Chapter 9

Title : DREAM

Genre : Family, Brothership, Friendship

Rating : Fiction T

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Park Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD

Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)

Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!

Summary : Kyuhyun terpisah dari saudara-saudaranya dan mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa mewujudkan impian mereka?

.

Enjoy Reading

.

Sekolah sudah tampak sepi karena hanya beberapa murid dan guru serta penjaga sekolah yang masih berada disana. Memang jam belajar telah berakhir sejak 2 jam yang lalu. Kyuhyun berjalan santai keluar gerbang sekolahnya. Dia harus lebih lama berada disana untuk berlatih dengan guru musiknya untuk persiapan kompetisi.

Sebenarnya sahabatnya Changmin selalu menemaninya, tapi karena tidak ingin membuat sahabatnya itu menunggu dia memaksanya pulang terlebih dahulu tadi. Sehingga dia pulang seorang diri saat ini. Halte bis yang tak jauh dari gerbang sekolah Kyuhyun tampak hanya beberapa orang yang sedang menunggu. Kyuhyun hanya berjalan melewatinya, dia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Entah mengapa hari itu ia lebih memilih berjalan kaki dari pada menggunakan bis seperti biasanya. Dia berjalan perlahan sambil memperhatikan deretan toko yang dilewatinya.

Saat mengamati toko-toko yang dilewatinya akhirnya dia berhenti sejenak di depan salah satu etalase toko yang menarik perhatiannya. Di etalase itu terlihat susunan miniatur-miniatur kecil yang di tata sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah cerita yang menarik.

"Bumbum... lihat itu? Itu bagus sekali~" Kyuhyun menarik tangan saudara kembarnya untuk melihat sebuah miniatur yang disusun membentuk sebuah pertunjukan musik.

"Kyu juga mau seperti itu nanti bersama hyung dan Bumbum. Pasti menyenangkan bisa bermain musik bersama-sama bukan?"Kyuhyun tersenyum lebar kepada saudaranya itu. Kibum yang mendengarnya hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.

Kibum memperhatikan dengan seksama miniatur-miniatur itu tanpa sepatah katapun. Beberapa kali terlihat ekspresi bagaikan seorang juri yang sedang menilai sebuah karya seni profesional. Sedangkan disampingnya Kyuhyun sudah menempelkan kedua tangannya dan mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih dekat. Matanya memandang takjub dan terkadang terkekeh kecil saat melihat sesuatu yang menurutnya cukup lucu.

Kyuhyun yang teringat kenangan bersama saudara kembarnya itupun tersenyum kecil. Jika mereka tidak terpisah seperti saat ini mereka juga akan selalu pulang bersama. Terkadang bertengkar kecil sepanjang perjalanan menuju ke rumah dan juga hal-hal lainnya. Setelah puas memandangi etalase toko itu dia kembali berjalan.

Hari sudah beranjak sore dan sudah memasuki musim gugur, salah satu musim yang sangat disukainya. Tangan kirinya mengeratkan jaket yang sedang dikenakannya untuk menghalau dingin dan tangannya yang lain membawa tas biolanya. Dia sedang memikirkan lagu selanjutnya yang akan dimainkannya. Saat tiba-tiba seorang anak yang mengayuh sepeda tidak bisa mengendalikan laju sepedanya.

"Awaaassssss..."

Bruk!

Kyuhyun yang tidak mengetahui datangnya sepeda itu tidak sempat menghindar sehingga menyebabkan mereka berdua sama-sama terjatuh. Kyuhyun sedikit meringis saat dia merasakan sedikit nyeri di pergelangan tangan kirinya. Tidak merasakan lagi nyeri di tangannya Kyuhyun langsung bangkit membantu anak yang menabraknya itu. Anak yang menabraknya ternyata salah satu murid di sekolahnya walaupun mereka tak saling mengenal dia tahu karena beberapa kali melihatnya di ruang musik sekolah saat dia kesana. Saat Kyuhyun datang anak itu selalu segera keluar.

Anak itu meminta maaf karena telah menabraknya. Kyuhyun menanyakan apakah dia baik-baik saja dan dia menawarkan untuk mengobati kakinya yang terluka serta mengantarkannya pulang. Namun anak itu menolak, dia menanyakan apa Kyuhyun terluka dan dijawab gelengan olehnya. Anak itu meminta maaf sekali lagi pada Kyuhyun.

"Maafkan aku... Kyuhyun-ssi"

"Tenang saja tidak apa-apa. Kau sungguh tak apa pulang sendiri?" Anak itu hanya mengangguk. "Kau tahu namaku tapi aku tak tahu namamu? Boleh ku tahu namamu?"

"Emmph... Sebaiknya aku segera pulang. Mianhe dan Gomawo." Setelah sedikit membungkuk anak itu segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang memandanginya heran.

Sepertinya anak itu sangat pemalu, sehingga memberitahu namanya saja tidak mau. Kyuhyun mengedikkan bahu tak ingin mempersalahkan hal itu lagi. Kyuhyun mengambil tas biolanya yang untungnya biolanya baik-baik saja. Setelah beberapa saat memperhatikan anak yang menabraknya itu sudah tak terlihat, dia segera beranjak dari perjalanan dia memegang pergelangan tangannya dan memijatnya perlahan. Saat mendekati rumahnya dia bersikap seperti tidak ada yang terjadi.

Kyuhyun terbangun di tengah malam saat merasakan nyeri pada pergelangan tangannya, dia melihat pergelangan tangan kirinya itu sedikit membiru. Sepertinya efek dari terjatuh mulai terlihat.

"Aishh... ini sakit"

Tak ingin menambah parah memar itu, dia beranjak dari tempat tidurnya dan keluar untuk menuju dapur. Dia akan mengompres tangannya dengan air dingin. Berharap rasa sakitnya akan segera hilang. Rumah tampak sepi karena semua penghuni rumah sudah tidur. Bagi Kyuhyun ini lebih baik karena dia tak ingin mereka mengetahui kondisi tangannya dan membuat mereka khawatir.

Setelah beberapa saat, rasa sakit yang dirasakannya berangsur berkurang. Dia segera membereskan peralatan yang digunakannya dan segera kembali ke kamarnya. Berharap semuanya akan berangsur lebih baik besok.

.

.

Kyuhyun sedang berlatih di ruang musik sekolahnya saat tiba-tiba dia menghentikannya. Hal ini tentu saja tak luput dari perhatian guru musiknya yang menatapnya heran.

"Ada apa Kyu? Kenapa berhenti bermain?"

"Emmph... Tak apa songsaengnim." Kyuhyun merasakan nyeri di pergelangan tangannya. Rasa nyeri itu sudah dirasakannya sejak lama jika dia terlalu memforsir tangannya untuk berlatih. Tapi sejak kejadian dia terjatuh beberapa waktu lalu intensitas rasa sakitnya bertambah. Tak ingin membuat gurunya itu curiga dia mencoba bermain kembali, tapi karena rasa sakit itu belum hilang nada yang dimainkannya terdengar sumbang.

Kyuhyun kembali menghentikan permainannya. Memegang biola dan busurnya di tangan kanannya karena sepertinya untuk menggemgam biolanya saja dia tak mampu.

"Kau yakin baik-baik saja Kyu? Kurasa cukup untuk hari ini, kau terlihat lelah dan jika ada masalah kau bisa bercerita padaku" guru musik muda itu menghampiri Kyuhyun dan menepuk pundaknya. Senyuman tak lupa dia berikan untuk menyemangati anak itu. Kyuhyun yang melihat dukungan dari gurunya itu pun akhirnya tersenyum.

"Gomawo songsaengnim... Tapi untuk saat ini aku baik-baik saja. Mungkin hanya terlalu lelah." Ekspresi anak itu sungguh tak memperlihatkan rasa sakit yang dirasakannya. Walaupun terlihat keringat mulai keluar di dahinya. Tentu saja gurunya menyimpulkan Kyuhyun terlalu lelah berlatih sehingga dia berkeringat seperti itu.

.

.

Rumah bergaya klasik itu tampak sepi karena beberapa penghuninya sedang tidak ada di rumah. Hanya si bungsu Kim yang sedang berada di kamarnya. Terdengar alunan biola yang dimainkannya. Kyuhyun sedang berlatih seorang diri malam itu didalam kamarnya, biasanya Heechul akan menemaninya tapi dikarenakan hyung dan kedua orang tuanya sedang keluar dan dia sedang tidak ingin kemana-mana berakhirlah ia berlatih sendiri di kamarnya. Saat ini dia sedang berlatih untuk kompetisi final yang akan diadakan beberapa hari lagi.

"Aakh.."

Kyuhyun segera meletakkan biolanya. Nyeri itu datang lagi. Rasa sakit yang dirasakannya pada pergelangan tangan kirinya dan jari-jarinya yang terasa sedikit kebas. Kyuhyun duduk di pinggiran tempat tidur dan memegang pergelangan tangannya. Setelah itu dia membaringkan tubuhnya terlentang dan memandangi langit-langit kamarnya. Kyuhyun mengangkat tangan kiranya itu di depan wajahnya.

"Kumohon bertahanlah sedikit lagi."

Sebenarnya Kyuhyun sudah cukup sering merasakan nyeri pada pergelangan tangannya, tapi dia tidak mengatakan pada siapapun. Bahkan Heechul yang sering menemaninya berlatih tidak mengetahui akan hal itu.

Dia takut jika mengatakannya dia akan di paksa berhenti untuk bermain dan berlatih. Tinggal sedikit lagi kompetisi akan berakhir, walaupun dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kompetisi itu. Jika dia berhasil akankah dia bisa bermain di Kanada dengan keadaan tangannya saat ini.

Kyuhyun memijat pergelangan tangannya perlahan, tak kunjung berkurang rasa nyeri yang dirasakan dia beranjak dan menuju dapur untuk mengambil beberapa es untuk mengompres tangan kirinya. Dia duduk di kursi meja makan dan termenung. Tak khwatir akan ada yang memergokinya sedang mengompres tangannya karena dia sedang seorang diri.

Dia ingat rasa sakit ini sudah cukup sering mengganggunya bahkan sebelum ia terjatuh beberapa waktu lalu. Kyuhyun mulai merasakan intensitas rasa sakit yang lebih banyak setelah itu. Kyuhyun memperhatikan pergelangan tangannya itu, terlihat sedikit kebiruan yang sepertinya memar setelah terjatuh walaupun sudah tak sebegitu terlihat.

.

.

"Hei Kyuhyun-ah tunggu aku!" Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh saat suara sahabatnya Changmin memanggil. Dia tersenyum dan menunggu sampai sahabatnya itu menyusul.

"Bagaimana persiapanmu untuk besok malam apa semuanya sudah siap?" tanya Changmin saat dia telah berhasil menyusul dan berjalan di samping Kyuhyun menuju gerbang sekolah.

"Tentu saja, kau harus datang dan melihat jangan sampai kau tidak datang. Arra?"

"Ish, kau ini. Tentu saja aku akan datang, mana mungkin aku melewatkannya."

Mereka pulang ke rumah menggunakan bis. Rumah Kyuhyun dan Changmin bersebelahan, jadi mereka selalu pulang bersama. Changmin adalah teman pertamanya setelah pindah ke rumah Heechul. Sejak bertama kali bertemu, mereka cepat sekali akrab.

Di dalam bis Changmin menghabiskan waktunya dengan bermain game di PSP nya, sedangkan Kyuhyun lebih memilih melihat keluar jendela bis yang mereka tumpangi. Entah apa yang membuatnya tertarik, tapi Kyuhyun tampak menikmatinya. Changmin mengerti sahabatnya itu sedang tidak ingin berbicara, jadi dia membiarkan Kyuhyun tenggelam dalam dunianya.

"Jungsoo Hyung... Kibumie..." Kyuhyun meremas tangannya kirinya, meyakinkan diri dia pasti bisa melakukannya besok.

.

.

Malam ini adalah malam final penentuan. Kyuhyun sedang bersiap-siap di belakang panggung. Dia merasa gugup. Penonton sudah memenuhi gedung pertunjukan malam itu. Kyuhyun bisa melihat Donghae yang sedang menelepon seseorang, sesaat kemudian dia menutupnya dan menghampiri Kyuhyun.

"Wajahmu seperti ikan terdampar hyung." Donghae yang mendengarnya pun cemberut. Kyuhyun yang melihat hal itu, menggelengkan kepalanya dan mehembuskan nafas.

"Baiklah... Apa yang membuatmu cemberut begitu hyung?"

"Haaah... hyungku terjebak macet, padahal dia sudah berjanji akan melihat penampilanku malam ini. Sebentar lagi akan dimulai dan dia belum datang padahal sebentar lagi penampilanku."

"Tenanglah hyung, hyungmu pasti akan datang." Kyuhyun menepuk pundak Donghae untuk memberinya semangat.

"Aku percaya padanya Kyuhyunie." Mendengar hal itu membuat Kyuhyun tersenyum.

"Jungsoo hyung aku juga ingin hyung melihat penampilanku." Kyuhyun memandang ke arah panggung. Dia teringat saat dia bermain di taman dan memberikan lagu ciptaannya saat ulang tahun Jungsoo.

"Apa hyung akan menyaksikannya lagi malam ini hyung? Dimanapun kau berada, aku percaya kau baik-baik saja hyung."

Di pintu masuk gedung, terlihat seorang namja berumur 18 tahun sedang berlari tergesa. Dia berusaha datang secepat mungkin. Jalanan yang cukup padat membuatnya harus berlari dari taksi yang di tumpanginya. Beruntung jarak dengan gedung itu tak terlalu jauh jadi dia memutuskan turun dan berlari ke tempat itu.

"Hosh...hosh...Semoga aku belum terlambat." Namja yang ternyata Leeteuk itu menumpu kedua tangannya pada lututnya untuk mengatur nafas. Setelah itu dia segera beranjak, sesaat setelah dia memasuki gedung pertunjukan suara riuh tepuk tangan menggema diseluruh gedung. Terlihat Donghae yang sedang bersiap untuk bermain. Leeteuk tersenyum melihatnya, dia bersyukur belum terlambat menyaksikan penampilan adiknya. Dia duduk di antara kerumunan penonton yang lain.

Sepanjang permainan adiknya itu dia tak pernah melepaskan perhatiannya pada permainan pianonya. Suara riuh tepuk tangan sekali lagi menggema setelah Donghae menyelesaikan pertunjukannya.

.

.

Donghae tersenyum senang setelah menyelesaikan permainannya. Kyuhyun menyambutnya di belakan panggung. Dia ikut senang dengan permainan Donghae.

"Penampilanmu bagus hyung~"

"Gomawo Kyu~ Setelah ini giliranmu, lakukan yang terbaik ne~"

"Tentu saja." Sesaat kemudian terdengar suara MC yang memanggil nama Kyuhyun untuk segera naik ke atas panggung. Kyuhyun segera beranjak dan Donghae menepuk pundaknya untuk memberi semangat. Bahkan Donghae sampai melompat-lompat dan mengacungkan tangannya. Kyuhyun terkekeh melihatnya, dia menarik nafas untuk menetralkan perasaan gugupnya.

Kyuhyun berdiri di atas panggung dan melihat keseluruh penjuru gedung itu, dia melihat kedua orang tua, Heechul hyungnya dan juga Changmin duduk di antara penonton. Mereka tersenyum dan melambaikan tangan untuk memberi semangat. Kyuhyun senang melihatnya. Sesaat pandangannya meredup berharap Jung soo hyungnya melihatnya saat ini.

Leeteuk yang duduk di salah satu bagian gelap merasa tidak asing dengan anak yang sedang berdiri di atas panggung saat ini. Dia menyadari pandangan anak itu terlihat sarat akan kerinduan. Tapi dia tidak tahu mengapa, Leeteuk juga merasakan kerinduan yang sangat terhadap anak itu.

"Apa aku pernah bertemu dengan anak itu sebelumnya?"

Kyuhyun mulai memainkan biolanya, dia memainkan lagu yang pernah dimainkannya untuk Jung soo. Lagu yang dibuatnya saat ulang tahun hyungnya itu. Kyuhyun memejamkan mata, dan dia merasakannya. Dia bisa merasakan Jung soo hyungnya melihat penampilannya. Dia berpikir itu adalah perasaannya saat Jung soo melihatnya di taman beberapa tahun silam.

Air matanya menetes, permainan Kyuhyun sangat indah. Penonton yang menyaksikan seakan terhipnotis merasakan bagaimana permainan biola itu dimainkan dengan sepenuh hati. Kerinduan yang besar terhadap sang hyung tersalurkan dalam permainannya itu. Leeteuk yang mendengar dan menyaksikan permainan itu meneteskan air matanya.

'Hyung~ lagu ini adalah lagu yang dulu kuciptakan untukmu. Apa hyung menyaksikan ini hyung?'

Kyuhyun memainkan biolanya dengan sangat baik. Rasa sakit pada pergelangan tangannya yang sudah dirasakan sejak awal permainannya dimulai tapi dia berhasil mengabaikannya. Sesaat setelah penampilannya selesai dan dia membuka matanya. Keheningan melanda tempat itu dan beberapa detik kemudian suara riuh tepuk tangan penonton memenuhi gedung pertunjukan malam itu.

Kyuhyun memegang biola dan busurnya di tangan kanannya karena dia kembali merasakan rasa menyengat pada tangan kirinya. Tapi dia berusaha menahannya dan tetap tersenyum. Setelah membungkuk, Kyuhyun turun dari atas panggung dan medapatkan sambutan dari peserta lainnya termasuk Donghae yang langsung memeluknya.

"Permainanmu sungguh indah Kyuhyunie~ Itu tadi hebat sekali. Aku sampai menangis mendengarnya." Kyuhyun tersenyum dan berterima kasih pada yang lain. Kyuhyun segera beranjak dan pergi ke rest room.

Kyuhyun segera melatakkan biola dan busurnya di sofa yang ada disana dan memegang tangan kirinya. Rasa sakit itu membuatnya meringis kesakitan, keringat yang memang sudah membanjiri wajahnya sejak tadi bertambah banyak seiring rasa sakit yang dirasakannya bertambah.

Suara pintu yang terbuka dan mengejutkannya. Dia melepaskan pegangan tangan kanannya pada pergelangan kirinya itu. Ternyata yang masuk adalah keluarga dan sahabatnya.

"KimGyu! Kau memang adikku." Heechul meninju kecil pundak Kyuhyun tak lupa seringaiannya di wajahnya.

"Itu tadi bagus sekali Kyu~" Nyonya Kim memeluknya dari samping. Tuan Kim pun tak kalah senang. Changmin yang terlampau senang memeluk Kyuhyun.

"Akkh.." Changmin langsung melepaskan pelukannya dan melihat khawatir pada Kyuhyun yang terlihat kesakitan. Mereka semua khawatir dan panik melihat Kyuhyun meremas pergelangan tangan kirinya yang terasa sakit melebihi biasanya. Walaupun dia berusaha tetap tersenyum pada mereka supaya mereka tak terlalu khawatir tapi itu tidak berhasil menenangkan mereka.

.

.

Leeteuk memegang erat kalung yang digunakannya dan tangan kirinya memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Memori masa lalunya berputar secara bergantian di kepalanya. Kepalanya mulai terasa sakit seiring permainan Kyuhyun berlangsung. Dia ingat lagu itu, lagu yang diciptakan adiknya khusus untuknya dan dimainkan saat ulang tahunnya beberapa tahun lalu.

Leeteuk atau Jungsoo larut dalam rasa sakit yang dirasakannya dan memori masa lalu yang kini mulai diingatnya. Matanya tak lepas dari sosok adiknya yang tengah memainkan biolanya, air mata bertambah deras melihat penampilan adiknya dan kenyataan bahwa adiknya baik-baik saja. Dia merindukan adiknya tentu saja, beberapa saat kemudian tepuk tangan penonton menyadarkannya bahwa penampilan Kyuhyun telah selesai.

"Kyuhyunie~ "

Jung soo dengan terhuyung berusaha berjalan untuk menuju backstage, dia ingin bertemu adiknya, Kyuhyun. Kepalanya yang masih terasa sedikit sakit sedikit menyulitkannya melewati penonton lain tapi rasa sakit itu berangsur-angsur menghilang. Setelah berhasil keluar dari deretan bangku penonton. Jung soo langsung berjalan bahkan hampir berlari mencari adiknya.

"Teuki hyung!" Donghae yang melihat hyungnya itu tersenyum senang. Dia menghampiri Leeteuk yang terlihat kebingungan. Donghae heran akan hal itu.

"Eoh?"

"Kau melihat penampilanku kan? Bagaimana menurutmu? Apa itu bagus?" Donghae langsung bertanya dengan sangat antusias.

"Donghae-ya permainanmu sunggu indah. Hyung menyukainya." Jung soo tersenyum pada Donghae dan mengucak rambutnya. Namun kemudian matanya mencari disekitar backstage. Donghae yang melihatnya merasa heran siapa yang dicari hyungnya itu.

"Hyung mencari siapa?" Jung soo yang mendengar pertanyaan Donghae pun kembali memusatkan pertahian padanya.

"Hyung sudah mengingat semunya Hae. Hyung sudah mengat siapa hyung sebenarnya." Donghae terkesiap. Jungsoo tidak menjawab pertanyaan Donghae, justru memberitahunya sesuatu yang sedikit membuatnya takut. Akankah hyungnya meninggalkannya setelah dia mengingat semua memorinya? Donghae sudah sangat menyayangi hyungnya itu. Mungkin mereka tak memiliki ikatan darah, tapi dia tak dapat memungkiri bahwa Jungsoo sudah menjadi salah satu orang yang berharga untuknya. Tapi dia tak ingin egois, melihat bagaimana hyung-nya itu sangat bahagia bisa mengingat memori masa lalunya.

"Benarkah hyung?" Jungsoo mengangguk.

"Hyung mengingatnya saat melihat Kyuhyunie memainkan biolanya." Donghae mengernyit. Mengapa hyung-nya memanggil temannya Kyuhyunie?

"Lagu yang dimainkannya adalah lagu yang diciptakannya untuk hyung."

"Emmph... hyung memanggil Kyu dengan Kyuhyunie? Hyung mengenal Kyu?"

"Dia adalah dongsaeng hyung Hae. Kyuhyun adalah adikku."

"Mwo?!" Donghae telah dibuat terkejut beberapa kali oleh hyungnya itu. Dia tidak menyangka bahwa Kyuhyun adalah adik hyung-nya itu.

"Itu benar Hae. Bisakah kau memberi tahu hyung dimana dia? Hyung sangat ingin bertemu dengannya." Jung soo kembali mencari-cari dengan matanya disekitar backstage. Disana terlihat beberapa perserta yang sedang melihat penampilan peserta lain ataupun yang sedang menunggu gilirannya. Tapi Jungsoo tak dapat menemukan Kyuhyun diantara mereka.

"Ayo hyung ikut Hae" Donghae memegang tangan Jungsoo untuk mengajaknya menemui Kyuhyun. Dia mungkin masih terkejut dengan kenyataan yang didapatkannya, dia tentu saja senang dengan berita baik itu. Walaupun dia masih menyimpan ketakutan akankah hyung malaikatnya itu meninggalkannya setelah dia mengingat semua ingatannya dan setelah dia bertemu adik kandungnya. Tapi dia mempercayai Jungsoo, dia sudah berjanji akan membantu Jungsoo untuk menemukan ingatannya yang hilang.

Mereka berjalan disepanjang lorong, Donghae memimpin didepan sedangkan Jungsoo mengikutinya dibelakang. Hatinya sangat senang sebentar lagi akan bertemu dengan adiknya, banyak hal yang ingin diceritakan maupun ditanyakannya pada adiknya itu.

"Dia didalam hyung. Kyu mengatakan akan kesini tadi." Donghae tersenyum pada hyungnya itu. Jungsoo yang mendengar hal itu pun mengalihkan pandangannya mata pintu itu. Adiknya ada didalam, sebentar lagi dia akan bertemu dengannya.

Tangannya terulur untuk membuka kenop pintu itu. Dia membuka pintu itu perlahan dan melangkah masuk kedalam. Jungsoo sudah siap untuk memeluk Kyuhyun adiknya saat matanya menangkap hal yang ganjal.

Ruangan itu kosong. Tak ada seorang pun yang ada disana. Kyuhyun tak ada disana. Dimana dia? Donghae yang melihat ruangan itu kosong pun terkejut. "Bukankah Kyuhyun tadi kemari?"

"Lho? Kenapa kosong? Kemana Kyuhyun-ah?" Donghae melihat kearah Jungsoo, dia bisa melihat kekecewaan di mata hyungnya dan dia tak menyukainya.

"Hyung?!" Jungsoo menoleh kearah Donghae.

"Ayo kita cari dia, Kyu pasti ada disekitar sini." Donghae berusaha menyemangati hyungnya itu. Jungsoo yang mendengar hal itu pun mengangguk dan tersenyum kecil.

.

TBC

Note: Terima kasih yang sudah membaca dan mereview ff ini. Mianhae karena zi belum bisa mengubah alur ceritanya supaya tidak seperti sinetron. Padahal tidak suka menonton sinetron. Alur cerita sudah banyak berubah sebenarnya dimulai dari chapter ini, menghapus yang telah dibuat sebelumnya dan mengubahnya menjadi seperti yang terjadi di chapter ini, Yach, ini masih kayak sinetron spertinya tapi zi tidak tahu lagi mau bagaimana mengubahnya. Untuk chapter2 sebelumnya yang terasa terlalu cepat akan diperbaiki nanti jika ada waktu dan mood tentunya. Karena jujur saja, tulisannya terpengaruh dengan apa yang zi baca. Ternyata nggak gampang ya nulis itu, semoga nanti zi menemukan gaya menulis punya zi sendiri kayak apa dan kedepannya bisa lebih baik lagi. Kebanyakan ngomong ya? Hehehe. Zi bisa lebih panjang lagi lho dari ini. *Bow

Aku sebel sama TBC juga sebenernya, pingin dilanjutin nich chapter lebih panjang lagi sampe end kalo perlu tapi zi pingin baca komentar dan kritik kalian tentang chapter ini dan terutama ff ini tentunya biar bisa tak perbaiki. FF lainnya mentok. Maaf ya.

Gomawo untuk yang baca, review, favorite, dan follow *bow

^.^