[FF] Pedhopobhia | C
Title: Pedophobia
Part: C
Pair: Grimmjow x Neliel
By. Izumi Chieko
Apa ini? XD
Gatau, cuma secuil scene yang sepertinya selalu berkeliaran di otak saya ketika ngeliat FF yang Pedhopobhia ini XD.
Btw, masa' jadi penggemar incest gini. lol
Enjoy!
Ini memang sudah malam. Tapi aku tidak merasa kedinginan ketika tubuhku terendam air. Mungkin karena hari ini aku terlalu lelah, aku sedang dapat hukuman dari dosenku lagi. Aku harus menyalin modul yang luar biasa tebal karna modul yang sebelumnya hilang. Tentu saja aku mengatakan pada dosenku kalau modul miliknya itu hilang. Tidak mungkin aku mengatakan pada dosen killer itu tentang kertas-kertas modulnya yang dijadikan origami oleh Neliel.
Aku harus menyalahkan Tia yang tidak memberitahuku kalau minggu ini dia sedang gencar-gencarnya mengajari anak didiknya membuat origami.
Aku merubah posisiku, berbaring lebih nyaman didalam bathtub kamar mandi. Air hangat disekeliling tubuhku membuat semuanya terasa lebih ringan. Aku hampir saja tertidur karna rasa nyaman ini.
Mataku yang hampir tertutup sedikit terbuka. Ada suara rengekan yang semakin lama terdengar semakin jelas. Aku menoleh kearah pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka.
"Daddy~"
Neliel disana. Dia berlari kecil kearahku dengan baju tidurnya yang sudah acak-acakan, sama seperti rambutnya. Kalau tidak salah ini sudah hampir jam dua belas malam. Aku rasa dia terbangun.
"Eh!"
Aku refleks memekik. Anak itu langsung masuk begitu saja kedalam bathtub. Masih lengkap dengan pakaian dan boneka Domba yang dibawanya. Dia duduk diatas perutku yang terendam air. Tangan kecilnya yang terulur langsung memeluk leherku.
Kemudian dia mulai bercerita.
"Nel takut.."
"Takut apa?"
"Masa tadi Nel mimpi dimakan setan." Neliel menegakan tubuhnya. Celana tidurnya sudah basah, aku khawatir dia akan masuk angin setelah ini. "Daddy juga jahat, ngga nolongin Nel."
Aku menyisir rambut Hijau Tosca nya dengan jari-jari tanganku. "Tadi Daddy mau nolongin Nel. Cuma kamu keburu bangun, Sayang.."
"Iya kah?"
"Hu'um~ Neliel tidur lagi gih, nanti Daddy dateng buat nolongin Neliel. Haha."
"Nggak! Nel gamau ketemu setan nya lagi."
"Daripada disini? Dingin."
"Biarin, kan ada Daddy."
Neliel kembali merangkul leherku. Dia memainkan ujung Rambut di belakang leher ku. Sepertinya ia sudah kembali terjaga. Mulutnya mengeluarkan alunan-alunan lagu yang aneh. Aku tertawa.
"Daddy, tadi Tia-sensei nyanyi loh!" Neliel berseru.
"Oh ya?" aku menjawab, keran air hangat disampingku kembali kunyalakan. "Lalu?"
"Tia-sensei nyanyinya bagus! Nel juga mau nyanyi kayak Tia-sensei!"
"Jangan.."
"Kenapa?" dari nada suaranya aku tahu kalau Neliel sedang merengut. Tangan mungilnya itu tidak berhenti bermain-main dengan rambut yang berada dibelakang leherku.
"Suara Nel kan jelek."
"Daaaaaddddyyy!"
"Stt! Berisik tau."
Aku pernah mendengar Neliel bernyanyi. Dan suaranya langsung membuat Gin sakit perut. Haha, aku tidak berbohong. Gin memang sedang diare waktu itu.
Neliel mengangkat kepalanya dari bahuku. Mulutnya maju dan kedua alisnya menyatu. Ekspresi marahnya itu aneh. Tapi cantik.
"Daddy jelek!" dia berkata.
Aku mendorong pelan jidatnya. "Iya, jelek kayak Nel."
"Nggak! Nel cantik tau!"
"Iya. Kalo gitu Daddy juga ganteng."
"Nggaaaaa."
"Iya."
"Nel keren."
"Kayak Daddy~" nada suaraku hampir seperti orang yang bernyanyi. Aku terkekeh.
"Yaudah! Kata tante Rangiku, Nel cantik kayak princess!"
"Eh?" Aku menyipitkan sedikit mataku. Menatap Neliel yang memasang ekspresi songong(?) yang luar biasa songong(?). Tapi kemudian aku tersenyum, aku tidak bisa menahan otot pipiku yang memberontak untuk bergerak.
"Iya. Nel emang cantik makanya jadi princess nya tante Rangiku."
"Heh?!"
"iyya Neliel anak nya Daddy Grimm itu cantik. Daddy tau kok~ makanya tante Rangiku dandanin Neliel kayak princess."
Perlu digaris bawahi walaupun Neliel itu perempuan tapi entah kenapa dia tidak suka kalau dipanggil dengan julukan atau embel-embel princess terlebih jika dia mendengar nama Rangiku. Sepertinya dia memang benar-benar pobhia dengan Rangiku…
"Aaaaah! Nel ngga jadi bilang itu. Gajadi gajadi gajadi gajadi gajadi gajad–"
"… …"
Ah? Kenapa? Masih bertanya tentang apa yang kulakukan? Sebaiknya… kalian tebak sendiri saja.
END! (untuk saat ini)
XD gaje ih. bodo ah. daripada disimpen di otak mulu, mending disalurkan lol.
Kalau ada yg salah dan typo mohon maaf.
yang baca tinggalin jejak ya w komen komen~
