MyDestiny

Waktu berjalan begitu cepat. Bel tanda pelajaran selesai pun berbunyi. Dan semua siswa pun berhamburan keluar sekolah.

"kajja, jibe gaseo" ucap Yuhee.

"kalian pulang saja dulu. Saya masih ada urusan dengan Kim Seongsaeng~nim" balas Minki.

"kalau begitu kami pulang dulu. Annyeong Minki~ya"

Yuhee dan Seulbi melambaikan tangan kearah Minki dan Minki pun membalasnya.

"annyeong".

Selama perjalanan pulang, mereka bercerita tentang grup idola mereka 'BOYFRIEND'. Sesekali Seulbi memetik bunga yang ada di pinggir jalan. Yuhee hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.

"Seulbi~ya, tadi kau lihat Seonbae yang menolong kita?" tanya yuhee antisias.

"hmm.. wae?" tanya Seulbi balik.

"bukankah dia mirip Minwoo oppa?"

"geuraesseo mwo?"

"apa jangan-jangan dia Minwoo Oppa yang menyamar jadi Seonbae kita?"

"maldo andwae. Kalau itu Minwoo Oppa lalu mana Youngmin dan Kwangmin Oppa, bukankah mereka satu sekolah?" jelas Seulbi.

"eoh maja" jawab Yuhee.

Hari berganti hari. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Mereka bertiga semakin akrab dan mereka menjadi sahabat. Minki pun merasa nyaman dengan kedua yeoja itu. Hingga tanpa ia sadari ia mengagumi Yuhee, sahabatnya itu.

"kata Kim Seongsaeng~nim kita harus menyelesaikan ini dan mencarinya di perpustakaan". Minki menyampaikan pesan Seongsaeng pada teman kelasnya sambil membawa beberapa lembar kertas.

"yahh.."

Beberapa siswa terdengar kesal dengan pesan yang di sampaikan Minki itu.

"Kajja kita ke perpustakaan" kata Seulbi menginstrupsi kedua sahabatnya dan mulai berjalan keluar kelas.

Jarak antara kelas dan perpustakaan cukup jauh karena harus melewati lapangan basket yang ada di tengah-tengah sekolah. Di lapangan tampak beberapa siswa bermain basket tanpa menggunakan pakaian olahraga. Mereka bertiga terus berjalan tanpa memperhatikan para pemain.

"AWAS..!"

Terdengar suara beberapa namja yang sepertinya mengarah kemereka.

DUKK! Saat akan membalikkan badan, tiba-tiba bola mendarat ke kepala Yuhee. Membuatnya jatuh terduduk di lantai pinggir lapangan. Minki membantu Yuhee berdiri dan memegangi kepala Yuhee yang terkene bola.

"gwaencanha?" tanya Minki.

Ia membantu Yuhee merapikan rambutnya. Salah satu dari pemain itu pun menghampiri mereka.

"gwaencanha?" tanya orang itu.

Minki yang mendengar suara orang itu menghampirinya dan mencengkram kerah baju orang itu. Ia tampak sangat kesal. Yuhee yang melihat itu segera melerai mereka.

"Minki~ya nan gwaencanha" ucap Yuhee.

"Mianhe" ucap pemain basket tadi.

"gwaen.. eoh, Sunbae~nim"

Kata-kata Yuhee terputus saat mengetahui siapa orang tersebut.

"kau mengenalnya?" tanya Minki heran.

Perlahan-lahan ia melonggarkan cengkramannya.

"dia Sunbae yang menolong kita waktu itu" jawab Yuhee.

"jinjja? Eoh, mianhe Sunbae"

Cengkramannya Minki pun terlepas.

"ah, ani~ya. Ini salahku" balas Sunbae sambil senyum.

DEG! 'yak! Wae geurae?' tanya Yuhee dalam hati pada dirinya sendiri. Saat melihat senyum Sunbae tiba-tiba ia merasa detak jantungnya bergerak dengan cepat. Ia memegangi dadanya.

"kita belum berkenalan. Namaku Lee Junki!" Sunbae memperkenalkan diri sambil mengulirkan tangan.

Minki pun menyambut uluran tangannya. "Choi Minki. Ini Yuhee dan ini Seulbi" ucapnya.

"yah bagaimana ini? Tugasnya belum selesai" kata Seulbi saat mereka keluar dari perpustakaan dan menuju ke bangku taman.

Dengan muka sedih dan kecewa, mereka bertiga duduk dibangku taman serentak.

"ada yang bisa saya bantu?"

Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka.

"eoh, sunbae" ucap mereka serentak.

"yak kenapa kalian seserentak ini memanggilku?" Junki melepaskan aerphone yang semula ada di telinganya.

"ada yang bisa kubantu?" ia mengulangi pertanyaannya.

"Kim Seongsaeng~nim memberi kami tugas menyuruh kami mencarinya ke perpustakaan, tapi hasilnya tidak ada" jawab Seulbi panjang lebar. Yuhee dan Minki hanya mengangguk mengiyakan.

Junki mengambil buku yang ada di tangan Seulbi dan membuka beberapa halaman.

"saya punya buku tentang pelajaran ini" kata Junki.

"jinjja?" mereka serentak lagi.

"kalau kalian mau, nanti sepulang sekolah mamoirlah ke rumahku"

"oh Minwoo Oppa my angel" kata Yuhee, pelan.

"nugu?"

Mekipun sangat pelan tapi masih bisa didengar oleh Minki.

"akhirnya kita mendapatkan bukunya" ucap Yuhee setelah mereka bertiga keluar dari rumah Junki.

"haahh.. syukurlah ada Junki sunbae" kata Seulbi legah, bagaikan orang melepas kepenatan.

Dan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang, dengan muka gembira sambil sesekali ketawa-ketawa. Dan tanpa terasa Minki sudah sampai didepan rumahnya.

"kalian tidak mampir dulu?" tawar Minki.

"Ani, gomawo!" jawab Seulbi.

"geurae.. annyeong!"

"annyeong!" jawab Yuhee dan Seulbi bersamaan sambil memamerkan senyum mereka.

DEG! Ada perasaan aneh pada diri Minki saat melihat senyum Yuhee. 'ige mwoya? Apa yang terjadi dengan diriku?' ucapnya dalam hati. Ia memejamkan matanya sambil menggelengkan kepala untuk menghilankan pikiran anehnya.

'To : Yuhee

Yuhee~ya apa kau sudah mengerjakannya? By : Minki'

Minki memutuskan untuk mengirim pesan ke Yuhee untuk mengetahui tugas dari Kim Seongsaengnim itu. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Yuhee pun membalasnya.

'ajig!' isi pesan Yuhee.

Minki yang tadinya berbaring di atas kasur dengan segera merubah posisinya menjadi duduk karena melihat pesan Yuhee.

"apa yang dilakukan anak ini?" gerutu Minki pada Handphonenya.

'waeyo?' ia kembali membalas pesan itu.

'nan bappa!'

"mwo?" teriak Minki, tiba-tiba.

"yak! Apa yang di lakukan ank ini?" tanyanya pada diri sendiri.

'yak! Memangnya apa yang kau lakukan?'

'menggambar'

'menggambar? Apa kau bisa?'

'tentu saja!'

'boleh aku melihat gambarmu?'

Setelah menunggu sekitar lima menit, akhirnya Yuhee pun membalas pesan dnegan pesan gambar.

'Me and Minwoo Oppa!' tulisnya pada pesan gambar itu.

Di pesan gambar tersebut, Ia mengambil selca bersama hasil gambarnya. Minki memperhatikan gambar Yuhee itu. 'pintar juga dia' pikirnya. Setelah puas memandangi hasil karya Yuhee, matanya beralih pada foto Yuhee yang tersenyum manis. DEG! 'perasaan ini lagi' ucap Minki dalam hati. Ia memgangi dadanya yang tersa berdetak begitu cepat tanpa mengalihkan pandangannya dari foto Yuhee. Tiba-tiba sebuah pesan membuyarkan lamunannya.

'eotte?' ternyata pesan dari Yuhee.

'yak! Shin Yuhee ini bukan gambar, tapi coretan anak kecil' canda Minki.

Ia terkekeh sendiri melihat pesannya.

Seorang siswa sekolah tengah menikmati kesejukan udara di taman sekolahnya. Ia duduk dibangku sambil menengadahkan kepala keatas. Ia memejamkan mata sambil sesekali bersenandung kecil mengikuti irama lagu yang ia dengar melalui mp3nya.

"Junki Sunbae!" panggil seseorang dari sampingnya. Ia membuka mata untuk melihat orang yang memanggilnya.

"eoh, Yuhee~ya" ia merubah posisinya.

"Junki Sunbae, gomawo"

Yuhee memberikan buku yang dipimjamnya beberapa hari lalu. Dengan segera Junki pun meraihnya dengan tersenyum.

"kalau kalian butuh bantuan lagi berutahu aku, siapa tau aku bisa membantu" kata Junki.

Yuhee menjawabnya dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum. Junki mengacak pelan rambut Yuhee danikut senyum. 'senyum itu..' Yuhee memegangi dadanya yang terasa berdetak begitu cepat.

"kk..kkhalke, annyeong!" pamit Yuhee, gugup.

Junki heran melihat tingkah Yuhee yang tiba-tiba berubah seperti orang panik, tapi ia tidak ambil pusing karena menurutnya itu lucu.

'ige sarangilkka?' kata itulah yang terus ada dalam benak dua anak manusia ini. Mereka tidak tau perasaan mereka masing-masing atau lebih tepatnya belum tau. Mungkin seiring berjalannya waktu semua akan jelas...

"Minki Oppa, kau mau ke kanting?"

Seorang yeoja dengan swetter pink yang menutupi seragam sekolahnya datang menghampiri Minki dan dua teman lainnya. Yeoja itu datang dari arah belakang mereka. Ia adalah siswa kelas Ib yang merupakan tetangga kelas Minki.

"hmm! Wae?" jawab Minki dengan santai. Ia menaruh kedua tangannya kedalam saku celananya, itu merupakan gaya khas seorang Choi Minki.

"kajja! Urineun katchi" yeoja itu dengan santainya melingkarkan tangannya pada tangan Minki tanpa menghiraukan kedua teman Minki yaitu Yuhee dan Seulbi.

Kedua sahabaatnya itu hanya terkekeh melihat kejadian itu. Minki yang menyadari hal itu segera menaarik tangannya dari yeoja itu.

"Youngeun~a pergi bersama mereka, saya ingin ke toilet dulu" minki beralasan agar bisa menghindar dari yeoja tersebut.

Youngeun baru menyadari keberadaan dua orang itu.

"baiklah, oppa gidarieyo" ucapnya Youngeun dan pergi tanpa menajak Yuhee maupun Seulbi. Ia hanya berpamitan pada Minki.

"'oppa gidarieyo' hahaha…" tawa Yuhee dan Seulbi meledak setelah Seulbi menirukan gaya dan suara Youngeun tadi. Mereka tidak henti-hentinya mengolok-ngolok namja cantik itu.

Minki yang sedari tadi mendengar itu mencoba untuk sabar. Meskipun dengan wajah datar ia mencoba untuk tidak peduli dengan ejekan temannya itu. Ia berjalan mendahului mereka.

"Yak! Apa kau marah?" Yuhee dan Seulbi berusaha mengejarnya.

"ani" jawab Minki mencoba untuk tenang.

"tampaknya dia marah" ucap seulbi yang berada di samping kiri Minki.

"kau marah" ulang Yuhee. Kali ini ia mengayung-ayungkan lengan Minki.

Minki yang merasa terganggu menghentikan langkahnya. Dan dua sahabatnya itu segera berdiri di hadapannya.

"jebal geumanhe" kata Minki, pasrah.

"geurae, arasseo. Kami tidak akan menggodamu lagi"

Yuhee meraih tangan kedua sahabatnya itu dan menarik mereka untuk kembali berjalan pulang.

'nan neoui boyfrieng e-e-e..' Yuhee menghentikan aktivitasnya di meja belajr setelah mendengar handphonenya berdering. Ia beranjak dari kursi menuju tempat tidur kecilnya untuk mengmbil handphonenya.

"yeoboseyo" terdengar suara sang penelpon setelah Yuhee menekan tombol 'terima'.

"eoh, Seulbi~ya wae?" tanya Yuhee.

"ani, geunyang. Noe jigeum mwohae?"

"tadi saya mengerjakan tugas rumah" Yuhee mengambil posisi berbaring sambil memeluk boneka beruang kesayangannya.

"chamkanman, saya akan menghubingi Minki juga"

"hmm.."

Hanya menunggu beberapa detik, Minki pun mengangkat telponnya.

"yeoboseyo" kata Minki.

"Oppa neo jigeum mwohae?" tanya Seulbi dengan nada manja mengikuti gaya Youngeun saat di sekolah. Sementara Yuhee tidak bisa menahan tawanya.

"yak! Lee Seulbi geumanhae" pinta Minki.

"Oppa wae" Seulbi tak menghiraukan sahabatnya itu.

"kalau tidak ada hal penting aku tutp teleponnya sekarang" ancam Minki. Yuhee tak henti-hentinya tertawa mendengar dua sahabatnya itu.

"utjuma!" kata Minki pada Yuhee yang mulai kesal

"Seulbi~ya geuman,nanti ia benar-benar menutup teleponenya" kata Yuhee masih belum berhenti sepenuhnya.

"geurae arasseo" jawab Seulbi.

"Minki~ya neo jigeum mwohae?" tanya Yuhee pada Minki.

"eobseo" jawab Minki singkat.

"chingudeul, besok saya tidak masuk sekolah" ucap Seulbi, tiba-tiba.

"waeyo?" Minki dan Yuhee bertanya bersamaan.

"neo apa?" tanya Yuhee khawatir.

"aniya, besok saya akan ke kuil berama Eomma dan Appa" jelas Seulbi.

"oh.."

"oh ya, Minki~ya tadi Youngeun meminta nomor teleponmu" kata Seulbi

"apa kau memberikannya?" terdengar nada takut dari pertanyaan Minki.

"issh, tentu saja tidak. Mana mungkin aku memberikannya tanpa persetujuanmu"

"syukurlah" ucap Minki legah.

"tadi di sekolah Dongsoo mencarimu Seulbi~ya" kata Minki.

"Dongsoo yang rambut keriting itu?" tanya Yuhee tiba-tiba.

"hmm.." Minki hanya berdehem mengiyakan.

"waeyo?" tanya Seulbi, heran.

"sepertinya dia menyukaimu" tawa Yuhee tiba-tiba meledak mendengar jawaban Minki.

"yak! Choi Minki kau mau balas dendam? Leluconmu sama sekali tidak lucu" Seulbi berubah kesal.

"aniya, nan jinjja~ya" Minki meyakinkan.

"sudahlah apapun alasannya aku tidak mau mendengarnya lagi"

Seketika Minki ikut tertawa bersama Yuhee. Sementara Seulbi masih merasa kesal.

"Minki~ya, kenapa kau tidak menyukai Youngeun. Dia cantik, baik dan lagi, dia memanggilmu Oppa. Bukankah dia sangat sopan? Kenapa kau tidak mau?" tanya Yuhee penasaran.

"aku hanya tidak menyukainya" jawab Minki.

"wae?"

"aku lebih menyukai orang lain. Dan aku akan menunggunya" suara Minki berubah pelan.

"nugu?" tanya dua yeoja itu, penasaran.

Mereka menunggu jawaban Minki beberapa saat, tapi tak kunjung ada jawaban. Mereka memanggil namja cantik itu bergantian.

"sepertinya dia tidur" tebak Seulbi.

"hmm, sepertinya begitu. Kita juga harus tidur"

"geurae, jaljjayo Yuhee~ya".

Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas harian. Burung-burung yang terbang bebas mengeluarkan kicauan khas berlomba-lomba memamerkan suara terbaik mereka. Matahari sudah mengeluarka sinar kesejukan dari arah timur. Sebagian orang sudah berkeliaran di jalan untuk memulai aktivitas mereka. Tapi, berbeda dengan yeoja cantik dan baik ini. Ia masih setia memeluk boneka beruangnya di atas tempat tidurnya tanpa berniat membuka mata.

TOK!TOK!TOK!

"Yuhee~ya ireona" kata seorang wanita paruh baya dari balik pintu bercat putih itu.

Yuhee yang mendengar itu berusaha untuk membuka matanya dan mencoba untuk meregangkan otot-ototnya.

"palli ireona" suara itu terdengar lagi.

"ne Eomma!" jawab Yuhee, malas. Ia duduk untuk mengembalikan ingatannya sepenuhnya sebelum beranjak ke kamar mandi. Ia meraih handphone dan melihat jam. Ia membulatkan mata setelah melihat jam menunjukkan pukul 7.30.

"omo! Saya bisa terlambat" ucaonya dan mulai berlari menuju kamar mandi.

"kenapa Eomma baru membangunkanku?" gerutunya dari dalam kamar mandi.

"Eomma pikir Seulbi akan datang pagi lagi"

"hari ini Seulbi tidak masuk".

Setelah selesai berbenah Yuhee menghampiri Eommanya untuk berpamitan.

"Appa eodi?" tanya Yuhee.

"Appa berangkat lebih awal. Katanya masih banyak tugas yang harus selesai pagi ini" jawab Eomma.

"yah, hari ini aku benar-benar akan terlambat. Eomma aku pergi dulu"

"kau tidak sarapan dulu?"

"ani, aku sarapan disekolah"

"Shin Yuhee tadi kau terlambat dan sekarang kau tidak membawa tugas rumah?" kata Kim seongsaengnim yang terdengar marah.

"jeosonghamnida seongsaengnim" kata Yuhee menunduk.

"sebagai hukumannya, nanti sepulang sekolah kau harus mengerjakan tugas rumah itu disini, setelah itu baru kau bisa pulanng"

"ne seongsaengnim"

"kenapa kau bisa terlamba?" tanya Minki.

Sekarang mereka berjalan menuju taman.

"Eomma pikir Seulbi akan datang datang pagi lagi, jadi ia tidak membangunkanku" jawab Yuhee. Minki hanya ber'oh' ria menanggapinya.

"oh ya, semalam ku mengatakan kau menyukai seseorang dan akan menunggunya. Geuyeojaneun nugu?" tanya Yuhee antusias.

"benarkah saya mengatakan itu?" Minki balik bertanya. Yuhee mengangguk.

"tapi saya tidak ingat" lanjut Minki.

"yah, aku pikir kamu serius" kata Yuhee, kecewa.

'yeoja itu adalah kamu, Shin Yuhee' kata batin Minki sambil memperhatikan yuhee.

'hari ini aku harus mengatakannya pada Yuhee. Apapun jawabannya, aku tidak peduli. Ya, aku harus mengatakannya.'

"mianhe Yuhee~ya aku tidak bisa menemanimu. Aku harus pulang lebih awal" ucap Minki.

"oeh, gwaencanha" balas Yuhee

"jinjja gwaencanha" Minki memastikan. Yuhee hanya tersenyum mengiyakan.

"annyeong Yuhee~ya" Minki keluar dari kelas meninggalkan Yuhee sambil tersenyum. 'ada apa dengannya?' pkir Yuhee.

Yuhee pun kembali mengerjakan hukumannya itu sendiri.

"akhirnya selesai juga" ucap Yuhee legah karena hukumannya sudah selesai ia kerjakan.

Ia pun keluar dari ruang guru dan menuju gerbang.

"Yuhee~ya, chamkanman!" teriak seseorang dari arah lapangan basket pada Yuhee. Ia membalikkan badan untuk melihat orang itu.

"Junki sunbae?"

Orang yang memanggilnya adalah Junki. Junki segera mengambil tas dan bola yang sedari tadi ia mainkan sendiri.

"eoh, Sunbae kenapa belum pulang?" tanya Yuhee, heran.

"aku menunggumu"

"ne?"

"kajja" Junki terus saja berjalan tanpa menjawab pertanyaan Yuhee

"kemana dia? Kenapa lama sekali?" kata Minki sambil menendang-nendang kerikil kecil di depannya.

Ternyata minki menunggu Yuhee di depan pintu keluar sekolah. Setelah berucap, Yuhee pun muncul.

"itu dia" ucap Minki.

Ia baru akan melangkah menghampiri Yuhee, tiba-tiba berhenti. Ia melihat orang yang ada disamping Yuhee. Ya, Yuhee tak sendiri. Ia kembali melangkah mundur bersembunyi dari mereka. 'Junki sunbae' kata Minki dalam hati. Minki mengikuti mereka dari belakang yang berjalan pulang. Ia tidak mendengar kata apapun dari mereka berdua. Keduanya hanya diam. Hingga beberepa saat Junki memulai percakapan.

"Yuhee~ya, nae yeojachingu gadweojullae" tanya Junki tiba-tiba.

"ne?" bukannya Yuhee tidak mendengarnya, tapi ia begitu kaget mendengar pertanyaan Junki itu.

"nae yeojachingu gadweojullae" ulang Junki dengan susah payah. Ia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

"gapjagi waeire?" tanya Yuhee, balik

. "gapjagi aniya. Nan niga jinjja joahae, nan jinsimiya"

Yuhee menundukkan kepala, tampak berpikir. Ia masih belum bisa menjawab karena menurutnya ini terlalu cepat.

"eottaeyo?" tanya Junki.

Yuhee menghentikan langkahnya. Ia terdiam beberapa saat sebelum menjawabnya. Setelah beberapa saat, ia pun menganggukkan kepala menyetujuinya. Yuhee tersenyum malu.

"jinjja?" tanya Junki sedikit tak percaya. Junki memegang kedua lengan Yuhee.

"ne" jawab Yuhee pelan, masih dengan menundukkan kepala.

Junki tersenyum senang. Hingga tanpa sadar ia memeluk Yuhee.

"gomawo" ucapnya kemudian.

Sementara ditempat lain Minki masih terus Karena cukup jauh Minki tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Alisnya bertautan saat melihat Junki memegang lengan Yuhee. Dan seketika Junki memeluk Yuhee. Matanya memerah menahan marah dan mengepalkan tangannya melihat kejadian itu. Marah, kesal, kecewa dan pastinya cemburu yang sekarang Minki rasakan. Meskipun ia tidak tau apa yang mereka bicarakan. "apa yang mereka katakan?"

TBC...