Chapter 8
Title : DREAM
Genre : Family, Brothership, Friendship
Rating : Fiction T
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Park Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD
Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)
Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!
Summary : Kyuhyun terpisah dari saudara-saudaranya dan mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa mewujudkan impian mereka?
.
Tuan Cho dan Kibum sarapan dalam diam pagi itu, mereka akan kembali ke Korea beberapa jam lagi. Sejak Kibum menceritakan apa yang terjadi semalam, masih belum ada yang berubah kecuali tuan Cho yang terlihat jauh lebih diam. Tuan Cho menyelesaikan sarapannya lebih cepat, Kibum yang melihatnya menghela nafas panjang.
Kibum tidak tahu apa yang akan dilakukan ayahnya setelah mengetahui kenyataan yang sesungguhnya. Dia merasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya. Sungguh Kibum tak ingin kembali ke Kanada secepat ini. Tapi apa daya, dia harus kembali. Namun, dia sudah bertekad akan kembali suatu hari nanti untuk mencari saudara-saudaranya.
Kibum menghela nafas berat, dia berjalan menuju cendela besar di apartemen yang ditempatinya itu. Melihat keluar, pagi itu terasa sangat suram bagi Kibum. Hujan sudah membasahi kota itu sejak pagi buta. Dan belum ada tanda akan berhenti.
Kyuhyunie~ Kibumie~ kalian tahu? kita tidak harus hidup di kehidupan yang penuh dengan kesedihan dan penyesalan karena kita memiliki jalan masing-masing, tempat lahir masing-masing, bahkan pemandangan yang kita lihat. Tapi suatu hari kita akan bersama di satu tempat.
Kibum ingat kata-kata hyung satu-satunya itu. Ia memejamkan matanya sejenak berusaha menjernihkan pikirannya. Setelah beberapa saat Kibum memutuskan untuk membereskan barang-barangnya untuk bersiap kembali ke Kanada nanti.
.
.
Saat ini Kibum sudah ada di bandara bersama sang ayah. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Dan sepertinya tidak ada yang berniat memulai percakapan. Kibum berjalan di belakang tuan Cho. Dia mengikuti langkah ayahnya. Bandara sangat ramai hari itu lebih dari hari biasanya.
Di pintu bandara, dua namja remaja berumur 18 tahun dan 15 tahun keluar dari taksi yang mereka tumpangi. Mereka sedang terburu-buru untuk menjemput ahjussi mereka yang akan segera tiba dari penerbangannya. Terlihat remaja yang lebih tua berjalan di depan yang lain.
"Ayolah Hae... cepatlah.. kita akan membuat ahjussi menuggu nanti. Jangan bermain-main dengan pintu bandara itu Hae!" Setelah mengatakan hal itu namja itu tertegun, dia merasa pernah mengalami hal ini tapi dia tidak tahu kapan dan dimana. Tidak ingin mengambil pusing dia mengabaikan hal itu.
Donghae yang mendengar teguran hyungnya hanya meringis lebar memperlihatkan giginya. Sedangkan hyungnya menggelengkan kepala. Setelah Donghae ada di sampingnya, mereka segera kembali berjalan.
Flashback
"Kyuhyunie~ Kibumie~ Ayo cepatlah... kalian akan membuat appa dan eomma menunggu nanti. Jangan bermain-main dengan pintu bandara!" Jung soo tak habis pikir dengan kedua adiknya itu. Mereka sedang terburu-buru, tapi Kyuhyun malah bermain-main dengan pintu bandara yang mernurutnya sanat menarik perhatiannya, sedangkan Kibum menarik-narik tangan saudara kembarnya itu untuk segera menyusul hyung mereka yang berdiri beberapa meter di depan mereka.
Flashback end
Kibum yang sedang berjalan mendengar kata-kata itu karena dia belum berjalan terlalu jauh merasa seperti de javu, kata-kata itu pernah di dengarnya beberapa tahun yang lalu. Di tempat yang sama yaitu bandara.
Kibum berhenti, dia berbalik mencari sumber suara yang menarik perhatiannya. Dia melihat ke arah pintu bandara tapi dia tak bisa menemukan siapa yang berbicara tadi.
"Apa itu hanya perasaanku saja? Suara itu mirip dengan Jung soo hyung."
"Kibum apa yang membuatmu terpaku disana?" Mendengar suara ayahnya Kibum kembali berjalan menyusul sang ayah.
Sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat mereka, Kibum berjalan-jalan sebentar disekitar bandara. Dia tadinya ke kamar kecil, tapi setelah itu dia memutuskan untuk melihat-lihat sejenak.
Samar-samar diantara banyaknya orang yang ada di bandara, dia mendengarnya lagi. Suara yang menurutnya mirip dengan hyungnya. Kibum tidak yakin, karena ini sudah sangat lama sekali dia tak bertemu hyungnya. Apalagi saat itu dia masih berumur 8 tahun. Tapi entah mengapa dia merasa suara ini sangat familiar. Sehingga dia mencoba mencari disekelilingnya.
Kibum melihat kesekelilingnya, dia sangat penasaran. Siapa yang memiliki suara itu. Karena sangat banyak orang, Kibum tak bisa melihat keseluruhan. Tapi karena dia masih bisa mendengar suara itu, Kibum yakin orang itu ada didekatnya.
Ternyata namja yang memiliki suara mirip dengan Jung soo itu dan sedang dicari Kibum saat ini berjongkok untuk membetulkan tali sepatunya yang terlepas sedangkan adiknya yang dipanggil Donghae sedang berdiri didekatnya sambil terus mengomel karena hyungnya juga lama. Tubuh sang hyung yang sedang berjongkok itu tertupi oleh orang-orang yang berlalu lalang sehingga Kibum tak menyadarinya. Setelah selesai dengan tali sepatunya dia segera berdiri dan mereka beranjak dari sana.
Kibum kecewa karena tak bisa menemukan pemilik suara itu. Dia kembali ke tempat ayahnya menunggu. Beberapa saat kemudian pesawat yang akan membawanya kembali ke Kanada akan segera berangkat. Sehingga mereka segera masuk kedalam pesawat.
Kibum yang duduk di dekat cendela melihat keluar, dia memikirkan saudara-saudaranya. Bagaimana caranya menemukan mereka untuk bisa bertemu kembali.
.
.
"Hyung! Ya hyung!"
"Eoh ada apa Hae?" Namja berumur 18 tahun itu bertanya pada adiknya heran.
"Kau melamun lagi..." Donghae mempautkan bibirnya. Melihat hal itu sang hyung pun mengucak rambutnya gemas.
"Kenapa Leeteuk hyung seperti mencari sesuatu sich dari tadi?" Leeteuk menggeleng dan tersenyum ke arah adiknya itu. Sesungguhnya ada yang mengganggu pikirannya dari tadi.
Lee ahjussi sudah datang dan menghampiri mereka, jadi mereka memutuskan untuk segera pulang. Leeteuk berjalan di belakang mereka berdua, dia sesekali menoleh kebelakang untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dirasakannya.
'Apa ini hanya perasaanku saja? Tapi aku merasa seseorang sedang mencariku? Tapi siapa?' Karena tak mendapatkan jawaban Leeteuk berusaha untuk tidak memikirkannya walaupun hal ini cukup mengganggunya.
.
.
Selama dua bulan ini Kyuhyun berlatih keras untuk kompetisi yang akan di ikutinya. Dia benar-benar memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk berlatih. Besok kompetisi yang akan diikutinya akan segera dimulai.
"Apa kau gugup Kyu?" Changmin bertanya pada Kyuhyun yang duduk di sampingnya. Saat ini mereka sedang duduk di atap sekolah mereka sambil menunggu waktu istirahat habis. Tempat yang menjadi favorit mereka berdua.
"Ya, sedikit." Kyuhyun yang mendengar suara sahabatnya itu menolehkan kepalanya.
"Kau tahu Kyu aku tak pernah meragukan kemampuanmu. Aku percaya kau pasti bisa melakukannya dengan sangat baik." Changmin tersenyum lebar kearah sahabatnya dan menepuk pundaknya memberi semangat.
"Gomawo Min." Changmin adalah sahabat yang mengerti Kyuhyun. Walaupun dia tak mengatakannya langsung, tapi dia selalu tahu. Rasa khawatir akan kompetisi itu membuatnya cukup gugup. Tapi mendengar kata-kata yang terlontar dari sahabatnya itu membuatnya percaya dia pasti bisa, dia sudah berlatih sangat keras untuk kompetisi ini.
"Sebaiknya kita kembali ke kelas sekarang, waktu istirahat akan segera habis. Ayo~" Changmin beranjak berdiri dari duduknya dan lebih dulu berjalan ke arah pintu. Kyuhyun mengikuti di belakangnya. Dia melihat langit yang tampak cerah hari itu.
'Kibumie~ tunggu aku.' Setelah merasa tenang senyuman ceria sudah terpatri di wajahnya dia segera mengikuti sahabatnya yang menunggu di pintu atap. Saat Kyuhyun sudah sampai disamping sahabatnya itu, Changmin mengalungkan lengannya di pundak Kyuhyun.
.
.
Kyuhyun duduk di tempat tunggu yang disedikan penyelenggara. Disana banyak sekali peserta yang menunggu giliran tiba. Tas biola ada di pangkuannya. Tiba-tiba ada seorang peserta yang duduk disebelahnya. Kyuhyun melirik sekilas anak yang sepertinya lebih tua darinya itu. Kyuhyun mengernyitkan dahi merasakan pergerakan disampingnya, karena anak disebelahnya itu terus menerus bergerak tidak tenang. Kyuhyun mengira anak disebelahnya itu sangat gugup. Merasa diperhatikan anak disebelah Kyuhyun itu menoleh.
"Eoh.. maafkan aku. Aku terlalu gugup." Kyuhyun mengangguk dan dia kembali larut dalam pikirannya.
"Emmph, kau akan mamainkan biola?" Mendengar anak itu bertanya padanya Kyuhyun kembali menoleh. Setelah beberapa saat terdiam akhirnya dia mengangguk.
"Perkenalkan namaku Donghae, sepertinya kau lebih muda dariku. Jadi kau bisa memanggilku hyung. Lalu siapa namamu?" Anak yang ternyata Donghae itu pun mengulurkan tangannya dan mengajak Kyuhyun berkenalan.
Kyuhyun melihat tangan yang terulur itu dan melihat ke arah Donghae, dia sedang tersenyum lebar kearah Kyuhyun. Akhirnya dia menjabat tangan Donghae.
"Kyuhyun"
"Wah nama yang bagus." Merasa bingung apa yang dibicarakan akhirnya mereka kembali diam.
"Emmph, hyung ingin memainkan apa?" Mendengar suara Kyuhyun, Donghae menoleh kearah anak itu.
"Eoh? Ah, aku akan memainkan piano. Kau tahu sebenarnya aku tidak terlalu jago memainkannya, hyungku bahkan lebih hebat dariku. Tapi dia tidak mau ikut malah memintaku untuk ikut. Aku diajari olehnya bermain piano." Mendengar cerita Donghae membuat Kyuhyun mengingat Jung soo.
"Kau pasti memiliki hyung yang hebat. Apa hyung kemari bersamanya?"
"Ya dia memang luar biasa, hehe. Ya, tadi dia mengantarku tapi karena dia sibuk membantu ahjussi jadi dia tak bisa menemaniku. Bagaimana denganmu Kyuhyunie? Emmph, aku boleh memanggilmu begitukan, aku kurang suka panggilan yang terlalu resmi." Kyuhyun mengangguk.
Setelah beberapa saat merasa canggung, akhirnya mereka terlibat perbincangan seru sambil menunggu giliran mereka tiba. Beberapa saat kemudian nama Donghae memanggil dan dia masuk ke ruang seleksi setelah sebelumnya berpamitan dengan Kyuhyun. Setelah Donghae masuk kedalam, Kyuhyun memikirkan pertemuannya dengan Donghae dan membuatnya sangat merindukan kehadiran Jung soo. Kyuhyun masih percaya bahwa hyungnya baik-baik saja.
'Jung soo hyung~' Setelah itu namanya dipanggil. Setelah menarik nafas panjang untuk menghilangkan kegugupannya, Kyuhyun memasuki ruang seleksi yang berbeda dengan Donghae.
Kyuhyun dan Donghae berhasil lolos kebabak selanjutnya membuat mereka semakin sering bertemu dan menjadi jauh lebih dekat. Dan mereka lolos sampai 20 besar.
.
TBC
Special thanks to:
Aya/ SusiELF960303/ ChoRara/ septia/ kim min soo/ Guest/ Sparkyubum/ kyuli 99/ aichan14/ SuJuELF/ Retnoelf/ Dewiangel/ chocosnow/ Guest/ ameliachan/ Gyurievil/ DS/ lianpangestu/ chairun/ phiexphiexnophiex/ ELFhaRani/ cuttiekyu/ oracle88/ sparkyuNee13/ d5/ monicaulina/ sfsclouds/ Desviana407/ Awaelfkyu13/ mifta cinya/
Jika ada namanya yg belum disebutin mianhe, silahkan protes :)
Terima kasih atas dukungannya, senang baca reviewnya
Gomawo untuk yang baca, review, favorite, dan follow *bow
Mianhe setelah sangat lama sekali baru update dan juga pendek lagi... Haduch... maafkan zi ne... *bowbarengkyukyu
^.^
