Tittle : pangeran musim dingin
Cast : kibum x kyuhyun
Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook.
Warning : boy x boy, BL, bahasa tidak baku dsb, gak sempet ngedit jadi harap maklum jika typo(s)nya keterlaluan
Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.
.
.
.
Happy reading
[~Lizz_L_L~]
" hei...kawan, bagaimana perasaanmu sekarang, apa merasa lebih baik?!" tanya eunhyuk saat memdapati kim ryeowook temannya yang telah tertidur hampir dua hari mulai terlihat membuka kelopak matanya secara perlahan.
" hyuk...ugh...heechullie, kyuhyunie, dimana mereka?!" tanya ryeowook saat sadar pertanyaan itulah yang terlontar dari mulutnya dengan suara serak seolah tak pernah mendapat air selama berhari-hari.
" minumlah dulu..." jawab eunhyuk mencoba bersikap tegar meski matanya tak bisa membohongi siapapun. Eunhyuk mengarahkan gelas itu ke bibir ryeowook perlahan.
" dimana mereka, apa mereka baik-baik saja?!" tanyanya lagi setelah acara minumnya selesai, eunhyuk hanya menampilkan sebuah senyum yang di paksakan di sana.
" semua baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir cepatlah sembuh oke" jawab eunhyuk dengan suara yang sedikit bergetar. Karena mengingat kedua sahabatnya yang lain itu membuat dada eunhyuk serasa ingin meledak dan menangis kencang saat ini juga, biar bagaimanapun meski eunhyuk paksakan dia tak bisa setegar yang dia kira. Tidak, selama kyuhyun dan heechul tidak ada di sampingnya, dia rapuh.
Ryeowook memandangi wajah eunhyuk sejenak, entah kenapa hatinya seolah di remas saat melihat air muka eunhyuk yang terasa berbeda, terlihat sangat menderita tiba-tiba saja ryeowook merasa hatinya sedikit hancur melihat raut wajah sahabatnya yang biasanya sangat ceria itu kini terlihat berkabut.
" a~apa...hanya aku dan kau yang selamat?!" tanya ryeowook dengan nada suara yang bergetar, takut.. Ryeowook sungguh takut jika apa yang di pikirkannya menjadi kenyataan karena firasat seorang kim ryeowook tidak pernah salah, ryeowook yakin jika heechul dan kyuhyun sedang tidak baik-baik saja.
" tidak...mereka masih hidup...untuk saat ini mereka masih hidup, tidak... tidak...mereka pasti hidup. aku yakin, kau tenang saja, aku percaya tuhan pasti tidak akan membiarkan iblis seperti mereka berdua menganggu singahsananya, kau tau siapa heechul dan kyuhyun, tuhan pasti akan kerepotan jika mereka berdua mati sekarang, benarkan?!" ucap eunhyuk seraya tersenyum aneh dengan nada penuh penyangkalan saat tanpa sadar mengucapkan kata-katanya dengan suara yang sedikit keras dan mengebu seolah sedang menyakinkan dirinya sendiri saat tanpa sadar setitik air mata jatuh membasahi pipinya yang sedikit pucat, membuat ryeowookpun tak kuasa untuk tidak ikut menangis mendapati temannya itu semakin terisak lirih dengan senyum yang masih terkembang, terlihat sangat menyedihkan.
" aku tau...aku tau...mereka akan hidup aku yakin...mereka adalah teman kita, mereka tak akan meninggalkan kita seperti ini kan, iya benar...mereka pasti akan datang dan tersenyum bodoh seperti biasanya" balas ryeowook ikut menangis juga seraya menganguk-angukan kepalanya seolah mencari pembuktian dan pembenaran dari semua kata-kata yang di ucapkannya.
" kau benar sekali" jawab eunhyuk semakin terisak mereka berdua terlihat asyik terlarut dengan perasaan mereka sendiri.
Sampai saat si kecil kim taeyeon berlari tergesah menuju ruangan dan membuka pintu ruang rawat ryeowook dengan kasar, taeyeon sedikit tersengal dan terenggah-enggah karena memaksa tubuh kecilnya berlari dengan sangat cepat menuju tempat ryeowook. taeyeon menatap kedua sahabat yang balik menatapnya dengan mata sembab yang terlihat memerah itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Taeyeon tau jika mereka habis menangis, namun mereka harus tau kabar mengejutkan yang di bawahnya meski itu adalah berita yang paling tifak ingin mereka dengar.
" ada apa taeyeonnie?!" tanya eunhyuk menatap tegang gadis kecil itu yang berdiri kaku dengan wajah pucatnya dan mata yang membola sedikit berkaca-kaca, hampir menangis.
" k~kim...H~heechul o~oppa" ucapnya tergagap bahkan taeyeon rasanya tak bisa merasakan kakinya sendiri saat pikirannya melayang ke tempat heechul berada di ruang icu. setelah mendengar ucapan taeyeon seketika membuat darah eunhyuk dan ryeowook terasa berhenti mengalir dengan jantung yang berhenti berdetak setelahnya jantung mereka seolah berdetak lebih keras berdentam-dentam seakan ingin menghancurkan tulang rusuk mereka. tanpa menjawab eunhyuk langsung melompat dan berlari ke ruang icu dimana heechul sedang di rawat di ikuti juga oleh taeyeon dan Begitu pula dengan ryeowook. meski sedikit kesusahan, di paksa agar tubuhnya berdiri tegak secara tiba-tiba sehingga membuat lukanya yang belum tertutup sempurna itu kembali terbuka dan mengeluarkan darah segar lagi, sedikit terenggah ryeowook tertatih berlari dengan berpegangan pada tembok. ryeowook berlari melewati lorong rumah sakit itu mengikuti jejak eunhyuk yang sudah menghilang di depannya. tak di hiraukan rasa sakit di perutnya yang semakin panas menusuk dengan darah yang semakin banyak merembes dan membasahi baju rumah sakit yang di kenakannya, tanpa ada isakan kedua iris kelamnya semakin deras meneteskan air mata tanpa henti.
" sakit..." isaknya, namun bukan rasa sakit di perutnyalah yang dia maksud melainkan rasa sakit di hatinya membuat ryeowook tanpa sadar mencengkeram baju rumah sakitnya keras, meremas area dadanya yang seakan berdenyut semakin lama seakan meremas dan menyakitinya.
" heechul hyung...kyuhyunnie..." ucapnya akhirnya terisak keras saat membayangkan skenario terburuk yang akan terjadi pada kim heechul dan kyuhyun sahabatnya, hingga teriakan eunhyuk membuat kakinya melemas seketika dan sontak membuatnya menghentikan isakannya mendadak membuatnya sedikit tersedak ludahnya sendiri, ryeowook terpaku di tempatnya dengan mata yang membulat sempurna dengan debaran jantung yang semakin cepat ryeowook berusaha mempercepat laju kakinya menuju ujung lorong tepat di sebuah ruangan yang terlihat ramai dengan teriakan eunhyuk yang mulai mendominasi ruangan.
" apa...apa yang kau lakukan, jangan cabut dulu heechul belum mati, hentikan...apa yang kau lakukan keparat, menjauh darinya brengsek" raung eunhyuk sekeras-kerasnya, dia marah dan berusaha mengahalangi suster yang berniat mencabut segala macam alat bantu kehidupan heechul, saat alat detektor jantungnya mengeluarkan bunyi nyaring yang terdengar monoton menampilkan sebuah garis datar di layar monitor, suatu bukti kuat yang menegaskan jika seorang kim heechul telah meninggalkan dunia untuk selamanya.
" tuan, saya yakin ini berat untuk anda tapi terimalah kenyataannya jika tuan kim heechul sudah pergi" ucap salah seorang dokter coba menenangkan eunhyuk dan tiba-tiba saja sebuah tinju melayang mengenai rahang bawah sang dokter hingga membuat dokter paruh baya itu sedikit terhuyung ke belakang, membuat beberapa pekikan tertahan beberapa suster menatap eunhyuk ngeri.
" siapa kau berani-beraninya mengatakan jika heechul sudah mati hah...dia tidak mati, dia hanya tertidur, tutup mulutmu brengsek dan menjauhlah darinya, jika kau berani melepas apapun yang melekat di tubuh heechul aku bersumpah akan menghabisimu sekarang juga, keparat" teriak eunhyuk murka menatap tajam sang dokter dengan mata sembab penuh air mata dan beralih menuju ranjang heechul.
" oppa, hiks...hiks..." taeyeon terdiam di sudut ruangan dengan mata merah, sedikit takut melihat tingkah eunhyuk yang terlihat seperti orang gila. Ryeowook memasuki ruangan itu seraya berjalan tertatih langsung menuju ranjang heechul tak di hiraukan sebuah ucapan bernada khawatir dari seorang suster dan menampik tangan suster itu keras kala ingin menyeretnya untuk menghentikan pendarahan di perutnya. Ryeowook tidak perduli dengan dirinya lagi yang sekarang ada di otaknya adalah membangunkan kim heechul yang tengah tertidur damai di depannya itu.
" hyung...tolonglah jangan menakutiku, bukalah matamu oh...jangan seperti ini, kenapa kau tidur terus, hiks...hiks..." monolog eunhyuk pada heechul dengan tangis yang semakin deras.
Ryeowook tak memperdulikan eunhyuk yang mengamuk dan setelahnya meratapi tubuh heechul sementara tatapan matanya masih fokus berada di satu titik, kim heechul.
" heechul hyung, bangunlah..kenapa kau tidur, apa kau tak bosan tidur terus, ayo main tanding game denganku oh...aku mohon jangan meninggalkanku, hyung...aku akan menuruti apa katamu, apapun itu. Jika kau ingin psp atau cd game aku akan membelikanmu jadi bangunlah sekarang...aku mohon bangunlah...jangan seperti ini" isak ryeowook menangis semakin keras seraya menguncang tubuh heechul kencang saat tak mendapati reaksi apapun dari heechul yang seolah diam membeku di atas ranjang membuat lutut ryeowook serasa melemas, benarkah akan berakhir seperti ini, dia sungguh tak rela kehilangan salah satu sahabatnya.
Ryeowook terlihat kesusahan bernafas dan matanya terasa kian lama kian memberat.
" kau jahat...jangan tutup matamu seperti ini, kyuhyun pasti akan membunuhku jika kau tak membuka matamu, aku mohon bernafaslah, jangan menakutiku..." isak eunhyuk miris. Tanpa di sadarinya tubuh ryeowook sudah lemas dan meresot ke lantai, tergeletak tak bergerak dengan darah yang semakin banyak keluar dari perutnya. Tangis eunhyuk terhenti, terkejut mendapati ryeowook pingsan dengan keadaan yang mengenaskan di sampingnya, eunhyuk membeku matanya menatap kosong pada tubuh ryeowook yang perlahan di bawa pergi oleh beberapa dokter dan suster yang menatap mereka iba sedari tadi. Kaki eunhyuk terasa melemas seperti jeli dan berakhir dengannya yang terduduk di lantai terlihat mengenaskan dengan tatapan aneh seolah menerawang kosong entah kemana.
" wookie..." cicitnya dengan suara lirih saat mendapati sebuah genangan merah di depannya dan setitik bening itu kembali meluncur di atas pipi pucatnya.
" aku bodoh...heechul hyung, kyuhyunnie, ryeowookie...mereka...hiks...hiks...apa yang harus aku lakukan, eunhyuk bodoh, kenapa kau hanya bisa diam saja seperti idiot yang tak berguna, lakukan sesuatu...jangan biarkan teman-temanmu pergi tanpa dirimu, eunhyuk bodoh...hiks...hiks apa yang harus aku lakukan?!" isaknya mengumamkan sederet kata untuk menyalahkan dirinya sendiri seraya menampari dan menjambaki surainya, putus asa.
Eunhyuk tak ingin di tinggal ketiga sahabatnya sendirian, dia tak mau sekarang apa yang harus di lakukannya, apa...?
Haruskah eunhyuk mengikuti jejak ketiga temannya?
[~Lizz_L_L~]
" chuulie-ah, wookie, hyukkie maafkan aku" ucap kyuhyun penuh penyesalan dengan air mata yang tak bisa di tahannya, kyuhyun berpikir mungkin ini adalah akhir dari semuanya, akhir dari hidupnya.
" kibummie...maafkan aku, maafkan aku yang tak bisa bertahan untukmu, maafkan aku, aku mencintaimu" tangis kyuhyun semakin keras. Dia tak bisa menahan kakinya lagi untuk terus menopang tubuhnya, kyuhyun sudah tak kuat, bahkan kini dia sudah tak bisa merasakan kakinya sendiri, terasa kebas dan mati rasa.
Samar terlihat di depannya ketiga temannya terlihat tersenyum dan melambai senang ke arahnya, seolah menyambut kedatangan kyuhyun untuk segera bergabung dengan mereka. Kyuhyun tersenyum di sela tangisnya " mereka menjemputku" pikirnya lagi. Perlahan kyuhyun mulai menyerah untuk berpijak hingga membuat rasa sakit di lehernya kian menusuk karena tekanan dari tambang yang mengikatnya, kurasa semua akan berakhir disini.
" maafkan aku yang seperti ini" ucapnya dalam hati dan setitik air mata menjadi penutup saat kedua iris selelehan karamel itu menghilang dalam kelopak matanya yang seolah tak ingin terbuka lagi, kyuhyun telah menyerah untuk hidupnya.
[~Lizz_L_L~]
Jongin dan yesung terus berlari dalam ruang bawah tanah yang sempat di lewatinya. Dengan tergesah dua pemuda beda warna itu menuruni tangga spiral yang menurun dan agak sedikit terjal setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di sebuah lorong panjang lagi.
" sial, aku benci rumah ini" runtuk yesung masih terus berlari.
" lain kali ayo kita minta L hyung untuk mengebom dan menghancurkan rumah ini, dan kita suruh phil dan lil memakan semua orang brengsek itu, sungguh memuakan" dengusan kai tak suka. Yesung melesat jauh dan mendobrak kasar satu-satunya pintu yang ada di ujung lorong hingga lolos dari engselnya dan berdebum keras menghantam lantai.
" sialan, kai potong talinya" teriak yesung meraih tubuh kyuhyun yang tergantung lemah dengan mata yang terpejam erat dan kaki yang mengelantung pasrah di udara tidak berusaha menjijit lagi seperti sebelumnya. Dengan cepat kai melemparkan pisau kecil miliknya ke arah tali yang mengikat leher kyuhyun. Tubuh kyuhyun terjatuh dan di tangkap dengan mudah oleh yesung. Kai berlari menghampiri yesung yang berusaha melepaskan tali di yang mengikat di leher dan tangan kyuhyun.
" hyung, denyut nadi kyuhyun menghilang, bagaimana ini...sialan" ujar kai dengan mata terbelalak tanpa pikir kai menaikan kepala kyuhyun dan menekan dadanya seraya memberikan nafas buatan untuk pemuda manis itu, berharap nafasnya segera kembali.
" sialan jika kibum hyung tau aku melakukan ini pada kekasihnya, aku pasti mati" runtuk kai berusaha mengembalikan nafas kyuhyun yang melemah meniupkan udara dari mulutnya dan menekan dada kyuhyun cepat, berusaha memompa sang jantung agar cepat merespon gerakannya.
" tutup mulutmu dan buat dia bernafas lagi, jika kau kehilangan kyuhyun saat ini, kibum mungkin tak akan membiarkanmu hidup-hidup dan menghirup udara segar lagi" ucap yesung cemas pada keadaan kyuhyun.
" ayo jantung sialan, berdetaklah" harap kai cemas setengah kesal karena tak mendapat respon berlebih dari kyuhyun.
Kai tau jika kyuhyun mengalami apnea suatu keadaan dimana sang jantung menolak untuk berdetak karena pasokan oksigen dalam darah yang mengalir menuju jantung terhambat, jika saja dalam sepuluh menit kyuhyun tak di temukan bisa di pastikan dia akan segera tewas.
" ini tidak mungkin berhasil" ucap yesung matanya menjelajah mencari sesuatu untuk membuat jantung kyuhyun agar berdetak kembali.
" hyung dia bernafas" teriak kai senang mendapati kyuhyun yang terlihat menghirup udara dengan rakus dan sedikit terputus-putus tidak teratur.
" kyu, apa kau bisa mendengarku?!" tanya yesung menatap cemas kyuhyun yang mulai terpejam lagi menolak merespon perkataan yesung.
" sial...cepat bawa dia, kita harus membawanya ke rumah sakit, tidak itu tidak akan sempat bawa ke ruang penyembuhan kurasa, shindong bisa mengatasinya" perintah yesung pada kai. Shindong adalah dokter hebat kepercayaan keluarga kim, dia tak akan menolak untuk mengobati siapapun yang bermarga kim dan dia juga tak akan memihak siapapun dia orang setia yang mengabdikan hidupnya untuk keluarga pembunuh itu dengan segenal jiwa dan raganya, dia adalah seorang dokter hebat dengan dedikasi tinggi.
" wow...kalian menemukannya, tidak kusangkah akan secepat ini" ucap tae hoon mengagetkan mereka. Dengan waspada yesung berdiri ke depan berniat melindungi kyuhyun yang berada di dalam gendongan kai.
" minggir kau brengsek" ucap yesung dingin.
" menurutmu aku akan menyingkir dan menuruti apa yang kau suruh" tanya tae hoon dengan senyum yang menjijikan.
" sebaiknya kau turuti ucapannya jika tak ingin mati" ucap seseorang di belakang tae hoon seraya menguarkan aura hitam yang seolah menguat di sekeliling ruangan membuat laki-laki yabg berusia sekitar empat puluh tahun itu terkesiap kaget mendapat nada dingin yang lebih menusuk dari arah belakangnya, sontak membuatnya memutar badannya gugup.
" wah...wah...sangat tidak adil jika seperti ini, tiga lawan satu oh...sangat tidak kim sekali" kekeh tae hoon berusaha menutupi rasa gugupnya mendapati tatapan mata tidak bersahabat si nomor empat, kibum dan dua saudaranya. Sebelum tae hoon bisa mengelak kibum melayangkan tendangan keras hingga membuat hoon terdorong kebelakang memasuki ruang penyekapan dengan mulus menabrak tembok di belakang kai dan yesung yang telah menyingkir karena refleksnya cepat. Sementara mereka hanya terdiam seolah mempersilahkan kibum untuk melanjutkan aksinya dan menatap pemandangan yang menurut mereka terlihat sangat menyenangkan di matanya.
" kau salah tentang dua hal paman, pertama...kami tidak pernah menjadi serakah hanya untuk menghabisi nyawa tikus busuk sepertimu, kedua...kami bukan hanya seorang kim...kami adalah sekumpulan monster" kibum melangkah pelan memasuki ruangan dengan langkah perlahan seolah menciptakan kesan mengintimidasi untuk hoon. Mendengar penuturan kibum, yesung dan kai terlihat menyeringai lebar. Senang dengan aksinya.
Kibum berhenti menghampiri kai yang sedang membopong tubuh kyuhyun yang terlihat sangat mengenaskan dalam dekapannya, di usapnya sayang wajah kekasihnya itu yang tengah tertidur, kini terlihat sekali jika tatapan mata kibum sedang di selimuti oleh kabut tipis yang bernama kesedihan dan tatapan mata itu berubah menjadi lebih gelap dan mengerikan kalah menatap hoon.
" dia lemah tapi dia baik-baik saja" jelas kai mengamati raut wajah kibum yang memang memerlukan penjelasan singkat ini.
" aku mengerti" sahutnya singkat seraya mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah kyuhyun.
" terima kasih kau telah bertahan untukku" bisiknya lirih dan mencium kening pemuda manis itu penuh penyesalan karena telah membuat kyuhyunnya menderita.
" bawa dia pergi dari sini dan jaga dengan nyawamu" perintah kibum mutlak tanpa menatap kai, kai mengangguk dan berlari pergi meninggalkan kibum dan tae hoon di ruang penyekapan itu berdua.
Kibum menatap tae hoon dengan kilat membara di matanya.
" selamat datang di nerakaku kim tae hoon" ucap kibum penuh penekanan seraya menyeringai sadis dan setelahnya teriakan panjang tae hoon terdengar nyaring memenuhi ruangan saat kibum menyerangnya cepat sekali lagi menghempaskan tae hoon ke tembok dan mengambil lengan kanannya dengan mengunakan tinju seraya menariknya seolah ringan seperti menarik seutas benang.
" krak..."
"Aarrrgggghhhh..." raung hoon kesakitan dengan darah segar yang mengucur deras dari lengan tangannya yang sudah tidak ada di tempatnya dan kino telah berpindah ke tangan kibum.
" ah...aku tak ingin membuat ini terlalu mudah, ku kira kau sangat menikmati menyiksa kyuhyunku disini, sekarang apa yang harus aku lakukan untuk bersenang-senang denganmu juga, maksudku bersenang-senang dengan dirimu?!" ucap kibum dengan intonasi rendah saat bertanya dengan raut wajah senangnya yang malah terlihat seperti spycopat yang gila darah. sebenarnya dalam hati kibum ingin sekali mencabik-cabik dan membunuh tae hoon saat itu juga tapi niatan itu di urungkannya saat melihat banyaknya luka yang di terima kyuhyun, kibum akan membuat tae hoon merasakan penyiksaan yang lebih hebat dan akan membuatnya mati secara perlahan, dia akan membuat tae hoon memintanya dan memohon untuk membunuh dirinya sendiri.
" bagaimana rasanya?! Apa menyenangkan?!" tanya kibum seduktif menatap tae hoon dan melempar lengan kanan tae hoon yang sudah terpisah dari tubuhnya ke sembarang tempat.
" brengsek kau bocah, jangan kau kira bisa membunuhku di sini sialan kaulah yang akan mati di tanganku, uhh..." teriak tae hoon murka menangis menyesali nasibnya dan berniat menyerang kibum dengan satu tangannya yang tersisa namun dengan mudah kibum dapat menghindari serangan hoon dan balas menyerang dengan tendangan super kuatnya hingga meremukan paha kirinya membuat tae hoon berteriak nyaring penuh kesakitan belum selesai sampai di situ, kibum menghantamkan sikunya ke tulang paha yang sudah remuk hingga membuat tulangnya benar-benar terpisah di antara dagingnya yang terkoyak dengan sedikit tarikan kibum dapat membuat sebelah kaki hoon terpisah dari tubuhnya, hoon mengumpat dan berteriak nyaring mengeluarkan sumpah serapa untuk kibum dengan tubuh yang terbalut dengan darah dan terlihat mengenaskan.
Kibum mengamati keadaan tubuh hoon dengan tatapan dingin.
" tinggal dua, kita selesaikan ini dengan cepat, aku tidak punya banyak waktu untukmu karena kyuhyunku pasti sedang menunggu paman hoon" ucap kibum datar menghampiri hoon dan memutuskan kaki dan tangan hoon yang tersisa. Hoon yang memang sudah sangat lemah akibat kehabisan darahpun tak bisa melawan lagi bahkan untuk berteriakpun hoon rasa dirinya tak mampu.
" selamat tinggal brengsek, membusuklah di neraka" ucap kibum dingin menjambak surai hoon dan memenggal kepalanya, kibum menatap sekitarnya yang telah di penuhi oleh aroma darah itu, sedikit meludah dia berjalan pergi meninggalkan mayat hoon dengan tubuh yang tercerai berai, kibum berhenti dan menancapkan kepala hoon yang ada di tangan kirinya pada sebuah besi tajam yang terlihat menonjol di luar pintu hingga menembus tulang tengkorak hoon yang membuat pemandangan itu semakin terlihat mengerikan. kibum sedikit melirik mayat hoon sekali lagi yang mulai di kerumuni oleh tikus besar penghuni ruang bawah tanah yang terlihat kotor itu dengan tatapan antusias saat tikus itu memangsa daging segar hoon seolah berpesta.
" tikus memang pantas berkumpul dengan tikus" ucap kibum dan berjalan pergi meninggalkan ruangan itu kembali ke atas berniat menyusul kyuhyunnya.
[~Lizz_L_L~]
" ya...kyu idiot, kenapa kau tidur di sini? Apa terasa nyaman?!" tanya seorang yang terdengar familiar di telinganya, perlahan kyuhyun mulai membuka matanya lebar, senyum terlihat mengembang saat iris selelehan karamel miliknya menangkap seraut wajah familiar seorang kim heechul yang terlihat tersenyum dengan sangat lebar di atasnya. Entah di mana dirinya berada saat ini yang jelas pemandangan di sini sangat indah terlihat hijau dan cantik sebuah padang hijau di tumbuhi oleh rumput ilalang setinggi dadanya tampak di kejauhan dan sebuah taman bunga yang terlihat indah, sementara dirinya sendiri terlihat tidur terlentang di bawah sebuah pohon besar yang rindang beralaskan rumput yang terasa empuk seperti kasur serta bermandikan angin sepoi-sepoi yang sedari tadi memainkan anak rambutnya senang seolah berniat mengoda kyuhyun.
" ya...kalian, kenapa kalian diam di situ saja ayo main?!" teriak ryeowook di kejauhan sana yang melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil.
" ayo kyu..." ajak heechul dengan senyum manis seraya mengulurkan tangannya ke arah kyuhyun, entah kenapa sikap heechul yang ada di depannya ini seolah bukan heechul sekali, tatapannya benar-benar berbeda.
Dengan wajah antusias penuh senyum kyuhyun menyambut uluran tangan heechul tanpa ragu.
" hei...dimana hyukkie, kenapa dia tidak bersama kita?!" tanya kyuhyun heran karena tidak biasanya mereka pergi hanya bertiga, namun tak ada yang mejawab heechul dan ryeowook terlihat saling pandang dan tersenyum sedih.
" entahlah kyu, aku lelah, sangat lelah" ucap heechul kembali membaringkan tubuhnya di atas rumput di ikuti oleh ryeowook yang dengan patuh ikut merebah juga di samping heechul seolah pasrah. melihat kedua temannya yang merebahkan tubuhnya mau tak mau kyuhyunpun ikut merebah juga.
" kurasa aku sampai disini, kalian pergilah" ucap heechul seraya memejamkan matanya, pasrah.
" apa maksudmu kim idiot, seenaknya saja kau ingin menyerah hah...dan kau melupakanku. Jangan pergi...jangan seperti ini bodoh, ayo bangunlah..." teriakan nyaring si monyet mengangetkan ketiganya, dia berdiri dengan pongah di atas kepala mereka bertiga. Kyuhyun bahkan tak mengerti apa yang sedang terjadi padanya kenapa keadaan ini jadi terasa sangat aneh.
" hei wookie, kyuhyun...ayo sekali lagi berjuang bersama-sama, jangan menyerah terlalu mudah atau aku akan menendang bokong kalian juga" ucap eunhyuk mengulurkan tangan kirinya seraya tersenyum namun matanya terlihat menitikan air mata deras. Ryeowook terlihat tertegun.
" hyukkie, aku ikut denganmu" ucap ryeowook menyambut uluran tangan eunhyuk, ryeowook bangkit menatap kyuhyun dan mengulurkan tangannya juga. Entah kenapa rasa hangat mulai menguar dan merasuk ke dalam hatinya seolah dirinya tak kuasa menolak.
" tentu aku juga ikut, sendirian itu membosankan" ucap kyuhyun menyambut uluran tangan ryeowook dengan hati yang lebih ringan.
" apa kau tak ingin pergi bersama kami chullie-ah" tanya kyuhyun pada satu-satunya makhluk yang masih betah tidur terlentang di rumput.
" aku tak tau, ini sulit apa aku bisa" jawab heechul seolah tak yakin pada dirinya sendiri.
Kyuhyun mengernyit heran, tak biasanya yang mulia kim heechul yang terhormat akan bersikap seperti itu.
" kau pasti bisa" ucap kyuhyun tersenyum menguatkan heechul.
" jika kau tak mampu kami akan membantumu" ucap hyukkie dengan senyum yang menenangkan.
" jika kau jatuh kami bersedia mengulurkan tangan dan mendorongmu untuk bangkit lagi" sambung ryeowook ikut tersenyum.
" jadi...apa yang kau tunggu, ayo" ucap kyuhyun mengulurkan tangannya sekali lagi, tanpa ragu heechul menyambut hangat uluran tangan kyuhyun, terlihat sudut matanya yang basah karena air mata. Perlahan heechul menyeka air matanya dan tersenyum bahagia.
" aku percaya kalian, aku ingin bersama-sama dengan kalian lagi, aku ingin hidup" isak heechul di sambut oleh uluran tangan ketiga sahabatnya yang menatapnya dengan senyum.
" ayo berjuang bersama-sama, azza...azza...fighting" teriak keempatnya nyaring penuh semangat.
Sementara di dunia nyata terlihat kyuhyun dan ryeowook tersenyum dalam tidurnya, sementara garis monoton lurus milik heechul kini kembali bergerak menampilkan garis serupa rumput membuat eunhyuk yang masih bersimpuh di sebelah heechul yang sejak tadi menangisi dan mengumpati si raja iblis yang berubah menjadi putri tidur dadakan itu sedikit terkejut saat melihat jari-jari pemuda cantik itu sedikit bergerak. Rasa senang dan bahagia membuncah di hatinya dengan tergesah eunhyuk berlari seperti orang gila memanggil dokter. Matanya menangis tapi bibirnya sedang tersenyum. Perasaan lega luar biasa mengisi hatinya, sepertinya tidak sia-dia eunhyuk mengutuki si cantik yang mulia kim heechul yang terhormat, eunhyuk akan mengumpat sebanyak yang dia bisa jika itu memang perlu di lakukannya untuk menahan heechul agar tetap di sampingnya.
[~Lizz_L L~]
Duakk...
" ya...L hyung kenapa kau terbang ke arah kami sih?!" teriak kai marah saat tubuhnya di timpahi oleh tubuh myungsoo yang entah datang dari mana.
" ugh...berisik kau tak tau pungungku rasanya sakit bodoh, kenapa kau tidak menangkapku sih" umpat myungsoo menatap sebal adik hitamnya itu.
" mana aku tau jika kau akan datang mendadak seperti ini" bela kai tak mau kalah mendorong kasar tubuh myungsoo agar menyingkir dari atas tubuhnya.
" cih...awas nanti kau kkamjong" decak sebal myungsoo seraya mengebaskan debu yang ada di tubuhnya.
" well...well sepertinya pesta keluarga akan segera di mulai" ucap beberapa paman-paman mereka yang bermunculan satu persatu hampir memenuhi hall luas itu.
" sepertinya kita terkepung, bersiaplah?!" ucap yesung datang belakangan setelah menitipkan kyuhyun pada shindong, dokter kepercayaan keluarga kim, namja tambun yang beberapa waktu lalu sempat menolak untuk merawat kyuhyun yang menurutnya adalah orang asing yang tidak memiliki kepentingan dengan keluarga kim, namun pada akhirnya dia bersedia juga merawat kyuhyun setelah mendengar jika kyuhyun adalah calon istri dari kibum, putra ke empat dari putra keempat kim bersaudara, ingat meski begitu shindong adalah makhluk yang setia dan rasa setianya pada keluarga kim tak dapat di remehkan.
Ketiga kim muda itu memasang kuda-kuda siap bertahan dan menyerang dalam waktu bersamaan, sepertinya kali ini mereka tidak akan menang dengan mudah jika di hadapan mereka lima orang pamannya sedang berdiri dengan angkuh.
Gdebuummm...
Ketiga kim mudah itu tampak terkesiap kaget lantaran kedatangan jaejong yang di luar dugaan, dia datang menerobos diding dalam keadaan babak belur serta sedang dalam keadaan bergumul sengit dengan si putra sulung kim jaeseop dengan keadaan yang sama mengenaskannya. Jaejong melepaskan dirinya dan bersingut mundur untuk meraih nafasnya yang terputus putus karena pertarungan melelahkannya dengan jaeseop. Dia berdiri di samping saudara-saudaranya serta mengkokohkan posisinya di sebelah ketiga adik-adiknya.
" sialan dia ternyata jauh lebih kuat dari yang ku bayangkan?!" umpat jaejong meludahkan darah dari bibirnya. Belum sempat mereka bernafas dengan lega tembok di belakang mereka berderak aneh dan jebol di saat bersamaan memunculkan sesosok maskulin pengendara motor sport berwarna hitam mengkilat dan dengan sengaja sang pengendara motor menghempaskan motornya ke arah paman-pamannya sementara si pengemudi meloncat dan bersalto berputar di udara sepersekian detik dan mendarat mulus di tanah tanpa lecet sedikitpun.
Dengan gaya angkuh si pengendara motor itu melepas helmnya dan melemparkan helm itu sembarangan, semua nyaris tak menyangkah siapa sang pengemudi itu yang ternyata adalah kim yuu jin yang kini tengah menyerigai senang dengan aksinya seraya menatap saudara-saudaranya dengan binar mata yang terlihat aneh.
" waow...wajahmu sangat keren jae, seperti karya seni yang berestetika tinggi ckckck bagaimana kau mendapatkannya?!" tanya yuu jin dengan senyum dan nada suara yanh sedikit mengejek.
" tutup mulutmu brengsek" umpat jaejong seakan tau siapa yang berbicara dengannya kalau bukan si brengsek aron yang bermulut tajam sementara yuu jin atau bisa kita sebut aron terlihat senang setelah berhasil mengoda kakaknya.
" jja...ayo kita selesaikan sekarang tunggu apa lagi, tanganku sudah gatal" ucap kai semangat karena anggota mereka bertambah lagi tak lama berselang kibum datang dengan keadaan yang super menakutkan dengan aura hitam dan tubuh yang bermandikan oleh darah.
" sepertinya tak akan mudah, tapi aku menantikan untuk melepas salah satu kepala mereka" sahut myungsoo mengambil ancang-acang seraya menyeringai senang.
" sisakan yang idiot itu untukku" semangat yesung menunjuk pamannya yang bertubuh sedikit tambun di antara ke enamnya yang menatapnya dengan ekspresi marahnya dengan aura yang sama mencekamnya.
" kau akan menyesal melawanku bocah" sahut si rambun mendesis merasa terhina karena di remehkan oleh si big head.
" apa yang kalian lakukan disini?!" auman suara keras sang kakek yang terdengar mengelegar saat melihat kekacauan di rumah inti membuatnya seakan ingin meledak, bahkan separuh orang-orangnya terlihat bergelimpangan seperti sarden kalengan dan sebagian rumahnya terlihat ambruk dengan tembok yang berlubang di sana sini akibat perkelahian kim bersaudara melawan pamannya-pamannya.
Kim myungdo datang bersama anak keempatnya kim kangin dan kedua anak perempuannya kim seolhyun dan kim min suh yang menatap mereka dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
" apa yang kau harapkan, masih untung rumah sialan ini tidak kami hancurkan" jawab kibum dengan nada sing a songnya menatap sang kakek yang kini terlihat mendengus tak suka.
" apa yang kalian lakukan disini?!" tanya kangin menatap tajam jaejong, menuntut penjelasan dari anak tertuanya.
" seperti yang kau lihat ayah, kami menerapkan apa yang kau ajarkan pada kami, apa kau sudah lupa?!" jawab jaejong bersedekap seolah menantang sang ayah, sungguh jaejong muak dengan segala basa-basi yang di lakukannya selama ini.
Kangin pernah menagatakan jika mereka memiliki sesuatu yang di inginkan maka raihlah dengan cara apapun, jika seseorang menyentuh apapun yang menjadi milikmu rebut dan hancurkan orang itu dengan atau tanpa alasan dan saat ini jaejong sedang menerapkan apa yang di ajarkan oleh ayahnya, bukankah dia adalah anak yang penurut.
Mendengar ucapan jaejong rahang kangin mengeras tak menyangkah jika anak tertuanya kini berubah menjadi semakin liar dan tak terkendali begitupun dengan kelima anaknya yang lain.
" pergilah jangan membuat suasana semakin rumit" putus kangin.
" kau tidak berfikir kami akan menurutimu kan, mereka telah menyakiti milikku, setidaknya aku akan mengambil beberapa nyawa lagi untuk memberi pelajaran pada mereka, jika kau menghalangiku dengan terpaksa, aku harus menyingkirkanmu juga?!" ucapnya dingin menatap wajah sang kakek yang terlihat semakin merah padam dan beralih menatap wajah ayahnya yang menyeringai aneh, bukannya marah entah kenapa kangin menjadi amat senang mendengar kibum mengancamnya.
" lancang, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku?!" teriak myungdo murka tanpa aba-aba myungdo menyerang secepat kilat ke arah kibum, tanpa persiapan tentunya kibum agak terkejut dengan serangan sang kakek yang tiba-tiba, namun sebuah tubuh kokoh berdiri tepat di depannya menghalangi sabetan samurai yang di layangkan sang kakek dengan tangan kosong dan berhasil memukul mundur sang pria tua itu dalam sekali sentakan.
" maaf ayah, sepertinya kau akan kecewa, aku tidak berfikir kau bisa membunuh anakku saat aku ada disini bukan?!" ucap kangin tenang seraya menatap wajah ayahnya dengan ekspresi dingin tak terbaca.
" kau...berani kau melawanku, kangin?!" geram myungdo mendapati aksi mengejutkan dari anak keempatnya, begitupun dengan kelima anaknya yang melihat aksi kangin yang sangat tidak biasa seperti itu.
" cih...aku muak dengan keluarga busukmu itu?!" ucap paman bertubuh tambun yang terlihat sedikit idiot dan memuakan menurut yesung.
" kau...ingin melindungi anakmu, tidak...sebenarnya kau tak ingin bidakmu berkurang, tapi...aku tidak ingin kau menyentuh anak-anakku lagi, aku hanya diam saja selama ini, tapi kurasa kali ini aku sudah cukup muak dengan semua aturan yang kau buat ayah, jadi kita akhiri semua ini disini dengan damai atau kita lanjutkan, kami bahkan mampu untuk menghancurkan kalian semua dengan sangat mudah?!" ucap kangin intens.
" yak...tutup mulutmu, berani sekali kau dasar brengsek" teriak salah satu adik kangin marah.
" ahh...aku benci keadaan seperti ini" gumam min suh pada dirinya sendiri " aku tidak ikut bagian dalam apapun yang kalian lakukan saat ini, oke" ucap min suh berjalan pergi dari ruangan dengan sikap malas tanpa memperdulikan ayahnya dan ke enam kakaknya menatapnya dengan aura membunuh.
" ah...maaf ayah, aku sama sekali tidak menyukai hal-hal yang merepotkan, jadi kalian lanjutkan tanpa ku dan kakak oke" ucap seolhyun selanjutnya dengan senyum mengejek yang di tunjukan pada ayahnya dan ke enam kakaknya.
" ya...gadis busuk, berhenti di situ atau aku akan membunuhmu?!" ancam sang kakak marah melihat kedua adiknya seolah tak perduli dan tetap melanjutkan langkah kakinya.
" ah...kibummie, setelah ini ajak pacarmu ke rumahku aku ingin tau bagaimana wajahnya sampai dia berhasil membuat keluarga kim menjadi kacau balau, bahkan gara-gara dia aku kehilangan satu adik perempuan dan dua kakak laki-laki" ucap seolhyun riang menatap kibum dan berjalan pergi setelahnya. Kibum menganguk mengiyakan ucapan bibinya tanpa menjawab.
" kalian..." myungdo menatap geram kedua anak perempuannya yang dengan seenaknya kabur melarikan diri itu.
" jadi apa pilihanmu kakek?!" tanya kibum menatap tajam sang kakek yang mengeram marah.
" menurutmu?!" tanya myung do seolah berteka-teki dengn seringai yang tercetak di bibirnya.
tiba-tiba saja sosoknya menghilang berpindah dengan cepat ke belakang sang kakek.
" kurasa kau akan menyesali keputusanmu" ucapnya dingin.
TBC
Maaf lama update ya moga chap ini gak mengecewakan kalau memang iya, ya udah maapin lizz ya T_T.
Next chap sampai ketemu lagi.
Anyeong^^
