maaf untuk update yang lama dan cerita yang pendeeeeeeeekk #nangis badai

dan maaf karena chapter ini isinya Chanbaek


Tepat pada awal desember, ketika hujan sudah turun di tanah tempat mereka berpijak, satu tahun yang lalu.

Hari itu adalah hari yang tak pernah berani di bayangkan oleh seorang Park Chanyeol.

Seperti yang semua orang tahu, dia hanya pria yang kelebihan hormone pertumbuhan, Satu kelebihan yang dimiliki olehnya, tapi tidak lantas bisa membuatnya menjadi sekelompok cowok cool di sekolah mereka.

Bagaimanapun, dia hanya seorang pria biasa. Kehidupannya pun biasa.

Akan tetapi satu keputusan yang dia buat dalam waktu kurang dari 2 detik mampu membuat hidupnya berubah.

Mata seorang Byun Baekhyun, bukanlah tipe mata yang mudah untuk dilawan oleh kewarasannya.

Bermain rahasia itu selalu mengasikkan, mendebarkan, menegangkan.

Apalagi kalau kau bermain dengan sembunyi di belakang banyak orang, mereka tak akan mengetahui apapun selama kau bertingkah biasa saja.

Chanyeol sadar dia telah terperangkap oleh sosok Byun Baekhyun dalam waktu lama.

Baekhyun, adalah segala bentuk keindahan yang di dambakannya.


Sosok Do Kyungsoo menatapnya dengan tajam saat ini.

Bau oli memenuhi ruangan itu. Hari sudah pagi ketika ia menemukan Kai dan Kyungsoo memasuki halaman gedung bengkel.

Sebagai seorang sahabat, pagi itu juga, Chanyeol tak menyangka Kai akan menatapnya dengan pandangan benci begitu mereka tiba.

Kai tidak tahu, bela Chanyeol dalam hati, Kai belum mengerti. Karena cinta adalah perkara yang sulit. Karena Kai telah menyerah, sementara dia tidak.

Cahaya sudah bersinar di luar sana, tapi kegelapan di ruangan itu lebih pekat.

Mata Chanyeol menggelap.

Chanyeol tahu dia telah di benci oleh dua orang yang sekarang duduk berhadapan dengannya, mata mereka mengisyaratkan ancaman, tapi Chanyeol tahu ia sudah terlalu gila saat ini.

Ia tak peduli pada semuanya.

Karena yang di butuhkan olehnya hanya satu.

Byun Baekhyun.

Satu nama yang membawa sejuta arti.

"aku pikir kita tak perlu basa basi" ucap Chanyeol

Rahang Kyungsoo mengeras.

"kau tahu jawabanku"

Chanyeol sudah menduganya, ini tak mudah, bagi Kyungsoo, ataupun baginya.

Chanyeol putus asa.

"haruskah aku memohon dan berlutut di depanmu?"

Kyungsoo membelalakkan matanya, tak menyangka dengan apa yang di ucapkan oleh Chanyeol. Ia tahu Chanyeol gila. Ia telah gila. Walau dengan tangan yang masih di ikat, Kyungsoo tahu, disebelahnya,sejak mereka duduk di sofa dengan Chanyeol di hadapan mereka, ia melihat punggung Kai tegang karena waspada. Lelaki itu juga tahu Chanyeol patut di waspadai.

"ku mohon, kau tidak mengerti, kalian tidak mengerti"

Wajah Chanyeol yang menunduk tak dapat mereka lihat, tapi mereka dapat merasakan kesedihan Chanyeol dengan jelas melalui suaranya.

Lelaki itu hanyalah seorang yang begitu mendambakan cinta.

Lelaki itu pantas untuk di kasihani.

Bagi Kai dan Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun adalah tanda tanya besar.

Mereka bahkan tak pernah terlihat bersama ataupun bercakap bersama. Jadi bagaimana mungkin semua hal ini bisa terjadi. Karena kedua lelaki itu menggambarkan hal yang jauh berlawanan. Seperti cahaya dan kegelapan.

Mereka berdua adalah kombinasi dari ketidakmungkinan.


Flashback

Pada saat itu, Chanyeol selalu menatapnya dari jauh. Selalu.

Bagaimana jari-jari lentik itu bergerak halus saat membuka lembaran buku yang di bacanya.

Bagaimana matanya yang serupa obsidian itu memiliki bingkai bulu mata yang menawan.

Bagaimana leher jenjang tanpa jakun itu terlihat mengagumkan di padukan dengan belah bibir tipis berwarna pink cerah.

Ekstasi dalam bentuk manusia.

Chanyeol cukup tahu dia berada di kasta yang mana. Menatapnya dari jauh sudah cukup baginya saat itu.

Saat itu.

Hanya sampai saat itu.

Itu adalah siang yang cerah ketika hujan sudah reda dan semua murid memenuhi meja-meja kantin.

Saat itu, ketika mata mereka bertemu untuk kesekian kalinya, otak Chanyeol memerintahkanya untuk bertaruh.

Tidak seperti sebelum-sebelumnya, ketika mata meraka hampir saja bertemu, Chanyeol selalu memalingkan muka, menghindari bertatapan dengan objek yang menjadi atensinya. Mengetahui di batas mana ia boleh menatap seorang Byun Baekhyun.

Tapi saat itu,

Ia memutuskan untuk tetap menatap mata seorang Byun baekhyun saat mata mereka tak sengaja bertemu. Mengabaikan di kasta mana dia berada.

Dan apa yang di dapatkan olehnya adalah sesuatu yang mengagumkan sekaligus mendebarkan.

Baekhyun hanya menatapnya datar pada awalnya.

Tapi kemudian sesuatu yang lain terjadi pada Chanyeol.

Bukan karena Baekhyun menatapnya dalam waktu lebih dari 5 detik.

Bukan juga karena Baekhyun tersenyum padanya.

Tapi ada sesuatu yang lain.

Satu kata. Adrenalin.

Ketika lelaki mungil yang di tatapnya memandanginya dengan dagu yang terpangku pada tangan kanannya.

Ada bahasa lain yang di pancarkan oleh mata obsidianya.

Primitive.

Kemudian yang ada dalam dirinya hanyalah Adrenalin, adrenalin dan adrenalin.

.

.

.

Tidak ada orang yang tahu. Bahkan jika itu sahabatnya sekalipun. Bahwa setelah kajadian itu, serentetan kejadian ia sembunyikan.

Menyenangkan, mendebarkan, membahagiakan.

Dahulu, Apapun tentang Baekhyun adalah kemustahilan baginya.

Tapi sekarang, apapun tentang Baekhyun adalah keajaiban baginya.

Karena Chanyeol telah memilikinya.

Karena orang lain tidak memilikinya.

Karena Baekhyun miliknya.

Mereka tidak berinteraksi apapun di sekolah, kalau terungkap, itu bisa membuat geger seluruh sekolah.

Tapi tidak setelah itu, karena setelah jam sekolah usai, Baekhyun sepenuhnya hanya miliknya.

Bagaimanapun mereka hanya remaja, darah mereka selalu bergejolak tiap kali bertatapan. Interaksi di sekolah memang tidak mungkin, tapi bagaimanapun sinyal-sinyal menggoda selalu hadir ketika mereka berada dalam satu ruangan.

Menyenangkan ketika Baekhyun memakan puddingnya dengan cara yang menggoda kemudian menatapnya dengan kilatan hasrat ditengah riuhnya kantin yang memisahkan mereka.

Hingga Chanyeol hanya mampu menatapnya dengan kilatan hasrat yang sama. Ia hanya mampu tersenyum dan menjilat bibirnya.

Primitive.

Liar.

Segala sesuatu tantang Baekhyun adalah hasrat.

Menyenangkan bagi Chanyeol ketika ia mengetahui orang lain masih berusaha meraih Baekhyun, mengharap Baekhyun, tapi dia sudah memiliki Baekhyun.

Ia tak memperdulikan banyaknya anak laki-laki dan perempuan yang berada di sekitar Baekhyun, karena meski di saat lelaki mungil itu tengah berada di tengah kerumunan mereka, namja manis itu akan tetap menatapnya dengan menggoda.

Baekhyun terlihat manis saat berada di antara orang lain.

Tapi Baekhyun akan jauh lebih menggemaskan ketika bersama dengan dirinya.

Mereka telah menghabiskan banyak waktu tanpa di ketahui oleh orang lain.


Kai tak tahu kejadian yang sebenarnya. Ia juga tak tahu apakah Kyungsoo tahu tahu detail kejadiannya. Tapi ini merupakan salahnya membawa Kyungsoo kemari dengan mengatasnamakan persahabatan tanpa berpikir lebih rasional.

Kyungsoo adalah tanggung jawabnya.

Tapi Chanyeol juga teman yang berarti baginya.

Kai telah ikut campur tanpa tahu masalahnya.

Ini salah.

"Park Chanyeol" Kyungsoo memanggilnya, ia menatap punggung Chanyeol yang tertunduk di depannya.

"…"

"apa yang akan kau lakukan setelah menemukan Baekhyun?"

TBC