A/N : its a epilogue Yay me yay yay yay okay its kinda unimportant, dun read this jus read my chappie oukay? Rip my engrish
Terinspirasi dari :
-lagu yang dibawakan oleh hiphop team of seventeen project ep 3 berjudul a midsummer night sweetness.
-wheres my friend island (seventeen goes to jeju)
-salah satu episode love sick the series
-and of course the sweetness of my beloved ship VernonxSeungkwan
Yash dis is my first song fic ever. Enjoy baby~
…
Ini adalah malam yang indah dimusim panas, dan kedua sejoli kita akhirnya bisa mendapatkan liburan mereka yang berharga selama 1 minggu dipulau jeju setelah 5 bulan jadian dan 4 bulan tunangan. Vernon menyewa sebuah villa ditepi pantai, posisinya menghadap laut dan dikamar mereka terdapat sebuah balkon untuk melihat keluar dimana Seungkwan tengah berdiri disana sambil merentangkan tangan dan menyanyikan sebuah lagu yang Hansol tidak tahu apa judulnya.
Kekasihnya itu, moodnya memang sedang sangat bagus mengingat mereka habis berkunjung kerumah keluarga Seungkwan.
Hansol memeluk tubuh Seungkwan dari belakang, menyandarkan wajahnya pada bahu kekasihnya itu dan tersenyum saat ia merasakan Seungkwan menggenggam tangannya.
"Eh Hansolie kau mau kesana?"
Seungkwan menunjuk kerumunan orang ditengah hamparan pasir pantai, disana ada sebuah panggung imajiner dimana 2 orang menyanyi dan salah satunya memegang ukulele lalu antara kedua orang ini dan penonton dibatasi oleh sebuah api unggun kecil yang terlihat berkilau jika dilihat dari tempat Hassol berdiri. Baru agak jauh dari api unggung itu ada cukup banyak orang yang kebanyakan pasangan sedang duduk sambil menikmati makanan yang dijual didekat tempat itu atau hanya sekedar duduk bermesraan sambil menikmati penampilan kedua orang tadi.
"Hmm boleh"
"Kalau begitu ayo"
Dengan semangat kemerdekaan /lho?/ Seungkwan menarik Hansol ketempat tersebut.
"Ayo beli makanan dulu"
"Okay, aku mau takoyaki"
"Pak, pesan takoyaki dua porsi, 3 tusuk cumi bakar, 2 tusuk sosis ikan bakar Hansolie kau mau"
"Aku mau sosis ikannya"
"Baiklah pak sosis ikannya tambah 2 lagi~"
Setelah mendapatkan cemilan, mereka duduk didekat pasangan pasangan lain, bertingkah lovey dovey, saling menyuapi dan tingkah romantis lainnya. Mereka bertingkah normal sampai salah seorang performance menarik Hansol kedepan dan Hansol menarik Seungkwan dan Seungkwan seperti biasa berbuat onar, singkatnya begitu, detailnya begini-
"Whats your name?"
Tanya salah seorang penampil yang menarik Hansol kedepan, dia tidak mengenal Hansol karena kemungkinan besar ia turis dari luar negeri sama seperti orang-orang disini yang lain.
"My name is Hansol"
"Ok Hansol can you sing for us?"
"I can rapp and my fiance over there, can do the singing part"
"Ohhh can you take your fiance then"
Dan Hansol menarik Seungkwan dengan sedikit paksaan pada awalnya tapi begitu sudah sampai didepan ia malah semangat sekali.
"Hallo semuanya, saya Boo Seungkwan"
"Kenapa kau berbicaa seperti guide tour?"
"Percayalah itu pekerjaanku sebelum aku pindah ke Seoul. Jadi kita akan menyanyi lagu... lagu apa Hansol-ah?"
"Bagaimana dengan midsummer night sweetness sangat sesuai dengan atmosfer saat ini bukan?"
Semua orang disana berteriak "iya" meskipun dengan bahasa yang berbeda-beda, sedangkan Seungkwan-
"Mid- apa?"
Hansol memutar musik lagu itu diponselnya yang kemudian dihubungkan dengan speaker yang sudah tersedia, Seungkwan tahu lagu ini meskipun hanya dibagian yang normal saja. Untuk rapp-nya ia tidak hapal padahal hampir seluruh lagu ini adalah rapp jadi daripada kebanyakan bengong Seungkwan berinisiatif meminjam ukulele dari salah satu pria yang bernyanyi tadi dan memainkannya secara asal tapi kemudian ia bosan karena sama sekali tidk bisa menyamakan ritme petikannya dengan musik lagu itu.
Akhirnya ia hanya menari sesuka hati lalu mulai menarik orang-orang yang menonton mereka dan mengajak mereka menari bersama, akhirnya api unggun malam itu yang biasanya hanya menyanyikan lagu-lagu romantis berubah menjadi meriah, semua orang menari bersama dengan diiringi rapp Hansol dan senandung Seungkwan.
Sekitar pukul 08pm kedua performers yang ternyata seniman jalanan itu menutup acaranya dan orang orang mulai membubarkan diri kembali ke penginapan masing-masing. Seungkwan menyarankan hal lain, ia ingin ditemani jalan-jalan sepanjang garis pantai dengan Hansol, Hansol yang juga belum mengantukpun menurutinya. Ia merangkul Seungkwan sambil berjalan santai sementara kekasih berisiknya itu menceritakan hal-hal yang pernah ia alami selama menjadi Tour Guide tiap kali ia mendapatkan libur semester ketika masih SMA dulu, ternyata ia tidak berbohong tadi.
Hansol mengamati bagaimana ombak-ombak yang menabrak pasir itu berkilau dibawah cahaya bulan, Seungkwan menatap Hansol lalu menatap apa yang ditatap Hansol lalu ia melepaskan diri dari rangkulan kekasihnya mengejar ombak ketika airnya surut lalu berlari ketepi lagi ketika ombaknya datang, ia melakukannya sambil tertawa-tawa dan mengajak Hansol bergabung bersamanya.
"Hansol-ah, kemarilah main bersamaku kau kalah jika air menyentuh kakimu"
"Aku tidak melakukan hal bodoh sepertimu"
Wajah seungkwan merengut tapi kemudian tergantikan oleh senyum lembut lagi.
"Aku tidak peduli karena aku bahagia, tidakkah kau bahagia Hansol-ah?"
Hansol mengehentikan langkahnya, memikirkan jawaban macam apa yang akan ia berikan untuk peetanyaan cheesy semacam itu, tentu ia bisa mengejek Seungkwan dan berlari tapi ia juga tidak ingin membuat tunangannya benar benar cemberut ketika mereka liburan seperti sekarang.
Melihat perubahan sikap Hansol tanpa pikir panjang Seungkwan langsung menerjangnya dari belakang memeluk perut hansol dan menempelkan wajahnya di pinggang Hansol. Tanpa ia tahu kalau Hansol sebenarnya tengah menyusun kata-kata romantis untuk menjawab pertanyaannya tadi. Hansol yang merasa kesal, lalu mengamit kepala Seungkwan dalam rangkulannnya dan menariknya menjauh dari pantai.
"Yak yak yak apa yang kau lakukan?!"
Hansol juga tidak tahu apa yang ia lakukan tapi kemudian ia mendapat ide.
"Akan kutunjukkan bahagia yang sesungguhnya"
"Mwoo?"
Hansol membawa Seungkwan ke villa tidak sampai di kamar, ia melemparkan Seungkwan ke sofa lalu menindihnya.
"Yak! Hansol apa yang kau fikirkan? Yak! Berhenti aku sedang tidak mood"
"Kalau begitu aku akan membangkitkan moodmu"
Balas Hansol menyeringai dan mulai menggrepe-grepe *njir* bagian atas dan bawah Seungkwan.
"Ennh~"
Dan Hansol membungkamnya dengan ciuman.
…
Jam digital di coffe table menunjukkan pukul 10.30pm saat Hansol menggendong Seungkwan yang sudah tertidur kekamar, Hansol hanya mengenakan celana bermerk Calvin Klein miliknya sedangkan Jersey basket berukuran besar yang tadi ia kenakan dipakaikannya untuk menutupi tubuh polos Seungkwan.
"Ugghh Hansol?"
Hansol hanya bergumam sambil memposisikan dirinya ditempat tidur, disamping kekasihnya, tunangannya dan kemungkinan besar calon istri*eh suaminya. Seungkwan yang terbangun lalu memeluknya dan mengucapkan-
"Goodnight Vernoniie"
"Goodnight babyboo"
"Berikan aku goodnight kiss"
Minta Seungkwan, menengadahkan wajahnya dengan mata yang masih tertutup.
"Mwah"
"Hehehe"
Itu tawa gaje Seungkwan akibat ciuman ooc dari Hansol.
"Seungkwanie.."
"Mmm?"
"Tentang pertanyaanmu tadi... iya, aku juga sangat bahagia bahkan aku tidak bisa meminta lebih dari ini, semua sudah terasa sangat sempurna"
Hansol mendengar dengkuran halus sebagai tanggapan atas jawabnnya, jadi Hansol hanya tersenyum, memberi kecupan dipuncak kepala Seungkwan, mematikan lampu, memeluk erat kekasihnya lalu menysulnya ke alam mimpi.
~The End~
.
Am i too cheesy..?
Well, i am.
