Chapter 2
Title : DREAM
Genre : Family, Brothership, Friendship
Rating : Fiction T
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD
Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)
Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!
Summary : Kisah 3 bersaudara Cho yang terpisah dan Kyuhyun mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa bewujudkan impian mereka?
.
Happy Reading!
Dentingan piano dan gesekan biola memenuhi sebuah rumah tidak terlalu besar bergaya Eropa. "Bagus sekali Kyuhyunie~ suatu saat kau pasti bisa memainkannya di atas panggung besar" Jung soo mengucak rambut adiknya yang saat itu selesai memainkan biola di sebelahnya. Mereka sedang berlatih bersama, Jung soo dengan pianonya dan Kyuhyun dengan biolanya.
"Permainanmu juga bagus hyung~ suatu hari nanti aku ingin kita bisa memainkannya bersama di atas panggung ne? Tentu saja bersama Kibumie juga"
Jung soo menatap sendu kepada adiknya, dia tahu seberapa rindu dongsaeng bungsunya itu kepada saudara kembarnya. Setelah kepergian appa dan Kibum sebulan yang lalu, Kyuhyun lebih banyak diam. Walaupun itu Jung soo ketahui secara diam-diam, karena adik bungsunya itu selalu memperlihatkan wajah cerianya. Tapi Jung soo tahu, adiknya merasa sangat sedih.
"Tentu saja" Jung soo mengelus kepala adiknya itu dan tersenyum menenangkan, mereka kembali berlatih bersama sampai terdengar telepon yang berbunyi. Jung soo beranjak untuk mengangkatnya, sesaat setelah di mengangkatnya dia merasakan waktu terasa berjalan sangat lambat.
Kyuhyun yang menyadari keanehan dari hyung-nya mulai merasa khawatir. Meletakkan biola dan busurnya di atas piano putih di samping kirinya dan menghampiri hyungnya.
"Hyung, apa yang terjadi? Siapa yang menelpon?" Kyuhyun menarik tangan hyungnya meminta penjelasan tapi Jung soo tetap bergeming di tempatnya.
"Eomma kecelakaan Kyu~ eomma mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang. Pihak rumah sakit meminta kita segera kesana." Jung soo menoleh ke arah adiknya dan menjelaskan dengan suara bergetar.
"Mwo? Hyung bohong kan? Eomma pasti baik-baik saja kan?" Kyuhyun tak dapat membendung air matanya lagi. Jung soo memeluk adiknya dan mereka berdua bergegas menuju rumah sakit.
Setelah mereka sampai di rumah sakit, mereka berdua bergegas menuju ruang ICU dimana eomma mereka berada. Mereka menunggu di depan ruang ICU dengan perasaan tidak menentu. Setelah 2 jam lebih menunggu, seorang dokter keluar.
"Dokter, bagaimana keadaan eomma kami?" Dokter dengan nama dr. Yunji itu memandang mereka berdua dan menepuk pundak ke duanya.
.
.
Dan disinilah mereka sekarang, di depan nisan milik eomma mereka. Makam milik eomma mereka itu bersebelahan dengan makan kakek dan nenek mereka yang meninggal saat umur Kyuhyun dan Kibum 6 tahun. Ya tim dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa eomma mereka. Namun mereka berdua masih sempat bertemu dengan sang eomma dan mendengar pesan darinya.
Berjanjilah pada eomma kalian akan mewujudkan impian kalian. Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah dengan mimpi-mimpi kalian, sesulit apapun kalian harus yakin bisa melewatinya. Ingatlah eomma selalu bangga pada kalian termasuk Kibumie. Temukan Kibumie, berkumpullah kembali kalian bertiga ne. Eomma menyayangi kalian.
Jung soo menangis dalam diam, di sampingnya Kyuhyun berlutut sambil meletakkan bunga Lily yang sangat di sukai eommanya. Air mata juga masih mengalir di kedua pipinya, kehilangan orang tua di usia muda bukanlah hal yang mudah. Saat Kyuhyun berdiri, Jung soo memeluk adiknya itu.
.
.
Kyuhyun duduk di tepi kasurnya dan memegang sebuah figura foto, itu adalah potret seluruh anggota keluarganya. Subuah foto yang di ambil setahun yang lalu sebelum keadaan keluarganya berubah. Tak berapa lama terdengar suara pintu kamarnya di ketuk.
"Boleh hyung masuk Kyuhyunie?" suara Jung soo terdengar. Mereka baru saja pulang dari pemakaman eomma mereka.
"Masuklah hyung, pintunya tidak dikunci" Kyuhyun segera memperbaiki ekspresi wajahnya sebelum Jung soo melihat ekspersinya sedihnya tadi.
Jung soo tersenyum dan menghampiri adiknya itu, duduk di sampingnya. Dia melihat figura foto yang ada di genggaman tangan adiknya. Mereka terdiam cukup lama.
"Hyung... Apa kita masih belum bisa menghubungi appa dan Kibumie?"
"Hyung sudah mencobanya dan belum berhasil menghubungi mereka" Kyuhyun menghela nafas berat. Jung soo yang melihatnya memeluknya dari samping dan menyandarkan kepala adiknya itu kepundaknya, mengelus surai hitam bacah berkulit putih pucat itu berusaha menenangkan walaupun sesungguhnya dia merasakan sesak yang sama.
"Aku merindukan mereka hyung. Appa, eomma, dan juga... Kibumie"
"Hyung juga Kyuhyunie~ Apa kau membenci appa yang membawa Bumie?" Jung soo merasakan adiknya menggeleng pelan. Jung soo yang merasakannya pun tersenyum.
"Tidak, Aku tak membencinya bahkan aku sangat menyayanginya, bagaimanapun juga dia adalah appa-ku. Aku berpikir ini bukan salah siapapun. Apa yang terjadi pada keluarga kita bukanlah salah siapapun. Appa ataupun eomma. Aku juga tak menyalahkan appa yang membawa Kibumie pergi. Aku hanya merasa..." Jung soo yang mendengar penuturan adiknya itu mengeratkan pelukannya."...kecewa."
Malam itu Jung soo tidur di kamar adiknya. Sudah sering kali dia tidur di kamar adiknya itu selama sebulan terakhir, kamar yang juga milik Kibum. Namun kini hanya di tempati seorang diri oleh Kyuhyun. Adiknya merasa kesepian, dia bisa merasakan hal itu.
.
.
Seminggu sudah sejak kepergian eomma mereka, Jung soo yang bahkan masih berumur 13 tahun harus menjadi hyung, appa dan juga eomma untuk adiknya. Dia masih sekolah, tapi dia harus bolak-balik ke perusahan milik orang tua mereka. Ada masalah dengan perusahan mereka, bahkan kepemilikan saham berpindah tangan bukan lagi hal yang tidak mungkin. Jung soo tak memiliki wali yang bisa membantunya. Sehingga tak ada yang bisa dia lakukan untuk mempertahankan perusahan itu yang pada akhirnya tak lagi menjadi milik mereka.
Beruntunglah mereka masih memiliki rumah yang mereka tempati saat ini. Rumah itu memiliki banyak sekali kenangan. Hanya rumah itu yang menjadi milik mereka.
"Hyung, sekarang apa yang harus kita lakukan?" Mereka saat ini sedang duduk di halaman rumah mereka, melihat langit itulah yang mereka lakukan.
"Hyung akan mencari kerja, kau tenang saja ne."
"Tapi aku tidak bisa membiarkan hyung bekerja sendiri. Aku ingin membantu juga."
"Tidak perlu Kyuhyunie. Kyu lebih baik fokus sekolah saja ne, jika Kyu menjadi anak pintar itu sudah cukup membantu hyung." Kyuhyun yang mendengar petuah dari hyungnya pun menggembungkan pipinya. Dia ingin membantu.
"Hei, jangan seperti itu. Dengarkan hyung, jika Kyu menjadi anak pintar, Kyu bisa mendapatkan beasiswa. Jadi bukankah itu akan sangat membantu hyung hemmp? Kita akan mengumpulkan uang untuk mencari Kibumie. Otte?"
"Uhm, baiklah... Kyu akan belajar dengan giat." Jung soo yang mendengarnya pun merasa senang karena adiknya mau mengerti. Dia mengelus kepala adiknya sayang.
Dia tidak mungkin membiarkan adiknya bekerja, dia berpikir itu belum saatnya. Dia seolah lupa, bahwa umurnya masih 13 tahun yang juga belum cukup umur untuk bekerja. Tapi bukankah hidup harus terus berjalan, apapun yang terjadi mereka harus terus berusaha.
Langit hari itu sangat cerah, cuaca juga tak terlalu panas. Sehingga mereka menghabiskan banyak waktu berada di luar rumah. Kibumie~ bogossippo~
.
.
Bogossippo Kyuhyunie~ Jung soo hyung~
Disaat yang sama, Kibum sedang berdiri di balkon kamarnya, dia juga melihat ke arah langit. Dia juga sangat merindukan hyung dan dongsaengnya serta sang eomma. Dia sudah berulang kali berusaha menghubungi saudara-saudaranya tapi appanya benar-benar memantaunya untuk tidak bisa berhubungan dengan mereka. Dia di bawa appanya ke Kanada, sang appa memiliki bisnis di sini.
Disaat dia merindukan saudara-saudaranya. Dia akan memainkan biola miliknya. Biola yang menjadi salah satu penghubung antara dia dan saudara kembarnya. Berharap suatu saat nanti dia akan bisa bertemu kembali dengan mereka. Dan dia yakin akan hal itu.
.
.
Pagi itu Kyuhyun terbangun karena mendengar suara gaduh di luar kamarnya. Awalnya dia ingin mengabaikannya, tapi karena dia penasaran jadi dia memutuskan untuk melihat. Sesaat setelah sampai di ruang tengah, dia sangat terkejut mendapati beberapa orang mengangkut piano milik hyungnya.
"MWO? Ahjussi, itu milik hyungku jangan di ambil!" Kyuhyun berusaha menghentikan salah seorang yang akan mengangkut piano itu. Jung soo yang melihat adiknya, langsung menghampiri adiknya.
"Kyuhyunie~ lepaskan tanganmu. Ayo~" Jung soo mengajak Kyuhyun duduk di sofa.
"Hyung! Kenapa ahjussi-ahjussi itu membawa piano hyung. Piano milik hyung akan di bawa kemana?"
"Hyung, menjualnya Kyu."
"Mwo? Kenapa hyung menjualnya? Itu hadiah dari kakek untuk hyung! Kenapa hyung menjualnya?" Kyuhyun sudah dibuat terkejut berurang kali pagi itu. Jung soo memegang tangan kecil adiknya berusaha untuk menenangkan sebelum dia menjelaskan maksudnya menjual piano kesayangannya. Itu juga sangat sulit untuknya. Tapi dia berusaha berbesar hati.
"Kyuhyunie, hyung menjualnya agar kita memiliki cukup uang. Kyu tidak perlu khawatir, jika kita memiliki uang yang cukup nanti, kita akan membelinya kembali. Lagi pula, hyung menjualnya pada teman hyung. Orang tuanya bersedia membantu kita, teman hyung akan menjaganya untuk hyung, sampai hyung bisa mengambilnya kembali. Jadi Kyuhyunie tidak perlu khawatir ne?"
Kyuhyun, yang mendengar penjelasan hyungnya pun berusaha menyembunyikan matanya yang mulai berkabut. Dia menundukkan kepalanya dalam. Jung soo yang menyadarinya, membawa adiknya kedalam pelukannya. Dia tahu adiknya merasa sangat sedih. Tapi ini yang harus mereka lakukan karena mereka tidak ingin menjual rumah itu.
.
TBC
Untuk main cast disini lebih kepada TeukBumKyu ya, untuk Hae dan yang lain akan muncul seiring berjalannya waktu. Walaupun cuman cameo... kkkk *ditimpuk :P
Terima kasih sudah di koreksi, wah seneng bgt ada yang sampai sedetail itu ^^
Jumlah chapter belum di tentukan, karena Zi juga belum tahu, biarlah seperti air yang mengalir(?) :D
Summary untuk keseluruhan cerita, Kyu akn terpisah lagi(?) emmph, aku juga bingung sebenarnya... kkkkk intinya gitu dah, mereka bertiga terpisah gtu dech ntar... *spoileeeeeeeeeeeeer 'again' u,u
Update tergantung mood ya... haha *ditendang
Special thanks to:
Rahma94 / rara. ngcn / iloyalty1 / Desviana407/ sparkyuNee13 / oracle88 / jihyunelf / Awaelfkyu13 /
mifta. cinya / monicaulina /
Terima kasih atas dukungannya, seneng baca reviewnya
Gomawo yang sudah baca, review, favorite, dan follow *bow
^.^
