OUR DESTINY IS?
(KaiBaek-HunBaek) Chap 2
TITLE : Our Destiny Is?
AUTHOR : Miyu_RK
MAIN CAST : Byun Baekhyun, Kim Jong In, Oh Sehun
OTHER CAST : D.O Kyungsoo, Xi Luhan
PAIRING : KaiBaek, HunBaek, etc.
GENRE : Romance, School, Friendship
RATED : M
WARNING : Typo(s), BxB, Yaoi, Alur kecepetan
DESCLAIMER : Semua Milik Tuhan. Tapi Baekhyun boleh dong buat Miyu XD
Baekhyun ditantang oleh Sehun musuhnnya sejak kecil untuk dance pada acara kelulusan sekolah, sementara Baekhyun hanya pandai bernyanyi. Kai ketua club dancer bersedia membantu Baekhyun denga sebuah syarat yang membuat Baekhyun mengatainya gila. Syarat apakah itu? Dan takdir apa yang akan menemui mereka?
Preview Story
"Apa dia bodoh mengataiku seperti itu? kalau kakiku pendek dan tubuhku tidak lentur mana mungkin aku mampu menguasai hapkido, dan mana mungkin aku bisa menendangnya seperti tadi. Hah aku senang sekali bisa menendang bokongnya"
"Aku Kim Jongin kau bisa memanggilku Kai, aku ketua club dancer"
"Mudah saja, Baekhyun sunbae hanya perlu berpura-pura menjadi istriku didepan orangtuaku"
"Sialan dia pikir aku ini namja murahan apa, berani-beraninya ia menyentuhku seperti itu"
"Aku tau, tapi hanya kau yang bisa membatuku sekarang. Lagipula ini juga salahmu, kau tidak lihat kakiku di gips?"
"Bukankah aku memang sering perhatian padamu, kau saja yang selalu mengganggu dan membutaku kesal"
"Astaga ternyata si Byun itu mulus sekali"
"Rumahmu terasa nyaman, aku menyukainya"
Chap 2
Story Begin
Baekhyun keluar dari rumahnya tepat 30 menit sebelum jam kerjanya dimulai, sedikit keraguan timbul dihatinya mengingat ada orang lain dirumahnya malam ini. Sehun, musuhnya yang entah kenapa selalu ia beri perhatian itu sudah terlelap sejak tadi dikamar miliknya.
"Kenapa aku merasa tidak bisa meninggalkannya sendirian? Ah sudahlah aku bisa terlambat" gumam Baekhyun, kakinya melangkah hati-hati dibawah guyuran air hujan yang tiba-tiba saja turun. Untunglah ia membawa payung dan jarak tempat kerjanya dengan rumah tidak terlalu jauh jadi ia bisa tiba ditempat kerjanya dengan cepat.
"Kau sudah datang Baekhyun-ah? Wah hujan turun lebat sekali, kau pasti kedinginan" sapa seorang namja manis sambil menyodorkan segelas kopi hangat pada Baekhyun.
"Luhan hyung kau disini?" tanya Baekhyun sembari mengambil kopi pemberian namja didepannya. Namja manis itu tersenyum dan mengangguk pelan, ia bernama Xi Luhan pemilik Café tempat Baekhyun bekerja. Namja berkebangsaan China itu lebih banyak menghabiskan waktunya di Negara asalnya ketimbang di Korea sehingga Baekhyun terkejut saat melihat kehadiran namja yang lebih tua 2 tahun darinya itu.
"Ne, aku sedang mengambil cuti dari kampus karena ingin fokus mengembangkan Café ini" jawab Luhan.
"Ahh begitu, berapa lama hyung akan disini?"
"Wae? apa kau ingin menghabiskan waktu denganku eoh? kau merindukanku kan?" goda Luhan, tangannya mencubit gemas pipi Baekhyun.
"Hyung sakit" rajuk Baekhyun membuat Luhan tertawa pelan.
"Kurasa aku akan sebulan disini, oh iya Baekhyun-ah apa kabarnya Ice Prince-mu?" Baekhyun memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Luhan "Ice Prince-ku katamu? Jelas-jelas kami sering bertengkar mana mungkin dia jadi Prince-ku, lagipula wajahku lebih tampan darinya" ujar Baekhyun dengan percaya diri.
"HAHAHAHAHA" tawa Luhan pecah seketika, ia bahkan memegangi perutnya karena terlalu keras tertawa. Baekhyun menatap Luhan bingung, memang apa yang lucu dari ucapannya?
"Yakk hyung kenapa tertawa? ada yang lucu?" tanya Baekhyun sedikit kesal. Luhan menggeleng pelan berusaha meredakan tawanya "Kau tak sadar eoh dengan ucapanmu? Kau bilang lebih tampan dari Sehun? Omo Baekkie-ah katakan pada hyung siapa yang pernah mengatakan bahwa kau itu tampan? Mata orang itu pasti bermasalah, wajahmu jelas-jelas imut dan cantik begitu" jelas Luhan yang tawanya kembali pecah meski tak seheboh tadi.
"Ishh hyung aku ini namja dan yeah aku akui wajahku ini imut tapi tidak dengan cantik hyung, bukankah kau lebih cocok?" dengus Baekhyun kesal
"Yayaya aku memang mengakui wajahku cantik tapi tidak secantik kau" balas Luhan memeletkan lidahnya.
"Hyung kau-
"Mianhae tapi bisakah aku mendapatkan segelas kopi?" ucapan Baekhyun terhenti saat seorang pelanggan tiba-tiba masuk dan mengisntrupsi perdebatannya dan Luhan. Mata sipit Baekhyun melebar melihat siapa namja yang berdiri dibelakang Luhan.
"KAU?" tunjuknya garang, namja didepannya bukannya takut justru tersenyum lebar menatap Baekhyun. Namja itu, namja yang sore tadi meminta Baekhyun berpura-pura jadi istrinya, dia Kai.
"Baekhyun sunbae, kau bekerja disini?" tanya Kai
"Kalian saling mengenal eoh?" Luhan yang tadinya kaget karena Baekhyun yang tiba-tiba menunjuk Kai akhirnya buka suara.
"Luhan hyung kau tak pernah bercerita kalau kau punya karyawan secantik ini, dia sunbaeku disekolah hyung" celetuk Kai membuat Luhan tertawa pelan sedangkan Baekhyun rasanya ingin menendang bokong Kai, tapi kemudian ia menatap bingung Luhan yang sepertinya akrab dengan Kai.
"Ahh apa mungkin sunbae yang kau ceritakan padaku tadi Baekhyun?" tanya Luhan yang menambah kebingungan Baekhyun.
"Yakk apa yang kalian bicarakan eoh? dan hyung apa hubunganmu dengan si hitam mesum ini?" Baekhyun kembali menunjuk Kai dengan telunjuknya melihat itu Kai membuat gesture seakan ia akan mengemut jari Baekhyun hingga namja imut itu refleks menarik jarinya.
"Hyung belum pernah cerita ya? Kai ini saudara sepupuku, dan ia menceritakan padaku bahwa sore ini ia bertemu seorang malaikat di ruang latihan dancenya sayangnya malaikat itu galak sekali begitu katanya, dan ternyata malaikat itu adalah kau. Tak kusangka penggambaran Kai tentang dirimu sampai sejauh itu" jawab Luhan setengah menggoda Baekhyun, sedangkan yang digoda mendelik sebal dan menatap tajam pada Kai yang justru menatapnya dengan tatapan memuja.
"Hentikan tatapan mesummu itu apa belum puas kau mengerjaiku sore tadi" sindir Baekhyun.
"Kau tau saja aku belum puas, mau melanjutkan? Kuyakin kau akan terbuai dan menginginkanku lagi dan lagi" balas Kai frontal, wajah Baekhyun memerah malu juga kesal.
"Aigoo kalian berdua manis sekali eoh? Lalu kenapa kau tak mau berpura-pura jadi istri Kai saja?" Luhan kembali menggoda Baekhyun
"Huh apa namja mesum ini menceritakan semuanya padamu hyung? Ck, aku masih waras hyung tidak mungkin aku berpura-pura jadi istrinya, kami bahkan masih sekolah" jawab Baekhyun.
"Apa kau sudah dengar alasan Kai memintamu?" Baekhyun menggeleng dengan pertanyaan Luhan.
"Kalau begitu tolong dengarkan dia dulu ne" pinta Luhan dengan tatapan mata memelasnya, Baekhyun mau tak mau menuruti keinginan Luhan.
Suara rintikan hujan masih terdengar mencumbui bumi diluar sana, hawa dingin yang sedikit menusuk membelai tubuh mungil Baekhyun yang hanya berbalut kaos tipis. Namja tampan didepannya tersenyum tipis menatap Baekhyun yang memeluk tubuhnya sendiri. Matanya tak lepas pada leher jenjang Baekhyun, salahkan Baekhyun yang mengenakan kaos V neck membuat leher mulusnya terekspos bebas. Bagi namja lain itu mungkin pemandangan yang biasa tapi bagi namja dengan tingkat kemesuman tinggi seperti Kai itu hal yang benar-benar menggoda apalagi mereka sekarang hanya berdua disini, diruangan Luhan.
"Berhenti menatapku seperti itu" tegur Baekhyun setelah lama terdiam didepan Kai.
"Seperti apa?" goda Kai
Baekhyun menggeratakkan giginya kesal, matanya menatap Kai tajam "Seperti ahjussi-ahjussi mesum yang butuh belaian cih" jawab Baekhyun diikuti decihan pelan.
Kai sedikit tersinggung dengan ucapan Baekhyun, namun ia justru merasa semakin ingin mempermainkan sunbae cantiknya itu "Sepertinya kau benar, sejak tadi aku sudah membayangkan bagaimana jika sekarang kubawa kau ke pangkuanku lalu kubuat kau sesak nafas karena menciummu dengan liar dan meremas bokongmu" balas Kai frontal, semakin frontal lagi saat kakinya dibawah sana terangkat dan menekan selangkangan si namja mungil.
Shit!
Baekhyun mengumpat dalam hati, bagaimanapun juga ia seorang namja yang memiliki gairah apalagi jika sudah berhubungan dengan bagian privatnya. Dengan kesal ia menendangan kaki Kai, bukannya merasa kesakitan Kai justru tertawa senang. Kenapa? Karena tendangan Baekhyun barusan justru semakin membuat kaki Kai menekan selangkangannya dan otomatis Baekhyun mendesah setengah meringis.
"Menikmatinya manis?" goda Kai lagi.
"Sialan, berhenti mempermainkanku aku ini sunbaemu" gertak Baekhyun kesal, wajahnya memerah antara marah juga nikmat.
"Well aku akan berhenti mempermainkanmu jika kau mau menuruti permintaanku" ucap Kai, matanya terus menatap Baekhyun ia sungguh menikmati bagaimana wajah cantik didepannya semakin memerah karena ulahnya.
"Tidak akan, kau pikir aku namja murahan eoh? Setelah kau melecehkanku seperti ini dan dengan mudahnya kau memintaku menuruti keinginanmu?" ujar Baekhyun. Kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun, ia lantas memundurkan kursinya menjauhi kaki Kai. Setelahnya ia berdiri dan menatap Kai sangat tajam.
"Bantu aku atau aku akan MEMPERKOSAMU DISINI SEKARANG JUGA" Kai balas berujar dengan suara lantang, Baekhyun membulatkan matanya mendengar kata 'memperkosa' yang dilontarkan oleh Kai.
"Jangan pikir aku takut dengan ancamanmu itu"
"Dan jangan kau pikir aku main-main dengan ancamanku"
Brughhh
Deg
Deg
Deg
"Akhhhh"
Dengan secepat kilat Kai menangkap tubuh Baekhyun, dihempaskannya tubuh mungil itu keranjang yang memang tersedia diruangan Luhan. Tubuh tingginya lantas menindih tubuh Baekhyun, kedua tangannya mengunci masing-masing tangan Baekhyun mencegah namja mungil itu memberontak.
"Lepaskan aku sialan, kau benar-benar kurang aj-ahhh" ucapan Baekhyun terpotong oleh lenguhannya sendiri saat Kai menunduk dan menciumi lehernya.
Mendadak lidahnya keluh, umpatan demi umpatan yang ingin ia lontarkan tertahan begitu saja dalam hatinya. Satu-satunya suara yang bisa ia keluarkan hanya desahan. Baekhyun benar-benar meruntuki dirinya yang mudah sekali terangsang dan lemas.
Menyadari Baekhyun pasrah saja atas perlakuannya, Kai tersenyum singkat sembari melepaskan ciumannya pada leher Baekhyun. Namja mungil dibawahnya berpuluh-puluh kali lipat terlihat cantik dengan wajah memerah, mata terpejam, bibir yang terbuka karena sibuk mendesah, dan jangan lupakan keringat yang mengalir diwajahnya membuat bagian itu mengkilap.
"Kau benar-benar cantik sunbae"
Baekhyun mendongak dengan tatapan tajam, tangannya terkepal siap menghantam sisi wajah Kai namun ia urungkan niatnya saat menyadari hoobaenya ini bukan namja sembarangan.
"Dengar Kai-ssi, tidak ada orang yang meminta tolong dengan cara melecehkan orang yang ia mintai pertolongan. Apa kau pikir dengan cara seperti itu orang lain akan menolongmu. Dan lagi aku ini seorang namja, mana ada namja yang mau menjadi istri dari sesama namja, kau bodoh? Otakmu bermasalah?" cibir Baekhyun sebal. Bukannya tersinggung, Kai malah tersenyum sembari membelai lembut wajah berkeringat Baekhyun.
"Mianhae Sunbae, bukannya aku ingin melecehkanmu tetapi entah kenapa sejak melihatmu pikiran kotorku bekerja secara otomatis. Karena itu, jika kau tak ingin kulecehkan seperti ini, tolong dengarkan penjelasanku lebih dulu"
Baekhyun menghela nafasnya dan akhirnya mengangguk, ia mengisyaratkan Kai untuk menjauh dari tubuhnya agar ia bisa duduk dan Kai menurutinya. Keduanya duduk bersampingan diatas ranjang milik Luhan. Kai belum mulai berbicara karena Baekhyun yang masih sibuk menetralkan nafasnya.
"Bicaralah" gumam Baekhyun setelah dirasa nafasnya sudah normal, iris karamelnya menatap Kai yang juga tengah menatapnya.
"Ummaku saat ini sedang sakit parah dan dirawat dirumah sakit, ia butuh perhatian dan kasih sayang setiap saat dari seluruh anggota keluarganya, sebagai putra satu-satunya aku sebisa mungkin melakukan itu mengingat Umma adalah wanita yang telah melahirkan dan menyayangiku selama 16 tahun aku hidup"
Baekhyun mengerutkan keningnya ketika Kai memulai dengan menceritakan keadaan Ummanya, tetapi ia tidak menegur melainkan bertanya satu hal "Kemana appamu? Dan kemana orangtuanya?"
Kai tidak langsung menjawab, ia mendongak dengan mata yang menerawang. Sedetik kemudian ia kembali menatap Baekhyun "Ummaku tidak pernah mengenal siapa orangtuanya"
DEG!
Jantung Baekhyun berdetak sedikit keras begitu mendengar jawaban pertama Kai
"Appaku menikahi Umma atas dasar balas budi karena Ummaku pernah menolong nyawanya. Umma selalu mengatakan padaku bahwa ia tidak apa-apa atas kenyataan itu asalkan Appaku tetap mengakui pernikahan mereka juga posisiku sebagai anak kandung mereka. Benar, Appa mengakui Umma juga diriku, appa member kami nafkah juga tempat tinggal. Tapi, bagiku semuanya jadi tak berguna ketika aku-
Kai memutus ucapannya, ia menghela nafas pelan kemudian menunduk membuat Baekhyun menjadi bingung juga khawatir "Ketika kau kenapa?" tanya Baekhyun penasaran.
"Appaku selingkuh dengan sahabat Umma dan mereka menikah tanpa sepengetahuan aku dan Umma" lanjut Kai, perlahan perasaan iba merayapi diri Baekhyun. Tangannya terulur menepuk punggung Kai, ia sendiri tidak mengerti atas tindakannya karena sejauh ini ia lebih banyak membenci Kai karena sering menyetuh dirinya bahkan melecehkannya. Ia tak mengerti yang mana sebenarnya diri Kai yang asli, apakah Kai yang mesum dan agresif atau Kai yang sekarang tengah bercerita dengan nada parau yang sarat akan kesedihan.
"Umma adalah orang pertama yang mengetahuinya karena tak sengaja melihat Appa bercinta dengan yeoja itu, Umma merasa sangat sedih dan tertekan sehingga kesehatannya menurun. Dan brengseknya Appa tidak peduli sama sekali pada Umma, ia bahkan tidak mau memberi kami uang untuk biaya perawatan Umma. Aku hampir saja membunuhnya malam itu, tetapi aku masih sadar jika aku melakukannya maka Umma akan semakin sakit. Aku merasa benar-benar kacau hari itu, tetapi aku mengingat jika aku masih memiliki warisan dari haraboji hanya saja aku belum bisa memilikinya jika aku belum menikah" ujar Kai meneruskan ceritanya, mendengar itu Baekhyun mulai mengerti alasan Kai meminta bantuannya.
"Jadi jika kau menikah maka kau akan memiliki warisan tersebut? bahkan jika usiamu masih 16 tahun dan istrimu itu seorang namja?" tanya Baekhyun dan Kai hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Tetapi kenapa kau memilihku? bukankah kau cukup populer disekolah, ada banyak gadis yang menyukaimu kenapa tak pilih salah satu dari mereka saja?" Baekhyun kembali bertanya.
"Mereka terlalu menyusahkan, lagipula aku ingin ada timbal balik ketika aku meminta pertolongan dari orang lain dan Sunbae adalah orang yang tepat. Bukankah Sunbae ingin belajar dance untuk mengalahkan Oh Sehun?" jawab Kai
Baekhyun tersenyum kikuk dan membenarkan ucapan Kai, tetapi bagaimanapun ia masih sangat ragu untuk menerima tawaran Kai. Ada banyak ketakutan yang bermunculan dalam dirinya, dan ia takut tidak dapat menghadapi resiko nantinya.
"Well aku tau Sunbae ragu atau bahkan mungkin tak percaya atas ceritaku, tapi itulah kenyataannya. Jadi apakah sunbae mau membantuku?"
"A-aku entahlah, aku takut. Bagaimana jika ada yang tau?" gumam Baekhyun. Kai meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya lembut "Tidak akan ada yang tau" balasnya.
Other Side
Sehun menggeliat pelan dalam tidurnya ketika merasakan panas menyelimuti tubuhnya, ia mengubah posisinya menjadi setengah duduk sembari mengamati sekitarnya "Ck, pantas saja panas AC-nya tidak menyala" gerutunya kesal, matanya menelusuri ruangan mencari remote AC tetapi tidak menemukannya, yang ada ia malah menatap jam.
"Sudah jam 11 malam kenapa Baekhyun belum pulang? apa memang ia bekerja selarut ini?" gumamnya heran, Sehun akhirnya turun dari ranjang Baekhyun dan memilih keluar dari kamar namja imut itu, ia berniat menunggu Baekhyun diruang tengah sambil menonton TV
Kriett
Suara pintu yang terbuka menarik perhatian Sehun membuat namja tinggi itu menolehkan kepalanya dimana sosok mungil Baekhyun baru saja masuk. Mata keduanya bertemu dan seolah tersihir keduanya terdiam dalam posisi masing-masing.
"Ahh aku pulang" ujar Baekhyun begitu tersadar sejak beberapa menit yang lalu ia dan Sehun hanya saling menatap, kakinya melangkah pelan menghampiri Sehun kemudian mendudukkan bokongnya disamping Sehun.
"Apakah biasanya kau pulang selarut ini?" tanya Sehun
"Tidak, biasanya aku pulang jam 10 malam, tapi tadi aku ada sedikit urusan jadi aku baru pulang sekarang, ah kenapa kau tidak tidur? apakah kamarku tidak nyaman?" Baekhyun ikut bertanya, seingatnya tadi ketika ia berangkat kerja Sehun sudah terlelap dikamarnya.
"Bukan begitu hanya saja tadi aku merasa kepanasan" jawab Sehun
Baekhyun menepuk pelan keningnya seakan baru teringat sesuatu "Mianhae aku lupa memberitahumu, AC dikamarku sedang rusak jadi tidak bisa digunakan" balas Baekhyun
Sehun hanya mengangguk tanda mengerti, keduanya kembali terdiam. Keadaan yang untuk pertama kalinya mereka alami, biasanya mereka akan saling meneriaki dan memaki bahkan jika yang terjadi hanyalah hal kecil.
"Um bagaimana dengan kakimu? apakah masih terasa sakit?" Baekhyun kembali membuka suara dengan mata yang tertuju pada kaki Sehun yang di gips. Sehun ikut menatap kakinya, ia menggerakkan pelan kekiri dan kekanan kemudian tersenyum tipis.
"Sudah sedikit lebih baik, ahh kau pasti lelah, masuklah dan istirahat" ujar Sehun. Baekhyun menatapnya dan mengangguk pelan, tetapi bukannya masuk ke kamarnya Baekhyun justru merebahkan tubuhnya pada sofa yang didudukinya membuat sebelah alis Sehun terangkat.
"Kau tidak berencana tidur disini kan?" tanya Sehun penuh selidik
"Dan kau juga tidak berpikir kita akan tidur seranjang kan?" balas Baekhyun diiringi tawa pelan
Sehun tidak menjawab tetapi tangannya terjulur menggenggam tangan Baekhyun dan menariknya sedikit keras, Baekhyun meringis pelan jika bukan karena ia lelah bisa dipastikan Sehun akan mendapati tangannya dipelintir tetapi Baekhyun lebih memilih menegakkan tubuhnya karena ia tau Sehun menariknya untuk masuk kekamarnya, sepertinya Sehun tidak keberatan sedikitpun untuk tidur seranjang dengannya.
"Kau benar-benar ingin kita tidur seranjang eoh?" tanya Baekhyun ketika mereka sudah berada didalam kamar, Sehun menoleh menatap Baekhyun dengan sebelah alis terangkat seolah berkata 'menurutmu?' pada Baekhyun.
DEG
DEG
DEG
Baekhyun meruntuki jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat dan rasa gugup menderanya begitu saja, ia laki-laki dan Sehun juga laki-laki dan yang paling penting Sehun bukanlah Kai. Eh kenapa jadi memikirkan Kai?
Baekhyun menepuk pelan keningnya, melihat itu Sehun jadi bingung dengan tingkah Baekhyun yang berubah aneh.
"Sekedar informasi, kita sama-sama laki-laki dan dadamu sangat rata, tubuhmu juga tidak begitu ramping walaupun kuakui bokongmu cukup menggoda tapi aku masih sadar diri kakiku sedang terluka" celetuk Sehun tiba-tiba, mata sipit Baekhyun membulat mendengar ucapan Sehun yang entah itu memuji atau justru menghinanya. Meski begitu, Baekhyun justru tersenyum karena ia tau Sehun mengatakan hal itu agar dirinya tidak canggung saat mereka tidur bersama dan yang paling penting tidak berpikiran negative.
Tbc
Mianhae aku baru bisa post chapter 2nya sekarang karena aku sibuk ngurusin pendafaran mahasiswa baru dikampus dan aku juga mulai ngerasa kehilangan feel buat ff ini. Buat kalian yang udah nunggu semoga chapter ini gak mengecewakan.
Terima Kasih ^^
