Tittle : pangeran musim dingin
Cast : kibum x kyuhyun
Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.
Warning : boy x boy bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.
Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.
.
.
.happy reading ^^
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
" dasar mereka, apa-apaan sih katanya mau membantu, katanya setia kawan, apanya yang setia kawan, menyebalkan" gerutu kyuhyun di sepanjang perjalanan itu.
" tenanglah kyu, mungkin memang mereka sedang ada urusan mendadak lagipula kau kan tidak sendiri, masih ada aku" bujuk ryeowook menenangkan kyuhyun yang sedang marah dengan dua tanduk yang menyembul indah di kepalanya.
" cih...palingan mereka juga kencan siapa yang tidak tau, cuma akal-akalan mereka saja yang memang tak ada niat untuk membantuku" gerutu kyuhyun lagi sebal.
" terserah kau sajalah" putus ryeowook merasa tak ada gunanya membela kedua temannya itu yang pada kenyataannya memang benar tapi dengan modus ingin membeli kado kejutan ulang tahun kyuhyun tiga hari lagi dan memberi tugas ryeowook untuk menemani kyuhyun dengan dalih kedua manusia itu bisa mencari kado yang terbaik tanpa harus mengabaikan kyuhyun.
" ah...kesaaalll...mana kibumnya juga tidak ada" teriak kyuhyun seperti orang kesurupan seraya mengacak surai eboninya yang sudah berantakan dan menjadi semakin berantakan. Ryeowook berjengit dan mundur sedikit mengambil jarak di antara mereka saat beberapa pasang mata mulai menatap aneh pada kyuhyun dan dia bergumam...
" aku tidak mengenalnya, aku tidak mengenalnya sunguhan" bisiknya sepelan mungkin seraya berdadah-dadah ria membuat penyangkalan agar tidak di ketahui oleh kyuhyun yang berjalan di depannya dengan sikap yang menunjukan keautisan dirinya sendiri, bisa di pastikan jika kyuhyun sampai mengetahui tingkahnya dampaknya akan sangat buruk bagi kesehatan telinganya, karena teriakan maha dasyat yang keluar dari mulut yang tak ada seksi-seksinya milik kyuhyun itu.
Dan saat ryeowook mengembalikan tatapannya pada bocah evil itu adengan horor terlihat secara live di depan matanya sampai...
" aisshhhh...sialan kau choooo, apa tak ada hal berguna yang bisa kau lakukan selain membuat masalah" teriak ryeowook merah padam saat berusaha lari dari kejaran beberapa manusia luar biasa berbandan kekar dengan otot-otot yang bisa bergerak sendiri yang terlihat menyeramkan itu.
" aku hanya memukul kepalanya pelan wookie, hanya untuk mengekspresikan kekesalanku saja" bela kyuhyun ikut ngos-ngosan berlari di samping ryeowook, sepertinya kyuhyun tidak pernah belajar tentang kejadian yang menimpanya dulu yang berhunbungan dengan preman dan kata botak. Mungkin harus di garis bawahi jika ada kepala botak milik seseorang, apalagi jika dia seorang preman dengan otot bisepnya harus segera di jauhkan dari kyuhyun jika tidak ingin terjebak dalam masalah.
" kenapa kau tidak memukul kepala idiotmu itu saja dasar gila" teriak ryeowook lagi kesal melihat kelakuan ajaib kyuhyun yang memukul kepala salah satu preman yang sedang minum sesuatu dengan gaya, hingga membuat preman itu terjerembab dan minumannya itu tumpah kemana-mana.
" mana aku tau jika dia akan semarah itu, jangan salahkan aku yang tergoda dengan kepala mulus mengkilatnya, aku juga manusia wookie" jawab kyuhyun lempeng dan apa maksud kyuhyun juga mengatakan hal konyol semacam itu, siapapun tau jika kyuhyun bukan manusia karena dia adalah setan, setan evil yang menyengsarakannya tentunya.
" mana ada orang yang tak marah jika kau pukul sampai membekas seperti itu dasar bodoh, sekarang apa yang harus kita lakukan kau harus tanggung jawab, aku tak ingin mati mengenaskan karena ulahmu" teriak ryeowook makin frustasi saat belasan manusia-manusia berbadan kekar itu mulai mendekat, sementara kyuhyun hanya meringis melihat cetak telapak tangannya yang dengan indah bersarang di kepala botak salah satu preman itu. Lagi-lagi kyuhyun harus berurusan dengan preman botak lagi, Kyuhyun rasa ada yang salah dengan takdirnya kenapa dia harus berurusan dengan manusia sejenis itu setiap kali terjebak masalah, salahkan saja tubuhnya yang tak bisa di kontrol yang akan langsung mengila saat menatap benda-ralat-kepala yang mulus seakan tangannya gatal untuk tidak membelainya-ralat lagi-mememukulnya.
" ke kanan, cepat ke kanan wookie" intruksi kyuhyun mengarahkan tangannya menunjuk arah kanan memberi tanda pada ryeowook untuk segera berbelok dan...
"JALAN BUNTU"
Terlihat jelas tembok bata menghiasi kedua pasang bola mata yang kini terlihat membulat sempurna melihat dengan tatapan horor.
" matilah kitaaaa..." teriak ryeowook histeris mencakari lengan kyuhyun.
" hahahaha mau kemana lagi kalian tidak bisa kabur lagi hah" ucap salah satu di antara mereka yang kini tepat sebelas orang yang mengepung mereka.
" kita akan jadi dendeng..., aku tak ingin mati sekarang bagaimana ini kyu" panik ryeowook yang wajahnya sudah memucat, sungguh kyuhyun sangat merasa bersalah melihatnya.
" minggirlah wookie kau sembunyi saja di belakang, aku yang akan menghadapinya" ucap kyuhyun bersikap layaknya laki-laki sejati dengan serius tanpa menatap ryeowook karena berdiri menghalanginya, entah kenapa kyuhyun terlihat keren saat ini di matanya.
" kyu..." bisiknya pelan sebenarnya ryeowook sedikit ragu melihat banyak preman yang ada di depan mereka, sedikit membuang nafas ryeowook bertekad pula dia akan menghadapinya dengan...
" BERSEMBUNYI"
" berjuanglah kyu, aku doakan agar kau tak mati cepat dan tak menghantuiku" teriaknya memberi semangat dari belakang, oke jauh jauh di belakang dengan tatapan membara dan tangan terkepal semangat.
" yak...ryeowookie, kau serius ingin aku mati, kenapa kau ada disitu, setidaknya katakan penyemangat yang bagus dong bukan malah mendoakanku agar cepat mati, sialan..." teriak kyuhyun kalang kabut saat melihat ryeowook menengelamkan tubuhnya pada setumpuk kardus bekas jauh di belakangnya dengan mata sedikit panik dan mengalihakan tatapannya kedepan lagi melihat beberapa tatapan tajam seakan siap mengoyaknya.
" uh...eomma...bagaimana ini, huhuhu bagaimana ini, aku akan mati" ratap kyuhyun dalam hati menangis dengan panik, oh tuhan semoga saja kau mengirimkan malaikat yang bersedia menolongnya, kibum misalnya setidaknya kau masih membiarkan kepalaku menempel di tempatnya.
" hehehe..." tawa kyuhyun cangung dengan tubuh gemetarnya.
" maafkan aku, aku khilaf saat itu, benar-benar minta maaf, aku akan melakukan apapun untuk membalasnya agar aku di maafkan" ucap kyuhyun sungkem dengan nada merayu baru kali ini kyuhyun sangat menyedihkan, mengemis seperti itu untuk di maafkan sangat memalukan dan bukan sifat kyuhyun sekali, tapi apa boleh buat demi nyawanya yang tak sebanyak nyawa kucing, kyuhyun rela melakukannya asal dia tak melihat malaikat pencabut nyawa untuk mencabut nyawanya saat ini juga dan bergabung dengan koloninya di neraka, kyuhyun masih mudah dan dia bercita-cita menikah dan memiliki anak selusin dengan pangeran musim dinginnya, bukankah itu cita-cita yang mulia dan tak pantas di sia-siakan tentunya.
" hahahaha...lumayan juga, kau lumayan manis, kurasa tawaranmu aku terima asal kau bisa menemaniku satu malam bagaimana" ucap preman itu berbisik seduktif di telinga kyuhyun dengan wajah mesum. Kyuhyun membatu di tempat seolah nyawanya keluar begitu saja dari mulutnya saat mendengar preman itu menawarnya, ya ampun mimpi apa kyuhyun semalam hingga dia di tawar seperti barang, sedetik kemudian kyuhyun tersadar dan berteriak marah.
" memangnya siapa yang mau mendesah di bawah tubuh manusia gorila bau sepertimu, brengsek" teriak kyuhyun dengan suara delapan oktaf dan reflek melakukan sundulan kepala dengan sekuat tenaganya, sontak membuat preman itu terkaget hingga terpelanting dan jatuh terduduk dengan kepala sakit dan telinga berdenging hebat.
" hosh...hosh...aish...sialan ini sakit sekali, apa kepalanya terbuat dari batu" gumam kyuhyun mengusap kepalanya yang terlihat memerah kemungkinan akan berubah membiru dan benjol besok.
" kau...cari mati, habisi dia" raungan marah mengelegar di gang sempit itu, tanpa menunggu preman itu mengambil sebuah botol bir kosong berniat menghantamkan ke kepala kyuhyun, kyuhyun terkesiap kaget matanya membulat karena serangan mendadak dengan kecepatan seperti itu bisa di pastikan kyuhyun tak akan bisa menghindar lagi ataupun mengelak yang bisa di lakukannya hanyalah pasrah...
Praang..
Bunyi pecahan botol itu beradu dengan tulang tengkorak dan akhirnya terdengar juga di telinganya, berkumandang nyaring dalam kesunyian, namun herannya kyuhyun tak merasakan apapun mengenainya, lalu kemana botol itu menghantam, berbagai macam pertanyaan berkecamuk di benak kyuhyun. perlahan di bukanya kelopak matanya pelan dan di turunkan kedua lengannya yang berusaha melindungi kepalanya dari benda keras apapun itu, samar iris selelehan karamelnya menatap tubuh tinggi tegap yang kini berdiri menjulang di depannya, sosok itu...bahu tegap, kulit seputih saljunya, dan rambut hitam segelap malamnya kyuhyun rasa dia tau siapa laki-laki yang berdiri di depannya kini.
" kibum..." bisiknya lagi seolah tak mempercayai apa yang di lihat di depan matanya.
" akhirnya tuhan mengabulkan keinginanku" jeritnya senang dalam hati.
" cih...berhentilah terlibat masalah, karena tak selalu ada yang bisa menolongmu nantinya" decak kibum membalas gumaman kyuhyun sepertinya laki-laki itu sedikit tidak suka. Kyuhyun terdiam sedikit malu dan merasa bersalah, perasaannya sungguh tak enak, kyuhyun mendongak berusaha meminta maaf sampai iris matanya melihat cairan merah kental mengalir keluar dari pelipis kanan kibum.
" kau berdarah kibum" pekik kyuhyun terkejut teralihkan dari rasa tidak enaknya saat melihat wajah tampan kibum yang kini bersimbah darah akibat pukulan botol itu.
" wah...wah...wah...aku merasa heran kenapa tuan muda kim yang terhormat mau repot-repot berhenti di gang sempit dan bau yang berada di sekitar sini, bukankah ini bukan wilayahmu kibum-ssi, kalau aku tidak salah..." ucap seorang namja tampan lainnya dengan nada sing a songnya menatap kibum dengan senyum mengejek.
" dan sepertinya jaejong-ssi akan sangat tidak menyukainya jika tau kau menganggu urusan kami disini kibum-ssi" tambahnya lagi seraya menekankan nama hyung tertua dari kibum itu.
Kibum mengeram, marah.
" dan... sepertinya kau lupa kau sedang berhadapan dengan siapa, mir" ucapnya dingin memperingatkan pemuda yang bernama mir itu. tiba-tiba atmosfir berubah menjadi berat dan menyesakan hingga membuat kyuhyun tanpa sadar sedikit berjengit mundur berhati-hati, entah perasaan seperti apa yang di alaminya sekarang yang jelas terlihat raut wajah ketakutan yang terpancar di wajahnya melihat kibum seperti itu sekali dalam seumur hidupnya, mengerikan.
" percayalah, aku sangat kesal hari ini dan aku bisa melenyapkanmu kapan saja dengan mudah" bisik kibum dingin menusuk di telinga mir yang entah sejak kapan bisa berada di sana dalam kecepatan yang tidak terduga, bahkan dengan jarak seperti itu mata telanjangpun tak ada yang tau kapan kibum berlari sampai begitu cepat menghampiri mir yang kini menatap kibum dengan wajah pucat saat mendorongnya di antara tembok. Kibum merentangkan tinjunya dan menghantamkannya ke tembok di samping kanan kepala mir hingga tembok itu hancur berkeping-keping menjadi puing-puing kecil mengenaskan. Mereka semua terbelalak kaget melihat kekuatan tinju kibum yang jauh lebih mengerikan dari perkiraan mereka, hingga menjebol dan menghancurkan tembok bata itu, seolah kibum bukan manusia.
" hentikan..." ucap sebuah suara dingin lainnya jauh di belakang meraka. Refleks semua orang mengalihkan fokus perhatiannya pada asal suara orang yang berdiri di belakang mereka semua.
Kibum sangat tau suara siapa itu, namun dengan santai dia berdiri dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku dan menatap sosok tampan cenderung cantik milik kakaknya yang kini berdiri dengan aura dingin mengerikan dengan tatapan mata tajam menusuk. Sementara kibum yang merasa terintimidasi tatapan hyung tertuanya itu mengalihakan tatapan matanya ke arah lain.
" jj..ja..jaejong-ssi" ucap mir tergagap dengan wajah pucat jika kakak tertua sudah turun tangan bisa di pastikan mereka semua akan tamat. apalagi melihat tatapan mata siap membunuh milik kim jaejong tersebut seakan mampu melumpukhan dan membunuh siapapun dalam sekejap mata.
" kita bicara di rumah, sekarang.." ucap jaejong tegas menatap kibum sekilas dan membalikan tubuhnya tanpa berniat mendengar sahutan apapun dari kibum berbalik dan bergegas masuk ke dalam mobil hitam metalik yang terparkir tak jauh dari gang sempit itu, dari nada bicaranya mengisyaratkan jika dia tidak menerima bantahan apapun.
sekali lagi kibum mengeram kesal dan mengikuti hyung pertamanya itu memasuki mobil yang sama.
" hehehe...sampai jumpa mir sepertinya kita akan bertemu lagi" kekeh seorang namja tampan berkulit tan yang menyenderkan tubuhnya di tembok dengan santai , kim jongin atau bisa di sebut kai anak keenam keluarga kim itu mengikuti langkah kedua hyungnya menuju mobil dan sebelum benar-benar naik kai menatap sekilas kearah kyuhyun tertarik sambil menyeringai senang dan kembalu menatap pemuda menyedihkan bernama mir itu.
" oh ya...sekedar mengingatkan, sangat tidak bijaksana sekali berlaku tidak sopan seperti tadi, menurutku jaejong hyung sangat tidak menyukainya karena itu termasuk penghinaan baginya, bagi kami, membuat kami marah sama saja mengantarkan nyawa, harusnya kau tau pepatah itu mir-ssi, baiklah aku pergi dulu" ucap kai tersenyum mengejek dan berjalan ringan meninggalkan mir yang kini diam membatu dengan wajah yang semakin pucat.
" apa yang terjadi?!" tanya ryeowook penasaran berbisik di sebelah kyuhyun.
" aku tak tau sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum mereka sadar" ucap kyuhyun menarik lengan ryeowook dan menyelinap di antara mereka dengan perlahan dan berlari sekuat tenaga sejauh mungkin.
Sesaat setelah kai melangkah masuk dan mendudukan dirinya di kursi depan, jaejong berkata...
" bereskan dia" ucapnya singkat memberi perintah pada kai, seperti dugaannya jika hyung pertamanya akan mengambil tindakan atas perlakuan mir pada kibum, meski kibum juga salah dalam hal ini namun tak ada yang boleh menghina anggota keluarga kim.
" dengan senang hati" balas kai seraya menyeringai senang sementara kibum hanya diam menampilkan wajah datarnya menatap keluar jendela, kali ini kibum sepertinya tak bisa lari lagi dari hukuman yang akan di berikan kakak tertuanya itu padanya.
TBC
Haihaiayayaya slalalalala...karena permintaan yang mendesak agar update lebih cepat dengan segala kebaikan dan kekuatan bulan akhirnya lizz publish juga hehehe
Maaf menunggu lama, anyeong...^^
