Chapter 5
Title : DREAM
Genre : Family, Brothership, Friendship
Rating : Fiction T
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Park Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD
Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)
Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!
Summary : Kyuhyun terpisah dari saudara-saudaranya dan mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa mewujudkan impian mereka?
.
Happy Reading!
.
.
Malam ini Kyuhyun harus menelan kekecewaan karena hyung-nya benar-benar belum pulang saat makan malam tiba. Sehingga dia terpaksa makan malam sendirian. Kyuhyun tidak mau membuat Jung soo khawatir jika tahu dia belum makan malam karena menunggunya pulang. Setelah selesai dia membersihkan peralatan makan yang digunakannya dan Kyuhyun memutuskan duduk di dekat cendela sambil memperhatikan hujan yang turun. Merapatkan selimut yang sebelumnya sudah diambil di kamarnya untuk menyelimuti seluruh tubuhnya.
Suara guntur di luar rumah membuat Kyuhyun terbangun yang beberapa saat lalu tertidur. Di luar hujan sudah tidak sederas tadi, namun suara guntur masih cukup keras terdengar. Dia sedang menunggu hyung-nya pulang di sofa yang kemudian jatuh tertidur karena sangat mengantuk. Saat dia menoleh ke arah jam dinding yang tergantung Kyuhyun menghela nafas panjang.
Rasa khawatir akan keberadaan sang hyung yang belum kembali sungguh mengganggunya. Ini sudah pukul sebelas malam tapi tak ada tanda-tanda Jung soo akan pulang. Dia tak akan merasa tenang sebelum melihat Jung soo hyung-nya pulang dalam keadaan baik-baik saja.
"Hyung~ kenapa hyung belum pulang?" Kyuhyun menekuk kakinya dan menyandarkan kepalanya disana. Memeluk tubuhnya yang terasa kedinginan walaupun sudah menggunakan selimut tebal di sekitar tubuhnya.
"Eomma, kumohon jaga Jung soo hyung dimanapun hyung berada. Kyu sendirian eomma." Air mata itu mulai mengalir seiring detik jarum jam yang berputar. Dia mulai merasa takut sekarang, perasaan sesak sejak kepergian sang hyung siang tadi semakin meluap. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Namun Kyuhyun segera menghapus air mata yang mengalir di pipinya, dia ingat pesan Jung soo untuk tidak sering menangis. Tapi tanpa bisa di cegah air mata itu kembali mengalir.
Setelah beberapa kali menghapusnya yang berakhir sia-sia, akhirnya dia membiarkannya. Isakan tangis mulai terdengar, dia sudah tak sanggup lagi untuk menahan sesak itu. Dia membutuhkan sang hyung. Dia hanya seorang anak kecil berumur 8 tahun yang masih membutuhkan orang-orang yang lebih dewasa di sekitarnya. Tapi saat ini tak ada seorang pun yang ada disisinya. Kyuhyun terus membenamkan kepalanya di antara lututnya.
'Kyuhyunie~'
Kyuhyun merasakan ada tangan yang mengelus kepalanya. Saat dia mengangkat kepalanya tak ada siapapun bersamanya. Apa itu hanya ilusinya semata karena dia begitu menkhawatirkan sang hyung. Kyuhyun tak tahu itu.
"Hyung! Hyung dimana? Hiks... Kibumie... Hiks... Kyu tidak tahu hyung ada dimana, hyung belum pulang Kibumie" Setelah kelelahan karena menangis Kyuhyun jatuh tertidur. Dia meringkuk di sofa itu. Menunggu Jung soo hyung-nya pulang, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sang kakak sesungguhnya.
.
.
"Kyuhyunie~ apa kau sedang menangis sekarang? Jangan menangis Kyu, maafkan aku yang tak ada bersamamu." Disaat yang sama di negara berbeda, Kibum bisa merasakannya. Mungkin ini yang di sebut ikatan batin saudara kembar. Kibum dapat merasakan kesedihan saudara kembarnya. Perasaan itu semakin lama semakin kuat, sehingga membuatnya tanpa sadar meneteskan air matanya. Dia memang jarang menangis, tapi perasaannya kali ini membuatnya tidak dapat tahan air matanya mengalir. Tak ada isakan yang keluar dari bibirnya, hanya bulir-bulir itu terus mengalir tanpa bisa di cegah.
Kibum memandang keluar cendelanya, membuka sedikit cendela itu membiarkan udara masuk ke kamarnya. Dia ingin melihat langit lebih jelas. "Kyuhyunie~ apapun yang terjadi kita pasti bisa melaluinya. Sesulit apapun rintangannya, aku tahu kita bisa melewatinya. Walaupun kita tak berada di tempat yang sama, tapi kita memandang langit yang sama bukan?"
Kibum menutup pintu cendelanya dan beranjak untuk mengambil biolanya. Dia menyentuhnya, perlahan dia mulai memainkannya. Dia tak khawatir akan ada yang terganggu dengan permainannya. Ayahnya sedang tidak ada, dan hanya ada para maid yang ada di sana. Yang pasti tidak akan mengusik sang majikan. Mereka justru merasa terhibur dengan permainan Kibum, permainan yang sesungguhnya membuat siapa saja yang mendengarnya tersentuh. Mereka dapat merasakan kesedihan dalam permainan itu.
.
.
Kyuhyun terbangun mendapati dirinya masih berada di sofa. Dia segera menoleh kearah cendela, ternyata ini sudah pagi. Dia segera turun dari sofa itu dan berlari menuju kamar hyungnya.
"Hyung!" Kyuhyun menerobos masuk kamar itu tapi tak ada tanda-tanda Jung soo ada disana. Kamar Jung soo masih sangat rapi. Kyuhyun terus saja mencari ke kamar mandi dan juga dapur. Rumah itu tidak besar tentu saja Kyuhyun sudah mencari ke penjuru rumah.
"Jung soo hyung tidak ada, apa hyung belum pulang? Tidak, mungkin saja hyung sudah berangkat sekolah. Baiklah, Kyu akan ke sekolah hyung saja. Tapi nanti Kyu dimarahin hyung kalau bolos sekolah? Tidak tidak, biar saja hyung marah. Kyu mau bertemu Jung soo hyung!" Kyuhyun memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya dan segera menemui Jung soo di sekolah.
"Mata Kyu besar sekali. Pasti gara-gara menangis tadi malam. Uuh... Kyu jadi seperti zombie." Gumamnya saat dia mematut dirinya di cermin. Kyuhyun menempuk pipinya dengan kedua tangannya mencoba menyemangati dirinya sendiri.
.
.
Kyuhyun berjalan kaki untuk pergi ke sekolah Jung soo. Tapi di tengah perjalanan dia berhenti, dia berpikir mungkin sebaiknya dia mencari Jung soo di tempat kerjanya terlebih dahulu. Karena tidak mungkin hyungnya meninggalkannya sendirian di rumah lalu berangkat sekolah tanpa membangunkannya. Setelah dia berjalan cukup jauh ke restoran Shin ahjussi Kyuhyun melihat banyaknya orang-orang yang berkerumun di sekitar jembatan besar yang juga merupakan sebuah jalan raya. Jembatan itu memang jalan yang harus di lalui untuk mencapai daerah dimana restoran Shin ahjussi berada.
Kyuhyun sangat penasaran dengan apa yang terjadi disana. Beberapa mobil kepolisian, tim SAR, dan juga ambulan terdapat di sekitar jalan itu. Kyuhyun berusaha menerobos kerumunan yang berdesakan ingin melihat dari dekat.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Semalam sebuah bis yang menghindari sebuah truk menabrak pembatas jalan jembatan ini dan jatuh ke sungai. Pihak kepolisian dan tim penyelamat itu sedang berusaha mengevakuasi para korban. Beberapa korban bahkan belum ditemukan karena sungai sangat deras karena hujan."
Kyuhyun mendengar orang-orang di sekitarnya saling berbisik. Sehingga sedikit banyak dia tahu apa yang terjadi. Namun hal itu membuat perasaannya kembali kacau, mendengar pembicaraan orang-orang dewasa disekitarnya membuatnya kembali mengingat hyung-nya. Tubuhnya yang kecil memudahnya menerobos diantara orang-orang dewasa yang berdiri. Saat telah sampai di depan, Kyuhyun bisa melihat para petugas sedang memeriksa tempat kejadian.
Kyuhyun melihat salah satu petugas penyelamat sedang berbicara dengan salah satu polisi. "Kami mendapat kesaksian dari supir bis bahwa penumpang dalam bis ada sekitar 10 orang . Korban yang belum ditemukan ada 2 orang saat ini dan diantaranya seorang anak remaja berumur sekitar 13 tahun. Dia menggunakan jaket berwarna biru gelap, t-shirt putih dan juga menggunakan kalung berbandul sayap."
Kyuhyun terkejut, ciri-ciri yang disebutkan petugas itu sama seperti yang dikenakan hyung-nya kemarin. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, dia berpikir itu tidak mungkin Jung soo hyung-nya.
"Itu tidak mungkin Jung soo hyung, hyung baik-baik saja!" Kyuhyun berusaha menepis kemungkinan Jung soo merupakan salah satu korban. Perlahan dia mendekatkan dirinya kearah petugas penyelamat dan polisi itu.
"Ahjussi, ahjussi pasti bohong kan? Yang tadi ahjussi katakan itu bukan Jung soo hyung kan?" Kyuhyun menarik bagian bawah baju yang dikenakan petugas penyelamat itu. Dua orang itu dewasa itu saling berpandangan. Lalu petugas penyelamat itu pun mensejajarkan tubuhnya dengan Kyuhyun.
"Ahjussi bilang kalung berbandul sayap bukan? Itu kalung Jung soo hyung, Kyu yang memberikannya pada hyung. Hiks... Dimana Jung soo hyung ahjussi?" Kim Yong Woon, atau biasa di panggil Kangin, petugas penyelamat itu untuk sesaat bingung harus mengatakan apa.
"Nak, siapa nama hyung-mu hemmph?"
"Cho Jung soo"
"Kami akan berusaha mencarinya ne, jangan menangis. Siapa namamu?"
"Kyuhyun."
"Nah Kyu doakan ahjussi dan teman-teman ahjussi. Ahjussi akan berusaha keras mencarinya ne?" Kangin mengelus kepala anak itu. Kyuhyun masih menangis, sesungguhnya belum percaya bahwa hyung-nya menjadi salah satu korban kecelakaan. Tapi hyung-nya yang belum pulang, tak adanya keberadaan Jung soo di rumah, sampai ciri-ciri yang disebutkan Kangin semuanya membuatnya yakin akan hal itu.
Kyuhyun yang masih menangis berdiri tak jauh dari tempat kejadian. Dia dapat melihat para petugas yang sedang melakukan pencarian dan penyelamatan. Badan bis pun secara perlahan di evakuasi dengan menggunakan alat berat.
Langit sudah beranjak sore dan mulai mendung, pencarian sudah berlangsung berjam-jam lamanya. Namun petugas- petugas itu belum bisa menemukan Jung soo. Korban lain yang hilang sudah di temukan sejam yang lalu. Kyuhyun terus berada disana, memperhatikan.
"Kyu percaya Jung soo hyung pasti baik-baik saja. Jung soo hyung tidak akan meninggalkan Kyu sendirian." Kyuhyun berusaha meyakinkan diri. Orang-orang di sekitarnya mulai berkurang.
Hujan mulai turun, tapi Kyuhyun tak menghiraukannya. Dia berdiri disana dan menunggu, tak mempedulikan tubuhnya yang mulai basah kuyup. Kangin menghampiri anak itu.
"Kyu, hujan mulai turun sebaiknya Kyu berteduh."
"Tapi Jung soo hyung bagaimana ahjussi?"
"Kami tidak bisa melanjutkan perncarian saat ini, maafkan ahjussi. Hujan mempersulit percarian, sungai terlalu deras untuk ditelusuri."
"Tapi Jung soo hyung belum di temukan! Kyu ingin bertemu Jung soo hyung!" Kyuhyun mulai berteriak diantara isakan yang keluar, dia ingin hyung-nya. Dia sudah menunggu sangat lama, tapi belum bisa bertemu Jung soo.
"Ahjussi akan mengantarmu pulang dan bertemu orang tuamu sekarang. Ayo..." Kangin berusaha menenangkan anak itu.
"Kyu hanya punya Jung soo hyung~ eomma sudah tidak ada. Aku tidak tahu dimana appa dan Kibumie." Kangin terkejut. Bagaimana bisa anak ini dan hyungnya hanya hidup berdua saja di kota besar ini.
"Kyu akan mencari Jung soo hyung sendiri!" Kyuhyun berlari mengabaikan Kangin yang berusaha mengejarnya dan membantunya. Kyuhyun ingin hyungnya, dia akan mencarinya sendiri entah bagaimana caranya dia pun tak tahu.
Hujan mengguyur kota Seoul, Kyuhyun terus berjalan walaupun tubuhnya sudah basah kuyup dan kedinginan. Dia bertanya kepada setiap orang yang dilewatinya, apakah mereka tahu keberadaan hyungnya. Orang-orang yang dilaluinya hanya menatap iba anak itu tanpa ada yang mempedulikan lebih jauh. Bibir Kyuhyun bergetar karena dinginnya udara malam itu. Kyuhyun terus berjalan. Yang ada di pikirannya sekarang adalah menemukan Jung soo.
Kyuhyun pulang kerumah yang di tempatinya pukul 11 malam. Kyuhyun membersihkan dirinya dan mengganti bajunya. Setelah itu dia menjatuhkan tubunya ke atas kasur milik hyung-nya. Berharap saat bangun ini semua adalah mimpi buruk dan dia akan segera terbangun. Bisa bertemu dengan hyung-nya seperti hari-hari yang biasa dilaluinya. Air mata itu kembali mengalir, walaupun tak ada isakan yang terdengar sebelum akhirnya tertidur.
.
.
Kyuhyun terbangun keesokan paginya dengan tubuh yang terasa sakit dan kepalan yang berdenyut. Kyuhyun mengedarkan pandangannya untuk menemukan keberadaan hyung-nya. Berlari kesegala penjuru rumah, berharap Jung soo berada di salah satu ruangan di rumah itu dan bersembunyi untuk mengerjainya karena tahu Kyuhyun sangat menyukai petak umpet.
Kesunyian yang dirasakannya dirumah itu, menyadarkan bahwa apa yang dialaminya bukan hanya mimpi buruk, tapi itu semua adalah sebuah kenyataan. Kyuhyun tak lagi menangis, sepertinya bocah itu sudah merasa sangat lelah bahkan untuk menangis sekalipun. Dengan terburu-buru Kyuhyun membersihkan tubuhnya dan mengenakan bajunya.
Dia ingin mencari hyungnya lagi hari ini. Dia sadar dia belum makan sejak kemarin siang. Tapi Kyuhyun tak memiliki nafsu untuk makan apalagi dia pun tak bisa memasak. Makanan yang disiapkan hyung-nya tentu saja sudah habis sejak sarapan kemarin.
Mengabaikan tubuhnya yang meminta istirahat lebih serta kepala yang terasa sakit, dia berjalan keluar untuk kembali mencari Jung soo. Dia membolos sekolah lagi hari ini. Dia tak peduli dengan hal itu saat ini. Baginya tak ada hal yang jauh lebih penting dari menemukan Jung soo hyung-nya.
.
.
"Hei bukankah itu adik Jung soo?"
"Kau benar! Kenapa dia berdiri diam di depan sana?"
"Apa telah terjadi sesuatu pada Jung soo?"
"Jangan bicara yang tidak-tidak."
"Lalu kenapa adik Jung soo ada disini? Sedangkan Jung soo pun tak masuk sekolah lagi hari ini?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu"
Heechul yang mendengar percakapan teman-temannya pun menoleh keluar cendela kelasnya. Dia belum sempat bertemu dengan sahabatnya karena dia selama 3 hari dia tidak masuk sekolah dikarenakan harus ikut kedua orang tuanya.
Dia berencana ingin ke rumah sahabatnya itu nanti, dan mencari tahu kemana Jung soo sebenarnya mengapa dia tak masuk sekolah. Memang teman-teman Jung soo tidak ada yang tahu mengenai apa yang terjadi pada Jung Kyuhyun hanya berdiri diam di depan gerbang sekolah Jung soo.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian, Jung soo-ah?" Heechul segera berlari keluar kelas untuk menemui Kyuhyun karena saat itu sedang jam istirahat. Tapi saat dia sampai di dekat gerbang sekolahnya ternyata Kyuhyun sudah pergi karena dia tak menemukan anak itu dimanapun.
"Aisssh... pergi kemana setan kecil itu? Kenapa sudah tidak ada? Kenapa dia tak pergi ke sekolah dan malah pergi kesini?" Banyak pertanyaan yang mengganggu Heechul. Tapi dia tak bisa keluar sekolah saat ini, jam sekolah masih belum selesai. Dan sialnya sekolah menambah jam pelajaran dan dia baru bisa keluar pukul 4 sore.
Heechul begitu gelisah, dia tidak bisa fokus dengan sisa pelajaran hari itu. "Aishh... kenapa lama sekali?" Heechul menggerutu di bangku yang didudukinya.
"Kim Heechul! Apa ada hal yang lebih penting dari pelajaranku?"
Heechul yang mendengar teguran dari gurunya pun semakin merasa sebal. Tapi dia berusaha kembali berkonsentrasi walaupun pada akhirnya pikirannya tertuju pada sahabatnya.
.
.
Kyuhyun merasa tubuhnya terasa sakit, dia merasa lelah. Tapi Kyuhyun tidak ingin istirahat. Kulitnya bahkan jauh lebih pucat dari yang seharusnya, bibirnya terlihat sangat pucat. Dia merasa kedinginan. Tapi lagi-lagi dia tak menghiraukan hal itu.
Kyuhyun memasuki rumahnya dengan gontai, hari sudah menjelang malam. Dan dia pulang dalam keadaan basah kuyup lagi. Beberapa hari ini cuaca di kota besar itu benar-benar tak bersahabat. Setelah menutup pintu, dia bersandar pada pintu itu sejenak dan memperhatikan sekelilingnya. Dia selalu berharap saat dia pulang akan ada hyung-nya yang menyambutnya bahkan memarahinya karena pulang dalam keadaan basah kuyup begitu. Tapi harapannya tak terkabulkan, rumah itu terasa sangat sepi.
Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan duduk di sofa, mengangkat kakinya dan menekuk didepan dadanya. Dia kedinginan tapi tak ingin mengambil selimut ataupun mengganti pakaiannya. Kepalanya sudah terasa sangat berat sejak pagi semakin terasa sakit, semua terasa berputar.
Dengan kepala yang terasa seperti menahan beban sangat berat, Kyuhyun mencoba untuk kembali ke kamarnya. Kyuhyun berpegangan pada benda apapun yang bisa diraihnya untuk menopang tubuhnya.
"Uuuh... hyung~ kepala Kyu sakit..." Nafasnya mulai memburu, bahkan dia hampir tak sanggup untuk berjalan lagi. Pandangannya mulai mengabur, saat tinggal beberapa langkah lagi dia mencapai kasurnya Kyuhyun sudah tak sanggup lagi. Dia dapat mendengar suara benda-benda berjatuhan dan teriakan seseorang yang memanggil namanya sebelum semuanya gelap.
"KYUHYUUUN!"
.
TBC
Don't call me author, please ^^ kalian bisa memanggilku Zi ,chingu atau yang lain saja, aku merasa blm pantas di panggil author... hehe
Special thanks to:
Guest /kyuli 99/ lianpangestu/ oracle88/ Desviana407/ Dewiangel/ Guest/ indah esterlita/ chairun/ Rahma94/ mifta cinya/ Awaelfkyu13/ sparkyuNee13/ monicaulina/ aichan14/
Jika ada namanya yg belum disebutin mianhe, silahkan protes :)
Entah mengapa review yang tgl 14 bru muncul sekarang -_- aigoo mianhe
Terima kasih atas dukungannya, senang baca reviewnya
Gomawo untuk yang baca, review, favorite, dan follow *bow
^.^
