Tittle : pangeran musim dingin

Cast : kibum x kyuhyun

Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.

Warning : boy x boy, BL, bahasa tidak baku dsb, gak sempet ngedit jadi harap maklum jika typo(s)nya keterlaluan

Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.

.

.

.

Happy reading

[~Lizz_L_L~]

Byur

Kyuhyun mengerjapkan matanya sedikit terkesiap saat air dingin itu datang dan menguyur wajahnya dengan tiba-tiba, lagi-lagi mereka, membangunkan kyuhyun dengan cara kasar dan tidak sopan seperti ini.

Mata kyuhyun sedikit terbuka "Ugh..." dia mengerang sakit saat merasakan nyeri tak tertahankan di sekujur tubuhnya dan rasa sakit di kaki kanannya yang terasa semakin menjadi-jadi seolah menusuk hingga tulang sumsumnya saat dirinya mencoba untuk bergerak.

" waaow...kau sudah bangun princess?!" tanya tae hoon tersenyum mengejek menatap kyuhyun, di belakangnya sudah berdiri dua orang laki-laki yang terlihat sedang terlibat sebuah percakapan serius.

" hoon, jangan main-main dengannya, segera bereskan dia" perintah kakak pertama mereka yang sudah tersadar dari obat bius berdosis tinggi itu dan berlalu pergi meninggalkan ruangan disusul oleh nam joon yang mengekor di belakangnya, mendengar perintah jae seop tae hoon menampilkan seringai lebar menatap tubuh lemah kyuhyun dengan tatapan buas.

" nah...ayo kita akhiri permainan ini dengan sedikit bumbu siksaan yang pastinya akan menyenangkan" ucapnya terdengar senang sekali.

" tunggu aku dan jangan kemana-mana princess kita akan bersenang-senang sebentar lagi" ucap tae hoo nyengir seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah kyuhyun dengan ekapresi memuakan. Tae hoon melangkah keluar ruangan menjauhi kyuhyun pergi entah kemana, kyuhyun terlihat gelisah sepertinya sesuatu yang buruk akan menimpanya sebentar lagi. Dia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk kabur dari tempat terkutuk ini.

" tidak...tidak...aku tidak boleh mati di sini, aku harus hidup" batin kyuhyun berteriak matanya menatap nyalang pintu ruangan kotor ini yang terbuka lebar untuknya seolah memanggil. ini adalah satu-satunya kesempatan kyuhyun untuk meloloskan diri.

" sekarang atau tidak sama sekali" bisiknya memberi semangat pada dirinya sendiri.

Dengan kekuatan yang tersisa kyuhyun bangkit berdiri dengan susah payah, menopang tubuhnya dengan satu kaki yang terlihat sama lemahnya dan sedikit bergetar, sesekali dia meringis saat merasakan kakinya yang kembali berdenyut-denyut mengerikan saat menapak lantai seolah-olah rasa sakitnya seperti akan membelah tubuhnya menjadi dua bagian, bahkan keringat dingin keluar dengan cepat dari celah pori-pori kulitnya yang terlihat semakin memucat itu.

Dengan langkah tertatih-tatih kyuhyun berjalan menuju pintu keluar di tolehkan kepalanya kekiri dan kekanan saat di rasa keadaan sudah aman kyuhyun mulai bergerak lagi meningggalkan ruangan itu dengan langkah sedikit tergesah tak ingin bila si gila hoon menangkapnya dan menyiksanya lebih jauh lagi dan berakhir dengan dirinya mati dengan keadaan yang mengenaskan, kyuhyun tidak mau lagipula dia belum bertemu kibumnya dan kyuhyun tidak mau mati sebelum bertemu dengan pemuda datar yang entah kenapa membuat dirinya sangat merindukan kibum setengah mati itu, sejauh ini kyuhyun cukup aman dan berhasil melewati lorong gelap yang terasa sangat panjang itu, semoga saja bajingan brengsek itu tidak kembali terlalu cepat dan menyadari jika dia tak ada di tempatnya dan dengan cepat menemukannya, sedikit lagi kyuhyun bisa mencapai pintu keluar sedikit menyunggingkan senyum bahagia di bibirnya menciptakan sensasi peri saat bibir sobeknya di paksa untuk membuat senyuman namun kyuhyun tak perduli dengan itu di pikirannya dia hanya ingin bebas dan bertemu dengan kibumnya, akhirnya kyuhyun bisa juga lepas dari sarang buaya namun sebelum dia benar-benar menyentuh cahaya kebebasannya kyuhyun merasa surai cakaramelnya di tarik paksa oleh seseorang hingga dia twrjengkang ke belakang dan tubuhnya di hempaskan begitu saja di lantai membuatnya sedikit terkejut dengan rasa sakit yang semakin menjadiseakan membuat tulangnya remuk saat lantai menghantam tubuhnya sekali lagi, mata kyuhyun membulat saat di tatapnya hoon yang berdiri kokoh dengan wajah bengis menatapnya seolah ingin membunuh dan melumatkan tubuh kyuhyun hidup-hidup, kyuhyun mendelik ketakutan reflek dia menyeret tubuhnya menjauhi hoon yang menatapnya bengis.

" dasar bitch sialan, mencoba kabur oh...kau pasti akan menyesal membuatku marah, brengsek" ucapnya dingin mendekati kyuhyun dan menjambak surainya menarik sepanjang lorong gelap itu menuju ruangan di mana kyuhyun di sekap selama ini, sementara kyuhyun mencoba memukuli tangan hoon yang ada di kepalanya dengan lemah dan akhirnya membiarkan saja lelaki itu membawanya, rasanya kulit kepalanya terasa akan jebol karena jambakan tangan hoon apalagi dia membawa kyuhyun dengan menyeretnya seperti binatang buruan itu.

Hoon menghempaskan tubuh kyuhyun membuat pemuda itu menatap ketakutan kearahnya, apalagi saat hoon mengambil sebuah tambang dan melilitkannya ke leher kyuhyun yang merontah dengan tenaga seadanya.

" apa yang akan kau lakukan padaku?!" tanya kyuhyun dengan suara sedikit bergetar takut dengan air mata yang terlihat mengalir di kedua pipi pucatnya.

" ayolah kau tidak bodoh kyu, kau pasti tau apa yang akan kulakukan" ucap hoon malas menangangpi pertanyaan kyuhyun yang masih fokus dengan tambangnya yang sudah terpasang sempurna di leher kyuhyun. Dia mengikat kedua tangan kyuhyun dan kakinya juga setelah selesai dia menarik sebuah kursi yang tak begitu tinggi dengan tiga kakinya yang sedikit pincang tidak singkron menyebabkan dia bergoyang-goyang tidak seimbang apabila di injak atau ketika mendapat beban lebih ketika di duduki. Dengan sedikit bersiul hoon mengambil tali yang mengikat leher kyuhyun menyangkutkannya pada pilar di atas kepalanya sedikit berkedip saat menatap kyuhyun mengoda seolah hal yang akan di lakukannya adalah hal yang sangat menyenangkan dan dengan sekali sentakan hoon menarik tali itu membuat kyuhyun terseret dengan leher tercekik hingga membuat dirinya berdiri sempurna tepat di atas kursi itu dengan kaki yang menjijit masih berpijak pada kursi.

" jja...akhirnya selesai juga, bukankah aku hebat, kau terlihat mengagumkan jika di lihat dari bawah sini kyu" ucapnya terkekeh senang seperti orang sakit jiwa saat melihat wajah kyuhyun yang sedikit memerah menahan sakit di kakinya yang patah saat manahan beban berat tubuhnya sendiri dengan posisi mengantung dengan leher, tangan dan kaki terikat.

" kita lihat sampai kapan kau akan bertahan dan menyerah dengan kematianmu sendiri kyu, jika kau memutuskan menyerah dan tidak menjijitkan kakimu maka kau akan mati, bukankah cara mati yang penuh dengan ketegangan dan rasa sakit sungguh menyenangkan, ini terlihat cantik dan elegan, kurasa aku akan mengabadikan fotomu untuk koleksiku" ucap hoon terkekeh lagi seraya mengeluarkan ponselnya dan memotret kyuhyun dengan seringai yang terpancar penuh kebahagiaan di wajahnya.

" sampai jumpa kyu, ah...benar jika kau selamat tentunya hahahaha" setelahnya hoon pergi meninggalkan kyuhyun yang kini menatap pintu itu dengan tatapan nyalang, dia sangat takut dan kaki kanannya yang patah sungguh terasa sangat sakit.

" tuhan...apa yang harus aku lakukan apa aku harus mati saat ini juga hiks...hiks...?!" tanya kyuhyun dalam hati terdengar putus asa, tanpa sadar setitik air mata lolos dari iris caramelnya yang mulai meredup dan menetes kencang menuju ke pipinya yang terlihat semakin berwarna putih pucat itu.

" kibummie...tolong aku, cepatlah datang..." teriaknya lagi dalam hati dengan isakan yang semakin kencang.

[~Lizz_L_L~]

" kau sudah mengetahui posisinya?!" tanya jaejong pada earphone yang tersemat cantik di telingahnya yang tersambung dengan yuu jin atau bisa di sebut dengan nerf si hacker atau si ahli penyusup yang kini sedang melacak keberadaan kibum dari satelit kecil yang telah di tancapkan pada bagian bawah gigi geraham kibum, masing-masing kim bersaudara memiliki alat pelacak yang di tanamkan di masing-masing gigi geraham mereka.

" dia keluar dari rumah tae hoon dan bergerak kembali menuju ke rumah inti" ucap yuu jin-nerf-memberitahukan dimana posisi kibum berada saat ini, sementara manik cantiknya masih fokus menatap layar besar di depannya yang menunjukan titik putih yang bergerak sendiri dengan kecepatan kilat. Sementara empat titik lainnya mengikuti bergerak di belakang satu titik itu yang terlihat sedikit jauh.

" ke rumah inti cepat" perintah jaejong pada yesung yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menyusul adiknya yang kini dalam mode monsternya, bisa-bisa kibum akan membunuh orang yang di temuinya di jalan dengan sesuka hatinya dengan cara brutal. Mobil melaju dengan cepat membela udara dingin malam itu.

Kibum berlari dengan kecepatan kilatnya menuju rumah inti atau bisa di sebut rumah perkumpulan atau rumah kakeknya, sepanjang jalan dia hanya berlari tanpa mengenal lelah bahkan wajahnya masih terlihat datar nyaris tak menunjukan ekspresi apapun. Otaknya yang nyaris kosong dan dirinya hanya di kuasai oleh perasaan ingin membunuh tae hoon seperti apa yang di perintahkan jaejong, bahkan ingatannya tentang kyuhyun terasa memblur di kepalanya sesekali terlihat hilang timbul di otaknya bahkan kibum rasanya lupa untuk apa dia melakukan hal itu, membunuh, mencabik dan merasakan banyak darah hanya itulah yang ada di otaknya saat ini dia lupa akan tujuannya mencari kim tae hoon untuk menyelamatkan kyuhyun, kyuhyunnya kekasihnya.

Tak berapa lama kibum telah sampai di depan gerbang tinggi penuh dengan listrik itu yang menyala-nyala terlihat mengerikan. kibum menatap kosong pemandangan di depannya tanpa ada rasa takut dia mengambil ancang-ancang untuk melompati gerbang tinggi itu dan dengan sekali hentakan keras tubuh kibum terlihat melayang di udara dengan sangat heroik dia berhasil melewati gerbang tinggi itu dengan satu kali lompatan tinggi yang membuat tubuhnya seakan melambung di udara dan berhasil dengan mudah mendarat di tanah.

" tuan muda kibum sedang apa anda ada di sini?!" tanya seorang laki-laki berbadan kekar yang memangil kibum dengan sedikit heran, pasalnya sangat tidak biasa sekali tuan muda dinginnya itu datang ke rumah inti secara mendadak tanpa ada pemberitahuan akan adanya rapat perkumpulan apalagi dengan cara melompati pagar dengan resiko tersengat aliran listrik beberapa volt yang bahkan mampu membunuhnya. Kibum menoleh sekilas tanpa menjawab dia berjalan pelan menuju rumah besar yang terlihat kecil di kejauhan sana.

" tuan muda maaf sebelumnya, tapi sudah menjadi peraturan jika hanya orang yang di panggil saja yang di ijinkan untuk datang ke rumah inti, jika..." belum sempat penjaga itu meneruskan omongannya, kepala salah satu penjaga itu terlihat mengelinding di kaki kibum dengan tubuh yang ambruk setelahnya di tanah dan bersimbah darah.

Kibum hanya menatap tubuh tak bernyawa itu dalam diam seraya kembali menjilati tangan kanannya yang basah dengan bau amis menyengat, kibum bahkan tak perlu mengunakan senjata tajam untuk memisahkan tubuh seseorang karena dengan tangan kosongpun kibum bisa membunuh siapapun sesuka hatinya, bukan... dia tak memiliki kuku setajam pisau yang bisa tumbuh sesuka hati bila dia ingin, tidak itu terlalu tidak normal dan mengada-ada untuk ukuran seorang kim kibum, hanya saja tubuhnya bukan tubuh manusia normal pada umumnya, lebih tepatnya susunan tulangnya sangat kuat akibat dari latihan tak biasa yang di tempuhnya sejak dia kecil, bahkan dia bisa menghancurkan tembok dengan sekali tinju, masih ingatkah kalian.

Sementara beberapa penjaga lain yang melihat aksi kibum terlihat membeku di tempat tak berani bicara atau menahan kibum terlalu lama, menatap mata gelap kibum saja seolah membuat mereka gemetar ketakutan setengah mati, bahkan untuk menelan ludahpun rasanya sulit. Mereka berharap kibum segera pergi dari tempat ini atau menjauh kemanapun asal tidak berada di tempat yang sama seperti mereka, rasanya menghirup udara di mana kibum berdiri seolah merubah udara menjadi racun bagi mereka semua dan bisa dengan mudah membunuh mereka kapan saja.

Kibum menatap mereka sekilas tanpa kata dia kembali melanjutkan langkahnya menuju rumah inti. Mulai dari berjalan sedikit berlari dan mulai melesat membela angin hingga sosoknya menghilang di kejauhan terlihat beberapa orang mulai terlihat menghela nafas lega.

" cepat hubungi rumah inti jika tuan muda kibum menyusup masuk" teriak salah seorang penjaga dan berlari menuju pos penjagaan untuk mengabarkan tentang kedatangan kibum, belum sempat alat komunikasi di tutup mereka kembali di kagetkan oleh hantaman keras dari tembok gerbang yang di jebol paksa oleh sebuah mobil buggati veyron warna hitam yang sudah di modif sedemikian rupa oleh pemiliknya, mereka menatap takjub mobil hitam itu yang masih melaju kokoh tanpa berhenti setelah menjebol tembok meski bagian depan mobil itu terlihat sedikit penyok.

" bukankah itu tuan muda jaejong?!" tanya salah satu penjaga heran dan masih terkejut sepertinya melihat penampakan wajah keras dan dingin milik jaejong yang berada dalam mobil mewah itu.

" astaga apa yang sebenarnya terjadi?!" ucap salah satunya lagi dengan sorot mata panik.

" kenapa anak tuan besar kangin datang berbondong-bondong kemari, cepat kabarkan sekarang juga" teriak yang satunya lagi dengan panik mereka bergegas mengabarkan agar seluruh penjaga bersiap akan segala kemungkinan yang terjadi, jika ada satu anak dari kangin bergerak bisa di pastikan bahaya akan datang mendekat kearah mereka, namun jika yang datang lebih dari satu bisa di pastikan ini adalah sebuah pertanda bencana besar bagi rumah inti dan seluruh anggota keluarga kim. Apalagi melihat keadaan kibum yang jauh dari kata normal.

[~Lizz_L_L~]

" bagaimana apa mereka sudah menemukan kibum?!" tanya ren pada yuu jin yang masih terfokus pada layarnya dengan tatapan serius.

" kurasa ini akan jadi akhir dari segalanya ren, kibum...entahlah aku tak bisa mengambarkannya" balas yuu jin menautkan kedua jemarinya di bawah dagu menyanggah kepalanya.

" aku mengerti apa yang kau maksud, jika memang separah itu...?!" ren menjeda kalimatnya.

" apa kau yakin jika seorang kyuhyun bisa menghentikannya?!" tanya ren menatap sangsi pada yuu jin.

" entahlah...aku tak tau ren, semoga saja kibum bisa di selamatkan oleh kyuhyun" ucap yuu jin dengan aura sedikit gelap saat membayangkan adik keempatnya itu.

" ya kuharap juga begitu" balas ren dengan mata yang sedikit menerawang sendu membayangkan wajah kibum yang tersenyum lembut menatapnya.

[~Lizz_L_L~]

Kibum berhasil menerobos penjagaan dengan sangat muda memisahkan beberapa tubuh mereka tanpa kesulitan bahkan kini tubuhnya terlihat lebih mengerikan dan kotor oleh noda darah yang tersebar hampir di tiap inci tubuhnya bahkan wajah putihnya pun yak luput terhindar dari noda darah itu.

kibum telah sampai di hall utama bagunan besar kediaman sang kakek yang entah kenapa tak berada di tempatnya, kibum berdiri diam dengan posisi aneh sedikit membungkuk dengan kedua tangan yang mengelantung di kedua sisinya seraya menatap kosong tanpa ekspresi pada seorang wanita yang sedang menghadangnya dengan sebuah seringaian yang tercetak jelas di wajah angkuhnya, bahkan wanita itu tidak tau jika dia sedang berhadapan dengan monster dan sangat tidak pantas jika dia menampilkan ekspresi angkuhnya untuk saat ini jika yang berada di depannya adalah kibum.

" well, akhirnya kau datang juga, aku tau jika pelacurmu kali ini lebih spesial daripada yang sebelumnya, tapi tidak kusangka kau akan datang secepat ini kim kibum" ucapnya dengan nada suara menjengkelkan seraya menautkan kedua lengannya di depan dada.

Kibum hanya memiringkan kepalanya tak mengerti dengan apa yang di ucapkan yeoja aneh di depannya, seolah kibum tak perduli dengan ucapan wanita yang ada di depannya itu, kini yang ada di dalam otak kibum hanya tae hoon, membunuh tae hoon dan mengambil kepala tae hoon namun jika wanita di depannya ini menghalanginya untuk membunuh tae hoon maka kibum harus membunuhnya terlebih dulu.

" dimana tae hoon" tanya kibum untuk pertama kali suaranya terdengar setelah sekian lama dia membisu dengan suara yang sedikit serak terkesan sangat dingin dan sangat menganggu telinga.

Saeun, wanita itu sedikit terkesiap saat mendengar nada bicara kibum yang seketika membuat bulu kuduknya meremang tanpa di minta, wanita itu sedikit berdehem untuk menetralkan rasa kering di tenggorokannya dan sedikit menormalkan detak jantungnya sepertinya dia sedikit terintimidasi oleh aura yang di bawah oleh kibum.

" seperti yang kau tau, dia sedang bersenang-senang dengan pelacurmu, cho kyuhyun" kekehnya kemudian mencoba bersikap biasa, bahkan saeunpun menyadari jika aura kibum nyaris mirip seperti aura yang di keluarkan kakeknya saat marah, bahkan kini terasa lebih mengerikan.

Kibum sedikit mengernyit saat nama kyuhyun di sebut seakan otaknya sedang memproses pengembalian ingatan yang tengah menghilang dari otaknya, entah kenapa kepalanya seakan ingin meledak jika nama pemuda itu di sebut, hatinya tiba-tiba terasa sakit seperti ada sebuah tangan tajam tak kasat mata yang meremasnya dengan sangat kuat membuatnya sedikit kesusahan untuk menghirup nafasnya. Terlihat sekali pupil mata kibum yang mulai membesar dan mengecil dengan gerakan konstan membuat sang pemilik mengerang penuh kesakitan dengan kedua telapak tangan yang menekan kepalanya yang sedang berdenyut-denyut hebat.

" kyu...hyun..." ulangnya lagi dengan tangan yang sedikit meremas surainya dengan frustasi seolah dia melupakan hal yang penting, sebuah hal yang tak seharusnya di lupakannya, dia ingin mengingat sesuatu yang seharusnya dia ingat tapi entah kenapa rasanya sulit sekali, membuat nafasnya sedikit tersenggal hingga sebuah wajah manis seorang pemuda mulai menampakan dirinya dalam memori kibum, sedikit demi sedikit kilasan masa lalunya dengan namja manis itu satu persatu mulai muncul di dalam kepalanya sekelebatan bagai sebuah film pendek yang di putar dengan indah dengan kyuhyun sebagai tokoh utamanya, melihat namja itu tersenyum, menangis, cemberut dan saat tertawa keras, semua ingatan itu mengalir bagai air di kepalanya, ya kibum mengingatnya, kyuhyunnya...

" kyuhyun...cho kyuhyun..." bisiknya dengan suara tersenggal-tersenggal mulai mengingat setiap memorinya tentang kekasih manisnya itu yang kini entah seperti apa keadaannya, kibum bangkit berdiri dari lantai dengan tubuh gemetar menahan luapan amarah kibum menatap nyalang saeun yang terlihat menyeringai lagi.

" dimana kyuhyunku?!" tanya kibum denggan aura hitam yang menguar dari tubuhnya kini tatapannya tak lagi terlihat kosong seperti zombie, kini tatapan itu terlihat lebih dingin dan tajam menusuk.

" kau pikir aku akan memberitahumu semudah itu ja..." belum sempat saeun menyelesaikan ucapannya kibum melayangkan tendangan ke kepala saeun yang terlontar keras dan terseret di lantai dengan darah yang merembes dari kepalanya dan mulutnya.

" sialan kau bocah" murka saeun berlari mulai balas menyerang kibum, basik kekuatan mereka sangat berbeda dalam hal ini kibum lebih unggul dari saeun.

Kibum kembali menendang perut saeun hingga membuat tubuh wanita itu terpental lagi belum sempat tubuh penuh darah itu menyentuh tanah kibum berlari menyongsongnya dan menghentakan tubuhnya keras ke lantai hingga lantai itu hancur, kibum menatap dingin saeun yang terlihat merintih penuh kesakitan di bawahnya yang menatapnya dengan mata yang memancarkan aura penuh kebencian pada kibum.

" jangan uji kesabaranku, aku tak akan memberi kelongaran meski kau adalah wanita bibi, katakan dimana kyuhyunku?!" tanya kibum dingin.

" fucking you, mati saja kau dengan pelacurmu itu ke neraka dasar brengsek, aku tak akan mengatakan apapun padamu dimana bitch itu berada bangsat, gila" raung saeun marah meludahkan darah ke arah kibum terpuruk dan menangis namun tak ingin menyerah begitu saja di depan kibum yang siap mencabiknya kapan saja.

Kibum menatap dingin saeun yang sudah tergeletak lemah di lantai tanpa kata kibum menginjak perut saeun hingga wanita malang itu memuntahkan darah kembali dan kibum menarik kepala saeun menengadahkan kepalanya agar menatapnya seraya memasukkan kedua tangannya kedalam mulut kecil saeun yang kini sedang merontah hebat di bawahnya berusaha menjauhkan tangan kibum dari mulutnya seraya mencakari tangan dan wajah kibum dengan putus asa, namun apa daya kekuatannya bahkan tak berpengaruh di depan kibum yang terlihat begitu besar dan mengerikan saat menatapnya dengan tatapan bengis.

Tak berapa lama bunyi aneh mulai terdengar saat kibum mulai menarik kedua rahang atas dan bawah saeun ke arah yang berlawanan memisahkan bagian kepala wanita malang itu menjadi dua bagian dengan darah yang menyembur kemana-mana dari sobekan besar di mulai dari sudut-susut mulutnya hingga belakang kepala saeun dan terpisah sempurna dengan kematian mengenaskan seorang kim saeun membuat kibum sekali lagi dapat merasakan yang namanya mandi darah, kibum menatap jasad saeun dengan tatapan dingin dan membuang sebagian kepala saeun ke sembarang tempat.

" tanpa bantuanmupun aku akan menemukan kyuhyunku, bitch" ucap kibum dan berlalu meninggalkan ruangan itu mulai menjelajahi rumah besar itu, entah pikirannya kemana hingga dia bisa melupakan kyuhyun orang yang paling di cintainya, rasanya kibum ingin mengutuk dirinya sendiri.

" kyu...tunggulah aku" bisik kibum dalam hati masih berlari dan menghancurkan beberapa pintu dan tembok sesukannya berharap di salah satu ruangan itu ada wajah kekasihnya, kyuhyunnya.

[~Lizz_L_L~]

" sial..kita terlambat, kalian menyebar, prioritas kita adalah kyuhyun temukan dia segera" perintah jaejong saat mendapati jasad bibinya yang terlihat mengenaskan. Sementara yesung dan yang lainnya mengangguk dan mulai mencari. saat ini meski mereka berhasil menemukan kibum dengan alasan apapun mereka tidak akan bisa menghentikannya maka jalan satu-satunya adalah menemukan kyuhyun mempertemukan dengan kibum dan mengakhiri semua ini sebelum perang benar-benar terjadi, kakeknya, paman dan bibinya tidak akan semudah itu bisa di kalahkan apalagi jika mereka harus melawan mereka satu persatu dengan kekuatan yang hampir setara bisa di pastikan mereka tidak akan menang melawan kakek serta paman dan bibinya apalagi ayahnya, kangin pasti akan lebih membela saudaranya karena ikatan dan sumpah konyol yang sudah ada sejak turun temurun itu meski hatinya sendiripun tak menghendakinya, jika ini tidak segera di hentikan maka keluarga kim akan berakhir dengan saling membunuh satu sama lainnya dan hanya akan tinggal sejarah saja.

Jaejong terus berlari menerobos dari pintu ke pintu hingga langkahnya terhenti saat menatap langkah tegap pamannya yang sedang berdiri di depannya. Jaejong mendengus seraya tertawa melihat wajah dingin salah satu pamannya yang menatapnya tanpa ekapresi itu.

" kurasa pertemuan kita memang tak bisa terelakkan lagi, paman jae seop" ujar jaejong

" haruskah kita mulai sekarang?!" tanya jae seop menyeringai cepat melayangkan tinju bangai angin bahkan tak terlihat di udara dan secara tiba-tiba sudah melayang dan menghantam wajah jae jong keras.

" sial...sepertinya ini tak akan mudah" bisiknya seraya meludahkan darah yang mengalir dari bibirnya.

TBC

Maaf lama update ya

Lizz lagi banyak masalah nih, lagi puyeng mikirin cowok bego yang ngancem-ngancem mau bunuh diri kalau lizz tinggalin bah...pergi kelaut aja sana, maaf ya kalau chap ini kacau soalnya lagi gg konsen nih huhuhu...

Untuk chocolate strawberrynya masih nyangkut lizz gg punya feel buat cerita romance karena percintaan lizz lagi kacau maaf sekali lagi ya padahal tinggal dikit lagi bakal rampung, maaf ya...T-T

Jangan lupa tinggalin review untuk author nista ini ne...

See you next chap^^