Warning : AU, [miss]TYPO, alur cepat, dsb.

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : Sasuke x Hinata

Genre : Romance, Hurt/comfort

Our Wedding

Perusahaan tempat Hiashi pernah menduduki jabatan tertinggi disana, kini telah berubah nama dari 'Hyuuga Corp' menjadi 'Uchiha Corp'. Nama perusahaan diganti karena presdir sebelumnya -Hyuuga Hiashi- telah meninggal dunia dan pewaris tunggal perusahaan tersebut, kini telah menjadi seorang Uchiha. Lebih tepatnya Uchiha Hinata. Sedangkan suami Hinata, Uchiha Sasuke, menduduki jabatan sebagai presdir baru perusahaan tersebut menggantikan ayah mertuanya.

Sasuke berjalan cepat menuju ruangannya yang ada di kantor tersebut dan mengabaikan setiap sapaan dari pegawainya. Dia harus segera menemui seseorang yang saat ini tengah menunggunya.

"Lama tidak bertemu Sasuke", sapa orang tersebut begitu Sasuke masuk ke dalam ruangannya

"Jangan basa-basi, Kabuto. Katakan, apa kau sudah menemukannya ?", tanya Sasuke

"Kau ini benar-benar tidak sabaran. Kami hampir menemukannya, tapi saat kami akan menuju ke lokasi tempatnya bersembunyi, 'dia' sudah tidak ada disana", jawab Kabuto

"Ck. Kerja kalian lambat. Hanya menemukan satu orang saja membutuhkan waktu selama ini"

"Hei, jangan meremehkan kinerja kami. Kau tahu sendiri, sudah hampir dua tahun kami melacak keberadaannya, dan ketika kami hampir mendapatkannya, 'dia' malah kembali menghilang. Orang yang kau cari itu sangat pandai bersembunyi", Kabuto mencoba membantah karena tidak terima dengan penuturan Sasuke tentang kinerjanya. Kabuto memang hanya seorang detektif swasta, tapi dia selalu bersikap profesional dalam melakukan pekerjaanya.

"Bukan 'dia' yang pandai bersembunyi, tapi orang dibelakangnyalah yang pandai menyembunyikannya"

"Lalu kau mau bagaimana ?", Kabuto menanyakan tindakan apa yang seharusnya dia lakukan pada kliennya yang satu ini.

"Hn. Tambah jumlah orang-orangmu untuk melacak keberadaannya", jawab Sasuke

"Kau pikir mudah menambah jumlah orang lagi. Uang yang kemarin kami terima darimu hanya cukup untuk membayar jumlah kami saat ini", tegas Kabuto.

Tanpa basa-basi, Sasuke mengambil cek yang ada di meja kerjannya, menulis beberapa nominal uang dan menyerahkannya pada kabuto.

"Wah.. wah.. Kau sudah menjadi orang kaya ternyata", Kabuto mengatakannya setelah melihat nominal uang yang Sasuke tulis pada cek yang diberikan padanya.

"Aku rasa uang itu cukup untuk menambah beberapa orang lagi", Sasuke mengatakannya tanpa menggubris apa yang dilontarkan Kabuto.

"Baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu, Uchiha-sama. Senang bisa berbisnis dengan anda", Setelah mengatakan itu, Kabuto melenggang pergi meninggalkan ruangan itu.

Setelah Kabuto pergi, Sasuke menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya pada kursi ruang tamu yang ada di ruangannya. Ternyata setelah menyewa jasa detektif swasta pun, Sasuke masih kesulitan mencari orang itu.

'Tok.. tok.. tok..'

"Masuk", Setelah itu, sekretaris pribadinya masuk ke dalam ruang kerjanya.

"Maaf Sasuke-sama, Kakashi-san ingin bertemu dengan anda", sebelum mengatakan itu Sekretaris Sasuke terlebih dulu sedikit membungkuk memberi hormat padanya.

"Hn. Biarkan dia masuk", Setelah itu sekretaris itu kembali sedikit membungkukkan badannya dan mempersilahkan tamu bosnya memasuki ruang kerja Sasuke dan duduk di salah satu sofa yang ada di samping Sasuke.

"Kau masih belum menemukan orang yang kau cari ?", Kakashi menanyakannya setelah melihat orang yang baru saja keluar dari ruang kerja Sasuke.

"Hn. Jadi, ada urusan apa kau datang kemari ?", Sasuke terlalu enggan untuk menjawab pertanyaan itu. Kakashi mengambil amplop besar berwarna coklat dan menyerahkannya pada Sasuke.

"Apa ini ?", Sasuke terlihat bingung melihat amplop itu.

"Surat wasiat yang ditulis Hiashi-sama sebelum beliau meninggal", Jawab Kakashi. Mendengar jawaban dari Kakashi, Sasuke segera membuka amlop itu dan membaca isi di dalamnya.

"Surat wasiat macam apa ini ?", Sasuke mengerutkan kening setelah membaca isi dari surat wasiat tersebut.

"Seperti yang kau lihat, sekalipun kau sudah menjadi preadir dan perusahaan ini telah berganti nama, pemilik saham terbesar di perusahaan bukan atas namamu, tapi nama istrimu, Hinata. Sedangkan kau hanya menjadi walinya saja dalam menjalankan perusahaan", jelas Kakashi.

"Lalu bagaimana dengan kerja sama yanga akan dilakukan perusahaan ini dengan perusahaan lain nantinya, apa semua itu harus mendapatkan persetujuan dari Hinata ?", tanya Sasuke

"Memang seperti itu kan seharusnya. Semua bentuk kerja sama, perjanjian, pemasukkan dan pengeluaran perusahaan, semuanya harus dilaporkan pada Hinata", Kakashi kembali menjelaskannya pada Sasuke

"Ck. Dulu ayahnya yang memperlakukanku seperti boneka dengan menyuruhku mengurus perusahaan, tapi tetap mengendalikanku dari belakang, sekarang giliran putrinya", Sasuke berdecak jika mengingat bagaimana dia dulunya menjalankan perusahaan menggantikan Hiashi. Memang benar Sasuke ditunjuk sebagai pengganti Hiashi, tapi tidak beda jauh dari keadaanya sekarang. Semua urusan perusahaan tetap dikendalikan penuh oleh Hiashi, sedangkan Sedangkan Sasuke hanya bertindak seperti boneka yang disuruh bolak-balik dari rumah sakit dan perusahaan yang jaraknya lumayan jauh untuk mendapatkan tanda tangan Hiashi.

"Karena itu, bersikap baiklah pada istrimu. Uang yang kau gunakan untuk membayar para detektif itu juga merupakan uang perusahaan. Kalau istrimu sampai tahu siapa yang sedanga kau cari, bisa-bisa dia menceraikanmu sebelum tujuanmu tercapai", Peringatan dari Kakashi memang ada benarnya. Untuk saat ini Sasuke harus sedikit bersikap baik pada Hinata, kalau tidak, semua yang sudah didapatkannya saat ini akan berakhir sia-sia.

"Baiklah, hanya itu yang ingin aku sampaikan padamu", setelah mengatakan itu, Kakashi beranjak pergi meninggalkan ruangan kerja Sasuke.

Setelah Kakashi pergi, Sasuke memikirkan tindakan apa yang akan dilakukannya pada Hinata nanti. Sasuke tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan perempuan manapun setelah 'dia'. Apalagi Sasuke sudah terlanjur bersikap dingin pada Hinata selama seminggu ini.

"Haah.. ", Sasuke kembali menghela nafas panjang. Semua yang terjadi belakangan benar-benar diluar perhitungannya. Begitu juga dengan Pernikahannya dengan Hinata. Sudahlah, Sasuke bisa memikirkannya nanti saat sudah berada dirumah.

Our Wedding

Hinata saat ini tengah menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga suaminya. Walaupun Sasuke tidak pernah sekalipun menyentuh makanan yang telah dibuatnya, Hinata masih tetap membuatnya untuk Sasuke. Hinata hanya ingin menjadi istri yang baik dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Sekalipun dirumahnya para pelayan selalu menawarkan diri untuk membantu Hinata dalam mempersiapkan semuanya, Hinata selalu menolaknya dengan halus. Selama dirinya masih sanggup melakukan semuanya sendiri, Hinata tidak akan bergantung pada orang lain. Setelah semua makanan telah siap dan tertata rapi di meja makan, Hinata duduk disalah satu kursi dan menunggu Sasuke pulang.

"Aku pulang", begitu mendengar suara itu, Hinata segera berdiri dan menghampiri Sasuke

"Se-selamat datang", Hinata menyambut kedatangan Sasuke, mengambil alih tas kerja serta melepas mantel yang Sasuke pakai dan mengekori suaminya itu menuju kamar mereka.

Setelah sampai di kamar, Sasuke sedikit kesulitan melepas dasi yang dikenakannya. Hinata yang melihat itu segera membantu Sasuke. Sasuke yang melihat Hinata mengulurkan tangan seperti hendak mengambil alih pekerjaannya, akhirnya membiarkan Hinata membantunya.

"Sa-sasuke-kun mau langsung mandi a-atau makan dulu ?", Hinata mengatakannya setelah selesai melakukan pekerjaannya.

"Aku akan mandi dulu", jawab Sasuke

"Ka-kalau begitu akan aku siapkan baju ganti dulu", Hinata berjalan menuju lemari pakaian yang ada di samping tempat tidur dengan wajah yang menunduk lesu. Sudah Hinata duga, pasti begini lagi. Setelah mandi, suaminya itu pasti akan langsung tidur dan tidak mau memakan makanan yang sudah susah payah dibuatnya. Sama seperti hari-hari sebelumnya.

"Tunggu aku di meja makan. Selesai mandi, kita makan malam bersama", Untuk pertama kalinya, Sasuke yang terlebih dahulu mengajak Hinata makan malam. Mendengar itu, tentu saja membuat Hinata senang.

"Ba-baik", Binar kebahagiaan terpancar dari wajah Hinata, dengan sumingrah Hinata menuruti ucapan Sasuke dan berjalan menuju meja makan setelah selesai mengambilkan baju ganti untuk suaminya itu.

Sasuke yang melihat istrinya merasa senang hanya dengan tindakan kecilnya itu tersenyum meremehkan. Ternyata tidak terlalu sulit untuk mendapatkan hati Hinata. Tapi pemandangan itu luput dari penglihatan Hinata, karena Hinata sudah melenggang pergi meninggalkan kamar tersebut.

Our Wedding

Sasuke turun dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan. Disana terlihat Hinata yang sudah duduk manis menunggu kedatangannya. Begitu sampai di meja makan, Sasuke mendudukan didirinya disalah satu kursi yang ada disana. Melihat Sasuke yang sudah sampai di meja makan, Hinata langsung saja mengambil nasi beserta lauknya untuk Sasuke.

"Si-silahkan"

"Hn", Sasuke memakan makanan yang disiapkan Hinata.

"Ba-bagaimana ?"

"Hn. Lumayan", Walau bilang begitu, sebenarnya Sasuke sangan menyukai masakan yang dibuat Hinata. Lihat saja, Sasuke terlihat sangat lahap saat makanan rumah biasa memang, tapi rasanya sangat enak dan terasa pas dilidah Sasuke. Mendengar itu, Hinata semakin senang saja. Setidaknya Sasuke cukup menyukai masakannya. Setelah itu, Hinata juga ikut makan bersama dengan Sasuke.

Selesai makan, Sasuke dan Hinata terlibat perbincangan ringan tentang keseharian mereka. Saat jam menunjukkan pukul sembilan malam, keduanya memutuskan untuk segera beristirahat di kamar mereka.

Di dalam kamar...

Saat tidur, Sasuke selalu bernaring sambil membelakangi Hinata. Tapi malam ini tidak seperti biasanya. Sasuke tidur sambil memeluk Hinata, Hinata yang memdapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya merasa sedikit malu sekaligus senang. Wajahnya sudah memerah sepenuhnya, tapi Hinata sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya.

"Hinata", Panggil Sasuke

"Y-ya"

"Maaf", Hinata bingung mendengar Sasuke meminta maaf padanya.

"Ke-kenapa minta maaf ?", Tanya Hinata sambil menatap Sasuke yang masih memeluknya, bahkan sekarang Sasuke mulai membelai kepalanya dengan lembut, dan Hinata menyukai itu.

"Maaf, karena selama ini aku memperlakukanmu dengan buruk", Sasuke memasang wajah seolah-olah dirinya benar-benar menyesali perbuatannya.

"Ti-tidak.. Sasuke-kun tidak bersalah. Mungkin Sa-sasuke-kun hanya butuh waktu saja untuk bisa me-menerimaku", Hinata mencoba menghibur Sasuke.

"Hn. Tidurlah"

Hinata sangat terbuai dengan belaian lembut yang Sasuke lakukan padanya. Ditambah pelukan hangat yang diterimanya, tanpa terasa, kantuk mulai menguasainya dan akhirnya Hinatapun tertidur lelap dalam pelukan suaminya untuk pertama kalinya. Melihat Hinata yang sudah terlelap, membuat Sasuke kembali memasang wajah dinginnya walaupun dirinya masih dalam posisi memeluk Hinata.

Our Wedding

Hinata terbangun dan sedikit menggeliat karena tidak merasa nyaman dengan posisi tidurnya. Seperti ada sesuatu yang melilit pinggangnya dengan erat. Hinata sedikit menyipitkan kedua matanya karena masih membiasakan diri dengan penerangan di kamarnya. Setelah bisa membiasakan diri dengan penglihatannya, Hinata melihat ke bawah untuk melihat apa itu.

Hinata hampir saja berteriak setelah melihat ada tangan yang melingkari pinggangnya dengan erat. Benar juga, semalam dia kan tertidur saat Sasuke memluknya. Itu artinya, semalaman Jinata tidur depelukan Sasuke. Mengingat hal itu, rona merah langsung menjalar ke seluruh wajahnya. Tidak mau terlalu lama berada dalam posisi seperti itu, Hinata segera mencoba melepaskan diri dari pelukan Sasuke. Kalau terus seperti ini, bisa-bisa Hinata pingsan saking malunya. Begitu terlepas, Hinata segera berlari dan masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya.

Hinata keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih terlihat basah. Hinata kembali dikejutkan dengan Sasuke yang ternyata sudah bangun dan sedang duduk di pinggir ranjang. Hinata yang masih terlalu malu akhirnya menunduk dalam, masih belum berani menatap Sasuke langsung. Sasuke beejalan mengjampiri Hinata dan berhenti tepat di depannya.

"Hinata"

"Y-ya", Hinata mendongak menatap Sasuke yang memang memiliki tinggi badan yang melebihi dirinya.

"Selamat pagi", Sasuke tersenyum lembut pada Hinata sebelum mengecup kening Hinata dengan lembut.

Hinata membelalakkan matanya, sedikit tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Tapi setelah itu, Hinata balas tersenyum lembut pada Sasuke.

"P-pagi, Sasuke-kun"

Bukan hanya kemarin malam saja, hari-hari berikutnya pun sikap Sasuke pada Hinata berubah 180 derajat. Sasuke yang dulunya selalu terburu-buru saat akan berangkat ke kantor, sekarang sedikit meluangkan waktu untuk menyantap sarapan yang telah Hinata buat. Bahkan Sasuke sekarang meminta Hinata untuk membuatkan bekal yang akan Sasuke santap saat istirahat makan siang di kantornya, dan saat Sasuke lupa tidak membawanya, Hinata yang akan mengantarkannya ke kantor.

Hinata tentu saja senang dengan perubahan sikap suaminya itu. Akhirnya, setelah bertahun-tahun, Hinata benar-benar merasa seperti berada di 'rumah' yang sebenarnya. Tempatnya untuk pulang dan bersandar. Tumpuan hidupnya saat ini, dan sekarang Sasuke -suaminya- adalah poros kehidupannya.

Hinata hanya dapat berharap, semoga kehidupan pernikahannya dengan Sasuke akan terus seperti ini. Ya, semoga saja...

TBC

Akhirnya bisa update juga, maaf ya saya lama updatenya.

Dari semua ff yang saya buat sampai saat ini, tema ff inilah yang paling berat merealisasikannya dalam bentuk kata-kata. Jadi, untuk chapter selanjutnya, mungkin saya membutuhkan waktu lebih dari 2 minggu untuk menyelesaikannya.

Oh ya, untuk para reader sekalian, saya tidak akan pernah menelantarkan ff yang sudah saya publish kok, termasuk ff saya yang satu ini...^^

Sejak saya memutuskan untuk menjadi author di ffn, saya sudah berkomitmen akan selalu bertanggung jawab pada setiap ff yang telah saya buat. Kalaupun saya berniat akan HIATUS untuk sementara, saya akan terlebih dulu menyelesaikan ff yang sudah saya publish. Jadi jangan khawatir ya..^^

Special Thanks for :

wiendzbica732, yuka, Cahya Uchiha, Mellyzainal, CallistaLia, hume, cintya cleadizzlibratheea, Arcan'sGirl, sushimakipark, NurmalaPrieska, Asyah Hatsune, siti chodi2, hyacinth uchiha dan semua yang telah meriview ff saya tapi tidak log in.

Terima Kasih atas dukungan para reader sekalian... ^^

Sampai jumpa di chapter berikutnya.. ^^

R

E

V

I

E

W

..Please..