Chapter 6
Title : DREAM
Genre : Family, Brothership, Friendship
Rating : Fiction T
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Park Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD
Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)
Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!
Summary : Kyuhyun terpisah dari saudara-saudaranya dan mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa mewujudkan impian mereka?
.
Happy Reading!
.
Setelah pelajaran hari itu dinyatakan selesai. Heechul segera berlari keluar kelasnya. Dia sudah sangat tidak sabar ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya.
Namun saat akan perjalanan ke rumah Jung soo, Heechul mendapatkan telepon dari eomma-nya untuk segera pulang. Walaupun dia bersikeras untuk pulang terlambat, tapi sang eomma memintanya untuk pulang terlebih dahulu. Dan setelah urusannya di rumah telah selesai Heechul berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi menemui Jung soo.
Sesaat setelah Heechul keluar rumah, dia mendengar suara eomma-nya memanggil. Tapi dia sudah sangat ingin bertemu Jung soo sehingga dia menyahuti seadaanya.
"Nanti saja eomma, tenang saja aku akan segera kembali!" Heechul bahkan mengatakannya sambil berlari dan segera mengambil sepedanya. Dia segera mengayuh sepedanya itu menuju rumah Jung soo.
"Kenapa harus hujan disaat seperti ini sich?" Karena hujan yang turun Heechul memutuskan untuk menunggu hujan reda di halte bis, tapi melihat hujan yang sepertinya tidak ada tanda-tanda akan berhenti dia akhirnya memutuskan untuk menerobos hujan. Dia mempercepat laju sepedanya menuju rumah Jung soo. Saat telah sampai di rumah Jung soo, Heechul berhenti dan meletakkan sepedanya begitunya. Segera berlari menuju pintu rumah tiu dan menumpukan tangannya di atas lututnya. Dia kelelahan.
Setelah Heechul berhasil mengatur laju nafasnya yang memburu karena mengebut. Dia mulai memperhatikan rumah itu. Dia merasa heran karena rumah itu seolah tidak berpenghuni. Dia mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan sama sekali.
"Jung soo-ah? Kyuhyunie?" Heechul mulai tak sabar.
"Aissh... Kemana sebenarnya mereka? Jung soo-ah! Kyuhyunie? Kalian ada di dalam?" Tidak segera mendapat sahutan dia akhirnya memegang kenop pintu yang ternyata tidak terkunci. Rumah itu sangat gelap karena di luar hari memang mulai beranjak malam, dan tidak ada lampu yang menyala di rumah itu.
"Kenapa mereka tidak mengunci rumah sich? Bagaimana kalau ada yang masuk? Dasar ceroboh!" Gerutunya. Heechul mencari saklar lampu dan menghidupkannya. Dia mulai menyusuri rumah itu. tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara beberapa benda terjatuh.
"Apa itu?" Heechul segera berlari ke sumber suara dan sontak dia terkejut.
"KYUHYUUUN!" Dia menghampiri tubuh bocah itu. Ternyata Kyuhyun pingsan dan terjatuh sehingga menyenggol beberapa barang.
"Kyuhyunie! Ya bangulah Kyu... Jangan membuatku takut! Aishhh... Kenapa badannya panas sekali! Aigoo bagaimana ini?" Karena melihat baju Kyuhyun yang basah, Heechul segera membaringkan tubuh bocah itu ke kasurnya. Dia tidak mungkin membiarkan tubuh anak itu dalam keadaaan basah kuyup begitu.
"Aigoo aigoo aigoo... Aku harus mengganti bajunya yang basah! Bisa-bisa dia bertambah sakit dengan baju basah seperti itu!" Heechul segera mengambil baju Kyuhyun di lemari dan dengan cekatan mengganti baju Kyuhyun yang basah, dia juga menyelimuti anak itu dengan selimut tebal.
"Aigoo... Aku harus bagaimana? Aku tak mungkin membawanya ke rumah sakit dalam keadaan hujan seperti ini! Diluar hujan, dia akan basah lagi nanti! Ah iya eomma!" Heechul megambil ponselnya dan segera menelponnya.
"Yeobose.." Sebelum sang eomma selesai menjawab Heechul sudah memotongnya, dia sangat panik sekarang.
"Eomma tolong aku! Kyuhyun pingsan! Aku ingin membawanya ke rumah sakit tapi di luar hujan!"
"Tenanglah Heechul-ah... Baiklah eomma dan appa akan segera kesana. Beri pertolongan pertama yang bisa kau lakukan.. Ok!" setelah sambungan terputus Heechul segera berlari ke dapur untuk mengambil kompresan. Saat dia kembali, dia melihat wajah Kyuhyun dengan seksama.
"Aigoo... Kyu.. Kenapa kau pucat sekali? Dan dimana Jung soo? Kenapa dia tidak ada? Apa dia masih di restoran?" Monolognya. Dia kemudian mengompres anak itu. Tidak beberapa lama terdengar deru mobil di luar rumah. Itu pasti eomma dan appanya, Heechul segera merapatkan selimut tebal yang menyelubungi tubuh anak itu. Tiba-tiba eomma dan appa-nya sudah ada di belakangnya.
"Heechul-ah biarkan appa yang menggendong Kyunie ke mobil!" Tuan Kim dengan sigap menggendong tubuh Kyuhyun. Sedangkan eomma Heechul memayungi suaminya dan Kyuhyun menuju mobil. Heechul mengekor di belakang kedua orang tuanya.
Tuan Kim meletakkan Kyuhyun dibangku penumpang belakang di temani Nyonya Kim. Tuan Kim mengemudi dan Heechul duduk di samping ayahnya. Nyonya Kim mendekap tubuh bocah itu erat berharap dapat menghalau dingin pada tubuh anak itu. Dia merasa takut sekarang, melihat betapa pucatnya Kyuhyun yang sedang didekapnya.
"Badannya sangat panas!"
"Eomma benar.. Appa... kumohon lebih cepat appa!"
"Appa tahu Chul-ah, kita akan segera sampai di rumah sakit sebentar lagi."
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit, syukurlah jalanan tidak macet sehingga mereka bisa segera sampai di rumah sakit. Kyuhyun langsung di bawa ke UGD. Mereka diminta menunggu di luar ruangan.
"Heechul-ah gantilah pakaianmu terlebih dahulu, kau bisa sakit." Perintah sang eomma. Setelah di paksa akhirnya anak itu mau mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sempat di bawa eomma-nya dari rumah. Sang eomma tahu anaknya itu akan basah kuyup begitu.
.
.
Menunggu membuat Heechul merasa kesal, dia tidak sabar ingin mengetahui kondisi adik sahabatnya itu.
"Chulie~ ada yang harus eomma katakan padamu." Mendengar suara ibunya yang terdengar ragu membuatnya mengernyitkan dahi.
"Ada apa eomma?"
"Jung soo hilang." Setelah manarik nafas panjang akhirnya kata-kata itu bisa keluar.
"Mwo? Apa maksudnya Jung soo hilang eomma? Kumohon jangan bercanda di saat seperti ini eomma."
"Eomma tidak sedang bercanda Chulie... Itulah yang ingin eomma katakan saat kau terburu-buru pergi tadi. Jung soo hilang setelah dia terlibat dalam kecelakan bis. Dan dia belum ditemukan. Eomma mengetahuinya dari berita tadi dan eomma sudah memastikannya." Mendengar penjelasan eomma-nya Heechul merasa tubuhnya lemas. Dia masih belum percaya hal seperti itu terjadi pada sahabatnya. Tapi eomma-nya tak mungkin berbohong padanya tentang masalah seperti ini.
Nyonya Kim langsung memeluk anaknya dari samping dan tuan Kim menepuk kakinya berusaha memberi kekuatan. Mereka tahu seberapa dekat Heechul dan Jung soo beserta adik-adiknya.
Keheningan diantara mereka pecah saat seorang dokter keluar.
"Baigamana keadaannya dokter? Kyu baik-baik saja kan." Heechul dengan tidak sabar segera bertanya kepada dokter yang memeriksa Kyuhyun.
"Dia sudah melewati masa kritisnya sekarang. Syukurlah dia tidak terlambat di bawa kemari. Dia mengalami kelelahan ekstrim, dehidrasi dan juga hepotermia. Semoga demamnya segera turun. Jaga tubuhnya untuk tetap hangat sampai hepotermianya hilang." Setelah mendengar penjelasan doketer, Heechul mengikuti beberapa perawat membawa ranjang yang ditempati Kyuhyun menuju ruang perawatan yang akan ditempatinya.
Dia menggunakan alat bantu pernafasan, karena anak itu mengalami kesulitan bernafas akibat kondisinya yang menurun drastis. Heechul dan kedua orang tuanya merasa sedikit lega sekarang, walaupun perasaan khawatir itu belum hilang sepenuhnya sampai anak itu benar-benar pulih.
Keluarga Kim memasuki kamar rawat Kyuhyun. Heechul segera menghampiri ranjang dimana Kyuhyun terbaring. Dia duduk di samping ranjang dan memperhatikan seksama Kyuhyun yang masih belum sadar.
"Kyuhyunie~ " Tepukan di bahu Heechul membuatnya menoleh kearah sang eomma.
"Dia akan segera sembuh, kita akan menjaganya." Senyuman nyonya Kim membuat Heechul merasa lega.
.
.
Keesokan harinya, suara lenguhan yang sangat lirih itu membuat Heechul memberikan perhatian penuh pada bocah itu, Kyuhyun sepertinya akan segera sadar. "Kyuhyunie~ kau bisa mendengarku?"
Perlahan kelopak mata yang tertutup itu mulai terbuka. Kyuhyun berusaha menyesuaikan penglihatannya yang masih buram. Sesekali memejamkan matanya. Saat matanya sudah bisa menyesuaikan, dia mengedarkan sekelilingnya dan dia dapat melihat Heechul berdiri di sampingnya serta kedua orang tua Heechul. Mereka tersenyum senang melihat bocah itu sudah sadar.
"Heechul hyung~" Heechul senang mendengar suara anak itu walaupun terdengar sangat lirih.
"Tunggu sebentar ne, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa." Kata tuan Kim.
Setelah dokter memeriksa, dokter itu menjelaskan kondisi Kyuhyun mulai membaik. Bahkan Kyuhyun sudah tidak memerlukan alat bantu pernafasan lagi. Heechul yang mendengarnya mengukir evil smirknya. Dia segera kembali masuk kamar untuk menemui Kyuhyun karena sebelumnya dia dan orang tuanya keluar saat dokter memeriksa. Sementara kedua orang tuanya berbicara pada dokter dan mengurus keperluan lainnya, Heechul menemani Kyuhyun di kamarnya.
"Wooaa... Evil kau berhasil membuatku kalang kabut kemarin. Apa yang kau rasakan sekarang?"
"Pusing." Jawaban pendek yang diberikan Kyuhyun membuat Heechul mengangkat sebelah alisnya dan mengangkat bahunya kemudian dia memutuskan duduk diam di kursi samping tempat tidur. Selama beberapa saat tak ada yang mengeluarkan suara. Kyuhyun pun masih memilih memejamkan matanya untuk meredakan sakit kepalanya. Dengan mata yang terpejam, air mata mulai meluncur turun. Heechul yang sadar akan hal itu menghapusnya.
"Kau kenapa Kyu?" Kyuhyun membuka matanya dan melihat lekat kearah Heechul.
"Jung soo hyung~" Heechul memalingkan matanya dari Kyuhyun dan menarik nafas panjang. Tak sanggup melihat mata bocah itu. Setelah bisa menguasai dirinya Heechul kembali melihat ke arah bocah itu.
"Aku sudah tahu apa yang terjadi dengan Jung soo. Kau tak perlu khawatir dia pasti baik-baik saja."
Namun tiba-tiba Kyuhyun berusaha bangun dari tempat tidurnya. Heechul yang melihatnya pun segera mencegahnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan Kyu? Kau belum boleh bangun, pabbo!"
"Lepaskan! Kyu ingin mencari Jung soo hyung!"
"Kyuhyunie! Dengarkan hyung! Kau tidak mungkin mencari Jung soo dengan keadaanmu saat ini, kau masih sakit. Apa kau ingin membuat Jung soo khawatir melihat adiknya sakit? Kau ingin membuatnya sedih?" Kyuhyun terdiam. Matanya berkaca-kaca dan mulai memerah sekarang karena menahan tangis.
"Hiks..Kyu ingin Jung soo hyung. Kyu ingin mencarinya hyung" Heechul yang menyadari Kyuhyun mulai terisak langsung membawa bocah itu kedalam pelukannya dan mengusap punggungnya.
"Tenanglah, hyung akan membantumu mencarinya."
"Be-benarkah?"
"Ya... dia sahabatku. Jung soo sudah ku anggap hyung-ku walaupun umur kami sama. Kau dan Kibumie sudah kuanggap adikku juga. Kau harus sembuh dulu, aku tidak mau menggendongmu jika kau tumbang."
"Kenapa begitu?" Kyuhyun melepaskan pelukannnya. Bocah itu mempoutkan bibirnya serta menggembungkan pipinya. Dia sudah berhenti menganis sekarang setelah mendengar kata-kata Heechul.
"Kau berat bocah! Lihat pipimu sudah seperti bakpau."
"Hyung jahat! Queen evil jelek!"
"Apa kau bilang little evil? Jika kau sudah sembuh akan kupukul kau." Heechul melengos. Kyuhyun mengukir evil smirknya.
"Hyungie~ Kyunie lapar~" Kyuhyun berujar manja. Heechul yang mendengarnya pun begidik ngeri.
"Aku lebih suka mendengar kata-kata tajam darimu dari pada nada manja seperti itu. Itu mengerikan!" Kyuhyun cemberut. Tapi kemudian Heechul segera menyuapinya dengan makanan yang disediakan rumah sakit. Dengan protesan dari Kyuhyun karena rasa bubur itu hambar, tapi Heechul dengan sadisnya langsung memasukkan sesendok penuh kedalam mulutnya agar berhenti protes.
Tuan dan nyonya Kim yang melihat mereka pun menggelengkan kepala. Tapi mereka senang setidaknya Heechul bisa sedikit menghibur bocah itu.
.
.
Kyuhyun harus di rawat selama 3 hari di rumah sakit. Ini adalah hari terakhirnya, dia akan pulang sore ini. Saat Heechul sekolah dia akan ditemani oleh nyonya Kim. Kim Heera, eomma Heechul, masuk ke kamar rawat Kyuhyun. Dia bisa melihat Kyuhyun yang duduk diranjangnya, anak itu sedang menekuk kakinya di depan dada dengan tangan yang menumpu di atasnya. Anak itu sedang melihat keluar cendela, tidak menyadari ada yang datang.
Heera menghela nafas, dia sudah tahu beberapa sejak waktu lalu. Kyuhyun akan melamun jika di tinggal sendirian, seperti yang terjadi sekarang. Dia menyentuh pundak Kyuhyun perlahan, tidak ingin mengejutkannya. Sedetik kemudian Kyuhyun menyadari kehadiran eomma Heechul sehingga dia langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi ceria.
"Eoh... Ahjumma sudah datang!" Kyuhyun tersenyum sangat lebar tapi mata itu tak dapat berbohong. Mata itu menyimpan kesedihan yang sangat dalam. Heera yang menyadarinya hanya bisa tersenyum lembut. Tangannya tergerak untuk mengelus rambut bocah itu, Kyuhyun sedikit terkejut tapi kemudian dia tersenyum. Menyentuh tangan yang mengelusnya itu dan meletakkannya di pangkuannya.
"Eomma dan Jung soo hyung juga sering kali melakukan hal itu untuk menenangkan Kyu juga." Katanya. Heera menatap bocah itu sendu. "Gomawo ahjumma." lanjutnya. Senyuman manis bertengger di bibirnya.
"Kyuhyunie~ jika Kyu mau bisa menganggap ahjumma sebagai eomma. Bahkan Kyunie juga bisa memanggil ahjumma, eomma." Heera yang duduk di sisi ranjang menunggu reaksi anak itu. Kyuhyun hanya menunduk, dia sedang berpikir sekarang.
"Kami tidak bisa menggantikan keluargamu sampai kapanpun, tapi kami bisa menjadi keluarga yang baru untuk Kyu." Heera kembali mengelus surai Kyuhyun. Kyuhyun meremas kedua tangannya yang ada di pangkuannya.
"Eomma benar Kyu." Heechul menginterupsi percakapan mereka. Dia baru saja pulang sekolah dan langsung menuju rumah sakit dan dia mendengar semua percakapan eomma-nya dan adik sahabatnya itu.
"Kami tidak mungkin membiarkanmu berjuang sendiri untuk hidup sendiri di kota besar. Hyung sudah berjanji padamu akan membantumu bukan menemukan saudara-saudaramu? Aku bersungguh-sungguh akan hal itu. Kau tahu eomma dan appa sudah mengurus semuanya untuk mengadopsimu. Kau akan menjadi adikku, Kim Kyuhyun. Yach... sampai kau bertemu dengan saudara-saudaramu nanti." Heechul mengukir evil smirk-nya.
Kyuhyun mengangkat kepalanya, dia menatap mata mereka bergantian mencari kepastian. Dan dia bisa melihat kesungguhan di mata mereka, tak ada keraguan. Hanya sebuah ketulusan untuk membantu, menyayangi dan melindungi. Kyuhyun akhirnya tersenyum.
"Gomawo hyung... gomawo ahju... emmph, maksudku...eomma" Heera dan Heechul senang mendengarnya.
"Kalian banyak membantuku, tapi Kyu tidak tahu bagaimana membalas kebaikan kalian." Ucapnya.
"Ssst... Tidak perlu memikirkan itu. kami senang bisa membantumu sayang." Kata eomma Heechul lembut.
" Eomma benar. Kenapa sich kau selalu memikirkan hal yang berat-berat. Kau cepat tua nanti." Kyuhyun cemberut.
"Kyuhyunie~ mungkin aku tidak bisa menjadi hyung yang lembut seperti Jung soo karena memang aku bukan dia dan tidak bisa menjadi seperiti Jung soo, tapi biarkan aku menjadi Heechul, hyung barumu." Heechul mengucak rambut anak itu gemas. Dia bahkan menggunakan kedua tangannya untuk mangacak-acak rambutnya.
"Ya hyung! Hentikan itu! Lihat apa yang kau lakukan padaku? Rambutku jadi berantakan begini." Kyuhyun merapikan rambutnya dengan tangannya.
.
.
Saat ini Kyuhyun sedang bersiap-siap pulang di bantu Heechul dan eomma barunya. Dia akan tinggal bersama keluarga Kim sekarang. Awalnya dia menolak untuk tinggal bersama mereka, tapi mereka tidak mengijinkan. Mereka tidak mungkin mengijinkan seorang anak berumur 8 tahun tinggal seorang diri.
"Hyung!"
"Hemmph?"
"Ya hyung!"
"Katakan saja evil aku mendengarmu!"
"Emmph, apa sudah ada kabar tentang Jung soo hyung?" Heechul yang mendengarnya menghentikan kegiatannya sejenak. Saat ini mereka hanya berdua di kamar itu, karena sang eomma sedang keluar sebentar. Heechul menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
Kyuhyun menunggu jawaban yang akan di berikan Heechul, tapi tak kunjung mendapatkan jawaban membuatnya tak sabar. "Hyung, Kyu mohon. Apa Jung soo hyung sudah ditemukan? Pasti sudah kan? Katakan hyung!"
"Kyuhyunie~ pencarian sudah di hentikan!"
"Mwo?"
"Pencarian sudah dihentikan, dan Jung soo belum ditemukan." Kyuhyun tidak percaya itu. Dia menggelengkan kepalanya.
"Hyung bohong!" Kyuhyun berteriak dan berlari keluar kamar. Heechul yang melihatnya pun langsung mengejar anak itu.
"Hiks... Jung soo hyung pasti di temukan! Jung soo hyung~ hiks" Karena lelah berlari Kyuhyun akhirnya berhenti di taman rumah sakit. Dia berjongkok disana. Heechul yang mengejarnya pun perlahan mendekati anak itu. Memeluknya dari samping dan membiarkan anak itu menangis di pundaknya.
"Jung soo hyung pasti selamat kan?" Heechul mengelus punggung anak itu.
"Hyung yakin dia akan baik-baik saja, dimanapun dia berada pasti dia selamat." Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Heera yang melihat keduanya dari kejauhan ikut menangis melihat keduanya.
.
.
Tangan dari sesosok tubuh yang beberapa hari ini terbaring itu kini bergerak. Gerakan kecil yang mengejutkan seorang anak berumur 10 tahun yang duduk memperhatikan di sampingnya. Melihat adanya pergerakan di kelopak mata yang tertutup itu, dia memekik senang. Dan dia berlari keluar.
"Ahjussi... Dia sadaaaaaaaaaaaarr. Angel hyung sudah sadaaaaaaaaaar." Derap langkah tergesa seorang namja paruh baya dan anak berwajah riang memenuhi koridor rumah kayu cukup besar di sebuah peternakan di pinggir kota. Mereka menuggu dalam diam, melihat kelopak mata itu terbuka perlahan.
"Kau bisa mendengarku anak muda?" Seseorang yang di panggil anak muda itu masih berusaha beradaptasi dengan sekitarnya.
"A-aku... dimana?"
"Kau ada di rumah kami. Boleh kami tahu siapa namamu?" Lee Dongjo bertanya perlahan pada anak yang baru saja sadar itu.
"A-aku... tidak tahu" pria dan anak di sebelahnya mengernyitkan dahi.
"Ahjussi... apa angel hyung baik-baik saja?"
"Dia akan baik-baik saja Hae." Anak yang di panggil Hae itu pun merasa senang. Karena anak yang baru sadar itu meringis sakit dan memegangi kepalanya membuat Donghae panik.
"Tenanglah nak, jangan mengingat apapun dulu. Sebaiknya kau istirahat. Jika kau sudah sehat kami akan menceritakan semuanya padamu." Akhirnya anak itu kembali memejamkan matanya dan kembali tertidur.
.
.
Kyuhyun memasuki rumah kediaman keluarga Kim. Dia bersama Heechul dan kedua orang tuanya baru saja tiba. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke rumah barunya, saat dia melihat di suatu titik bagian rumah itu. Matanya menunjukkan keterkejutan.
Kyuhyun menghampiri perlahan sebuah benda yang benar-benar menarik perhatiannya. Heechul dan kedua orang tuanya yang menyaksikan hanya tersenyum. Kemudian tuan dan nyonya Kim memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua dan meletakkan barang bawaaj Kyuhyun di kamar yang akan di tempatinya.
"Nah kyuhyunie~ semua barang-barangmu sudah eomma pindahkan kemari. Heechul-ah, antarkan Kyu kekamarnya nanti." Heechul mengangguk.
Heechul hanya memperhatikan Kyuhyun yang sekarang sedang menyentuh sebuah piano berwarna putih di ruang tengah keluarga Kim. Lalu dia menghampiri bacah itu.
"Aku tahu kau akan segera mengenalinya. Itu memang milik Jung soo." Kyuhyun yang mendengar perkataan Heechul menoleh.
"Ya.. itu milik hyung-mu, Jung soo. Appa dan eomma ingin membantu kalian sejak awal sebenarnya untuk tinggal bersama kami, tapi Jung soo menolak. Dia juga tidak ingin mendapatkan uang secara cuma-cuma, jadilah dia menjual pianonya kepada kami. Appa dan eomma langsung menyetujuinya. Tapi bagi kami itu tetap milik kalian, Jung soo berjanji akan mengambilnya lagi suatu hari nanti. Hyung percaya dia akan menepati janjinya itu. Dia tidak pernah mengingkari janjinya selama ini." Heechul tersenyum.
Setelah mendengar penuturan Heechul, Kyuhyun menyentuh tuts-tuts piano itu. Matanya mulai berkabut. Tapi sebelum air matanya jatuh ia segera menghapusnya. Dia lantas tersenyum. Dia sudah berjanji untuk tidak sering menangis lagi, jadi dia sekarang belajar untuk itu.
"Kau tahu, aku tak bisa memainkannya. Jadi kau bisa mengajariku memainkannya kan Kyu?"
"Aku tidak sepandai Jung soo hyung memainkannya."
"Yach... Aku tahu hal itu tapi kau bisa mengajariku apa yang Jung soo ajarkan padamu. Kita bisa berlatih bersama. Kau tahu kasian sekali piano ini tidak dimainkan. Jadi sampai Jung soo kembali untuk memainkannya kita yang akan menghibur piano ini supaya tidak sedih karena merindukan pemiliknya."
"Piano tidak bisa menangis hyung~ tapi aku setuju denganmu. Aku yakin piano ini akan sedih jika tidak dimainkan" Kyuhyun tersenyum lebar. Heechul senang melihatnya.
"Sudah ayo, aku antar kau ke kamarmu, Kim Kyuhyun."
.
TBC
Wooaaa... Tebakannya beberapa tepat... Bahkan ada yang sangat amat akurat? Chingudeul bsa membaca pikiran kah? Kkkkk :P #kasihpiringcantiksatu2
Aku sudah mengatakan sejak di ch pertama, update n panjang tergantung mood... hehe dan tdk menutup kemungkinan update bakal sgt lama jika wkt d memungkinkan utk ngetik... mohon d maklumi... ^^
Ingin Kyu cepet gede? Tpi aku masih pingin nguyel2 little kyu... gmana donk? Haha oke2... sabar ya.. akan ada saatnya kok... :)
Krn Zi suka sekali tebak-tebakan, silahkan menebak lgi jangn sungkan ne... hehe
Special thanks to:
septi/ chocosnow/ amelichan/ aichan14/ Yu mi/ Guest/ Dewiangel/ Retnoelf/ Guest/ indah esterlita/ Desviana407/ kyuli 99/ chairun/ chocosnow/ Park Yong Ra/ Kiyuh/ SuJuELF/ mifta cinya/ sfsclouds/ monicaulina/ sparkyuNee13/ Gyurievil/ oracle88/ lianpangestu/ Awaelfkyu13/
Jika ada namanya yg belum disebutin mianhe, silahkan protes :)
Terima kasih atas dukungannya, senang baca reviewnya
Gomawo untuk yang baca, review, favorite, dan follow *bow
^.^
