Attention :

Terima kasih sudah review, readers!

*Cerita ini menceritakan tentang sasuino slight sasusaku. Jadi, dimohon pengertiannya ya xD Saya gak akan menistakan siapa-siapa kok Janji deh, nanti saku bahagia juga Awww (iyah, saya juga suka saku sih sebenernya.)

Jangan judge org sebelum tahu yg sebenernya, :D

.

.

.

Dope : 1 sl. obat bius seperti morfin, candu dsb. 2 sl. si tolol.

3 pernis. 4 sl. keterangan. –kkt. 1 mengobati. 2 memberi obat.

(cr: kamuslengkap)

*Anggap aja artinya seperti yang diatas/plakk*

Summary : Aku selalu dinilai sebagai orang yang 'tolol'. Aku selalu diremehkan dalam masalah percintaan. Hingga hari itu, aku dicap oleh temanku kalau aku 'pecandu cinta' yang mengejar pujaan hati. Akhirnya, hatiku seperti terbelah. Perih. Suatu hari, ia datang menghampiriku dengan pesonanya. Membuatku merasakan hal yang janggal, yaitu Cinta dan Kesakitan.

.

.

.

2). Amnesia

"Ugghh…"

Perempuan berambut pirang perlahan bangkit dari kasur yang lumayan lusuh. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, sembari melihat ke sekeliling ruangan.

KRIET

Pintu bercat cokelat tua itu terbuka pelan, lalu muncul sosok wanita cantik sambil membawa nampan berwarna biru malam. Ia tersenyum manis ketika melihat perempuan yang sedang duduk diatas kasur, perempuan tersebut tampak berpikir.

"Sudah merasa enak?" tanya wanita cantik itu sembari menyodorkan mangkuk berisi mie instan.

Perempuan itu mendongak, memandangnya bingung. "I-iya," ucapnya, kemudian ia mengambil mangkuk yang diberikan oleh wanita paruh baya tersebut.

Wanita itu tersenyum lagi. Lalu berkata, "Syukurlah," Ia melirik kearah pundak perempuan itu, memastikan ia benar-benar pulih atas kejadian yang menimpanya. "Namamu siapa?" tanyanya.

Perempuan berambut pirang otomatis menghentikan aktivitas makannya. "Namaku siapa?" Ia balik bertanya pada wanita yang ada di depannya.

Wanita cantik tertegun tatkala mengetahui kalau perempuan manis tersebut lupa dengan namanya sendiri.

"Ng… aku… sudah berapa la-lama aku tertidur?"

Wanita itu tampak enggan untuk menjawab pertanyaan seorang perempuan manis tersebut. Tetapi, ia harus memberi tahunya. "Kau, mmm… sudah tertidur selama seminggu…" ujarnya jujur.

"Apa?" perempuan itu kini membelalakan matanya, ia seperti tak percaya dengan omongan wanita itu. "Aku bahkan lupa apa yang membuatku tertidur selama itu." lanjutnya.

Wanita itu hanya mengangguk kaku.

"Wah, pantas saja aku lapar sekali!"

Wanita tersebut mengernyitkan dahinya. Setelah sembuh, kenapa ia hanya ingat kalau dia lapar dan belum makan selama satu minggu? Batinnya keki.

"Jadi, kamu benar-benar lupa namamu?"

Perempuan manis itu mengangguk setuju sambil menyantap mienya.

"Apa kamu keberatan kalau aku yang memberi nama?" tanya wanita itu sedikit berharap.

Perempuan blonde itu menggeleng pelan.

"Ya sudah, aku memberimu nama Ino ya?"

Perempuan itu tersentak. "Apa yang membuatmu memberiku nama Ino?" tanyanya heran.

"Yah, entahlah. Aku hanya mengikuti kata-kata yang ada dipikiranku saja." Jelas wanita tersebut. "Oh ya, namaku Mei Terumi. Umm, kau boleh memanggilku Kaa-san kalau mau,"

Perempuan –yang bernama Ino itu mengangguk. "Baiklah, Kaa-san."

Mei tersenyum lebar.

"Kaa-san tinggal sendiri?" tanya Ino sambil melihat sekeliling kamar.

Mei mengangguk lemah. "Iya, begitulah," serunya. "Suami Kaa-san meninggal karena kecelakaan dua tahun yang lalu…" jelasnya lirih.

"Anaknya Kaa-san dimana?"

"Kaa-san saja tidak pernah mempunyai anak," gumamnya. "Yah, walaupun sekarang sudah ada Ino yang akan menemani Kaa-san." Mei langsung memeluk Ino.

Ino membalas pelukan ibu barunya.

Setelah beberapa lama, Meipun melepas pelukannya. "Ino-chan umurnya berapa?" tanyanya.

Ino berpikir sebelum menjawab. "Mmm… berapa ya? Kalau tidak salah, Ino masih 17 tahun, hehe." Ino menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Mei terkejut. "Whoa, sudah besar ya?" candanya.

"Hehe, iya, Kaa-san."

Ya, Ino memiliki ibu angkat baru. Meipun juga begitu, ia mempunyai anak 'angkat' yang akan menemaninya. Mulai sekarang, mereka resmi menjadi keluarga yang bahagia.

Kehidupan baru, akan dimulai…

.

.

.

A/N :

Inget kan pesanku? Chap 1 dan 2 masih flashback~

Chap depan Ino udah dewasa lho cihuyy *tebar bunga*

Thanks for sasuino, hime yamanaka, ernykim, dan firdacha. Dan untuk Guest (yang kayaknya Saku-centric) maaf kalau saya lupa ya, tetapi ini memang sasuino slight sasusaku, mohon jangan salah paham yaa, well maaf untuk tulisan yang ada di summary, udah saya hapus.

Dan juga, fic HIYM hari ini saya kerjakan juga kok tapi saya dahulukan yang FaykaFarhan dulu yaa, setelah itu SasuIno wkwk *kabur naik pesawat tempur*

Mind to review/again? ;)