Tittle : pangeran musim dingin
Cast : Kim KiBum x Cho KyuHyun
Suport cast : kim heechul, lee eunhyuk, kim ryeowook and others.
Warning : boy x boy, BL, bahasa tidak baku dsb, gak sempet ngedit jadi harap maklum jika typo(s)nya keterlaluan.
Summary : cho kyuhyun seorang namja imut tergila-gila dengan seorang kim kibum dan dunianya, kim kibum seorang namja dingin yang terikat dengan sebuah masa lalu kelam. mampukah kyuhyun memasuki dunia milik kibum yang memiliki ekspresi sedingin es dan membebaskannya dari masa lalunya.
Don't Like Don't Read that Simple.
.
.
.
Happy reading
[~Lizz_L_L~]
Flashback.
" siapa dia?!" tanya myung do pada jae seop anak pertamanya menatap pemandangan yang ada do depannya dengan sorot mata tajam menusuk.
" namanya lee donghae, dia kekasih kibum ayah dan dia adalah kakak angkat dari ren , anak kangin dengan choi soojung!" jawab jae seop singkat padat dan jelas. Sementara myung do terlihat sangat tidak suka menatap pemandangan yang tersaji di depannya. Di taman itu terlihat kibum dan donghae yang sedang asyik bermesraan serta bercanda satu sama lain. bahkan siapapun yang melihatnya pasti tau jika keduanya adalah sepasang kekasih yang telah di mabuk cinta seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.
" jadi inilah alasannya kibum meminta namanya untuk di coret dari daftar keluarga kim dan memilih hidup normal dengan laki-laki menyedihkan itu?!" tanya myung do dengan nada kaku masih menatap kibum dan donghae yang terlihat di kejauhan dari dalam mobil yang terparkir tak terlalu jauh dari taman itu. Jae seop hanya mengangguk kaku membalas perkataan kakeknya yang terdengar sedikit nada berbahaya di dalamnya.
" kibum adalah bibit ungul, si nomor empatku, aku tak akan membiarkan serangga sepertinya menganggu cucu kesayanganku, apapun alasannya singkirkan sampah menganggu itu dari hidup cucuku, aku tak akan membiarkannya menjadi penghambat untuk kibum, apa kau mengerti jae seop?!" putus myung do pada akhirnya tanpa menatap jae seop bahkan sorot matanya masih menunjukan rasa benci dan ketidaksukaannya pada lee donghae.
Jae seop hanya bisa diam dan menatap pemandangan bahagia keponakannya itu dengan tatapan yang sulit di artikan namun hatinya seolah menyayangkan dan tidak membenarkan jika kebahagiaan itu hancur dan di rusak begitu saja namun bagi seorang kim perintah ayahnya adalah hal yang mutlak dan hukum tertinggi yang harus di patuhi dan di taati oleh semua orang yang memiliki takdir sebagai seorang kim dan takdir yang di tolak kibum hanya untuk mengejar sesuatu yang menurutnya adalah kebahagiaannya itupun menjadi sebuah kesalahan yang akan mengantarkan satu nyawa yang tak bersalah.
" hyung...pergi dari sini?!" teriak kibum keras berusaha menghalau beberapa katana yanh berusaha memutus leher maupum lengannya, kibum sedikit kesusahan saat mengahadapi dua puluh orang sendirian dengan tangan kosong sementara lawan-lawannya terlihat bersenjata semua.
" ren bawa donghae hyung pergi dari sini dan bersembunyilah di tempat yang aman" teriak kibum lagi panik serta kuwalahan saat membagi fokusnya antara lawannya dan donghae yang tampak enggan meninggalkannya seorang diri di taman bermain yang telah berubah menjadi medan pertempuran itu.
" ayo hae hyung, jangan khawatirkan kibum dia akan baik-baik saja percayalah" teriak ren seraya menyeret donghae yang menatap kibum dengan mata yang berkaca-kaca seolah tak rela jika dia harus meningalkan kibum sendirian namun dia juga tidak mau semakin merepotkan kibum, karena dia sama sekali tak bisa melakukan beladiru apapun dan akan semakin membuat kibum semakin mencemaskannya dan kehilangan fokusnya. Dengan berat hati donghae berlari dengan air mata yang bercucuran.
" gyaaa..." teriak donghae saat ren mendorongnya kuat hingga dirinya terjengkang ke belakang saat sebuah katana di layangkan kearah kepala donghae.
" hyung lari..." teriak ren berusaha menghalangi beberapa orang yang berniat membunuhnya. Tatapan donghae meliar dengan nafas yang sedikit tersendat donghae berusaha melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan ren, bahkan donghae sempat mengutuk dirinya karena mrnjadi satu-satunya orang yang tak berguna di saat genting. Donghae terus berlari dengan raut wajah penuh ketakutan. Tak berapa lama langkah kakinya terlihat memelan lantaran sesosok tubuh kokoh yang berdiri menjulang tinggi di hadapannya.
" si~siapa k~kau dan apa maumu?!" tanya donghae dengan nafas memburu di penuhi dengan ketakutan yang tak bisa di sembunyikan dalam suaranya.
" apa kau mencintai kibum, lee donghae?!" tanya sosok itu yang ternyata adalah si sulung kim, kim jae seop menatap donghae dengan tatapan yang sulit di artikan.
" ya...aku mencintainya!" jawab donghae mantap terlihat sekali jika tatapan matanya yang mulai redup terlihat begitu bercahaya saat nama kibum di sebut.
" jika aku memintamu untuk memilih kibum atau nyawamu, mana yang akan kau pilih?!" tanya jae seop lagi berjalan secara perlahan ke arah dongahae yang terlihat bergetar ketakutan namun sorot matanya masih tetap sama membuat jae seop sedikit tersentak dan merasakan perasaan aneh yang datang secara tiba-tiba di hatinya saat menatap ke dalam kedua netra donghae yang kini menampilkan sorot mata penuh tekad.
" aku memilih kibum, selamanya aku akan memilih kim kibum" jawabnya mantap namun nafasnya sedikit tercekat saat tubuh tegap jae seop berhenti tepat di depan matanya.
Jae seop menatap tubuh ringkih donghae yang menatapnya takut-takut, tanpa di duga jae seop memeluk tubuh donghae erat membuat si manusia imut itu tersentak kaget tidak pernah menyangkah jika hal itu akan di lakukan oleh orang yang menurutnya terlihat sangat berbahaya di matanya.
" andai saja keadaan tidak serumit ini aku pasti akan dengan senang hati menyambutmu lee donghae, maafkan aku" bisik jae seop seraya menancapkan sebuah serum berisi racun mematikan ke dalam tubuh donghae, sebuah serum racyn yang tak berwarna, tak berasa dan tak membuat di target menderita dengan amat sangat donghae hanya akan merasa seperti mengantuk, mati rasa dan kemudian dia akan mati secara perlahan.
Donghae sedikit terlonjak karena benda kecil asing terasa menusuk lehernya mendorong tubuh jae seop dan menjauh darinya seraya memegangi lehernya.
" apa yang kau lakukan padaku?!" tanya donghae terlihat dari matanya terpancar tatapan penuh ketakutan dan kemarahan yang berbaur menjadi satu.
Jae seop menatap sendu pada laki-laki yang sangat di cintai keponakannya itu sebelum pergi meningalkan donghae dalam diam dan menghilang dalam kegelapan. Tak berapa lama ren datang dengan nafas tersengal di belakangnya.
" hyung...syukurlah aku sangat cemas saat tak menemukanmu dimanapun!" ucap ren berusaha menetralkan deru nafasnya.
" apa kau baik-baik saja?! Ayo kita pergi dari sini" ucap ren dan di jawab anggukan oleh donghae. Donghae mengambil kunci mobil yang di berikan oleh ren padanya dan mulai melajukan kendaraannya. Tak berapa lama donghae seakan mulai di serang rasa kantuk yang amat sangat bahkan mobil yanh di kendarainya tampak oleng dan keadaan semakin tak terkendali saat beberala mobil hitam di belakang mereka mulai menembaki mobilnya donghar mulai berkeringat dingin dan merasakan kakinya melemas bahkan suara teriakan ren di telinganyapun seakan terdengar seperti kaset rusak dan dalam sekejab tubuhnya terasa melayang dan segalanya terasa gelap pada akhirnya.
Flasback end.
Tangan kibum terkepal erat dengan geraham yang saling bergemelatuk menahan luapaan amarah yang tiba-tiba datang menbuncah dalam hatinya dan dengan cepat membungkusnya dalam kobaran api yang siap melahap apapun yang ada di depannya. Bahkan kini terlihat nafas kibum yang mulai tersenggal menatap nyalang sang kakek yang wajahnya kini di penuhi oleh lebam ungu kebiruan namun masih berdiri kokoh dengan tatapan mengejek dan merendahkan dan masih mengocehkan hal yang sama sekali tak ingin di dengar kibum mengenai kronologis kematian donghae.
" khukhukhu...kau bahkan tak cukup pintar untuk mengetahuinya cucuku, salahkan saja dirimu sendiri karena dirimulah lee donghae terpaksa aku lenyapkan. Syukurlah dia mati karenanya aku bisa melihatmu yang sangat sempurna saat ini" ucap sang kakek yang kini tertawa terbahak seperti orang yang tak waras menatap kibum yang terlihat menunduk dengan tangan yang terkepal kuat, bahkan myung do tak sadar jika akhir hidupnya akan tiba sebentar lagi karena monster yang ada dalam diri kibum perlahan bangkit dan mulai menguasainya.
" kau...akan kubunuh kau, bajingan?!" teriak kibum berlari menendang sang kakek membuat sang kakek dengan kekuatan penuh membuat beberapa tulang rusuk sang kakek langsung patah dan menusuk serta menyembul keluar dari dalam perutnya membuat sang kakek terpental keras dan menyemburkan darah segar dari mulutnya, sang kakek mengerang pelan bahkan terbatuk darah beberapa kali, matanya terasa sedikit tidak fokus dan dia bahkan hampir tak kuasa untuk bangkit dan mengerakan tubuhnya karena tendangan kibum yang menghancurkan tubuh bagian depannya, mungkin sebentar lagi dia akan menemui ajalnya.
" ggyyyaaaaaaa...lepaskan aku, biarkan aku membunuhnya, bedebah... kau...aku bersumpah akan mengirimmu ke neraka brengsek, kau...kembalikan lee donghae padaku bajingan...kembalikan..." raungan kibum terdengar mengelegar karena kemurkaan yang tertahan karena tubuhh kibum tertahan oleh cengkraman saudara-saudaranya yang memenjarakan tubuhnya namun dengan sangat mudah kibum berhasil menghempaskan kelima tubuh mereka yang langsung terlempar di udara seperti tisu toilet.
" hentikan kibum...!" kali ini kangin dan jae seoplah yang menahan pergerakan kibum selanjutnya. Menahan agar kibum tidak mendekati lim myung do yang sedang sekarat dan langsung di bawah pergi oleh adik-adik jae seop menjauhi halk utama.
Kibum mengeram dan mendesis berbahaya menatap ayah serta pamannya. " apa kalian ingin mati?! hahahahaha, lepaskan aku" tanya kibum dengan tawa yang mengelegar seolah dia sedang kerasukan sesuatu, kibum terlihat seratus kali lebih menakutkan jika seperti itu hingga membuat kangin dan jae seop sedikit tersentak dengan nada dingin terkesan rendah dan kelam terasa seakan mengintimidasi mereka dalam sepersekian detik.
" tidak...tenangkan dirimu kibum?!" ucap kangin mencoba untuk berbicara dengan kibum. Kibum menunduk dengan nafas tersengal dan berhenti memberontak di tangan ayah dan pamannya, kangin terlihat sedikit lega saat mendapati reaksi kibum yang sedikit tenang namun tanpa di duga kangin dan jae seop terlihat melotot kaget saat dengan tiba-tiba sebuah benda asing mengoyak perut mereka hingga merobeknya menguarkan aroma besi di udara yang memeng sudah tercemar dengan bau besi sebelumnya, secara reflek kangin dan jae seop terlihat menjauh dari kibum dengan tatapan tidak percaya saat si nomor empat kibum terlihat berdiri kokoh dengan raut wajah dingin menatap ayah dan pamannya yang memiliki luka parah di perutnya, terlihat kedua tangan kibum basah oleh pekaynya cairan merah itu hingga menetes mengotori lantai. Ya...kibum telah berhasil menembus dan mengoyak perut kangin dan jae seop secara bersamaan.
" jangan pernah menghalangiku atau kalian juga mati?!" bisik kibum dengan nada rendah yang terdengar berbahaya.
" sialan...hentikan kibum sekarang juga" umpat jaejong nyaring mengeluatkan alaram berbahaya siaga satu saat mendapati adiknya yang telah berubah menjadi monter yang jauh lebih mengerikan lagi. Bahkan kini paman dan saudara-saudara kibum yang tersisa mulai bersatu untuk menenangkan si nomor empat kim kibum yang seakan telah bermetamorfosis menjadi seorang iblis pencabut nyawa yang tak lagi bisa mengenali siapa kawan dan siapa lawan. Kibum tertawa terbahak dengan tawa mengerikan menatap sekelilingnya seolah hal yang di lihat manik gelapnya itu adalah sebuah permainan yang penuh darah yang terlihat sangat menyenangkan di matanya.
Tanpa mereka sadari sebuah iris selelehan karamel menatap kibum dengan ratapan penuh kesedihan dari ujung lorong, sesosik itu duduk dengan tenang di atas kursi roda seraya sedikit meremas dadanya yang menyorotkan tatapan penub kesakitan saat mendapati sang kekasih telah berubah menjadi orang yang tidak di kenalnya.
" sepertinya situasi di sini sangat berbahaya, sebaiknya kita pergi dari sini" ucap si laki-laki tambun bernama shindong hee itu sedikit meringis melihat hall utama yang telah berubah menjadi sebuah medan pertempuran yang di penuhi darah.
" tidak...aku akan menyelamatkannya, kibumku...dia sedang menungguku" bisik kyuhyun lirih matanya masih fokus ke arah punggung tegap kibum yang terlihat tak terlalu jauh darinya, kyuhyun menelan ludahnya dengan sedikit susah payah. " tak taukah kau jika dia sedang menangis sekarang...dia sangat kesakitan" isak kyuhyun penuh kesedihan menatap kibum yang kini mulai menyerang saudara-saudara, ayah serta pamannya dengan lebih brutal dan jangan lupakan seringaian dan tawa membahananya yang terdengar mengema di hall itu bagaikan sebuah lonceng yang penuh kesedihan. Bahkan kyuhyun tak kuasa untuk menahan tangis kesedihannya. Kyuhyun berdiri dari kursi rodanya berjalan sedikit tertatih dengan gips yang membalut kakinya sementara tatapannya kini terfokus pada satu orang yaitu kibumnya. Kyuhyun terisak menatap punggung kekasihnya yang seolah terlihat sangat ringkih di matanya, sungguh kyuhyun bahkan tak pernah menyangkah akan mendengar takdir kelam masa lalu kibum yang terucap dari bibir sang kakek sendiri. Kyuhyun tau jika kibumnya sedang sangat kesakutan sekarang, kyuhyun harus menolong kekasihnya.
Yesung adalah orang pertama yang sadar akan keberadaan kyuhyun di dalam medan pertempuran itu, namun yesung seolah membeku bahkan tak bisa bergerak saat mendapati tubuh kyuhyun yang memiliki jarak beberapa inchi dari kibum, cukup dekat untuk kyuhyum merengkuh kibum dalam dekapannya.
Kyuhyun semakin mendekati kibum yang sampai saat ini belum menyadari keberadaanya dan dengan perlahan kyuhyun memeluk kibumnya dari arah belakang, mendekap erat-erat tubuh kekasihnya mencoba berbagi ketenangan serta rasa nyaman pada kekasihnyanya yang terlalu jauh larut dalam kesedihan dan kemarahannya.
" sudah cukup kibummie, berhentilah...jangan menyakiti dirimu sendiri. Aku disini...aku akan bersamamu, aku tak akan pergi dan meningalkanmu aku mohon kembalilah padaku...hiks...hiks..." isak kyuhyun semakin membenamkan kepalanya pada pungung kibum dan memeluknya semakin erat. Tubuh Kibum seolah membeku saat menyadari siapa yang telah memeluknya saat ini bahkan Kibum seakan kehilangan nafasnya saat rengkuhan menenangkan itu terasa menyelimutinya, memberinya sebuah ketenangan, keamanan dan kenyamanan yang tak bisa dunia tawarkan padanya. Seketika raut wajah kibum berubah menyenduh dengan sorot kesedihan yang semakin terlihat di dalam manik sekelam malamnya, kibum jatuh terduduk dan terisak perlahan. Kyuhyun mengalihkan pelukannya ke leher kibum dan memeluknya semakin erat dari belakang menengelamkan wajahnya di perpotongan leher kibum dan akhirnya mereka berdua saling terisak bersama. perlahan tangan kibum balas menyentuh lengan kyuhyun yang melingkar di lehernya seolah berniat menyambut uluran tangan seseorang yang akan menolongnya keluar dari kegilaan ini, kegilaan yang telah melukai dan menyeretnya dalam kegelapan tanpa batas yang di tawarkan oleh keluarganya.
" selamatkan aku...selamatkan aku kyu..." isak kibum semakin terdengar menyedihkan di telinga kyuhyun. kyuhyun terisak semakin dalam saat mendapati reaksi kibum yang terlihat sangat rapuh itu terlihat seperti bukan kibumnya tidak...inilah kibumnya yang sesungguhnya. Kyuhyun menganguk kuat mengiyakan ucapan kibum.
" aku akan menyelamatkanmu kibummie, aku akan selalu ada di sampingmu..." balas kyuhyun masih terisak. Beberapa orang yang melihat keadaan itu mulai sedikit bernafas lega bahkan. Kai dan yuu jin terlihat sesekali menyeka air matanya.
" ayo kita pulang kibummie" bisik kyuhyun untuk yang kesekian kalinya.
"Kami hanyalah manusia biasa yang bisa merasakan rasa sakit, kami akan melakukan pemberontakan saat kebebasan kami di renggut, kami akan mengorbankan nyawa kami untuk orang yang kami sayangi, kami adalah manusia bukan monster, kami adalah seorang kim dan kami menginginkan kebebasan hidup kami".
[~kim bersudara~]
" banyak kesulitan yang kulalui sebelum bertemu denganmu, aku kacau tapi aku bisa bangkit dan karenamulah aku bisa mengerti arti dari menerima dan merelakan, aku sangat berterima kasih karena kau sudah bersedia menolongku dari kebekuan hatiku yang selama ini telah membuatku terkurung dan merubahku menjadi bukan seperti diriku sendiri, terima kasih, aku mencintaimu...Cho KyuHyun"
[~Kim kibum~]
" rasa sedih, kemarahan, bahagia, rasa sakit, kesepian, tawa, putus asa bahkan ketakutan semua itu telah ku kenal dengan sangat dalam saat aku melemparkan diriku untuk memasuki duniamu, tapi aku tak pernah menyesal sedikutpun atas keputusanku karena aku yakin jika kau akan selalu ada untukku. Karena pangeran musim dinginku telah memberikan banyak kehangatan untuk dunia seorang Cho KyuHyun. Aku juga mencintaimu...kim kibum."
[~Cho KyuHyun~]
.
.
.
.
.
END
Epilog.
Semua sudah berakhir dengan penuh perasaan kibum mengendong kyuhyun dan melangkah menuju deretan mobil yang berjejer terparkir di dalam garasi di rumah inti, kibum memasukan kyuhyun kedalam salah satu mobil sementara kibum memasuki pintu lainnya setelah dia memanggil seorang penjaga untuk menjadi sopirnya karena kibum terlalu lelah untuk menyetir sendiri menuju ke rumahnya. Kyuhyun dan kibum kini telah duduk dalam mobil dengan tatapan lega. Saling merapatkan tubuh masing-masing dengan jemari yang saling bertautan erat.
" hei...kyu...apa kau baik-baik saja sekarang, apa tubuhmu ada yang terluka selain yang terlihat saat ini, apa ada luka dalam yang berbahaya?!" tanya kibum menyandarkan kepalanya pada bahu kyuhyun seraya menyesap setiap aroma manis yang menguar dari tubuh kyuhyun seolah tak pernah sedikutpun merasa bosan, entah kenala kibum sangat merindukan kekasih manisnya ini.
" tidak...aku baik-baik saja, kibum!" balas kyuhyun menyandarkan kepalanya di atas kepala kibum dengan sayang. Tak ada balasan dari kibum membuat kyuhyun sedikit mengernyit bingung.
" kyu...!" panggil kibum setelah jedah yang cukup lama.
" hemm...kenapa?!" tanya kyuhyun.
" menginaplah..." jawab singkat kibum membuat kyuhyun tak mengerti. Membuat gerakan tiba-tiba yang sedikit membuat kibum terganggu namun belum sempat kyuhyun menjawab iris selelehan karamelnya bertabrakan dengan manik gelap kibum yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan membuat kyuhyun di landa kegugupan untuk sepersekian detik.
" aku menginginkanmu..." bisik kibum seduktif di telinga kyuhyun menatap kyuhyun intens dan menampilkan sebuah seringai mesum di sana dan tanpa aba-aba langsung melumat bibir semerah plum milik kyuhyun yang terlihat merona merah dan tak berapa lama terdengat desahan-desahan rendah mengiringi perjalan kibum dan kyuhyun menuju kediaman keluarga kim.
END.
Hahahaha akhirnya END juga, leganyaaaaa...semoga endingnya tidak terlalu mengecewakan. setelah sekian lama aku ucapkan banyak terima kasih untuk kalian semua para reader tercinta yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan mereview, dan untuk silent rider aku juga sangat berterima kasih meskipun kalian hanya datang dan pergi mirip hantu aku tetap senang dengan kehadiran kalian semua.
Oke sampai ketemu di FF lizz yang lain^^
