My Destiny

"babbina ppang?" saat ini Yuhee dan kedua sahabatnya itu berada di kanting sekolah setelah jam pelajaran pertama selesai.

"babbiyeoyo" jawab Minki, malas.

"nado" sambung Seulbi sambil mengacungkan jari telunjuknya.

"ahjumma, kami pesan nasi untuk tiga orang" teriak Yuhee pada penjaga kantin.

"ne. baro gatda deurigesseumnida" balas ahjumma.

Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang.

"selamat makan" seru Yuhee dan Seulbi.

Mereka makan dalam diam. Tapi Seulbi sedari tadi memperhatikan kedua sahabatnya itu. Sepertinya ia membanding-bandingkan wajah keduanya. Karena ekspresi keduanya sangat berbeda. saja mengikuti mereka.

Yuhee sedari tadi senyum-senyum, sementara Minki seperti orang yang sedang putus asa. Ya, mungkin muka Minki selalu seperti itu setiap harinya. Pikir Seulbi.

"dari tadi saya lihat kamu senyum-senyum terus. Neo wae geurae?" tanya Seulbi memicingkan matanya pada Yuhee.

"geurae? Tapi saya merasa biasa saja"

"neo nugu joahaji?" sepertinya Seulbi dapat membaca ekspresi wajah Yuhee.

Yuhee menganggukan kepala perlahan-lahan tampak malu-malu untuk mengakuinya.

"nugu?" tanya Seulbi lagi.

Minki yang tampak tak peduli dengan percakapan mereka ternyata sedari tadi menyimaknya. Ia memperlambat suapannya untuk mengetahui jawaban Yuhee.

"Junki Sunbae" jawab Yuhee, pelan. Minki yang sudah mendengarnya merasa ingin segera pindah dari tempat itu. Ia tidak ingin mendengar lagi percakapan mereka selanjutnya. Ia mempercepat suapannya agar makanannya segera habis dan segera pindah dari tempat itu.

"apa kalian berpacaran?"

"hmm.."

"uhuk.. uhuk" Minki tersedak makanannya sendiri. Ia cukup kaget mendengar pengakuan Yuhee itu.

"cheoncheonhi meokgo" yuhee memberikan segelas air pada namja cantik itu.

"yak, eonjae?" Seulbi tidak menghiraukan Minki yang tersedak itu, ia lebih penasaran pada yuhee.

"kemarin"

"wahh daebak".

Yuhee duduk di bangku taman sekolah sambil menikmati udara siang hari. Ia hanya sendiri. Junki datang menghampirinya sambil menikmati musik dari mp3 playernya. Ia ikut duduk. Yuhee yang sedari tadi masih sibuk dengan bukunya tidak menghiraukan kedatangan Junki. Merasa tidak di perdulikan, Junki memasangkan salah satu earphone ke telinga Yuhee. Yuhee hanya menoleh kaget kearah Junki dan dibalas senyum oleh Junki.

Setiap jam istirahat Yuhee dan Junki akan duduk bersama di bangku taman itu. Banyak kenangan mereka lalui di taman itu. Seperti saat ketawa bersama, saat Yuhee marah, senang, sedih dan bahkan belajar bersama. Sampai-sampai mereka mengukir nama mereka di bangku itu yang bertuliskan '준희(JunHee)' gabungan nama mereka. Tidak jarang siswa-siswa lain menyebut bangku itu dengan 'bangku JunHee'.

"yeahh aku menang.." seru Junki saat memasuku kelas Yuhee. Keadaan kelas Yuhee saat ini sudah sangat sepi karena siswa lain sudah pulang. Sedanngkan Yuhee masih sibuk dengan tugas-tugas yang diberikan Kim seongsaengnim padanya.

"Sunbae wae?" Yuhee menghentikan kegiatannya sejenak untuk bertanya.

"aku menang bermain basket" jawab Junki bangga.

Yuhee kembali melanjutkan mengerjakan tugas-tugasnya.

"Shin Yuhee, kau tidak senang atau bangga padaku?" Junki bertanya setelah melihat Yuhee yang tampak tak perduli.

"untuk apa? Itu hal yang biasa" jawab Yuhee, acuh.

"Biasa?"

"hmm.. Minki juga pernah menang bermain basket"

"lalu, apa yang menurutmu tidak biasa"

"kerjakan soal ini" Yuhee menuliskan satu soal matematika di papan tulis. "ini sangat sulit" Yuhee seperti sedang menakut-nakuti Junki. Ia memberikan spidol ke Junki.

"kalau saya berhasil mengerjakannya, apa imbalannya?" Junki mengambil spidol itu.

"hmm.." Yuhee tampak berpikir sejenak. "apapun" lanjutnya.

"joah"

Selagi Junki mengerjakan soal itu, Yuhee kembali mengerjakan tugas-tugasnya. Sesekali Yuhee melirik kearah papan tulis sambil tersenyum.

Tanpa terasa 10 menit sudah berlalu. Junki masih saja mengerjakan soal itu. Meskipun beberapa kali salah, tapi ia tidak menyerah.

"menyerahlah" ucap Yuhee. Junki tak menghiraukan, ia terus saja mengerjakannya.

"selesai" Junki berbalik menghadap ke arah Yuhee, ia memperlihatkan hasil pekerjaannya.

"eo?" Yuhee melihat kearah papan tulis, dan benar saja Junki sudah selesai mengerjakannya. Ia berjalan ke papan tulis untuk melihat hasilnya dan tak lupa juga buku catatannya.

"wahh daebak!" kagum Yuhee saat menyamakan jwaban Junki dengan buku catatannya. "padahal tadi Kim seongsaengnim susah mendapatkan jawabannya" kata Yuhee lagi. "baiklah, sunbae menang. Katakan apa permintaan Sunbae?" Yuhee menyandarkan badannya pada papan tulis.

"permintaanku.. hmm.." Junki tampak berpikir. Ia menaruh telunjuknya pada bibirnya. Ia kemudian perlahan-lahan mendekati Yuhee.

"m. ?" Yuhee berubah gugup.

"ini permintaanku"

Kini jarak mereka semakin dekat. Yuhee semakin gugup, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena saat ini tangan Junki sudah berada di kedu sisinya. Yuhee dapat merasakan nafas Junki menerpa permukaan kulitnya. Junki terus saja mendekatkan mukanya pada Yuhee dan CHU!. Junki mengecup pelan bibir Yuhee. Hanya mengecup, tidak lebih.

Yuhee terus saja menatap lurus tanpa ekspresi. Ia masih kaget dengan tindakan Junki sedetik yang lalu.

"yeeaahh… aku menang!" seru Junki senang dan berlari keluar kelas. Sementara Yuhee masih tetap pada posisinya. Di dalam pikirannya saat ini hanyalah 'my first kiss'. Setelah suara Junki tak terdengar lagi, ia pun kembali ke meja untuk melanjutkan tugasnya tadi. Sesekali ia tersenyum sambil memegangi bibirnya.

Junki kembali dengan membawa sekaleng minuman. Ia menaruh minuman itu di meja dan ikut duduk di samping Yuhee. Yuhee yang tadinya sudah marasa lebih baik, kembali gugup karena Junki duduk di sebelahnya. Ia mempercepat tempo menulisnya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Menurutnya. Tapi ternyata sama saja, ia masih saja gugup. Justru karena terlalu cepat menulis ia ia mencoret-coret bukunya karena salah.

"pelan-pelan saja menulisnya" kata Junki. Ternyata sedari tadi ia memperhatikannya.

Karena kaget, Yuhee berhenti menulis. Ia jadi salah tingkah. Yuhee melihat-lihat seisi kelas untuk menemukan topik pembicaraan. Hingga matanya tertuju pada kaleng minuman yang masih tersegel itu.

"kenapa kau hanya ada satu? Saya juga haus" kata Yuhee menunuk dengan pulpen kaleng itu. Junki meraih kaleng itu dan membukanya.

"ini untukmu"

" ?"

"minumlah" Junki menukar pulpen yang ada di tangan Yuhee dengan minuman itu. Yuhee hanya diam memegangi kaleng itu, sementara Junkimengambil alih tugas Yuhee.

Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa hubungan mereka sudah berjalan hampir empat bulan. Selama itu mereka saling mengenal satu sama lain. Selama itu pula Junki semakin dekat dengan teman-teman Yuhee. Dan Minki pun sudah bisa menerima kenyataan kalau ternyata Yuhee hanyalah sahabatnya, ia masih bersyukur karena masih bisa dekat dengan Yuhee meskipun sebagai sahabat. Meskipun begitu, Minki tetaplah Choi Minki. Namja cantik yang tetap tak menghiraukan yeoja-yeoja yang mendekatinya. Hingga saat ini masih belum mempunyai YuChin. Sedangkan Seulbi sudah memiliki NamChin yaitu Dongsoo si rambut keriting. Kadang Minki sendiri karena di tinggal kedua temannya itu. Tapi ia tidak ambil pusing karena menurutnya lebih baik sendiri dari pada mendengarkan kedua sahabatnya itu bercerita tentang NamChin mereka.

Pagi ini keluarga Shin sedang menikmati sarapan pagi mereka. Sedari tadi Yuhee terus saja memainkan hanphonenya itu sambil sesekali menyuapkan roti ke mulutnya. Eomma dan Appa yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.

"tentang Sunbaemu itu…" eomma menggantung kata-katanya. "kalian semakin dekat, tapi kenapa kau masih memanggilnya Sunbae? Kenapa bukan Oppa?" lanjut Eomma.

"hanya tidak terbiasa" jawab Yuhee. "kenapa Seulbi belum datang juga?" Yuhee memandangi keluar jendela.

Setelah selasai sarapan, Yuhee pun berangkat sekolah. Ia berjalan sendiri, Seulbi tak datang kerumahnya pagi ini. Ia menyipitkan mata memastikan dua orang yang berada kira-kira 100m darinya. Sepertinya dia mengenal orang itu.

"Seulbi~ya Minki~ya" teriaknya saat mengetahui dua orang tersebut. Sedetik kemudian ia berlari kecil ke temannya.

"yak, kalian tega sekali. Kenapa kalian meninggalkanku, eoh?" kata Yuhee dengan nafas yag terengah-engah.

"kami pikir kamu akan bersama Junki sunbae" kata Seulbi.

"Yuhee~ya" seseorang memanggil Yuhee dari arah belakang.

"oeh Junki suunbae". Junki yang baru saja muncul dari arah persimpangan menghampiri mereka.

"kajja" Minki menarik tangan Seulbi untuk berjalan.

"Choin Minki kau mau meninggalkanku?" kata Yuhee, kesal.

"disini ada Junki sunbae, jadi kami duluan saja" jawab Minki. Seulbi hanya diam, ia bingun harus menurut pada siapa.

"kita jalan bersama saja" ucap Junki memengahkan.

"eoh geurae" timpal Seulbi.

Mereka pun jalan bersama. Yuhee dan Seulbi berjalan di depan sementara Junki dan Minki di belakang.

"Minki~ya neo Yuchin isseo?" tanya Junki.

"eobseo" jawab Minki, datar.

"wae?"

"karena dia takut yeoja" Seulbi ikut berbicara.

"mwo?" Minki tidak terima tuduhan Seulbi tersebut.

"ah, matta. Kau pernah mengatakan menunggu seseorang. Nugu?" tanya Seulbi.

"eonjae?" entah Minki tidak tau atau hanya berpura-pura lupa.

"waktu itu, di telepon" Seulbi berusaha mengingatkan.

"aku tidak ingat"

"saat itu Minki tidur sambil berbicara, jadi dia tidak ingat" Yuhee menjelaskan. Seulbi mengangguk mengerti.

"Yuhee~ya besok hari libur, bagaimana kalau kita ke taman?" tanya Junki.

"ne?" Yuhee jadi salah tingkah, sementara Seulbi dan Minki merasa canggung. Junki baru sadar kalau ucapannya itu membuat mereka sedikit risih.

"kalian juga bisa ikut" ajak Junki pada Minki dan Seulbi.

"ah, aniyo" ucap Minki dan Seulbi bersamaan.

"eoh geurae. Eottaeyo?" ia beralih pada Yuhee.

"bagaimana ya, kalau besok tidak hujan. Saya akan datang".

Pagi ini, bunga bermekaran ditaman Jeollabuk-do menebarka aroma khasnya. Beberapa orang memanfaatkan waktu libur mereka dengan rekreasi ditaman tersebut. Di taman tersebut tampak seorang namja duduk dibangku taman dibawah pohon yang lumayan lebat sambil mendengar musik dari mp3nya. Ia memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya. Sesekali ia melihat ke jam tangannya. Sudah hampir setengah jam ia menunggu. Tapi orang yang ditunggu belum tampak juga. Raut wajah yang tadinya tampak bahagia kini berubah menjadi kecewa sekaligus khawatir. Ia berdiri, berniat meninggalkan tempat itu. Tapi tiba-tiba senyumnya mengembang saat melihat orang yang ada di ujung jalan sana. Seorangyeoja yang menggunakan mini dress hitam selutut dan dilapisi swetter putih. Selain tas selempang ia juga membawa beberapa lembar kertas yag berkuran 20x30 cm.

"aku sudah bosan menunggu nona Shin" kata namja itu dan mengambil kertas yang ada di tangan yeoja tadi.

"sunbae ttaemune. Kenapa menyuruhku memakai baju hitam, sementara sunbae memakai baju putih" protes yeoja.

"arasseo, Mianhe. Eoh?"

"apa yang harus aku lakukan?" tanya Yuhee.

"menggambar"

"menggambar apa"

"na"

"mwo? Sirheo"

"Yuhee~ya jebal, hanbeonman. Eoh?" pintah Junki.

"tapi dengan satu syarat"

"mwo"

"Sunbae harus bernyanyi"

"hmm.. geurae. Kau harus menggambarnya dengan benar, jangan sampai merusak wajahku yang tampan ini" kata Junki. Yuhee yang mendengarnya hanya berdecak kesal. Ia pun memulai menggambarnya.

"Yuhee~ya kalau seandainya aku pergi, apa kau akan ikut?" tanya Junki.

"geurom" jawab Yuhee singkat dan terus saja menggambar.

"kalau tempat itu jauh?"

"eodie? Seoul? Kalau hanya di Seoul aku akan ikut"

"ani~ya, tempatnya sangat jauh"

"Sunbae gga kamyeon jeodo kayo" jawab Yuhee meyakinkan.

"andwae, kau harus tetap disini bersama cita-citamu"

"tapi Sunbae mengatakan kalau Sunbae akan melindungiku" ucap Yuhee, sedih.

"naega nol jikyeojulge, hajiman kkeutkkaji aniyeyo"

"wae?"

"yak, Shin Yuhee. Didunia ini tidak ada yang selamanya dan saya tidak percaya pada kata 'selamanya'" kata Junki menjelaskan. "sudah teruskan saja menggambar".

"geurae saya akan bersama Minwoo Oppa" ucap Yuhee, polos.

"apa hebatnya Minwoo itu, lebih baik juga Kim Myungsoo"

"nugu?"

"L INFINITE"

"L? yak Minwoo oppa lebih imut. Hahaha…." Yuhee menertawakan jawaban Junki.

"lihat saja nanti kau akan memilihnya" kata Junki. "maldo andwae Lee Junki~ssi" balas Yuhee.

"cha, akhirnya selesai juga" Yuhee memberikan kertas hasil gambarnya pada Junki.

"ini bukan aku. Ini gambar Minwoo, kau hanya menambahkan earphone ini 'kan?"

"sunbae, neo molla? Kau itu mirip Minwoo Oppa" kata Yuhee.

"mwo? Naega?" Junki menunjuk dirinya sendiri. "maldo andwae".

"apa kau tidak pernah bercermin?"

Junki kembali memandang gambar itu sambil memegangi wajahnya.

"kau itu sangat mirip dengannya" kata Yuhee lagi.

"geureonikka, karena itu kau menyukaiku? Karena aku mirip Minwoo, keutji?" goda Junki.

"a..a..ni, mwoya?" Yuhee gelagapan.

"sudahlah mengaku saja"

"bernyanyilah" Yuhee berusaha mengalihkan pembicaraan.

"karena gambarnya tidak bagus, saya tidak mau menyanyi" Junki menggulung kertas itu dan berdiri. "kajja!" ia mengulurkan tangannya pada Yuhee.

"eodie?" tanya Yuhee.

Tanpa menjawab, Junki segera meraih tangan Yuhee dan menariknya berlari kecil menjauh dari bangku itu. Mereka mengelilingi taman itu. Bermain pada permainan anak-anak yang ada di taman itu. Bermain di pinggir danau buatan, sampai berfoto bersama. Mereka menghabiskan waktu liburan kali ini di taman itu.

Hari sudah hampir menjelang sore. Orang yang berada di tamana semakin berkurang. Mereka juga memutuskan untuk pulang.

"kajja jibe gasseo" kata Junki. "kajja" jawab Yuhee.

Junki mengulurkan tangannya. "wae?" tanya Yuhee, tidak mengerti maksud Junki.

Junki menggoyangkan perlahan tangnnya, pertanda kalau ia ingin Yuhee menggandengnya.

"shireo" ucap Yuhee setelah mengetahui maksudnya. Ia memilih berjalan mendahului Junki.

"Yuhee~ya, kenapa kau memanggilku sunbae terus?" tanya Junki. Yuhee tak menjawabnya. "panggil aku Oppa" pinta Junki.

"shireo" tolak Yuhee.

"wae?"

"aku tidak biasa" jawab Yuhee, asal.

"coba katakan, hanbeonman. Eoh?" Junki memohon.

"georae. Oppa," kata Yuhee membuat Junki tersenyum. "Minwoo Oppa" lanjut Yuhee, seketika senyum Junki memudar. Yuhee tertawa melihat perubahan ekspresi wajah Junki.

"utjima"kata Junki, kesal.

Mereka terus berjalan hingga tiba di depan rumah Yuhee.

"apa kau senang?". Yuhee menganggukkan kepala mengiyakan. Sekarang mereka berdiri didepan rumah Yuhee.

"masuklah" kata Junki.

"ani, sunbae pulang saja dulu" bantah Yuhee.

"kalau begitu kau masuk dan aku pulang" saran Junki.

Mereka pun berjalan berlawanan arah. Yuhee menuju gerbang dan Junki berbalik menuju kerumahnya.

"chankamman!" kata Junki tiba-tiba dan menghentikan langkahnya begitupun dengan Yuhee.

Junki berbalik arah dan berjalan menuju Yuhee yang sudah berbalik juga. Tanpa mengatakan apapun ia tiba-tiba memeluk Yuhee. Yuhee yang menyadari itu hanya dian tanpa mengeluarkan kata-kata atau membalas pelukannya.

"gomawo" ucap Junki lirih, masih dengan memeluk Yuhee.

"untuk apa?" tanya Yuhee heran.

"untuk semuaya" jawab Junki. "bisa kau memanggilku oppa? Hanbeonman,eoh?" pintah Junki lagi. Ia mulai melepaskan pelukannya dan menatap Yuhee.

"Junki Oppa" entah keberanian dari mana Yuhee dapat mengatakannya.

"gomawo". Kali ini Junki mencium kening Yuhee. "saranghae" lanjutnya.

Tanpa menunggu kata-kata dari Yuhee, ia pun berbalik arah menuju dan berjalan meninggalkan Yuhee yang masih diam mematung. Ia berlari dengan kencang. Sementara Yuhee sudah mulai sadar dan berjalan masuk ke rumahnya.

Junki terus saja berlari tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia merasa sangat bahagia. Ia masih saja berlari saat akan berbelok di persimpangan menuju rumahnya. Tanpa ia sadari sebuah truk datang berlawanan arah dengannya. BRAAK! Truk itu menabraknya. Junki pun tergeletak tak berdaya dijalan. Sedetik kemudian penduduk sekitar berkumpul mengermuni Junki.

Yuhee masuk kekamar dengan perasaan sangat senang. Ia membaringkan tubuhnya ditempat tidur minimalisnya sebelum beranjak ke kamar mandi. Membayangkan kejadian yang dilaluinya hari ini bersama Junki sambil sesekali tersenyum.

"jigeumi nan haengbokhae" kata Yuhee pada boneka beruangnya lalu bangkit dan menuju kamar mandi.

Setelah selesai mandi Yuhee menghampiri handphonenya yang ada ditempat tidurnya

"yak kenapa dia tidak menelpon?" ucapnya lirih lalu meletakkan handphonenya dengan kasar ditempat tidur. Sesaat kemuadian ia mengambilnya kembali. Ia teringat sesuatu. "dimana ya?" ia mengtak-atik hanphonenya hanya untuk mencari foto. "ini dia". Ia memperhatikan foto yang dia ambil hari ini. Itu foto selcanya bersama Junki. Ia terus memandangnya tanpa berkedip.

'nan naeui boyfriend eee'

"yak!" karena kaget ia menjatuhkan hanphonenya kelantai. "aisshh mengagetkan saja. Siapa ya yang menelpon?" ia memungut kembali handphonenya yang sudah mati itu.

"eoh Junsoo eonni? Wae geurae?" karena penasaran akhirnya Yuhee menelpon kembali Junsoo, kakak Junki.

"yeoboseyo"

"….."

"eoh Eonni wae?" tanya Yuhee.

"….."

"ne?"

"….."

"eonni kotjimal" meskipun bibirnya senyum tapi mata Yuhee berubah merah menahan air matanya yang akan tumpah

"andwae, maldo andwae" ia kembali menjatuhkan handphonenya bersamaan dengan tubuhnya yang terduduk dilantai. "andwae Junki sunbae, andwae…" dan menangis histeris.