Tengah malam, Chanyeol menghubungi Jongdae selaku yang paling waras.
"Yeoboseyo" terdengar suara khas orang baru bangun tidur dari ujung sana.
"Jongdae-ah" panggil chanyeol lirih. Ia bingung menjelaskan tentang perjodohan dan mengenai kejadian baekhyun bersamanya.
"Ada apa yeol, kau menelponku malam-malam begini?" tanyanya dengan nada kesal.
"Ceritanya panjang dae-ah! Tapi malam ini adalah malam paling membahagiakan bagiku dan juga baekhyun" tergores senyuman disurut bibir chanyeol.
"dengan siapa? BAEKHYUN NONA?" pekik jongdae bangun dari tidurnya. Ia terduduk di tempat tidurnya, anak ini bersemangat sekali dengan kisah cinta seorang Park Chanyeol.
Chanyeol menjauhkan ponselnya ketika jongdae berteriak, ita tertawa mendapati respon sahabatnya.
"Apa aku menganggumu?" tanya chanyeol dengan kekehan beratnya.
"Tentu. Tapi tidak dengan Kisah Cinta Seorang Park Chanyeol. Aku siap Men-dengar-kan Mu!" kata jongdae penuh penekanan diakhir kalimat,
Hehe
"Tapi kau janji jangan memotong dan bertanya disela-sela aku bercerita dae-ah"
"Ne,"
"Kami dijodohkan, maksudku. Aku dan baekhyun dijodohkan malam ini. Awalnya baekhyun sedikit menolak mungkin ia pikir kalau aku tidak menyukainya karena eeer kita bersahabat! Dengan alasan ingin melanjutkan study keduanya. Kau tau dae-ah Appaku mengatakan "Kami ingin kalian segera melangsungkan pernikahan. Dan aku tak memerima penolakan terutama dari Kau Chanyeol dan Kau Baekhyun" Chanyeol menirukan suara appanya. Ia berhenti sejenak mengambil nafas dalam-dalam kemudian ia hembuskan perlahan. Senyuman terus terukir diwajahnya.
"Dan dia diam. Hehe. Lalu baekbom hyung juga mengerjaiku. Ia bilang bahwa aku menyukai baekhyun itu memalukan sekali. Jadi aku mengakuinya didepan orang tuaku dan orang tua baekhyun" chanyeol menghela nafasnya. Itu memalukan sekali, tapi tak ada hal yang paling membahagiakan selain kejadian malam ini pikir chanyeol.
"BWAHAHAHAHAHAHAHA, SELAMAT YA PARK CHANYEOL SEMOGA BAEKHYUN MEMBALAS CINTAMU"
"Hey dengarkan aku dulu." desis chanyeol. Jongdae berhenti tertawa dan kembali menjadi pendengar yang baik.
"Iya aku siap mendengarkanmu" dehem jongdae.
"Baekhyun menagih janji tentang Kebun Strawberry-nya. Ia bilang "Aku ingin Bukti. Aku ingin melangsungkan acara pertunganku dikebun strawberry yang chanyeol buatkan untukku" lagi-lagi chanyeol menghela nafasnya
"Baiklah aku akan membantumu demi Kisah Cinta Seorang Park Chanyeol" kekeh jongdae lagi.
"Hm, terima kasih. Dan Baekhyun sudah resmi menjadi milikku" chanyeol tersenyum lebar. Ia melemparkan tubuhnya ke ranjang king sizenya
"APA"
"Aku dan baekhyun resmi berpacaran. Ternyata dia juga menyukaiku jongdae, aku bodoh tidak mendengar perkataanmu" sesal chanyeol.
"Tak apa yeol! Yang penting kalian sekarang sudah resmi aku turut senang. Dan Kisah Cinta Seorang Park Chanyeol berakhir dengan Happy Ending" jongdae tersenyum bahagia.
"Ne, kalau begitu besok kita berkumpul dirumahku saja. Kita cari tempat yang bagus untuk kebun strawberry tuan putriku, dan kau harus beristirahat jondae-ah. Selamat tidur!"
"Selamat tidur yeol"
PIP
Seorang gadis berbaring di ranjang empuk queen sizenya, menatap langit-langit kamarnya. Senyuman lebar tercantum diwajahnya, jantungnya berdebar masih belum terkontrol. Ia teringat chanyeol mengecup bibirnya, hihi rona merah dipipinya.
"Jantungku pasti baik-baik saja" ia memengangi dada kirinya, merasakan degupan jantungnya yang berdetak dua kali lipat.
"Ini seperti mimpi. Kris-ge maafkan aku! Aku harus bagaimana nantinya eoh" gumamnya lirih. Ia memejamkam matanya, menutup semua cerita yang terjado hari ini.
If you like it (I'm going to)
Jika kamu menyukainya (Aku akan)
If you like it (I'm going to be your man)
Jika kamu menyukainya (Aku akan menjadi Namja-mu)
If you like it (You are now)
Jika kau menyukainya (kamu sekarang)
My girlfriend not my friendship
Pacarku bukan Sahabatku
...
...
...
HOHO92
Present!
Girl x Friend
...
...
...
"Jangan bilang Anak itu belom bangun tidur" decah kyungso kembali memasukan ponselnya kedalam tas kecil.
"Apa baekhyun tidak menjawabnya?" tanya luhan terduduk lemah.
"Ini salahmu Ge! Kau yang meminta kami untuk menggunakan penerbangan pertama, dan sampailah kita di seoul terlalu Pa-Gi!" sunggut minseok kesal. Ia menjatuhkan tas besarnya dari punggungnya. Kris mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yah, ini memang salahmu naga sialan" dumel kyungso memegangi ponselnya berharap baekhyun menghubunginya. Kyungso menghubungi Baekhyun Lagi, siapa tau baekhyun menerima panggilannya.
...
...
...
Drrrt drrrrt
Ponsel pintar milik baekhyun bergetar diatas nakas. Ternyata panggilan masuk dari kyungso. Baekhyun meraih ponselnya, mengernyit heran. 'Kyungso menghubungiku sepagi ini untuk apa' batin baekhyun.
"Yeoboseyo" sapa baekhyun malas.
"Oh Syukurlah" kyungso memekik senang. Luhan, Minseok dan Kris merapatkan tubuh mereka pada kyungso.
"Hoam, Pagi kyung. Aku masih ngantuk" baekhyun memejamkan matanya, ia menloadspaker ponsel pintarnya.
"Yak! Gadis pemalas cepat jemput kami" omel luhan dengan suara khasnya.
"Baekyunieee aku lelah" teriak minseok
"Aku membawakanmu Strawberry dari kanada" ucap kris bangga. Luhan, Kyungso dan Minseok menghela nafas bersamaan.
"Kami di incheon baek, jemput kami hueee" rengek kyungso. "Aku tidak tahan dengan pria disampingku ini"
"APAAAAAA" baekhyun bangun dari tidurnya. Rambutnya acak-acakan.
"Oh God! Oppaaaaaaaaa tolong akuuu!" teriak baekhyun menggedor-gedor pintu kamar baekbom.
Baekbom membuka pintu dengan wajah khas orang bangun tidur. "Apa?"
"Opppaaaaaa teman-temanku datang aku harus menjemputnya, antarkan aku. Aku tidak bisa mengendarai mobil" yah bisa dibilang baekhyun kena serangan panik, syok dipagi hari.
Baekbom mengucek-ucek matanya, ternyata ia setengah sadar. "Apa yang kau bilang baekhyunie, ini masih sangat pagi" baekbom memeluk daun pintu.
"Ayolah oppa kasihan mereka, kumohon" baekhyun mengandalkan jurusnya puppy eyes milikinya.
"Oh astaga, baiklah baiklah" baekbom berbalik menghempaskan lagi tubuhnya ke ranjang king sizenya,
"BYUN BAEKBOM OPPA CEPAT BANGUN HUEEE OPPAAA" teriak baekhyun memekik kesal, ia menarik baekbom hingga terduduk ditepi ranjang, menepuk-nepuk wajahnya, lalu menyeretnya ke kamar mandi.
"Aish baek suaramu" katanya pasrah yang rela diseret baekhyun masuk kedalam kamar mandi.
"Cepat cuci muka dan sikat gigi, aku akan bersiap-siap!" baekhyun menutup pintu kamar mandi baekbom dengan cepat, ia segera berlari keluar kamar baekbom dan melesat masuk kedalam kamar mandinya. Baekhyun gelisah, cemas, senang bercampur menjadi satu. Ia cemas membuat temannya menunggu terlalu lama, Ia gelisah menceritakan kisah percintaannya nanti pada sahabat-sahabatnya, ia juga gelisah memikirkan kris yah, orang yang sudah lama menyukainya itu. Ia senang karena mereka semua berkunjung ke seoul! Meskipun hanya sebatas Liburan.
Drrrt dddrrttt...
Chanyeolie Calling!
"Yeoboseyo" suara krasak-krusukpun tak terhindarkan. Baekhyun sedang mengganti bajunya, ia kesusahan memakai celana jeans pinsilnya.
"Selamat pagi baekby" suara khas chanyeol bangun tidurpun terdengar. Baekhyun tersenyum, ternyata ia tidak bermimpi mengenai kejadian kemarin malam.
"Selamat pagi yeolby" ia terkekeh menyebutkan panggilan barunya untuk chanyeol.
Bruk
Baekhyun terjatuh, pantatnya mendarat kelantai kamarnya dengan tidak elitnya.
"Baek kau baik-baik saja?" chanyeol mengernyit mendengar sesuatu seperti benda jatuh.
"Appo" ringis baekhyun mengelus-elus pantatnya.
"Yak BYUN BAEKHYUN APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN SEPAGI INI HAH? KAU JANGAN MEMBUATKU KHAWATIR DAN BERLARI KERUMAHMU!" sudah jatuh tertimpa tangga, bukannya menolong chanyeol malah memarahinya.
"C-chan" baekhyun menjauhkan ponsel pintarnya, menatap layar ponsel itu dengan mata berkaca-kaca.
"B-baekhyun, Oke tunggu 5 menit aku akan segera sampai" chanyeol mengakhiri panggilannya sebelah pihak. Baekhyun masih meringis mengelus-elus pantatnya.
'Ugh~~ sialnya'
...
...
...
Bunyi alarm dari ponsel Chanyeol bersenandung ria membangunkan pangeran yang sedang tertidur bahagia! Pangeran itu mengerjapkan matanya, menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Sepertinya pangeran kita sedang dalam keadaan senang. Sang pangeran bernama Park Chanyeol sedang memutar kembali ingatannya mengenai kejadian kemarin malam! Ouh sungguh menyenangkan!
Ia mengambil ponselnya, mematikannya dan segera menghubungi Putri Baekhyun kesayangannya. Untuk memastikan ia sedang bermimpi atau tidak sih...
Chanyeol menempelkan ponselnya pada telinga lebarnya.
"Yeoboseyo" sapanya.
'Apa yang sedang dilakukannya? Aish, padahal niatku ingin membangunkannya dipagi hari, ternyata dia sudah bangun lebih dulu' batin chanyeol.
"Selamat pagi b-baekby" ayolah balas, kalau kejadian kemarin bukan mimpi!
"Selamat pagi yeolby" aku mendengarnya sedang tertawa kecil, ia menyukai panggilan barunya hehe.
Bruuk?
Ouh aku mengernyit heran? Benda jatuh atau jangan-jangan baekhyun yang jatuh. Astaga apa yang sebenarnya ia lakukan sampai bisa terjatuh? Oh dan apa yang ia lakukan dipagi hari ini?
"Baek kau baik-baik saja?" ia tak menjawab, aku hanya mendengar ringisan kecil. Dugaanku benar, ia terjatuh!
"Yak! BYUN BAEKHYUN APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN SEPAGI INI HAH? KAU JANGAN MEMBUATKU KHAWATIR DAN BERLARI KERUMAHMU" aku menyibak selimutku, berlari menuju kamar mandi dengan ponsel yang masih menempel ditelingaku. Aku membasuh wajahku sekenanya, berkumur-kumur lalu menyikat gigiku!
"C-chan" terdengar lirih dan pelan.
"B-baekhyun tunggu 5 menit aku akan segera sampai kerumahmu." Aku berlari keluar kamarku, menuruni setiap anak tangga dengan terburu-buru. Untung saja appa dan eomma masih tertidur.
Pintu utama sudah dibukakan oleh maid, "Selamat pagi Tuan muda" aku mengangguk kecil, lari terbirit menuju mobil sport milikku. Si putih kulesatkan kerumah baekhyun yang tidak jauh hanya beda beberapa komplek perumahan saja.
Tidak butuh waktu lama, hanya dua menit siputih sudah terparkir sempurna didepan rumah baekhyun. Pintunya terbuka, ternyata dua maid sudah menyambut kedatanganku sejak siputih memasuki perkarangan rumah baekhyun.
"Selamat pagi Tuan Chanyeol" mereka tersenyum ramah padaku. Aku balas senyuman mereka. Tidak perlu basa-basi, ini masih sangat pagi tentu saja ajussi dan ahjumma belum bangun sama seperti orang tuaku. Aku melesat naik kelantai dua rumah baekhyun dan berherti didepan pintu putih bertuliskan nama 'Baekhyunie' aku mengetoknya.
"Baekby" panggilku setengah berbisik.
Clek!
Pintunya terbuka, munculah gadis dengan wajah khas bangun tidurnya, tapi pakaiannya sudah rapih entahlah.
"Kau baik-baik saja?" aku membulak-balik tubuh mungilnya, mencari sesuatu atau bisa disebut luka. Ia mengangguk lucu, aku bernafas lega, sungguh aku sangat mengkhawatirkan tuan putri kecilku.
"Eum yeolby, antarkan aku kebandara"
"Apa?" bandara jangan bilang mau ke kanada lagi.
"Yeolby antarkan aku, teman-temanku datang dan mereka memintaku menjemputnya" rengeknya mengayunkan lenganku.
Clek
Pintu kamar baekbom terbuka, oh tamatlah aku.
"Oh Chanyeol kau datang sepagi ini" katanya dengan nada sedikit menggoda. Baekhyun menyembulkan kepalanya, melirik penampilan baekbom hyung.
"Jadi sudah siap yah oppa?" ia tersenyum lebar.
"Kupikir tidak jadi malahan." sahut baekbom dengan datarnya.
"Kajja yeolby" ia menarikku, mengenggam tanganku tanpa ragu-ragu lagi. Aku tersenyum sekilas melihat tautan tangan kami, yang dibelakang berdehem.
"Ekhemmm" dehem baekbom.
"Waeyo oppa, kalau keselek minum sana sebelum mati kehausan" baekhyun terkekeh sambil menuruni anak tangga rumahnya, kami sepakat untuk sarapan dulu sebelum menjemput teman-teman baekhyun.
Baekhyun mengolesi roti dengan selai coklat, ia menyodorkan roti itu padaku. Aku menerimanya dengan senang hati. Ia kembali mengolesi roti rasa kacang yang sudah dipastikan untuk baekbom hyung. Terakhir ia mengolesi roti dengan selai rasa strawberry lalu memakan rotinya sampai habis.
Aku dan baekhyun, baekbom hyung mengemudikan mobilnya seorang diri. Kami melesat menuju bandara incheon.
Bandara!
Setelah berdebat beberapa menit dengan baekhyun, akhirnya baekhyun dan baekbom hyung saja yang menjemput teman-teman baekhyun. Itu semua karena aku lupa membawa penyamaranku, hah...
"Baekby aku minta maaf" ucapku lagi. Baekhyun duduk disampingku setelah menemui dan membawa mereka semua masuk kedalam mobil baekbom.
"Tak ada yang salah yeolby" ia tersenyum, benarkah apa dia tidak marah? Padahat tadi baekhyun ngotot sekali ingin aku ikut menemui teman-temannya.
Aku menggangguk mengerti, "Setelah ini kita kemana?" aku meliriknya,
"Aku sudah bilang pada baekbom oppa, mereka tidak boleh datang kerumah, makanya aku pinjam apartement baekbom oppa, hihi" baekhyun terkikik geli, aku ikut tertawa membayangkan amukan baekbom hyung haha,
Drrrtt.. Drrttt...
Jongdae Calling...
Jongdae ? Ada apa dengan mahluk berwajah kotak itu menghubungiku pagi-pagi begini, aku menloadspaker panggilannya.
"Yeob-"
"Yakkkk Park Chanyeol kenapa lama sekali mengangat telponku bodoh" semburnya ketika aku menerima panggilannya.
Disampingku, baekhyun duduk sambil tertawa mendengar ocehan Kim Jongdae sialan.
"Aku, Sehun, dan Jongin sudah menemukan tempat yang cocok untuk kebun strawberry Noona Baekhyun" ocehnya lagi. Oh astaga kalau begini tak akan ada kejutan untuk baekhyun jika sih wajah kotak itu terus berceloteh ria.
"Chanyeol kau masih mendengarku lagi" Jika Jongdae dekat saat ini kemungkinan besar sudah ku Jambak rambutnya, kuplester mulut embernya, tidak tau situasi arrrggghh.
"Jongdae-ah" suaraku terdengar frustasi, geram dan berat.
"Jongdae-ah katakan saja dimana letaknya haha" goda baekhyun,
"N-ne, Oh tidak bisa Nona Aku melakukannya secara Rahasia darimu" tawa jongdae pecah. Aduh ingin sekali kubunuh Kim Jongdae.
"Bwahahahahahaha, yasudah Nanti kutelpon lagi Yeol, Aku dan dua bocah tidak waras sudah menunggumu. Akan ku kirimkan alamatnya kepadamu, Sudah dulu yah,"
Pip
Jongdae memutuskan panggilannya secara sepihak tanpa menunggu jawaban atau persetujuan ku. Hais anak itu benar-benar merepotkan -_-
"Yeolby, kita keapartemen baekbom hyung." baekhyun menyadarkanku jalanan yang kami ambil malah jalan pulang, Ini juga salah Kim Jongdae.
...
...
...
Girl x Friend
...
...
...
Didalam mobil Baekbom.
"Kenapa baekhyun tidak ikut bersama kita?" tanya minseok dengan polosnya.
"Heol, kau mau taruh baekhyun dimana? Ini saja sudah berdesak-desakan seperti naik angkutan umum" sindir luhan kesal. Faktanya mereka duduk berjempatan bertigaan dengan posisi luhan kyungso dan minseok, Kris dibangku samping pengemudi yakni baekbom kakaknya baekhyun.
"Haha, baekhyun tidak bilang kalian ada empat orang" baekbom terkekeh mendengar sindiran luhan.
"BYUN BAEKHYUN LIAT SAJA NANTI" luhan geram.
"Hey jangan berteriak-teriak rusa china, rasanya telingaku bisa rusak jika terus menerus duduk disampingmu" gerutu kyungso menutupi telinganya.
"Jadi sejak kapan uri baekhyunie bisa menyupir mobil?" tanya minseok lagi. Kris, luhan dan kyungso melongo, baekbom terkikik.
"Dia bersama Chanyeol, kalian tenang saja" ujar baekbom santai dan fokus pada kemudinya.
"APA" kata luhan, minseok dan kyungso bersamaan. Bagaikan paduan suara di gereja.
"Aigoo kalian benar-benar kompak, sampai kaget saja bersamaan" goda kris sambil tertawa kecil.
"Diam kau naga gila" dengus minseok
""Naga Sialan" kyungso manyun.
"Dasar tiang listrik, bibir maju" timpal luhan.
"Xi Luhan, jangan sampai kuturunkan" Ancam kris menoleh ke belakang tempat duduknya. Pas banget sih luhan duduk dibelalangnya.
"Sudah sudah jangan bertengkar' baekbom menegahi. "Sebenarnya kalian datang disaat yang tidak tepat, keluarga kami sedang kacau. Baekhyun dijodohkan dengan Park Chanyeol. Lalu Baekhyun minta dibuatkan kebun strawberry pada Chanyeol. Baekhyun bilang dia mau melakukan acara pertunangannya dikebun strawberry yang dibuat park chanyeol untuknya" jelas baekbom tanpa membaca situasi.
Kris mengeluarkan strawberrynya. Ia berikan satu kotak strawberry kesukaan baekhyun pada kyungso.
"Ini, habiskan sebelum baekhyun melihatnya" saran kris dengan wajah sedihnya.
"Aigoo, sabar ya gege, Kami Sayang Kamu" luhan, minseok dan kyungso menyemangati kris dari belakang.
"E-eh apa aku salah bicara?" tanya baekbom hati-hati.
"Tidak, tidak ada yang salah. Hanya saja tiba-tiba semangatku untuk merebut hati Baekhyun hilang begitu saja, Mungkin karena seorang Park Chanyeol dan aku yakin aku tidak bisa menang darinya" jawab kris dengan wajah masamnya.
...
...
...
RnR!
Muehehe annyeonghaseyo, Balik lagi -'
Terima kasih buat yang udah review, jangan lupa kritik dan saran kalian jadi motivasi buat aku!^^
See your Review again.
