OUR DESTINY IS?

(KaiBaek-HunBaek)

Miyuri_K

Rate : M

Warning : Mature Content

A/N: Buat kalian yang tidak suka pairing dalam cerita ini mohon untuk tidak membaca apalagi sampai meninggalkan komentar yang berisi hinaan, author menerima kritik dan saran tetapi bukan hinaan karena menulis butuh perjuangan dan usaha. Selanjutnya buat kalian yang merasa tidak terbiasa dengan sesuatu yang berbau sex dan kata-kata yang fulgar harap menjauh khususnya buat kalian yang masih underage.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

Chap 3

Pagi ini adalah pertama kalinya bagi Baekhyun terbangun dengan seseorang tertidur disampingnya, bibir tipisnya membentuk sebuah senyuman begitu melihat wajah Sehun yang polos dan damai saat tertidur seperti ini. Sejujurnya Baekhyun sedikit bingung kenapa ia bisa tertidur dengan posisi berhadapan dengan Sehun, padahal seingatnya semalam ia dan Sehun saling memunggungi.

"Apa wajahku setampan itu sampai kau begitu betah menatapku hm?"

Baekhyun membulatkan matanya saat Sehun tiba-tiba berujar dan menatapnya, tanpa sadar kedua pipinya memerah malu karena ketahuan tengah mengamati wajah Sehun namun ia segera memelototkan matanya yang justru terlihat lucu.

"Aku tidak menatapmu, lagipula wajahku jauh lebih tampan darimu" balas Baekhyun sembari mendudukkan tubuhnya. Sehun tertawa pelan, tubuhnya ikut terduduk hingga berhadapan dengan Baekhyun. Tangan kanannya terulur menyentuh pipi Baekhyun yang memerah.

"Pipimu memerah Baekhyun-ah, kau malu eoh?" goda Sehun dengan jari-jarinya yang bergerak mengelus lembut pipi Baekhyun, membuat transformasi warna kedua bulatan gembul itu semakin menjadi.

"A-aku-

Baekhyun terlihat sangat gugup, astaga ia baru saja bangun tidur, kemudian ia menatapi wajah Sehun, namja itu terbangun dan sekarang malah menggodanya. Apakah ini termasuk pagi yang indah bagi Baekhyun?

Karena tidak tau harus mengatakan apa, Baekhyun bergegas melepas tangan Sehun dan berlari menuju kamar mandi. Sehun hanya bisa tersenyum melihat tingkah Baekhyun yang baru pertama kalinya ia lihat.

'How cute you are B'

Sementara itu didalam kamar mandi, Baekhyun menatapi wajahnya. Ia meruntuki dirinya yang begitu mudahnya tersipu karena godaan Sehun. Jantungnya bahkan berdebar cepat entah karena apa.

"Ah sebaiknya aku mandi saja" gumamnya dan memulai aktivitas mandinya.

Other Side

"Yeobo kapan kita akan berkeliling Eropa? Aku sudah bosan terus mengelilingi Asia saja, kau tau kan aku ini sangat menyukai menara Eiffel? Lalu kapan kita akan kesana eoh?" rengekan manja dari seorang yeoja berusia 30-an tahun terdengar seperti rengekan bocah berusia 5 tahun, tangannya bergelayut dilengan namja yang tak lain suaminya. Namja itu Kim Ji Hoon menghentikan aktivitasnya membaca Koran pagi dan mengelus sayang surai istrinya itu.

"Aku bukannya tak mau sayang, tapi kau tau kan saat ini Appaku sedang berada dirumah Rye Na yang sakit dan kau juga tau jika saat ini Kai selalu saja menemui dan menekanku untuk membiayai perawatan ummanya itu, aku tidak bisa apa-apa jika Appaku sedang berada di Seoul sayang. Kau juga tau kan semalam saja aku berbohong pada Appa jika aku lembur dikantor agar bisa menemanimu" jawab Ji Hoon.

Kim Ji Hoon namja berusia 38 tahun itu adalah Appa kandung dari Kai, dan yeoja yang ia sebut Rye Na adalah Umma kandung Kai. Keduanya menikah saat mereka baru berusia 22 tahun, sama seperti yang diceritakan Kai pada Baekhyun, orangtuanya menikah karena balas budi semata. Awalnya Ji Hoon merasa bahagia ketika Rye Na melahirkan Kai karena baginya kelahiran seorang putra merupakan harapan besar bagi kelanjutan perusahaannya, tetapi kemudian ketika Kai berusia 14 tahun, Ji Hoon bertemu dengan Shin Nara sahabat Umma Kai yang juga merupakan cinta pertamanya. Keduanya menjalin hubungan dibelakang Rye Na juga Kai bahkan menikah diam-diam.

"Kau tau anakmu itu benar-benar keterlaluan, ia sering sekali mempermalukanku didepan umum padahal aku menyapanya baik-baik. Aku rasa dia seperti itu karena Rye Na tidak mendidiknya dengan baik" ujar Nara geram ketika mengingat beberapa kali Kai berkata kasar padanya saat mereka bertemu bahkan didepan umum.

"Ummaku mendidikku dengan sangat baik Nyonya Shin, lagipula perilaku burukku hanya berlaku pada yeoja sepertimu dan itu juga karena ajaran Appaku" Nara dan Jihoon kompak menoleh ketika mendengar seseorang membalas ucapan Nara.

"Mau apa kau kesini Kai-ah? Kau tak berhak memasuki rumah ini tanpa ijin" tanya Jihoon begitu melihat putra tunggalnya berdiri didepan pintu dengan wajah datarnya.

Kai berdecih pelan masih dengan wajah datarnya "Kau pikir aku sudi menginjakkan kakiku dirumah yeoja ini? Maaf saja, aku terpaksa datang kesini karena haraboji memintaku untuk membawamu pulang kerumah" jawab Kai dengan sinisnya.

Jihoon menghela nafas pelan, ia kemudian beranjak berdiri setelah melepaskan tangan Nara yang begitu kesal dengan kehadiran Kai. Mau tak mau yeoja itu hanya duduk menatap kepergian Jihoon bersama Kai. Namun sebelum Kai dan Jihoon benar-benar pergi, Kai sempat berbalik sebentar dan menatap Nara dengan tampang stoicnya.

"Shin Nara dengar kau memang lebih cantik dari Ummaku tetapi sayangnya kau tidak lebih baik darinya, kau bahkan tidak akan pernah bisa mendengar seseorang memanggilmu dengan sebutan Umma dan lagipula kecantikanmu tidak akan abadi berbeda dengan kebaikan dan kasih sayang Ummaku pada Appaku juga diriku" ujar Kai, setelahnya namja tampan itu berjalan cepat karena tidak ingin berlama-lama dirumah yeoja simpanan Appanya itu.

Nara mengepalkan tangannya kesal, ini memang bukan pertama kalinya Kai mengatakan hal-hal buruk dan kasar padanya tapi tetap saja ia selalu merasa kesal karena Kai adalah satu-satunya orang yang seberani itu padanya, ia tentu saja tidak terima apalagi mengingat Kai bahkan baru 16 tahun.

….

….

….

Untuk kesekian kalinya Sehun tersenyum mendapati tingkah Baekhyun yang malu-malu karena ia meminta namja mungil itu membantunya mandi. Baekhyun sempat menolak tetapi karena ia ingat kaki Sehun terluka karena ulahnya ia akhirnya memilih mengalah. Dengan sedikit tidak rela ia memapah Sehun memasuki kamar mandi miliknya, ia bahkan harus membantu namja tampan itu untuk membuka baju dan…

"Yakkk aku tak mau, aku tak mau"

Well sebenarnya harus membuka celana juga, tetapi ketika jemari lentiknya baru saja menyentuh celana Sehun ia sudah menjerit seperti gadis perawan yang polos. Melihat itu Sehun lagi-lagi hanya bisa tertawa.

"Kenapa? Aku tak bisa membukanya sendiri, lagipula kau ingat kemarin aku sudah melihat 'adik'mu jadi jika sekarang kau melihat 'little Sehun' maka kita akan impas bukan?" celetuk Sehun

Pipi Baekhyun kembali memerah kali ini tak hanya pipi tetapi juga telinganya, ia seharusnya marah karena Sehun berkata sefrontal itu padanya sama seperti yang dilakukan Kai kemarin tapi Baekhyun tidak tahu kenapa ia justru tersipu saat Sehun mengatakan hal se-vulgar itu padanya.

"Y-yak a-apa yang kau katakan? A-aku hanya-

Plukkk

Mata Baekhyun melotot sementara Sehun hanya tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"KYAAA BESAR SEKALI"

07.15 pm

Baekhyun berjalan sembari terus mengipasi wajahnya yang terasa panas karena otaknya yang sejak tadi tidak berhenti memikirkan kejadian di kamar mandi miliknya, ia semakin merasa malu jika mengingat betapa konyolnya tadi dirinya yang menjerit hanya karena melihat 'little Sehun', Baekhyun jadi merasa benar-benar seperti seorang gadis perawan yang akan diperkosa dimalam pertama.

"Ahh apasih yang kupikirkan" gumamnya menepuk keningnya.

Ia terus berjalan sendirian menuju kelasnya hingga seseorang yang tengah bersandar didepan pintu Club Dance menarik perhatiannya. Kaki kecilnya berjalan mendekati Kai, namja tan itu tampaknya tidak menyadari kehadiran Baekhyun karena kedua telinganya tersumpal headphone.

"Kai-ah" sapa Baekhyun dengan jemari yang mencolek lengan Kai. Siketua club dance langsung tersadar dan menatap Baekhyun yang lebih pendek darinya "Oh, Baekhyun sunbae" ujar Kai senang, ia melepaskan headphone-nya dan langsung memeluk Baekhyun.

Baekhyun terkejut dan langsung mendorong Kai "Apa yang kau lakukan? Aku bisa dibunuh fansmu" marah Baekhyun, tangannya terlipat didepan dada dan mata sipitnya melotot. Bukannya takut, Kai malah tertawa pelan dan kembali memeluk Baekhyun.

"Aku merindukanmu sunbae" Baekhyun terdiam, baru saja ia akan mendorong Kai lagi tetapi namja itu justru membuatnya diam karena bisikannya tepat ditelinga kanan Baekhyun.

"Aku merindukanmu padahal baru semalam kita bertemu, apakah itu aneh?" Kai menatap Baekhyun dengan pandangan bertanya. Baekhyun menggeleng

membuat Kai mengernyit sebab namja tan itu tidak dapat mengartikan maksud gelengan kepala Baekhyun.

"Apakah itu tidak aneh at-

"Aku tak tau, t-tapi aku rasa itu memang aneh" potong Baekhyun cepat, Kai kembali mengembangkan senyumnya. Tangan kanannya mengelus lembut pipi kiri Baekhyun "Hm menurutmu itu aneh ya?" Baekhyun mengangguk pelan, Kai kemudian melepaskan pelukannya juga tangannya yang mengelus pipi Baekhyun.

Keduanya terdiam sebentar, sampai Kai teringat akan sesuatu "Ahh, bisakah aku tau keputusanmu mengenai permintaanku semalam?" Baekhyun refleks mendongakkan kepalanya menatap Kai, wajah imutnya tidak dapat terbaca.

"Hm, aku belum tau Kai. Ada banyak hal yang harus ku pertimbangkan, dan-" Baekhyun menghela nafasnya pelan, ia mengalihkan pandangannya kearah lain dan tanpa ia duga iris caramelnya bertemu dengan onyx milik Sehun "Sehun" ucapnya tanpa sadar. Kai mengernyitkan keningnya "Sehun? Kenapa sunbae harus mempertimbangkan Sehun?" tanya Kai. Baekhyun kembali menatap Kai, ia gelalapan tidak tau harus mengatakan apa.

"U-um ohh aku baru ingat, aku punya tugas yang belum selesai" setelah mengatakan itu, Baekhyun berlalu begitu saja meninggalkan Kai yang kebingungan.

'Sebenarnya ada hubungan apa Baekhyun sunbae dan Sehun?' inner Kai

….

..

Baekhyun berjingkat-jingkat mengikuti sosok Sehun yang berjalan pincang didepannya, tadinya ia berniat menyapa namja itu dan meminta maaf soal kejadian tadi pagi dirumahnya ketika ia tidak sengaja berteriak dan marah-marah ketika melihat bagian private Sehun. Tapi niatnya harus ia telan ketika ia melihat wajah Sehun yang datar terkesan jutek, belum lagi ia mendengar namja tampan itu menggerutu tidak jelas. Baekhyun jadi takut dibuatnya, ia berpikir apakah mungkin baru sehari Sehun menginap dirumahnya namja itu sudah tertular sifat cerewetnya? Ck, konyol sekali.

"Baekhyun-ah kau berniat merampokku hm?" Baekhyun hampir saja terjungkal saat Sehun tiba-tiba saja berbalik dan menudingnya, untung saja ia pernah belajar menjaga keseimbangan saat dikelas hapkido. Baekhyun tersenyum idiot sambil terkekeh pelan.

"Hehe kau tau saja, aku berniat merampok hatimu lho" celetuk Baekhyun asal niatnya sih bercanda tapi sedetik kemudian ia malah memukul kepalanya "Yakk siapa juga yang mau merampokmu, apalagi merampok hatimu" ujarnya lagi. Sehun memiringkan kepalanya, tangannya meraba kening Baekhyun "Kau baik-baik saja? Apa efek kejadian tadi pagi sebesar itu eoh?" tanya Sehun.

Wajah Baekhyun perlahan memerah, tanpa sadar ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan imut "Apa kau sedang beraegyo?" tanya Sehun lagi. Baekhyun menghentikan tingkah imutnya dan kembali menatap Sehun "A-ani, sudahlah lupakan saja. Aku hanya ingin meminta maaf padamu karena kejadian tadi pagi" jawab Baekhyun.

"Well seperti katamu lupakan saja" balas Sehun singkat.

"Bagaimana dengan kakimu?" Baekhyun mengalihkan pembicaraan mereka karena tak ingin terlarut dalam kecanggungan. Sehun menunduk menatap kakinya dan sedikit mengayunkan kakinya itu "Masih terasa sakit tapi aku rasa secepatnya akan sembuh" jawab Sehun

"Baekhyun-ah" teriakan seorang namja bermata bulat membuat Baekhyun juga Sehun-yang namanya tidak disebut- refleks menoleh, tak jauh didepan mereka Kyungsoo berlari dengan wajah senang.

"Baekhyun-ah seseorang meletakkan ini dimejamu, wah tak kusangka namja galak -tapi imut- sepertimu ternyata punya pengagum rahasia" tutur Kyungsoo, herannya yang mendapat hadiah adalah Baekhyun tapi yang justru terlihat bahagia malah Kyungsoo sementara Baekhyun ia malah bingung menatap sebuah kotak yang dipegang oleh Kyungsoo.

Tangannya terulur meraih kotak berukuran sedang tersebut, sebuah memo kecil menempel pada pembungkus kotak berwarna ungu itu.

'Kau mungkin sudah memiliki benda yang seperti ini,

dan aku memberikannya bukan bermaksud menghinamu

tetapi aku memberikannya karena aku ingin kau sering-sering mengabadikan wajah cantikmu

dan membiarkan orang-orang melihatnya dalam social media'

"Apakah berarti ini sebuah ponsel?" tanya Baekhyun setelah membaca isi memo, jemari lentiknya dengan lincah membuka kotak tersebut dan benar saja hadiah yang ia terima adalah sebuah ponsel keluaran terbaru dari perusahaan Apple.

"Wah sepertinya namja itu seseorang yang kaya, lihat saja ia membelikanmu ponsel keluaran terbaru. Kau beruntung sekali" seru Kyungsoo dengan mata bulat khasnya.

"Ck, bukankah kau juga memakai ponsel seperti itu? Bukan hanya kau, aku, dan hampir semua penghuni sekolah ini menggunakan ponsel yang sama" balas Sehun

Kyungsoo menatap Sehun tak suka "Apa maksudmu berkata seperti itu? Kau tau, ucapanmu itu terdengar seperti kau meremehkan hadiah yang diterima Baekhyun. Bagimu dan yang lainnya ponsel ini mungkin biasa saja begitu juga denganku, tetapi lain halnya kalau ini diberikan sebagai hadiah dari seseorang. Jujur saja meskipun aku memakai ponsel seperti ini, aku akan tetap bahagia jika seseorang memberikannya padaku sebagai hadiah" ucap Kyungsoo kesal.

Well, sebenarnya Kyungsoo memang kurang suka dengan Sehun apalagi sejak ia tau Baekhyun sering beradu mulut dengan namja itu. Baginya siapapun yang membuat kesal sahabatnya berarti sama saja dengan membuat kesal dirinya. Ia juga tidak suka sifat cuek Sehun yang terkesan sok cool didepan murid lainnya.

"Sudahlah Soo-ya, sebaiknya kita masuk kelas saja" lerai Baekhyun, ia juga sangat tau Kyungsoo kurang suka pada Sehun dan ia selalu tak ingin jika Kyungsoo ikut-ikutan beradu mulut dengan Sehun, cukup dirinya saja.

"Tapi Baek-

Baekhyun langsung menarik Kyungsoo tanpa membiarkan namja itu menyelesaikan kalimatnya, sementara Sehun bukannya kesal dengan ucapan Kyungsoo ia justru tersenyum tipis menatap kepergian dua namja bertubuh mungil itu.

Sepanjang jalan kedua namja mungil itu menuju kelas mereka, bibir berbentuk hati milik Kyungsoo tak henti-hentinya meruntuki Sehun. Ia benar-benar kesal pada namja itu, menurutnya wajar saja jika Baekhyun menganggap Sehun itu musuh. Sementara Baekhyun disampingnya tidak menanggapi omelan Kyungsoo, namja imut itu justru sibuk menerka-nerka siapa orang yang sudah memberinya ponsel ini. Setaunya, satu-satunya orang yang sering menyuruhnya mengganti ponsel adalah Kyungsoo dengan alasan ponsel yang Baekhyun pakai hanya dapat digunakan untuk menelfon dan mengirim pesan.

'Aniya, jika memang Kyungsoo ia akan menyerahkannya langsung padaku. Lagipula Kyungsoo tidak akan menulis kata-kata seperti itu untukku' inner Baekhyun.

Kyungsoo yang sedari tadi mengomel tiba-tiba terdiam ketika seorang namja yang ia tau adalah hoobaenya berdiri tepat dihadapan Baekhyun yang sibuk menatapi kotak ditangannya.

"Baekhyun-ah aw-

Brukk

Belum sempat Kyungsoo memberi peringatan pada Baekhyun, namja itu sudah menabrak hoobae didepannya. Untung saja ketika bertabrakan namja itu langsung memeluk Baekhyun membuat mata Kyungsoo membulat ke ukuran maksimal O.o

"A-pa yang ter- eh Kai?" Baekhyun menatap namja yang ditabraknya, Kai tersenyum singkat kemudian melepaskan pelukannya.

"Maafkan aku, aku tidak melihat jalan tadi" ujar Baekhyun menyesal, ia kemudian memperbaiki posisi berdirinya hingga berhadapan sempurna dengan Kai.

"Tidak apa-apa aku sama sekali tidak keberatan jika itu Baekhyun sunbae, hehe" Kai terkekeh sembari mencubit gemas pipi kiri Baekhyun.

"Sakit Kai"

"Mianhae, hm Kyungsoo sunbae bisakah aku meminjam sahabat cantikmu ini sebentar? Ada hal penting yang harus aku katakana padanya" pinta Kai pada Kyungsoo yang matanya masih saja membulat, sadar Kai berbicara padanya Kyungsoo berubah salah tingkah.

"Eh apa kau bilang?" tanya Kyungsoo pura-pura tidak mendengar ucapan Kai padanya barusan.

"Aku bilang aku ingin meniduri sahabat cantik- aww" celetukan Kai yang belum selesai dibalas pukulan sedikit keras oleh Kyungsoo.

"Kurang ajar sekali kau, enak saja mau meniduri Baekhyun-ku" teriak Kyungsoo marah. Ayolah siapa yang tidak akan marah jika seseorang dengan santainya

berkata ia akan meniduri sahabatmu apalagi yang mengatakannya adalah hoobaemu sendiri, ckck tidak sopan sekali bukan?

Kai bukannya minta maaf justru merangkul Baekhyun "Haha santai saja Kyungsoo sunbae, mata bulatmu hampir saja melompat kau tahu? Lagipula salahmu sendiri, memang apa yang kau lamunkan sampai tidak mendengar apa yang aku katakan? Kau terpesona padaku? Aku tidak akan meniduri sahabatmu, ah bukan tidak ingin tapi belum ingin. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengannya" Kai berujar menjelaskan maksudnya, well sejujurnya Kai sedikit takut dengan Kyungsoo. Beberapa temannya pernah mengatakan jika Kyungsoo jauh lebih galak daripada Baekhyun apalagi jika ada yang berani menganggu Baekhyun maka Kyungsoo tidak akan tinggal diam. Singkatnya sih musuh Baekhyun berarti musuh Kyungsoo juga.

"Urusan apa? Awas saja kalau kau benar-benar meniduri sahabatku, siap-siap saja tidak dapat menggunakan penismu selamanya karena aku akan memotongnya tanpa ragu hingga ke pangkal kalau perlu" ancaman yang tentu saja sukses membuat tidak hanya Kai tapi juga Baekhyun bergidik ngeri. Oh my, bisa apa para namja jika lambing kelelakian mereka harus diamputasi. Kyungsoo benar-benar kejam melebihi ibu tiri.

Baekhyun sebagai sahabat Kyungsoo selain ngeri juga merasa begitu risih, ia tidak tahu apa sebenarnya salahnya hingga ia harus terjebak seperti ini. Melihat bahkan mendengar hal-hal yang berbau mesum hari ini.

"Sudahlah soo-ah kau benar-benar membuatku ngeri, kau masuk saja duluan aku akan berbicara sebentar dengan Kai" putus Baekhyun, tanpa mendengar protesan Kyungsoo, Baekhyun bergegas menarik Kai mengikutinya.

Kai tersenyum tipis menatap tautan antara jemarinya dan Baekhyun, ia baru sadar jika Baekhyun memiliki jari-jari yang panjang dan lentik. Bukan hanya wajahnya, tapi tubuh bahkan jari-jarinya sangat mendukung hingga membuat kecantikan pada diri Baekhyun semakin menjadi. Jangan salahkan Kai jika pikiran kotoran langsung merasukinya jika melihat Baekhyun, karena bagaimanapun Baekhyun memiliki sisi yang dapat membangkitkan gairah orang lain terutama pada bagian bokongnya yang sintal dan leher jenjangnya yang mulus.

Shit

Kai mengumpat dalam hati saat merasakan kebanggaannya perlahan mulai membesar, ia jadi tidak memperhatikan jalan karena sedikit tersiksa tiap kali ia melangkah dank arena hal itu pula ia jadi tidak tau jika di depannya akan ada-

Brukk

Tempat sampah dan sungguh sial karena ia menabraknya hingga terjatuh, tapi jangan pikir kesialan hanya sebatas itu karena saat terjatuh Kai secara reflex menarik tangan Baekhyun yang tadi menariknya.

"Kai apa yang ter- ahh ommaya" Baekhyun berteriak begitu saja saat merasakan tubuhnya ditarik paksa hingga menimpa tubuh Kai yang telah lebih dulu jatuh terlentang di lantai.

F*ck

Kai untuk kedua kalinya mengumpat, tahu apa yang terjadi? Karena dirinya yang secara reflex menarik Baekhyun hingga menimpa tubuhnya ia harus rela merasakan sakit pada bagian selangkangannya dimana penisnya yang tadi mulai membesar kini berada pada ukuran maksimal karena secara tak sengaja bergesekan dengan penis Baekhyun.

Mata Baekhyun membulat, awalnya ia akan protes kenapa Kai membuatnya terjatuh tapi protesan itu ia abaikan ketika merasakan sesuatu yang mengeras menggesek daerah pribadinya.

"Kai kau-

"Jangan bicara lagi sunbae, aku tau kau dapat merasakannya" potong Kai cepat, tanpa sadar wajah Baekhyun memerah dengan cepat ia membenarkan posisinya menjadi berdiri tapi sial baginya karena dengan begitu ia jadi semakin jelas melihat gundukan dibalik celana kain Kai.

"Apa yang kau pikiran eoh? Kenapa kau tegang begitu?" pekik Baekhyun

Dengan susah payah Kai berdiri dengan posisi mengangkang karena tidak tahan dengan rasa sesak dan sakit pada selangkannya. Tanpa menjawab pertanyaa Baekhyun, namja berkulit tan itu segera menarik Baekhyun memasuki ruang latihan dance dan mengunci pintunya.

"A-apa yang kau lakukan?" entah kenapa Baekhyun tiba-tiba merasa gugup, well bagaimana tidak jika ia hanya berduaan dengan seorang namja mesum yang saat ini tengah tegang dan menatapnya penuh nafsu.

"Y-yak ja-jangan bilang kau, kau akan-

Baekhyun tidak melanjutkan kalimatnya, astaga ia benar-benar tidak sanggup mengatakannya. Pikiran tentang Kai yang akan memperkosanya saat ini juga membuat lidahnya kelu dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

"Mian sunbae tapi aku harus melakukan ini" ujar Kai sembari melangkah mendekati Baekhyun.

Sial

Baekhyun membeku di tempatnya, ia mulai merasa gila karena tubuhnya malah diam ditempat buaknnya mulai bergerak memukuli Kai seperti saat pertama kali mereka bertemu.

Srett

Suara resleting celana yang dibuka menyita perhatian Baekhyun, namja imut itu secara reflex menatap kearah selangkangan Kai. Rasanya ia benar-benar ingin mengumpat saat melihat Kai secara perlahan mengeluarkan penisnya, tapi nyatanya ia hanya diam dengan mata membulat saat penis Kai benar-benar terekspos.

"Besar Sekali" batinnya menjerit, oh astaga ini kedua kalinya ia melihat penis orang lain dalam satu hari dan sialnya kenapa kedua penis yang ia lihat memiliki ukuran yang besar?

"Sunbae tolong bantu aku" pinta Kai, matanya benar-benar diliputi nafsu saking nafsunya ia sudah megocok penisnya sendiri.

"K-kai aku akan memukulmun jika kau berani mendekat" niatnya ingin berteriak tapi suara Baekhyun malah semakin melemah di tiap katanya.

"Oh Tuhan kenapa aku jadi lemah begini?" Baekhyun kembali menjerit dalam hatinya.

Kai tidak peduli dengan ucapan Baekhyun, ia justru semakin berani mendekati Baekhyun dengan gerakan tangannya yang semakin cepat memompa penisnya sendiri.

Baekhyun tidak tau apa yang terjadi saat Kai tiba-tiba saja sudah ada didepannya dan membalik tubuhnya hingga wajahnya membentur tembok. Baekhyun meringis pelan, belum sempat ia mencerna apa yang terjadi sesuatu yang mengeras kembali terasa menggesek bokongnya.

"Ahh ahh sunbae uhh"

Baekhyun bergidik saat Kai mendesah tepat ditelinga kanannya, bagaimana Kai tidak mendesah jika ia menggesekkan penisnya yang hard pada belahan pantat Baekhyun yang masih tertutupi celana.

"K-kai lepaskan ahh" mata sipit Baekhyun kembali membulat saat ia tanpa sadar mengeluarkan desahan, well bukan salahnya sebenarnya tapi salah Kai yang dengan kurang ajarnya mengulum telinga Baekhyun.

Kai yang sudah dibutakan nafsu tentu saja tidak merespon, ia justru semakin menghimpit tubuh Baekhyun kemudian melingkarkan kedua tangannya pada perut Baekhyun. Ia mempercepat gerakannya menggesek penisnya pada pantat sintal Baekhyun, tangannya yang melingkar diperut Baekhyun dengan nakal merangkak kebawah dan memijat pelan penis Baekhyun yang masih tertutupi celana.

"Kau turn on sunbae" bisik Kai seduktif, Baekhyun merasakan pipinya memanas mendengar bisikan Kai. Ia tidak memungkiri jika perlakuan Kai telah membuat dirinya ikut bergairah walaupun logikanya menolak hal ini tapi tubuhnya tidak bisa berbohong.

"ohhh shh Kai ahhh mhhh" Baekhyun mengerang pelan, tubuhnya mulai bergerak tidak karuan gerakan tangan Kai yang semakin cepat meremas penisnya dan gesekan pada belahan pantatnya membuat Baekhyun tidak dapat mengelak bahwa ini benar-benar nikmat. Baekhyun bahkan mengesampingkan niatnya untuk mengumpat dan memukul Kai.

"Bu-buka ahh Kai" sadar atau tidak Baekhyun memohon pada Kai, tanpa diperintah dua kali tangan nakal Kai segera membuka celana Baekhyun bahkan underwearnya ikut ia buka dan membiarkan keduanya terjatuh hingga menyangkut diatas sepatu Baekhyun.

Mata Kai berbinar takjub ketika akhirnya ia bisa melihat dengan jelas sepasang bongkahan kenyal yang sejak tadi dipermainkannya.

"Tenang saja sunbae meskipun sekarang aku sedang bernafsu tapi aku tidak akan membobol holemu aku hanya akan menggesekkan penisku disini" bisik Kai kemudian kembali menggesekkan penisnya pada belahan pantat Baekhyun.

"Ahhh ahhhh ouhhh shh ummm Kaahh ihhh" mata Baekhyun terpejam menikmati setiap gerakan yang dilakukan oleh Kai apalagi gerakan Kai yang meremas dan mengocok penis mungilnya.

Suara desahan keduanya mulai bersahut-sahutan, meskipun Kai hanya menggesekkan penisnya dan tidak sampai memasukkan penisnya pada hole Baekhyun tetapi kenikmatan tetap dirasakan oleh keduanya. Baekhyun mulai merasa lelah karena harus terus berdiri dengan tubuh yang terhimpit.

"anghhh Kai mmhhh ce-ahh cepatlah ouhh god ahhhhh nikmat" Kai yang juga merasa lelah harus terus berdiri kemudian mempercepat gerakannya pada bokong dan penis Baekhyun. Matanya terpejam saat merasakan sebentar lagi orgasmenya akan tiba begitu juga dengan penis Baekhyun yang berkedut kencang ditangannya.

"ANGHHH AHHHH" keduanya kompak mendesah keras karena kenikmatan yang tiada tara yang berhasil mereka keluarkan.

Kai tersenyum kemudian mengecup lembut pipi Baekhyun, dibaliknya tubuh Baekhyun dan membawa tubuh mungil yang tengah lemas itu kedalam pelukannya. Baekhyun memang benar-benar lemas sekarang setelah berhasil orgasme, kakinya serasa telah bertransformasi menjadi jeli, nafasnya memburu dan kedua pipinya merona.

"Maafkan aku sunbae, tapi harus kau tau aku tegang juga karena dirimu" ujar Kai sembari mengelus lembut surai Baekhyun.

"Kau benar-benar monster mesum" balas Baekhyun, ia hanya membalas tanpa melakukan gerakan lainnya seperti memukul atau mendorong Kai. Ia justru terlihat menyamankan tubuhnya dalam pelukan Kai. Ia benar-benar lelah dan butuh untuk istirahat bukan bermaksud yang lain.

Tanpa mereka sadari, seseorang sejak tadi menatap kegiatan keduanya dengan wajah datar. Seseorang tersebut sebenarnya berada lebih dulu didalam ruangan latihan lebih tepatnya ia berada didalam sebuah ruangan kecil yang biasa dijadikan tempat istirahat, awalnya ia berniat untuk tidur tapi kemudian merasa terganggu saat mendengar suara desahan.

"Kalian mengganggu tidurku saja" seseorang tersebut berujar santai dengan menatap Kai dan Baekhyun yang berpelukan tanpa mengenakan celana, ah tidak hanya Baekhyun yang belum memakai celana karena saat ini Kai sudah memakai boksernya.

Kai dan Baekhyun secara reflex menatap seseorang tersebut, Kai memasang wajah datar dan mengabaikan orang tersebut berbeda dengan Baekhyun yang

justru membulatkan matanya.

"Sehun?"

TBC

Hai, aku merasa canggung sebenarnya dan tidak tau harus mengatakan apa. Tapi aku benar-benar minta maaf untuk kalian yang sudah menunggu kelanjutan ff ini, bukannya aku menelantarkan ff ini tapi aku baru bisa membuka ffn hari ini, sebelum-sebelumnya aku lupa password akun ini dan setiap kali aku reset hasilnya selalu error. Selain itu juga aku diberi tahu jika ffn akhir-akhir ini sering error dan sudah di block oleh beberapa provider.

Well, aku harap masih ada yang mau membaca ff ini dan buat yang ngerasa ffnya semakin membosankan aku minta maaf karena aku juga sudah berusaha. Buat semua yang sudah review, follow, fav, dan baca ff ini aku ucapin terima kasih maaf karena aku gak bisa belum bisa bales review kalian karena error yang menghantui tapi yakinlah aku baca setiap pm dan review kalian.

Aku bakalan liat bagaimana respon kalian setelah chapter 3 ini, jika masih banyak yang merespon maka aku rasa ff ini akan terus berjalan meskipun akan lambat karena sekarang aku udah semester 6 dan jadwal mata kuliah beserta tugas-tugasnya makin padat, aku harap kalian akan mengerti. Terima Kasih

I Love You Guys ^^

Regards,

Miyuri Kim