Tittle : pangeran musim dingin

Cast : kibum x kyuhyun

Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.

Warning : boy x boy bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.

Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.

.

.

.happy reading ^^

.

.

.

Malam ini adalah malam yang tenang di kediaman keluarga kim, seperti biasa mereka makan malam bersama dalam kesunyian, tak ada acara senda gurau, tanya jawab atau sekedar menanyakan aktivitas masing-masing. tidak berubah dari hari ke hari suasana yang tercipta terasa hening dan yang terdengar hanya bunyi dentingan benda perak dari sebuah sendok garpu yang beradu dengan piringnya. Namun yang membuat berbeda adala keabsenan ketiga anak laki-laki keluarga kim yaitu si sulung kim jaejong, anak ke empat kim kibum dan anak ke lima kim myungsoo yang tidak terlihat di tempat duduknya yang kosong.

" dimana jaejong, kibum dan myungsoo, apa yang membuatnya absen hari ini" tanya sang tuan besar kim kangin, sang ayah. Meski mereka tidak akrab dan dingin satu sama lainnya namun mereka tidak akan pernah melewatkan makan malam bersama karena di kesempatan inilah mereka bisa saling bertatap muka satu dengan yang lainnya karena kesibukan masing-masing. Sungguh pertanyaan inilah yang tak ingin di dengar oleh yesung yang keluar dari mulut ayahnya. Entah apa reaksi ayahnya dan ibunya saat tau apa yang sedang di lakukan mereka bertiga saat ini, khususnya ibunya karena kibum adalah anak kesayangan nyonya besar kim hyun ah, mungkin reaksi ibunya akan sangat berlebihan seperti biasanya dan berakhir dengan salah satu dari mereka yang harus menenangkannya kemudian.

" mereka ada di ruang hukuman" jawab kim yuu jin anak ketiga keluarga kim, ucapnya tenang seraya memasukkan stik yang sudah di potongnya kecil dan di masukkan kedalam bibir mungilnya dengan begitu elegan sangat sesuai dengan paras cantiknya yang bisa membuat siapapun akan jatuh bertekuk lutut di kakinya tanpa diminta. Tak ada yang bisa memungkiri jika paras anggota keluarga kim memang di atas rata-rata. Kim hyun ah mengernyit mendengar jawaban dari yuu jin itu.

" apa yang mereka lakukan?! Kenapa mereka ada di sana?!" ucap hyun ah dengan mata membulat panik.

" kibum membuat masalah bibi" jawab ren ikut menambahkan.

" aku tidak bicara denganmu jadi tutup mulutmu dan jangan pernah menjawabku, sialan?!" teriak hyun ah tidak suka, dari dulu memang hyun ah sangat tidak menyukai ren entah karena apa, bahkan hyun ah tidak akan segan-segan untuk menyakiti ren, bukan menyakiti secara harfiah tapi benar-benar menyakitinya, seperti menusuk ren tepat di perutnya yang di lakukannya satu bulan yang lalu hanya karena alasan sepele dia tidak menyukai ren berbicara dengan kibum di depannya.

" katakan padaku apa yang mereka lakukan pada kibum ku" jerit hyun ah bangkit berdiri seraya mengebrak meja makan, reaksi yang berlebihan yang di keluarkan hyun ah namun tak ada reaksi yang berarti dari mereka semua yang masih tenang memakan hidangan makan malam seolah reaksi yang di keluarkan ibu mereka adalah reaksi yang wajar jika menyangkut kibum, bahkan ayahnyapun kim kangin seolah acuh dengan sikap istrinya dan masih memakan makan malamnya tenang tanpa terganggu.

" mom tenanglah, dan jangan berpikir untuk berlari kesana dan menggangu jaejong oppa, dia pasti sangat tidak menyukainya" ucap kim tae yeon gadis kecil yang berusia sepuluh tahun itu menjawab dengan angggun tanpa menoleh ke arah ibunya dengan tenang memakan potongan-potongan kecil stiknya tanpa cacat sama seperti yang di lakukan oleh kakaknya yuu jin seolah mereka telah di ajarkan tentang pentingnya sebuah table manner yang benar dalam sebuah perjamuan makan malam.

" kalian gila, aku tak akan membiarkan jaejong membunuh anakku kibum, tidak akan pernah...dan jangan memerintahku untuk tetap diam di sini sementara di sana anakku akan di siksa mati-matian" jerit hyun ah tanpa sadar setitik bulir bening mengalir membasahi pipinya yang seputih kapas itu sementara bibir merahnya sudah bergetar hebat tanpa menunggu sahutan dari yang lainnya, hyun ah berlari menuju ke arah ruang hukuman dimana ketiga anaknya berada, keprotektifan hyun ah sangat parah pada kibum seolah hanya kibumlah anaknya padahal kenyataanya bukan hanya kibum saja anaknya dia masih punya enam orang anak yang masing-masing harus di berikan kasih sayang secara adil, lihat saja si kecil tae yeon yang terlihat dewasa di umurnya sekarang, namun mereka sama sekali tidak pernah merasakan perasaan iri atau benci kepada kibum karena mendapat kasih sayang yang lebih banyak dari mereka semua.

" aku ada urusan dan harus pergi sekarang, kuharap masalah ini selesai ketika aku pulang nanti" putus kangin dingin, mengusap bibirnya dengan serbet dan bangkit berdiri mulai meninggalkan meja makan, yesung mendesah melihat ketidak pedulian ayahnya yang di rasa sudah kelewat batas namun dia tak mampu berbuat apa-apa ayahnya adalah ayahnya dan sangat tidak mungkin melihatnya berubah menjadi penyayang dan perhatian itu terlihat sedikit mengerikan oke sungguh mengerikan baginya dan dirasa kakaknya dan juga adik-adiknya akan menyetujui pikirannya tersebut.

" harusnya ada yang melihat keadaan mommy, kurasa akan sangat tidak menguntungkan untuk kibum hyung jika mommy ada di sana" ucap kai memecah keheningan dan semua tatapan di arahkan pada satu wanita dewasa, kim yuu jin yang kini sedang mendesah pasrah kemudian bangkit berdiri menyusul ibunya yang kini sudah menghilang di koridor panjang yang memisahkan ruang keluarga dan ruang bawah tanah yang menjadi tempat eksekusi kibum saat ini.

~[Lizz_L_L~]

CTARrrr...

CTARrrr...

CTARrrr...

Terdengar suara cambukan yang saling bersahut-sahutan tanpa jeda, terlihat seorang kim kibum yang sedang terikat tangan dan kakinya pada sebuah tiang penyangga berbentuk setengah lingkaran di masing-masing kanan dan kirinya, sementara jaejong dan myung soo memegang sebuah cambuk masing-masing di tangan kanannya, bahkan kulit putih milik kibum dan perut sick pack sempurnapun tak lepas dari jejak kemerahan memanjang itu yang kini mulai berdarah, bahkan luka seperti itu orang normalpun tidak akan mampu menahannya, namun lain hal dengan keluarga kim mereka sudah di ajarkan bagaimana cara mengatasi rasa sakit, kibum bahkan tak menjerit sedikitpun, dia hanya diam tanpa suara bahkan ekpspresi wajahnya masih dingin tak berubah sedikitpun tak terlihat raut kesakitan ataupun ekspresi mengernyit menahan sakit di sana.

Braaakk...

" hentikan, apa yang kalian lakukan pada kibumku, hentikan sekarang juga" jerit hyun ah menerobos masuk begitu saja dan langsung berdiri di depan jaejong seraya menatapnya nyalang dengan mata sembab yang menyala marah, dia memposisikan tubuhnya untuk menjadi penghalang di antara anaknya untuk melindungi kibum dari cambukan untuk yang entah kesekian kalinya melihat dari setiap luka gores yang di dapatnya rasanya tidak sedikit cambukan yang dia terima.

" mom...tenanglah, aku tidak apa-apa biarkan jaejong hyung dan myung soo-ah menyelesaikannya, ini tidak akan lama aku janji" ucap kibum menenangkan ibunya yang kini menatapnya menangis sambil mengusap pipi anaknya sayang.

" benar kata kibum mom, apa mommy ingin jika hukuman kibum di tambah" ujar yuu jin yang memegang pundak ibunya berusaha menyeretnya untuk keluar dengan lembut dan dengan nada sedikit membujuk, bahkan mereka semua tahu betapa keras kepalanya seorang kim hyun ah, ibu mereka.

" ini tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan sesi latihan kita dulu mom, percayalah bahkan cambukan kecil ini tak akan membunuh kibum hyung, mommy tidak usah khawatir berlebihan seperti itu" ucap myung soo santai dan di balas pelototan tajam oleh hyun ah. Benar apa kata myung soo bahkan latihan yang di berikan ayahnya pada mereka semua jauh lebih mengerikan daripada hukuman cambuk yang masih terlihat ringan ini. Myung soo masih ingat saat usinya sepuluh tahun sama seperti tae yeon dia dan kakak-kakaknya berlatih habis-habisan dari siang sampai malam hingga dengan perjuangan dan mempertaruhkan nyawa, sampai sekarang bekas-bekas luka yang tidak sedikit hampir memenuhi setiap jengkal kulit mereka.

" tambah seratus cambukan lagi, myung soo-ah" ucap jaejong dingin tak menghiraukan keadaan ibunya yang siap menerkamnya kapan saja.

" dan akan kutambah lagi jika mommy mengangguku" tambahnya lagi saat melihat ibunya ingin melayangkan protes. Seakan yuu jin menangkap nada bahaya yang di lontarkan kakak pertamanya cepat-cepat dia menyeret hyun ah dan mengiringnya keluar. Hyun ah sangat kesal dengan anak pertamanya yang sifatnya nyaris seperti suaminya itu kasar, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasih. Myung soo meringis mendengar perintah hyung nya, saat ini saja tubuh kibum sudah berdarah-darah menyedihkan dia rasa luka itu akan sulit untuk hilang nantinya. Samar-samar masih terdengar suara jeritan hyun ah yang mengumpat dengan kata-kata kotor menyumpahi jaejong di sela isak tangisnya namun sedetik kemudian suara itu menghilang dan tertelan oleh bunyi cambukan seperti sebelumnya hingga cambukan yang ke seratus. Setelah hukumannya selesai dengan mudah kibum melepaskan diri dari ikatan yang membelitnya hanya dengan sentakan kecil seolah tambang yang mengikatnya itu bukan suatu hal yang berarti baginya, kibum berjalan mendekati kaos yang dia lemparkan begitu saja yang tergeletak di antara retakan lantai yang terasa janggal di sana. Sementara jaejong menatap pergerakan kibum dingin, menatap intens sang adik.

" pemuda itu..., apa kau menyukainya?!" tanya jaejong lagi masih dengan nada dinginnya, mendengar ucapan hyungnya membuatnya sedikit tersentak dan tanpa sadar menjatuhkan kaos yang ada di gengamannya yang sukses menghantam lantai keras dan membuat retakan baru yang sama seperti sebelumnya, kini taulah kita darimana retakan itu berasal, mungkin kaos yang di kenakan kibum memiliki berat beberapa kg dan rasanya pasti sangatlah luar biasa berat hingga mampu menghancurkan lantai marmer di ruangan itu.

" pastikan dia baik-baik saja" ucap jaejong sedikit ambigu, namun seperti mengerti maksud dari ucapan kakaknya kibum membatu dan mengeram kemudian, dia yakin firasatnya kali ini tidak akan salah, kakaknya pasti akan melakukan sesuatu yang buruk pada kyuhyun.

" sialan..." bisiknya pada angin sementara myung soo terdiam mengamati raut ekspresi kibum yang dingin dan berubah menjadi kesal dan marah, dia tahu jika hyungnya itu memiliki sesuatu perasaan pada orang yang bernama kyuhyun itu. karena sejak kematian donghae hyung dua tahun yang lalu merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat dari yang agak ceria berubah menjadi murung dan tidak berdaya sama seperti zombie dan kini myung soo mulai merasakan lagi rona kehidupan hyungnya yang telah kembali dan berubah menjadi sedikit lebih hangat dari sebelumnya, namun sepertinya pendapatnya berbeda dengan hyung pertamanya, myung soo rasa kibum harus ekstra menjaga kyuhyun agar nyawanya masih menempel di tubuhnya karena secara tak langsung kim jaejong menyampaikan pesan tersirat padanya dan tak ada seorangpun yang mampu menebak apa yang akan hyung pertamanya itu lakukan nanti.

Myung soo berjalan pelan melewati kibum dan menepuk bahunya pelan memberi empati pada sosok pemuda tampan yang lebih tua satu tahun di atasnya itu seolah mengerti perasaan yang sedang membelitnya saat ini dan berlalu begitu saja meninggalkan kibum yang terpekur menatap lantai marmer dengan raut wajah keruh.

TBC

Nah bagi yang ingin tau asal usul dan jenis pekerjaan seperti apa yang membuat keluarga kibum begitu tertutup juga misterius #jiahhahaha

Oh ya ntar kalau lizz lama updatr tolong di ingetin ya biasanya karena lizz emang lagi males atau gg sengaja kelupaan.

Oh ya nih lizz kasih pin bb 552347aa, kali aja ada nyang mau lebih kenal ma lizz hahaha

dan apa hubungan ren, donghae dan kibum sebenarnya semua bakal lizz kupas di chap depan #ceile bahasanya hahahaha

Ok see you next time guys.