Title : Are you kidding me?
Genre : Fluff, romance, drama
Warning : Typo, mainstream
Cast : Boo Seungkwan, Chew Hansol Vernon, etc.
Disclaimer : Nothing is mine except the story.
Summary : Seungkwan adalah dj radio sekaligus mc yang sedang naik daun. Vernon a.k.a Hansol adalah seorang rapper yang dari balita udah terkenal. Apa yang terjadi kalau kedua mahluk ini dijodohkan?
Author Note : Cerita ini sepenuhnya bersifat fiksi dan sepenuhnya berasal dari otak fujo saya dengan terinspirasi dari tingkah laku mereka yang terlalu yaoi untuk disia-siakan. Selamat membaca ^^
...
Part 1
…
"Untuk lagu terakhir saya akan putarkan seventeen mansae sampai ketemu di acara berikutnya, saya seungkwan"
"Dan saya Seokmin"
"Have a nice day~ bye bye"
"Anyooong"
…
Seungkwan melepas headphone dikepalanya dan tersenyum puas, pekerjaannya untuk hari ini selesai.
"Good job anak-anak"
Ryeowook, dj sukira senior yang baru datang untuk mengisi acara berikutnya diradio tersebut melempar seyum ramah ke Seungkwan dan Seokmin.
"Terimakasih hyung, kami pulang dulu"
"Iya hati hati"
Setelah berpamitan dengan beberapa staff, Seungkwan dan Seokmin berjalan pulang bersama-sama, hanya sampai pintu gerbang sebenarnya, soalnya rumah Seokmin sama kontrakan Seungkwan tidak terdekatan.
"Hati-hati dijalan Seungkwannie.."
Ucap Seokmin, tidak lupa dengan bonus seyuman 1000watt diakhir kalimat.
"Tidak usah sok manis dasar anak kuda"
"Kejamnyaaa"
Ucap DK dalam sambil sulking.
"Yasudah sana pergi hyung, hati-hati dijalan"
Ucap Seungkwan dengan ekspresi datar, itu membuat DK merasa gemas dan menyempatkan diri mencubit pipi Seungkwan sebelum berlari ke parkiran untuk mengambil motor sportnya. *uwaaw bayangin DK bawa motor sport uwaaw*. Sementara Seungkwan berjalan dengan santai ke halte bus.
Beeb beeep beeeeep
Seungkwan mengangkat panggilan diponselnya.
"Oh eomma, tumben sekali menelpon di jam seperti ini?"
"Ah Seungkwannie ibu ada di tempatmu sekarang, apa kau masih lama?"
"Aku dalam perjalanan pulang eomma, ada apa? Kenapa tiba-tiba datang berkunjung?"
"Ada yang harus ibu bicarakan denganmu"
"Baiklah eomma aku akan cepat-cepat"
"Ne, hati hati dijalan Seungkwannie"
"Nee"
Setelah menutup telepon, Seungkwan melanjutkan perjalannanya dengan perasaan khawatir. Bagimana tidak, ibunya jauh-jauh datang dari Jeju tanpa memberitahu alsannya.
Setelah 15 menit naik bus dan 2 menit berjalan dari halte Sungkwan sampai di rumah sewa kecil miliknya, pintunya sudah terbuka karena Seungkwan sengaja memberikan kunci cadangan kepada ibunya.
"Eomma-"
Belum selesai ia berteriak, seorang wanita yang tidak ia kenal sudah menangkapnya dengan memegang kedua bahu Seungkwan dan mengamatinya dari ujung rambut sampai ujung kaos kaki *karena memang belum dilepas*.
"Kau pasti Boo Seungkwan kan? Ibumu sudah cerita banyak tentangmu"
Boo menatap wanita paruh baya didepannya dengan penuh tanya.
"Ah benar aku pasti belum memperkenalkan diri, namaku Choi Eunji calon ibu mertuamu"
"Mwo?!"
Tanpa ditahan atau apa, Seungkwan berteriak tepat ke wajah Ny. Choi, membuat wanita yang berpenampilan khas ibu-ibu sosialita itu kaget dan melepaskan pegangan dibahunya. Menyadar tindakannya barusan sangat tidak sopan, Seungkwan meminta maaf dengan kikuk.
"Ohh Seungkwannie, Nyonya Choi sudah memperkenalkan diri padamu ya? Ayo perkenalkan dirimu dan beri salam"
"Ah eomma? Ha-halo Eunji-ssi"
"Sepertinya kita harus menjelaskan, lihatlah seberapa bingungnya dia. Tapi Minnah-ssi putramu memang benar benar imut aigoo~"
Ucap nyonya Choi sambil mencubiti pipi chubby milik Boo Seungkwan, sementara laki-laki bermarga Boo ini hanya diam, masih gagal paham dengan keadaan yang dihadapinya.
"Biar aku saja yang menjelaskan Eunji-ssi, bukankah anda bilang harus buru-buru tadi"
"Oh iya aku harus menjemput shopia, kalau begitu aku permisi dulu Minnah-ssi dan Seungkwannie"
N-ne annyong..
…
Mereka duduk berhadapan di meja makan *meja makannya ala-ala jepang yang kalo makan duduknya dilantai, tapi ga tau namanya * ditemani 2 gelas teh krisan yang sudah disiapkan oleh Minnah-sii, ibu Seungkwan.
"Jadi begini Seungkwannie, keluarga kita dan keluarga nyonya Choi memutuskan untuk menjodohkanmu dengan putra pertama mereka"
"Jodoh? Kenapa tiba-tiba eomma? Eomma bahkan tidak menanyakan pendapatku terlebih dulu"
"Sebenarnya perjodohan ini tidak tiba-tiba Seungkwanie, kau ingat pertunangan yang dilakukan kakakmu waktu kau masih berusia 7 tahun"
Seungkwan memasang tampang berfikir selama beberapa saat.
"Errr sepertinya waktu itu kakak bertunangan dengan bocah bule seumuranku tapi kukira itu tidak serius. Eh tapi apa hubungannya pertunangan itu dengan perjodohanku eomma?"
"Begini Seungkwannie, Waktu itu kami memang sudah menjodohkan kakakmu dengan putra sulung nyonya Choi. Choi Hansol, yang kau sebut bocah bule tadi"
"Lalu apa urusannya denganku?"
"Sayangnya mereka berdua sama sama menolak perjodohan ini saat beranjak dewasa. Seperti yang kau tahu Uie kakakmu sudah berkencan dengan pria lain dan Hansol ia menolak perjodohan ini dengan mengatakan bahwa ia tidak tertarik dengan perempuan"
"Jadi aku disini untuk menjadi penggantikan kakak?"
"Kau membuatnya terdengar sangat buruk"
"Itu karena memang iya ibu, aish jinjja aku merasa seperti anak perawan yang dijadikan tumbal. Apa tidak bisa dibatalkan saja?"
"Tidak bisa sayang, masalahnya pertunangan ini disepakati oleh kedua belah pihak dan pihak Eunji-ssi langsung setuju saat ibu menyarankanmu untuk menjadi pengganti kakakmu. Ibu tidak ingin hubungan kita dengan keluarga Eunji-ssi menjadi buruk jika kita membatalkan pertunangan ini secara sepihak sayang"
"Kenapa ibu melakukan itu? Ibu tahu kan Hansol itu artis terkenal bagaimana dengan karirku ibu, aku pasti akan dihancurkan oleh fans perempuannya. Lagipula, mungkin saja kan Hansol berbohong tentang orientasi seksualnya untuk menghindari pertunangan ini karena setahuku ia pernah berkencan dengan beberapa wanita. Arggh apa yang harus kulakukan sekarang?
"Maaf Kwannie, awalnya ibu juga hanya bercanda tapi semua orang menanggapi serius dan setelah ibu bercerita banyak tentangmu mereka langsung setuju. Kau tidak perlu khawatir tentang karirmu karena kami sepakat untuk merahasiakan hal ini dulu. Sekarang yang perlu kau lakukan adalah mengikuti rencana yang sudah kami buat, dan pertama-tama kau akan tinggal bersama Hansol untuk saling mengenal lebih dekat, untuk langkah selanjutnya kalian bisa putuskan sendiri nanti. Ibu tidak akan memaksamu lebih dari ini kok"
"Tinggal bersama?"
"Mm, besok jasa pindahan akan datang dan mengantaramu ke apartemen Hansol jadi ayo ibu bantu siap-siap sekarang"
"Eommaaaaa"
"Ayolah Seungkwan lakukan ini, paling tidak demi ibu"
Seungkwan tahu, ia tidak akan bisa membantah jika ibunya sudah berkata demikian. Jadi ia menghela nafas, berdiri dan mulai mengepak barang-barang yang ia anggap penting. Seungkwan tidak akan menebak apa yang akan terjadi besok, biarkan saja, ia sudah menyerah sepenuhnya pada tangan takdir.
"Lagipula setahuku kau tidak pernah berkencan dengan siapapun, kau harus mencobanya siapa tahu cocok"
EOMAAA
Arrgh ia paling benci saat ke-jones-an-nya diungkit-ungkit.
