A HunHan FanFiction
Can't Stand with You Anymore
By
Hanrinnie
All casts belong to God, their parents, their agency, and themselves
YAOI | BOYSLOVE | TYPO(s) | Hurt/comfort | Romance | Rate M
OC!Darell Davidson © Navinkaarcher
Enjoy
.
.
.
Chapter 5
"Luge lehernya merah merah habis digigit nyamuk ya? Duh pasti sakit"
Zitao dengan polosnya menunjuk nunjuk leher Luhan yang sedikit tertutup syal. Semua menatap kearah Luhan, membuat suasana akward menyelubungi dapur dorm mereka.
"... Err- Lu kau tak apa? Leher mu..." Minseok menepuk pundak Luhan pelan, ia mengernyit memperhatikan sebagian leher Luhan yang terdapat ruam ruam merah.
"Tak apa, Zitao benar semalam aku lupa menutup pintu ketika akan tidur sehingga ya banyak nyamuk yang masuk kedalam" Luhan tertawa akward melihat seluruh pasang mata sahabat sahabat nya yang memandangnya aneh.
"Ah! Ya kalian keluar saja. Biar aku yang membersihkan kekacauan ini." ia mengibas ngibaskan telapak tangan nya menyuruh seluruh member keluar.
"Hyung kau yakin? Kau masih sakit. Biar aku yang membersihkan ini bersama Yixing"
Junmyeon menatap khawatir Luhan, membuat pria mungil itu tersenyum simpul atas perhatian leader grub nya ini.
"Tak apa, ini jadwal ku. Kalian tak perlu khawatir ingat aku ini pria manly oke?" semua mendesah pasrah ketika Luhan berucap seperti itu membuat beberapa member mulai meninggalkan dapur dorm mereka.
Luhan tersenyum kecil melihat para member yang cukup memperhatikan nya. Ia mendengus prihatin ketika melihat kearah meja tempat mereka semua makan. Itu berantakan dan menjijikan.
"Tak ada pria manly yang memohon mendesah dibawah orang yang mencampakan cintanya" ia hanya bisa tersenyum miris.
HanRinnie
Semua member sibuk dengan kegiatan nya masing masing. Termasuk pemuda mungil yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya membersihkan kekacauan 'yang ia buat semalam dengan maknae sialan itu'. Ia mendudukan tubuhnya bosan disofa samping Minseok dan Jongdae yang tengah menikmati camilan ditoples kue, disebelah nya ada pasangan absurd Chanyeol dan Baekhyun yang tengah saling menggigit lengan karna ribut masalah selca, dibawah sofa Zitao dan Jongin yang tengah battle game.
Itu sampai telinganya menangkap bunyi bel dorm mereka berbunyi. Dengan tergesa Junmyeon membuka pintu dorm mereka. Ia tersenyum kecil melihat siapa yang bertamu.
"Ah Luhan hyung kau punya tamu" Junmyeon kembali menghampiri Yixing yang tengah membaca buku.
"Siapa?"
"Orang spesial" Junmyeon mengedipkan sebelah mata nya membuat dahi Luhan berkerut aneh itu sampai diri nya memekik kaget ketika sebuah tangan menutupi keping mata nya.
"Tebak aku siapa little deer"
"Ah! Darell hentikan!" Luhan berontak membuat seseorang yang menutupi mata nya- Darell menyingkirkan tangan nya.
"Hei kenapa kau tahu itu aku?"
"Mudah sebab telapak tanganmu besar." Luhan mendengus membuat Darell terkekeh.
"Wah seperti nya kita harus meninggalkan tempat ini guys." Jongdae tersenyum troll kearah Luhan.
"Kurasa Jongdae benar." Yixing melirik jahil Luhan seraya mengajak Junmyeon beranjak. "Kita lanjutkan membaca nya di dalam saja."
"Hei kenapa kalian meninggalkanku sendirian?" Luhan melayangkan protes nya ketika semua member mulai beranjak.
"Kau tidak sendirian Lu, ada Darell di sampingmu" Minseok terkekeh melihat Luhan yang tampak kebingungan.
"Zitao temani gege oke?" Luhan meraih lengan Zitao yang juga akan beranjak meninggalkan nya.
"Maaf tapi aku mengantuk ge~ aku ingin tidur" Luhan mendengus keras ketika seluruh member membiarkan diri nya sendirian dengan Darell.
"Kau berhasil, mereka kira kita mempunyai hubungan" Darell terkekeh mendengar penuturan pemuda mungil disamping nya.
"Kau terlihat menggemaskan ketika sedang merajuk Lu." Luhan menghantam kepala Darell dengan bantal sofa.
"Ah oke! Kau tampan. Berhenti memukuli kepalaku dengan bantal princess." Luhan mendengus lebih keras, ia semakin keras memukuli kepala Darell menggunakan bantal ditangannya.
"Kau. Menyebalkan. Tidak. Ada. Princess. Tampan. Di dunia. Ini. Darell. Uhh rasakan. Ini. Aku. Membencimu." ia dengan brutal memukuli badan pemuda tinggi didepan nya itu sampai dirinya memekik ketika tubuh mungil nya dibalik oleh pemuda tinggi itu.
"O-ooh! Darell..." Luhan mencicit pelan dibawah kurungan kedua lengan Darell. Keping matanya yang mirip dengan mata rusa itu menatap pemuda blasteran diatas nya ini.
"Darell uhh... Menyingkirlah." tubuh mungil Luhan menggeliat gelisah dibawah kukungan Darell. Tangan Darell terulur mengelus pipi Luhan yang telah bersemu merah, ia merona akibat posisi mereka berdua yang cukup err- intim? Jemari Darell turun sampai didagu Luhan, pemuda blasteran itu semakin mendekatkan wajahnya mempersempit jarak dirinya dengan pemuda mungil yang ia cintai tersebut.
"Lu..." entah bermula dari mana kini bibir mereka saling menaut, dengan Darell yang memimpin ciuman itu sampai sebuah pekikan suara terdengar nyaring menghentikan pagutan mereka berdua.
"... AAAAAAAAA" Zitao ternganga, ia berdiri tak jauh dari sofa. Teriakan nya membuat para member berlarian keluar. Mereka serempak membulatkan mata melihat posisi Darell dan Luhan yang masih saling tindih diatas sofa. Tersadar, Luhan mendorong bahu Darell menjauh darinya.
"... Err Luhan hyung?" Baekhyun bertanya lewat pandangan nya.
"Ahh kami tak apa, kalian hanya salah paham." sebelum bibir mungil terbuka untuk melontarkan sebuah kata, Darell menyela nya lebih dahulu. Pemuda berhazel biru saphire itu tersenyum simpul kearah para member yang tampak akward atas kejadian ini.
Mereka mulai meninggalkan Darell dan Luhan tak lupa menggeret Zitao yang nampak masih syok karna kejadian ini. Luhan menghela nafas ketika seluruh member sudah memasuki kamar nya masing masing.
"Darell"
"Ya princess?"
"Ini sudah yang kedua kalinya kau menciumku secara mendadak lain kali-"
"Ohh jadi kau ingin aku berkata dulu sebelum menciummu begitu?" Darell kembali menyela perkataannya membuat ia mendengus sebal.
"Bu-bukan begitu tapi-"
"Kenapa? Kau saja menikmati ciumanku kan?" Luhan mendelik lucu.
"Ya bukan! Uhh aku jadi semakin membencimu Darell."
"Oke aku minta maaf salahkan bibirmu yang terlalu menggoda-"
"Darell..." "Baiklah sebagai permohonan permintaan maaf dariku bagaimana kalau malam ini kita jalan jalan?" alis Luhan tertaut ketika mendengar ajakan Darell.
"Uhh... Jalan jalan?"
"Yup! Menghirup udara segar dimalam hari. Kau bisa stress jika setiap hari terus berada didalam dorm princess."
"Hanya jalan jalan?" Darell tersenyum ketika Luhan bertanya seperti itu.
"Mungkin kita bisa makan malam di kedai pinggir sungai Han. Bagaimana?" "Entahlah aku tak yakin" Darell menatap mata Luhan yang nampak kebingungan, ia berusaha meyakinkan pemuda mungil didepan nya itu agar mau ia ajak jalan jalan. Sudah lama Darell tak bisa keluar berdua bersama sahabat ia cintai dalam diam itu.
"Kau harus mau. Tak ada penolakan. Sore nanti aku jemput oke?" dengan kilat ia mengecup kening Luhan dan melesak pergi meninggalkan dorm salah satu boy grub naungan SMent itu.
HanRinnie
Ini sudah hampir siang, entah kenapa Luhan tak melihat Kyungsoo di dapur. Biasa nya pemuda bermata bulat itu sibuk berkutat didapur mereka ketika jam makan siang hampir tiba. Ia melongok ke arah dapur disana ada pasangan absurd yang sedang astaga mata Luhan membulat sempurna ketika melihat Chanyeol dengan ganasnya mengecupi leher Baekhyun yang terduduk dimeja dapur.
"Eung.. Chan.. Mhhh.." Seketika bayangan persetubuhan nya dengan Sehun semalam diputar kembali layaknya kaset rusak dibenaknya.
"... Oh astaga" Luhan bergumam tak sadar membuat Baekhyun yang peka terhadap suara sekecil apapun tersadar dari rasa nikmat yang tengah menderai nya.
"Ya ampun Chanyeol berhenti! Yak Park idiot Dobby kubilang berhenti bodoh"
Ctak!
Baekhyun dengan sadisnya memukul kepala kekasih nya dengan sendok sayur yang berada disampingnya membuat Chanyeol mengaduh kesakitan.
"Err.. Luhan hyung ka-kau melihatnya?" Luhan tersenyum kikuk kearah Baekhyun yang menatap nya cemas.
"Tak apa. Aku hanya mencari Kyungsoo saja." Chanyeol menggaruk tengkuknya akward ia tersenyum lebar kearah Luhan yang masih mematung diambang pintu.
"Kyungsoo sedang dikamarnya hyung. Uhh seingatku dia menyuruh Junmyeon hyung memesan makanan siap saji saja. Dia bilang mood nya sedang jelek untuk memasak."
"Ah ya? Emm yasudah aku pergi dulu" Luhan juga dengan kikuk nya berjalan meninggalkan dapur dorm mereka membuat suasana didalam dapur menjadi hening.
"Err Baek kau mau melanjutkan nya lagi?"
"Lanjutkan saja sendiri. Yeol! Moodku menjadi buruk"
"Baek tapi Chanyeol kecil sudah bangun."
Duagh!
"Apa sekarang Chanyeol kecil sudah tertidur heh?"
"Aww! Adik kecilku. Kau jahat sekali Baek."
HanRinnie
Luhan membanting tubuhnya keranjang milik nya. Mood nya benar benar tidak baik hari ini. Sayup sayup ia mendengar Zitao dan Jongin yang berebut ayam hasil pesanan Junmyeon. Ia tak berselera ikut bergabung makan dengan para member, ia tersadar jika Sehun sudah tak berada diranjang, ia kembali mendudukan tubuhnya ketika ponsel nya bergetar menampilkan sebuah pesan dari Darell.
Ahh dia hampir lupa jika mempunyai janji dengan pemuda blasteran tersebut. Dengan malas ia menuju toilet untuk mandi dan bersiap siap, tak ada salahnya ia menerima ajakan sahabat nya itu lagipula ia juga sudah lama tak pernah keluar bersama Darell.
Ia menceburkan diri nya didalam bathup mencoba merileks kan tubuh nya yang demi Tuhan lelah luar biasa. Entah dari mana ia bisa memikirkan untuk keluar dari grub yang membesarkan nya ini mengikuti Yifan leadernya dulu. Luhan mencoba mengenyahkan pemikiran random nya itu. Ia beranjak dari bathup mengambil bathrobe yang tersampir disamping pintu toilet, itu sampai sebuah tangan kekar mencekal lengan nya.
"Ah! Sehun!" Luhan memekik kaget ketika tiba tiba Sehun memeluk nya dari belakang.
"Se-sehun..." hazel bak rusa milik Luhan membulat, ia merasakan tangan Sehun membelai penis nya yang tak tertutup apapun. Luhan mulai memejamkan mata nya, Sehun memompa lembut penis nya yang sudah setengah ereksi. Jemari Sehun juga mulai meremas pelan butt nya.
"Sehunhh..." Luhan membuka keping mata nya gelisah ketika Sehun mulai menekan nekan hole nya.
"Uhh..." bibir tipis Sehun mengecupi belakang leher Luhan membuat pemuda manis itu mendesah tertahan.
"SEHUNH!" Kembali hazel bak rusa milik Luhan terbelalak ketika tanpa aba aba Sehun memasukinya. Ia meringis merasakan sakit disekitar hole nya.
"Engh- akh.. Ahh~" tubuh mungil Luhan terdesak kedepan terperangkap antara tubuh kekar Sehun dan dinding kamar mandi.
"Kau mencintaiku bukan Luhan?" Luhan mengangguk dibawah kukungan Sehun.
"Eungh"
"Bagus. Sekarang batalkan janjimu dengan Darell. Aku sudah menelpon nya" entah sudah beberapa kali mata Luhan membulat karna kaget.
"Hallo?" dengan suara bergetar menahan desahan nya ia mengangkat telpon.
"Uhh... Darell ahh-bisakah kita membatal kanhh nghh janji nyah ahh ahh" Luhan menggigit keras bibirnya
"
A-aku uhh tak bisa sekarang nghh mungkin ahh lain kali saja"
"Lu kau tak apa?"
"Ahh ahh akuh tak apa Darell hnggh akan aku mhhh matikan ohh!"
"Lu kau yakin tak apa? Hei! Aku akan kesana. Pip!" Sehun dengan segera mematikan sambungan telpon, ia terkekeh melihat Luhan yang mencoba menahan desahannya ketika berbicara.
"Menikmatinya?" ia menciumi tengkuk Luhan yang sudah penuh dengan hasil karyanya. Sementara pemuda manis yang tengah ia gagahi itu menggeleng ribut di bawah dominasinya.
"Uh'huh benarkah?" Sehun menghujamkan penisnya lebih dalam mencoba mencari kejujuran dari si mungil.
"Akh! Akhh! Sehunhh... Akhh!"
to be continue
A/n: err- hai? HanRinnie disini '-' makin lama fic gue jadi amburadul ya? Kemarin ada yang nuduh gue kopas dari akun nya mamiinka NavinkaFantasy duh :'v ini fic punya saya mamiinka dengan baik hati mau ngebeta dan ngepublish'in fic gue. Jadi jan salah paham lagi oke? Ps: ssstt intip fic baru gue dong yang "Our Story" all EXO's OTP ada disana. Official couple ya kalau ada yang nanyain crack gue bogem. Oke last! Would you give me a review? Please~
HanRinnie
20/03/2016
