MyDestiny

Cast : Shin Yuhee

Lee Junki(seems like No Minwoo)

Kim Myungsoo (Yuhee's destiny)

Lee Seulbi (Yuhee's best friend)

Choi Minki (Yuhee's best friend)

Yook Sungjae (Myung's friend)

Others Comeo..

Genre: Sad, romance, family, friendship & little Commedy

Happy reading….

Jam menunjukkan pukul 12.45 malam, pertanda semua orang harus meninggalkan rutinitas mereka dan beristirahat. Tapi tidak bagi dua remaja yang sedang menyusuri jalan ini. Mereka tengah sibuk menapaki jalan agar segera sampai kerumah masing-masing.

"eotteokhae Seulbi~ya?" sahut yeoja bernama Yuhee itu.

Shin Yuhee adalah anak dari sek Shin yang bekerja disebuah perusahaan ternama di Gunsan 'Element Corp'. Yuhee adalah yeoja yang baik dan selalu ceria, sehingga dia punya banyak teman di sekolahnya. Salah satu teman yang sangat dekat dengannya adalah Lee Seulbi. Teman, sahabat sekaligus tetangganya.

"kita pulang terlambat, matilah aku!" pikiran tentang Ayahnya yang akan menghukumnya terus berputar-putar dikepalanya.

"yak, Shin Yuhee apa kau bisa diam? Orang-orang akan mendengarmu" Yuhee menutup mulutnya, mungkin dia baru sadar kalau suaranya terlalu keras.

"palli kajja!"

Setelah sampai dirumah, Yuhee membuka pintu dengan hati-hati dan berjalan mengendap-endap pada ruangan pertama rumahnya yang sangat gelap itu. Setelah beberapa langkah, tiba-tiba lampu menyala. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui siapa orang yang menyalakan lampu.

"A..appa?" kata Yuhee dengan nada ketakutan.

"darimana saja kau? Pulang hingga selarut ini?" tanya Appa, meskipun dengan nada yang kecil tapi dapt membuat Yuhee ketakutan.

"hmm.. keugeon.."

"kau pergi menyaksikan pertunjukan itu?" tanya Appa lagi.

"ne Appa" Yuhee menundukkan kepala, takut.

"demi acara yang tidak jelas itu kamu pulang selarut ini, huh? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dijalan?" Appa benar-benar kesal.

Yuhee hanya menundukkan kepala, tidak berani menjawab.

"banyak orang-orang berbahaya diluar sana, bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?"

Lagi-lagi Appa berbicara, menasihati putrinya itu dengan nada marah.

"tapi sekarang aku tidak apa-apa" ucap Yuhee, sangat pelan.

"mworagu?"

Meskipun sangat pelan tapi Appa masih bisa mendengarnya.

"aigoo, anak ini!" Appa mengalihkan pandangannya karena terlalu kesal.

"apa kau bisa menjamin jika besok tidak akan terjadi sesuatu jika kau pulang selarut ini lagi?"

Yuhee tidak bisa berkata apa-apa, benar kata ayahnya.

"sudahlah, masuk ke kamarmu. Besok hari pertamamu masuk sekolah"

"ah, dan ingat kalau sampai kau mengulanginya kita akan segera pindah ke Seoul, dan kau akan sekolah disekolah yang berasrama! Ingat itu!" Appa memperingatkan meskipun lebih mirip menakut-nakuti.

"ne Appa" jawab Yuhee seadanya.

Keesokan harinya…

Seulbi menunggu didepan rumah Yuhee untuk ke sekolah bersama-sama.

"Yuhee~ya! Shin Yuhee" teriak Seulbi dari luar rumah.

Didalam, Yuhee bersama Eomma dan Appanya sedang menikmati sarapan pagi mereka.

"eoh, Seulbi wasseo!" sahut Yuhee setelah mendengar suara Seulbi.

"Eomma, Appa aku berangkat dulu" pamitnya.

"apa perlu Appa antar?" tawar Appa.

"dwaesseo, saya ingin berjalan bersama Seulbi" jawab Yuhee.

"geurae, hati-hati di jalan"

Yuhee hanya membalas dengan anggukan.

Memang antara rumah dan sekolah mereka tidak jauh, jadi mereka bisa berjalan kaki.

Selama diperjalanan Yuhee hanya diam saja, sementara Seulbi tidak henti-hentinya berbicara dan bertanya kepada Yuhee meskipun kadang tidak ada jawaban dari sahabatnya itu.

"semalam kau lihat senyum Minwoo Oppa saat menyanyikan lagu Boyfriend?" tanya Seulbi.

Yuhee hanya membalasnya dengan anggukan. Mereka memang sangat menyukai boy grup Boyfriend. Dan semalam mereka rela pulang hingga larut malam hanya untuk menyaksikan pertunjukkan Boyfriend secara langsung.

"kalau diperhatikan dia senyum kepadaku!" lanjut Seulbi.

PLAKK! Sebuah jitakan mendarat di kepala Seulbi.

"maldo andwae"

Akhirnya Yuhee mengeluarkan suara. Ia memandang tajam sahabatnya itu. Ia tidak terima ucapan Seulbi, ya meskipun itu sahabatnya sendiri tapi ia tidak akan membiarkan tersaingi dalam hal semacam ini termasuk sahabatnya sendiri.

"geurae arasseo. Na Kwangmin oppa isseo" Seulbi memegangi kepalanya yang dijitak Yuhee.

"semalam Appa marah padaku" kata Yuhee dengan nada sedih

"apa yang dia katakan?"

"katanya jika aku pulang larut lagi, kami akan segera pindah ke Seoul dan aku akan disekolahkan sekolah yang berasrama"

"tenang Yuhee, kita tidak akan mengulanginya lagi" Seulbi menyemangati

Ditengah perjalana Yuhee dan Seulbi melihat seorang Ahjumma yang berusaha mengumpulkan barang-barang bawaannya yang berhamburan di jalan. Sementara disampingnya berdiri seorang pemuda dengan muka kesal sambil memaki-maki Ahjumma itu.

"Ahjumma kalau jalan hati-hati, lihat bajuku jadi kotor" kata pemuda itu.

Ahjumma itu hanya diam dan terus mengumpulkan barang-barangnya. Melihat kejadian itu, Yuhee dan Seulbi pun menghampiri mereka. Dan segera membantu Ahjumma itu.

"Ahjumma gwaencanha?" tanya Yuhee.

"gwaencanha!" jawab Ahjumma itu dengan senyuman.

Pemuda itu pergi meninggalkan mereka bertiga. Yuhee yang melihat itu merasa kesal dan memanggilnya.

"ibwa~yo!" teriaknya

Tapi orang yang dipanggil itu tidak menghiraukannya.

"ibwa~yo! Dangsineun jelneumiya! (hey! Kau pemuda)" teriak Yuhee, lagi.

Pemuda itu tetap saja tidak membalikkan badan.

"Yuhee~ya, bukankah dia perempuan?" sahut Seulbi asal.

Memang pemuda itu memiliki wajah yang cantik, bahkan lebih cantik dari seorang perempuan.

"yak, mana mungkin wanita memakai celana ke sekolah" jawab Yuhee.

Yuhee yang merasa kesal karena panggilannya tidak dihiraukan, tiba-tiba mengambil sebuah jeruk yang ada di tangan Ahjumma itu dan melemparkannya ke pemuda itu.

PLAAKK! Tepat sasaran. Jeruk itu mengenai kepala pemuda itu.

"joah!" seru Yuhee, senang.

Sementara pemuda itu masih diam mematung di tempatnya setelah lemparan tadi. Ia memegangi kepalanya yang sakit dan kemudian membalikkan badan.

"yak! Apeuda" rintihnya. "ibwayo, nuga deonjyeoyo? (hey, siapa yang melemparku?)" tanya pemuda itu pada tiga wanita yang berada tak jauh darinya itu. Meskipun dengan nada kesal, tapi dia masih menggunakan bahasa formal.

"naega, geuraeseo mwo? (saya, lalu kenapa?)" jawab Yuhee.

"neo! Jinjja… kenapa kau melemparku? Apa aku punya salah padamu?" pemuda itu mulai kesal.

"sagwa! (minta maaf!)" Yuhee tidak memperdulikan pertanyaan pemuda itu.

"mwo? Apa aku mengenalmu? Ani, apa aku punya salah padamu?" kata pemuda itu.

"Ahjumma-ege sagwahaeyo!" teriak Yuhee

"ani, shireo. Lagipula aku juga korban, kenapa aku harus minta maaf?"

"sagwahae" Yuhee masih belum menyerah.

"gwaencanha Ahgassi" sahut Ahjumma.

"sudahlah Yuhee~ya. ayo kita berangkat kesekolah, nanti kita terlambat" timpal Seulbi.

"Lee Seulbi"

Yuhee menekankan kata-katanya saat menyebut nama sahabatnya itu. Itu pertanda bahwa Yuhee menyuruhnya untuk tidak berbicara.

"lihat. mereka saja tidak keberatan, mengapa kamu jadi seperti ini?" pemuda itu membela diri.

"mwo?"

Yuhee benar-benar kesal saat ini. Ia menatap tajam pemuda itu. Membuat orang yang ditatap itu menjadi sedikit salah tingkah. Hingga akhirnya pemuda itu menyerah.

"arasseo. Kalau seperti ini terus, saya tidak akan bisa kesekolah" ucap pemuda itu.

"jeosonghamnida Ahjumma" lanjutnya sedikit membungkukkan badan kearah Ahjumma itu.

Ahjumma itu mengangguk tanda memaafkan.

Merasa semua sudah selesai, Yuhee pun mulai kembali melanjutkan perjalananya.

"kalau begitu kami pergi dulu, kajja Seulbi~ya" ucapnya.

"khamsahamnida Ahgassi" kata Ahjumma.

Yuhee dan Seulbi pun meninggalkan Ahjumma, tanpa menghiraukan keberadaan pemuda itu.

Begitu sampai di sekolah barunya, Yuhee dan Seulbi segera menuju ke tempat informasi untuk mengetahui kelas masing-masing. Dengan susah payah mereka masuk ke kerumunan siswa-siswi baru yang melihat informasi juga.

"Seulbi~ya, kita satu kelas!" kata Yuhee penuh semangat.

"jinjja?" Seulbi ikut semangat.

Yuhee mengangguk mengiyaakan.

"yye~ yye~" mereka berdua bersorak senang dan saling berpelukan.

"kajja kita cari kelas kita!"

Mereka pun bergandengan tangan mencari kelasnya. Mereka melewati beberapa kelas dan koridor untuk sampai ke kelas. Cukup jauh.

Yuhee merasakan ada seseorang yang mengikuti mereka sedari tadi. Sesekali ia menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badan. Hingga merasa benar-benar tidak nyaman, ia pun dengan berani membalikkan badan.

"neo!" Yuhee menunjuk orang yang mengikutinya itu.

Orang yang di tunjuk itu pun mengankat kepalanya yang sedari tadi menunduk setelah mendengar suara seseorang di depannya.

"eoh, yeppeun namja!" Seulbi pun ikut heran dengan keberadaan orang itu.

Mendengar ucapan sahabatnya itu, Yuhee memukul pelan tangan Seulbi. Ia tidak sadar ucapannya tadi.

Sedangkan orang itu hanya diam, ia juga heran melihat Yuhee dan Seulbi.

"yak! Kenapa kau mengikuti kami? Apa kau ingin balas dendam?" tanya Yuhee.

"mwo? Mengikuti? Balas dendam? Cih, saya juga sekolah disini. Lagi pula saya masih punya urusan yang lebih penting selain mengikuti kalian" jawab orang itu, cuek.

Ternyata orang itu adalah pemuda yang mereka temui di jalan tadi, yang sempat berdebat kecil. Seketika semua jadi diam. Yuhee tidak tau harus mengatakan apa lagi. Lagi pula benar kata pemuda itu, ia juga sekolah di sekolah ini buktinya seragam mereka sama. Merasa tidak ada urusan penting lagi, namja itu pun berjalan mendahului Yuhee dan Seulbi dan kembali menundukkaan kepalanya. Yuhee semakin kesal dengan namja itu, ia terus memperhatikan jalan namja itu dengan tatapan geram.

"semoga aku tidak sekelas denganmu" ucap Yuhee masih menatap punggung namja itu.

Namja tersebut terus saja berjalan dengan posisinya tanpa memperhatikan sekitarnya. Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan berlawanan arah dengan namja itu dengan buku yang menumpuk di tangannya sehingg ia tidak melihat dengan jelas jalan yang ada di depannya. Yuhee yang melihat itu tanpa sadar meneriaki namja yang membuatnya kesal itu.

"awas!"

Namja itu mendengar teriakan Yuhee dan mengangkat kepala. Sedetik kemudian ia pun menghindar. Hampir saja ia menabrak orang tadi. Ia berrbalik kearah Yuhee sambil tersenyum seakan mengatakan terima kasih dan kembali berjalan. Tapi Yuhee tidak peka akan senyum namja itu. 'cih, dasar tidak tau terima kasih' pikirnya.

KRIING~ KRIING~

Suara bel membuat Yuhee kembali sadar, dan melanjutkan untuk mencari kelas.

"ini dia kelasnya" ucap Yuhee sambil menunjuk papan kecil yang ada diatas pintu yang bertuliskan 'Ic'. Mereka pun masuk dengan terburu-buru karena seongsangnim sudah menuju kearah kelas mereka. Mereka duduk di bangku urutan kedua dari depan. Dan memulai pelajaran pertama dihari pertaman sekolah.

._.

Tanpa terasa bel tanda istirahat berbunyi dan Seongsaengnim mengakhiri pertemuan pertamanya. Sebagian siswa berhamburan keluar kelas dan sebagian lagi masih sibuk dengan buku-buku pelajaran mereka, termasuk Yuhee.

"Yuhee~ya kajja!" kata Seulbi sambil berdiri.

"eodi?" balas Yuhee, tidak mengerti.

"beogopeuji anha? (apa kau tidak lapar?)"

"ah, ne" Yuhee pun ikut berdiri.

"gomawo" kata seseoranng yang berdiri di belakang mereka.

"eoh?" Mereka membalikkan badan bersamaan, penasaran dengan orang yang berbicara itu.

"neo! Apa kelasmu disini juga" tanya Yuhee sedikit kaget melihat namja itu lagi.

Namja itu hanya mengangguk mengiyakan.

"gomawo" ulangnya.

"mwoga?" Yuhee berpura-pura tidak tau.

"yang tadi"

"eoh, anieyo. Aku juga sudah menuduhmu yang tidak-tidak" Yuhee sedikit canggung.

"Choi Minki" namja itu mneulurkan tangannya, memperkenalkan diri.

"nan Shin Yuhee dan dia Lee Seulbi sahabatku" Yuhee membalasnya.

"kalian mau ke kanting?" tanya namja yang diketahui bernama Lee Minki itu.

Yuhee dan Seulbi menganggukkan kepala.

"kajja, kita bisa kekanting bersama" lanjut Minki.

Mereka pun pergi ke kanting bersama-sama. Jalan menuju kanting melewati beberapa kelas, terutama kelas senior mereka. Saat akan melewati ruang senior yang paling ujung tanpa sengaja Yuhee bertabrakan dengan salah satu senior yang akan keluar kelas. Senior yang di tabraknya itu adalah anggota dari genk senior yang terkenal sangat kejam dan berkuasa disekolah itu. Genk tersebut sangat disegani oleh para junior karena mereka dengan mudahnya melontarkan kata-kata kasar pada orang yang menurutnya salah.

"aw..Yak!" pekik senior itu.

"Hana~ya gwaencanha?" tanya salah seorang temannya yang ada di belakangnya.

Sementara itu, Yuhee dibantu oleh Seulbi dan Minki membersihkan pakaiannya yang kotor karena sempat terjatuh. Tanpa menhjawab pertanyaan temannya, senoir yang diketahui bernama Hana itu mendatangi Yuhee dan memarahinya.

"yak! Apa kau tidak lihat?"

"jeosonghamnida seonbae~nim" Yuhee meminta maaf.

"apa kau tidak tau siapa saya?" kata Hana sambil mendorong bahu Yuhee hingga hampir saja terjatuh.

Melihat kejadian itu, Minki ikut berbicara.

"Seonbae~nim, kenapa kau sekasar ini?" ucap minki kesal.

"Yak! Yeppeun namja kau tidak tau siapa kami?" kata salah seorang teman Hana.

"aku tau. Kalian Seonbae-deul yang tak punya hati" jawab Minki.

"Yak,, Neo.."

saking kesalnya, Hana tidak tau harus berkata apa lagi. Ia menunjuk-nunjuk muka Minki, ingin memakinya.

"Cho Hana geumanhae! Mereka tidak tau siapa kamu" kata seorang namja yang baru keluar dari kelas dengan mp3 player di tangannya.

"kau jangan ikut campur ini bukan urusanmu" balas Hana.

"pergi, sebelum aku melapor pada Kim seongsaengn~nim" kata namja itu mengancam.

"Lee Junki"

Salah satu teman Hana meneriaki kesal namja itu.

"sudahlah, kajja" kata Hana terdengar mengalah.

Dan mereka pun pergi.

"gwaencanha?" tanya Junki pada Hoobaenya itu.

"gwaencanha, khamsahamnida Seonbae~nim" kata Minki sambil membungkukkan badan.

"hmm.. lain kali kalian harus hati-hati"

Junki pun pergi meninggalkan mereka, dan kembali memasang aerphone ke telinganya.

"kajja" Minki melanjutkan perjalanannya.

Baru beberapa langkah, ia menghentikan langkahnya dan berbalik. Ia sedikit heran melihat dua yeoja yang bersamanya itu diam mematung mengikuti arah langkah Junki.

TBC...