Good Student

T/School life – drama/AU/Yaoi/BxB

This chapter dedicated for my bestie named 'Sabrina'

Thanks yang sering ngatain ff ini udh jadi lumut :)) – This is for u gurl :))

Wooshwanhee present.


.

Hal pertama yang Taehyung lakukan saat melihat Jungkook masuk kesebuah café adalah mengeratkan hoodie dan menunduk – membuat sebuah penyamaran yang tak terduga. Ia menarik kursi disalah satu meja dan mendudukinya – dengan mata yang masih mengikuti gerak gerik Jungkook. Taehyung dapat melihat Jungkook berjalan ke salah satu meja yang terdapat seorang pemuda dengan setelan jas hitam – terlihat seperti seorang pembisnis. Jungkook masih berdiri disana – di depan meja pemuda itu tanpa berniat untuk duduk.

Napas Taehyung tercekat – Jungkook baru saja memberikan sebuah totebag kepada pemuda itu – tanpa mengatakan apapun – dan langsung pergi begitu saja keluar café. Ini menjadi sangat membingungkan. Haruskah Taehyung keluar – kembali mengikuti sang siswa teladan atau menetap di café dengan sebuah keuntungan – mengetahui apa yang diberikan Jungkook kepada pemuda itu.

.

Tangan kanan Taehyung menggapai cangkir di atas meja – meneguk pelan Americano miliknya. lebih dari satu jam lewat duabelas menit Taehyung memutuskan untuk menetap didalam café – salahkan pada otak nya yang selalu ingin tahu apapun yang ia lihat – ia penasaran apa isi totebag itu. Posisi si 'pembisnis' – Taehyung memanggilnya begitu masih sama; memainkan ponselnya sambil mendekap totebag pemberian Jungkook yang membuat Taehyung penasaran.

Mungkin semua orang akan mengatakan Taehyung 'kurang kerjaan' kalau seandainya mereka tahu apa yang sedang dilakukan Taehyung disana. Menunggu seseorang yang bahkan tidak ia kenal membuka totebag di dalam café. Sebenarnya, Taehyung masih mempunyai banyak tugas yang sudah menunggunya di rumah - bahkan di tas punggung merah nya pun masih ada beberapa kertas untuk bahan karya tulis miliknya. Tapi seakan- akan tak peduli, Taehyung masih menunggu pemuda itu membuka totebag. Rasanya, Taehyung ingin mendatangi meja si 'Pembisnis'dan memaksanya untuk membuka

Taehyung tersedak Americano miliknya – dengan mata yang membulat sempurna - ia berdecih dan mengertakan giginya.

– pemuda itu baru saja membuka totebag pemberian Jungkook.


My Adventure:

He gave a totebag to stranger in café – the contents of which are two bottles beer.


.

Taehyung menghela napas panjang – menahan segala makian di dalam tenggorokannya saat pria dengan pakaian rapi di depannya memicingkan mata tajam – menatap Taehyung dari ujung converse miliknya sampai ke pucuk surai orangenya yang sangat menyentrik. Tidak. Taehyung sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam milik guru konserlingnya itu. tapi hell, namanya akan kembali bersemayang di buku konserling hari ini. Lagipula apa yang salah dari Taehyung sekarang ? Pakaiannya rapi – tidak dimasukkan kedalam celana adalah termasuk rapi dalam kamus Kim Taehyung, sepatunya biasa saja – tidak menyentrik seperti tempo hari, masalah rambut – pihak sekolah bahkan sudah sangat lelah memberikan 'peringatan' kepada pemuda itu dan berakhir dengan membiarkannya, dan oh – sepertinya Taehyung melupakan karya indah yang baru saja ia pasang kemarin sore; tiga buah piercing di telinga kanannya.

Taehyung pikir, ia adalah makhluk tampan dan seorang titisan dewa – tidak ada yang berani melawannya hingga saat ini – seakan akan ada beberapa suruhan dewa yang berjalan di belakang untuk menjaganya. sisi aneh seorang Kim Taehyung. Seperti saat ini – setelah guru konserlingnya menyebutkan kesalahan Taehyung yang 'kecil' itu – ia dibiarkan berkeliaran di area sekolah. Well, ia lebih memolos daripada masuk kedalam kelas yang telah mulai dari duapuluh menit yang lalu itu – karena percuma, ia hanya akan mendapatkan hukuman jika masuk.

.

Disinilah Taehyung sekarang – berbaring di atap sekolah dengan hoodie hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Sebelah tangannya masih meraba tiga piercing hitam di telinga kanannya – ia bangga memiliki karya indah itu, man. Seolah olah mendapatkan aura yang aneh – Taehyung menyingkirkan hoodienya dan membuka mata – berlari secepat mungkin kebelakang tumpukan kardus di sebelah timur atap.

Beberapa detik setelahnya, Taehyung mendengar suara pintu atap dibuka dengan cukup keras – bertanda bahwa seseorang telah memasuki area persembunyiannya. Kepala bersurai orange itu menoleh – berusaha mengintip siapa yang datang tanpa menyebabkan kericuhan. onyx Taehyung hanya menangkap seorang pria bersurai hitam berada di dekat pembatas atap dengan posisi membelakanginya sekarang. Syukurlah – Taehyung bernapas lega melihatnya– ia mengira jika yang masuk adalah guru konserling atau hal lainnya.


.

Niatan Taehyung untuk keluar dari belakang tumpukan kardus – ia urungkan mentah mentah saat pemuda bersurai hitam itu membalikkan tubuhnya – merosot pada beton pembatas – dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya – dan kedua bahu yang bergetar. Kedua alis Taehyung bertautan – mengira-ngira siapa pemuda bersurai hitam itu. Obsidian Taehyung masih berkedip seirama dengan getaran pada bahu pemuda itu – pandangannya seolah terkunci padanya – hingga kedua tangan yang menutupi wajah pemuda bersurai hitam mulai jatuh ke lantai – dan seketika napas Taehyung tercekat dengan kedua mata yang membulat; pemuda bersurai hitam disana adalah Jeon Jungkook. Taehyung tak tahu harus berpikir apa saat ini – sebagian dari dirinya bilang kalau ia harus menghampiri Jungkook dan bertanya apa yang terjadi dengannya– tapi hell, Jungkook tidak mengenalnya – dan itu membuatnya terdengar aneh.

Taehyung merogoh saku celananya – berniat mengambil gambar dari sang siswa teladan. Perlahan Taehyung dapat melihat siluet Jungkook berdiri – berpegangan ke pembatas dengan kedua mata yang tertutup. Taehyung yakin, bahkan sangat yakin jika yang berada di sana bukanlah sosok Jungkook yang asli – yang selalu tersenyum ramah dan menyapa siapa saja yang ia kenal– sosok itu bukan Jungkook asli– melainkan sosok yang terpendam dalam diri Jeon Jungkook.

Obsidian Taehyung memicing tak suka saat air mata kembali meluncur dari kelopak mata Jungkook – ia kembali menangis – dengan sebelah tangannya dimasukan kedalam saku celana – mencari sesuatu di dalam sana. Seolah Jungkook mendapatkan apa yang ia cari – ia membuka matanya dan melempar sesuatu ke bawah lantai beton itu – menginjaknya dan terus meraung seperti seseorang yang memiliki kelainan – atau seperti orang dari rumah sakit jiwa yang selalu berkeliaran di sekitar rumah Taehyung.

.

Entah sudah yang keberapa kali Taehyung mengambil gambar sang siswa teladan– oh ia bukan hanya memotret tapi mem-vidiokan juga– ia memang gila kalau kau ingin tahu. Taehyung berlari ke tempat Jungkook berdiri tadi – setelah siswa teladan itu pergi dengan wajah yang memerah dan bengkak – akibat acara menangis hebat yang baru saja ia mainkan. Senyuman khas seorang Kim Taehyung – smirk kembali terukir dengan sempurna dibibirnya. Tangan kirinya menggapai bungkusan persegi yang sudah sedikit hancur – mungkin dalamnya akan lebih parah dari bungkusannya – lalu memasukannya kedalam saku celana untuk menjadi barang bukti.


My Adventure;

He cried like a people who was in the mental hospital … and throws – stepped a pack of cigarettes that he carries in his pocket.


.

Taehyung berani bersumpah – kalau ia mengikuti Jungkook bukan karena maksud yang lain atau ingin mencelaka-kan Jungkook. bukan. Taehyung hanya merasa penasaran dengan kehidupan seorang Jeon Jungkook; bagaimana cara siswa teladan itu menghabiskan waktunya yang Taehyung anggap mononton – bagaiman cara Jungkook untuk 'bermain' – semua segala hal tentang Jungkook; ia ingin mengetahuinya – walaupun dengan cara aneh yang di ciptakan oleh otak cetek nya. Kim Taehyung hanya penasaran dengan Jungkook.

–dan sekarang mungkin sedikit – tertarik.


To be continue or end ?


HEY EVERYBODY we don't have to life this way/plak/ ada yg inget fic ini? huahaha aku tau ini lama banget. sebenernya chap ini udh kelar dari bulan kemaren, tapi tiba tiba aku kena virus low esteem gitu kkkk – jadilah seperti ini. dan… kayaknya aku bakal upload chap depan dalam waktu lama, mungkin minggu depan – entahlah. Thanks a lot buat yang review,fav,or follow – aku cinta kalian guys. saran dan kritik aku terima dengan lapang dada kok/lah.

Thanks for reading`` and see u in next chapter.

Thanks To

ainiajkook | Lee Shikuni | Han Eun Kyo | yoitedumb | nuruladi07 | deshintamirna | kookiestaetae | FunGunRun | utsukushii02 | | YulJeon | keea | HaeMo | Guest | LuluHD | TyaWuryWK | blueewild951230 | Reepetra | | Fox Stuff | heavensins | cookiesnyamphi | Avicrash | Vkookishere

Mind to review?

Contact.

[ Twitter : Wooshwanhee ]