Tittle : pangeran musim dingin
Cast : kibum x kyuhyun
Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.
Warning : boy x boy bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.
Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.
.
.
.happy reading ^^
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Tak
Tak
Tak
Hentakan sol sepatu kibum terdengar mengema keras di dalam lorong yang sepi, deru nafasnya terdengar sangat tidak beraturan dan terdengar sedikit berat, jika kalian tau cara dengusan binatang yang sedang mengamuk kalian bisa membayangkan dengusan seperti itulah yang keluar dari lubang hidung kim kibum, tatapannya bahkan terlihat lebih nyalang dan dingin dari sebelumnya, tangannya terlihat mengepal kuat-kuat.
kibum hanya mencoba untuk menahan amarahnya agar tidak segera menghambur dan menyerang kakek serta paman dan bibinya, bahkan kini gemeletuk antara gigi gerahamnya yang saling beradu terdengar di antara sunyinya lorong panjang itu.
Satu hal yang pasti kibum sangat tidak suka jika dunianya di usik oleh seseorang, dia juga tidak suka jika dunianya terancam dalam bahaya dan untuk saat ini kyuhyunlah dunia yanh kibum milikki.
Jika ada seseorang yang mengancam dan berusaha melenyapkan serta menghancurkan dunianya maka...
" akulah yang harus lebih dulu menghancurkan mereka..." bisiknya dengan aura gelap yang mengitarinya, terlihat begitu pekat dan menakutkan.
Kibum mendorong kasar pintu besar itu dengan gedebum pelan, terlihat semua mata mulai mengawasi kedatangannya termasuk mata tajam sang kakek yang menatap intens setiap pergerakan kibum, namun kibum tidak pernah merasa gentar atau terintimidasi sedikitpun dengan tatapan sang kakek, dia hanya terus berjalan dengan sikap angkuh dan balas menatap sang kakek dengan tatapan tak kalah tajamnya mengkukuhkan jika seorang kim kibum tidak pernah takut dengan apapun dan tak akan pernah tunduk pada siapapun termasuk pada sang kakek sendiri.
Kibum berdiri mensejajarkan tubuhnya di antara ke empat saudara laki-lakinya yang telah datang terlebih dulu memenuhi panggilan dari sang kakek.
" aku tidak akan meminta maaf dengan keterlambatanku, langsung saja katakan apa maksudmu memanggil kami kemari dan jangan coba untuk berbasa-basi denganku" ucap kibum sarat ancaman menatap bengis sang kakek seraya memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya dengan tatapan angkuhnya yang masih betah singgaj di wajah dinginnya, sementara keempat saudaranya hanya bisa menyeringai senang dengan sikap kurang ajar kibum yang di tujukkan pada sang kakek yang kini balas menyeringai melihat sikap angkuh yang di warisi dari dirinya melekat erat pada kim kibum anak keempat dari putra keempatnya kim kangin.
Namun lain halnya dengan paman dan bibinya yang mengeram tak suka melihat aksi kibum tersebut.
" jaga bicaramu bocah atau aku akan melakukan..." ancam kim ji woon anak ketujuh kim myung do pada kibum, namun belum sempat dia menuntaskan maksudnya ucapannya di potong oleh dengusan kesal bernada meremehkan dari kai.
" kayak kau bisa saja menyentuh kami" sahut kai enteng menatap remeh ji woon yang terlihat mengeram marah dengan sikap kurang ajar kai yang di tirunya dari kakaknya, kibum.
" kau..."
" hentikan, sekali lagi kau berani melayangkan ancaman pada adik-adiku, aku tak akan segan-segan untuk merobek mulutmu, paman" ancam jaejong menatap sengit seraya menyeringai menantang, ji woon terlihat semakin mengeram marah dengan aksi kurang ajar yang di tunjukan kim bersaudara itu padanya.
" tutup saja mulutmu dan biarkan kakek mengatakan apapun itu dan segera membiarkan kami keluar dari tempat membosankan ini" yesung ikut menimpali dengan nada santai namun tetap mengandung makna tersirat dari ucapannya, sementara myungsoo hanya mendengus meremehkan menatap sekumpulan paman dan bibinya yang mulai mengeram marah dan menguarkan aura membunuh melihat keangkuhan kim bersaudara itu, perlu di tekankan sekali lagi seorang kim tidak di ajarkan bagaimana caranya menjadi seorang penakut dan menjadi pecundang, seorang kim hanya di ajari untuk menaklukkan rasa sakit dan bagaimana caranya membunuh dengan kejam, bahkan mereka tidak akan gentar meski lawannya adalah kematian sekalipun.
" hahahahaha...bagus sekali, kalian memang cucu-cucu kesayanganku" tawa mengelegar kim myoung do memecahkan suasana dingin yang menebal dan tercipta kuat karena perseteruan antara kim bersaudara dengan paman serta bibinya.
" dimana yuu jin dan kesayanganku taeyeon?!" tanya myung do menatap kepada kim bersaudara yang beranggota tidak lengkap itu.
" mereka ada di tempat yang seharusnya, dan kau tak perlu tau dimana itu" jawab kibum menatap kakeknya lagi masih dengan nada angkuh, myung do hanya tertawa sekali lagi mendengar nada arogant dalam suara kibum.
" katakan apa yang kau inginkan dari kami kakek, aku tau kau memanggil kami bukan dengan maksud untuk mengabsen kami satu persatu, lagipula kau tak akan melakukan hal sia-sia seperti itu" ucap jaejong dengan nada sedikit mengejek.
" kalian...ada saatnya kekurang ajaran berada pada tempatnya, jangan kalian kira dengan pikiran kekanakan macam itu, kalian bisa mengalahkan kami, jangan terlalu sombong" ucap woo bin paman ke enamnya berdiri menjulang di depan jaejong dengan sikap menantang seraya mengangkat tangan kirinya berusaha meremas-(red: menghancurkan) kepala jaejong, sedetik saja jaejong terlambat menghindar bisa di pastikan kepalanya akan remuk di gengaman tangan besar paman keenamnya yang terlihat cukup menyukai darah itu.
Melihat aksi mengejutkan woo bin seketika ke lima kim meloncat mundur dan memasang kuda-kuda bertahan dan menyerang dalam waktu bersamaan dengan tatapan waspada, tanpa di sadari woo bin kibum berlari mendekat kearahnya dengan kecepatan luar biasanya yang nyaris tak terlihat itu.
" kurasa kau salah memilih musuh paman, meremehkan seorang bocah adalah hal konyol yang menjadi penyebab kematianmu, harusnya kau sadar kami memanglah bocah tapi...seorang kim tetaplah kim" bisik kibum yang entah sejak kapan sudah berdiri kokoh di belakang woo bin yang terkesiap kaget bahkan untuk membalikan badannyapun tak sempat dia lakukan, karena gerakan cepat kibum yang melayangkan sebuah tendangan ke arah kepalanya dan menghempaskan kepala woo bin hingga menghantam lantai hingga hancur dengan bunyi yang sangat keras hingga kepalanya remuk redam dengan benda putih bercampur dengan darah yang meloncat keluar dari tempurung kepalanya yang bahkan sudah tak berbentuk lagi dan darah yang terciprat sempurna ke wajah dingin kibum yang menatap jasad pamannya dengan ekspresi tak terbaca bahkan terlihat sangat tenang seolah tak pernah terbersit dalam otaknya rasa takut ataupun rasa bersalah di matanya, sepertinya kibum terlalu besar mengeluarkan kekuatannya hingga tanpa sadar membunuh woo bin seketika.
Kibum berbalik menatap sang kakek dengan ekspresi tak terbaca.
" jauhkan tangan kotormu dari milikku" kibum menatap sang kakek dengan nada penuh ancaman seolah tau apa yang sedang ada dalam pikiran laki- laki tua yang terlihat angkuh dengan garis rahang yang tegas menatap kibum dingin tanpa senyum di wajah mengerikannya.
"setetes saja ada darah yang mengalir keluar dari tubuhnya, aku tak akan segan-segan melakukan hal yang tak akan kau duga sebelumnya, kakek" kembali kibum melanjutkan ucapannya dengan nada yang lebih dalam dan lebih dingin.
" oh... ya kau masih punya sebelas anak kan, kurasa tidak buruk bermain-main sedikit dengan mereka, ah...kurasa aku tau bagaimana rasanya menikmati kematian, seperti yang kau ajarkan dan rasanya sangat menyenangkan, apa kau ingin mencobanya, kakek?!" jelas kibum dan menyeringai namun nada dingin menusuk keluar dalam suaranya, seolah menegaskan sebuah makna tersirat dalam perkataannya, seolah menantang sang kakek.
" kau mengancamku?!" tanya sang kakek dengan raut wajah yang berubah menjadi serius dan sedikit mengeras.
" ya aku mengancammu" balas kibum yakin balas manatap mata sang kakek dingin seringaian sudah menghilang tak berbekas dari wajah kibum.
[Lizz_L_L~]
Bruk
"Hyukkie..."
" menjauh darinya cho dan jangan bernafas, sial mereka memasukan racun kedalam ruangan ini, cepat keluar" teriak yuu jin panik menghampiri eunhyuk yang terjatuh ke lantai dan tak bergerak lagi entah sudah mati atau sedang pingsan, yuu jin mengendongnya seperti karung beras, yuu jin sadar ada kepulan asap putih yang keluar dari celah tembok di bawah kaki eunhyuk.
" kyu ayo" teriak taeyeon mengkomando kyuhyun yang terpekur diam membatu di tempatnya berdiri agar keluar dari dalam ruangan itu.
" m~maaf" ucapnya di sertai nada cemas saat dan sedikit terbata, matanya tak teralihkan menatap eunhyuk yang berada dalam gendongan yuu jin, cepat taeyeon membuka pintu dan membiarkan kyuhyun beserta ketiga temannya untuk keluar namun langkah kyuhyun terhenti karena melihat penampakan seorang laki-laki dengan wajah super dinginnya menatapnya tanpa ekspresi belum selesai sampai di situ saja, laki-laki itu bergerak cepat menusukkan sesuatu pada leher kiri kyuhyun membuat kyuhyun sedikit terkesiap dengan aksi mendadak laki-laki tak di kenalnya itu.
" sial, kau brengsek sekali nam joon" teriak taeyeon menyadari siapa laki-laki yang berdiri di depan kyuhyun itu, taeyeon menarik kyuhyun dan menendang kim nam joon pamannya, anak kedua kim myung do, nam joon hanya menghadang tendangan taeyeon hanya dengan satu tangan namun telak membuatnya terdorong mundur memberi celah untuk taeyeon menyerangnya lagi hingga membuat jarak aman untuk menjauhkan kedua pamannya yang sudah berdiri kokoh di depannya dari kyuhyun dan teman-temannya.
" sial..." umpat taeyeon menatap nyalang kepada dua pamannya yang berdiri bagai benteng besar tak tertembus di depannya, kim jae seop dan kim nam joon, mustahil taeyeon bisa mengalahkan si nomor satu jae seop dan si gila darah nam joon, ayolah taeyeon hanya seorang gadis cilik berusia sepuluh tahun.
" kyu...bangunlah?!" tepukan pelan di layangkan yuu jin pada pipi sehalus porcelen milik kyuhyun yang tergeletak tak berdaya di lantai dengan mata separuh terbuka, sepertinya kyuhyun sesusahan sekali untuk membuka matanya yang terlampau berat itu.
Yuu jin mengambil suntikan yang berisi cairan berwarna orange yang masih tersisa separuh di dalamnya.
" kurang ajar, beraninya mereka melakukan hal pengecut seperti ini" geram yuu jin menatap ke pintu keluar yang terpampang jelas punggung seorang kim taeyeon, adik ciliknya yang berdiri kokoh di depan pintu tanpa rasa takut sedikitpun.
" apa yang mereka lakukan pada kyuhyun?!" tanya heechul berjongkok di samping kyuhyun, matanya sembab oleh air mata dan terlihat sekali tatapan cemas di dalam binar matanya yang mulai meredup ketakutan itu, di sebelahnya ryeowook terlihat membeku dengan raut wajah pucat pasi, dia menangis namun tak ada suara yang terdengar seolah suaranya tertelan oleh rasa takutnya sendiri.
" mereka hanya memberi obat bius pada kyuhyun, tapi jika cairan ini masuk kedalam tubuhnya dengan sempurna bisa ku pastikan kyuhyun... Tak akan pernah bisa membuka matanya kembali, tetaplah disini aku akan kembali, dan jangan khawatir soal racunnya aku sudah menutup jalan masuknya" ucap yuu jin menatap kedua pemuda mengenaskan dengan berurai air mata dengan wajah pucat pasi, mata heechul melihat lubang tempat keluarnya racun di tembok itu yang kini sudah tertutup rapat dengan kain.
" aku takut...apa kita akan mati hyung?!" tanya ryeowook dengan bibir yang bergetar, heechul balas menatap ryeowook dan memeluknya erat terasa sekali tubuh mungil ryeowook yang sedang mengigil hebat dalam pelukannya.
Ingin sekali heechul mengatakan jika semua akan baik-baik saja namun rasanya heechul tak akan bisa mengatakan hal itu karena dia sendiri tidak yakin apakah besok dia masih bisa bernafas lagi.
Yuu jin menutup pintu kamar kibum menutup akses kedua paman mereka agar tidak lebih jauh lagi melangkah masuk.
" tak kusangkah seorang kim seperti kalian akan melakukan hal pengecut seperti ini?!" ujar yuu jin tenang menatap intens kedua pamannya yang masih diam membisu di tempatnya.
" kalian menjijikan, bahkan lebih menjijikan daripada kotoran, ah...aku bahkan sadar jika seorang kim seperti kalian, bukan...keluarga kim ini terlihat begitu memuakkan" sinis taeyeon dengan tangan terkepal kuat.
" kami tidak harus berterima kasih dengan sanjunganmu bocah, serahkan saja pemuda itu dan aku akan membiarkan kalian hidup" suara berat jae seop sedikit membekukan persendian taeyeon dengan aura mengintimidasi yang sedikit mempengaruhinya. Sementara Yuu jin hanya mengeram marah mendengat nada angkuh yang terlontar dari bibir jae seop.
" mati saja kau" ucapan dingin terlontar dari bibir yuu jin ketika tanpa aba-aba dia berlari menghampiri jae seop, taeyeon tau yang berkata tadi bukanlah yuu jin melainkan si gila aron, setidaknya aron lebih bisa menguasai pertarungan satu lawan satu dengan si busuk kim jae seop yang ada di depannya, tidak mau kalah taeyeonpun ikut berlari dan menyongsong nam joon, taeyeon berlari ke samping tembok berlari cepat di atas kemiringan tembok dan meloncat ke atas kepala nam joon melayangkan sebuah tendangan keras yang di tahan nam joon tanpa susah namun terlihat sekali jika tendangan taeyeon tidak bisa di remehkan terlihat dari pijakan nam joon yang ambles dengan lantai di bawahnya yang hancur dengan retakan-retakan besar.
Sementara yuu jin meyerang jae seop dengan lincah meloncat kesana kemari, melayangkan tendangan dan pukulan dengan ritme cepat sedikit membuat jae seop kewalahan dengan serangannya yang kuat dan terkesan membabi buta, sangat tidak terkendali, sesekali terlihat yuu jin tertawa bengis dan tatapannya seolah berbinar senang dan penuh dengan semangat membunuh bahkan dia sudah tak sabar lagi ingin meremukan segala tulang yang ada di tubuh jae seop.
" aku tidak sabar memisahkan kepalamu dan merasakan tulang-tulangmu bergeser" gumamnya seraya menjilati bibir bawahnya seduktif, seolah sedang membayangkan rasa darah yang ingin di cecapnya dari tubuh pria yang menjadi lawannya itu.
Tanpa mereka sadari pintu kamar milik kibum terbuka, bukan tepatnya hancur dengan si kecil ryeowook yang terpental mengenaskan dengan darah yang mengalir deras dari perutnya, pemuda mungil itu tak dapat bergerak dari posisinya yang terduduk di tembok seraya merintih pelan sepertinya kesadarannya seolah terseret dari dunia nyata dan semakim menghilang saat tubuhnya benar-benar diam tak bergerak.
" brengsek menjauh darinya?!" teriakan heechul mengema di dalam ruangan itu, entah dia berteriak kepada siapa yang jelas disana dia tidak sendirian.
" bajingan, apa yang kau lakukan kali ini huh..." yuu jin berteriak emosi tanpa sadar saat perhatiannya teralihkan dengan mudah jae seop menusukkan suntikan yang sama seperti yang di berikannya pada kyuhyun, yuu jin menyentak jo seop dengan sebuah tendangan meski di bilang mulai melemah namun masih bisa memberikan efek sakit bagi sang penerima.
" sialan...uh..." nafas yuu jin tersenggal sepertinya kali ini dia juga tak akan bisa mempertahankan kesadarannya lagi dan itu membuatnya sedikit kesal karena kesenangannya akan segera berakhir dengan hasil yang menyedihkan.
" meski aku harus mati setidaknya aku akan membawa salah satu di antara kalian" dengan tenaga yang tersisa yuu jin menyerang jae seop yang kini terlihat menyeringai padanya namun seringaiaan itu berubah menjadi ekspresi terkejut, dia mengeram kemudian saat merasakan dua tusukan injeksi itu mengenai pungungnya, yuu jin berhasil meraih suntikan itu tanpa di ketahui jae seop, dengan marah jae seop melayangkan tinju terakhirnya pada yuu jin, membuatnya terpelanting sejauh lima meter dan ambruk setelahnya.
" rasakan itu bangsat, kau pantas mendapatkannya" bisik yuu jin dan menutup matanya kemudian.
" sialan" taeyeon mengeram frustasi pasalnya keadaannya saat ini sangat genting dan tidak menguntungkan untuknya, pikirannya terpecah ingin menghalangi nam joom atau menolong heechul dan kyuhyun di dalam kamar kibum.
" sepertinya tugasku sudah selesai, senang bermain denganmu bocah" ucap nam joon mengendong tubuh jo seop dan melengang pergi meninggalkan taeyeon yang terkejut dengan sikap pamannya itu, dia sama sekali tak mengerti dengan isi pikiran pamannya yang meninggalkannya di tengah kemenangannya jika saja dia memang berniat membunuhnya mungkin dia dengan mudah dan akan memenangkan pertarungan ini, namun dia sadar jika bukan itu yang harus di khawatirkannya saat ini, taeyeon tau jika keadaan kyuhyunlah yang pantas untuk di khawatirkannya.
" brengsek, aku benar-benar membenci mereka" teriak taeyeon berlari menuju kamar kibum.
" hello dear, sepertinya kau sedikit terlambat" ucap tae hoon menyeringai menatap taeyeon yang membelalakan matanya terkejut melihat tae hoon yang sama gilanya dengan aron yang berdiri dengan seringai memuakannya serta membopong tubuh lemah kyuhyun di pundak kanannya sementara tangan kirinya mencengkeram kepala heechul yang terdiam tanpa perlawanan di sana dengan tubuh yang terkulai lemah, tanpa menunggu sahutan taeyeon, tae hoon melempar tubuh heechul keluar dari jendela lantai dua menabrak dan memecahkan kacanya kemudian tubuhnya meluncur bebas begitu saja menuju ke bawah.
" tidaaakkk..." teriak taeyeon seolah menyayangkan tindakan tae heon yang melempar tubuh heechul dengan seenaknya.
" upss...maaf tanganku licin" jawabnya dengan seringai menjijikan.
" kau..." taeyeon menatap tae hoon dengan tatapan benci dengan nafas yang memburunya dia mulai menyerang laki-laki itu dengan beringas, namun tae hoon seolah tak merasakan perlawanan yang berarti dari bocah itu.
" maaf dear, aku suka bermain denganmu tapi maaf sekali lagi aku tak bisa bermain denganmu lama-lama" ucapnya mencekal tangan taeyeon, gadis kecil itu berontak dengan sedikit tersengal dia berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman tangan tae hoon namun takdir seperti berkata lain, meski dirinya bisa berkelit dan melemparlan serangan namun tanpa susah tae hoon kembali mencengkeramnya dan mencekik leher taeyeon di udara hingga tubuhnya terangkat.
Cuih...
" p~pergilah k~keneraka bangsat" gumam taeyeon dengan suara terputus-putus seraya meludah penuh kebencian ke wajah tae hoon.
Tae hoon terkikik sebentar dan matanya berubah menjadi tajam tak suka, di lemparkan tubuh kecil taeyeon ke udara dan dengan gerakan kilat tae hoon menendang tubuh ringkih taeyeon keras hingga si gadis kecil itu terhempas menabrak dan menghancurkan dinding kamar kibum hingga menembus tembok dan tergeletak lemah di lorong dengan darah segar keluar dari kepalanya dan mulutnya.
" jangan pergi brengsek, jangan bawa kyuhyun" rintih taeyeon pelan, setitik bulir liquid terlihat mengalir dari celah matanya, taeyeon terisak pelan.
" oppaaa...maafkan aku..." isaknya lemah entah kenapa hatinya terasa sesak di penuhi oleh rasa bersalah pada kibum karena tidak bisa menuhi janjinya menjaga kyuhyun hingga akhir.
End
Mianhe lama ya lizz update nya hahaha moga gg bosen ya nungguin ff yang satu ini, sebenarnya sih ff nih udah selesai udah lama tapi keknya ada yang gg beres dan agak gg sreg makanya gg jadi di update dan moga yang ini juga gg begitu ngecewakan.
Amiinnn^^
"DECEMBER CERIA KIHYUN"
Berhubungan karena akan adanya Kibum itu urutan ke 12 di SJ dan Kyuhyun urutan ke 13 (diurutkan usia) maka para author Kihyun dan beberapa Kihyun shipper beranggapan kalau itu "KiHyun Days" (13 Desember). Kita segenap keluarga besar penggemar imajinasi yang dirangkum dalam bentuk tulisan bernama FanFiction maka marilah kita membuat event itu menjadi sesuatu yang menyenangkan. "Kibum & Kyuhyun paradise FF in December". Baiklah baiklah, cara gampangnya berpartisipasi adalah sebagai berikut :
Author :
- Menulis FF di akunnya masing masing dalam situs FFn
- Genre dan lainnya bebas
- GS / BL (diperbolehkan)
- Brothership / Romance / Family (No problem)
- Mencantumkan kata "DECEMBER CERIA KIHYUN)" ketika di summary.
- Di posting mulai tanggal 13 Desember sampai akhir bulan Desember.
- One shoot / Chapteran dibebaskan
- Harus bernafaskan Kihyun. Kibum (Super junior) dan Kyuhyun (Super Junior)
- Jangan harapkan ada pemenang (karena cuma buat ceria doang)
- Bersedia di kritik dan di berikan saran, untuk kemajuan seluruh author dan partisipan xD
Reader :
- Membaca FF yang telah di publish
- Diperbolehkan kritik membangun (tidak dalam bentuk bashing)
- Diperbolehkan menulis saran dan pujian (dengan kata yang sopan)
- Diwajibkan meriview yang sudah di baca walaupun tidak sesuai kata hati.
- Langsung di kotak review'an bukan di PM
- Tidak diperbolehkan menagih FF lain dan Out Of Topic.
Nah.. kita sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan dan etika dalam penulisan. baik sebagai reader maupun author. Harap diperhatikan.
Nb : JANGAN LUPA MEMBUAT DECEMBER CERIA KIHYUN DI SUMMARY
^^ Terima kasih
Sign
Istri Kibum xD (Copas dari tahun lalu - parah ya ane) Harap undangan ini di copy di setiap FF dan PM para author Kihyun agar eventnya semakin besar
