Disclaimer : Member BTS saya yg punya /hus canda mereka punya diri mereka sendiri, saya minjem nama aja
Rate : M
Warning : Yaoi aka Boys love aka boy x boy, mungkin OOC, kegajean, Suga jd uke massal
A/N : Hayo siapa shippernya Jungkook x Suga yaaay~ saya lagi uas tp malah keasyikan ngetik ff ini, btw makasih yg sdh review, follow dan fav ff gaje ini, diusahain supaya selalu bisa update ASAP kok (y) enjoy~
.
.
Hari ini adalah hari yang sangat tenang bagi Suga- yang bernama asli Min Yoongi . Bagaimana dia bisa tenang kalau tinggal satu dorm dengan member lain yang hyper dan berisik? Mereka semua kecuali Yoongi sedang keluar untuk shopping, membeli kebutuhan sehari-hari, dan lainnya. Dan pastinya mereka akan pulang sangat lama, inilah bagian terbaiknya- bagi Yoongi. Lagi pula tidak ada yang berani membangunkannya di hari libur seperti ini, tidak ada yang mau kena umpatan dan pukulan dari Yoongi yang baru bangun tidur.
.
.
Yoongi sangat menikmati quality time-nya ini, selain bisa bangun lebih siang, dia juga bisa bersantai dengan tenang sendirian. Ia hanya bangun untuk cuci muka, gosok gigi, dan sarapan, lalu kembali lagi ke tempat tidurnya. Karena cuaca yang cukup panas di luar, ia memutuskan untuk memakai tanktop dan celana pendek selutut. Aktifitas favorit Yoongi selain tidur adalah mendengarkan musik, dari tadi dia asyik menikmati lagu-lagu kesukaannya lewat earphone sambil berbaring di kasur.
Tiba-tiba saja seorang namja bertubuh tinggi namun berwajah imut masuk ke dalam kamarnya dan duduk di pinggir kasur Yoongi. Dia adalah Jungkook, sang golden maknae yang selalu dibanggakan oleh para member BTS. Yoongi sedikit terkejut karena dia pikir dia hanya sendirian di dorm, ia melirik ke arah Jungkook sebentar, lalu tidak memperdulikannya lagi. Seperti inilah Yoongi kalau sedang asyik sendiri, dia tidak akan memperdulikan apa saja.
Merasa sebal karena diacuhkan seperti itu, Jungkook mem-pout-kan bibirnya. "Yoongi hyung! Jangan cuekin aku seperti itu"
Yoongi diam saja karena dia tidak mendengar apa yang Jungkook katakan, volume earphone-nya cukup kencang. Jungkook makin sebal, ia langsung melepaskan earphone Yoongi dan menyimpannya di kantong celana. Sontak Yoongi langsung menatap ke arah Jungkook dengan wajah flat-nya. "Aish, kau kenapa sih?"
"Jangan cuekin aku seperti itu hyung, yang lain mana?"
"Sedang keluar, entahlah, kukira kau ikut dengan mereka"
"Tidak, dari pagi aku jogging di luar, aku juga baru selesai mandi. Uhm.. hyung" Jungkook mendekatkan badannya pada Yoongi, ia juga mendekap lengan hyung-nya. Sifat manjanya mulai terlihat.
"Ada apa?"
"Aku ingin bertanya"
"Apa?"
"Kita bebas untuk mencintai siapa saja'kan?"
'Ah, apa ini pertanyaan random?' Pikir Yoongi, tidak biasanya Jungkook bertanya soal cinta atau semacamnya.
"Hm, tentu" jawab Yoongi singkat.
"Aku.. memendam perasaanku pada seseorang, tapi aku takut"
Yoongi tidak menyangka kalau Jungkook memiliki perasaan terpendam pada orang lain, menurutnya Jungkook adalah seorang pekerja keras yang fokus pada karirnya.
"Apa yang membuatmu takut?"
"Aku takut dia akan membenciku"
"Bagaimana bisa begitu?"
"Aku dan dia sama-sama namja hyung.. Hiks.." Airmata Jungkook mulai menetes, Yoongi yakin sekali pasti Jungkook sangat mencintai orang itu.
"Dengar Jungkook, cinta itu buta, tidak memandang gender juga" Yoongi berusaha meyakinkan Jungkook, dia memang tidak begitu peduli dengan cinta ber-gender sama, menurutnya sama saja dengan cinta yang straight.
"Kalau aku ditolak bagaimana? Apa yang harus kulakukan?" Jungkook bertubi-tubi bertanya pada Yoongi, dia masih saja ragu.
"Jangan pikirkan itu dulu, kau akan tahu setelah kau mencoba, arraseo?"
"A-aku mencintai hyung.." Jungkook memeluk erat tubuh Yoongi, pipinya merona karena malu.
"Mwo?" Yoongi memastikan kalau dia tidak salah dengar.
"Aku sangat mencintai Yoongi-hyung, aku sangat cinta"
Yoongi terdiam, masih mencerna apa yang terjadi. Jungkook menyatakan cinta padanya? Apa tidak salah? Apa Jungkook sedang mengisenginya? Tidak, tidak, kalau Jungkook hanya iseng dia tidak mungkin sampai menangis seperti itu. Yoongi tau Jungkook hanya akan menangis ketika dia sangat terharu atau sangat sedih.
"Ah, Jungkook.." Yoongi tidak bisa menerima perasaan Jungkook karena Yoongi sendiri memiliki perasaan pada orang lain, ia akan menolaknya dengan lembut.
"Yoongi-hyung, aku mencintaimu.. hiks.. kumohon jangan menolakku.." Yoongi hanya terdiam sambil mengusap kepala Jungkook, berharap maknae ini berhenti menangis. Pundak kanan Yoongi semakin basah karena airmata Jungkook yang tidak berhenti mengalir.
Setelah beberapa menit Jungkook berhenti menangis, Yoongi merasa sekarang ia bisa menyatakan penolakannya pada Jungkook. Lebih baik kalau Yoongi langsung menolak Jungkook sekarang, dari pada dia akan lebih sakit hati nantinya.
"Jungkook aku-" Belum menyelesaikan kalimatnya- jari telunjuk Jungkook menekan pelan bibir Yoongi, mengisyaratkan bibir itu untuk diam. Tubuh yang lebih mungil itu ditindih oleh Jungkook.
"Jangan katakan apa pun lagi hyung" Jungkook menempelkan bibirnya ke bibir Yoongi, ciuman yang begitu polos dan lembut. Ini adalah first kiss bagi mereka berdua, pipi mereka berdua pun juga merona. Yoongi tidak memberikan respon apa pun, dia hanya diam saja, dia masih spechless, hati dan perasaannya campur aduk. Perlahan Jungkook mulai menjilati bibir Yoongi, digigitnya pelan bibir Yoongi hingga mulut itu terbuka. Lidah Jungkook masuk ke dalam mulut itu, mengajak lidah Yoongi untuk bermain.
"Mhh.." Yoongi mengerang pelan di sela-sela french kiss itu, dia tidak bisa menikmati ciuman ini tapi tidak bisa juga menolaknya. Saat Yoongi mulai kesusahan untuk menghirup oksigen, Jungkook melepas ciumannya. Yoongi langsung menghirup napas sebanyak-banyaknya.
"Sekarang biarkan aku melakukan apa yang kumau hyung, aku selalu ingin berduaan denganmu seperti ini"
Belum sempat untuk protes, Jungkook mengecup bibir Yoongi berkali-kali, serta memberikan ciuman disetiap senti wajah hyung kesayangannya.
"Ya! Geli Jungkook, ngh" setelah puas menciumi hyung-nya, Jungkook mulai menjilati wajah itu. Bibir, pipi, keningnya, Jungkook menjilati setiap bagian itu dengan perlahan, menyisakan sedikit jejak saliva. Sensasi geli yang sensual dirasakan Yoongi, dia tidak mengerti kenapa Jungkook menjilati wajahnya seperti menjilat permen lolipop. Wajahnya cukup sensitif untuk diperlakukan seperti itu- rona dipipinya juga semakin terlihat jelas.
Perlakuan Jungkook ini sedikit membuatnya merasa sedikit horny, tapi Yoongi berusaha menahan rasa itu. Ia tidak habis pikir kalau Jungkook yang cute dan polos -menurutnya- bisa memperlakukannya dengan mesum seperti ini, atau mungkin Jungkook tidak sadar kalau dia melakukan sexual harrasment pada Yoongi? Bahkan sekarang Jungkook juga mulai menjilati leher dan pundaknya, ditambah gigitan-gigitan kecil- well memakai tanktop menjadi penyesalan untuk Yoongi.
Rasanya ingin sekali Yoongi memberontak dan menghajar Jungkook karena memperlakukannya seperti ini, tapi karena melihat Jungkook menangis lalu menyatakan perasaan padanya tadi dia jadi tidak tega untuk melakukan hal tersebut. Ya, sebenarnya Yoongi memang tidak akan tega melakukannya, dia tidak sekasar itu dan dia juga sangat menyayangi Jungkook. Sayang seperti kepada adik sendiri tentunya, bukan 'sayang' yang seperti Jungkook nyatakan padanya.
"A-ah, su-sudah.." Yoongi tidak bisa berhenti mendesah karena Jungkook memberikannya 'sentuhan' di lehernya yang sensitif. Desahan Yoongi terdengar sangat erotis dan sexy membuat Jungkook ingin terus mendengarnya. Tidak ada hal lain yang Jungkook lakukan selain mencium dan menjilati kulit putih Yoongi, ia hanya mengerti sebatas itu saja karena memang hanya itu yang dia tahu. Jungkook belum pernah menonoton atau membaca sesuatu yang berbau porno. Lalu apa yang membuatnya melakukan sampai sejauh ini?
Saat menyentuh, mencium, menjilati, dan mendengar suara desahan Yoongi, Jungkook merasakan suatu dan itu membuatnya semakin addicted pada Yoongi. Sepolos apa pun seorang namja, gairah akan menuntunnya untuk mendepatkan kenikmatan selain itu Jungkook ingin mengeksplorasi setiap inci tubuh Yoongi.
"Kau terlalu manis hyung, aku akan berhenti kalau yang lain sudah pulang" Sudah tidak ada kesempatan untuk menolak Jungkook, sekarang Yoongi hanya bisa pasrah dan berharap member yang lain segera pulang ke dorm agar maknae ini berhenti 'mencicipi'nya.
.
.
Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Beruntung bagi Yoongi dan sial bagi Jungkook, baru saja dia ingin membuka tanktop Yoongi untuk menikmati bagian tubuh Yoongi yang lainnya. "Tsk, kenapa mereka pulang cepat sekali sih"
"Sudahlah Jungkook, sekarang minggirlah dari tubuhku" Yoongi melap bekas saliva Jungkook di wajah dan tubuhnya dengan selimut, agar tidak ada yang curiga.
"Tidak mau"
"Aish, lepaskan, kau berat Jungkook" bukannya melepaskan Yoongi, Jungkook malah memeluk erat tubuh Yoongi. Tidak ada bekas gigitan karena Jungkook menggigit tubuh Yoongi dengan sangat lembut.
"Biar saja, aku tidak mau melepaskanmu hyung"
Jungkook memang tidak menutup pintu kamar, jadi mereka berdua terlihat jelas dari luar kamar, tidak ada yang peduli dengan keadaan Jungkook dan Yoongi, wajar saja kalau Jungkook memeluk Yoongi. Karena mereka pikir Jungkook hanya sedang manja atau mengisengi Yoongi. Taehyung dan Hesok masuk ke dalam kamar, kedua namja itu memandang kearah Jungkook dan Yoongi sambil terkekeh. 'Firasatku jadi makin tidak enak' batin Yoongi.
"Wah, lihat, maknae kita yang manly ternyata sedang bermanja-manjaan dengan hyung-nya" ucap Taehyung dengan nada mengejek.
"Diamlah Taehyung, aku sedang kesal"
"Yoongi-hyung, aku juga mau dong manja-manjaan denganmu" dengan senang Taehyung melompat keatas kasur lalu menindih Yoongi dan Jungkook.
"Taehyung! Dasar sialan!" Umpat Yoongi. Sedangkan Jungkook diam dan tidak peduli karena masih bad mood.
"Aku juga mau~" Hoseok juga ikutan menindih, sekarang mereka berempat sudah seperti sandwich.
"Ya! Kalian berat!" Protes Yoongi, tapi yang lain tidak memperdulikannya. Seokjin, Namjoon, dan Jimin untungnya sedang membereskan belanjaan mereka, kalau tidak mungkin Yoongi akan semakin 'ter-bully'.
.
.
TBC
.
.
Nah yg request threesome di chapter ini saya kasih foursome malah, puas ga puas ga? /plak
Edit ala kadarnya maaf ya soalnya ini ngetik lewat hp ;;;;;
Ditunggu ya update-an saya ;;)) jangan lupa review, follow dan fav 3
