata mengajak Lidah Hinata menari dan saling bergandengan , Hampir 10 menit mereka berciuman panas, dan Akhirnya melepaskannya dengan perasaan tak rela ,
"Naruto….Kun…Sentuhlah..Aku Naruto..kun…" ucap Hinata Memelas
"Hime…Sejak kapan kamu menjadi Nakal seperti ini ?" ucap Naruto dengan Nada menggoda
"Hm….Naruto-kun j-jangan siksa aku seperi Ini, Hm…." Hinata mendesah mesra saat Naruto menciumi leher putihnya, tak lupa juga Naruto member Kissmark di sana
"Hime, Kau tahu aku sangat rindu padamu di sana, kau seperti candu Bagiku..Mmph.."ucap Naruto sambil terus menciumi leher mulusnya
Entah sejak kapan kedua tangan Naruto menelusup ke dalam kaus dan celana milik Hinata, Hinata yang di perlakukan seperti itu hanya bisa mendesah dan menutup mata, tidak bisa mengatasi rasa nikmat yang selama ini ia rindukan dari suaminya itu,
"Naruto-kun..Lebih dalam…Aku..aku..aku…kyaaaaaaaah!" jerit Hinata , lalu tubuhnya mengejang dan berkedut-kedut menandakan kalau dia sudah mencapai puncaknya untuk pertama kali
Naruto terkejut tangannya seperti kirinya yang bertelusup ke dalam selangkangan Hinata seperti terendam dalam air, Sangat Basah, bahkan celana milik Hinata pun terkena rembesannya yang cukup banyak, 'pluk…' ia menarik tangannya dan memperlihatkannya pada Hinata
"Lihat Hime…kamu sudah menyimpannya ya selama ini, lihat betapa basahnya, seperti di siram air saja" ucap Naruto sambil memandangi jarinya lalu menjilati cairan yang ada di situ
"Naruto-ku lakukan….Penuhi aku dengan milikmu…aku sudah tidak tahan..Kumohon…" ucap Hinata dengan wajah Memelas
"As You Wish…Hime…" segera Naruto Naik ke atas ranjang lalu memposisikan Hinata terduduk dan segera melucuti semua pakaian milik Hinata dan tak ketinggalan pakaiannya sendiri, akhirnya mereka sudah polos tanpa busana, milik Naruto pun sudah berdiri tegak menantang, Hinata memegang milik Naruto yang menurutnya memiliki ukuran yang besar, di dekatkannya wajah Hinata kepada Milik Naruto
"Hime…Apa yang kamu lakukan…" ucap Naruto
"Karena Naruto-kun sudah memanjakanku, sekarang gentian Naruto-kun yang kumanjakan" jawab Hinata dengan Nada yang menggoda
"AAAAhmmpppp" Hinata membuka mulut mungilnya dan segera melahap milik Naruto bagaikan melahap daging,
"Ssssh..ya hime… Gunakan lidahmu hime…" ucap Naruto tenggelan dalam kenikmatan.
Hinata mulai memaju mundurkan kepalanya, hamper beberapa kali Hinata tersedak namun di menahannya tidak mau merusak suasana, mulai tidak tahan Naruto memegang surai indigo Hinata, dan memaju mundurkan pinggulnya lebih cepat , Kini Hinata malah beberapa Kali tersedak , dan Naruto tidak peduli, gerakan Naruto semakin Cepat dan semakin cepat dan… 'Sprulllttttttt' jutaan benih cinta Naruto keluar sudah, meledak di mulut Hinata, Ia terkejut karena ada rasa aneh dalam mulutnya, rasa manis, amis, dan pahit yang bercampur memberikan sensasi yang berebeda di mulut Hinata, Naruto terengah engah dan menahan sebentar kepala Istrinya itu untuk memberikan beberapa semprotan kecil yan tertinggal,
Lalu ia melepaskan pegangannya dan Hinata juga memundurkan kepalanya melepaskan milik Naruto yang ada di mulutnya,'glup..glup…glup..' terdengar 3 kali tegukan di mulut Hinata, Cairan yang di kelauarkan suaminya tadi di teguknya Habis, Lalu Naruto membungkukkan badannya dan memegang dagu HInata lalu mengangkatnya,
"Kamu menelan semuanya hime ?" Tanya Naruto
"Hm..i-iya Naruto-kun…" ucap Hinata
"Kamu hebat Hime, sekarang kamu akan kuberi Hadiah" ucap Narutp seraya mendorong istrinya ke belakang dan kembali dalam posisi terlentang. Lalu sedikit membuka kedua paha Hinata sedikit melebar ,dan terlihatlah 'buah persik' milik Hinata,
"Hime…Kau siap ?' ucap Naruto
"Hm..Aku siap Naruto-kun" ucap Hinata
Naruto mulai mendekatkan miliknya dan menggesek-gesekkan ujungnya, hal tersebut membuat Hinata mendesah tersiksa, tangannya mulai gelisah meremas bantal yang ada di bawah kepalanya.
"Naruto-kun…jangan siksa aku seperti itu…Hm…kumohon.." ucap Hinata Memelas
"Sssst..Hime…jangan mengeluh..Nikmati saja" jawab Naruto sambil menyeringai
Lalu dengan tiba-tiba Naruto melesakkan miliknya ke dalam Hinata, bahkan Terlalu dalam untuk sekali hentakan.
"Kyaaaaaaa…..Naruto-kun sakit..Hiks..hiks..hiks…" rintih Hinata
"Cup..cup..cup….Ma'af Hime…membuatmu kesakitan" Ucap Naruto sambil mengelus surai indigo Hinata lalu mengecup dahinya
Naruto hanya diam dan mengecup dahi istri mungilnya itu. Menunggu Hinata siap untuk selanjutnya, akhirnya rasa sakit yang HInata rasakan sudah hilang tergantikan rasa Nikmat yang menjalar di bagian perutnya
"Hime..aku bergerak, ya ?" Tanya Naruto
"Hm…Tapi pelan-pelan…." Pinta Hinata
Naruto Hanya mengangguk dan segera menggerakkan pinggulnya maju mundur di sertai dengan desahan Nikmat Hinata, sambil terus memompa , Naruto memandangi bibir ranum milik istrinya yang mendesah , tak tahan dengan godaan itu ia langsung saja melumat bibir Hinata dan Membuat desahannya tertahan.
10 menit mereka melakukannya milik Hinata mulai meremas-remas Milik Naruto di dalam sana , Naruto yang mengetahui itu hanya bersikap tenang dan terus menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang tetap. Hinata semakin meremas-remas milik Naruto dan akhirnya tubuhnya melengking, dada milik Hinata terangkat kepalanya mengadah , matanya tertutup, ya Hinata mencapai puncaknya untuk kedua kalinya
"AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH….Naruto-kun…..aku…aku…kyaaaaaaaaa….." Teriak Hinata Kenikmatan
Mendengar itu Naruto mengehentikan gerakannya memberi kesempatan istrinya menikmati sisa puncaknya,
"Hime…Kita ganti posisi..ya ?" bisik Naruto kepada Istrinya
"Heh..Naruto-kun… Tapi..heh..heh..aku…" ucap Hinata sambil tersengal-sengal
"Hora…aku belum sampai…" ucap Naruto santai
"Ta..tapi…hm….baiklah…a-aku…menurut sama Naruto-kun saja" ucap Hinata sambil mengangguk tanda setuju
Dengan cepat Naruto mencabut miliknya dan membalikan tubuh Hinata, lalu ia mengangkat pinggul milik istri mungilnya itu,
"Kya…Naruto-kun..I-ni…memalukan…" ucap Hinata sambil pipinya memerah.
"Tidak Hime, Ini malah semakin menarik, Lihat sebelah sisi kirimu hime ?" suruh Naruto
Hinata menurut dan menengok ke sisi kiri, dan wajahnya semakin memerah, ia lupa jika di sana terdapat lemari tempat baju mereka dan juga ada cermin yang besar untuk berdandan
"Lihat..hime..kamu bisa melihat semuanya dari sana.." ucap Naruto menyeringai dan memegangi dagu Hinata agar tetap menengok ke arah cermin itu
"Kyaaaaa…hentikan kumohon…Ini…ini….membuatku…aaaaaaahhhhhhhhhh….Naruto-kun jangan memasukkannya tiba-tiba, itu…" ucap Hinata di tengah jeritan kenikmatannya
"Itu..kenapa Hime ?" Tanya Naruto disertai seringaiannya (Lagi)
Hinata tak menjawab miliknya mulai berkedut lagi, dan bahkan kali ini Naruto belum bergerak sama sekali, dan saat Naruto akan memulai gerakannya Hinata sudah…
"Kyaaa….Naruto-kun ah…" setelah teriakan itu kepala Hinata tersimpuh di atas bantal, untuk ke-3 kalinya ia mencapai puncak ia sudah sangat lelah
"Ara..ara…Hime-chan belum di apa-apakan sudah keluar duluan, sekarang kamu Nakal ya hime…" ucap Naruto sambil mencubil jahil pantat kenyal Hinata dan meninggalkan bekas merah kecil di sana
"Naruto-kun..aku..Capek… aku sudah lemas…" ucap Hinata
"Heeee…apa…bahkan aku belum mendekati sama sekali, Hime…" ucap Naruto kecewa
"K-kalau begitu…terserah aku mau diapakan…. Aku menurut saja, heh..heh…heh…." ucap Hinata Pasrah
"Baiklah Hime…Selamat datang di surgaku" ucap Naruto
Lalau Naruto segera memulai gerakannya, Hinata Mendesah, desahannya semakin kencang dan menggoda membuat Naruto semakin tak terkendali, lalu Naruto memegang ke-2 pergelangan tangan Hinata dan menariknya ke belakang , seperti mengendalikan Kuda, Hinata hanya pasrah. Entah apa yang di lakukan suaminya itu ia hanya pasrah saja, dada Hinata membusung karena tarikan Naruto, mulutnya terbuka karena menahan Nikmat yang tiada tara, salivanya pun mengalir di sudut bibirnya dan menetes di atas bantal
Sudah 40 menit mereka melakukan adegan seperti itu , entah berapa posisi mereka lakukan, dan sudah 8 kali Hinata mencapai puncaknya terhitung dari awal tadi, dan kini ia berada di sisi kiri Naruto ia miring ke kiri sedangkan Naruto melakukannya dari belakangnya, mengangat kaki kanan Hinata, dan bibir Naruto, mencium dan sesekali menggigit kecil pundak sebelah kanan Hinata, meninggalkan entah berapa bercak merah di sana
Mata Hinata sudah sayu, tak mampu menahan kenikmatan yang di berikan suaminya, mulutnya hanya terbuka menyuarakan nafas yang tersengal-sengal, sudah tidak mampu lagi mendesah, dan kini ukuran milik Naruto semakin membesar tanda kalau dia hampir mencapai puncak , Langsung saja ia mempercepat tempo gerakannya, Hinata merasa ada yang aneh, segera sadar di ujung batas tenaganya matanya membelalak saat Naruto menghujamkan miliknya terlalu dalam
"Hime…Aku..Keluar…" ucap Naruto sambil mengerang
"Keluarkan….di dalam…Naruto-kun…Penuhi..penuhi…Naru..KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" lengkingan Panjang Hinata menghiasi semburan benih cinta milik suaminya, sangat banyak dan panas. Mendiamkan miliknya sebentar di dalam lalu Naruto mencabut miliknya, karena terlalu banyak bahkan keluar dari lubang milik Hinata,
Setelah itu Naruto membalikkan tubuh mungil isrinya dan mendekapnya penuh kasih sayang, menyandarkan kepalanya di bahu dada sebelah kiri Naruto dan menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka dan juga untuk menahan hawa dingin karena sudah mulai masuk musim gugur,
"Naruto..kun…banyak sekali..dan…panas…" Ucap Hinata yang kesadarannya mulai memburam
"Hn…seharusnya itu sudah cukup kan untuk menjadikanku seorang ayah, Kalau tidak cukup kita hanya harus melakukannya lagi.." ucap Naruto Jahil
"Mo~, Jangan menggodaku Naruto-kun…" sentil Hinata pada Naruto
"Hn..sudahlah sebaiknya kamu istirahat Hime, tidurlah jika kamu lelah biarpun ini masih pagi tak masalah, Akan kutemani, aku ingin bersamamu seharian ini" ucap Naruto
Hinata melingkarkan lengannya pada perut sixpack milik Suaminya itu, "Baiklah jika itu yang Naruto-kun inginkan ," ucap Hinata mesra, dan menyusupkan wajahnya pada dada bidang milik Naruto,
"Besok, kita jalan-jalan ya Hime ?" Tanya Naruto
"Kemana Naruto-kun ?" Tanya Hinata Balik
"Konoha Land, sepertinya tak buruk" jawab Naruto
"Baiklah,….Aku mencintaimu…Naruto-kun" ucap Hinata Girang
"Aku juga mencintaimu Hime" balas Naruto
Begitulah mereka melakukannya dalam waktu yang masih di bilang pagi, dan sekarang mereka terlelap karena kelelahan, sementara itu di balik pintu kamar pasangan muda itu 2 orang sedang menempelkan telinga mereka
"Mina-kun….B-berapa kali tadi, Hinata ?" Tanya Kushina pada Minato suaminya
"Entahlah…Menurut Hitunganku…Tadi sekitar 8 atau 9…" ucap Minato terbata
"Hehehehe..sepertinya kita akan segera punya cucu..Mina-kun…" ucap Kushina Girang
"Yah….Kuharap… begitu kushi-chan.." balas Minato dengan wajah murung
"Ara…sepertinya kau kalah ya dengan Naru-chan ?" goda Kushina
"He ? Siapa yang kalah ? Mau di coba ?" ucap Minato menantang
"Bakaa…masih pagi …nanti malam saja… hah..ayo kita turun, kenapa sih kita malah menguping kegiatan suami istri ? kita bahkan sudah melakukannya " ucap Kushina tersadar
"Yah..ayo…" ucap Minato sambil menggandeng tangan Kushina dan menuju ke lantai 1
Skip Time Pagi harinya jam 05.00
"Uh…" Naruto melenguh pelan kepalanya terasa seperti melimbung, lalu dadanya juga terasa agak sesak, ia lalu melirik dadanya, istri Indigonya sedang tidur pulas dengan kepala menyandar di dada bidang milik Naruto, deruan Nafas lembutnya bagaikan suara nyanyian peri nan merdu dan juga tangan mungilnya memeluk tubuhnya erat sekali seperti tak mau kehilangan orang yang di sayanginya. Sadar akan waktu Naruto melihat jam weker yang ada di dekat ranjangnya, dan tada~ sudah jam 5 pagi atau lebih tepatnya mereka sudah melewatkan banyak waktu dari makan siang dan malam, pantas saja kepalanya terasa pusing sekali karena ia tidur selama itu, seakan tidak tega membangunkan Istri mungilnya ia malah beranjak tertidur lagi, tapi tiba-tiba Smartphone-nya berdering tanda ada E-mail masuk
Sontak Naruto mengambil Smartphone-nya dan menggeser beberapa kali dan
From:will_bisshop
Attacth: 1File(56MB)
Butterfly Master is on the ground, She on the space, NASA Found Her Nest but The Nest is Empty, Nobody in there, and One More, She is a part of Super Ace Squadron Like Us, Called Akula . They Are Legend , Kidz
Melihat pesan itu ia terkejut melihat pesan dari Kolonel William, bahwa Butterfly Master sudah di temukan, ternyata dia bersembunyi di luar angkasa, atau lebih tepatnya di dalam sebuah satelit, NASA menemukan satelit itu secara tidak sengaja, dan setelah di periksa juga sudah kosong tidak ada seorang pun di sana, dan ini semua menjawab kenapa dia tetap bisa menjalankan Drone di wilayah yang sulit sekali di jangkau sinyal
Naruto lalu mengunduh file yang di lampirkan William, tak butuh waktu lama dan setelah di buka isi file tersebut, Naruto sangat amatlah terkejut bahwa sebenarnya Butterfly Masters adalah Carmilla,Wanita berambut dan mata berwarna Coklat,Wajah yang sangat tak asing karena ia adalah mantan teman seangkatan Naruto dulu saat di UN, ia hampir sama seperti Mari, yatu trouble Maker, tetapi di sedikit mainstream, Pada akhirnya dia di Drop Out karena menggelapkan 12 unit missil udara ke udara Jarak jauh AMRAAM, dia merupakan saingan Naruto setelah Mari, dan juga Naruto, Mari, dan Carmilla lah yang selalu mengisi peringkat 1,2,3 saat latihan tempur. Melihat logo kupu-kupu berwarna ungu di sayap pesawat bertipe X2-Wyvern, lalu data dari ke-3 orang yang lain yaitu merupakan Veteran Ace bekas perang dunia Ke-3, dengan logo Hiu ia biasa di panggil 'The Shark' alias Kisame, orang dengan tampang ganas dengan gigi beringih mirip Hiu, lalu dengan Logo pesawat Uang Dollar, biasa di panggil Perampok Langit Alias,Kakuzu, orang misterius yang selalu memakai Cadar mirip orang arab, yang terakhir Dengan Logo Bunga teratai Hitam, biasa Di panggil 'Bayangan di Dalam Bayangan', Alias Zetsu orang yang selalu berpenampilan seperti Badut Sirkus. Lalu ia mengetik beberapa tulisan dan mengirimkannya pada seseorang
"Heheheheh….Akula kah ? Kita lihat siapa yang menang, Serigala Tempur(WarWolf) dari masa kini atau Kalian Akula dari masa Lalu" ucap Naruto dalam Batin lalu ia memandang Istrinya sejenak lalu mengecup pelan di dahi istrinya.
"Hem..Naruto-kun….Kumohon jangan tinggalkan aku…Hem…." Gumam Hinata dalam tidurnya
Mendengar itu Naruto menitikkan Air mata, lalu mengecup lagi dahi istrinya kini kecupan penuh cinta dan kasih sayang
"Aku..aku tak tahu Hime…. Tapi aku akan berjanji untuk kembali kepadamu….." ucap Naruto tersendu dan mengeratkan pelukannya pada istrinya yang tertidur pulas, lalu memandang bingkai Foto di meja rias milik Hinata, terdapat 2 buah foto, foto pernikahan milik Hinata dan Naruto dan juga Foto Naruto saat masih dengan team Lamanya 'Razgriz', beranggotakan Naruto, Shion, Break, dan Ray. Setelah itu matanya semakin berat dan berat akhirnya dia kembali tertidur dalam ketenangan bersama istri tercintanya
.
.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi harinya tubuh mungil Hinata menggeliat sejenak, di rasakannya ada yang aneh dengan tubuhnya, setelah beberapa kali mengerjapkan matanya akhirnya dia sadar kalau dia Tidur tanpa sehelai benang pun menempel pada tubuhnya hanya ada selimut tebal dan juga tangan kekar suaminya yang memeluk tubuhnya agar tetap mendekat ke dada bidangnya, bukannya bangun Hinata malah menempelkan surai indigonya kembali ke dada sang suami.
"Ugh…" Naruto tiba-tiba melenguh dan membuka matanya
Iris biru cerahnya memandang wanita dengan surai indigo yang sedang menyandarkan kepalanya di dada bidangnya dengan nafas yang terhembus lembut.
"Hime ? kamu sudah bangun ?' ucap Naruto yang kemudian membuat terkejut Hinata
"Eh…M-maaf Naruto-kun kamu jadi bangun ya ?" jawab Hinata Gugup
"Tidak juga ? kan Hari ini kita mau jalan-jalan , jadi kan ?" Tanya Naruto
"i-iya….Bagaimana kalau kita Mandi dulu , Naruto-kun ?" ajak Hinata
"Kita …Oh jadi begitu ya, Hime, kamu mulai berani ya, ternyata …." Goda Naruto
"Heh ….B-bukan seperti itu…aku hanya…ano….Kyaaa, Naruto-kun turunkan aku….." sebelum Hinata menyelesaikan kata-katanya Naruto malah menggendongnya dengan Bridal Style dan menuju kamar mandi untuk mandi bersama
Sementara itu di luar kamar Naruto, Kyuubi yang di suruh ibunya untuk membangunkan Adiknya dan Adik Iparnya malah diam membeku mendengar suara-suara Gaib yang terdengar dari kamar Naruto
'kyaaaa….Naruto-kun nakal…jangan di situ dong geli ….Ahhh…'
"Heh ?...Mereka sudah bangun tapi…." Batin Kyuubi sambil mematung dengan tangan kanannya mengepal dan terangkat seperti akan mengetuk pintu tetapi dihentikan
'Aduh..Naruto-kun aku bilang pelan-pelan..Ah….. Nanti ..aku…Kyaaaa.'
'ara..ara…bilang begitu tapi kamu suka kan'
'a-aku….kyaa….sudah….ahhhh…..Naruto-kun..kan kubilangkan..Kyaa…'
Dari berdiri akan mengetuk pintu Kyuubi malah beralih menempelkan telinganya di pintu kamar Naruto dan tak berapa lama kemudian terdengan
'Byuuurr…'
"Sepertinya mereka berdua masuk ke dalam Bath up ?" ucap Kyuubi pada dirinya sendiri sambil terus fokus mendengarkan suara Gaib tersebut
'Hime…kenapa di tutupi sih ? aku kan jadi tidak bisa melihat'
'Tapi..Naruto-kun…'
'Hime-chan….singkirkan tanganmu..tolong… bersantailah…'
Lalu…
'Wow..Hime baru aku tahu kalau istriku ini mungil dan besar secara bersamaan , tapi kok ?'
'Kyaaaaaa…..sudah kuduga memang tidak bisa tenggelam..'
'Hime-chan..kenapa di tutupi lagi ? kau tahu itu indah di lihat'
'T-tapi itu memalukan….'
'wow…bisa mengapung Hime…luar biasa…'
'Kya…Naruto-kun sudah..ah….Geli….kyaaaa'
'Baik-baik..ayo segera keluar..jangan terlalu lama berendam nanti pusing lho..'
'i-iya..Naruto-kun…'
'…..' tiba-tiba suasana Hening sesaat
'Hime..Ayo…'
'Eto…..'
'Iya..iya..aku tahu maksudmu…sini biar aku gendong tuan putri mungilku…'
'hehehehehe…..'
'Seharusnya begini Hime….kamu boleh bermanja-manja di depanku…atau lebih tepat aku memintamu…'
Lalu suara pintu terbuka dari dalam dan Kyuubi mengakhiri kegiatannya dan turun ke lantai 1, tapi dia tidak sadar kalau lubang Hidungnya sudah mengeluarkan darah alias mimisan, (What ? #PLAK)
Sementara itu di dlam kamar Naruto, Hinata hanya mengenakan Pakaian dalam berwarna Lavender kesukaannya dan menghadap cermin sambil menyisir rambutnya sementara Naruto sedang berkutat di lemari mencari baju yang cocok, lalu selang beberapa saat Naruto memeluk istrinya dari belakang , dagunya di sandarkan pada punggung mungil milik Hinata membuat deru nafasnya membuat Hinata Geli
"Naruto-kun …Geli…" Ucap Hinata saat lengan kekar Naruto merengkuh perut rata Hinata yang masih belum berpakaian
"Ne…Hime…Nanti mau anak berapa ?" ucap Naruto Tiba-tiba
"Heh? Kenapa Naruto-kun bertanya begitu ?" ucap Hinata terkejut
"Hanya bertanya , Istriku yang cantik…. Apa tidak boleh ?" goda Naruto
"Hmmm….aku mau 2 Naruto-kun, Laki-laki dan Perempuan" ucap Hinata sambil mengangkat ke-2 jarinya
"Heh? Kenapa 2 aku maunya 1.."Balas Naruto
"Kok tidak mau 2 ? memangnya kenapa Naruto-kun ?" Tanya Hinata
"Karena 2 itu 'mendokusai'…." Ucap Naruto cuek
"Tidak pokoknya 2" Hinata Merengek
"1..Saja Hime.." Naruto tak terima protes
"2"
"1"
"2"
"1"
"2 pokoknya 2, sekali 2 ya dua. Titik!" ucap Hinata tegas
"Ok…ok Kita lihat saja Nanti, tapi sampai saat itu, Aku akan melakukannya lagi dan lagi Hime-chan, jadi bersiaplah." Kata Naruto sambil mengecup pundak istrinya
"Kyaaaa…Naruto-kun Geli…sudah ayo kita segera bersiap-siap" ajak hinata
"Aku sudah siap, Hora lihat, Kamu sendiri Hime, belum pakai baju, apa kamu mau aku makan sekali lagi" Ucap Naruto dengan seringaian serigala
"Kyaa..Naruto-kun mesum…" teriak Hinata sambil melempari Naruto dengan beberapa wadah bedak dan lainnya
Sementara itu di Ruang Makan
"kaa-san sepertinya mereka sudah bangun" Ucap Kyuubi kepada Ibunya yang sedang menata meja makan, lalu dia duduk di kursi yang ada lalu saat akan mengambil sebuah Map yang berisi dokumen perusahaan untuk di bacanya
"Kyuu-Nee ? Kenapa Hidungmu berdarah ?" ucap Nagato kaget
"He ?" Kyuubi terkejut lalu mengelap lubang Hidungnya dan benar saja darah merah mengalir dari hidungnya
"Ha'i..Ini tisu " Ucap Kushina sambil mengedipkan sebelah matanya
"Terima kasih Kaa-san" ucap Kyuubi lalu mengelap Hidungnya dan menyumpal lubang hidungnya dengan tisu untuk berjaga kalau darah masih keluar
"Kyuubi…Kamu pasti mendengar Suara Gaib dari kamar Naruto kan ?" Tanya Minato
"iya Tou-san…" ucap Kyuubi polos
"He ? Kyuu-nee ternyata kamu seperti itu ya ? Aku baru tahu" goda Nagato
"He…T-tunggu bukan seperti itu aku hanya..aku hanya…TES…" saat Kyuubi mencoba membela diri darah segar kembali menetes dari lubang hidung satunya segera ia menyumpalnya lagi dengan Tisu
"Hahahaha…benar kan…" ucap Nagato lagi
"…" penyakit Kyuubi kembali sifat anak kecilnya mulai kumat, Bibirnya bergetar dan matanya Mulai berair dan menahan Isak
"Hora..Nagato..jangan Goda Kyuubi, Sini kamu anakku sayang Cup…cup..cup..cup.." ucap Kushina lalu memeluk anak tertuanya agar tidak menangis
Tak lama setelah itu Naruto turun dari lantai 2 bersama Hinata yang memeluk lengan kirinya. Mereka sudah berganti baju Casual yang biasa mereka kenakan kalau pergi jalan-jalan, Naruto dengan jaket Orange dan gelap serta celana Jins , dan Hinata menggunakan Kaus berwarna Biru gelap dan Celana Jins warna Biru muda , serta jaket abu-abu dengan renda imut di pinggirannya
"Naruto-kun mereka sedang apa ?" ucap Hinata penasaran dengan apa yang terjadi
"Hah..biarkaan saja Hime palingan mereka sedang mempraktekkan Opera Sabun yang sering Kaa-san lihat" Ucap Naruto santai. Hinata tak merespon dan mengikuti Naruto berjalan menuju lantai 1
"Naru-chan….kok pagi-pagi sudah rapi ? Mau kemana ?" ucap Kushina Terkejut melihat anak dan menantunya berbaju rapi pada Pagi hari
"Mau jalan-jalan sebentar aku sarapan di luar saja, ngomong-ngomong kok Naruko dan Menma tidak keliatan ?" Tanya Naruto penasaran dengan duo heboh itu
"Naruko menginap di rumah Ino , terus Menma Entah tadi pagi juga sudah keluar dengan Baju yang rapi" jawab Kushina
"ya sudahlah, Ayo Hime kita berangkat" sambil menggandeng tangan mungil Hinata menuju garasi mobil
.
.
Mereka sudah hampir sampai di Konoha Land. Tetapi mereka tidak langsung kesana , mereka menuju sebuah cafe untuk sarapan dulu, Hinata memesan Omelet dan Naruto memesan makanan favoritnya Yaitu Ramen. Setelah mereka kenyang bersarapan ria mereka segera melanjutkan perjalanan ke Konoha Land, perjalanan hanya berlangsung 10 menit dan akhirnya mereka sampai. Naruto segera memakirkan Humvee miliknya lalu menggandeng tangan Hinata menuju Loket, mereka membeli tiket untuk 2 orang dan segera masuk , mereka mulai mencoba Wahana yang ada yang pertama mereka Coba adalah Roller Coster, saat Roller Coster melaju kencang Naruto hanya tersenyum ria sedangkan Hinata malah berteriak ria karena sensasi kecepatan itu, bagi Naruto kecepatan Roller Coster tidak akan bisa menumbangkannya , karena ia sudah terbiasa dengan kecepatan pesawat Jet, lalu ia mecoba wahana lainnya seperti Tornado, lalu cangkir yang berputar dan lempar Bola , Hinata yang mencoba permainan Lempar bola dapat mengenai Sasaran dan mendapat Hadiah yaitu syal warna Merah , ia lalu memberikannya pada suaminya
"N-naruto-kun...Ini..." ucap Hinata Gugup
"heh..bukannya ini hadiahmu hime..." ucap Naruto
"Eto...ano...i-ini buat Hadiah Ulang Tahunmu Naruto-kun, Waktu itu kan, Kamu s-sedang misi kan ? J-jadi , ini hadiahku untukmu, t-tapi maaf Cuma ini, Naruto-kun" Ucap Hinata yang masih gugup
Dengan wajah yang bersinar Naruto menerima Hadiah dari istri mungilnya, lalu memeluk lembut istrinya
"Terima kasih Hime, Ini hadiah yang terbaik..." ucap Naruto seraya memeluk istrinya dengan lembut
"Hm...Selamat ulang tahun Naruto-kun" ucap Hinata Pelan
Di saat kemesraan kedua sepasang suami-istri inilah datang sebuah kebetulan yang tak terduga
"Oya...oya..bermesraan di tempat umum, Dasar Dobe..." ucap Seseorang dari belakang Naruto
"Heh...aku tau kalian suami istri , tapi tahu tempat kenapa" suara kedua muncul
Sontak Naruto dan Hinata kaget dan melepaskan pelukan mereka dan menengok ke asal suara itu
"Teme...Saki...kalian..." ucap Naruto terkejut
"he Sakura-chan ?" ucap Hinata terkejut
"Kya...Hina-chan..Lama tak jumpa, sekarang kamu berubah ya Makin cantik saja" ucap Sakura girang sambil menghambur memeluk Hinata dengan Tubuh tinggi nan gagah miliknya
"Hehehe...Saku-chan...sekarang Saku-chan terlihat gagah ." Ucap Hinata malu-malu
"Ya...Kamu bisa saja Hina...Ngomong-ngomong kalian juga sedang berkencan di sini juga" Ucap Sakura
"Tentu saja... Siapa yang tidak rindu hanya sehari menikah lalu menjalankan Misi seperti itu" Gerutu Naruto
"Hn..." Sasuke nimbrung dengan kata-kata legendarisnya
"Teme..kalau kau mau nimbrung, mending jangan deh kalau masih menggunakan kata itu" tungkas Naruto
"Terserah aku Dobe, ini adalah styleku-ttebayo..." ucap Sasuke dengan OOC-nya
"Geg...Hoy..itu kata-kataku dasar Teme..." Teriak Naruto Heboh
Dan begitulah reuni mini sahabat itu, Hinata juga senang karena sudah lama tak bertemu dengan Sahabat lamanya Sakura Haruno, dan mereka memutuskan mengobrol di sebuah kursi taman di temani dengan es krim (?) di musim gugur, canda tawa menghiasi mereka , Hinata juga sempat terkejut dengan sifat Sasuke yang dulunya dingin dan super cuek sekarang berubah menjadi banyak bicara tetapi tetap tidak bisa menandingi kehebohan Naruto, Suaminya itu
Di tengah kehangatan ke-4 pemuda itu tiba-tiba bencana Lain datang.
"JIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTT" terdengar teriakan melengking yang semakin mendekat, saat Sakura yang tengah berdiri sehabis membuang sampah ia menengok ke belakang dan
'Bruk...'
"JIDAAAAAAAAT...Huweeeeee...Kamu kemana aja aku Rindu dengan lebarnya jidatmu...Plak..Plak...Plak..." teriak gadis yang berkuncir kuda dan berwarna pirang, lalu menepuk-nepuk dahi(Jidat) Nan lebar milik Sakura
"Ino-pig...Hentikan ...Sakit tahu..." ucap Sakura menangkis tangan orang itu, yang tak lain Ino Yanamaka, yang merupakan sahabatnya sama seperti Hinata saat SMA
"Hiks...hiks..hiks...Kau tau aku terkejut saat kau ada di TV dengan seragam militer..hiks..hiks.." Ucap Ino tersendu
"Ha'i...Ha'i sudah..jangan menangis Pig... kau ini sudah besar masih saja menangis" Ucap Sakura berusaha membuat ino tenang
"INOOOOOOOOOOOOOOOOO sudah kubilang jangan menghilang seenaknya... EH kau Saku-chan..." Ucap Gadis bercepol 4 , Sabaku no Temari
"Yo..Tema-chan lama tak jumpa...Pig sudah berdiri kau berat tau" ucap Sakura santai
"Tema-chan...Are...Sakura-chan! " Tenteng juga Heboh
"Tenten..Jangan berteriak di dekat telingaku..." protes Temari
"Tapi aku kan terkejut melihat Sakura" ucap Tenten Sambil bibirnya mengerucut
Sakura hanya memasang tampang cengo dan juga senyum garing melihat ke-3 sahabat semasa SMAnya itu masih tidak berubah, Heboh seperti biasanya, tapi di saat ia mengobrol dengan sahabat lamanya itu tiba-tiba di belakang Sakura ia mendengar suara yang tidak asing , suara selalu membuatnya marah
"Ne~ Sasuke-kun...Kenapa kamu meninggalkan aku sih ? Aku kan jadi Kangen..." Ucap Gadis berambut kuning seperti Naruto dan di kucir dua memanjang
"Hn...tapi aku sudah punya dia, Naruko" ucap Sasuke pada Gadis bernama Naruko itu
"Hm~ kenapa kamu memilih dia , lihat Hora apa ini kurang berisi bagimu" Ucap Naruko dengan nada menggoda dan menggesek-gesekkan dadanya yang Ehm...Berisi.
"GYAAAA...Sasuke-kun tenanglah aku akan menyelamatkanmu dari ular berbisa itu" ucap Sakura dengan 4 tekukan di dahinya
"He..apa Maksudmu dengan Ular Berbisa , Jidat.." protes Naruko
"Dasar...kau ini, Ular Berkumis!" Sakura tak mau mengalah
"Haaaa Mo~ dasar dada rata..." Balas Naruko
"Kucing kuning" balas Sakura
"Ma~ma~ kalian berdua jangan bertengkar... " ucap Ino mencoba melerai tapi
" " Ma~ Ma~ Dengkulmu, Sebaiknya kau diam Pig" " ucap mereka berbarengan lalu kembali bertengkar, dan Ino hanya berbalik dan berjongkok lalu mengorek-ngorek tanah dengan hawa suram di belakangnya
"Ma~ Ma~ ,kalian berdua sudah Hentikan ini tempat umun" ucap Tenten Kali ini
" " Ma~ Ma~ Jidatmu...jangan ikutan atau akan aku dendeng kamu" " Ucap mereka berdua dan kembali meneruskan saling lempar kata mereka dan Tenten ikutan seperti Ino dan berada di sampingnya
"Sudahlah kalian berdua duduk saja , kita tunggu saja nanti juga selesai sendiri" ucap Naruto yang sudah duduk manis dan merangkul Hinata. Ino dan Tenten pun segera ikut dan menonton reality Show Live di depan mereka.
Setelah 30 menit mereka sudah diam dan duduk dengan manis dan meminum minuman dingin yang di berikan kepada mereka. Yah begitulah reuni kecil akhirnya jadi ramai karena kedatangan atau lebih tepatnya berkumpulnya Seluruh Sahabat Hinata dan Sakura itu.
.
.
Waktu menunjukkan jam 7 malam. setelah puas berjalan-jalan di konoha Land dan juga Naik bianglala raksasa untuk melihat matahari terbenam mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Naruto kini bersama Hinata sudah sampai di Mansion Namikaze dan langsung di sambut dengan Makan Malam bersama Keluarga besarnya yang kebetulan berkumpul di sini. Seluruh keluarga besar Namikaze, Uzumaki, dan Senju berkumpul di sini entah apa yang terjadi dan Naruto hanya menurut. Sebenarnya dia tidak mau ikut berkumpul karena dari dulu memang begitu, Naruto selalu di sisihkan.
Setelah makan malam selesai Naruto segera pergi ke kamarnya untuk beranjak Tidur karena ia harus kembali ke pangkalan besok pagi sekali sekitar jam 5.00, ia sudah mengganti Bajunya dengan Baju piama, serta tak lupa Istri mungilnya menemani tidurnya kali ini
"Hime...Doa kan aku besok ya " ucap Naruto
"Pasti Naruto-kun" Balas Hinata Lembut, lalu merengkuh tubuh kekar suaminya itu dan menyandarkan kepalanya di dada Bidang milik Naruto. Mereka tidur dalam tenang tak ada nafsu yang ada hanya Cinta dan kasih sayang yang tersalur lewat pelukan dan sentuhan tubuh mereka berdua
Sementara itu di ruang kerja Minato
"Kakashi, Status ATLAS " ucap Minato pada salah satu Pengawal terpercayanya
"Semua sudah siap Bos" ucap Kakashi lelaki berambut perak yang melawan gravitasi dan menggunakan masker
Saat Minato akan berkata lagi tiba-tiba telponnya berdering dan segera mengangkat gagang telpon tersebut
'Minato, ini Fugaku...Uchiha ikut , Aku akan mengirimkan Batalion milik Danzo dan Itachi serta Shisui' ucap Fugaku di seberang sana
"Baiklah" setelah menjawab telepon itu ia meletakkannya kembali
"Kakashi, Uchiha akan ikut, jadi selamat berusaha" ucap Minato pada Kakashi
"Siap, Bos" jawab Kakashi lalu ia meninggalkan ruangan itu
"Eh...Sekarang mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan" ucap Minato sambil membuka beberapa File di komputernya
Mansion Namikaze 21 Oktober 20XX, 04.00 waktu jepang
"Naruto-kun...Hati-hati ya ?" ucap Hinata pada Suaminya.
Hari ini suaminya akan melakukan misi terakhirnya dan ia sedang mengantar Naruto sampai pintu utama di sertai ibu dan seluruh keluarga besarnya.
"Hm..Hime aku berangkat" ucap Naruto Lantang
"Hm...selamat jalan dan hati-hati Naruto-kun" ucap Hinata sambil terus memandang punggung tegap Suaminya. Saat Naruto masuk ke Mobil Hinata melambaikan Tangannya dan terus melihat kepergian Suaminya Hingga mobilnya sudah tak terlihat
.
.
30 menit kemudian Naruto sudah sampai di Pangkalan tempat mereka harus berkumpul dan sebelumnya juga sudah menjemput Sakura dan Sasuke. Ia segera memakirkan Mobilnya dan segera berjalan mendekati Hanggar yang ada di sebelah utara landasan, untuk melihat keadaan pesawatnya
"Lt..." teriak sorang petugas hangar
"Bagaimana, ?" tanya Naruto
"Lihatlah sendiri, " ucap petugas itu
"Hm...Bagus inilah " balas Naruto sambil memandangi sayap pesawat jet miliknya CFA-44 Nosferatu. Ia meminta di bagian sayap kanannya sebelah atas dan bawah untuk di cat sebuah logo, Yaitu logo kesatria kesatria setengah badan yang menggunakan Baju Zirah besi perang dan sedang memegang pedang yang di berdirikan di depan dadanya, di punggung kesatria itu terdapat sepasang sayap Elang berwarna Putih, ya...Itulah Logo Sky Knight, Sebutan Naruto. Ia tersenyum melihat Logo itu, dan tiba-tiba ia di kejutkan dengan Orang yang menepuk Bahunya dari belakang
"jadi ini kendaraanmu tuan muda...Hm...keren" ucap Orang itu
"Kakashi-san..kenapa Kau ada di sini ?" ucap Naruto terkejut karena Kakashi , ia adalah pengawal pribadi Namikaze dan sekarang ia di sampingnya dengan menggunakan Armor anti peluru lengkap dengan menenteng senjata tipe M4A1
"ATLAS ikut ambil bagian, dan aku adalah komandannya" ucap Kakashi Enteng
Atlas adalah militer Pribadi milik Senju Corp beranggotakan orang-orang elit yang di peruntukkan mengawal para petinggi perusahaan yang tergabung dalam Senju Grup ataupun Penjabat Pemerintahan yang butuh pengawalan ekstra pada saat kunjungan ke negara yang tak memiliki Ekstradisi, dan sekarang mereka ikut andil bagian dalam operasi Bunker Buster ini
"Hah..Begitu ya...Eh..Kakashi-san bisa ikut aku sebentar" ucap Naruto seraya menarik Kakashi di bagian belakang Lehernya, Mau tak mau Kakashi juga Ikut saja kemana Tuan Mudanya itu menariknya dan..
"Warrant Officer Mei" Teriak Naruto
"Ya Ace, ada apa ? " ucap Wanita berseragam Militer Lengkap dan berambut cepak berwarna Merah ke orange-an yang tak lain Mei Terumi,sering di sebut Wanita Peleleh Baja, dia adalah Komandan Batalion Arrow Blade milik UN,
"Aku membawakan kejutan untukmu, Nikmati Waktumu" ucap Naruto jahil dan melempar Kakashi kepada Mei
"EH...K-Kakashi-san ?" ucap Mei dengan Wajah memerah
"H-heh...Mei...Mohon kerjasamanya" ucap Kakashi gugup
Dan Naruto segera meninggalkan Mereka Berdua , agar mereka bisa menikmati waktu mereka dan segera menemui anggota Squadron udara , mereka juga mendapat bantuan Squadron udara dari JASDF bernama Viper Squadron, yaitu Squadron di mana Mari bertugas. Mereka berkumpul di ruang tunggu Hangar dan Mereka masih menunggu untuk waktu briefing misi
Sementara Itu di Hangar yang lain Sasuke dan Sakura tengah Mengecheck Pesawat yang akan mereka Gunakan Yaitu AC-130U Gunship Code Name: Spooky. Saat Sasuke sedang asik mengobrol dengan kru-nya yang berjumlah 13 orang tiba-tiba
"yo..Otouto..." ucap suara bass terdengar dari belakang Sasuke, Sontak ia menengok ke belakang dan
"Aniki...Kenapa kau ada di sini dan juga Shisui..." ucap Sasuke ragu karena Kakak dan Sepupunya sedang berada di belakangnya berpakaian lengkap dan membawa senjata
"ATLAS ikut dalam operasi ini, dan ayah mengirim kami dan Batalion Danzo" ucap Itachi santai
"CIh...si penjilat Danzo itu, masih hidup ternyata, ngomong-ngomong ini perang sungguhan lho, Siapapun bisa Mati di sini" ucap Sasuke memperingatkan
"Ya-iya aku tau Sasu..sampai bertemu di briefing" ucap Itachi seraya tersenyum kepada adik dan para Krunya
"Hn..." ucap Sasuke singkat dan melanjutkan pengarahan kepada Krunya, tetapi saat Sasuke menjelaskan tentang Area sekitar operasi, Sakura yang ada di samping Sasuke mengiterupsi dengan bisikan
"Ano...Sasuke-kun, b-bolehkah aku ke kamar Mandi sebentar," ijin Sakura
"Hn...tapi usahakan saat Briefing di mulai" Jawab Sasuke
Segera Sakura meninggalkan Hangar dan berjalan menuju kamar mandi tak jauh dari situ, saat di perjalanan,titik-titik keringat dingin menetes di dahinya, dan ia selalu memegangi perutnya, ada rasa mual yang menyerang perutnya Akhir-akhir ini, semenjak Operasi Land Of Fire(Chap14)
"Kumohon bertahanlah...ini adalah yang terakhir..." Batin Sakura sambil perut memegangi perutnya karena Rasa mualnya semakin menjadi-jadi
.
.
Briefing Room, 06.00
"Oke, we're all set to go " ucap Sang General Pemimpin Operasi ini
"Kita sudah mengetahui di mana Armada terakhir UFW berada, Yaitu di sini, dekat sekali" setelah mengucapkan itu ia segera menyalakan layar monitor besar dan terlihatlah 3 buah Pulau di sana
"Pulau ini terletak 100 mil sebelah timur kepulauan Okinawa Kawasan ini di sebut Area V9D , kita menyebut ini Operasi Bunker Buster, Tugas utama kita adalah mengancurkan Heaven Root yang ada di sana, tetapi sebelum itu kita Harus menghancurkan Jammer yang ada di 8 Bunker Ini,Pasukan darat akan yang terdiri, Arrow Blades, JSSDF, dan ATLAS, akan di bagi menajadi 2, tim pertama akan melewati Circum Ruda , dan Tim kedua akan melewati area dia antara Pulau kecil ini untuk mendarat di pulau ke tiga , pertama Squadron TF108 dan JASDF akan menghancurkan jammer di kedua Pulau ini, lalu setelah itu mereka akan Mengawal pasukan darat menuju titik yang telah di tentukan, dan kalian Harus menghancurkan setiap musuh di garis pantai itu , agar jumlah korban bisa di minimalisir, kalian akan menghadapi serangan besar-besaran di sana, dan tugas terberat kalian adalah menghancurkan Heaven Root itu, Tim Demolition akan masuk dan Squadron udara harus tetap Mencover udara, untuk serangan udara jarak dekat kita punya Razor, Kali ini Razor tidak menggunakan Bomber, Tapi kalian akan di Support menggunakan AC-130U Gunship atau "Spooky". Dan jika misi Kali ini Sukses , maka Perang antara Dunia dengan UFW akan berakhir Total. Kita akan Beri serangan Telak pada mereka." ucap Sang General mengakhiri, dan seluruh orang segera keluar menuju Pesawat Masing-masing
Naruto kini berada di ruang Ganti bersama seluruh Pilot, suasana Hening dan tak ada yang memulai bicara , dan itu berlanjut Hingga saat mereka berbaris rapi menuju Hangar pesawat mereka. Mereka berjalan Rapi menuju pesawat masing-masing yang telah di nyalakan mesinnya, Squadron Viper dengan Mitsubishi F-2A , yaitu F-16 versi jepang. Saat Naruto berjalan tiba-tiba bahunya di tepuk seseorang yang tak lain itu Mari dengan senyum lembutnya, lalu mereka bertukar kepalan tangan dan bersiap tinggal landas
.
.
Hanggar Pesawat 07.00
Naruto kini sudah berada di pesawat, ia sudah memakai Helm dan masker oksigennya dan pesawatnya mulai di jalankan, seseorang sedang memberi tanda agar pesawatnya bejalan lurus , dan setelah itu berbelok ke arah kiri untuk menuju landasan Pacu. Semua pesawat berbaris Wizard Squadron, RedMoon Squadron , Lancer Squadron, WarWolf Squadron ,dan Juga Viper Squadron, masing-masing dari mereka memuat persenjataan Ekstra Yaitu Bomb Berpandu GPS Seberat 500Kg untuk menghancurkan Bunker agar Signal Jammernya bisa di hentikan
Tower
"WarWolf 1 , ini Tower, kalian bisa lepas landas di landasan 5"
Alex
"WarWolf 1 , kepada Tower bersiap terbang pada landasan 5"
Segera WIlliam menjalankan pelan pesawatnya menuju landasan 5 , sebelumnya ia mengecek pergerakan sayap manuver, tekanan minyak hidrolik, Energi generator, Putaran mesin, Tekanan Oksigen, Suhu mesin dan juga Status pendingin Nitrogen, setelah semua selesai ia segera berangkat
Tower
"Viper 1-4, Landasan 3"
Mari
"Viper 1-4 kepada Tower, Landasan 3 di terima"
Mari juga menjalankan pesawatnya menuju landasan 3
Tower
"WarWolf 2 , Bersiap di landasan 5"
Kidz
"Roger"
Naruto pun bersiap ia di landasan 5 sama seperti William. Ia segera membariskan pesawatnya sama seperti WIlliam , ia berhenti di sebelah Kanan WIlliam , dan di belakangnya agak jauh terdapat pesawat Jack dan Kraken
Alex
"Tower, WarWolf Squad, ada di Landasan 5, sudah siap"
Tower
"WarWolf you're clear to take off"
Mereka segera melaju ke depan setelah 500 meter berjalan pesawat mereka mulai terbang dan mereka sudah mengudara
Alex
"Tower di sini WarWolf, kami sudah di udara,semua aman"
Tower
"Di terima, beralih ke radar temput, Mematikan radar pengawas, Datalink sudah siap, Good Luck kolonel"
Alex
"WarWolf 1 Out"
Dan seluruh Armada pesawat Jet Gabungan sudah Mengudara dan siap untuk bertempur
.
.
.
2 Jam kemudian
Mereka semua sudah sampai di pulau yang akan di serbu, jarak mereka dengan Gugusan pulau 45mil. Pasukan penyerbu darat menggunakan kapal Perang Cepat , dan juga di sertai Kapal penyerbu Amfibi , Di dalamnya terdapat Self Propelan Howitzer bernama M109 'Paladin' dan juga Armored Personel Carrier (APC) M2 'Bradley', serta MBT(Main Battle Tank) M1A2 'Abrams' , Type '90', Leopard 2, Serta T-90. Mereka bergerak dalam kecepatan yang sedang Semua senjata Sudah siap untuk bertempur Hanya tinggal menunggu Waktu dan perintah saja
Alex
"WarWolf 1 , Kepada semua Squadron Tempur. Kita harus memastikan Team penyerbu bisa mendarat di pantai dengan selamat. Bagaimanapun, tindakan Kita menentukan Nasib para team penyerbu dalam Operasi ini"
Collins
"Di sini Collins dari team Whiskey, kami akan melewati Circum Ruda dan segera menuju ke Garis Pantai Pulau utama , Ketika kami berada pada perseimpangan Circum , Kami akan terlihat dengan jelas, kemungkinan serangan hebat akan datang dari kanan dan kiri, dari sini Bantuan udara akan sangat di butuhkan"
Bertz
"Batalion Bone Arrow, ini Bertz dari team Echo, Kami akan mengitari Circum Ruda dari sebelah timur, di sana merupakan area yang di penuhi Oleh kapal Tempur musuh, Jika mereka sampai pada jarak serang terhadap kami, semua pasukan kami akan terapung di laut dengan Pelampung, Kami perlu semua kapal itu di Hancurkan dari Udara sesaat setelah pengboman Bunker"
Collins
"Apakah Kau terlalu berharap pada Pelampungmu, Bertz ?"
Bertz
"Negative, ATLAS Boy,Simpanlah Candaanmu Sampai kita berhasil mendarat Tanpa Lubang Sedikit pun pada kita"
Collins
"Roger Whiskey Team , Out"
Magic
"Di sini MAgic Kepada Semua Unit, Semua pergerakan musuh terdeteksi , Operation Bunker Buster is now Underway, Ngomong-ngomong ini adalah Hari ulang tahunku, Lakukan Operasi ini sukses , dan hari ini akan di peringati sebagai Hari libur International"
Jack
"Persetan dengan ulang Tahunmu, Kami akan memenangkan Operasi ini"
Alex
"Semua pesawat tempur , kalian Dengar operasi sudah di mulai, semua Squadron udara, bagi menjadi 2 team sesuai rencana , jatuhkan Bomb kalian pada Kedua pulau itu, Sekarang Go...go..go..go"
Dan semua pesawat tempur itu segera menyebar menjadi 2 bagian mereka segera terbang rendah , mendekati Pulau barisan Terdepan, dan
"Ngiiiiiiiinnggg...Blom...blom...blom...blom...blom...blom...blom...blom..blom...BLAR!"
Kedua pulau meledak dan terbakar rata pada seluruh Pulau pesawat segera berpisah belawanan Arah dan kembali berkumpul dengan Pasukan Penyerbu yang masih di dalam Kapal, akan tetapi
Magic
"Bagus...Jammer sudah Hilang, Datalink siap dalam 5...4...3...2..1... Datalink Online, Menandai target...Membuat Jalur penyerangan...Operasi sepenuhnya Terjalankan!"
Semua datalink telah di buat semua Unit musuh di tandai dengan Warna Merah, Juga sudah di tampilkan Garis serbu untuk pasukan darat, Pergerakan musuh sudah terdeteksi sepenuhnya
Magic
"Pasukan pertahanan pulau Ruda mulai bergerak mereka membuat formasi bertahan, Semua squadron Lindungi Bertz dan Collins"
Setelah mendengar itu seluruh pesawat menyebar dan menuju kumpulan musuh di tepian pulau dan di garis pantai , mereka bermaksud menghabisi pasukan Penyerbu. Kini Naruto merendahkan ketinggian pesawatnya, dan membuka Weapon Bay sebelah tengah 4 buah missil Udara ke darat AGM-64 Maverick siap di luncurkan, ia segera mengunci sasaran yaitu 2 unit Fregate, 1 buah Corvette, dan 1 buah Kapal Kecil dengan Missil anti udara, sasaran terkunci dan missil pun di luncurkan, missil meluncur lurus mendatar lalu segera menukik ke bawah
"BLAR..." kapal terbakar dan ledakannya sangat besar Sekali
Kidz
"Wooo..."
Viper 1-4
"Bagus Kidz..Giliranku
Lalu ia mengarahkannya ke tepian Pulau di garis pantai masih tersisa musuh yang siap menembakkan SAM tapi segera Naruto mengganti senjatanya Yaitu missil biasa yang seperti ia gunakan, ia berganti membuka Weapon Bay sebelah Kiri, dan meluncurkan missil satu per satu,
"Wush...BLar...Wush...Blar..Wush..Blar..."
Semua unit di Garis Pantai sudah di habisi, kini ia bergerak ke seberang Pulau ada sebuah Menara Pengawas, segera ia tembakkan Lagi, 2 missile , dan Menara tersebut terkena telak dan terbakan setelahnya
Bertz
"Di sini Echo Team , terdapat kontak Visual dengan kapal perang musuh di sebelah Timur pulau Ruda , Meminta bantuan Udara"
Onyx
"Di sini Razor, kami akan membantu kalian, WarWolf 2 , Hancurkan Musuh yang ada di bagian timur, aku akan meratakan Garis pantai mereka"
Kidz
"Roger, Razor..."
Segera setelah itu Naruto menuju Pulau timur dan diikuti Viper 1-4 yaitu Mari. Dan beberapa pesawat dari JASDF lainnya, segera mereka menyebar, dan kini Naruto langsung berhadapan dengan Kapal Kelas Cruiser, Ia terbang menukik , membuka Weapon Bay bagian Tengah, lalu membidik dengan 4 buah Maverick di barisan selanjutnya. Cruiser itu melepaskan Tembakan Perlindungan merasa tidak mungkin dan membahayakan dirinya segera Naruto membatalkan Serangan dan kembali mengangkat Hidung pesawatnya untuk menambah Ketinggian, lalu bermanuver terbalik, dan kembali menukik tajam, Merasa Aman untuk menyerang dan ia segera meluncurkan 2 Buah Maverick.
"Ssssssssshhhhhhh...BLAR...BLOMMM!" Cruiser meledak dalam Kobaran Api yang sangat Besar, lawan terberat sudah Tumbang, segera ia membantu yang lain untuk menghancurkan Kapal-kapal kecil.
Kini Giliran Sasuke yang beraksi ia menuju Garis Pantai di Bagian Timur Pulau Ruda, dan segera memiringkan pesawatnya ke kiri , siap Untuk menyerang Targer darat
Onyx
"Semua baik-baik saja, Mengambil Posisi menyerang, Shooter!"
Shooter
"Roger, Mayor. Menyelaraskan Orbital Ketinggian dalam 10.000 Kaki, semua aman, senjata sudah terisi, sasaran di tandai, FIRE!"
Setelah itu Hujan Peluru pun menghantam Bagian garis pantai menyebabkan Ledakan beruntun yang sangat besar. Tak lama setelah itu Pantai sudah Rata dengan tanah tak ada satu pun tersisa begitu juga dengan Unit musuh yang ada di perairan mereka sudah rata
Magic
"Semua pasukan Musuh di perairan dan garis pantai sudah di netralisir, Team Echo, tetap maju"
Bertz
"terima kasih atas Bantuannya, ayo Semua..Tetap Maju...Jangan berhenti..."
Ucap Bertz yang Tak Lain adalah Warrant Officer Mei Terumi , menyemangati anak Buahnya agar tetap bersemangat
Magic
"ATLAS kini juga mengadakan pertunjukan di circum sebelah, Kumpulan Sinyal Kuat yang terdeteksi musuh , sedang melingkupi bagian Barat Circum Mereka bermaksud mencegat Team Whiskey"
Viper 1-4
"Akan kesana untuk Menghancurkan mereka"
Viper 1-1
"Negative 1-4, Kau tetap berada pada persimpangan Circum bersama Whiskey Team , bersama WarWolf dan Squadron Viper 2, Aku , Wizard , dan lancer akan kesana"
Viper 1-4
"Roger 1-1" (Tumben Nurut nih Cewek #PLAK)
Bertz
"Hancurkan mereka semua, jangan biarkan mereka menghalangi Jalan Kita"
UN Ground Force
"Sial...Cipratan Ombak Air, menghalangi penglihatan Kita,"
Semakin dekat sengan Pulau utama Arus Laut semakin Deras kini Team Echo 2 mil dari Daratan utama, sedangkan Team Whiskey 5 mil dari daratan Utama, akhirnya Team Whiskey sudah menelewati Circum persimpangan , mereka segera menambah kecepatan dan melaju ke depan
Magic
"Team Whiskey, jalan Kalian Aman, teruskan perjalanan Kalian"
Team Echo sudah semakin mendekat , serangan Balasan dari musuh juga semakin Banyak, tetapi sequadron udara berhasil menyingkirkan mereka semua
Bertz
"Semua Squadron terima kasih atas Bantuan kalian, Sekarang serangan musuh akan datang dari garis pantai pulau utama, Hancurkan Mereka"
Magic
"Team Whiskey, sedang melewati Bagian Tersulit, semua squadron udara yang bisa melakukan serangan perlindungan segera laksanakan, Sesuai jadwal, Team Echo akan Sampai di garis pantai dalam 4 menit"
Mereka mulai terbagi beberapa dari squadron tempur melindungi Team Whiskey termasuk Naruto, ia mengawal Team Whiskey, tetapi tiba-tiba dari belakang...
Kidz
"Sial, mereka datang dari belakang, Akan Ku atasi"
terlihat dua unit pesawat Musuh tipe Mig-29 Fulcrum terbang menuju Team Echo dari arah belakang mereka , segera Naruto membelok dans egera menuju arah belakang , setelah berpapasan dengan Mig tersebut, ia segera berbalik kembali dan Mengunci Mig tersebut,
Kidz
"Aku dapat sasaran, FOX One"
'Wusshhhhhhhh' , 2 buah Missile meluncur dan 'Blam...' 'Blam...' dua buah Mig tersebut langsung Hancur berkeping-keping,
Magic
"Musuh datang dari Rute barat, Cegat mereka dan hancurkan, dan tetap Lindungi Team Whiskey"
Bertz
"Semua Squadron, Kalian Fokuskan saja sebagian squadron untuk Melindungi Team Whiskey, Kami akan segera melakukan rangkaian Pendaratan, Aku ingatkan kalian, Saudaraku pernah berkata padaku, 'Selama Kesatria Langit Masih melindungi langit, maka tak akan ada rasa takut yang akan menghampiri kalian'..."
Kidz
"Terima Kasih Bertz, Akan ku atasi yang ini"
Segera setelah itu Naruto dan Squadronnya segera menuju ke arah barat untuk melindungi Team Whiskey, Segera ia mengunci Sasaran yaitu 4 Buah Mig-29, Sasaran terkunci dan 4 Buah Misslie meluncur dan menghancurkan Mig tersebut tanpa sisa,
ATLAS Ground Force
"Serangan datang dari garis Pantai Pulau Utama kami butuh serangan Udara"
ATLAS Ground Force
"Arrghhh..Sial di sini Wiskhey 315, kami kena... sial.."
Collins
"Team Whiskey terkena Serangan Musuh , Kerusakan Ringan...butuh serangan udara sekarang juga"
ATLAS Ground Force
"Di mana Bantuan Udara Kita ?"
ATLAS Ground Force
"Itu dia Kesatria Langit datang!"
Naruto yang baru sampai segera membidik kapal musuh, ia membuka Weapon Bay tengah, Membidikkan 2 Buah Maverick sisa dari serangan udara sebelumnya, ia membidik lalu segera meluncurkannya,
'Slassh...Blar...' Missile terkena telak Pada 2 buah Fregate yang di lengkapi Missile, lalu ia mengangkat Hidung pesawatnya dan melakukan manuver Salto lalu membidik sasaran selanjutnya yaitu 2 Corvette, dan 2 buah Sarang meriam, missile di luncurkan dan semua sisa sasaran telah di hancurkan.
"Sora No kishi, Jadi itukah kau tuan muda, Kau tahu kau sangat Hebat Ayahmu pasti bangga jika melihat ini" ucap Kakashi terkagum dengan Aksi Naruto
Collins
"Yosh...Ayo semuanya...Kita maju ke depan...Hancurkan Mereka !"
Teriak Collins, yang tak Lain adalah Kakashi, sedang berteriak menyemangati anak Buahnya dan segera menambah Laju kapal pengangkut menuju ke garis Pantai
Onyx
"Team Whiskey di sini Razor, Membersihkan Area Garis Pantai"
Collins
"Roger Razor, Lakukan"
Onyx
"Roger..Shooter, Ambil alih"
Sambil memiringkan Pesawatnya lagi bersiap untuk menyerang Sasuke bermaksud meratakan Garis pantai yang akan menjadi tempat pendaratan Kakashi dan Teamnya
Shooter
"Menyelaraskan Ketinggian pada 10.000kaki, senjata terisi FIRE!"
'Bleng.. Bleng.. Bleng.. Bleng.. Bleng.. Bleng..BLAM... BLAM... BLAM... BLAM... BLAM... BLAM... BLAM... BLAM...'
Semua Sasaran yang tersisa di garis Pantai Rata denga tanah, di tengah gempuran dan dominasi pasukan gabungan UN tiba-tiba, telihat Cahaya berwarna Biru yang berasal dari tengah pulau bergerak menuju ke arah atas,
Magic
"Terdeteksi , Medan Energy yang sangat besar dari tengah Pulau..itu adalah..."
Sebelum Magic Menyelesaikan Kata-katanya ada sebuah keterkejutan yang berasal dari tengah Pulau
'Ngiiiiing...JLARRRRRRRRR...SIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGGGGG!" suara dengingan yang memkakkan telinga dan suara itu bersal dari ...
Magic
"Heaven Root..."
Sontak karena Hentakan tadi awan tipis di sekitar pulau mulai tersingkir, hentakan tadi juga membuat semua armada pesawat mengalami Turbulance singkat
Alex
"Hoi...Kidz...Apa yang kau lakukan..Stabilkan..Stabilkan..."
Kidz
"Roger Kolonel. sudah kustabilkan, Sial...sebenarnya apa itu tadi..."
Saat seluruh Awan tipis menghilang Akhirnya apa yang tesembunyi selama ini terlihat seluruhnya. Yaitu sebuah Menarah yang mengacung Tinggi ke udara, dengan 6 penopang Hidrolik Raksasa pada bagian Bawahnya, Bentuknya Mirip seperti Menara Tokyo, Tetapi di tengah-tengah badan Menara di tarik Tali yang terbuat dari baja, dan itu juga berukuran Raksasa
Kidz
"Jadi itu yang menyebabkan Bencana selama ini"
Alex
"Magic, Berikan aku laporan"
Magic
"Mereka menembakkan Proyektil Heaven Root ke arah atas, vertikal lurus, membuat hentakan yang menyebabkan awan di sekitar tersingkir, Mereka bermaksud memperjelas pandangan Mereka "
Kidz
"Kuharap hanya itu..."
Alex
"Kidz ?"
Kidz
"Kuharap Hanya itu tujuan mereka Kolonel, Tidak ada tujuan yang lain"
Magic
"Itulah sasaran Kita kali ini, Segera setelah pasukan penyerbu mendarat, lakukan serangan udara Perlindungan terhadap mereka , target kalian Adalah PilBox, yang berada di puncak Bukit di tepian Heaven Root, Mereka adalah pusat penyimpanan energi utama sementara, atau mereka bertindak sebagai Kapasitor, dan setelah semua Hancur Tim Demolition , masuk dan menghancurkan Pangkal dari Kawat penarik , dan setelah semua Heaven Root akan Runtuh dengan sendirinya"
Segera setalah menerima Kabar dari Magic Semua Squadron Udara mulai menembaki dan Menghancurkan PillBox satu per satu, mereka menembakinya dengan Missile dan meriam Otomatisnya, tak lupa juga Razor memberi mereka Hujan Ledakan dengan meriam-meriam mereka ,
Magic
"Setengah dari Armada musuh dan Sasaran utama telah hancur, Lanjutkan Misi kalian, Viper 1, jaga Garis Pantai, Team Echo akan segera Mendarat"
Di saat seluruh pasukan Bergerak dalam Formasi mereka tiba-tiba
Collins
"803,912, Kalian dengar, Hoi...Kalian dengar..Ugh...!"
ATLAS Ground Force
"Kita tertembak lagi, Telak terkena Lambung, Sial.."
Collins
"Status Squadron penyerang, Lapor... Semua unit yang tersisa bertahan, sampai kita di darat, sebentar lagi"
Naruto dan beberapa pesawat jet lainnya menuju tempat di mana Team Whiskey berada, mereka menembaki sasaran yang berada di garis pantai, yaitu beberapa tank dan senjata mesin, Sasaran sudah ternetralisir tetapi
Kraken
"Wooo..Kita kedatangan Tamu istimewa di sini, Serang !"
Jack
"Aku dapat mereka , Kraken, ayo...Kidz..Jaga mereka"
Kidz
"Roger"
Naruto mengurangi kecepatan dan memastikan bahwa team Whiskey aman, sedangkan Jack dan Kraken menghadapi beberapa pesawat musuh yaitu Mig-29 Fulcrum
Magic
"semua team penyerbu akan mendarat 2 menit lagi"
Collins
"Kami sudah aman, terima kasih Warwolf 2, semua Unit persiapkan rangkaian pendaratan segera"
Naruto sudah selesai dengan tugasnya mengawal Team Whiskey, lalu ia kembali mengudara, ia berhadapan dengan Mig-29 yang mendekat dari selatan, segera ia menghindar melakukan manuver cobra dan meluncurkan missile , lalu Mig tersebut Hancur lebur, setelahnya ia menurunkan ketinggian terlihat ada PilBox, missile di luncurkan , dan
'Blam...Blam..blam..." PilBox dan beberapa Bangunan Hancur, dia meneruskan mencari sasaran selanjutnya. yaitu masih sama Mig-29, yang terbang menghindari kejaran Naruto tapi, tak butuh waktu lama ia pun bisa di jatuhkan
ATLAS Ground Force
"Berapa kapal yang tersisa ?"
ATLAS Ground Force
"Kita kehilangan beberapa orang terbaik kita kali ini"
Semua armada penyerang mulai mendekati daratan, Squadron udara juga semakin gencar melakukan Serangan udara, untuk membersihkan Garis Pantai yang mereka rasa musuh tak ada Habisnya di sana. Naruto juga begitu, ia membidik Mig yang ada di depannya, lalu meluncurkan Missile
Kidz
"Kau tak bisa kemana-mana kawan, FOX ONE"
'Wussh...Blam...blar...' pesawat Hancur berkeping keping, lalu ia mendekati pantai terdapt 4 barisan kendaraan Lapis Baja, ia membidik dengan Missile biasa, dan 4 buah missile meluncur dan menghancurkan kendaraan tersebut
Jack
"Nice Kill..."
Kidz
"Thanks..."
Magic
"Team penyerbu, akan sampai di daratan segera..."
Bertz
"Ayo semuanya , bersiap untuk melakukan pendaratan"
Collins
"Team Whiskey segera buat titik pendaratan, persiapkan semua peralatan..."
Naruto dan Jack mendekati kapal dari Team Echo, terlihat di garis pantai terdapat 4 Objek yaitu tank yang sedang melakukan formasi pencegatan, segera saja Naruto dan Jack mengunci menggunakan Maverick mereka
'WUSSSSSSSHHHHHHH...BLAR" missile meluncur dan menghancurkan 4 buah Tank itu sekaligus tanpa sisa
Magic
"Semua pesawat musuh mulai menarik diri mereka, Tetap Tembaki mereka, mereka sepertinya kehilangan semangat bertarung mereka."
Lalu setelah itu Naruto terbang menyusuri garis Pantai ia bertemu sekelompok Kendaraan yang terdiri dari Howitzer , dan APC, segera ia menembakkan Missilenya 8 buah missile di tembakkan secara beruntun, dan 'BLAR!' seluruh kendaraan tadi Hancur lebur tak tersisa
Bertz
"Team Echo telah mendarat, bersiap untuk memulai pertempuran darat dalam Jalur menuju Heaven Root, Cepat bersiap dan Berangkat para Kawan Kesatria langit sudah bekerja keras untuk ini"
Kidz
"Make it, Bertz...Jangan kecewakan kami.."
Seraya masih meluncurkan Missile untuk menghancurkan Sasaran Naruto hanya tersenyum mendengar perkataan Bertz, dan Team Whiskey mulai menyusul Team Echo
Collins
"Di sini Team Whiskey, sedikit terlambat tapi kita akan segera mendarat"
Alex
"Aku tak menyangka karena merekrut bocah kesatrian langit ini, ternyata bisa menambah Moral Pasukan kita, dan juga Lihat emblem itu terlihat gagah.."
Kidz
"terima kasih kolonel, kau tak akan aku kecewakan.."
Magic
"OK seluruh Unit yang sudah mendarat segera lakukan Serangan pertahanan, dan ikuti jalur kalian agar sampai di bagian Bawah Heaven Root, Langkah pertama pada Operasi Bunker Buster ini telah terlewati"
Kidz
"Hoi..Apa itu ?"
Saat mereka masih melakukan serangan, tiba-tiba terdengar suara dengung yang sangat Nyaring sekali, datangnya dari arah atas, alias dari cakrawala,langit yang mulanya cerah mendadak menjadi merah seperti ada api yang jatuh
Jack
"Suara apa itu ?"
Suara tersebut semakin lama semakin Nyaring dan semakin memekakkan telinga
Viper1-4
"Itu menuju Kita"
Kidz
"Hah apa ?"
Segera Naruto menengokkan kepalanya ke atas dan Bingo~ hujan meteor menuju ke bumi
Kidz
"What ? Shit...HOlly FUCK!"
Meteor melewati pesawat mereka dan
'Ngiiiiing... TANGGG...BLAM...Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM... Ngiiiiing... BLAM...'
Jack
"Wow...wow..wow...apa yang terjadi..."
Naruto terbelalak melihat apa yang terjadi di bawah sana, Team Whiskey terkena Hantaman Meteor Sesaat sebelum mendarat, Formasi operasi yang teratur kini Mulai kalang kabut.
Kidz
"Team Whyskey...kena..."
Alex
"Apa yang terjadi ...beri laporan kerusakan..."
Magic
"Semua pasukan Penyerang darat...Kalian dengar, Semuanya Lapor...ulangi Lapor..."
Dan sekarang sebuah kejadian yang sangat-sangat tak di duga terjadi. Entah apa yang terjadi tiba-tiba meteor berjatuhan dari langit menghujam Pasukan Gabungan, Pasukan yang di pimpin Oleh Kakashi terhantam meteor dengan telak, visulisasi dari udara tak terlihat jelas karena masih terjadi Ombak dan asap akibat hantaman Meteor tadi, dan Hingga saat ini hujaman meteor masih terjadi dari cakrawala dengan ukuran yang lebih Kecil.
Magic
"Seluruh Squadron, Lapor..."
Alex
"Warwolf di sini, semuanya masih terbang"
Lancer 1
"Semua unit masih mengudara"
Wizard 1
"Kami masih Utuh"
RedMoon 1
"Semuanya maasih di udara, dan siap menjalankan Misi lagi"
Viper 1-1
"Aku kehilangan kontak dengan 3 Unit ku, tapi kami masih bisa Lanjut"
Viper 2-1
"Unit kami masih 60%, Kami masih bisa lanjut"
Onyx
"Kami mengalami Turbulance Hebat, tapi kami tetap bisa Terbang dan bertarung"
Tampaknya keadaan para penerbang ini masih dalam keadaan aman, dari segi jumlah, mereka masih bisa membuat bantuan udara , meski mereka kehilangan beberapa Unit pada Squadron Viper milik JASDF
Viper 1-8
"ugh...Sial aku tak bisa bertahan, aku akan keluar..."
Suara-suara Liar pada radi masih terdengar Hingga saat ini, tampaknya telah jatuh korban di sisi pasukan gabungan tersebut
Bertz
"Team Medic, Kami punya paket di sini!"
Allied Ground Force
"Check Jumlah pasukan..."
Pasukan darat mulai menata kembali diri mereka, semua pasukan darat mulai re-group, karena status misi mereka yang belum menemui penjelasan.
Kidz
"Sebenarnya apa yang terjadi di sini, Aku sudah menemui banyak omong kosong di sini, tapi Ugh...apa ini sebenarnya"
Alex
"Ini..jangan-jangan...Kegunaan Heaven Root , adalah ini..."
Jack
"Cih...apa maksud semua ini"
Kraken
"Mereka adalah Ulyses..."
Kidz
"Apa..! Woi..jangan bercanda , jadi ini benar-benar meteor tapi bagaimana Mungkin?"
Kraken
"Ya...tapi mereka jatuh ke sini secara tidak alami...NASA juga tidak memperingatkan tentang kejadian ini...Jadi..."
Kidz
"Jangan-jangan...Heaven Root tadi menembakkan ke atas...Sial jadi ini tujuannya...Egh..."
Setelah mengatakan Hal tersebut Naruto membelalakkan Matanya, Seakan ingat dan terkejut pada suatu Hal
Onyx
"Shattered Sky Project"
Alex
"Ya..itulah yang ku takutkan Razor..."
Magic
"Warwolf, Semua itu benar, NASA melaporkan ada Object yang bergerak sangat cepat menembus Luar Angkasa dan menghantam sebuah Meteor seukuran Cruiser, dan merubah Jalurnya ke sini, bisa di katakan 2 peristiwa timur tengah itu merupakan Uji coba Heaven Root , seberapa bersar daya rusaknya, dan inilah Kegunaan sebenarnya Heaven Root"
Kidz
"Tidak aneh memang, Jika benda berkecepatan 0,8 kali Cahaya melesat ke luar angkasa dengan mudahnya"
Kraken
"Tapi...masalahnya adalah mereka mencoba membuat peristiwa yang menyayat hati pada 30 tahun yang lalu terulang kembali, di mana Bumi di hujani Meteor, akibat..."
Kidz
"Project Shattered Sky, aku tak percaya menyaksikan peristiwa mengerikan ini lagi"
Alex
"Sial...kita kedatangan Bandit, Kita belum selesai di sini"
Jack
"Hehehehee...Shattered Sky Part 2 kah ? JANGAN BERCANDA! KITA BUNUH MEREKA SEMUA!"
Alex
"Semuanya Menyebar dan serang...!"
Semua pesawat melakukan pertempuran udara sekali lagi, pesawat tipe SU-27 mulai datang, para squadron gabungan , mereka segera menghalau pasukan musuh yang mendekat itu, beberapa dari pesawat musuh berhasil di Hancurkan tetapi masih terdapat 4 unit musuh yang mendekat ke pasukan darat, dan Squadron udara Gabungan pun mengejar mereka
Magic
"Semua pasukan darat, di sini Magic, Beri laporan..."
Collins
"Kami terkena Hantaman telak sekali, kami sudah keluar dari perairan, banyak pasukan yang gugur, jumlah kami tersisa 37%, MBT tersisa 5 Unit, yang lainnya APC, Howitzer, dan pasukan Serang, Kami masih bisa melanjutkannya"
Bertz
"Pasukan kami tersisa 55 persen, Kami juga masih bisa bertarung, termasuk kekuatan serang MBT masih 7 Unit, "
Kidz
"Lalu sekarng apa yang Harus kita lakukan, Jangan bilang kita mundur, dan membuat Bos kita di pecat"
Mereka msih tetap Bertarung di udara dan di darat, sambil menunggu status misi mereka , Kini Naruto menghadapi pasukan UFW yang menggunakan Pesawat Tipe T-50 Pakfa, Naruto terus mengejar pesawat tersebut, tak lupa juga melakukan Dogfight dengannya, ia menggunakan ROlling, Cobra manuver, lalu juga Salto ke belakang, pesawat demi pesawat di jatuhkan olehnya dan oleh squadronnya, pasukan darat juga masih terus melanjutkan misi mereka menuju bagian dalam pulau untuk menuju Heaven Root, meski jumlah mereka sudah jauh berkurang dari jumlah awal, tapi itu tak menurunkan semangat mereka, mereka semua bertarung penuh semangat mereka terus bertarung tanpa Henti di tengah Hujan Meteor yang masih menghujam. Tiba-tiba ada panggilan Masuk dari Channel yan di batasi
Magic
"Commander GodFellow, memanggil..."
GodFellow
"All Unit , Ini GodFellow"
Jack
"Wow...ini dia Bos kita"
Alex
"General, bagaimana status misi ini"
GodFellow
"Sebenarnya aku ingin menarik mundur kalian, tapi melihat tekad dan semangat kalian Berkobar maka, aku memutuskan...All Unit, Lanjutkan misi kalian!, Kita tak bisa mengakhirinya seperti ini, Operation Bunker Buster is Still Underway!"
Magic
"All unit, kita teruskan Operasi ini, Kita punya kekuatan untuk memenangkannya!"
Alex
"Copy that..."
Lancer 1
"Kita selesaikan ini dan Menang..."
Wizard 1
"Let's Go people. We can do this..."
Razor
"Lock an Load!"
Collins
"Kita tak perlu Takut, di sini... Kesatria Langit akan melindungi kita dengan Sayapnya!"
ATLAS ground Force
"Mereka adalah Penjaga Cakrawala, The Guardian of Horizon!"
Bertz
"Ah...akhirnya kau mengatakannya juga... Di darat maupun di udara, kita serang mereka , We Can Do THIS!"
'Ho...ah'
'Yeah...kita asapi mereka semua'
'kita akhiri mimpi buruk ini dan bangun dengan hari baru'
'''''''''''''''''''''HO...HAH''''''''''''''''''''''''''''''''
Pasukan Gabungan belum patah semangat, Semangat mereka Bahkan semakin berkobar, pasukan darat mulai menyerang pasukan musuh yang ada di darat dengan Bantuan AC-130 Spooky milik Razor, Pasukan udara tempur, mereka mengamankan langit, pesawat milik musuh satu per satu mulai berjatuhan, entah berapa ratus missile yang di luncurkan tadi, mereka semua bertarung dengan penuh semangat demi tercapainya kedamaian lagi di bumi ini.
Magic
"konsentrasi kekuatan musuh terdeteksi di bagian Puncak bukit, Razor Hancurkan mereka sebelum menghalangi pasukan darat"
Onyx
"Roger...Shooter giliranmu"
Shooter
"Menyesuaikan ketinggian pada 12.000 kaki, FIre"
Tak lama setelah itu, hujaman demi Hujaman peluru kembali melangsak menyebabkan tanah dan beberapa pepohonan Porak poranda, terjangan meriam 105mm juga menyebabkan ledakan kendaraan lapis baja musuh, namun di saat yang sama
Kidz
"Bertz Awas...!"
Sebelumnya Naruto mengejar pesawat musuh yang bertipe Su-27. Ia berhasil menembak pesawat tersebut menggunakan Missile, mesin sebelah kirinya meledak dan dia mulai kehilangan kontrol, tetapi pilot tak berusaha lari Namun mengurangi ketinggian dengan tajam menukik ke bawah, menuju konvoi Team Whiskey, ia bermaksud menabarakkan pesawatnya ke sana, sekaligus bunuh diri, Naruto tak tinggal diam ia terus mengejar pesawat itu, berusaha menghancurkannya sebelum menabrak tanah, ia meluncurkan missile dan pesawat itu terus menghindarinya hingga saatnya ketinggian kurang dari 50 meter dari tanah
Kidz
"Ayolah..."
Tetapi Missile Naruto kembali meleset dan 'BLAR!' pesawat meledak 25 meter dari lokasi konvoi Team Whiskey berada
Bertz
"Apa itu..."
"Wuuushhhhhhh" melintas 8 buah pesawat Bertipe Su-30 dan Su-27, mirip seperti pesawat UFW Namun dengan Corak yang sangat mencolok, Yaitu berpola garis melintang antara warna biru langit dan putih susu,dengan lambang warna merah dan putih di bagian sirip ekor pesawatnya
Kidz
"Su-27 dan Su-30 itu...jangan-jangan.."
Thunder 1-1
"Semua Unit Gabungan , Kuharap aku tak terlambat"
Alex
"The Thunder..."
Jack
"Woooooo...senang bertemu kalian lagi"
Thunder 1-1
"Sama-sama Warwolf, Kami juga membawa pasukan bantuan untuk darat"
Mereka adalah Squadron Tempur 11 asal Makassar Indonesia, mereka merupakan Top Ace dari Negara kepulauan tersebut , tak ada yang mengira mereka akan datang, menyusul mereka yaitu 2 Buah pesawat Cargo bertipe C-130 Hercules Variant Original dari Spooky, Pesawat tersebut segera menuju Pulau Utama dan membuka Palka belakang, lalu pasukan pun mulai berterjunan menuju ke bawah dengan seragam corak Hutan, dengan Baret merahnya, ya mereka adalah Pasukan Khusus Indonesia, salah satu pasukan Elit yang berkelas international, dan di laut juga terdapat 4 kapal perang, 2 diantaranya yaitu KRI Bung Tomo dan KRI Irian, sedangkan 2 lainnya yaitu kapal cepat kelas penghancur, KRI klewang , yaitu kapal kecil dengan daya Hancur yang sangat besar, mereka mengawal Armada Kavaleri dan artilery,
Tak lama setelah itu pesukan pendarat sudah mencapa garis pantai, mereka segera mendaratkan semua muatan, 8 unit Tank Leopard 2 milik Indonesia mendarat dan segera berpisah menjadi 2 team 6 buah tank bergabung dengan Team Whiskey sisanya menuju Team Echo , sedangkan Pasukan Baret merah terbagi 2 , menuju sebagian Menuju Team Whiskey, dan Team Echo , mereka segera Ikut kontak senjata dengan pasukan UFW
Thunder 1-1
"Kesatria langit, Kami akan segera bergabung dengan kalian, kita lindungi langit bersama-sama"
Kidz
"Roger.."
Naruto dan Squadron lainnya kembali terbang menyusuri bagian tengah pulau utama, mereka menghancur Pillbox yang tersisa,
Magic
"Serangan udara musuh mulai memasuki jarak serang, Segera lakukan serangan perlindungan "
Kidz
"Aku melihat mereka, bersamaku kawan-kawan"
Thunder 1-1
"Squad, bagi 2 , pasukan 1 , ikut aku . Kita ikuti Kesatria langit"
Naruto dan sebagian squadron udara menuju ke sekumpulan bandit, dan mulai menembaki mereka, formasi mereka terpecah, mereka kalang kabut, hal ini tak di sia-siakan Naruto ia membidik salah satu pesawat
Kidz
"Got One"
Thunder 1-2
"Di sini juga...Wooo..."
Sementara pasukan darat saat ini mengahadapi pasukan musuh yang berada di menara pengawas, merek di tembaki dan lalu dan sigap Razor menembaki menara itu dari langit, Mereka selamat,
Bertz
"I got your Six, People! Just keep Moving Forward"
UN Ground Soldier
"All Clear..Go..go..go"
Mereka dan pasukannya bergerak maju, akhirnya mereka bertemu dengan pasukan khusus Indonesia yang menggunakan Baret Merah dan juga 2 buah Tank Leopard, dan bergabung dengan mereka. Lalu seseorang dengan pangkat Sersan Mayor menghampiri Bertz yang tak Lain Mei Terumi itu.
"apakah kau pemimpin Tim ini ?" ucap Sersan itu menggunakan Bahasa Inggris yang lancar
"Ya itulah aku..." Ucap Mei
"Baiklah kami akan ikut kalian menuju Bagian bawah Heaven Root, dan tim Demolition kami juga akan...DAR!" ucap Seorang Sersan itu terpotong oleh tembakan yang cukup keras menghantam tepat di kepalanya. membuat ia tersungkur kebelakang, dan Baret merah darahnya lepas, Tepat di depan Mei ia tertembak tepat pada kepalanya sebelah kanannya
"SNIPER...Rhino 1-2, tembakan Penghancuran,puncak Bukit 500 meter ," ucap Salah seorang pasukan yang tak jauh dari situ
"Roger..." jawab Pasukan yang ada di dalam Tank
Lalu Tank leopard itu mengarahkan Meriamnya ke arah Bukit yang di tunjuk, dan menembakkan meriamnya
"BLAM!...BLOM" sesaat setelah menghantam bukit terlihatlah bagian tubuh perut ke bawah terlempar ke langit, yang artinya sniper tersebut sudah tewas.
"Sersan..." ucap pasukan itu menghampiri komandan peletonnya dan tiba-tiba orang yang tadi seharusnya tertembak di kepalanya malah berdiri seperti tak terjadi apa pun
"Aku tidak apa-apa..Sial...membuat Baretku jatuh ...AH...berlubang juga...EH..sial Rambutku juga rontok...Akan kubunuh mereka semua..EH ngomong-ngomong, sekarang kau Bos kami, kami akan bergabung" ucap Sersan tersebut tanpa Dosa
"Ya...t-terima kasih.." ucap Mei
Dan Sersan tadi segera memberi perintah kepada anggotanya, meninggalkan Mei yang masih Melongo sesaat dan di sadarkan oleh Anak buahnya yang paling Ia percaya yaitu Ao.
"Bos...kau tidak apa-apa ? Eh orang itu...Masih hidup ?" ucap Ao yang terkejut
"ya dia masih hidup padahal dia seharusnya Mati, aku melihatnya jelas di depan Mataku ia tertembak tepat di kepalanya, dan bagian kepalanya tidak tertembus peluru Hanya seperti Terkena api rokok." Jelas Mei singkat
"Heh..Bagaimana Bisa ?" ucap Ao Tidak Percaya
"Itulah misteriusnya pasukan Indonesia" ucap Mei singkat dan kembali Memberi perintah anak buahnya untuk segera Menyerang Maju
"hehehehe...orang-orang yang menarik, aku harus belajar, bagaimana agar bisa seperti itu" ucap Ao yang kemudian kembali ke medan perang
Sementara itu dari atas, sisa Squadron Tempur terus mengawal pergerakan Pasukan Darat, Mereka juga membombardir PilBox, Salah satu pilot JASDF yaitu Mari kini sedang menukik Tajam membidik sebuah PilBox yang di kelilingi senjata anti udara, dia membidik dan meluncurkan Maverick, dan 'BLARRR' PilBox pun Hancur berkeping-keping , begitu juga pada bangunan di sekitarnya
Viper 1-4
"PIlBox Down..."
Jack
"Aku juga dapat di sebelah sini"
Viper 1-4
"aku tak mau kalah dengan kalian , Kawan .."
Jack
"Hah ? Seperti kami membiarkan kau menang saja ?"
Magic
"70% seluruh pertahanan Musuh sudah Hancur, Teruskan..."
Enemy Pilot
"Ugh...Kesatria langit pun ada di sini..."
Magic
"Musuh mulai meninggalkan Garis pertahanan Akhir, tetap Maju!"
Collins
"Semuanya tetap maju, pertahankan ...dan jangan Mundur. kita Hampir sampai... ..go..go"
Magic
"Team Echo telah menghancurkan Sarang Artilleri musuh, We Can Do it!"
Lalu Mari merendahkan Pesawatnya dan membidik, barikade musuh. Pertahanan udara musuh mulai aktif, mereka menembaki Mari, tetapi mari menghindar dengan Lincah dengan pesawat Mungil F-2A itu. Lalu ia membidikkan Missile Mavericknya
Viper 1-4
"Last Missile, Please Make it!"
'Wuuuussshhhh..." missile melesat menuju Barikade musuh yang terdiri dari mobil lapis baja dan Tank lalu. "BLAARRRRRR" barikade pun hancur berkeping-keping Semua kendaraan musuh terbakar, mayat-mayat prajurit terkelepar di mana-mana.
Collins
"Bagus, ada yang membuatkan jalan untuk kita , Terima kasih...semuanya MAJU! GO..Go...Go...!"
Team Whiskey telah sampai di garis pertahanan akhir musuh, selangkah lagi mereka sampai di jalan menuju dalam Heaven Root. Semua pasukan Musuh mulai kalang kabut, mereka sudah tidak punya Harapan lagi untuk bertahan, maka mereka mulai melakukan penyerangan.
Magic
"Team Whiskey telah sampai pada Gerbang Barat, mereka sedang kontak senjata di sana, Team Echo berhasil Menjebol Gerbang Timur , Hampir selesai...Semuanya Pertahankan!"
Enemy Pilot
"Pasukan Darat telah sampai di garis terakhir , Gerbang timur juga sudah tertembus, luncurkan Squadron Bomber"
Tak lama Kemudian di sebelah Utara pulau di mana Naruto bertempur menghadapi squadron udara musuh melihat bahwa tebing pantainya terbuka , terlihat Gua yang sangat Besar, dan keluarlah sebuah pesawat Bomber dari dalam sana tak hanya satu tetapi 4 buah
Thunder 1-3
"WOW...wow..wow... Bombernya akan menuju pasukan darat..."
Kidz
"Kalian teruskan , Akan jatuhkan mereka..."
Thunder 1-8
"Yeah...Tendang Bokong mereka Kesatria Langit"
Enemy Ground Force
"Mereka sudah melewati garis Akhir... hentikan mereka..."
Naruto terbang rendah, Team Echo sedang di kepung oleha 4 buah Pos pengamatan dengan senjata mesin, mereka sedang terdesak, dan Naruto membidik pos tersebut dan meluncurkan missile
'Wuuusshhhhhhh...' Missile meluncur, dan akhirnya 'BLAR...' ke empat Pos Hancur di lalap Api
Bertz
"Senjata mesin di hancurkan, Terima Kasih, Sky Knight"
Kidz
"sama-sama Bertz"
Bertz
"Musuh mulai menarik diri, Maju... . !"
Naruto kembali mengejar Bomber itu yang sejak tadi masih mengitari Pulau karena mencari celah untuk menyerang, mereka di kerumuni pesawat musuh bertipe T-50 Pakfa, Naruto tak mau mengambil resiko, ia hanya terbang berputar dalam garis pertahanan dekat dengan Team Echo dan Team Whiskey
Collins
"Mendekati pintu masuk Heaven Root, Menara pengawas, semua cari perlindungan, Razor...Butuh bantuan..."
Bertz
"Kita Hampir sampai di Pintu masuk, Jika ada yang terluka atau tertembak, Sembunyikan mereka di balik Batu tebing..."
UN Ground Force
"Isi meriam Tank dengan Armor Piercing, Arahkan Ke pintu itu"
'BLARRRRRRRRRRRRRRRRR'...'BLARRRRRRRRRRRRRR'...'BLARRRRRRRRRRRRRRR'...'BLARRRRRRRRRRRR'...
Terdengar tembakan Meriam tank secara beruntun, Team Echo sedang menembaki pintu Utama dengan meriam Tank, mereka berusaha menjebol pintu menggunakan cara kasar
Collins
"Kami tertembaki di sini, Razor, Butuh meriam 105, Hancurkan tank itu..."
Shooter
"Fire..."
'Dooooom...Blar...Doooooom...Blar...' Pasukan pertahanan terakhir musuh telah Hancur, Pasukan yang di pimpin Kakashi sudah mendekati pintu utama, Mereka juga mulai menembaki pintu gerbang Baja raksasa itu dengan paksa.
Magic
"Semua perhatian, Bomber musuh mendekat, mereka terdeteksi Tupolev Tu-160, "
Kidz
"Aku sudah menunggunya, Akan ku atasi mereka..."
Naruto mulai memasuki garis perang dan kini ia langsung bermanuver dan tepat pada belakang bagian pesawat Bomber itu dan mulai menembakkan Meriam otomatisnya
Magic
"Kidz, Dengarkan, Hancurkan mereka sebelum sampai pada tempat Team echo dan Team Whiskey, "
Kidz
"Roger Magic...akan ku Hancurkan mereka, Fox One..."
'Slashh...BLAR!' satu bomber telah di hancurkan, Naruto bermanuver dan berputar ke belakang
Magic
"Bagus kidz, 3 lagi"
Bertz
"Cih...AP...Tembakkan...Bidik Engsel tengahnyaa..."
Naruto berhasil berada di belakang pesawat bomber selanjutnya, tetapi kali ini 2 pesawat terbang berdekatan, ia segera menembakkan Meriam otomatisnya, Naruto membidik mesin mereka , Saat mesin mereka terbakar, langsung saja 4 missile di luncurkan , dan hasilnya 'BLAM'... ke-2 Bomber di jatuhkan sekaligus
Jack
"Oh..Sweet...Jackpot Kidz..."
Kidz
"Aku akan dapat Bonus..."
Kini Naruto membidik Bomber terakhir. Bomber tersebut terbang Rendah, Naruto membidiknya , Menembakkan Meriam Otomatisnya sekali Lagi, membidik Badan Pesawat, meluncurkan Misile dan 'BLAR" Bomber terakhir .
Bertz
"Gerbang Timur Jebol...Semua Unit Maju...Ke ruang kendali Utama...Cepat...Go...go..go..go"
Team Echo sudah berhasil menjebol pintu, sasaran mereka adalah Ruang kendali Heaven Root, mereka bermaksud menghancurkan Ruang kendali
Collins
"Gerbang Barat sudah berlubang, Semuanya Maju... ikuti aku...Kita akan memutuskan Tali baja, dan menetralisir Hangar bawah tanah, "
Di saat mereka mulai memasuki Heaven Root, 10 unit pesawat sisa musuh menggunakan Afterburner mereka dan menukik tajam ke arah bawah
Viper 2-1
"Sial...Mereka menggunakan afterburner dan menukik...mereka akan menabrakkan diri ke arah Echo dan Whiskey"
Naruto terkejut, dan ia segera menyusul ke-10 pesawat itu. Ia berfikir bagaimana ia harus menghancurkan mereka secara bersamaan
"Bagaimana ya, Cih... haruskah sampai di sini ? eh tunggu kalau berbicara soal bersamaan ? Aku bisa" Batin Naruto dengan tekad yang membara
Kidz
"Semua Squadron Tempur, Menjauh dari sana..."
Viper 2-1
"Heh ?"
Kidz
"Sudahlah menyingkir saja, tak ada waktu untuk menjelaskan..."
Alex
"Kidz apakah kau akan menggunakannya ?"
Viper 1-4
"heh ? Menggunakan Apa ?"
Alex
"Semua squadron hentikan pengejaran dan menjauh"
Akhirnya semua squadron Tempur menjauh dari sana, Naruto memencet sebuah tombol Lalu kaca helm pilotnya berubah Tampilan hologramnya terdapat ruang kotak berwarna Hijau, semua pesawat musuh sudah dalam lingkup pandangannya, lalu di bagian bawah tampilan itu terdapat sebuah ikon lonjong berbentuk peluru sebanyak 10 buah berwarna Hijau dan seketika berubah merah tanda jika sudah siap dan Tombol akhir pun di tekan oleh Naruto
Kidz
"It's Show TIme...!"
'SLASSSSSSSSSSSSS...' seketika di seluruh badan pesawat Naruto keluar missile yang mengarah ke segala penjuru lalu langsung menukik mengarah ke depan untuk mengejar target yang telah di kunci dan..
'BLAMMMMMMMM' ke-10 pesawat yang hendak bunuh diri tadi Hancur seketika terkena missile tersebut, semua orang Hening sesaat
Thunde 1-1
"Jadi itu ya ..."
Viper 1-1
"Senjata ultimate CFA-44 ..."
Viper 2-1
"All Direction Missile..."
Onyx
"Cantik sekali , Dobe..."
Akhirnya mereka semua berhasil di hentikan, PilBox sudah di hancurkan Seluruhnya, pesawat musuh tersisa beberapa dan mereka sepertinya sudah Frustasi
Enemy Pilot
"Semuanya...Tembak Jatuh Kesatria Langit..."
Mereka mencoba menembak jatuh pesawat Naruto, tetapi
'BLAM...BLAM...BLAM...BLAM...'
Sesaat sebelum mereka bermanuver , mereka telah di hancurkan terlebih dahulu
Thunder 2-1
"Kalian terlalu Naif...Masih ada kami, The Thunder yang akan meledakkan kalian..."
Squadron The Thunder dari Indonesia juga menunjukkan Taringnya, mereka juga mengejar dan menghabisi pesawat yan tersisa
Bertz
"Tak akan kubiarkan kalian semua mati seperti Anjing di sini, kawan, Semua harus kembali dengan Selamat..."
UN Ground Force
"Kami di tembaki di sini, Semuanya ... bunuh mereka semua...Cih kalau tidak semuanya tidak akan berakhir"
Enemy Pilot
"Cih..dasar sialan kalian Thunder, Ajari mereka bagaimana cara terbang "
Thunder 1-1
"Semuanya...Lindungi pasukan darat, dan juga singkirkan mereka dari udara!"
Magic
"Semua pertahan musuh sudah runtuh, pasukan darat Status kalian ?"
Bertz
"Kami sudah sampai pada ruang kendali, Semuanya kami berhasil... Team Demolition pasang semua peledak kalian, kita akan pesta kembang api.."
' ' ' ' ' ' ' ROGER! ' ' ' ' ' ' ' '
Collins
"Di sini Whiskey , Kami mulai pemasangan pelumer baja pada tali penahan"
Magic
"Semuanya sekarang kita mendekati akhir, buat lubang pada Hidrolik Heaven Root, buat denganc ara Apapun..."
Armada Pasukan Tank dan Howitzer Pasukan darat dan squadron tempur menembaki Bagian Hidrolik penyangga Heaven Root, mereka melakukan segala Cara untuk melubangi dinding baja super tebal itu
Kidz
"Last Maverick...Fire.."
Naruto menembakkan 4 Missile maverick terakhirnya, Missile terbang menuju dinding hidrolik dan 'BLAM...' ...'CASSSSSSSSSHHHHHHHHHHH' ke-empat hidrolik itu bocor, udara bercampur minyak menyembur keluar, ia berhasil melubanginya, di sisi lainnya juga telah berhasil
Magic
"Hidrolik sudah Bocor, Status Team Demolition ?"
Collins
"Kami sudah selesai , sekarang kami sedang evakuasi Team"
Bertz
"kami juga sudah selesai di sini, Evakuasi sekarang"
Misi mereka sudah mendekati Akhir , Tetapi ...
Yamato
"Di sini Yamato dari ATLAS...Kami menemukan sebuah Hangar bawah tanah di sebelah selatan , semuanya sudah kami atasi,... Eh...Siapa yang membuka pintu hangar...Hoi...Tutup kembali!"
ATLAS Ground Force
"Negative, Timbolnya Hancur ! tak bisa di hentikan..."
Yamato
"Sial...apa itu ?"
ATLAS Ground Force
"Kapten Yamato awas"
...
Collins
"Yamato...Yamato...Masuk..."
...
Yamato
"Sial..Itu pesawat tempur, ada 4 unit model mereka sayap terbalik, dan salah satu dari mereka membawa Cruise missile ku kira ?"
Sementara di udara, semuanya terkejut, ada pesawat tempur lain, tapi kali ini mereka merasa tak enak dalam Hati mereka. Benar saja , beberapa saat kemudian, keluarlah pesawat yang sudah tidak asing lagi yaitu X-2 Wyver berjumlah 4 unit, masing-masing memiliki emblem yang berbeda, Bunga teratai Hitam, Lambang Dollar, Ikan Hiu , dan Kupu-kupu berwarna ungu
Kidz
"itu mereka...Akula..."
Alex
"It's just like old time..."
Jack
"Yeah...Let's kick them ass Once more!"
Kraken
"Ayo kita lakukan..."
Sontak squadron WarWolf yang beranggotakan 4 orang langsung saja menyebar menuju arah pesawat Musuh yang di ketahui Squadron Tempur Taktis Akula, mereka pernah berhadapan denganWarWolf Sekitar 1,5 tahun yang lalu, Mereka kehilangan Ace mereka, dan juga menyebabkan satu dari anggota WarWolf pensiun dini karena keracunan Oksigen sesaat setelah pertarungan tersebut. Dan mereka kini merekrut Carmilla dan menjadi pemimpin baru Akula, saat melihat rival masa lalu mereka Akula langsung menyebar, dan juga setiap pesawat berhadapan satu lawan satu, Alex berhadapan dengan pesawat yang berlogo Ikan Hiu yaitu Kisame, Jack berhadapan dengan yang berlogo bunga teratai Hitam yaitu Zetsu, Kraken berhadapan dengan yang berlogo Dollar yaitu Kakuzu, serta Naruto kembali berhadapan dengan pesawat yang berlogo Kupu-kupu ungu yaitu Carmilla
Mereka mulai berkejar-kejaran, Tetapi Carmilla malah menjauh dari tempat tersebut, pesawatnya membawa Cruise missile berwarna merah yang di deteksi berhulu ledak "trinity", ia menjauh menuju arah Barat dan Naruto pun mengejarnya.
Kidz
"Mau kemana kau Carmilla ?"
Carmilla
"Hm...di sana sedikit, ramai Kidz...Bagaiamana kalau cari tempat sepi..Tehe~"
Kidz
"Cih...ternyata kau sama sekali tak berubah..."
Melihat ke-2 pesawat itu pergi Mari pun juga mengikuti Naruto, dia mengabaikan perintah lagi, mari tahu jika dalam pesawat itu adalah Carmilla makanya di juga mengikuti Naruto, segera saja ia memanuverkan Pesawatnya dan mengikuti arah di mana Naruto pergi
Viper 1-1
"Viper 1-4 mau kemana kau..."
...
Viper 1-1
"Cih...dia melanggar Perintah lagi..."
Mari mengikuti Naruto untuk mengejar Carmilla yang sekarang sedang menjauh dari Area misi, ke-3 pesawat musuh Lainnya masih berada di sekitar area operasi tersebut, dan mereka berhadapan dengan Musuh mereka masing-masing
Kraken Vs Kakuzu
Kraken mengejar pesawat Kakuzu, mereka saling kejar-kejaran saling mengunci dan saling menghindar, Kraken Hampir menabrak tiang dari Heaven Root, saat Kakuzu mengarahkan Pesawatnya ke sana, ia bermaksud membuat Kraken, menabrak tiang dan ia menang dengan mudah
Kraken
"Kau tak bisa kemana-mana...Mata duitan..."
Kakuzu
"Coba saja Anjing UN
Kraen berhasil mengunci Kakuzu, ia mencoba meluncurkan Missile, tetapi sontak Kakuzu bermanuver salto dan berada di belakang Kraken. Kakuzu berhasil menguncinya, Missile di tembakkan Kraken menggunakan Cobra Manuver dan missile terbang hanya 5 cm dari sayap kiri pesawatnya, Dia berhasil menghindarinya dan berada di belakang Kakuzuk, dan menembakkan meriam otomatisnya dan Berhasil sebuah peluru mengenai badan pesawat Kakuzu tetapi tidak terlalu telak, lalu Kakuzu kembali menggunakan Manuver Salto tetapi saat ia berada di atas Kraken dan hidung pesawatnya menghadap ke bawah, ia meluncurkan Missile . Kraken terkejut, ia melihat ke atas dan Missile datang tepat dari atas langsung menuju bagian badannya sontak ia bermanuver rolling ke kiri, dia sekali lagi selamat, tetapi belum berakhir Kakuzu masih berada di belakang Kraken, ia meluncurkssn Missile lagi, Kraken berbelok Ke kanan tajam, Missile di hindari, lalu lagi missile ditembakkan kini ia Rolling ke kiri, missile melesat, dan lagi, lagi, lagi lagi dan lagi hingga Akhirnya...
Kakuzu
"Hahahha..selamat tinggal Anjing...Egh..."
Kraken
"Hahaha kenapa Kehabisan Missile ya ? "
Kakuzu
"Cih..."
Kraken
"Sekarang giliranku..."
Kraken menggunakan Conbra Manuver ia sekarang di belakang Kakuzu, lalu menembakkan Meriam otomatisnya, tetapi Kakuzu menggunakan Manuver Salto untuk menghindarinya, Kraken yang mengetahuinya tak membiarkan Kakuzu Lolos, ia lalu mengangkat hidung peswatnya, sontak jalur tembakan juga ikut berubah, 'Tang...Tang...Tang..Tang...' tembakan meriam Kraken mengenai Badan pesawat Kakuzu, semakin ke atas dan semakin ke atas dan Akhirnya 'CRAK!' tembakan meriam Kraken mengenai kokpit Kakuzu, kacanya pecah tetembus peluru dan Badan Kakuzu juga terkena peluru, darah juga muncrat ke segala arah, Kakuzu hilang kesadaran membuat pesawatnya berputar tak beraturan, Hal ini di manfaatkan Kraken untuk membuat serangan Akhir
Kraken
"Selamat tingal, Untuk selama-lamanya, Fox One!"
'Slaaaaaaaaaaaaaaaaaashhhh...BLAR!' Peswat Kakuzu Hancur berkeping-keping terkena Missile Kraken, dan akhirnya Pertempuran ini di menangkan Oleh Kraken . 1 kalah 3 lagi
Jack Vs Zetsu
Kini Jack berada di ketinggian 25.000 kaki, tempatnya saat ini di kelilingi awan yang cukup tebal, dia masuk ke sekumpulan awan bukan tanpa alasan, ia masuk ke sana untuk menghadapi seorang yang unik dalam Squadron Akula, yaitu Zetsu, dia adalah tipe pilot yang pandai bersembunyi secara Visual maupun Radar, dan kini ia berhadapan dengannya, Jack melajukan pesawatnya dengan kecepatan Pelan sekitar 250 Mil per jam . Matanya fokus terhadap suasana sekitar yang sepi, seolah tak ada apa pun namun, Entah di mana pastilah Zetsu berada di sini,
'SLAAAAAAAAAAASHHHHHHHH'
Benar saja tak berapa lama Missile Udara ke udara meluncur keluar dari sekumpulan Awan menuju ke Jack Sontak ia menghindar dengan Manuver miring tajam ke kanan, ia melihat radar , tak ada apa pun yang di belakangnya,
'SLASSSSSSSSSSSSSHHHHHHHHHHH'
Missile datang lagi, Jack menghindar dengan Manuver Salto, ia kembali melihat radar, tak ada apa pun, Pertarungan ini berlanjut, Hingga membuat Jack missile-missile yang entah datang dari mana itu
Jack
"Magic, kau melihat di mana dia ?"
Magic
"Negative, Jack...dia tak ada di mana pun, Awan tersebut menghalangi sinyal radar"
Jack
"Memangnya awan apa itu ?"
Magic
"Sepertinya itu adalah awan bermmuatan Listrik..."
Jack
"Aku punya ide..."
Lalu Jack menghentakkan pesawatnya menukik ke atas Vertikal. Setelah itu menggeber pesawatnya Menggunakan Super Cruise System, dan dengan singkat ia berada di kecepatan 1.900 Mil per jam menyebabkan Sonic Boom yang besar dans ebuah Cincin angkasa terbentuk , Awan di sekitar bergerak secara mendadak dan tak di sangka terjadilah bebrapa Kilatan petir yang di sebabkan oleh pergesekan awan bermuatan tersebut. Tak berapa lama menunggu akhirnya muncul juga, Pesawat Zetsu jatuh secara Ekstrim karena Kilatan petir tadi , Hal ini tak di sia-siakan Jack, ia menukik tajam mengarah ke Zetsu
Jack
"hahahha jadi pesawatmu tak tahan Petir ya ?"
Zetsu
"Ini tidak mungkin...Kenapa..Mustahil
Jack
"kenapa kau masih bertanya bodoh...Sudah terlihat dari nama peswatmu yang masih berawalan "X" yang berarti e"X"perimental, hahahah.. Itu berarti pesawatmu belum bisa menandingi CFA-44 milikku...dan Good Bye...FOX ONE!"
Zetsu
"Aarrrrrrrh..."
'BLAR!' peswat Zetsu meledak terkena Hantaman dari missile Jack dan meledak di udara meninggalkan Jejak Ledakan yang cukup besar, Pertarungan di menangkan oleh Jack dengan proses yang cukup Mudah .
William Vs Kisame
Seperti yang lainnya , William terus mengejar dan mengunci pesawat milik Kisame. X-2 Wyvern Vs CFA-44, mereka merupakan pesawat rival bahkan sejak dalam tahap Produksi x-2 Wyvern prototipnya bernama CX-22 Sedangkan CFA-44 bernama CX-44, tetapi akhirnya CFA-44 lah yang menjadi pemenang dan di masuk dalam tahap produksi 8 tahun kemudian, lalu pilot dari masing-masing pesawat merupakan Rival perang , sejak di terjunkan mereka di perang Belkan, yaitu peristiwa sisa dari perang dunia ke-3. Saat itu William dan anggota squadronnya yaitu Warwolf dengan formasi tim lama terdiri dari William, Jack , Kraken dan Gutz alias bernama lengkap José Gutierrez (WarWolf 2) mereka bertemu saat WarWolf akan memberikan serangan udara , saat itu mereka menggunakan pesawat F-22 Raptor dan Akula menggunakan T-50 Pakfa, dalam pertempuran udara tersebut William berhasil menembak jatuh Komandan Tin Akula yaitu Victor Voycheck, tetapi sesaat sebelum pesawat Victor tertembak Missile William ia berhasil memberikan kerusakan pada pesawat Gutz, tidak telak hanya sebuah peluru meriam otomatis terkena bagian samping Kanopi pesawat , Namun tembakan tersebut mengenai Tabung Oksigen Gutz , dia berhasil membuka sakuran tabung oksigen ke cadangan , tetapi terlambat asap bekas ledakan sudah masuk ke dalam paru-paru Gutz dan dia keracunan Oksigen, setelah pertempuran tersebut, Dokter spesialis menyuruh Gutz untuk Pensiun dini , sebab pola pernafasannya kini menjadi menurun bahkan dia sudah terengah-engah hanya untuk berlari 200 meter.
Dan kini mereka bertemu lagi dalam situasi yang berbeda, Kisame bermaksud membalaskan dendam Komandan Tim mereka tersebut.
Alex
"Kau akan Mati di sini Kisame, susul saja komandanmu itu"
Kisame
"hahahah...kau yang akan mati WarWolf..."
Kisame memanverkan pesawatnya menukik tajam ke atas lalu memelantingkannya ke belakang, dan dia sudah berada di belakang William, dia mengunci dan melepaskan Missile , 4 buah missile mengejar William , ia segera bermanuver Salto dan missile meleset, Namun ia tak berada di belakang Kisame, ternyata Kisame datang dari arah atasnya menukik Tajam dan kembali meluncurkan Missile , segera saja William memanuverkan Salto pesawatnya,
Sejak dari awal Bertarung dengan Kisame hingga 15 menit sekarang ini, William sama sekali belum meluncurkan satu buah missile pun, ia menghindar...atau lebih tepatnya ia mengajak Kisame untuk bermanuver super Ekstrim dengan pesawatnya, seperti ingin mengetes sesuatu. Dan benar saja Hal tersebut benar-benar terjadi
Saat William menggunakan Manuver Salto dan berada di belakang Kisame ia menembakkan 2 buah missile , Kisame menarik Ujung pesawatnya dan bermanuver tajam ke atas lalu bersalto kebelakang, missile meleset dan saat-saat yang di tunggu William itu Akhirnya terjadi
Kisame
"Ugh...Kenapa..apa yang terjadi...SIAL!"
Saat Hidung pesawatnya akan di tarik mendatar pesawatnya kehilangan Gaya Angkat. dan jatuh terpelanting ke tanah
Alex
"Akhirnya , terjadi juga kau tahu Kisame... Pesawat tersebut masih Berawalan "X" berarti masih e"X"perimental, dia hanya Bergeser dari X-22 , menjadi X-2 Wyvern. Hahahaha."
William tertawa melihat Kisame mengalami insiden yang taak terduga, memang pesawat desain sayap terbalik sangatlah sulit untuk menentukan Bahan dan letak kerangka pada pembangunan Sayap pesawat tersebut, dan semua itu telah di atasi saat pembuatan ADF-01 Falken , ASF-shinden II, dan juga R-45 Caliburn, untuk X-2 Wyver terdapat Cacat produksi pada desain rangka penopang sayapnya, maka dari itu terjadi insiden saat tes terbang pada saat itu, kemampuan manuvernya memang superior tetapi peristiwa tersebut merupakan kegagalan Besar, apalagi peristiwa tersebut tidak dapat di prediksi dan datang secara acak
Kisame
"Ugh...SIAL!"
Alex
"Selamat tinggal Kisame...FOX ONE"
'SLASSSSHHHHHHHH...' 2 Missile mendekat dan menghantam telak pada badan pesawat dan Kanopi milik Kisame 'BLAMMMMMMMMM!' Pesawat meledak dan berhamburan di langit
Alex
"WarWolf...lapor..."
Jack,Kraken
"Kami baik-baik saja , Kolonel"
Alex
"Di mana Kidz ?"
Jack
"Dia mengejar Carmilla, menuju arah Barat bersama 1 orang dari Viper Squad..."
Jack
"Roger, Kita tunggu saja kabar darinya"
Sementara itu di tim penyerbu...
Kakashi dan timnya sedang berlari menuju pintu keluar , di persimpangan jalan mereka juga bertemu tim dari Mei, mereka bersama-sama berlari ke pintu keluar utama tetapi saat sampai di sebuah jalan yang berhadapan dengan sebuah ruangan
'Blup! BLARRRRRRRR!'
ATLAS Ground Force
"AMBUSH!"
Segera semua orang melakukan kontak senjata dengan orang yang tersisa di dalam ruangan tersebut
"Kakashi..." ucap Mei menghampiri Kakashi yang tergeletak terkena ledakan pelontar granat
Terlihat oleh Mei mata Kiri Kakashi terkena Pecahan kedakan dan mengeluarkan darah , Kesadarannya yang sempat hilang telaah kembali lagi
"Aku tidak apa-apa...Mei.." ucap Kakashi
Segera dia melakukan Kontak senjata dan berjalan secara perlahan meninggalkan Ruangan,
"Cih..Tidak akan selesai jika tidak bertindak... Lindungi aku.." Teriak Shisui kepada anak Buahnya
segera ia melompat ke jendela ruangan yang sudah terpecah , lalu segera menembaki pasukan musuh yang ada di ruangan itu , Suara ledakan senjata dan gemrincing suara selongsong peluru yang jatuh menghiasi ruangan kecil itu, tak berapa lama mereka berhasil menetralisir semua pasukan musuh, Bermaksud keluar dari ruangan dengan berjalan santai Shisui menunduk mengambil sebuah liontin kalung berbentuk salib, dan .
'DAR!' suara tembakan terdenganr dan Shisui tersungkur memegangi pahanya yang berlumuran darah
"SNIPER!" ucap Mei dengan keras, lalu memandang lubang angin kecil di atas Tak jauh dari Shisui, dan menembakinya 'DAR...DAR...DAR...DAR...SLAP!' tembakan terakhir mengenai Sniper musuh , Itachi yang tahu hal tersebut berlari menuju Shisui
"Shisui!" teriak Itachi
"Tenang , Itachi...Luka seperti ini tidak akan membuatku Mati..." Ucap Shisui santai
"Jangan bersikap sok kuat Bodoh..." tiba-tiba Obito muncul dari belakang dan segera membalut paha kanan Shisui dengan kain,
"Tekan yang kuat..saat berjalan juga...usahakan jangan di lepas, tembakan tadi mengenai Arterinya.." ucap Obito
"Apakah tidak apa-apa ?" tanya Itachi
"Harus segera mendapatkan perawatan atau dia akan kehilangan banyak darah..Yosh...sudah ku ikat dengan Erat Itachi Lepaskan Kita bantu dia berjalan" ucap Obito
"Sudah tinggal saja aku, Aku hanya akan menjadi beban..." ucap Shisui sambil tersenyum
"Jangan Bodoh Shisui..kita tetaplah ini Uchiha...Apa kau ingin semua yang kita lakukan sia-sia ? dan membuat Gugurnya Danzo juga tak berguna.." ucap Obito berturut-turut
"Tapi..." Shisui mencoba menyela
"URUSAI!...Itachi Bantu aku..." Bentak Obito
"Baik..." jawab Itachi
Segera mereka berdua membopong Shisui dan berjalan keluar dan mereka akhirnya tiba di pintu keluar , semua armada Tank yang sudah menunggu dari tadi segera menghampiri Tim yang baru saja keluar dari dalam Heaven Root,
Collins
"Yamato...Status..."
Yamato
"Kami sudah selesai memasang Peledam di hangar bawah tanah...Kami akan keluar lewat jalur laut.."
Collins
"Bailklah..."
Semua armada pasukan penyerbu segera menaiki APC dan sebagian terpaksa naik di atas Tank, mereka segera menjauhi Area tersebut menuju area yang di rasa Aman.
Collins
"Magic...Semua peledak siap..."
Magic
"Segera ledakkan...!"
Bertz
"Kita sudah berada di Zona Aman...Lakukan sekarang"
Kakashi mengambil sebuah remote control, ia menekan beberapa tombol dan.
Collins
"Ledakan dalam 5...4...3...2...1...FIre In the Hole!"
'BLARRRRRRRRRRRRRR...CLANG...CLANG...CLANG...CLANG...BLOM! DEM!' Menara yang berdiri tegak runtuh semua tali baja juga putus menyebabkan Pecutan raksasa di sekitarnya semua pasukan memandang lega Hal tersebut, akhirnya misi mereka berkahir sudah dengan di tandai Runtuhnya Heaven Root tersebut
Magic
"Heaven Root, Di hancurkan... Pasukan Darat Lapor..."
Collins
"Di sini Team Whiskey..Tak ada kontak dari pasukan darat musuh..."
Bertz
"Di sini Team Echo...Semua aman..."
Magic
"Semua pasukan darat musuh sudah di habisi, seluruh pasukan udara musuh juga sudah aman, Target utama telah di hancurkan...Operation Bunker Buster succsessful"
'YEAH! WOOOOOOOOOOOOOOOO!'
'PLOK..PLOK...PLOK..PLOK'
'Kita berhasil...'
'Yeah...we did it...we really did it!'
Terdengar sorak sorai kebahagiaan
GodFellow
"Kerja Bagus Semuanya... Dengan ini kita telah berhasil menetralisir seluruh pasukan utama UFW, mereka sudah kehilangan semua unit utama mereka , perang terhadap UFW di nyatakan Berakhir... Kita akan terus membebaskan dunia dari ancaman seperti ini dan kalian akan di sini bersamaku untuk melaksanakannya"
Alex
"Dan Sekarang tinggal menunggu kabar darimu , kidz..."
Magic
"semua squadron , segera menuju ke Arah WarWolf 2, dia menghilang dari radar..."
Alex
"Roger Magic...Semunya ayo bersamaku..."
All squadron
"ROGER!"
Sementara itu 40 mil dari lokasi operasi Naruto dan Mari melawan Carmilla , kini Naruto mengunci Carmilla dari belakang dan ia segera bermanuver Cobra dan lepas dari kuncian Naruto, segera setelah itu ia segera di kejar oleh Mari, ia mengunci Carmilla tetapi ia gagal Carmilla mengambil Manuver Salto dan lolos kembali
Kidz
"Kau takkan bisa kemana-mana Carmilla..."
Carmilla
"He~... yang benar...Aku akan segera menghilang oke...Simsalabim..."
Setelah mengucapkan kata itu Carmilla bermanuver Rolling dan masuk ke sekumpulan Awan dan saat itulah pesawatnya menghilang dari radar.
Viper 1-4
"Kidz...dia hilang..."
Kidz
"Aku tahu 1-4... dia memiliki radar Jammer di pesawatnya, kita harus menghentikannya , dia membawa Trinity..."
Magic
"Kidz..kau dengar..."
Kidz
"Roger Magic, Bagaimana Status Operasi..."
Magic
"Operasi sukses...Squadron udara sedang menuju ke arahmu.."
Kidz
"Roger.."
Magic
"Bagaimana dengan Butterfly Master ?"
Kidz
"Aku kehilangan dia, tiba-tiba ia menghilang dari radar.. aku juga bersama Viper 1-4"
Magic
"Roger..bersiap untuk data link, Kidz.."
Naruto menunggu sejenak menunggu data link dari Magic untuk di transfer, dan setelah itu
Magic
"Data Link terhubung"
Naruto dan Mari memperhatikan radar mereka , dan semuanya masih sama kosong tak ada tanda apa pun, Namun Mari menyadari sesuatu yang aneh. ada sebuah titik kecil yang semakin mendekat dan semakin mendekat ia lalu membelalakkan mata , Titik tersebut menghampiri Naruto dari sebelah kanannya
Viper 1-4
"Kidz..awas,...di kananmu!"
Teriak Mari di radio. Sontak Naruto menengok ke kanan, Carmilla mendekat dan meluncurkan sebuah Missile, Merasa tak sempat menghindar dan pasrah , Naruto merasa De Javu akan Hal itu, ia sudah terlambat untuk menghindar. Namun dalam Slow Motion ia melihat Mari memanuverkan pesawatnya tepat di sebelah kanan Naruto, ia menghadapkan Badan pesawatnya ke depan dan mengornbankan pesawatnya untuk menyelamatkan Naruto , dan Akhirnya ...
'BRAK...JRAK...BLAM!'
Pandangan Naruto tergoyah, Pesawatnya Oleng dan segera ia menstabilkan pesawatnya. Nafas Naruto memburu, terkejut atas apa yang terjadi . Dan kini ia melihat pesawat Mari terbang dengan badan yang berasap
Kidz
"Viper ...MARI!"
Naruto mengikuti Mari dan merendahkan ketinggian pesawatnya, terlihat Badan sebelah kanannya berasap dan Mesinnya juga mengeluarkan Asap Hitam dari belakang, Kondisinya sudah parah, terbangnya pun sudah Oleng ke kanan dan ke kiri
Viper 1-4
"Kidz..."
Kidz
"Mari...kau tidak apa-apa ?"
Viper
"Mungkin..kokpit ku remuk di bagian Belakangnya, Mesinnya juga Over Heat..."
Ucap Mari sambil di sertai alarm Bahaya yang berbunyi dari dalam badan Pesawatnya
Kidz
"Keluarlah sekarang..."
Langsung saja Mari menarik tuas kursi pelontar pengunci Kursi pilot terlepas, Namun Kanopinya tak mau terbuka dan otomatis Roket pendorong kursinya juga tak mau menyala.
Viper 1-4
"Ugh...Enghhhhh...Negative, Kanopinya tak mau membuka, Macet..."
Kidz
"Damn! "
Viper 1-4
"Kanopi terkunci, Kebocoran bahan bakar mesin, sayap mulai bermasalah...Sepertinya aku sampai sini saja , Kidz..."
Kidz
"Mari!"
Viper 1-4
"Kidz...Ah tidak Aru-chin...sampaikan pesanku pada Menma-kun ya .."
Kidz
"Mari diamlah...kau akan selamat, jangan katakan Hal seperti itu...Kau akan pulang dengan selamat dan setelah itu kau akan Menikah dengan Menma, Kan ?!"
Viper 1-4
"Itu mauku tapi..."
Kidz
"Sudah tutup mulutmu , Mari jangan bicara..aku akan menyelamatkanmu, "
Lalu Memfokuskan penglihatannya pada Kanopi pesawat Mari dan melihat kalau ada sebuah engsel di bagian belakang Kanopinya , dia akhirnya memiliki ide
Kidz
"Mari...Invert...And Stay in Invert..."
Viper 1-4
"Heh ?"
Kidz
"Aku akan menembak Kanopimu..jadi kau bisa keluar... Ini kesempatan terakhir..."
Viper 1-4
"Eh...tapi seandainya aku nanti..."
Kidz
"SUDAHLAH LAKUKAN DANM PERCAYA PADAKU!"
Viper 1-4
"Ok aku akan melakukannya"
Segera saja mari mencoba manuver terbalik, ia bersusah payah untuk bermanuver terbalik karena pesawatnya telah terkena Kerusakan, dan akhirnya dia pun berhasil , pesawatnya dalam posisi terbalik, kanopi juga sudah menghadap ke bawah, Naruto memasang mata Birunya dengan tajam , membidik Engsel kanopi Mari menggunakan meriam otomatisnya, Ibu jari kanannya juga bersiap pada tombol Merah
Viper 1-4
"Ugh..Aku hampir kehilangan Kendali, Aru-chin... aku tak bisa bertahan lebih lama.."
Kidz
"Tahan di situ, Mari..."
Viper 1-4
"Ugh...Sudah sial aku..."
Kidz
"Jangan Menyerah, Mari...percayalah padaku..."
Naruto mulai dalam mode Fokus tingkat tinggi, ia membidik Engsel kanopi itu, ia melebarkan Kelopak Matanya dan.
Viper 1-4
"Aru-chin..Aku...kuharap aku..."
'DAR...' "Bluk...DAM...!'
Kanopi berhasil di singkirkan...Kursi pelontar keluar dan parasut berbentuk bulat berwarna putih mengembang , Mari berhasil keluar dari pesawat dan beberapa saat kemudain pesawat Mari juga meledak, Mari kini tergantung melayang dengan parasut, tetapi Carmilla yang sejak tadi sudah menghilang kembali menuju mari ia bermaksud menembak Mari dan membunuhnya, mengetahui hal tersebut Naruto bermanuver menukik ke bawah lalu menembakkan 2 buah Missile dan langsung menuju Carmilla , Saat Carmilla akan menembakkan meriam otomatisnya tiba-tiba missile mendekat dengan cepat tepat di depannya, dia langsung bermanuver Salto dan 'BLAM!' missile meledak tepat di depan Corong gas buang mesinnya dan menyebabkan mesinnya mengepulkan asap, Ia segera berbalik arah dan menuju arah Barat Laut dengan kecepatan penuh menghilang di balik kumpulan Awan tipis
Kidz
" Magic, Butterfly Master menuju arah Barat Laut, dia terkena Kerusakan rinngan, Satu lagi Viper 1-4 tertembak, dia selamat, berhasil keluar dari pesawat. Sekarang dia di perairan, perintahkan tim Evakuasi segera"
Magic
"Roger , WarWolf 2, menurut prediksi Arah pada Radar, Butterfly Masters akan sampai di Tokyo melalui rute Konoha, Aku akan segera meminta JSDF untuk melindungi kota dan mengevakuasi Penduduk"
Kidz
"Cih...dia pasti akan menembakkan Trinity di sana.. Magic Perkiraan waktu tiba?"
Magic
"Butterfly Masters akan tiba di teluk Konoha sekitar 25 menit dari sekarang.."
Kidz
"Baiklah aku akan melakukan Pengejaran segera"
Magic
"Roger Kidz, aku akan meminta Second Eye Terbang, "
Kidz
"Roger, WarWolf 2 Out!"
Dan Naruto segera Melajukan Pesawatnya untuk mengejar Carmilla yang saat ini akan menuju Tokyo untuk meledakkan Trinity, dengan kecepatan penuh mengikuti Carmilla , dan akhirnya ia menghilang dalam kabut Awan dan tak lama kemudian ia sudah menghilang dari radar AWACS Magic
.
.
.
TBC
"Fiuhh...Mendekati Chapter Akhir nih... yah maaf kalo agak Cliffhanger di bagian AKhir...Yak seperti biasa mohon perkenankan Review anda , karena review anda adalah Pertamax Saya
