Annyeonghaseyo ^^
Jangan lupa komentarnya because i need your comment
Byun92
Present!
Chekidot
Baekhyun menyedot susu strawberry yang baru dibelikan chanyeol untuknya. Pala baekhyun sudah sempurna menyender pada bahu kekar chanyeol. Tak sia-sia chanyeol menjaga tubuhnya. Karna tubuhnya adalah daya pengikat. Hehe
"Kau tidak sibuk yeollo?" baekhyun mendongak menatap chanyeol yang tentunya sudah melepas penyamarannya.
"Untuk hari ini tidak baekkie," chanyeol mengelus pucuk pala baekhyun dan disambut senyuman dibibir baekhyun.
"Baguslah. Aku jadi lega. Setidaknya aku tidak merepotkanmu" baekhyun kembali menyenderkan palanya.
"Aku merindukanmu yeollo" batin baekhyun.
"Aku juga merindukanmu baekkie" batin chanyeol.
Girl x Friend
Mobil yang dikendarai baekbeom sudah terparkir sempurna diperkarangan keluarga byun. Yah baekbeom akui dirinya jarang sekali pulang kerumah. Kenapa? Baekbeom tinggal di apartement dikawasan elit cheondamdong. Yah selaku CEO muda Byun Entertaimen baekbeom harus terlihat dewasa dan mandiri. Sebenarnya tidak harus juga, tapi tinggal di apartement adalah keinginan baekbeom sendiri.
Pintu rumah sudah dibuka oleh dua maid yang setia berdiri didepan pintu. Kedua maid itu memberi salam pada baekbeom selaku tuan muda byun. "Selamat datang tuan muda" baekbeom tersenyum dan berlalu menuju ruang tamu.
"Kupikir sih tiang masih ada. Tapi mobilnya juga masih ada" gumam baekbeom. Baekbeom tidak menemukan keberadaan baekhyun dan chanyeol diruangan seluas itu. Baekbeom menuju dapur. Disana ada nyonya byun dan beberapa maid yang membantu nyonya byun untuk menyelesaikan masakaan kesukaan sang putri bungsunya.
"Eomma" panggil baekbeom.
Nyonya byun menghentikan kegiatan masaknya. "Astaga. Baekbeom anak eomma" seru nyonya byun melempar asal pisau yang dipegangnya. Para maid membelakkan matanya begitu juga dengan baekbeom yang sama terkejutnya melihat kelakuan sang eomma.
"Astaga!" pekik baekbeom saat nyonya byun memeluk erat tubuhnya. "Eomma, aku baru tau kalau eomma bisa memelakukan atraksi debus" baekbeom tertawa dan sukses membuat para maid tersenyum.
"Yak! Anak nakal. Kenapa kau jarang sekali mengunjungi eomma" protes nyonya byun sambil menyubit pinggang anak pertamanya.
"Ampun eomma" baekbeom mengelus pinggangnya. Ternyata cubitan nyonya byun tidak berubah masih sama sakit bukan main sakit minta ampun -_-
Nyonya byun memukuli pundak baekbeom. "Dasar anak nakal. Kau tidak usah pulang saja. Setelah 3 tahun dan kau baru pulang hari ini. Anak nakal kau pantas mendapat pukulan dari eomma." nyonya byun terus memukuli, menjewer telinga baekbeom, bahkan menjambak rambutnya.
"Tau seperti ini aku tidak usah pulang saja" umpat baekbeom. Penampilannya pun sudah berubah total. Penampilan baekbeom seperti orang yang habis dipukuli istrinya. Baekbeom berjalan menuju ruang tamu, mendudukan tubuhnya disofa putih nan panjang. Tapi sampai saat ini baekbeom masih tidak mendapati baekhyun dan chanyeol.
"Eomma" teriak baekbeom. "Baekhyun dimana" sambungnya lagi. Inilah kebiasaan yang tak pernah hilang dari baekbeom slalu berteriak.
Pltak!
Nyonya byun sukses mendaratkan jitakan ampuhnya dikepala baekbom. Nyonya byun menarik baekbaeom kekaca besar yang berada dibelakang taman rumah mereka.
"Mereka sangat serasi bukan?" nyonya byun menyenggol lengan baekbom. Baekbeom tersenyum melihat tingkah baekhyun dan chanyeol. Sejujurnya kalau boleh baekbeom berkata mereka -baekhyun dan chanyeol- sama-sama saling jatuh cinta. Namun, mereka tidak mau menyatakan. Karena takut kelihalangan. Itulah yang baekbeom tau. Baekbeom sungguh tau perasaan chanyeol pada baekhyun. Begitu juga dengan baekhyun.
Chanyeol tersenyum melihat sang pujaaan hati sedang terlelap disampingnya. Diambil jaketnya lalu dipasangkan pada tubuh mungil baekhyun. Chanyeol merapihkan poni baekhyun yang sedikit menganggu. "Uuh~~ kau tidak berubah sama sekali. Bau mu masih tetap sama" batin chanyeol yang terus menatap baekhyun.
Tok! Tok! Tok!
Kaca besar diketok? Oleh nyonya byun. Chanyeol kaget sekaligus malu. Mungkin nyonya byun melihat apa yang baru dilakukannya pada putri keluarga byun. Nyonya byun memberi isyarat untuk membangunkan baekhyun. "Makan siang sudah siap" seru nyonya byun yang mampu ditangkap chanyeol.
Dengan berat hati chanyeol kembali menarik jaketnya dari tubuh mungil baekhyun. Angin berhembus membuat tubuh baekhyun terasa dingin. Baekhyun membuka mata sipitnya dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Baekhyun mendongak. "Oh maafkan aku chanyeol" baekhyun menurunkan kakinya yang sedari tadi menekuk.
Chanyeol tersenyum. "Maaf membangunkanmu tuan putri. Makan siang sudah siap" chanyeol mengusak surai hitam rambut baekhyun hingga modelnya menghilang entah bagaimana jadinya.
Baekhyun kesal. Ia berjalan meninggalkan chanyeol sendirian meskipun kakinya terasa sakit ani jalan baekhyun aja pincang karena kesemutan.
"Kenapa mukamu itu" baekbeom nonggol dari balik pintu taman. Masih dengan penampilan ancurnya. Rambutnya kini sama dengan baekhyun acak-acakan bahkan tidak berbentuk bedanya baekhyun tidak punya luka cakar di wajah dan sedikit lebam pada pelipis baekbeom.
"Ahahahahaha. Oppa kau kenapa" suara tawa baekhyun memecahkan keheningan taman. Chanyeol mendengar suara baekhyun langsung berlari takut-takut baekhyun terjatuh. Baekhyun tertawa sambil memegangi perutnya air mata baekhyun kini mengalir karna tak bisa menahan tawanya.
"Kau.. Kau habis bertarung dengan macan betina yah". "Ahahahaa" baekhyun kembali tertawa.
Sementara chanyeol yang sudah berdiri dibelakang baekhyun mengamati penampilan baekbeom dari atas hingga bawah. Dasi mencong, jas sudah hilang kemana tau. Baju putih sudah keluar seperti anak berandalan. Dan satu lagi. Rambut baekbeom sudah tak berbentuk seperti orang habis tersengat aliran listrik.
"Jangan tertawa. Atau kupadatkan jadwalmu" ancam baekbeom yang berhasil membungkam chanyeol. Baekhyun menoleh. Mengerucutkan bibir kesalnya. "Aku benci padamu" ucap baekhyun seraya meninggalkan chanyeol dan baekbeom.
"Hey, kau apakan adikku bung" baekbeom menuju chanyeol yang mematung disana. Merangkulnya menuju meja makan. Disana sudah ada baekhyun dengan rambut teracaknya dan nyonya byun yang cekikikan melihat tingkah anaknya.
"Eomma, Chanyeol mengacak-acak rambutku" adu baekhyun menunjuk chanyeol yang baru saja duduk dimeja makan.
"Aishh, sini eomma rapihkan rambutnya" nyonya byun bangun dari duduknya mengitari meja makan untuk menuju tempat duduk baekhyun. Dengan hati-hati nyonya byun merapihkan tatanan rambut baekhyun. "Cha~~ sudah. Jangan musuhan nde. Nanti anak eomma tidak punya teman." nyonya byun mengelus pala anaknya.
"Yak! Eomma. Baekhyun saja baru pulang tidak dimarahi. A-ku dimarahi bahkan aku saja tidak dirapihkan rambutnya" protes baekbeom menunjuk rambutnya sendiri.
"Rapihkan sendiri. Kau sudah besar." jawab nyonya byun sinis.
"Eomma. Oppa abis dimakan sama macan betina yah?" tanya baekhyun polos.
Pltaak!
Jitakan sang eomma mendarat sempurna dipala baekhyun. Chanyeol dan baekbeom mengaga. Pasalnya baru kali ini baekhyun mendapatkan pukulan dari sang eomma. "Hati-hati dalam berbicara gadis muda. Jika kau berbicara seperti itu lagi maka eomma akan memaksa appamu untuk segera memindahkan studymu dari kanada ke seoul." ancam nyonya byun pada baekhyun.
"Sudah, Makan siang kali ini hancur" nyonya byun meninggalkan ruang makan. Sebelumnya nyonya byun belum pernah marah seperti ini. Mungkin benar baekhyun berkata salah.
Tes
Tes
Tes
Baekhyun menangis dalam diam. Baekhyun mencoba tidak mengeluarkan isakannya. Ternyata eommanya sudah berubah. Bahkan dia rela memindahkan study baekhyun jika baekhyun berkata yang macam-macam. Kalau begitu baekhyun harus mengulang selama setahun. Padahal baekhyun hanya tinggal menyelesaikan bagian terkahir dari tugas kampus yang akan diserahkannya nanti.
"Ommo. Baekkie menangis" seru baekbeom yang melihat pundak baekhyun bergetar.
Chanyeol bangun dari duduknya, kemudian menarik tangan baekhyun.
Baekhyun hanya mampu diam dan menunduk. "Cha, jangan nangis. Bagaimana kalau kau ikut kerumahku. Hmm, kurasa yura noona sedang tidak ada siaran. Kau mau?" chanyeol mengelus pala baekhyun. Chanyeol mengguncangkan kedua lengan baekhyun hingga baekhyun menatapnya. "Bagaimana kau mau?" tanya chanyeol. "Aku tidak terima penolakan eum" tukas chanyeol mengelus pipi baekhyun sekalian menghapus jejak air mata baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk pasrah.
.
.
.
.
Kediaman Keluarga Park
Chanyeol masuk kedalam rumahnya dan disambut dua maid yang membukakan pintu. "Selamat datang tuan muda" ucap para maid bersamaan. "Selamat datang nyonya muda" maid kembali menutup pintu.
Chanyeol mengenggam erat tangan baekhyun. Sedangkan baekhyun hanya sibuk dengan pikirannya sendiri. Eommanya yah itu yang dipikirkan baekhyun.
"Oh kau datang" nyonya park meletakan majalah yang baru saja dibacanya. "Ommo, baekkie" pekik nyonya park saat mengetahui gadis yang ada dibelakang tubuh tegap anaknya. Nyonya park menyeringai melihat baekhyun. Chanyeol mengangkat sebelah alisnya.
"Ada yang tidak beres."batin chanyeol.
Nyonya park menarik baekhyun kedalam pelukannya. Sontak tautan tangan baekhyun-chanyeol terputus. Chanyeol hanya bisa pasrah jika sang ibu ingin memeluk baekhyun. Chanyeol tersenyum melihat tingkah ibunya. Ini doa hanya doa semoga saja akan terjadi perjodohan. Tuhan tolong jodohkanlah kami. Shut up! Apa yang dikatakan chanyeol?
Nyonya park mengajak baekhyun duduk disofanya. Anak itu -baekhyun- masih menundukan wajahnya. Yah dia malu sekaligus kesal oleh eommanya. "Kalian sudah makan siang?" tanya nyonya park mengelus rambut pendek nan hitam milik baekhyun. Chanyeol menggeleng. "Kalau begitu chanyeol ajak baekhyun makan siang eum. Eomma gak mau uri baekkie sakit" ujar nyonya park. Kini tangan nyonya park menggengam tangan baekhyun lembut memberikan kesan tenang pada baekhyun. Nyonya park tau saat ini pikiran baekhyun sedang kacau karna ucapan eommanya.
"Yak! Kau Byun Taeyeon. Kau akan menyesal mengerjai anakmu sendiri huh. Kau tak lihat uri chanyeollie juga sangat mengkhwatirkan anakmu. Dasar pabo" umpat nyonya park dalam hati.
Flashback on
*Hyejin Park Pov*
"Yeoboseyo"
"Uri baekkie dan chanyeol sedang menuju kerumahmu." terdengar suara taeyeon terkekeh diujung sana.
"Yak! Apa yang kau lakukan eoh?" tanyaku dengan nada sedikit membentak.
"Aku hanya melakukan sedikit akting dan drama."
"Yak! KAU TEGA SEKALI PADA ANAKMU SENDIRI" aku meninggikan suaraku. Aku tak habis pikir. Sebenarnya apa yang ada dipikiran taeyeon? Apa dia gila? Anaknya baru saja pulang tentu saja dia lelah kenapa dia jahat sekali. Sebagai orang tua harusnya dia -taeyeon- harus sadar diri karna anaknya butuh istirahat.
"Aish kau tak perlu membentakku hyejin-ah. Aku tau mau minta tolong. Tolong jaga uri baekkie ne? Tolong buatlah dia istirahat disana. Karna kedatangannya mengagetkan aku. Jadi aku tidak bisa memberinya sambutan selamat datang yang layak. Makanya aku berbuat seperti itu. Hehe mianhae aku merepotkanmu hyejin-ah" tukasnya panjang lebar mencoba memberikan penjelasan padaku.
"Kau sama sekali tidak berubah" aku menggelengkan kepalaku pelan.
"Baiklah aku akan menjaga uri baekki-mu."
"Gomawo hyejin-ah. Kau jangan lupa dengan acara makan malam keluarga kita nde" taeyeon mengingatkanku. Iya aku ingat dengan perjanjian keluarga kita untuk menjodohkan baekhyun dengan chanyeol. Ommo. Ah aku sudah tidak sabar mereka sangat serasi. Apa lagi chanyeol yang selalu menjaga baekhyun. Orang mana dapat menyadari kalau chanyeol menyukai baekhyun. Begitupun sebaliknya. Namun karna gengsi dan takut kehilangan itulah yang dapatku lihat dari kedua bocah ini. Hehe.
"Kau urus saja tanggalnya, aku akan menyiapkan chanyeol hehe" aku tersenyum. "Sudah yah. Mobil chanyeol baru saja masuk. Kumatikan. Aku menunggu kabar darimu taeyeon-ah" aku mengakhiri panggilan taeyeon. Dan kembali membaca majalah yang baru kubeli.
*Hyejin Park Pov end*
Flashback end
Back to author gaje XD
Chanyeol meninggalkan baekhyun dan eommanya. Chanyeol mencari makanan didapur. Chanyeol membuka kulkas namun tak ada bahan makanan yang dapat dimasak. "Aish. Punya eomma malas sekali" chanyeol mengeram kecil.
"Baiklah kau ini memang maumu eomma" chanyeol menyeringai. Chanyeol kembali ketempat eomma daj baekhyun berada.
"Eomma. Aku tidak menemukan bahan makanan yang bisa kumasak untuk baekhyun" chanyeol tidak melanjutkan pembicaraannya. Chanyeol menyeringai lalu kembali melanjutkan katanya yang sempat terputus. "Jadi kami makan diluar. Kajja baekkie" Chanyeol berjalan menuju baekhyun dan menggegam tangan baekhyun. Sementara baekhyun hanya mengikuti chanyeol diakui oleh baekhyun dia juga lapar karna belum sempat sarapan dipesawat.
Nyonya park tersenyum dan mengacungkan jempolnya kearah chanyeol yang sudah pergi entah kemana.
.
.
.
.
Chanyeol dan baekhyun sudah berada di restaurant korea dikawasan cheondamdong. Sepertinya ini tempat yang biasa chanyeol kunjungi bersama menejernya dan baekbeom ketika makan siang. Terbukti semua pelayan tampak akrab dengan chanyeol.
*Baekhyun Pov*
Aku cuma bisa membututi chanyeol. Tangannya sedari tadi terus mengenggam tanganku. Seluruh pelayan direstaurant ini tidak memperdulikan kehadiran kami. Semoga saja tidak ada gosip atau skandal yang akan menimpa chanyeol. Jujur aku khawatir jalan bersama chanyeol tanpa memakai penyamarannya.
"Yeollo" panggilku pelan. Aku mengeratkan penganganku pada jari-jari tangan milik chanyeol.
Dia menoleh padaku. Dan tersenyum tulus. Seolah-olah mengatakan tidak akan terjadi apapun. Aku hanya bisa tersenyum kecil.
"Selamat datang tuan. Mari kuantar kemeja anda" seorang pelayan mengantarkan kami pada meja ujung dan terlihat memiliki privasi. Pelayan itu membukakan pintu dan pempersilahkan kami masuk. Chanyeol menarik kursi lalu menarik pergelangan tanganku untuk duduk dikursi. Chanyeol kembali mendorong kursi itu sebelum aku duduk. Kemudian dia berjalan memutar dan duduk berhadapan denganku.
Deg
Jantungku berdebar. Aku kembali merasakan detak jantungku kembali memburu sejak tiga tahun lamanya aku tidak merasakan getaran pada siapapun. Meskipun kris sempat memintaku untuk menjadi kekasihnya tapi getaran itu tidak pernah kurasakan.
"Kau mau pesan apa baekkie?" tanya chanyeol membuka keheningan. Pelayan berdiri ditengah-tengah kami.
Aku membuka buku menu. Tak lama aku memilih. "Aku pesan Jjangmyun, kimbab dan bulgogi. Hmm ttobokki jaga. Dan jus strowberry" aku menutup buku menu.
Chanyeol mengernyitkan dahi. "Apa kau yakin akan menghabisan semua ini?" aku tersenyum kecil. "Lihat saja Park Chanyeol-ssi" aku menjulurkan lidah mengejek chanyeol.
"Aku pesan ice cappucino saja. Aku takut gadis ini tak sanggup memakan semua makanan yang dipesannya" chanyeol tersenyum pada pelayan yang sedang mencatat pesanan kami.
"Baiklah saya sebutkan. Satu jus strawberry, satu ice cappucino, satu bulgogi, jjangmyun, kimbab dan ttobokki" pelayan menyebutkan pesanan kami dan aku hanya menggangguk-angguk ria.
"Kalau begitu aku permisi." pelayan itu pergi.
"Kau tidak apa pergi bersamaku tanpa memakai penyamaran?" aku menatap chanyeol yg berada disebrang sana. Chanyeol tersenyum lembut, dan mengelus palaku pelan.
"Kenapa kau tak suka jalan bersamaku?" chanyeol tersenyum kecil.
"Ani bukan begitu. Aku takut kau mendapatkan gosip atau skandal chanyeol." aku mendundukan wajahku. Sebenarnya aku senang jika chanyeol digosipkan pacaran denganku. Apa? Byun Baekhyun apa yang sedang kau pikirkan lupakan cepat.
"Itu bukan masalah. Haha.. Biar saja hyungmu akan mengatasinya baekkie" ujarnya santai. Hah... Aku mencoba tersenyum walau terlihat terpaksa mungkin. Byun baekhyun kau memang bodoh. Aku meruntuki diriku sendiri.
*Baekhyun Pov end*
