Taehyung menghela napas panjang – ia benar benar merasa bosan. Ia menopang dagu lancipnya – dan mengukir senyum tipis saat retina matanya menangkap bayangan Jeon Jungkook – yang sedang bersandar di bawah pohon dekat lapangan basket dengan mata tertutup dan novel di tangannya. Obsidian kembar milik Taehyung terus memperhatikan Jungkook – tanpa berkedip dan ia baru menyadari satu hal; Jeon Jungkook terlihat sangat manis dan mempesona.


Good Student

/T/SchoolLife – Drama/AU/Yaoi/BxB/


.

Sambil menguap Taehyung membuka lembar pertama dari buku sains yang baru saja ia ambil dari rak di sudut perpustakaan – matanya sedikit berair dan memerahia mengantuk. Perpustakaan yang biasa ramai oleh para nerd tampak lenggang saat Taehyung sampai disana - tak ada siswa siswi yang berlalu lalang di depan perpustakaan – hanya ada dua siswa yang sedang membaca buku tebal di bagian utara perpustakaan.

Beberapa menit kemudian, Taehyung menutup bukunya dengan tatapan sayu. Pandangannya teralihkan ke tempat persembunyian sang siswa teladan – ruangan yang dihimpit oleh dua rak besar di sebelah barat perpustakaan – kedua alisnya bertautan – ia penasaran.

Taehyung melangkahkan kakinya ke ruangan itu dengan santai – tanpa takut jika saja Jungkook akan datang dan menegurnya – ingat ? siswa teladan favoritnya itu tidak pernah membolos,mengitari ruangan dengan perlahan – dengan jari jarinya yang menyentuh buku buku di rakmengabsennya seakan akan ia adalah petugas perpustakaan. Taehyung mendaratkan bokongnya di salah satu kursi dan menelusuri tulisan – coretan yang terdapat di meja dengan senyum tipis yang terukir dibibirnya– ia menggangap coretan dan tulisan itu dibuat oleh Jungkook.

Apa semua yang dilakukan Kim Taehyung selalu berhubungan dengan Jeon Jungkook ?

.

Entah sudah berapa lama Taehyung berdiam diri diatas dahan pohon –sebrang gerbang rumah Jungkook bersama alat memata - matai miliknya – dengan penampilan 'misterius' – memakai snapback yang menutupi sebagian wajah dan surai orange nya. Ia menghela napas panjang – tak ada tanda tanda Jungkook akan keluar rumah – bahkan pintu balkon kamarnya pun tertutup. Sabtu malam yang hebat bukan ? menunggu seseorang – yang tidak pasti akan muncul diatas pohon. Great.

Taehyung menutup matanya sesaat – menghela napas berkali kali – seperti yang dilakukan Jungkook saat terakhir kali ia lihat di balkon rumahnya ia berniat untuk turun dari pohon dan pulang kerumah. Taehyung membuka matanya –

- pupil matanya membulat seketika – lagi lagi ia melihat siswa teladan favoritnya kabur lewat tangga darurat di malam hari dengan tergesa gesa dan earphone yang tergantung manis di telinganya – dan kali ini Taehyung akan mengikutinya.

.


.

Tanpa banyak berpikir – Taehyung loncat dari atas pohon – dan mendarat dengan sempurna di tanah ia berlari mengejar Jungkook yang telah berbelok di ujung jalan – masih dengan penampilannya yang misterius. Berjalan di belakang sang siswa teladan favoritnya ? itu adalah hal yang mengagumkan. Taehyung bisa melihat bagaimana cara berjalan Jungkook – sekaligus mendengar beberapa gumaman kecil yang keluar dari mulut Jungkook – beruntung Jungkook memakai earphone – ia tidak menyadari jika Taehyung mengikutinya di belakang.

- Taehyung berkedip kedip – memastikan bahwa matanya masih berfungsi dengan apa yang ia lihat rahangnya sedikit jatuh kebawah – Taehyung pikir mungkin siswa teladan itu tersesat dan salah jalan ; Jeon Jungkook berbelok ke arah kanan dari perempatan jalan – menuju sebuah pub – dan Taehyung masih mengikutinya.

.

Seketika Taehyung merasa bahwa dewi fortuna sedang berada di pihaknya malam ini – ia melihat sebuah kursi panjang di depan pintu pub yang akan memudahkannya memotret sang siswa teladan dari jarak yang dekat – setelah menyadari bahwa ia meninggalkan kartu pengenalnya dirumah – yang berarti ia tidak bisa masuk untuk mengikuti Jungkook – oh ?Apa Jungkook di perbolehkan masuk ?.

Taehyung mendaratkan bokongnya dikursi panjang depan pintu Pub- selagi Jungkook sedang bernegosasi dengan penjaga Pub. Awalnya penjaga Pub itu tak memperbolehkan Jungkook masuk karena menurutnya Jungkook adalah anak dibawah umur – dan Taehyung hampir tertawa karena mendengarnya. Satu alis Taehyung terangkat melihat Jungkook merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah kartu yang terasa sangat familiar di matanya – seketika senyuman kecil – smirk tercetak di wajah – tampan Taehyung.

Dengan mudahnya – Taehyung memotret Jungkook dari jarak yang dekat – tanpa diketahui sang objek foto lagi tentunya. Ia memasukkan ponselnya kedalam saku jacket nya – memejamkan matanya dengan smirk yang masih terukir – setelah ia menyimpan foto dan menuliskan beberapa kalimat lagi di dalam memo ponselnya.


My Adventure :

He sneaks out the balcony in a midnight

He's in a library ( in a back of room – when nobody looks) He'll be with his dreaming (sleep)… and He's not reading books.

He's walking into the Pub with his fake id…


.

Sudah lebih dari satu jam Taehyung menunggu Jungkook keluar dari Pub – ia penasaran dengan apa yang dilakukan Jungkook didalam Ini terasa aneh disaat seorang Kim Taehyung sang berandal tak bisa masuk kedalam pub karena meninggalkan kartu pengenal – yang menunjukkan bahwa ia sudah berada di usia legal untuk memasuki Pub, sedangkan seorang siswa teladan seperti Jeon Jungkook yang terlihat lugu bisa masuk dengan kartu palsu yang dibuatnya. Apa situasi menjadi terbalik sekarang ?

- setidaknya ia tidak diusir oleh penjaga Pub.

.

Taehyung melepas snapback miliknya – mengacak acak surai orange nya – membuat kadar ketampanannya semakin bertambah. Suara pintu Pub mengejutkan Taehyung, ia buru buru memakai snapback nya lagi ketika mengetahui yang keluar adalah Jeon Jungkook. Kedua mata obsidian Taehyung menatap Jungkook dari bawah keatas – bajunya ? masih utuh , matanya ? tidak memerah – berarti ia tidak mabuk – penampilannya masih sama ketika ia masuk.- uh, tapi kenapa Jungkook membawa tas transparan di tangannya ?. Taehyung sedikit mendongkak-an kepalanya melihat apa yang di bawa Jungkook dari dalam Pub.

Smirk Taehyung kembali terukir – merogoh saku jacket nya dan kembali memotret Jungkook yang sedang berbincang dengan penjaga Pub. – seketika Taehyung berdiri dan pergi dari lingkungan Pub – meninggalkan Jungkook.


My Adventure :

He sneaks out the balcony in a midnight

He's in a library ( in a back of room – when nobody looks) He'll be with his dreaming (sleep)… and He's not reading books.

He's walking into the Pub with his fake id… and out of the Pub with 2 bottles beer in his transparent bag.


.

Taehyung terbangun ketika jam menunjukkan pukul tiga pagi – waktunya untuk menyelesaikan tugas yang kembali menumpuk di meja belajarnya. Ia beranjak untuk mencuci muka agar rasa kantuknya hilang sebagian – sebenarnya ia malas untuk mengerjakan -tapi apa boleh buat ? ia harus mengerjakannya. Taehyung mulai membuka satu persatu halaman dari buku matematika miliknya – menelusuri soal soal yang paling mudah untuk dikerjakan lebih dulu – dan hasilnya tidak ada, semua soalnya sangatlah susah.

Pikiran Taehyung melayang pada kemarin malam. Taehyung mengacak surai nya dan menghembuskan napas kasar – ia merasa ada yang aneh pada dirinya akhir akhir ini. kenapa semua isi pikirannya hanya berisi dengan nama; Jeon Jungkook ?. – apa ia mulai menyukai Jeon Jungkook ?


Hi^^ Thanks for read my weird fic guys /hug/. Thanks buat yang ngasih saran di chapter satu. Late post ? aku gak pernah janjiin fast update kan :v.

Well, Thanks banget yang udah review, fav, and follow. Ah ya, buat yg nanya latar belakang Jungkook itu kayak apa ? Please enjoy this story from begin . And please don't call me Author – kesannya kayak aku pinter banget bikin ff, padahal masih amatir – Just Call Me Shin, k ?. idenya pasaran ? maapkeun, aku masih amatir kakak .

See you in next chapter – if you still wanna read it. Mind to Review ?

Big Thanks To :

Nuruladi07 | yayet00 | Lee Shikuni | Shun Akira | YulJeon | raisanurulh | ainiajkook | Riska971 | ulyalenivk3001 | InfinitelyLove | adryantrhrp2005 | miss nofie | SyubD | Han Eun Kyo | hilmarhc | | deshintamirna | Kira | viertwin | Kim Vanny | LuluHD | yoitedumb | chocotae | VanillaSky0110 | Agizera | LuminaV |