Tittle : pangeran musim dingin
Cast : kibum x kyuhyun
Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.
Warning : boy x boy bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.
Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.
.
.
.happy reading ^^
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
"Bagaimana keadaan kyuhyun ahra?!" tanya nyonya cho pada ahra yang sedang sibuk mengompres dahi kyuhyun.
" entahlah eomma panasnya tidak mau turun juga" jawab ahra cemas menunjukan termometer yang ada di tangannya yang terpampang jelas angka dua puluh sembilan koma tiga derajat.
" apa sebaiknya kita bawah kyunnie ke rumah sakit saja eomma" saran ahra karena dari kemarin kyuhyun demam dan panasnya tidak turun-turun juga. Nyonya cho menaruh mangkok bubur di atas meja nakas dan mendekati kyuhyun yang sedang tidur dengan gelisah dan keringat yang hampir membanjiri pakaiannya.
" kyunnie sayang kita pergi ke rumah sakit ya" bujuk sang ibu dengan suara halus sementara kyuhyun hanya mengeleng pelan.
" kalau kyunnie seperti ini sakitnya tidak akan sembuh-sembuh sayang" cobanya lagi dan kali kyuhyun mengeleng semakin kuat.
" aku tidak mau ke rumah sakit eomma, hiks...hiks...biarkan aku di rumah..aku janji aku akan sembuh hiks...hiks..." ucapnya sambil menangis yang membuat wajahnya yang memerah semakin memerah.
" tapi kyuhyunnie sayang jika kau ada di sini tanpa perawatan dokter kau akan semakin sakit" ucap ahra ikut membujuk.
" aku tidak mau noona, jika aku pergi kibum akan sulit mencariku hiks..hosh...hosh..." sangkalnya dengan nafas terengah-engah masih bercampur dengan tangis.
" demi tuhan kyu kau sedang meracaukan siapa, dari kemarin kau mengatakan kibum kibum terus siapa yang kau maksud berhentilah keras kepala dan turuti apa kata eomma" ucap ahra tak sabar dengan sifat keras kepala adiknya dan segala racauannya tentang pemuda yang bahkan tak tampak sosoknya itu.
" tidak mau, aku tak ingin ke rumah sakit hiks...hiks...kibummie tolong aku...hiks...hiks...aku tak ingin ke rumah sakit" tangis pilu kyuhyun sungguh kyuhyun sangat tertekan juga dan saat ini dia hanya butuh kibum bukan yang lainnya.
" ahra..." ucap eommanya seraya mengeleng memperingatkannya untuk diam saat gadis itu berniat mengatakan sesuatu
" ugh...hoek...hoek...ugh...perutku sakit..." ucap kyuhyun lemah, membuat ahra dan eommanya memucat seketika saat melihat kyuhyun memuntahkan cairan berwarna kekuningan dari mulutnya.
" aku akan panggil dokter eomma" ucap ahra berlari tergesah untuk meraih ponselnya.
.
.
" bagaimana dokter?!" tanya ahra.
" kemungkinan kyuhyun hanya kecapekan beri dia obat ini dan bila makin parah segera bawa ke rumah sakit untuk sementara saya hanya mengambli sample darahnya" ucap dokter paru baya itu sambil mengernyit aneh seraya menyerahkan resep dokter padanya.
" apa ada masalah serius dok" tanya ahra cemas sambil menerima resep itu saat menatap wajah dokter dengan raut wajah aneh.
" mungkin hanya perasaan saya saja, jika hasilnya keluar akan saya kabari, saya permisi dulu mari" ucap dokter bernama lee sang hoon itu pergi meninggalkan kediaman keluarga cho yang terlihat mewah meninggalkan berbagai macam pertanyaan di benak ahra.
" bagaimana?!" tanya ibu kyuhyun menuruni tangga menghampiri putri sulungnya.
" kecapekan dan demam biasa eomma" ucap ahra pada ibunya menutupi gelagat aneh sang dokter dari ibunya agar tidak khawatir terlalu berlebihan " bagaimana kyuhyun?!" tanyanya lagi.
" dia sedang tidur" jawab nyonya cho.
" aku akan pergi menebus obat dulu" ucap ahra mengambil mantelnya dan bergegas pergi ke apotik sore itu, tanpa di ketahui siapapun sesosok bayangan hitam terlihat menyelinap masuk kedalam kamar kyuhyun dengan lihai tanpa kesulitan dan menghilang di baliknya.
.
.
" ahra noona" panggil pemuda berperawakan kecil melambai memanggil ahra tepat di sebrang jalan dengan dua orang lainnya.
" bagaimana keadaan kyuhyun, apa dia baik-baik" tanya ryeowook pada ahra.
" belum panasnya bahkan semakin tinggi wookie entahlah dia tak mau di ajak kerumah sakit, aku takut jika terjadi apa-apa dengannya sungguh keadaannya sangat mengkhawatirkan" hela nafas pasrah ahra dengan raut wajah murung.
" kenapa kyuhyun tidak mau pergi ke rumah sakit noona?!" heechul bertanya menyuarakan isi pikiran kedua temannya.
" entahlah sepanjang hari dia meracau seorang pemuda yang bernama kibum yang tak jelas itu, apa kalian tau siapa dia, bisakah kalian membawanya ke rumah dan menyuruh membujuk kyuhyun agar mau kerumah sakit?!" tanya ahra berharap, berhenti berjalan dan menatap ketiganya bergantian.
" yang tau wajahnya hanya ryeowookie noona, karena dia yang bertemu secara langsung dan secara tidak sengaja dengan kyuhyun, kami bahkan tak tau wajah kibum sama sekali dan kami tidak bisa membawanya karena kami tidak tau dia tinggal dimana noona dia juga tidak satu sekolah dengan kami?!" jawab heechul kemudian merasa bersalah dan di angguki yang lainnya sementara ahra hanya menghela nafas panjang.
" apa kibum dan kyuhyun dekat, maksudku apa mereka pacaran?!" tanya ahra lagi dan ketiganya mengeleng bersamaan.
" bahkan mereka baru saling mengenal noona, itupun baru beberapa hari tidak mungkin jika mereka sudah pacaran" jelas ryeowook heran.
" tapi beberapa hari yang lalu aku melihat kyuhyun meracau dan menanggis di pinggir jalan dan dia mengatakan jika dia bertemu dengan kibum, padahal aku tidak melihat siapapun saat itu aku bahkan heran dengan tingkah kyu yang aneh perlu waktu lama untuk menenangkannya sampai ada seorang laki-laki yang memberi milkshake gratis dan sebuah cd game terbaru untuknya baru kyuhyun bisa berhenti menangis, kalau tak salah namanya jae deh entahlah aku lupa" ucap eunhyuk mengakhiri ceritanya.
" hah...kapan kenapa dia memberi kyu cd game gratis, kenapa kau tak menghubungiku hyukkie" marah heechul pada eunhyuk karena dia merasa di khianati dan tak mendapat cd game gratisnya.
" promosi hyung, mana aku tau jika kau juga ingin" bela eunhyuk kemudian.
" sudah sudah jangan bertengkar" lerai ahra pusing juga mendengar pembicaraan mereka yang keluar dari topik yang sebenarnya.
" sekarang noona mau kemana?!" tanya eunhyuk dan ketiganya mengikuti ahra.
" ke apotik untuk menebus resep dari dokter, kalian sendiri?! Tanya ahra balik.
" rencananya kami ingin menjenguk kyuhyun noona" jawab ryeowook.
" kebetulan, kajja antar noona ke apotik dulu dan kita pulang sama-sama" ucap ahra memutuskan.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun mengerjabkan matanya kala merasa sentuhan tangan dingin yang membelai pipinya lembut hingga dia sedikit menggigil pasalnya sudah sejak tadi kyuhyun merasa kedinginan bahkan nyaris membeku.
" apa aku membangunkanmu?!" tanya suara berat itu dengan nada lembut.
" kau terlihat semakin pucat kyu, apa kau baik-baik saja?!" tanyanya mulai khawatir.
" ini sakit...sakit sekali kibummie hiks...hiks..." tangis kyuhyun seraya meremat dadanya yang terasa sesak saat mengenali sosok yang duduk dengan raut wajah cemas di depannya, entah kenapa melihat sosok yang di rindukannya saat ini membuat kyuhyun terasa sangat senang dan sedih juga, entah kenapa kyuhyun seolah sedang bermimpi lagi saat melihat kibum sedang duduk di ranjangnya.
" aku tau, aku membawakanmu obat minumlah" ucapnya dan mengeluarkan bungkusan tablet berwarna putih yang ada dalam kantong celananya.
" apa aku sedang bermimpi, katakan jika kau bukan khayalanku saja dan akan menghilang lagi seperti waktu itu hosh..hosh..." ucap kyuhyun dengan nada cemas melupakan rasa tidak enak dan rasa sakit yang mengerogoti tubuhnya sesaat nafasnya mulai memberat.
" kau tidak sedang bermimpi kyu dan aku tak akan meninggalkanmu lagi aku janji, aku akan kesini setiap hari sampai kau sembuh, sekarang minumlah obatnya" ucap kibum memasukan obat kedalam mulut kyuhyun sambil membantunya berdiri untuk meminum air putih namun sedetik kemudian kyuhyun memuntahkan kembali obat itu beserta airnya yang menyembur membasahi kaos kibum dan muntah lagi.
" maaf" bisiknya lemah merasa bersalah saat melihat kaos yang di kenakan kibum terlihat basah dan kembali merebah karena merasa kepalanya berputar dan berdenyut sakit.
Tanpa merasa marah atau jijik kibum mengambil obat yang di muntahkan kyuhyun tadi, memasukan kedalam mulutnya meminum air dan mendekatkan bibirnya ke arah bibir kyuhyun mendorong dengan lidahnya agar obat itu bisa tertelan dengan sempurna kedalam perut kyuhyun, sebelum tautan bibir mereka terlepas kibum sedikit melumat bibir kyuhyun lembut menyalurkan rasa cintanya pada pemuda yang bahkan nyaris mengacak-acak pikirannya hampir setiap malam.
" hehehe terima kasih kibummie hosh..hosh.." kekeh kyuhyun dengan suara serak dan nafas tersenggal.
" sepertinya kau menyukainya" ucap kibum ikut tersenyum melihat kyuhyun tertawa senang seraya mengusap sudut bibir kyuhyun yang basah oleh air dengan ibu jarinya, di tatapnya wajah pemuda manis itu dengan lembut kibum sadar betapa dia sangat mencintai kyuhyun lebih dari yang dia kira.
" lain kali aku tak akan meminum obatku lagi, hosh... aku akan menunggumu datang dan hosh...memberikannya padaku hosh..., aku suka caramu saat hosh..memberikan obat padaku kibummie hosh...hosh..." balas kyuhyun senang melupakan sepenuhnya rasa sakit yang di rasakannya tadi entah efek obat atau efek hatinya yang sedang bahagia.
" berhentilah berbicara kyu wajahmu pucat sekali, dan jangan berpikir untuk melakukan itu, kau harus meminum obatmu teratur kyu, jika kau sembuh aku akan memberikan apapun yang kau mau" ucap kibum mengacak surai kyuhyun sayang entah sejak kapan kibum mulai menyukai kyuhyun, mungkin kibum sudah menyukai kyuhyun di awal pertemuannya dengan pemuda manis itu, di taman itu.
" apapun, termasuk menjadi kekasihmu hosh...hosh..?!" tanya kyuhyun setengah berharap.
" apapun, aku akan memberikannya apapun yang kau minta termasuk diriku sendiri, sekarang tidurlah aku akan menjagamu" bisik kibum ikut merebah di samping kyuhyun seraya mencium puncak kepalanya, kyuhyun tersenyum puas mendengar jawaban kibum seraya memeluk pinggang kibum erat.
" kibummie hosh..., katakan padaku saat itu kau memang nyata hosh..menemuiku dan menciumku hosh..., katakan jika waktu itu aku tidak sedang bermimpi hosh...hosh...?!" tanya kyuhyun nafasnya terdengar lemah dengan mata yang setengah tertutup.
" ya kyu, maaf karena membuatmu menangis waktu itu" sesal kibum dan semakin mengeratkan pelukannya dan mencium kening kyuhyun lagi untuk yang kesekian kalinya seolah dia tak pernah merasa bosan.
" terima kasih bummie" balas kyuhyun nyaris seperti bisikan dan tertidur setelahnya.
" jaljayo kyuhyunnie, semoga mimpi indah" bisiknya dengan tatapan sendu, sebelum benar-benar pergi kibum memastikan bahwa kyuhyun sudah tertidur dan tak akan membangunkannya, sungguh kibum sangat berat jika harus meninggalkan kyuhyunnya, miliknya yang paling berharga.
" cepat sembuh kyu, aku mencintaimu" bisiknya mencium bibir kyuhyun lembut dan beranjak pergi meningalkannya kediaman keluarga cho.
[~Lizz_L_L~]
" hyung tangkap" teriak namja berkulit tan itu~kai~pada si big head alias yesung dan terkekeh senang setelahnya saat melihat yesung terkejut dan menampik asal benda yang di lempar kai dan sukses menyiprati kemeja mahalnya dengan noda merah berbau besi itu.
" yak...kamtjong, kau ingin mati hah?!" teriak yesung marah saat melihat kemejanya terlihat kotor dan benar-benar berantakan serta bau.
" kenapa kau malah melemparnya hyung, kau tidak seru, mana jae hyung aku ingin memberikan ini padanya sebagai hadiah" tambah kai lagi seraya memungut benda yang ternyata adalah sebuah kepala manusia itu dengan darah segar
yang masih menetes di bekas perpotongan lehernya.
" apa itu mir?! Mana bagian tubuh lainnya?!" tanya yesung seolah menanyakan harga beras pada kai seraya mengusap cipratan darah di kemejanya dengan sebuah saputangan bermotif polkadot yang membuat kai mengernyit jijik melihat selerah kampungan hyungnya.
" aku memberikannya pada phil dan lil, hei kau belum menjawab pertanyaanku big head" ucap kai lagi.
" ya apa-apaan kau jangan memberi makanan philip dan lilian sembarangan apalagi dengan sampah seperti itu, dan apa maksudmu dengan mengataiku big head bocah nakal" marah yesung seraya berkacak pinggang.
" itu kenyataan hyung tak bisa di pungkiri lagi, lagipula sampah yang kau maksud ini itu daging dan mereka itu suka makan daging apanya yang salah, sudah ah aku mau pergi bicara denganmu membuatku mulas saja hyung" ucapnya kurang ajar berlalu pergi seraya menjulurkan lidahnya mengejek.
" yak...awas kau hitam" teriak yesung mengambil sebuah katana yang terdapat di tembok dan melemparnya ke arah kai hingga mulus mengenai telinga kanannya hingga sobek dan darah segar langsung menetes dari sobekan kulitnya, sementara kai hanya balas menyeringai dengan aksi kakak keduanya itu, asal kalian tau jika yesung ingin maka bukan hanya telinga kai yang akan terluka namun bisa di pastikan kepalanyalah yang akan terpenggal.
Kai berjalan santai tak mengindahkan telingahnya yang berdarah-darah, sudah kubilang keluarga kim sangat tau bagaimana caranya mengatasi rasa sakit. Kai berhenti tepat di depan ruang kerja ayahnya samar dia mendengar suara ayahnya dan jaejong, hyung pertamanya sedang berbicara.
" jangan berlebihan jaejong, tidak seharusnya kau meracuni pemuda itu, kau terlalu gegabah, jika kibum tau kau tidak tapi kita semua akan dalam masalah besar karenanya" ucap kangin dengan nada tenang.
" hanya ingin menguji, apa dia pantas menjadi bagian dari kita tidak ada salahnya bukan, lagipula aku yakin sebelum dia benar-benar mati pasti kibum bisa menyelesaikan tantangannya tanpa kesulitan, bukankah itu juga hak kita menentukan siapa yang pantas dan tidak bersanding dengan sang pewaris jika kyuhyun tak bisa mengatasinya berarti dia memang tak pantas untuk kibum" jawab jaejong santai seolah-olah nyawa manusia hanyalah mainan baginya.
" jangan pula abaikan fakta jika kyuhyun sampai mati maka kepalamu dan kepala kita semua adalah taruhannya" ucap kangin tajam.
" percayalah dad kibum tak akan membunuh kita sampai dia mendapat penawar racun dariku karena tak ada obat yang dapat menangkalnya selain obat dariku" ucapnya tak kalah dingin.
Mendengar pembicaraan kakaknya dan ayahnya membuat wajah kai sedikit memucat pasalnya dia mendengar hal yang tak seharusnya di dengar.
" sialan, jaejong hyung awas saja jika kami terlibat kedalam bahayakarenanya" runtuk kai kesal. Memang meski acuh anggota keluarga kim tak pernah mencampuri urusan yang lain tapi lain halnya dengan kibum karena kibum adalah sang pewaris tapi sejak kejadian meninggalnya donghae kibum sudah menekankan jika mereka masih memginginkan kibum untuk jadi pewaris, maka mereka tak boleh mengusik milik kibum dan apa yang di inginkan kibum jika mereka melanggar maka bencanalah yang akan keluarga kim terima karena jika sang pewaris sampai marah dan mengamuk tak akan ada yang bisa melawan ataupun menghentikannya, karena takdir seorang pewaris adalah menjadi monster pembunuh yang tak ada tandingannya bahkan jika seluruh keluarga kim bersatupun tak akan bisa menyamai kekuatan kibum meski hanya separuh.
Kai mengeram marah dengan aksi kakak pertamanya yang sungguh di luar dugaan itu dengan cepat kai berlari meninggalkan ruang kerja ayahnya dan setelah menaruh kepala mir di atas guci di depan ruang kerja ayahnya dan berlari mencari yesung atau ren, semoga hal ini belum terlambat.
TBC
Huhuhu mianh jika jelek, soalnya data yang asli gg sengaja kehapus padahal lizz udah buat dari seminggu yang lalu dan udah siap publish sumpah kesel banget dan akhirnya jadi kayak gini deh maaf ya moga gg mengecewakan...
Ok see you next chap..^^
