Chapter 1

Baekhyun mengedarkan padangannya mengelilingi seluruh sudut bandara incheon.

Faktanya baekhyun sudah menunggu Byun baekbeom hampir 30menit lamanya.

"Oppa kau menyebalkan." baekhyun mengerucutkan bibir kesal.

Bagaimana ia tidak kesal setelah melewati perjalanan jauh dari kanada-korea setalan.

Sekarang baekhyun harus menunggu sang oppa yang tak kunjung datang menjemputnya.

Drrt.. Drrt

Pesan masuk

From: Baekbeom

"Maaf. Aku tidak bisa menjemputmu. Tapi aku sudah mengirim seseorang yang 'Ekhm"

Untuk menjemputmu."

Baekhyun menghela nafasnya. Rasanya ia sungguh ingin memarahi baekbom.

Padahal baekbom sudah berjanji padanya untuk-menjemputnya.

To: Baekbeom

"Bukan kah kau sudah berjanji untuk-menjemputku oppa?"

Baekhyun menekan tombol kirim pada ponselnya. Karena kesal dan lelah akhirnya baekhyun mendudukan tubuh mungilnya disalah satu bangku yang ada dibandara. Baekhyun bersyukur. Pilihannya tepat untuk tidak memakai high heel. Ia memilih sepatu kets kesayangannya untuk kepulangannya hari ini.

From: baekbeom

"Maafkan aku-"

Apa! Hanya itu balasan dari baekbeom? Baekhyun mengendus kesal. Amarahnya sudah sampai diubun-ubun. Ingin rasanya ia berteriak. Ternyata kakaknya masih tidak berubah selalu begini-ingkar janji.

Main cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun (gs)

Genre: Drama, Romance, Hurt maybe hehe

Rate: masih diragukan ahaha

Selamat membaca, dan jangan jadi pembaca diam haha^^

Girl x Friend

"Kau serius menjemput baekhyun dengan pakaian seperti itu?" baekbeom tertawa melirik penampilan chanyeol dari atas hingga bawah. Bagaimana ia tidak ditertawakan. Chanyeol memakai hoodie hitam, topi hitam, masker berwarna hitam, celana jeans hitam dan sepatu kets adidas yang tak luput dari warna hitam.

"Aku ini artis terkenal hyung. Tentu aku tidak ingin wartawan menemukanku. Yah beginilah penyamaraanku." protes chanyeol. Lagi pula ini salahnya baekbeom. Salah sendiri menyuruh aktornya untuk menjemput adiknya.

"Iya iya. Maafkan aku yeol. Hehe lebih baik kau segera pergi. Aku yakin baekhyun sudah menunggu selama 30menit lamanya" baekbeom mengibas-ibaskan tangannya menyuruh chanyeol segera berangkat.

"APA" chanyeol menghambur pergi dari ruangan sang empunya agency. Byun Entertaiment disitulah nama Park Chanyeol selaku anak dari pengusaha kaya raya diseoul yaitu Park Inc bernaung. Tentu saja karna karirnya yang cemerlang. Chanyeol harus menyamar. Walaupun ia pergi untuk menjemput teman ah bukan orang yang ia cintai sejak 3 tahun terakhir. Yeah. Chanyeol dan baekhyun sudah berteman sejak bangku sma. Mereka sudah melewati susah dan senang bersama hingga akhirnya baekhyun memutuskan untuk melanjutkan sekolah tingginya kekanada. Berbeda dengan chanyeol yang sudah merintis karir ke-aktorannya sejak sma.

Girl x Friend

"Ekhem" dehem chanyeol berdiri didepan baekhyun.

Baekhyun mengernyit. Diawasi penampilan chanyeol yang memakai pakaian serba hitam dari atas hingga bawah. Apa? Apa orang ini habis dari acara pemakaman hanya pertanyaan itu yang berada dibenak baekhyun.

"Kenapa lama sekali? Aku sudah menunggumu hampir satu jam" baekhyun berdiri. Baekhyun mengerti "Ekhem" yang dimaksud baekbeom adalah chanyeol sahabatnya. Tapi kenapa jadi ekhem? Yah perlu diketahui gadis mana yang tidak menyukai chanyeol? Badan jangan ditanya, tinggi? Aduh chanyeol itu hampir mendekati kata sempurna menurut baekhyun.

"Maafkan aku baekhyunnie. Aku kena macet-"

Bohong. Chanyeol sedang berbohong pada baeknyun. Jika chanyeol mengatakan yang sebenarnya maka bisa habis riwayat chanyeol ditangan baekhyun. Tapi ini juga bukan kesalahan chanyeol. Tentu baekbeom yang salah karna telat memberitahu chanyeol.

Bibir baekhyun membentuk kata "o" setelah itu baekhyun malah menarik chanyeol untuk segera keluar dari tempat umum. Bandara adalah tempat umum. Baekhyun tidak ingin orang yang ia sukai mendapat masalah skandal atau gosip makanya ia menarik chanyeol keluar dari bandara. Seolah mengerti arti tarikan tangan dari baekhyun, chanyeol tersenyum dari balik maskernya dan terus memperhatikan tautan tangan mereka.

"Ah- itu mobil ku" chanyeol berjalan cepat berusaha memimpin langkah baekhyun menuju mobil mewahnya yang berwarna hitam nan elegan. Chanyeol terus mengenggam tangan baekhyun hingga sampai didepan mobilnya. Chanyeol membukakan pintu untuk baekhyun. Hal ini selalu chanyeol lakukan jika ia pergi bersama baekhyun. Dan asal kalian tau hanya baekhyun yang chanyeol perlakukan seperti ini. Gadis lain bahkan noonanya saja tak perna ia bukakan pintu ahaha malangnya yoara noona.

"Gomawo yeollo" gumaman kecil baekhyun yang selalu chanyeol dengar sebelum gadis itu sudah terdudul manis dan memakai sabuk pengamannya didalam mobil chanyeol.

"Cheonma. Tuan putri" chanyeol terkekeh. Begitulah yang selalu chanyeol katakan jika baekhyun sedang berterima kasih.

Hening

Chanyeol tak berani bicara karna biasanya baekhyun akan marah dan menyuruhnya tetap fokus dalam mengemudikan mobilnya.

"Chanyeol" panggil baekhyun.

"Hmm,"

Baekhyun menatap jendela. Baekhyun sangat merindukan seoul. Merindukan sosok laki-laki yang kini ada disampinya, merindukan baekbeom, dan juga rindu appa dan eomma-nya. Baekhyun hanya akan tinggal diseoul untuk beberapa minggu saja. Setelah itu baekhyun harus kembali kekanada untuk menyerahkan tugas akhir kuliahnya.

"Apa baekbeom oppa sibuk?" baekhyun memulai pembicaraan. Baekhyun tidak pernah bicara saat chanyeol tengah mengemudi. Ia takut menganggu fokus chanyeol. Kali ini beda, semuanya sudah berbeda. Mereka bukan lagi berstatus anak pelajar. Makanya baekhyun berani berbicara.

"Baekbeom hyung bilang ada rapat yang tidal bisa diwakilkan" kata chanyeol santo dengan tatapan kedepan tandanya chanyeol masih fokus. "Mau kuantar kemana baekkie-" chanyeol menengok kearah bangku sebelahnya

"Tentu saja kerumah ku bodoh-" baekhyun terkekeh. Senang sekali bisa seperti ini lagi. Saling mengejek. Kebiasaan mereka berdua jika salah satu dari mereka ada yang berbuat kesal. Entah baekhyun atau chanyeol yang memulai maka akan berakhir dengan kata "pendek" dan "tiang listik"

Mobil chanyeol sudah terparkir sempurna di perkarangan rumah baekhyun. Rumah yang bernuansa minimalis jika dilihat dari luar, tapi bergaya elegan berada didalamnya. Dua maid sudah menyambut kehadiran baekhyun dan chanyeol.

"Eomma" pekik baekyun. Baekhyun berlari memeluk ibunya erat.

"Eomma, aku merindukanmu" seru baekhyun didalam pelukan nyonya byun. Nyonya byun membalas pelukan anak bungsunya. Mengelus punggung baekhyun seperti sudah menjadi kebiasaan bagi nyonya byun saat baekhyun memeluknya erat.

"Eomma. Juga merindukan-anak eomma yang paling manis" nyonya byun mengelus surai hitam rambut baekhyun. Baekhyun melepaskan pelukannya. Menurut baekhyun ini seperti mimpi namun nyata.

"Chanyeol-ah, apa kau sudah makan?" yah lamunan chanyeol buyar deh padahal chanyeol sempat membayangkan kalau baekhyun yang akan membuatkan sarapan untuknya disetiap pagi. Hehe :v

"Belum ajumma."

"Lalu kenapa kau masih berdiri disana. Kemari duduklah bersama, jangan seperti itu." tutur nyonya byun. Baekhyun tersenyum kecil melihat tinggal tiang listriknya.

"Ah- aku hanya tidak ingin menggangu adegan seperti tadi ajumma" chanyeol sudah menyenderkan badannya pada sofa empuk milik keluarga byun. Yah sofa ini adalah tempat favoritnya. Tempat yang selalu chanyeol duduki jika datang kerumah baekhyun dan tentunya bercanda ria bersama keluarga baekhyun. Oh ya, keluarga byun dan dan park memang sangat dekat karna Appa chanyeol dan Appa baekhyun sudah bersahabat sejak mereka duduk dibangku sekolah menengah pertama. Tapi kenapa chanyeol jadi aktor bukan meneruskan perusahaan appanya? Hayo? Chanyeol diizinkan appanya menjadi aktor dibawah naungan Byun Entertaiment. Dan jadilah Park Chanyeol aktor terkenal diberbagai negara.

Girl x Friend

Baekbeom meraih ponselnya. Tangannya menekan papan nomor tiga dan terhubung dengan baekhyun.

"Kau tidak datang ketempatku?"

"Huh? Untuk apa aku datang kesana. Kau menyebalkan oppa" dengus baekhyun dari ujung ponselnya

"Yak! Baiklah. Aku akan pulang cepat. Apa sih tiangmu ada disana?

"Iya" jawab baekhyun singkat. Baekhyun tidak ingin chanyeol tau perasaannya.. Tapi baekbeom sendiri tau bagaimana perasaan chanyeol terhadap baekhyun.

"Yasudah. Kututup"

Baekbeom melonggarkan dasinya. Ia tersenyum. Karna adik kesayangannya yang sering membuatnya gemas sudah kembali ke tempat asalnya. Semoga saja tidak ada yang berubah dari adik kecilnya. Harapan baekbeom.

"Kyungsoo" panggil baekbeom.

Orang yang bernama kyungsoo, Do Kyungsoo berdiri dari bangkunya dan tersenyum pada baekbeom.

"Apa setelah ini jadwalku kosong?" ternyata kyungsoo adalah sekretaris baekbeom. Kyungsoo bermata bulat, tapi badannya tidak bulat kok cuma matanya aja belo.

Kyungsoo mengambil kertas jadwal baekbeom. Kyungsoo tersenyum. "Anda tidak memiliki jadwal untuk siang ini tuan" kyungsoo kembali menaruh kertas jadwal milik baekbeom.

"Baguslah. Aku pulang kyungsoo. Kau harus pulang satu jam lebih awal. Anggap saya bayaran untuk mu yang sering lembur" baekbeom terkekeh, dan berlalu meninggalkan kyungsoo yang masih mencerna perkataan baekbeom.

Girl x Friend

Baekhyun menyedot susu strawberry yang baru dibelikan chanyeol untuknya. Pala baekhyun sudah sempurna menyender pada bahu kekar chanyeol. Tak sia-sia chanyeol menjaga tubuhnya. Karna tubuhnya adalah daya pengikat. Hehe

"Kau tidak sibuk yeollo?" baekhyun mendongak menatap chanyeol yang tentunya sudah melepas penyamarannya.

"Untuk hari ini tidak baekkie," chanyeol mengelus pucuk pala baekhyun dan disambut senyuman dibibir baekhyun.

"Baguslah. Aku jadi lega. Setidaknya aku tidak merepotkanmu" baekhyun kembali menyenderkan palanya.

"Aku merindukanmu yeollo" batin baekhyun.

"Aku juga merindukanmu baekkie" batin chanyeol.

Ginama ffnya ?

Tbc or end?