Chapter 3

Title : DREAM

Genre : Family, Brothership, Friendship

Rating : Fiction T

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD

Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)

Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!

Summary : Kyuhyun terpisah dari saudara-saudaranya dan mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa mewujudkan impian mereka?

.

Happy Reading!

.

.

"Apa yang sedang kau lakukan Kyuhyunie?" Jung soo menghampiri adiknya yang sedang duduk di meja belajar di samping tempat tidurnya.

"Oh hyung, kau sudah datang ternyata. Emmph, hanya membuat beberapa komposisi musik dibuku partitur yang hyung beri." Kyuhyun tersenyum lebar pada hyung-nya yang baru pulang sekolah itu.

"Wah, kau ingin menjadi seorang komposer hemmph?" Jung soo duduk di tempat tidur Kyuhyun dan membaca partitur musik yang sedang di buat adiknya itu.

"Emmph, itu ide bagus hyung." Jung soo mengelus kepala adiknya, dan mengembalikan buku partitur itu pada Kyuhyun.

Mereka mengenal musik pertama kali dari kakek nenek mereka, mereka menyadari cucu-cucu mereka memiliki ketertarikan pada musik dan hal itu terbukti karena mereka sangat antusias dalam mempelajarinya. Adik-adiknya sangat cepat belajar, bakat itu sudah terlihat sejak dini. Begitupun dengan Jung soo, oleh sebab itu kakek nenek mereka berusaha untuk mengembangkannya dengan memberikan alat musik.

"Hyung, menurut hyung jika Kibumie mencari kita dia akan menemukan kita? Maksudku, kita tak akan lagi tinggal di rumah ini sebentar lagi, bagaimana cara Kibumie akan menemukan kita?" Suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Jung soo tentang kakek nenek mereka. Jung soo yang mendengar penuturan adiknya pun tersenyum.

"Kau percaya tidak kalau kita akan bertemu lagi dengannya suatu saat nanti?"

"Emmph, aku percaya itu. Tapi..." Kyuhyun menundukkan kepalanya. Dia merasa khawatir saudara kembarnya itu akan bingung mencari mereka jika mereka pergi dari rumah itu.

"Jangan khawatirkan masa depan."

"Maksud hyung?"

"Yach, kita hanya cukup percaya dan berusaha saja bukan. Kita tak perlu khawatirkan masa depan, jalani apa yang harus kita jalani sekarang dan percayai apa yang kamu percayai. Tentu saja kita harus berusaha sebaik mungkin." Jung soo memperhatikan adiknya yang mulai mengerti.

"Aku percaya kita bertiga akan berkumpul lagi. Apapun yang terjadi pasti kita akan bertemu, dimapun atau kapanpun itu. Ada saat dimana kita harus berpisah, pasti ada juga waktu dimana kita akan bertemu lagi."

"Nah, itu baru adik hyung" Jung soo mengelus kepala adiknya, dan Kyuhyun tersenyum lebar. Dia merasa lega sekarang.

Kibumie, tunggulah kita pasti akan bertemu. Aku percaya itu.

.

.

"Kyuhyunie~ kau sudah siap bukan?"

"Yaps, aku sudah siap hyung. Haaah... aku akan sangat merindukan rumah ini."

"Hei kau bisa berkunjung ke rumah ini lagi nanti, rumah ini kan tetap rumah kita. Hanya saja kita pindah saat ini karena harus berhemat. Rumah ini terlalu besar jika hanya di tinggali kita berdua bukan?"

"Hyung benar. Apa rumah kita ini akan di biarkan kosong hyung?"

"Tidak, kita akan menyewakannya. Jadi, rumah ini akan ada yang menjaganya."

"Emmph, Kyu setuju!" Jung soo mengucak rambut adiknya dan mereka beranjak pergi ke tempat tinggal baru mereka.

Rumah itu mereka sewa, dengan harga yang cukup murah. Walaupun begitu, rumah itu cukup nyaman untuk di tinggali dan juga tak terlalu jauh dari sekolah mereka. Jung soo juga sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah restoran sebagai seorang pelayan, tempat kerjanya memang cukup jauh dari rumah baru mereka tapi itu bukan masalah.

Akhirnya setelah mengguanakan bis selama 10 menit mereka sampai di rumah baru mereka.

"Bagaimana? Apa kau menyukainya Kyuhyunie?"

"Kyu menyukainya hyung" Kyuhyun mengucapkannya dengan tersenyum lebar. Jung soo senang mendengarnya.

"Baiklah kalau begitu sebaiknya kita segera berbenah, besok kita harus sekolah."

Hari itu waktu mereka habiskan untuk menata tempat tinggal baru mereka.

"Hyung, kau akan pulang jam berapa?"

"Emmph, hyung akan pulang pukul 7 malam. Kau tak apa kan tinggal di rumah sendirian sementara hyung bekerja?"

"Tenang saja hyung, Kyu baik-baik saja." Setelah itu mereka melanjutkan membereskan beberapa barang selama sisa sore itu. "Nah sekarang sudah selesai semuanya." Kyuhyun menepuk kedua tangannya, merasa puas dengan hasil kerjanya. Walaupun yang dilakukannya hanya hal-hal kecil. Tapi bocah itu merasa sangat senang.

"Kajja, sekarang Kyu bantu hyung merpersiapkan makan malam setelah itu kita makan bersama lalu tidur. Masih ada banyak hal yang menanti esok hari."

"Ottteeeeee~"

.

.

Dua minggu lagi adalah ulang tahun Jung soo. Kyuhyun ingin memberikan sesuatu untuk hyung-nya itu. Tapi dia bingung akan memberikan apa. Dia tidak memilki uang untuk membeli hadiah, mereka benar-benar harus berhemat. Jika dia bekerja, apa ada yang akan memberinya pekerjaan?

"Hah, biasanya aku dan Kibumie akan memikirkan dan membuat hadiah untuk Jung soo hyung bersama-sama tapi kini aku harus sendiri. Tapi Bumie pasti merasa sedih sekarang, karena dia tak bisa bertemu Jung soo hyung."

Setelah pulang sekolah dia memutuskan untuk langsung ke kamarnya. Setelah membersihkan tubuhnya dan makan siang dia mengambil pensil dan buku partiturnya. Buku partiturnya itu cukup tebal, memiliki sampul biru gelap dan taburan kerlap-kerlip perak kecil mirip dengan langit malam berbintang menurut Kyuhyun.

Di sampulnya juga terdapat sebuah inisial K&K yang sama seperti yang ada pada biolanya. Namanya ada di halaman pertama buku itu. Kibum juga memiliki buku yang sama karena buku itu merupakan hadiah ulang mereka yang ke delapan dari Jung soo beberapa bulan lalu.

Setelah memikirnya cukup lama dia akhirnya tahu apa yang akan di berikan kepada hyungnya itu. Sebuah lagu ataupun musik instrumental itu pasti bagus, pikirnya. Dia akan memainkan dengan biolanya nanti. Sekarang dia akan mencoba membuatnya untuk hyung tersayangnya.

"Kyu harap Jung soo hyung akan menyukainya" monolognya.

Setelah duduk cukup lama dengan pensil, partitur dan juga biolanya, dia merasa sangat lelah. Dia memutuskan cukup untuk hari itu dan melanjutkannya esok hari. Dia menunggu Jung soo di ruang tengah. Ini sudah pukul 7 seharusnya hyungnya itu akan segera sampai di rumah.

.

.

Jung soo berjalan cepat untuk bisa segera sampai di rumah, karena dia tahu adiknya menunggu. Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan Kyuhyun sendirian tapi dia tidak mungkin membawa adiknya ikut bersamanya dan membuat bocah itu sakit karena kelelahan.

Dia menggosokkan tangannya untuk menghalau dinginnya malam, saat itu dia melihat seorang anak yang sepertinya lebih muda darinya ingin menyebrang dan Jung soo juga melihat ada mobil yang melaju cukup kencang. Anak itu tak menyadari adanya mobil itu.

"AWAAAASSS!" Jung soo segera berlari dan menarik tangan anak itu sebelum terlambat. Beruntunglah dia tepat waktu sehingga tidak ada hal yang buruk menimpa anak yang di tolongnya itu.

"Hei, kau tidak apa-apa?"

"A-aku tidak apa-apa. Gomawo" Jung soo tersenyum menyadari anak yang di tolongnya baik-baik saja. Tapi untuk lebih memastikan dia memeriksa sekali lagi tubuh anak itu dan dia merasa lega karena anak itu benar-benar baik-baik saja.

"Lain kali hati-hati ne" Jung soo menyadari anak yang di tolongnya itu masih syok sehingga untuk menenangkannya dia mengelus pucuk kepala anak itu.

"Gomawo hyung karena telah menolongku" Anak itu tersenyum kecil pada Jung soo.

"Cheonmaneyo, apa perlu ku antar ketempat tujuanmu atau kau ingin pulang? Aku bisa mengantarmu pulang."

"Oh, tidak perlu hyung, aku bisa pulang sendiri."

"Benarkah?"

"Uhm" Anak itu mengangguk cepat dan tersenyum lebar. Hal itu mengingatkan Jung soo pada Kyuhyun.

Setelah memastikan anak itu benar-benar aman menuju jalan yang ditujunya, Jung soo segera bergegas pulang. 'Pasti Kyuhyun sudah menunggu lama' batinnya.

Dan ternyata benar, saat sampai rumah Jung soo mendapati adiknya itu tertidur di sofa. Seperti dugaaannya adiknya menunggunya sampai jatuh tertidur.

.

TBC

Mianhe kemarin tidak di baca dengan teliti, karena ff ini mengalami banyak perombakan sejak ide ini muncul... kkkk

Terimakasih sudah diberi tahu jadi bisa segera di perbaiki... ^^

Tentang panjang dan pendeknya nich ff serta update tergantung mood, karena ngetiknya benar2 harus di seret2... :P

Special thanks to:

Awaelfkyu13/ Desviana407/ mifta. cinya/ Rahma94/ Gyurievil/ oracle88/ monicaulina/ dhedingdong95/ sparkyuNee13/ rara. ngcn/ Retnoelf/ erka/ kyuli 99/

Jika ada namanya yg belum disebutin mianhe :)

Terima kasih atas dukungannya, seneng baca reviewnya

Gomawo untuk yang baca, review, favorite, dan follow *bow

^.^