Aku mengingatmu dengan mataku
Aku membayangkanmu dengan kepala
Selamanya aku bersamamu
"Ani bukan begitu. Aku takut kau mendapatkan gosip atau skandal chanyeol." aku mendundukan wajahku. Sebenarnya aku senang jika chanyeol digosipkan pacaran denganku. Apa? Byun Baekhyun apa yang sedang kau pikirkan lupakan cepat.
"Itu bukan masalah. Haha.. Biar saja hyungmu akan mengatasinya baekkie" ujarnya santai. Hah... Aku mencoba tersenyum walau terlihat terpaksa mungkin. Byun baekhyun kau memang bodoh. Aku meruntuki diriku sendiri.
...
...
...
Byun92
Preset!
Jangan jadi pembaca diam, karna review kalian sangat dibutuhkan! Terima kasih salam manis Chanbaek 61^^
Chekidot!
...
...
..
Drrrttt drrrt
Pesan masuk dari smart-phone milik chanyeol.
From: Choi Sulli
Oppa kau dimana? Baekbeom oppa juga tidak ada diruang kerjanya, sebenarnya kalian sedang melakukan apa eum? Oppa nan neomu bogosipo *emoticon hug*
Chanyeol mendengus kesal, ia membanting ponsel mahalnya. Gimana kagak mahal bro! Iphone keluaran terbaru, oke abaikan!
"Kau baik-baik saja" baekhyun mengerjapkan matanya lucu. Tingkah baekhyun membuat chanyeol bertambah gemas untuk segera menikahinya, eeet dah! Chanyeol menggelengkan palanya, membuang jauh-jauh pikiran tersebut sebelum khayalannya semakin jauh.
"Chanyeol" baekhyun mengguncang punggung tangan chanyeol. Ia bingung melihat chanyeol yang tiba-tiba saja tersenyum setelah kejadian membating iphone putih milik chanyeol kemeja yang mereka duduki.
"Eoh"
"Kau baik-baik saja eum?" tanya baekhyun kedua kalinya.
Chanyeol mengangguk. "Aku kesal, kau tau juniorku yang bernama Choi Sulli? Sepertinya dia terobsesi padaku dan baekbeom hyung" chanyeol menujukkan pesan singkat dari sulli.
Baekhyun menatap layar iphone chanyeol, membaca setiap kata yang tertulis didalam pesan tersebut. Matanya menatap chanyeol. Senyumnya menggembang sehingga membuat mata baekhyun seperti bulat sabit yang indah dimalam hari.
"Bukankah bagus! Kau memilik seseorang yang menyukaimu" baekhyun tersenyum.
"Hentikan baekhyun, ini menyakitkan!" Chanyeol membatin.
"Bagaimana keadaanmu selama tiga tahun ini? Apa sudah ada laki-laki yang mau sama gadis keras kepala sepertimu?" balas chanyeol.
"Tentu saja ada! Tapi kutolak" Baekhyun menjawabnya cepat, ia tak mau berakhir dengan chanyeol yang memojokkannya dengan pertanyaan bodoh.
Braaak!
Pintu ruangan restoran dibuka secara paksa dan kasar. Munculah tiga orang dari balik pintu dengan cengiran diwajah mereka masing-masing.
"Whats Up Hyung" pekik laki-laki berkulit tan yang kerap dipanggil jongin. Kim jongin.
"Hyung aku merindukaaaaaaaanmu" teriak Oh sehun yang memiliki keterbalikan warna kulit jika jongin hitam maka sehun memiliki kulit putih pucat. Sehun berdiri disamping jongin.
"Horeeee kita kumpul lagi" suara cempreng dari orang yang terakhir masuk yang tak lain adalah kim jongdae. Ketika kedua orang temannya memiliki perbedaan warna kulit, Nah yang ini beda sendiri wajahnya yang kotak miliki daya tarik untuk mempermudahnya saat mencarinya. Haha maafkan author yah jongdae -_-
Mereka meminta tambahan meja dan bangku pada pelayan tanpa disuruh oleh chanyeol ataupun baekhyun. Baekhyun melongo. Chanyeol menggaruk palanya yang tidak gatal sama sekali.
Satu meja tergeser berdempet ke meja milik baekhyun. Sehun duduk disamping chanyeol. Jongin duduk disamping sisi kanan baekhyun dan jongdae disamping kiri baekhyun. Mereka tau perasaan chanyeol makanya diatara mereka tidak ada yang mau duduk dekat baekhyun takut chanyeol cemburu.
"Aku pulang dari jepang begitu kudengar dari eomma, Eh- Maksudku menguping pembicaraan eommaku kalau nona baekhyun telah kembali dari study-nya" jongin membuka suara ketika merasa keheningan diruangan itu. "Lalu aku, baru saja pulang dari jeju" sehun ikut-ikutan.
"Kalau aku sih. Aku diseoul saja bermalas-malasan saja" eluh jongdae membuat mereka semua terkikik geli.
"Oh aku sangat berterima kasih padamu jongin-ah karna sudah jauh-jauh datang kesini" baekhyun menunjukkan senyuman termanisnya. Ia merasa terharu dan tidak menyangka kalau mereka bisa berkumpul lagi. Apalagi dengan kesibukan masing-masing.
"Jadi kau tidak berterima kasih padaku huh!" dumal chanyeol memajukan bibirnya.
"Aishh jeleknya" ledek baekhyun yang diikuti gelak tawa dari tiga namja yang duduk disamping mereka.
Oh Yeah! C'mon!
Take your timewaenji dugeundaeneun bam-iya [Love me right]
Nada dering ponsel baekhyun. Baekhyun merogoh tas kecil yang sedari tadi setia ia bawa kemanapun. Panggilan masuk dari aplikasi skype itu berarti video call dong, lalu siapa yang menelponnya tertulis id Kyungie disana. Baekhyun menerima panggilan itu.
"Annyeong kyungie" baekhyun sedikit kerepotan mengarahkan kamera diponselnya. Senyuman lebar terukir diwajah baekhyun.
Munculah sosok yeoja bermata bulat dilayar ponsel baekhyun diikuti beberapa temannya, suara berisikpun tak terhindarkan dan itu membuat jongdae, jongin dan sehun tak lupa chanyeol juga ikut memperhatikan baekhyun.
Baekhyun tertawa geli melihat kelakuan temannya yang masih ada dikanada. Kyungso mengenggam erat tongsisnya yang direbut paksa oleh tangan kris, luhan, minseok. Jadi keadaan kyungso terjempet oleh ketiga manusia asal china itu.
"TENANG WEH! INI PONSELNYA KYUNGIE KALIAN HARUS SABAR KALU MAU BERMARAH-MARAH RIA SAMA BAEKHYUN" bentak yeoja yang mengaku-aku namanya kyungie. Nama aslinya Do Kyungso anak dari Arsitektur Do.
Kyungso berdehem, "Oke. Kami tadi pagi beramai-ramai datang keasramamu baekhyun. Tapi teman sekamarmu bilang kau sudah pulang kekorea. Bisa kau jelaskan maksudmu ini baekkie"
"Ah itu, kau taukan kyungie. Skripsiku hanya tinggal bagian penutup saja. Aku juga sudah meminta ijin pada dosen pembimbingku untuk meneruskan tugasku itu dikorea. Tenang begitu tugasku selesai aku akan segera kembali kesana." Baekhyun mengerucutkan bibirnya sebal.
"Kau tau baekkie, sebenarnya kami datang untuk memberikanmu kejutan padamu haha" terdengar suara tawa khas kyungso. "Kris-ge membuatkanmu kebun strawberry dibelakang taman kampus bukankah dia gila" lanjut kyungso menyikut lengan kris.
"Yak! Baekhyun-ah kau harus cepat-cepat kembali sebelum strawberrymu dihabisi kyungso. Kudengar ia akan membuat pai strawberry kesukaanmu dan memakannya sendiriian" teriak luhan dari kejauhan gadis bermata rusa itu tertawa-tawa.
"A-aniyaa" bela kyungso.
"Baekhyun-ah aku sudah membuat resep bakpao baru, maka aku akan membuatkan bakpao rasa strawberry untumu" kata yeoja berpipi cubby. Minseok namanya.
"Yak! Baek jangan mau nanti bakpaonya keras kayak batu" kris menjulurkan lidahnya pada minseok.
"Aku sudah belajar naga bodoh! Tiang sialan." minseok menendang kris, sementara yang ditendang hanya mengaduh kesakitan.
"Oke kyungso, kris-ge, luhan eonni, minseok-ie aku harus makan dulu. Kalian sangat berisik tunggu saja aku akan datang kekamar kalian nanti," dengus baekhyun kesal pasalnya sedari tadi ia tidak dikasih waktu untuk berbicara.
"Eh-jangan ditutup dulu. Kami akan menyusulmu! Kurasa kami perlu liburan juga" pekik kris sebelum baekhyun mengakhiri panggilannya.
"Jinjjayo"
"Neeeeeeeee, annyeooonggg baekhyunie" jawab mereka serempak seperti paduan suara.
Panggilan diakhiri.
Chanyeol, jongin, sehun dan jongdae mereka mengernyitkan dahinya.
"W-wae" tanya baekhyun bingung.
Jongin menggelengkan kepalanya, sehun memutar bola matanya, jongdae dengan tatapan datarnya dan chanyeol menghela nafasnya, yang dikatakan baekhyun benar kalau ada seseorang yang menyukai baekhyun.
Pintu restoran kembali terbuka, beberapa pelayan sibuk membawakan makanan dan minuman yang sudah chanyeol-baekhyun pesan.
"Wah~~ kita sudah dipesankan makanan" jongin mengesekan kedua telapak tangannya bersiap untuk menerjang makanan yang terhidang dimeja.
"Kau sungguh tak tau malu sekali jongin-ah" seru jongdae.
"Biarkan saja, wee" jongin menjulurkan lidahnya.
"Makanlah jika kalian ingin, pesan saja makanan lagi kalau kurang" baekhyun menyedot jus strawberry-nya.
"Tapi bayar masing-masing yah, karna kalian tamu tak diundang" ucap chanyeol sambil menyeruput ice cappucinonya.
"Aish hyung, kau kan yang paling kaya! Traktirlah kami" rengek sehun.
Wajah baekhyun berbinar ketika melihat ttopoki dimejanya, tangannya meraih sumpit, mengarahkan sumpit itu pada piring ttopoki.
Hap
Satu potongan kue beras pedas masuk kedalam bibir baekhyun. Wajahnya memerah menahan pedas. Dengan cepat ia segera mengunyah lalu menelanya, meraih gelas jusnya dan menyedot jus tersebut.
"Aish pedasnya" protes baekhyun.
Chanyeol tertawa geli, "Mana ada nona ttopoki rasa strawberry"
"Kalau gitu kau harus men-traktirku makan cake strawberry yah yah" kali ini baekhyun yang merengek. Chanyeol menganguk menyetujui permintaan baekhyun.
"Yei," baekhyun kembali menyedot jus strawberry hingga isinya kosong.
"Jongin-ah aku mau dagingnya" pekik baekhyun. Chanyeol yang baru akan menyuap daging miliknya kedalam mulutnya mengubah arah daging tersebut sampai kedepan bibir mungil baekhyun.
"Aaaaaaaa-"
Baekhyun melahapnya dengan senang hati. Hihi kapan lagi mereka bisa berkumpul dan chanyeol menyuapinya ini moment terlangka dalam hidup baekhyun.
"Chanyeol suapi aku nasimu," pinta baekhyun. Ia sangat menyukai menganggu acara makannya Park Chanyeol, entah menghabiskan makan chanyeol atau meminta untuk disuapi.
"Yak Baekhyunie, makanlah sendiri aku juga lapar eoh" gurutu chanyeol. Ia menyendoki sesendok nasi diatasnya ada daging kesukaannya ke depan mulut baekhyun.
"Sekarang buka mulutmu baekhyunie, tanganku pegal jika terus bertahan pada posisi seperti ini" baekhyun makin memajukan bibirnya kesal, gerutuan chanyeol itu mengartikan bahwa chanyeol yang kini berbeda dengan chanyeolnya dulu yang sabar dan pengertian.
"Tidak jadi. Makanlah. Sehun-na suapi aku" baekhyun tidak menghiraukan sendokan dari tangan chanyeol yang terus ada didepan wajahnya.
"Cepatlah baekkie chagi, tangan ku pegal, jangan merajuk seperti itu atau aku batal membelikanmu cake strawberry atau kubelikan kebun strawberry-nya" dumel chanyeol. Jongin, sehun, dan jongdae tertawa mereka mengendus hawa cemburu dari parfum chanyeol -_-
"Kebun strawberry? Aku mau kau yang menamannya bagaimana" cengir baekhyun, Chanyeol mengangguk tanpa pikir panjang. Baekhyun memakannya sambil tersenyum, Dasar Chanyeol bodoh.
"Bahkan setelah ini kau bisa kekebun stawberry, yah walau bukan buatan ku tapi itu milik yoora nona. Itu kalau kau mau saja" chanyeol menyuap nasi menaroh sendok menggantinya dengan sumpit ia mengambil daging meniupnya lalu memakannya.
"Jinjjayo? Aku mau, aku mau kesana yeollie" rengek baekhyun.
"Eum, aaaa" Chanyeol kembali menyuapi baekhyun.
So sweetnya T.T
Baekhyun membuka mulutnya menerima makanan yang diberikan oleh chanyeol. Hehe, hati baekhyun benar-benar senang sepertinya banyak kupu-kupu terbang dari dalam hati baekhyun. Iklan molto kali ye -_-
"Hyung berikan kami minuman gratis hue" rengek sehun pada chanyeol. "Aku haus sekali"
"Aish, pesan sana"
"Wah kau makin tampan saja yeol, kami akan membantumu membuat kebun strawberry buat noona deh" jongin mengeluarkan dua jempolnya.
Tak
Tak
"Bodoooohhh" teriak sehun dan jongdae berbarengan.
"Wae? Kalian tidak mau membantunya?" jongin menyuap jjangmyun milik baekhyun.
"Kau benar-benar teman yang bodoh yang pernah kupunya" sehun menggelengkan palanya.
"Pantas saja kau jones jonginah"
Chanyeol menyeringai. "Okey. Kalian jangan ribut. Aku menyetujuinya. Maka pesanlah minuman dan aku akan mentraktir kalian selama kalian membantuku membuat kebut strawberry untuk baekhyun."
Ketiganya mengangguk setuju. Sementara baekhyun duduk gelisah. Perutnya sedikit sakit, mungkin karena ttopiki yang ia makan sangat pedas.
"Nona wajahmu pucat, apa kau baik-baik saja?" Tanya sehun menyadari kegelisahan baekhyun.
Baekhyun menggeleng. "Aku sakit perut"
Chanyeol menatapnya tajam. Ia me-reka ulang apa saja yang baekhyun makan. "Astaga Ttpokinya pedas bukan?" tidak orang disekitarnya menganggukan kepalanya.
Chanyeol mengeluarkan black cardnya, ia memberikannya pada jongdae. Menurut chanyeol jongdaelah yang paling waras dari sehun dan jongin.
"Aku mempercayaimu jongdae-ya" sebagai balasan mengerti jongdae mengedipkan sebelah matanya pada chanyeol.
Chanyeol bangkit dari duduknya, "Apa bisa berjalan" chanyeol menjedanya. Baekhyun menggelengkan kepalanya, perutnya benar-benar sakit seperti ditusuk-tusuk pisau. "Aku akan menggendongmu."
Chanyeol menggendong tubuh mungil baekhyun ala pengantin baru. Membawanya keluar restoran, ada yang sempat-sempatnya memfoto mereka pula.
"Aish, dasar fans ingin mencari ketenaran" dengus chanyeol saat menyadari dirinya dan baekhyun difoto.
"Eungh, chanyeol maafkan aku, aku merepotkanmu" eluh baekhyun.
"Tidak kau tidak merepotkan sama sekali. Maafkan aku! Aku lupa memperingatimu kalau ttopoki tadi rasanya sangat pedas, maafkan aku" baekhyun meremas jarinya dileher chanyeol, ia sedang menahan rasa sakit diperutnya. Chanyeol berjalan menuju mobilnya, jongin mengejar chanyeol. Ia segera membukakan pintu mobil chanyeol. Jongin menjauhkan tubuhnya bantuannya sudah selesai batin jongin, dengan hati-hati chanyeol membungkukan tubuhnya, dan mendudukan tubuh baekhyun. Ia juga tak lupa memasangkan sabuk pengaman. Chanyeol melesat masuk kedalam mobilnya, melajukannya menuju rumah sakit terdekat.
Chanyeol melupakan pekerjaannya dulu sebagai seorang aktor yang terkenal. Ia panik melihat baekhyun meringis kesakitan. Ia benar-benar bodoh bisa melupakan kalau baekhyun tidak bisa memakan makanan pedas, dan ia membiarkan baekhyun memesan ttopoki.
Cheondamdeong Hospital.
Chanyeol membaringkan tubuh baekhyun ke ranjang dorong rumah sakit. Suster yang melihatnya langsung mendorong ranjang tersebut menuju UGD. Seluruh pasang mata menatapnya, mereka mulai berbisik-bisik membicarakan chanyeol.
"Maaf tuan, anda tidak bisa masuk kedalam" tahan sang suster meninggalkan chanyeol diruang tunggu.
Beberapa menit kemudian sang dokter keluar. Ia tersenyum memandang Park Chanyeol seorang Aktor terkenal.
"Apa anda keluarganya?"
"Bukan dok, saya sahabatnya." jelas Chanyeol. Guratan Khawatir terlihat diwajahnya.
"Tenang saja, pasien baik-baik saja. Saya sedang menginfusnya dengan vitamin. Saya tebak pasien habis mengalami perjalanan jauh yah?" dokter menjeda menunggu jawaban dari chanyeol.
"Benar dok, dia baru saja kembali dari kanada."
"Nah, apa anda tau pasien sarapan atau tidak? Itulah yang membuatnya sakit perut. Dan saya tebak juga pasien tidak kuat memakan makanan pedas. Itu juga salah satu faktor sakit perut pada pasien" chanyeol manggut-manggut.
"Kapan dia bisa pulang?"
"Anda bisa membawanya pulang, kalau infusannya sudah habis dan pasien sudah bangun dari tidurnya." kata sang dokter menepuk bahu chanyeol. "Saya permisi"
Chanyeol masuk kedalam UGD ia mencari baekhyun. Baekhyun ada di paling ujung bagian UGD, baekhyun terlihat lemah jika seperti ini. Ia berbaring dengan selimut sebatas dada, wajahnya tidak pucat lagi, tanganya terpaksa menerima jarum infus untuk memasukan vitamin kedalam tubuhnya. Chanyeol menarik kursi kedepan ranjang baekhyun, ia menghempaskan pantatnya pada bangku tersebut.
To: Jongdae
"Cepatlah ke Cheondamdong Hospital, Aku dan Baekhyun ada diUGD. Jangan lupa kalian harus melunasi Administrasi untuk baekhyun karna kartuku ada padamu jongdae.
Send
Satu jam berlalu, Baekhyun juga belum bangun dari tidurnya, Jongdae bahkan sudah melunasi adminitrasi rumah sakit baekhyun. Cairan infusan baekhyun juga hampir habis. Jongin dan sehun menunggu diluar ruangan, chanyeol dan jongdae menjaga baekhyun didalam.
"Hey park. Dia tidak mati jadi berhenti menatapnya" ejek jongdae tertawa.
"Iya ini salahku" chanyeol menunduk lesu.
"Berhenti menyalahkan dirimu park! Tak ada yang salah ini hanya kecelakaan kecil. Kami juga tau nona tidak bisa makan makanan pedas tapi kami sendiri lupa memberitahunya." jongdae berusaha menghibur chanyeol yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
"Eungh" lenguhan kecil dari bibir baekhyun. Ia berusaha membuka matanya, tapi matanya seperti dilem berat sekali.
"Ssstttt berisik sekali" gumam baekhyun dengan mata terpejam. Chanyeol mengeluarkan deathglarenya, ia menendang jauh-jauh jongdae dari ruangan itu.
"Sstt, yang berisik sudah hilang kau bisa tidur lagi" chanyeol mengelus kepala baekhyun pelan, agar baekhyun kembali terlelap.
"Hmm, jangan tinggalkan aku, yeol" baekhyun mengubah posisi tidurnya jadi menghadap chanyeol, ia mengkap tangan chanyeol, menjadikan telapak tangannya sebagai sanggahan wajahnya. Dan baekhyun kembali jatuh kedalam alam sadarnya. Sementara Chanyeol tersenyum lebar, Degupan jantungnya sungguh tak bisa diajak kompromi. Jantungnya bekerja dua kali lipat dari biasanya, diakui ia sangat sangat mencintai gadis yang sedang tidur dihadapannya. Tangan kirinya kembali mengelus pucuk kepala baekhyun. "Selamat tidur, tuan putriku" gumam chanyeol mengecup kening baekhyun.
Suster datang mengecek keadaan baekhyun. Ia tersenyum ramah. "Wah, apa dia yeojachingumu tuan" goda suster mengecek aliran infus baekhyun. Chanyeol terkekeh, "Apa anda bisa dipercaya?" ia balik menggoda si suster.
Suster jung berbalik menatap chanyeol, ia menganggukan kepalanya mantap. "Yah aku bisa dipercaya" serunya.
"Dia gadisku" aku chanyeol sambil tertawa kecil.
"Kalau begitu jaga dia baik-baik" suster itu menepuk bahu chanyeol.
"Itu sudah pasti,"
Dua jam sudah berlalu, bahkan sudah masuk dua jam setengah mereka menunggu baekhyun yang masih belum bangun dari tidurnya. Chanyeol juga ikut-ikutan tidur dengan posisi duduk.
Baekhyun membuka matanya, ia menatap langit-langit rumah sakit. Ia juga mencium bau obat yang sangat menyengat. Baekhyun tersenyum, ia senang karna chanyeol tidak menarik tangannya, pelan-pelan ia menggeser tangan chanyeol yang sengaja dibuat sanggahan kepalanya. Merasa ada pergerakan dari tubuh baekhyun, chanyeol membuka matanya.
"Kau sudah bangun baek-"
"Aku lapar yeollie, aku mau makan cake strawberry" rengek baekhyun dengan suara seraknya, khas orang bangun tidur.
Chanyeol mengambil ponselnya, guna melihat jam yang ternyata sudah mulai memasuki jam makan malam. Sederet pesan masuk dari sang manager, ada lima belas panggilan masuk dan 35 pesan dari sang menejer satu pesan dari eommanya.
From: eomma
"Channie-ya, sayang bawa pulang baekkie yah. Eomma ada dirumah baekhyun. Cepat bawa pulang baekkienya sayang"
Chanyeol menghela nafasnya, "Iya kita makan Cake habis itu pulang eum. Mau ku gendong lagi?" tanya chanyeol.
"Aniya aku baik-baik saja chan, hehe" tolak baekhyun. Padahal tubuhnya masih lemas. Chanyeol memencet bel yang ada diujung tempat tidur baekhyun. "Kau yakin tak mau kugendong hm?" goda chanyeol mencolek dagu baekhyun
Baekhyun menggeleng "tidak!' ada sedikit rasa kecewa dihati chanyeol. Padahal ia ingin menggendong baekhyun lagi.
"Apa anda yang memencet bel?" tanya suster
"Ne," angguk chanyeol. Suster memeriksa cairan infus baekhyun. Kosong, yah sudah habis. Suster itu pergi kemudian kembali dengan peralatan ditangannya. Ia mengolesi kapas yang sudah dibasahi oleh alkohol sebelumnya ke dua sisi perekat yang menahan kain kasa. Ia membuka perekat itu, dengan hati-hati ia menarik jarum infus keluar dari tangan baekhyun.
"Aish" baekhyun mengigit bibirnya menahan rasa perih ditangannya.
"Sudah tidak apa-apa" hibur sang suster. Ia melipat kecil kain kasa baru dan menutup tempat bekas infusan tadi kemudian ditempelin perekatnya lagi.
"Nona byun sudah bisa pulang sekarang" suster itu tersenyum. Baekhyun membalasnya dengan anggukan kepala.
"Kamsahaminda" ucap chanyeol.
""Kau yakin bisa berjalan?" tanya chanyeol lagi. Ia menatap lekat-lekat gadis yang sedang duduk didepannya.
"Gwenchanayo, yelloie-ah" baekhyun tersenyum. Mencoba menghilangkan kekhawatiran chanyeol. Chanyeol menjulurkan tangannya kedepan wajah baekhyun "Cepat genggam tanganku tuan putri" goda chanyeol, baekhyun menerima uluran tangan chanyeol. Mereka tertawa bersama, sejenak mereka mekupakan tempat dimana mereka berada.
Chanyeol dan baekhyun keluar dari ruang UGD. Srhun, jongdae, dan Jongin segera berdiri.
"Ekhem" mereka bertiga memandang tautan tangan baekhyun-chanyeol.
"Apa?" dengus chanyeol kesal. Ia risih dengan tatapan mereka bertiga.
"Oh nona gwenchana?" tanya sehun. Baekhyun menganggukan kepalanya lucu.
"Syukurlah nona. Maafkan kami" ujar jongdae penuh penyesalan.
"Sudah tidak apa-apa, eum"
"Oh ya, baekhyunie eommaku bilang kita harus cepat pulang. Eomma bilang dia sedang dirumahmu." chanyeol mengecek-ngecek ponselnya takut-takur eommanya menelpon.
"Cih, alesan."
"Hey, hitam aku mendengarnya!" sahut chanyeol.
"Baiklah-baiklah kami pulang dulu. Bay bay baekhyeol couple"
What the?
Tanpa basa-basi chanyeol mengenggam tangan baekhyun keluar dari rumah sakit. Ia sudah tidak memusingkan jepretan foto atau tatapan dari orang-orang yang memandang mereka. Yang dipikirkan chanyeol adalah byun baekhyun. Gadis yang dicintainya selama ini.
Di kediamam keluarga Byun.
"BYUN TAEYEON!" teriak hyejin menggema. Yang dipanggil melongok dari balik dapur sambil tersenyum bahagia.
"Ne, Calon besan kenapa berteriak-teriak eoh?" taeyon terkekeh ia meletakan masakan yang baru saja ia masak.
Hyejin jalan mendekati taeyeon yang sibuk menata makanan dimeja makan. Beberapa maid juga membantunya.
"Kauuu" hyejin geram. Ia memberi jeda. Hyejin duduk sambil menyomot makanan yang baru saja diletakan dimeja.. "Kautauanakmusangatmengkhawatirkankaumembuatanakmumerasabersalahpadamusungguhibumacamapakautidakmemberiwaktuuntukanakmubaekhyuniepastilelahtaeyonie" sungut hyejin sengit.
Yang dimarahi malah asik dengan piring dan makanan yang sedang ia sajikan.
"Iya iya aku dengar ne, sekarang tolong telpon chanyeol bawa pulang baekhyun ne" taeyeon duduk dimeja makan menopang dagunya menatap hyejin dengan muka mereh menahan amarahnya.
Hyejin memutar bola matanya malas, "baiklah"
Hyejin mengirimi chanyeol pesan.
"Channie-ya, sayang bawa pulang baekkie yah. Eomma ada dirumah baekhyun. Cepat bawa pulang baekkienya sayang"
"Aku sudah mengiriminya sms" hyejin menggerutu dengan nada malas.
"Terima kasih, sebentar lagi juga jiyeong akan pulang." taeyeon tersenyum sumringah.
"Ne, seunghyun juga akan kesini bersama jiyeong-mu" balas hyejin tertawa kecil.
"Jadi kita akan membahasnya secepat ini?" tanya taeyeon mengerjap lucu.
"Tentu sayang, kau ingin chanyeol dan baekhyun tua dulu baru dinikahkan?" emosi hyejin meninggkat lagi.
"Aish kau ini sensitif sekali" taeyeon memajukan bibirnya kesal.
"Hehehe, abis kau jahat sekali pada baekhyunieku" ledek hyejin. "Oh dimana baekbom? Aku tidak melihatnya?" hyejin mengedarkan pandangannya pada ruang makan.
"Dia ada dikamar, habis kuhabisi" taeyeon menyeringai.
"Bahasamu ambigu" wajah hyejin datar seketika. Ia berharap baekhyun tidak seperti eommanya.
"Maksudnya kupukuli hyejin"
"Seperti ini ahjumma" sahut baekbom muncul dari balik tembok. Penampilannya. Hyejin tertawa.
"Apa yang terjadi padamu sayang eoh? Kau habis diapakan oleh eommamu?" hyejin menarik baekbom duduk disampingnya, ia merapihkan rambut baekbom.
"Yak hyejin-ah apa yang kau lakukan? Biarkan dia merapihkannya sendiri! Salah sendiri jadi anak tidak tau diri selama tiga tahun tidak pernah pulang kerumah." adu taeyeon.
"Haish, eommamu jangan didengarkan. Dia hobbynya memang begitu ne" hyejin mengelus pucuk pala baekbom. Baekbom mengangguk mengerti sifat ibunya yah yang seperti anak kecil padahal sudah tua -_-
Dua mobil memasuki perkarangan keluarga byun, kedua ibu panik takut yang datang lebih dulu itu chanyeol bukan kedua suami mereka, walhasil mereka mendorong baekbom keluar mengintip siapa yang datang.
"Aish, kalian seperti apa saja. Itu mobil appa dan ajusshi park eomma" baekbom dengan wajah datarnya. "Aku mandi dulu yah eomma, ajumma" pamit baekbom meninggalkan kedua orang yang sifatnya tak jauh beda errr bikin baekbom puyeng -
Dua maid membuka pintu, "Selamat datang Tuan" mereka membungkuk menyambut kedatangan tuan byun dan tuan park. Byun Jiyeong dan Park Seunghyun mereka sudah bersahabat dari mereka duduk dibangku sekolah menengah pertama. Dan malam ini mereka akan menyatukan kedua anak mereka yaitu Byun Baekhyun dan Park Chanyeol.
Park Seunghyun, Byun Jiyeong, Byun Baekbom, Park Hyejin, Byun Taeyeon mereka semua sedang menunggu kedatangan kedua anak mereka.
"Hyejin-ah, kenapa chanie dan baekkie lama sekali" taeyeon memajukan bibirnya kesal. Ia kesal jika disuruh menunggu.
"Hayolohh~~ gimana kalo baekkie takut padamu dan tidak ingin pulang" goda hyejin menyeringai.
"Memang apa yang kau lakukan padanya sayang?" jiyeong mengernyit heran.
"Aniya, Tidak ada. Aku hanya memainkan sedikit drama" wajah taeyeon makin ditekuk, ia merasa takut jika baekhyun takut padanya.
"Aish makanya Appa, hentikan kebiasaan eomma yang suka menonton drama, apa lagi ada adegan kekerasannya. Ia bisa saja menirunya, contohnya ini" baekbom menunjuk bagian lebamnya. Jiyeong menggelengkan kepalanya, istrinya memang kekanak-kanakkan.
Suara deruman mesin mobil yang dimatikan terdengar jelas, kedua wanita ini mulai panik seperti cacing yang ditaburi garam alias kepanasan. Pintu utama terbuka, dua maid juga sudah mengucapkan selamat datang. "Selamat datang tuan Chanyeol" "Selamat datang nona Baekhyun"
"Bagaimana ini aku gugup sekali sayang" taeyeon mengumpat dibalik punggung suaminya.
"Aish, sana kau sambut! Kau kan yang membuatnya menangis" jiyeong mendorong tubuh istrinya keluar dari ruang makan keluarga mereka, tempat semuanya berkumpul.
"Oh" rengek taeyeon terlanjur tubuhnya sudah terlihat chanyeol dan baekhyun.
"OMMOO!BAEKHYUN-AH APA YANG TERJADI CHANYEOL-AH?" pekikan taeyeon kaget melihat tangan anak bungsunya.
Baekhyun takut, ia mengumpat dibalik punggung tegap chanyeol. "Ah baekhyun baru saja pulang dari rumah sakit ajumma" jelas chanyeol kikuk.
"APA" teriak Jiyeong, Seunghyun, Hyejin dan Baekbom bersamaan dari arah ruang makan.
Chanyeol dan baekhyun kaget. Taeyeon menarik tubuh baekhyun dari persembunyiaannya.
"Chaan" lirih baekhyun saat ditarik eommanya. Munculah Park Seunghyun dan Park Hyejin dari balik tembok ruang makan. Disusul Byun Jiyeong dan Byun Baekbom dibelakangnya. Mereka semua berkumpul diruang tamu. Posisi Park Seunhyun, Park Hyejin, dan Park Chanyeol. Byun Jiyeong, Byun Taeyeon yang sedang memeluk Byun Baekhyun, dan Byun Baekbom duduk di sofa terpisah.
"Bisa kau jelaskan kenapa Baekhyun masuk rumah sakit Chanyeol-ah" tanya Seunghyun dengan nada tegasnya.
"Yeobbo" hyejin menguncang lengan suaminya.
"Baekhyun makan ttopokki pedas appa," jawab chanyeol menundukan kepalanya.
"Anak pabo" taeyeon menyentil kening baekhyun.
"Eomma appo" ringis baekhyun mengelus dahinya. Ia menatap chanyeol seolah berkata"selamatkan aku chanyeol"
"Kata dokter juga baekhyun kelelahan karena perjalanan jauhnya. Terus baekhyun juga tidak sarapan dipesawat makanya ia jadi sakit perut" jelas chanyeol. Hyejin melemparkan pandangan pada taeyeon.
"Aish, sayang kalau sudah begini aku harus bagaimana? Sebagian besar kesalahanmu sayang, aku tak mungkin memarahi chanyeol," jiyeong memberi jeda, ia menghela nafas melirik istrinya makin menekuk wajahnya. "Oh Chanyeol-ah terima kasih sudah menjaga baekhyun selama ini. Saat kami sebagai orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, saat baekbom tidak bisa menjalankan kewajibannya menjaga baekhyun dan kau selalu mengantikan posisi baekbom untuk menjaga baekhyun. Kami sangat berterima kasih padamu sudah menjaga dan melindungi uri baekhyun." jiyeong tersenyum pada chanyeol. Ia melempar pandangan pada seunghyun, seunghyun mengerti terkekeh.
"Kami ingin kau menjaga baekhyun selamanya. Yah, Aku rasa hanya kau chanyeol yang bisa menjaga baekhyun dengan ba"
"Tunggu maksud kalian" potong chanyeol dengan dahi berkerut.
"Kami sedang menjodohkanmu dengan baekhyun" pekik hyejin senang.
"APA" teriak baekhyun kaget. "Astaga appa, eomma, skripsiku belum selesai, dan aku masih ingin melanjutkan study ku dan sekarang apa kkalian menjodohkanku?" protes baekhyun.
"Oke tenangkan dulu dirimu sayang" hyejin ikut bersuara. Lebih baik diam pikir baekbom.
Jiyeong memijat pelipisnya kepalanya tiba-tiba pusing mendadak, "Oke sayang. Appa jelaskan. Kami maksudku, Appa dan Ajusshi Park Kami bersahabat sejak kami duduk dibangku sekolah menengah pertama. Appa dan Ajussi park sudah berjanji pada halmoni dan harraboji kami masing-masing yang juga sudah bersahabatan sejak kecil."
"Kau berbelit-belit Byun!" potong Seunghyun tertawa. Ia mengerti kepanikan dan kebingingan seorang byun Jiyeong.
"Kau tidak membantuku bodoh" dengus jiyeong kesal.
"Kami ingin kalian segera melangsungkan pernikahan. Dan aku tak memerima penolakan terutama dari Kau Chanyeol dan Kau Baekhyun" jelas seunghyun dengan suara beratnya.
"Appa, Ajussi park menakutkan" rengek baekhyun lagi.
"Jadi Kita akan menjadi pesan Jiyeong-ie hahahahaha" tawa seorang park seunghyun memecahkan keheningan diruang tamu.
"Ne, Kita akan segera menimang cuci. Astaga aku tak sabar dengan itu" balas jiyeong tertawa.
Disana dibalik kesenangan kedua orang tua. Chanyeol tersenyum simpul. 'Tuhan kau mengabulkan permintaanku. Untuk selalu menjaganya' doanya dalam hati.
'Ini seperti mimpi, aku bisa memilikinya semudah itu. Tuhan terima kasih banyak, karena menghadirkan mahluk setaman dan sebaik seorang Park Chanyeol' doa baekhyun.
Oke terima kasih banyak untuk yang ngereview hehe. End or Lanjut? Ditunggu reviewnya yah^^
Terima kasih banyak buat yang udah ngereview sebelumnya, buat yang nge-follow dan nge-fav terimakasih banyak :D
