Tittle : pangeran musim dingin

Cast : kibum x kyuhyun

Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.

Warning : hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.

.

.

.happy reading ^^

.

.

.

Hai...pangeran musim dinginku.

Jika aku di berikan sebuah permintaan, aku akan Mengatakan jika aku ingin melihatmu tersenyum...

Tersenyum hanya untukku...

Sulitkah itu?...

[~Lizz_L_L~]

" hah...aku lapar...kenapa mereka malah meninggalkanku sih, dasar tidak setia kawan, menyebalkan awas saja nanti akan kubalas mereka, ugh...rasanya seperti ingin mati" ucap kyuhyun seraya memegangi perutnya. Kepalanya melonggok ke arah jalan menatap bis yang sedang di tunggunya berharap benda sialan itu cepat datang, dia ingin cepat-cepat pulang dan menghabiskan masakan eommanya yang terasa enak setiap kali kyuhyun membayangkan, namun matanya tak menemukan penampakan bis merah itu malah iris caramelnya menatap sosok dingin yang selalu dia kuntit beberapa bulan terakhir ini, berjalan setengah berlari menghindari butiran salju yang mulai turun perlahan membasahi bumi, tak berapa lama dia mulai mendekatinya dengan sebuah tudung jaket yang menutupi kepalanya dan earphone yang melingkar cantik di lehernya, sementara kedua tangannya dia sembunyikan di saku jaketnya, masih berekspresi dingin sama seperti biasa, tanpa sadar iris selelehan caramelnya menatap pangeran musim dinginnya intens, entah kenapa hanya melihatnya saja seperti ini membuat jantungnya berdetak seratus kali lebih cepat dan sontak membuat kedua pipinya memanas, bahkan kyuhyun melupakan rasa laparnya yang menggangu sejak tadi, iris caramelnya menatap lekat semua gerak-gerik namja yang bahkan namanyapun tidak dia ketahui. Kyuhyun tidak ingin kehilangan fokus dengan moment yang sangat jarang terjadi ini. Saat pandangannya bertemu dengan manik gelap itu, entah kenapa keberanian kyuhyun seolah menahannya untuk tidak berpaling, bahkan kyuhyun tak berusaha untuk mengalihkan tatapannya berusaha menikmati pemandangan indah di depannya sementara namja itupun seolah tak berniat mengalihkan perhatiannya pada iris selelehan caramel milik kyuhyun mempertahankan kontak mata seolah dia ikut menikmati aura aneh yang menguar sejak tadi di antara mereka, sampai...

Krucuk...krucuuukk...

Krucuk...krucuuukk...

Kyuhyun mendelik kaget tidak menyangkah perutnya akan mengeluarkan alarm yang terdengar mengerikan di telinganya. dia memengangi perutnya menahan agar suara laknat itu tidak kembali terdengar. Entah ini kutukan atau apa bahkan perutnyapun mempermalukannya dan mengkhianatinya dengan mengeluarkan bunyi tidak sopan yang terdengar di waktu yang tidak tepat. Sungguh kyuhyun sangat malu, jika bumi bisa terbela kyuhyun akan menerjunkan dirinya tanpa berpikir lagi.

Kyuhyun mengalihkan tatapannya malu dengan wajah merah merona dan mulai berjalan sedikit demi sedikit dengan gerakan aneh sedikit cangung menjauhi "pangeran musim dinginnya", sementara salju mulai turun menumpuk di jalanan mengakibatkan suhu terasa seratus kali lebih dingin bagi orang normal tapi sebaliknya bagi kyuhyun saat ini dia merasakan seolah tubuhnya sedang terbakar hebat, dia sangat malu...

" sialan, dasar perut bodoh, kenapa malah berbunyi sih dasar perut idiot, bagaimana ini aku malu..." bisik kyuhyun mendudukan dirinya meratapi nasib di sudut paling pojok di halte, masih memegangi perutnya menjauhi pangeran musim dinginnya dan menekan perut sialannya agar tidak mengeluarkan nada kematian itu lagi menurut kyuhyun saat ini, padahal tadi suasananya mendukung sekali paling tidak kyuhyun bisa menanyakan namanya atau kalau beruntung kyuhyun bisa meminta nomor ponselnya dan perut bodohnya malah mengacaukan semua itu. Pemuda itu mengernyit terlihat binar aneh di matanya saat melihat kyuhyun yang duduk di pojok sendirian dengan wajah keruhnya setengah memerah. tanpa di ketahui kyuhyun pemuda itu berjalan mendekatinya, berdiri tegak tepat di depannya yang kini masih menunduk kaget menatap sepasang sepatu model terbaru tepat di depannya berdiri tanpa melakukan apapun, bahkan kyuhyun nyaris berhenti bernafas dia tak berani untuk mendongakan kepalanya menatap sang pemilik sepatu, sungguh tubuhnya seraya berubah menjadi jantung semua berdetak dengan amat keras dengan debaran sepersekian detik, Reflek kyuhyun mendongakkan kepalanya saat melihat sebuah roti berwarna hijau di sodorkan tepat di depan wajahnya, tiba-tiba rona merah itu kembali hadir di pipi pucat milik kyuhyun bahkan kini mulai menjalar hingga ke telinganya entah kenapa kyuhyun sangat senang sekali dengan perlakuan pangeran musim dinginnya kyuhyun tak sadar bahwa dirinya sedang menahan nafas sedari tadi, perlahan-lahan kyuhyun menghembuskan dan menarik nafasnya perlahan dia tak ingin melewatkan moment berharga ini dengan mati konyol karena kehilangan nafas, dan yang lebih mengembirakan adalah terdengar sorakan kebahagian di perut kyuhyun setidaknya roti itu bisa sedikit menahan rasa laparnya dan mencegah demo masal di sana.

" untukmu, makanlah" ucap namja bersuara berat itu, rasa senang langsung membuncah di hatinya yang seolah meledak-ledak saat telinganya mendengar nada berat suara orang yang paling di impikannya setiap hari, rasanya kyuhyun seakan meleleh dibuatnya. melihat kyuhyun yang menatapnya terpesona tanpa ada niat menerima rotinya, pemuda itu menarik tangan kyuhyun dan menyerahkan roti itu tepat di tangannya, kyuhyun tersentak sepersekian detik dengab sentuhan ringan yang mengantung jutaan volt, dia menatap roti melon berwarna hijau itu yang kini telah berpindah di tangannya, tanpa mengatakan apapun lagi pemuda itu membalikan tubuhnya berniat untuk memasuki bis yang telah tiba tepat di belakangnya.

" ah...terima kasih...engh..." ucap kyuhyun terputus karena tak tau nama pemuda itu, tersadar dan mulai mengejar pemuda itu hingga sebatas pintu bis, Pemuda itu menghentikan langkahnya menatap kyuhyun balik.

" kibum...kim kibum" ucapnya.

" aku kyuhyun, terima kasih atas rotinya kibum-sii" ucap kyuhyun tersenyum senang menerima roti dari kibum dalam hati dia berjanji tidak akan pernah memakan roti itu meskipun dia harus mati karena kelaparan dan menjadi mayat. kibum mentapnya sekilas dan berjalan lagi menaiki tangga bis meninggalkan kyuhyun yang menatap roti di tangannya dengan binar-binar bergelora yang keluar dari kedua iris caramelnya, rasa gembira terasa meluap di hatinya bahkan kini telah meluber kemana-mana mengalirkan rasa hangat ke seluruh tubuhnya, kyuhyun memengang erat roti pemberian kibum, seakan roti itu adalah sebuah harta karun berharga yang di dapatnya dari petualangan menjelajah lautan tujuh samudra. Tanpa kyuhyun sadari kibum tersenyum tipis sangat tipis sampai tidak ada seorangpun yang menyadarinya, menatap kyuhyun yang masih berdiri di luar dengan hidung yang telah memerah dan menatap gembira padanya, seperti anak-anak, polos dan terlihat mengemaskan.

Setelah kepergian bis kyuhyun tak bisa lagi menjaga imangenya dan bersikap anggun di depan kibum seperti tadi kini dia berjingkrak-jingkrak senang menarikan sebuah tarian Gee yang sangat di hapalnya, masih memengang roti melonnya sampai dia sadar sesuatu yang penting telah dia lewatkan. Dia terpaku di tempat coba mengingat-ingat apa yang salah dengan otaknya yang tiba-tiba kosong tak bisa mengingat satu memoripun.

Setelah bis agak jauh dan semakin menghilang, kyuhyun baru menyadari jika bis yang di tunggunya adalah bis yang sama dengan bis yang di tumpangi kibum pangeran musim dinginya. Seketika itu juga kyuhyun merasakan dunia hancur di bawah kakinya, dia membeku menatap kepergian bis yang membawa ayah dari calon anak-anaknya, oh anggap saja kyuhyun gila tapi tak ada salahnya kan berharap sesuatu.

" Andwee...jangan pergi tunggu aku...kyu bodoh...kenapa kau bisa lupa dengan bis yang biasa kau tumpangi setiap hari cho kyuhyun, arggh...padahal itu adalah kesempatan kau tau dimana dia akan turun, kyuhyun idiot...otokhae..." ratapnya melihat tubuh bis yang mulai menjauh dan berputar-putar di jalanan yang mulai di selimuti salju yang mulai menebal itu bagai orang gila seyara mencakar pipinya sendiri.

Sedetik kemudian kyuhyun terdiam menunduk pasrah akan nasibnya dan mulai berjalan lunglai, terpaksa dia berjalan kaki atau mencari taksi di ujung jalan karena bis berikutnya baru akan datang tiga jam lagi dan jika kyuhyun nekad menunggu bisa di pastikan dia akan di temukan di halaman depan sebuah koran yang menyatakan " gadis sma di temukan meninggal di halte bis dengan tubuh membeku dan kelaparan" sementara di foto terlihat dirinya yang tersenyum idiot sambil memengangi roti melon keramatnya, bukannya itu konyol, lagi pula kyuhyun tidak ingin mati apalagi setelah kejadian ini kyuhyun merasa harus berusaha sedikit lagi untuk menarik perhatian kibum "pangeran musim dinginya".

[~Lizz_L_L~]

" akhirnya aku tau namamu, pangeran musim dinginku..."

" Kim kibum, aku tak akan melupakannya"

Kau tau aku sangat senang mendapatkan sesuatu darimu meski itu hanya sebuah roti .

Aku berjanji lain kali jika kita bertemu lagi akan kupastikan jika yang kau berikan padaku adalah hatimu, wahai pangeran musim dinginku"

[~Lizs_L_L~]

TBC.

Gg tau musti nulis apa lagi hehe kayaknya otak lizz ngeblank mendadak padahal sebelumnya ide ngalir begitu aja huft emang otak lizz mulai karatan nih ok deh

Reviewnya jangan lupa ya ^^