Chapter 4

Title : DREAM

Genre : Family, Brothership, Friendship

Rating : Fiction T

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD

Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)

Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!

Summary : Kyuhyun terpisah dari saudara-saudaranya dan mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa mewujudkan impian mereka?

.

Happy Reading!

.

.

Langit Kanada mendung hari itu dan tak lama lagi pasti akan turun hujan. Kibum berdiri di depan cendela kamarnya. Memandang sendu pemandangan di luar kamarnya, dia sangat ingin tahu kabar saudara-saudara dan juga kabar ibunya. Saat dia melihat kalender dia menghela nafas berat.

"Sebentar lagi ulang tahun Jung soo hyung dan aku bahkan tak bisa memberinya ucapan selamat"

Kibum beranjak dari depan cendela dan menuju ke laci mejanya, dia mengambil sebuah buku. Buku partitur yang sama seperti milik Kyuhyun, namun dengan nama Kibum di halaman pertama. Dia menuliskan notasi-notasi di buku itu berusaha untuk mengabaikan perasaan sesaknya.

Dia jarang sekali menangis, di berpikir jika dia menangis siapa yang akan menghibur adiknya, Kyuhyun, saat sedih. Walaupun umur mereka hanya terpaut beberapa menit saja, dia ingin berperan sebagai hyung yang baik untuk adiknya.

'Kyuhyunie~ Jung soo hyung~ eomma~ semoga kalian selalu baik-baik saja. Kalian jangan khawatir aku baik-baik saja disini'

Kibum yang menyadari hujan mulai turun kembali berdiri di depan cendela, menggambar dengan jari tangannya di cendela yang mulai berembun karena udara dingin. Gambar dirinya, Kyuhyun dan Jung soo hyung-nya yang saling berpegangan tangan. Gambar khas anak-anak.

Flashback

Kibum sangat ingin bisa berbicara dengan saudara-saudaranya. Sehingga dia berusaha untuk meminta kepada appa-nya. Walaupun dia tahu dia tak akan mendapatkan izin itu.

"Appa... Bumie ingin menelpon hyung dan Kyunie... Bumie mohon appa"

"Cukup Kibum... Appa sudah berulang kali mengatakan padamu kau tak perlu lagi menghubungi ke Korea. Disini adalah hidup barumu! Kembalilah ke kamarmu." Tuan Cho langsung beranjak pergi meninggalkan anaknya yang berdiri mematung ditempatnya.

Kibum kembali kekamar dalam diam. Dia tak menangis walaupaun rasa sesak memenuhi hatinya.

Flashback end

.

.

"Hei Jung soo-ah kau di panggil Shin ahjussi~" Jung soo yang mendengar hal itu dari teman kerjanyapun mengerutkan kening. Dia berpikir apa dia membuat suatu kesalahan? Dan seingatnya dia tak melakukan kesalahan apapun.

"Sudahlah, cepat temui Shin ahjussi. Ahjussi ada di depan." Teman kerja Jung soo, Junsu, menepuk pundaknya untuk memberinya semangat.

"Gomawo Junsu hyung" Jung soo tersenyum. Dia segera menemui Shin ahjussi yang merupakan pemilik restoran tempat kerjanya ini. Dia melihat Shin ahjussi sedang duduk membelakanginya di salah satu meja restoran. Sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang.

"Ahjussi memanggilku?" Saat menyadari keberadaan Jung soo, pria muda yang biasa dipanggil Shindong menoleh. "Kau sudah datang ternyata, lihat siapa yang sedang bersamaku saat ini?"

Jung soo mengalihkan pandangannya dan matanya melebar menyadari siapa yang sedang duduk manis disana.

"Jung soo hyung!"

"Kyuhyunie~ B-bagaimana kau bisa sampai disini?" Jung soo segera menghampiri adiknya.

"Kyu mengikuti hyung~" Kyuhyun tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya.

"Mwo? Aigoo... Kyunie~"

"Jangan marah padanya Jung soo-ah, dia telah menolongku membawa beberapa barang tadi." Shindong berusaha menengahi kakak-beradik itu.

Saat itu Kyuhyun yang sedang mengikuti hyung-nya melihat Shindong sedang kerepotan membawa barang yang kemudian jatuh berserakan. Kyuhyun yang melihatnya pun langsung membantu memungutinya dan membawanya ke restoran. Saat di tanya Kyuhyun akan pergi kemana, akhirnya dia tahu bocah itu adik salah satu pegawainya.

Untuk hari itu, Jung soo di ijin kan untuk pulang lebih cepat. Shin ahjussi juga memberikan beberapa makanan untuk mereka. Dia menyukai Kyuhyun dan Jung soo. Dia merasa prihatin dengan keadaan mereka. Anak-anak baik yang harus melewati kerasnya hidup di kota besar seorang diri.

.

.

Kyuhyun selalu pulang berjalan kaki dari sekolah dan dia selalu melewati pertokoan. Saat dia sedang asik melihat-lihat ke arah toko itu dia tak sengaja melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia memutuskan masuk ke toko itu dan tak lama dia keluar dengan membawa tas kertas yang ukurannya tak terlalu besar.

Senyumannya menyiratkan dia sangat senang dengan apa yang telah dibelinya. Dia membeli barang itu dengan uang saku yang dikumpulkannya selama ini, sebenarnya uang ini untuk keperluan mendadak, tapi dia berpikir ini jauh lebih penting. Karena sesungguhnya dia sudah mengincar barang itu sejak lama bahkan sejak saat saudara kembarnya masih ada bersamanya.

"Semoga hyung suka kado dari Kyu" Pikirnya.

Ternyata itu adalah salah satu kado yang ingin diberikannya pada Jung soo di hari ulang tahun hyunnya itu selain musik yang sudah dipersiapkannya sejak dua minggu lalu.

Tepat beberapa menit sebelum ulang tahun Jung soo, Kyuhyun terbangun. Dia ke luar kamar dan masuk ke kamar Jung soo perlahan. Dia melihat hyung-nya sedang tidur. Kyuhyun mendekati tempat tidur Jung soo dengan mengendap-endap. Saat telah sampai di tempat tidur, dia naik dan duduk di samping tempat tidur. Kyuhyun memperhatikan sang hyung yang sedang tidur. Tangannya menyentuh wajah hyung-nya.

"Saengil chukae hamnida hyung~ Kyu ingin mewakili Kibumie juga mengucapkan selamat ulang tahun" Kyuhyun mencium kening Jung soo cukup lama. Inilah kebiasaan mereka sesungguhnya. Saat ulang tahun hyung-nya Kyuhyun dan Kibum akan masuk ke dalam kamar dan mengucapkan selamat ulang tahun serta mencium kening sang hyung.

Tetes air mata yang tanpa sengaja keluar dari mata Kyuhyun membuat Jung soo membuka matanya. Sesungguhnya dia tahu apa yang sedang di lakukan adiknya itu. Tapi dia pura-pura masih terlelap. Namun merasakan adiknya menangis saat mencium keningnya membuat ia tak ingin berpura-pura lagi.

"Gomawo Kyuhyunie~" Kyuhyun yang akan kembali ke kamarnya menghentikan langkahnya saat mendengar suara hyung-nya. Dia berbalik dan ternyata Jung soo sudah duduk di tempat tidurnya serta memberikan senyumnya.

Kyuhyun kembali menghampiri Jung soo. "Kyu membangunkan hyung, ne? Mianhe" Kyuhyun menunduk.

"Aniyo, kemarilah. Kyu boleh tidur dengan hyung" Kyuhyun yang mendengarnya pun langsung tersenyum manis dan langsung naik kembali ke tempat tidur Jung soo. Kyuhyun langsung merebahkan tubunya di samping Jung soo. Jung soo pun lansung menyelimuti Kyuhyun dengan selimutnya dan dia juga memeluk bocah itu.

"Kenapa Kyu tidak membangunkan hyung humph?"

"Kyu tidak mau mengganggu hyung, karena hyung terlihat lelah." Jung soo tersenyum mendengarnya.

"Hyung~" Jung soo yang mendengar panggilan adiknya bergumam.

"Kyu punya sesuatu untuk hyung, Kyu harap hyung menyukainya." Kyuhyun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah kalung perak dengan bandul sayap. Sederhana namun terlihat indah. Jika dilihat secara seksama terdapat ukiran Leeteuk di bandul itu. Mata Jung soo berkabut.

"Anggap saja ini kado dari Kyu sekaligus dari Kibumie ne" Kyuhyun meletakkan kalung itu di tangan Jung soo memperhatikan seksama kalung itu, dia menggenggamnya erat.

"Gomawo dongsaeng-ah...Gomawo. Hyung sangat menyukainya dan hyung akan menjaganya dengan baik" Liquid bening itu mengalir begitu saja. Kyuhyun yang melihatnya pun menghapus air mata itu dengan jari-jarinya.

"Kyu dan Bumie sayang hyung" Malam itu mereka habiskan dengan berbincang sejenak. Kyuhyun menceritakan segala ingin diceritakannya. Tak lama mereka kembali tertidur.

.

.

Pagi harinya Kyuhyun mendapati dirinya terbangun sendirian di kamar hyungnya. Sepertinya Jung soo sudah bangun. Kyuhyun membersihkan tubuhnya sebelum menemui hyungnya.

"Pagi hyung~ Wah sarapan pagi ini terlihat enak."

"Pagi Kyuhyunie~ Karena hari ini hyung ulang tahun, hyung ingin membuatkan yang spesial untuk Kyu." Kyuhyun senang mendengarnya tapi tak berlangsung lama dia menggembungkan pipinya.

"Waeyo? Apa Kyu tidak suka dengan makanannya?" Jung soo memandang bingung melihat ekspresi sang adik.

"Hyung tak memakai kado pemberian Kyu" Ucap Kyuhyun sedih. Jung soo pun tersenyum dan menghampiri adiknya.

"Bukan begitu, hyung hanya ingin Kyu yang memakaikan untuk hyung" Kyuhyun langsung semangat dan memekik senang. Jung soo mensejajarkan tubuhnya dengan adiknya dan meminta Kyuhyun memakaikan kalung itu ke lehernya.

"Hyung sebenarnya Kyu masih punya satu lagi hadiah untuk hyung"

"Wah Kyunie memberikan banyak sekali kado untuk hyung eoh?"

"Ani, ini hanya hadiah kecil untuk hyung. Tapi yang ini Kyu akan memberikannya nanti saja ne"

"Arraso. Gomawo ne" Jung soo mengacak rambut adiknya dan berakhir dengan mendapatkan seruan protes. Jung soo hari itu pulang sekolah bersama Heechul sahabatnya.

"Kyuhyunie~ hyung pulang~"

"Hyung sudah pulang~ eoh? Wah ada Heechul hyung juga ternyata? Hai hyung~" Kyuhyun memekik senang mendapati hyungnya pulang cepat dan membawa serta sahabatnya juga.

"Hai evil. Bagaimana kabarmu? Sepertinya sudah lama sekali aku tak melihatmu" Heechul menyapa Kyuhyun dan mengacak surai bocah itu. Kyuhyun tertawa mendengarnya.

"Tentu saja Kyu baik hyung. Ternyata hyung tak berubah, tetap cantik." Heechul yang mendengarnya pun mendelik ke arah bocah itu. Kyuhyun tertawa melihatnya.

"Jangan marah hyung, kau tampan tapi juga cantik. Itu pujian tahu." Kyuhyun mempoutkan bibirnya

"Ish dasar kau ini" Mereka berdua duduk sofa dan membicarakan tentang berbagai hal.

Jung soo memutuskan masuk terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya. Dia membiarkan sahabatnya dan adiknya bercengkrama di sofa. Mereka memang sudah sangat dekat. Bahkan dengan Kibum juga. Karena sebelum keadaan keluarga Jung soo seperti sekarang sahabatnya itu sudah sering kali bermain ke rumah mereka.

"Kyuhyunie~, hyung dan Heechul hyung akan mengajakmu jalan-jalan hari ini"

"Benarkah? Yeaaiii..." Kyuhyun berteriak kegirangan setelah mendapatkan kepastian dari mereka.

Mereka memutuskan untuk pergi ke taman bermain, melihat-lihat ke daerah pertokoan, membeli beberapa permen kapas, dan berjalan-jalan di taman.

Saat berjalan-jalan di taman mereka melihat ada musisi jalanan. Kyuhyun yang sangat ingin melihat mengajak ke dua hyung yang bersamanya itu untuk melihat. Banyak penonton yang menari bersama-sama mengikuti irama permainan musik yang di mainkan 4 orang musisi jalanan itu. Saat setelah selesai tiba-tiba Kyuhyun berlari menghampiri satu di antara musisi-musisi itu. Dia membisikkan sesuatu.

Jung soo dan Heechul saling berpandangan, mereka sangat merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan bocah itu. Mereka melihat salah satu musisi itu meminjamkan biola yang dipegangnya kepada Kyuhyun.

"Ini untuk Jung soo hyung, Kyu ingin memainkan sesuatu yang Kyu buat untuk ulang tahun Jung soo hyung~" Kata-kata yang di ucapkan itu mendapat sambutan hangat dari penonton disana. Jung soo yang melihatnya pun dibuat tak berkutik. Matanya kembali berkabut, adiknya benar-benar memberikan banyak kejutan untuknya hari ini.

Alunan merdu dari permainan biola Kyuhyun membuat semuanya terpukau. Bakat anak itu sepertinya tidak perlu di ragukan lagi. Setiap gesekan biola itu mengeluarkan suara yang indah membuat siapapun yang mendengarnya terhanyut dalam alunan merdunya. Bahkan penonton semakin banyak yang berkumpul untuk menyaksikan.

Sesaat setelah permainan Kyuhyun selesai tepukan para penonton terdengar riuh. Mereka benar-benar merasa terhibur. Bahkan banyak yang memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Jung soo. Setelah makan malam di kedai pinggir jalan, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah cukup malam.

.

.

Ini sudah seminggu semenjak ulang tahun Jung soo. Setelah pulang sekolah Jung soo makan siang bersama Kyuhyun di rumah mereka sebelum ia berangkat bekerja.

"Kyuhyunie~ jika hyung belum pulang saat makan malam, makanlah dulu. Hyung tidak mau kau sakit karena terlambat makan."

Kyuhyun mendengarkan nasihat hyung-nya sambil terus makan sesekali dia bergumam menanggapi perkataan sang hyung karena mulutnya penuh dengan makanan yang sedang dimakannya.

"Arra~ tapi Kyu kan ingin makan malam bersama hyung. Tidak enak makan sendiri." Kyuhyun mempoutkan mulutnya dan menggembungkan pipinya.

"Kau tidak ingin membuat hyung khawatir kan?" Kyuhyun mengangguk.

"Nah, Kyu jangan terlambat makan. Kerjakan PR dengan baik dan jangan nakal."

"Kyu tidak nakal hyung~ Kyu itu pintar"

"Arraso, hyung tahu adik hyung sangat pintar" Jung soo mengucak rambut adiknya.

"Hei, dan jangan sering menangis. Hyung tahu kau sering menangis walaupun Kyu sering berusaha menyembunyikannya. Tapi sesekali menangis itu pun tak apa. Karena kita diberi kemampuan untuk itu. Kyu harus ingat jangan larut dalam kesedihan ne~"

"Kyu mengerti hyung" Mendengar kata-kata Jung soo entah mengapa membuat Kyuhyun gelisah.

"Jung soo hyung~" Kyuhyun menarik tangan sang hyung yang akan pergi bekerja di depan rumah mereka. Dia menggemgamnya dengan erat. Jung soo yang merasakan genggaman kuat sang adik mensejajarkan tubuhnya dengan Kyuhyun.

"Ada apa hemmph?" Jung soo mengelus surai hitam sang adik untuk menenangkan karena sepertinya adiknya sangat gelisah dan ada tatapan khawatir disana.

"Bi-bisakah hyung tak pergi bekerja hari ini? Kyu mohon untuk hari ini saja hyung temani Kyu dirumah."Jung soo merasa heran dengan hal itu.

"Maafkan hyung Kyu, tapi hyung harus pergi. Hyung janji jika Kyu mengijinkan hyung bekerja nanti kita pergi jalan-jalan lagi ne?" Kyuhyun menggeleng. Tapi dia melepaskan genggaman tangannya pada Jung soo. Jung soo melihatnya dan tersenyum. Jung soo lalu memeluk adiknya erat, berusaha menyakinkan semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu di khawatirkan.

Setelah merasa adiknya sudah cukup tenang, dia beranjak berdiri dan pamit untuk pergi. Kyuhyun yang melihat punggung hyung pergi tanpa sadar meneteskan matanya. Dia tidak tahu mengapa dia merasa sangat gelisah akan kepergian hyung tersayangnya itu.

Dia merasa sesak saat merasakan Jung soo memeluknya seolah itu merupakan pelukan terakhir yang diberikan sang hyung padanya. Tapi dia berusaha menepis perasaan itu dan menyakinkan diri Jung soo hyungnya baik-baik saja.

Kyuhyun memandang ke arah langit. 'Kibumie jika aku menangis saat ini akankah kau datang menghiburku?'

Hujan akan turun, langit begitu mendung saat itu. Awan hitam bergelung-gelung, gemuruh mulai terdengar. Sama seperti perasaan Kyuhyun yang terasa mendung. Dia memutuskan masuk kerumah dan menunggu hyungnya pulang sambil memainkan biolanya. Walaupun dia tak yakin hal itu dapat mengurangi perasaan gelisahnya saat ini.

.

.

Jung soo pulang sangat terlambat hari itu karena dia harus lembur. Pengunjung restoran sangat ramai sehingga dia diminta untuk berada disana lebih lama lagi. Kesempatan ini tentu saja tidak di sia-siakan walaupun dia harus mengorbankan adiknya yang menunggu lebih lama. Hal ini di lakukannya karena Jung soo akan mendapatkan upah lembur nanti.

Hujan yang mengguyur sejak siang tadi membuanya memutuskan menggunakan bis supaya lebih cepat sampai di rumahnya. Setelah menunggu setidaknya 5 menit bis yang akan di tumpangi Jung soo akhirnya datang.

Sebenarnya dia ragu untuk menggunakan bis saat itu, namun karena tidak ingin membuat adiknya menunggu lebih lama dia tetap manaiki bis itu.

"Hai nak, selamat datang. Silahkan pilih tempat duduk yang kau sukai" Sapa supir bis dengan ramah.

"Gomawo ahjussi" Jung soo menyapa sang supir bis dengan senyuman lebar. Jung soo duduk di tempat paling belakang dan dekat dengan cendela. Saat Jung soo duduk dia teringat Kyuhyun yang sedikit aneh saat dia berangkat tadi. Adiknya itu memintanya untuk tidak bekerja hari itu. Kyuhyun tidak pernah seperti itu sebelumnya.

Jung soo di kagetkan dengan kepanikan yang ada di dalam bis itu. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia hanya merasakan ketakutan yang luar biasa benturan keras di beberapa bagian tubuhnya. Darah segar terasa mengalir dari kepalanya. Bunyi benturan keras antara badan bis dan pembatas jalan kemudian yang dia tahu bis itu jatuh ke sungai dengan aliran yang sangat deras karena hujan.

Jung soo berusaha berenang keluar dari dalam bis, tapi luka yang di dapatnya membuatnya tak berdaya. Sekelebat bayangan adiknya dan juga memori-memorinya terlihat di depan matanya. Seolah itu adalah rangkaian film yang di putar secara cepat sebelum semuanya terasa gelap.

.

.

Jalan yang licin karena hujan, hujan deras yang membatas pandangan membuat sang supir harus menyetir dengan ekstra hati-hati. Namun naas ada truk dari arah berlawanan yang melanju kencang tak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Bis yang di tumpangi Jung soo berusaha menghindar, namun karena posisi bis yang sudah ada di pinggir serta tak ada ruang lagi untuk menghindar membuat bis itu menabrak pembatas jalan dan masuk ke sungai.

.

TBC

Apa yang terjadi selanjutnya pada Jung soo? Bagaimana dengan Kyuhyun?

Tunggulah kisah selanjutnya ne... kkkk

Ini udh di panjangin dikit, hehe hemmph, jdi pingin baca review lebih bnyk dari pengujung yg baca... nggak maksa kok, cuman seneng aja ngeliat jumlah review yg nambah... XD satu katapun tak apa... ^^ keputusan tetap di tangan kalian ne, jangn jadikan beban... :) oke? Sip... ^.^

Special thanks to:

Guest/ Rahma94/ Awaelfkyu13/ kyuli 99/ mifta.cinya/ Desviana407/ oracle88/ Gyurievil/ sparkyuNee13/ Retnoelf/ Park Yong Ra/d5/ indah esterlita/ Chocosnow/

Jika ada namanya yg belum disebutin mianhe :)

Terima kasih atas dukungannya, seneng baca reviewnya

Gomawo untuk yang baca, review, favorite, dan follow *bow

^.^