A HunHan FanFiction
Can't Stand with You Anymore
By
Hanrinnie
All casts belong to God, their parents, their agency, and themselves
YAOI | BOYSLOVE | TYPO(s) | Hurt/comfort | Romance | Rate M
OC!Darell Davidson © Navinkaarcher
Enjoy
.
.
.
Chapter 4
"O-ohh!" Luhan mengerang ketika punggungnya menabrak keras dinding. Sebelum sempat membuka manik rusanya mulut mungilnya meloloskan sebuah desahan. Seseorang yang menabrakannya ke tembok dapur meremas bagian tersensitive dari tubuhnya.
"A-hhh..."
"Apa maksudmu?" orang itu, seseorang yang menghantamkan tubuh mungil Luhan ke dinding bertanya. Mata Luhan terbuka, manik indahnya membulat seketika.
Suara itu... "Se-hunn"
"Apa maksudmu? Lelaki jalang. Setelah menyatakan perasaanmu padaku, kau malah berciuman dengan pria lain!"
"Itu ti-dak seperti yang kau bayangkan... Kau salah paham. Dan aku bukan jalang!"
"Oh ya? Benarkah kau bukan jalang?" pria itu, Sehun. Semakin meremas sesuatu di balik zipper celana Luhan.
"Seorang jalang akan mendesah ketika dia disentuh."
"Mhhh... Sehunnh tolong hentikan..."
"Kau ingin aku menghentikan semua ini? Bukankah kau sedang menikmatinya jalang?" Luhan menggeleng pelan. Jari tangannya tertekuk kedalam ketika merasakan tangan besar Sehun semakin gila mengerjainya.
"Sehun hentikan! O-ohh.." Luhan kembali memejamkan matanya. Lidah Sehun menjilat daerah belakang cuping telinganya.
"Kau berteriak sama saja membangunkan para hyung. Kau ingin terkena skandal denganku?" Sehun semakin berani mengecup telinga Luhan yang memerah.
"Se-sehun ini salah.. Mmhh... Hentikan..." Luhan mencoba mendorong pelan bahu Sehun.
"Salah eh? Bukankah perasaanmu padaku juga termasuk sebuah kesalahan Luhan? Apa nanti ketika kau menikah dengan lelaki yang mencintaimu apa kau juga tidak membayangkan bercinta dengannya? Kau munafik. Seorang jalang yang munafik..." Sehun menempelkan bibirnya ke bibir Luhan. Melumatnya kasar membuat Luhan meneteskan bulir air matanya tanpa sadar.
"Shit! Aku tidak pernah tau jika bibir seorang gay semanis ini." Sehun masih mengecupi bibir mungil Luhan yang mulai memucat.
"Heh? Kau menangis?" Sehun menghentikan kecupannya ketika melihat bahu mungil Luhan bergetar menahan isakan.
"Sehun... Kumohon jangan seperti ini. Aku men-cintaimu..." Sehun terkekeh mendengar ucapan Luhan yang terbata. "Lalu aku harus seperti apa jalang? Bukankah kau mencintaiku hm? Buktikan jika kau benar benar mencintaiku. Pernyataan cintamu hanya sebuah bualan belaka tanpa tindakan yang membuktikan omonganmu itu" Sehun tersenyum mengejek kearah Luhan.
"Aku benar benar mencintaimu Sehuna..." Luhan mengucapkannya dengan lirih. Entah kenapa setiap mengucapkan kata 'aku mencintaimu' kepada pemuda yang lebih muda 4 tahun darinya itu terasa sangat perih.
"Cinta butuh pengorbanan Luhan..." Sehun menjeda perkataannya membuat Luhan menatapnya sendu.
"Dan aku butuh tubuh jalangmu untuk membuktikannya" Sehun menampilkan smirknya sementara Luhan membelalakan mata rusanya.
HanRinnie
"Eungh..." Luhan menggeliat diatas meja makan. Mulut mungilnya sudah berkali kali meloloskan desahan laknat akibat tubuh pemuda pucat yang sedang berada diatasnya. Tangan pemuda pucat itu mengocok pelan ereksi mungil milik Luhan sementara bibir tipisnya tak henti mengecupi setiap tubuh Luhan yang masih menyisakan sebuah kaos kebesaran yang pemuda manis itu pakai.
"Kiss me. Luhan." bibirnya kembali menerjang bibir si mungil. Mengajaknya bertarung lidah, saling melilit dan membelitkan lidah mereka. Menggigiti kecil bagian bawah bibir milik Luhan sesekali menyesapnya menikmati manisnya benda kenyal berwarna plum itu.
"Eunghmm..." Sehun mengakhiri ciuman hangatnya dengan kecupan manis sudut bibir Luhan. Ia kembali menyesap leher putih pemuda mungil berdarah china tersebut, naik mengikuti jalur leher itu hingga hidungnya mancungnya menyentuh cuping telinga Luhan. Lidahnya bermain dibagian itu, membuat gerakan memutar seraya menjilatnya.
"Jadilah jalangku malam ini Luhan... Buktikan bahwa kau memang mencintaiku."
Luhan menatap pemuda pucat diatasnya dengan binar penuh harap.
"Jika aku membuktikannya. Apa kau akan membalas pe-rasaanku... Sehuna?" Luhan mencicit pelan membuat pemuda pucat dihadapannya menampilkan sebuah senyumnya yang mengerikan.
"Tergantung seberapa ahlinya kau membuktikan itu semua Luhan."
HanRinnie
"Hh..mphhk.." bunyi kecipakan yang dihasilkan dari pagutan kedua bibir itu terderang nyaring ditengah malam dalam dorm sebuah boyangroub naungan SM itu. Luhan masih terduduk diatas meja makan yang berada didapur dengan bibir mungilnya yang tengah diapit oleh bibir tipis milik Sehun. Jemarinya semakin meremas bahu kokoh Sehun ketika remasan pemuda pucat itu semakin menggila diereksinya sekarang. Lidahnya berkali kali dibelit, ia bisa merasakan jika pemuda itu juga sesekali menyesap mulut mungilnya saling bertukar saliva hingga tak sadar ia juga mulai menggigit bagian bawah bibir tipis milik Sehun sebagai pelampiasannya sekarang.
"Emhh..." Sehun menghentikan cumbuannya, ia bisa melihat sudut bibir Luhan terdapat lelehan saliva entah miliknya atau milik pemuda manis itu.
"Seh.. Hunn" Sehun menaikan satu alisnya ketika mendengar suara serak Luhan memanggilnya pelan.
"Ya?" ia kembali memainkan ereksi Luhan. Memijatnya lembut merasakan kehalusan kulitnya.
"Oohhk..." Luhan mendongak menikmati pijatan Sehun diereksinya sekarang.
"Apa yang kau inginkan Luhan?" Sehun menjilat leher putih milik Luhan hingga mengecupi jakun mungil pemuda manis itu yang naik turun ketika menahan nikmatnya.
"Ennghh..." Luhan menggigit bibirnya menahan puncaknya yang akan menjemputnya. Permainan Sehun diereksinya semakin intens membuatnya ingin segera dituntaskan.
"Ohh! Ohh.. Akkhh!" Luhan mendongak merasakan klimaksnya yang datang ketika Sehun dengan lihainya memompa ereksinya itu. Kepalanya mulai terkulai dibahu pemuda pucat yang tengah berdiri didepannya itu. Nafasnya tersengal ia masih mengatur detak jantungnya yang bertalu cepat setelah mencapai puncak.
"Kau belum memanjakan punyaku Luhan." Sehun mengangkat dagu Luhan mencoba menatap wajah pemuda manis itu seraya mengarahkan jemari milik Luhan dikebanggaannya. Luhan menatap Sehun dengan wajah sayu nya. Tangan Sehun membimbing jemari Luhan menyentuh kebanggaan miliknya itu. Dengan tiba tiba ia membuat Luhan berjongkok tepat didepan kebanggaannya itu. "Manjakan dia Luhan" ia menampar pipi Luhan dengan ereksi nya.
"Buat dia percaya jika kau memang mencintaiku," dengan kasar Sehun memasukan ereksinya kemulut mungil Luhan.
"Mmhh..."
"Yah begitu Luhan... Ohh sial mulutmu jalang sekali" Sehun dengan sesuka hatinya menubrukan ereksi sampai ketenggorokan Luhan hingga membuat pemuda manis itu tersengal karna batuknya yang dihadangi kejantanan Sehun yang memenuhi bibirnya. Setetes air mata mengalir indah dipeluk matanya. Menggenang membuat mata sayunya terlihat berkaca kaca.
'Jika aku tak mencintaimu. Aku takan melakukan hal sehina ini Sehun-ah' HanRinnie Sehun menggeram merasakan jepitan pada kejantanannya dilubang Luhan semakin meremas membuatnya menggila. Ia berkali kali menghentakan pinggul Luhan dengan keras membuat pemuda manis itu juga berkali meloloskan desahannya.
"Ohh! Ohh! Ohh! Eng.. Akh!" Luhan menaik turunkan tubuhnya diatas pangkuan Sehun. Sementara pemuda pucat itu juga mengeram terduduk diatas kursi dapur dorm mereka.
"Lu..." Sehun mengusap dada Luhan yang masih terbalut kaos longgar yang ia kenakan tadi. "Aku belum pernah bercintai dengan seorang gay uhh..." ia menjilat leher Luhan yang mendongak karna tumbukan tubuh bagian bawah mereka.
"Dan ternyata ini lebih nikmat ketimbang bercinta dengan gadis dibar. Ohh.. Apa kau memang ditakdirkan menjadi jalang untukku?" Luhan bisa merasakan air matanya kembali menetes. Apa dirinya memang sehina itu dimata Sehun.
"Ohh! Se-seh! Hun.. Engh.. Ooh! Akhh!" "Akhh! tubuhmu sungguh nikmat jalang.. Ohh shit!"
HanRinnie
"SIAPA YANG MENGHANCURKAN DAPUR ASTAGA!" Yixing berteriak ketika ia terbangun dan akan mengambil minum.
"Ada apa?" Minseok yang juga terbangun akibat teriakan Yixing buru buru menghampiri pemuda berdimple itu.
"Kau lihat sendiri saja Hyung!" pekiknya kesal. Minseok mengedarkan pandangannya keseluruh dapur biasa saja seperti hari hari biasa dapur yang sedikit berantakan setelah mereka makan malam. Itu hingga mata dengan single eyelid itu melotot horor ketika menemukan bercak bercak sperma yang juga tercampur sedikit darah berceceran dibawah meja makan dan disebelah pantry dapur.
"SIAPA YANG HABIS BERCINTA DIDAPUR?!" Ia juga akhirnya berteriak kalap. Menatap Yixing meminta sebuah kebenaran. Sementara pemuda chansa itu menggeleng pelan. Dengan langkah tergesa Minseok menuju kamar yang tepat disebelah dapur dan segera mengetuknya keras keras.
"Ada apa menge- yak!" dan dengan sadisnya pemuda berpipi gembul itu menarik kaus pemuda tan membuatnya memberontak, ia diseret kedapur sementara roomatenya juga mengikuti langkahnya dengan tergopoh gopoh.
"APA YANG KAU LAKUKAN SEMALAM DIDAPUR DENGAN KYUNGSOO?! JIKA INGIN BERCINTA LAKUKANLAH DIKAMAR KALIAN!" Jongin tercengang, Kyungsoo melotot horor dan member lain juga mulai terbangun.
"Kenapa pagi pagi kalian berteriak layaknya orang kurang waras?!" Baekhyun datang dengan muka kusutnya dengan menggandeng Chanyeol disamping.
"Ada apa ribut ribut- BAU APA INI?!" Junmyeon mengapit hidungnya seketika ia paling anti dengan bebauan seperti ini.
"Jongin dan Kyungsoo semalam bercinta didapur. Kalian berdua menghancurkannya!"
"HEI AKU TAK PERNAH BERCINTA DI DAPUR BERSAMA SOO HYUNG!"
"LALU SIAPA YANG BERANI MENINGGALKAN JEJAK JEJAK SEPERTI INI HAH?!"
"MANA AKU TAHU!"
"ASTAGA! Tidak bisakah kalian tidak berteriak seperti itu?" Jongdae menengahi perdebatan sengit antara kekasihnya dan juga Jongin.
"Seharusnya kita membersihkan semua ini bukannya saling berteriak! Astaga jika maneger hyung tahu ini bisa gawat." sambungnya Jongdae.
"Lalu siapa yang sudi membersihkan kekacaun ini? Aku berteriak karna disini tak ada yang mau mengakui semua. Seharusnya yang membuat kekacauanlah yang membereskannya." Minseok memijit keningnya yang berdenyut.
"Seharusnya kalian sadar disini yang sering bercinta bukan aku dan Kyungsoo hyung saja. Curigai yang lain juga!" ujar Jongin ketus.
"Lantas siapa? Yang maniak sex disini kan dirimu, mana mungkin yang lainnya. Maknae memang masih punya hormon yang meledak ledak." sahut Chanyeol. Jongin mendengus mendengar ucapan Chanyeol maknae disini juga bukan dirinya seorang.
"Kenapa selalu aku yang selalu disangkut pautkan dengan hal yang berbau tak senonoh ini? Disini maknae bukan aku saja! Masih ada Sehun dan juga Tao."
"Siapa yang menjadi partner Tao? Kekasihnya jauh dichina sana bodoh! Sehun? Dia tak mungkin melakukannya disini ia pasti lebih memilih mencari gadis bar dan membawanya kehotel. Dan dimana maknae bermuka datar itu?" ujar Baekhyun bertanya diakhir.
"Dia masih tertidur..." cicit seseorang yang baru datang keluar dari kamarnya dengan langkah yang masih terseok seok.
"Biar aku yang membersihkan semuanya. Ini jadwalku piket bukan?"
"Oh Luhan hyung? Tapi kau masih flu!" Junmyeon berusaha melarang hyung manisnya itu.
"Tak apa..." Luhan tersenyum manis. Ia merapikan syalnya sebelum mengambil peralatan.
"Luge habis digigit nyamuk ya? Lehernya merah merah tuh! Duh pasti gatal!"
To be continue
