Setelah menghabisakan libur hari minggu untuk malas-malasan, hari senin datang juga dan entah takdir atau hanya kebetulan, senin pagi Seungkwan ada jadwal siaran di Sukira dan Hansol punya jadwal jadi bintang tamu di radio yang sama dan jam yang sama. Jadilah mereka berangkat bareng, karena sudah ketahuan publik jadi sekalian saja sedikit diumbar biar ga dikira nutup-nutupin. *padahal iya*

Mingyu sudah menyiapkan mobil dan menunggu diluar saat Hansol dan Seungkwan berjalan bersama menuju mobil itu, tiba-tiba entah muncul darimana ada 4 orang wartawan yang mencegat mereka masuk mobil, Vernon bersikap cool dan berniat meladeni wartawan-wartawan itu toh jumlahnya hanya sedikit, sementara Seungkwan yang masih pemula dalam hal seperti ini tanpa sadar terus menempel pada Hansol, mencari perlindungan.

"Vernon-ssi boleh kami wawancara sebentar?"

"Ya silahkan"

"Boo Seungkwan-ssi juga?"

"I-iya"

"Kalian terlihat bersama kemarin dan pagi ini kalian juga keluar dari apartemen yang sama, apa kalian tinggal bersama"

"Iya kami tinggal bersama" Jawab Vernon kalem.

"Apa kalian saudara? Apa hubungan kalian?"

"Apa Seungkwan-ssi pindah ke agensi yang sama dengan Vernon-ssi?"

"Tidak, aku tidak pindah agensi"

Vernon yang melihat Seungkwan menjawab dengan ragu-ragu, merangkul Seungkwan mendekat ketubuhnya dan mengatakan-

"Tolong jangan wawancarai kami secara terpisah, dia masih baru dalam hal seperti ini"

"Ah baiklah, jadi apa hubungan antara kalian berdua?"

"Kami teman masa kecil"

"Wahh benarkah? Jadi kalian teman masa kecil yang bertemu lagi karena sama-sama menjadi artis lalu memutuskan tinggal bersama?"

"Tidak juga, sebenarnya ibu kami juga bersahabat, karena itu ibu Seungkwan membuat kami tinggal bersama supaya aku bisa menjaganya"

"Kau yakin? Bukannya supaya kau tidak kesepian?"

Cibir Seungkwan dengan ekspresi sassy diwajahnya sambil menatap sinis wajah Hansol. Tampak tidak terima dengan kalimat yang baru ia dengar, namun hal ini justru mengundang tawa dari pada wartawan, bagaimana tidak, Boo benar-benar terlihat seperti anak kecil yang sedang marah apalagi tubuhnya tenggelam dalam mantel tebal dan syal. Hansol juga gemas dibuatnya jadi ia mengacak surai coklat Seungkwan beberapa kali sebelum berpamitan pada para wartawan karena Mingyu tampak sudah tidak sabar jika harus menunggu lebih lama lagi.

Mereka bertiga menjadi orang terakhir yang sampai di studio untuk acara pagi itu, membuat Mingyu berkali-kali minta maaf atas ketidak profesionalan Hansol sama halnya dengan Seungkwan, sementara Hansol langsung tenggelam dalam obrolannya bersama rekan duetnya, dan Woozi.

Broadcast berlangsung sekitar 3 jam diselingi dengan iklan dan lagu lagu selebihnya adalah sesi wawancara dengan guest star Hansol, Woozi dan Scoups. Tidak hanya sekedar wawancara ada pula sesi quick quiz dimana mereka ditanyai banyak hal mulai dari berat dan tinggi badan, memakai parfum atau tidak, bahkan sampai memilih dj mana yang lebih mereka sukai.

DK dan Seungkwan yang menjadi dj pagi itu juga tidak henti membuat pendengar tertawa dengan candaan-candaan khas mereka yang pastinya melibatkan adu tinggi nada suara yang bisa dicapai duo vocalist ini. Apalagi ketika baru selesai memutar lagu Ariana Grande "problem" langsung saja DK menirukannya

"Head on the clouds got no weight on my soulders~"

"Aniya, Seokmin-hyung kau masih kurang tinggi dengarkan aku ya"

"Head- Head- erm erm" *ceritanya lagi ambil suara*

"HEAD ON THE CROD N NO WEK ON MA SOLDER~"

Nyanyian atau err teriakan dengan nada supeer tinggi dan bahasa inggris yang super ngawur membuat semua orang di studio ingin melempar Seungkwan dari lantai 3 dimana mereka siaran. Seungcheol yang ada disampingnya langsung menutup mulut Seungkwan dengan tangannya, mencegah suara aneh muncul kembali. Seungkwan berkali-kali mencoba melepaskan tangan Scoups dari wajahnya tapi tiap kali lepas scoup pasti membungkamnya lagi, membuat Dj yang biasanya paling cerewet ini seolah diam disaat teman-temannya bercanda. Seungkwan yang jengkel menggigit tangan Scoups dengan keras.

"Aaahh, Seungkwannie kau membasahi tanganku dengan liurmu hii"

Scoups dengan mode alaynya mengusap-usapkan telapak tangannya pada bahu dan lengan seungkwan.

"Itu salahmu hyung kenapa juga kau membekapku? Suaraku ini-"

"Ssstt kita masih ditengah siaran. Ingat?"

Lagi, Scoups membuat Seungkwan diam dengan menempelkan telunjuknya ke bibir pria yang 3 tahun lebih muda darinya itu.

"Hehe"

Scoups merangkulnya dan mereka tertawa bersama, Woozi dan DK tidak terlalu memperdulikan mereka karena mereka sendiri tengah membacakan pesan-pesan yang dikirim pendengar lewat twitter, tak jarang mereka tetawa jika ada sesuatu yang lucu. Lain halnya dengan Vernon, pria ini sibuk mengirim deathglare kearah Scoups meskipun posisinya berada diantara Woozi dan DK. *posisi dudukmya tuh gini uji-vernon-dk-scoup-boo-* . Akhirnya acara itu diakhiri dengan live performance dari Seungkwan dan DK dengan menyanyikan lagu "Monodrama" dari Huh Gak.

Setelah acara itu selesai, Seokmin menyeret Seungkwan ke toilet membawanya kesalah satu bilik lalu mengunci pintunya dan memojokkan Seunngkwan. Megungkung Seungkwan dipintu dengan kedua tangannya. *kayak di dorama dorama*

"Kwannie, bisa kau jelaskan sekarang?"

"A-a-apanya?"

"Kemarin tiba-tiba kau pindah ke apartemen lalu kau bilang kau akan mengatakan alasannya saat kau siap lalu pagi ini kau dan Vernon mengatakan jika kalian tinggal bersama dan merupakan teman lama. Aku tahu semua temanmu Kwannie, dan Vernon jelas-jelas bukan salah satu dari mereka"

"Uuhh-k-kau tahu darimana? Bisa saja kan aku mengenal Hansol saat masih SD atau SMP saat aku masih tinggal di Jeju"

"Dan apa Hansol pernah tinggal di Jeju?"

"Tentu saja, mana ada orang korea yang tidak pernah liburan ke Jeju. Aku tidak bohong kok hyung bisa tanya pada ibuku, beliau mengenal Hansol dan keluarganya dengan baik"

Seokmin menatap mata Seungkwan dengan tatapan menelisik.

"Lalu kenapa kau tidak pernah cerita kalau kau mengenal Hansol? Kenapa kau pindah secara tiba-tiba? Kenapa kau tidak mengijinkanku berkunjung kerumahmu sampai sekarang? Kenapa kalian merahasiakan jika kalian tinggal bersama?!"

"Aku tidak merahasiakannya!"

"Tidak pernah mengijinkanku datang dan tidak pernah mengatakan apapun padaku tentang "roomate" lalu tiba-tiba kalian bersikap terbuka seolah tidak terjadi apa-apa setelah kalian tertangkap paparazi pagi itu, apa namanya kalau bukan merahasiakan?"

"Oke fine. Aku akan jelaskan! Oh My Gosh"

"Jangan bercanda Boo Seungkwan"

"Aku akan mengatakan satu hal padamu hyung, tapi jangan beritahukan hal ini pada siapapun"

Seokmin menarik tangannya yang sebelumnya mengungkung Seungkwan,membuat gestur seperti meresleting mulutnya lalu mempersilahkan Seungkwan untuk melanjutkan penjelasannya.

"Hansol- itu sebenarnya-kami bertunangan"

"UAPAH? HANSOL ADALAH TUNANGANMU?!"

"Diam hyung bagaimana kalau ada yang mendengarmu!"

"Uapah? Hansol adalah tunanganmu?"

"Ya, tapi ini tidak seperti yang kau pikirkan kami hanya dijodohkan dan dipaksa untuk tinggal bersama selama... beberapa minggu.. mungkin"

"..."

"Hyuuuung percaya padaku"

"Tentu saja aku percaya, dengan ekspresi wajahmu yang langsung berubah sedih ketika Hansol lebih memilih aku daripada kau di quick quiz tadi atau ekspresi sinismu saat Hansol menggoda nunna-nunna yang membawakan kopi untuk kita. Alasanmu sangat meyakinkan Boo"

Ucap Seokmin dengan wajah dan suara yang dibuat sedatar mungkin, kemudian ia langsung keluar disusul oleh Boo.

"Oi hyung.. tunggu aku"

Mingyu membasuh mukanya diwastafel dan berkaca memperhatikan bagaimana kantung matanya bertambah hitam karena mengurus anak asuhnya *artisnya* yang paling bandel, siapa lagi kalau bukan Chwe Hansol. Ia sedang menghitung kerutan baru yang muncul dibawah kelopak matanya saat teriakan menggelegar dari salah stau bilik toilet membuat jarinya hampir menusuk bola matanya sendiri saking kagetnya.

"UAPAH? HANSOL ADALAH TUNANGANMU?!"

"Diam hyung bagaimana kalau ada yang mendengarmu!"

Eh?

...

Mingyu mengantar Hansol menuju sebuah tempat syuting reality show dimana ia berpartisipasi sementara Seungkwan pulang bersama Seokmin karena mereka searah sementara tempat syuting Hansol berlawanana arah. Seperti biasa hanya ada keheningan diantara mereka sebelum Mingyu memilih untuk menanyakan hal yang mengganggunya sejak ia mendengar teriakan Seokmin tadi.

"Vernon katakan padaku apa hubungan kalian sebenarnya"

"Kenapa mengungkit itu lagi hyung?"

"Jadi benar kalian sudah bertunangan?"

"Siapa yang mengatakan itu padamu hyung?"

"Hansol! Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan"

"Iya"

"Apanya yang iya"

"Iya Boo memang tunanganku, lalu kenapa?"

"Kau- coba pikirkan apa yang akan terjadi dengan karirmu jika semua orang sampai tahu hubungan kalian? Bahkan fans mu mungkin akan menghancurkan Seungkwan"

"Aku tahu hyung makannya aku mengatakan bahwa kami teman masa kecil"

"Ya terserah paling tidak kalian tidak mengenakan cincin tunangan kalian didepan publik"

Itu menusuk Hansol tepat dijantung, ya mereka bahkan tak punya cincin tunangan lalu apa hak Hansol mengklaim Seungkwan sebagai tunangannya? Ughh its getting complicated. Apalagi dengan perasaannya yang mulai... ya kalian tahu lah doki-doki dan kawan-kawannya.

Mungkin, sebaiknya Hansol cepat-cepat menyampaikan perasaannya dan mengesahkan *lho?* Seungkwan menjadi tunangannya soalnya pria bermarga Boo itu kelewat mudah akrab dengan siapapun, buktinya baru ketemu Scoups tadi aja langsung bisa rangkul-rangkulan. Gimana sama temen akrabnya? Kira-kira begitulah deskripsi dari lamunan Hansol.

"-sol"

"Hansol"

"Huh?"

"Ini baca sendiri schedule-mu percuma aku membacakannya tapi kau malah melamun"

Dengan wajah ditekuk akhirnya Hansol memungut smart phone yang dilempar Mingyu ketempat duduk kosong disebelahnya dan membaca jadwal kegiatannya untuk hari ini dan beberapa hari kedepan.